PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE. FIRM SIZE DAN SALES GROWTH TERHADAP RETURN ON EQUITY PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA Merry Devi Email: 18612596wd. merrydevi@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh good corporate governanec, firm size, dan sales growth terhadap return on equity pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2020. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang telah diaudit. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebelum tahun Populasi dalam penelitian ini yaitu terdapat 29 perusahaan dengan jumlah sampel 19 Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumenter. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, korelasi dan koefisien determinasi, uji F dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris memiliki pengaruh yang negatif terhadap ROE, dewan direksi memiliki pengaruh yang positif terhadap ROE, sedangkan komite audit. ROE, dan sales growth tidak berpengaruh terhadap ROE. Kata kunci: good corporate governance, firm size, sales growth, dan return on equity. PENDAHULUAN Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi yang pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai untuk memenuhi kepentingan para pemegang saham. Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman merupakan salah satu industri yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan pemrosesan bahan makanan, pengemasan, serta mendistribusikannya dan menyajikan hingga produk tiba ditangan konsumen. Untuk memperoleh keuntungan dalam pengembalian modal perusahaan menggunakan rasio Return on Equity. Rasio ini bermanfaat untuk mengetahui besarnya laba yang dihasilkan dari periode ke periode. Nilai return on equity yang tinggi dapat menjadi nilai tambah untuk perusahaan dalam menghasilkan Dalam mencapai keuntungan tersebut para manajer perusahaan berlombalomba mencari investor untuk dapat menginvestasikan dananya. Investor yang hebat Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 pastinya akan memilih perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi. Tinggat profitabilitas yang tinggi terjadi dikarenakan faktor-faktor yang mampu Good corporate governance merupakan salah satu faktor yang dapat digunakan perusahaan untuk dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Good corporate governance merupakan serangkaian pola tindakan yang dirancang oleh perusahaan dengan tujuan untuk mengelola resiko yang akan dihadapkan oleh perusahaan baik untuk sekarang maupun untuk masa yang akan datang. Tata kelola perusahaan diprosi dengan dewan direksi, dewan komisaris dan komite audit yang tentunya memiliki tungas dan fungsi masing-masing pada bagiannya. Selain tata kelola dari perusahaan, ukuran perusahaan juga merupakan faktor yang dapat memengaruhi profit perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan skala besar atau kecilnya aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Perusahaan yang besar tentunya memiliki aset yang besar pula, sedangkan perusahan yang kecil memiliki aset yang relatif kecil. Semakin besar aset yang dimiliki, perusahaan dapat melakukan investasi dengan baik dan dapat memenuhi permintaan produk perusahaan. Hal ini menjadi tolak ukur untuk memperluas pangsa pasar yang akan dicapai. Penjualan merupakan salah satu sumber pendapatan perusahaan. Pertumbuhan penjualan dalam perusahaan dapat menjadi indikator dari citra perusahaan. Bagi perusahaan pertumbuhan penjualan merupakan sinyal positif untuk perusahaan mendapatkan laba dari penjualan yang telah dilakukan. Pertumbuhan penjualan merupakan kenaikan jumlah penjualan dari waktu ke waktu. Pertumbuahan penjualan memiliki pengaruh yang strategis untuk perusahaan, dikarenakan akan meningkatkan market share yang akan berdampak pada peningkatan penjualan dari perusahaan sehingga akan meningkatkan profitabilitas perusahaan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil analisis pengaruh good corporate governance, firm size, dan sales growth terhadap return on equity pada Perusahaan Subsektor Makanaan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman sangat diperlukan untuk berbagai kalangan, dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup manusia, dalam perusahaan tersebut pastinya mengelola dan memproduksi berbagai makanan dan minuman yang dibutuhkan masyarakat dalam bentuk produk yang mudah digunakan, baik produk instan maupun perlu diproses ulang. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 KAJIAN PUSTAKA Return on Equity Akuntansi sangat diperlukan oleh pihak perusahaan, karena akuntansi akan memberikan berbagai macam informasi dan jawaban dengan semua kagiatan keuangan Agar tujuan dari suatu perusahaan dapat tercapai, manajemen perusahaan harus mampu membuat perencanaan yang tepat dan akurat. Kemudian diterapkan dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan rencana yang telah disusun. Menurut Kasmir . 9: . Aulaporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Ay Angka-angka dalam laporan keuangan menjadi kurang berarti jika hanya dilihat dari satu sisi saja. Angka-angka dalam laporan keuangan akan menjadi lebih berarti apabila dapat dibandingkan antara satu komponen dengan komponen lainnya, dengan cara membandingkan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan (Kasmir, 2019: Perbandingan tersebut dikenal dengan analisi rasio keuangan. Kinerja perusahaan dapat diukur dengan profitabilitas perusahaan. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan . , rasio ini memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan (Kasmir, 2019: . Menurut Hery . 7: . Aureturn on equity adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi ekuitas dalam menciptakan laba bersih Penggunan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara berbagai komponen yang ada dilaporan keuangan. Ay Kemudian menurut Gunawan . 0: . AuROE adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut. Ay Semakin tinggi rasio ini, semakin baik yang artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat. Return yang tinggi akan menunjang para investor untuk menanamkan modalnya pada Oleh karena itu perusahaan membutuhkan penerapan pengelolaan yang baik maka perusahaan perlu mengimplementasikan Good Corporate Governance. Good Corporate Governance Good corporate governance merupakan hal yang penting untuk mewujudkan peningkatan kinerja perusahaan. Menurut Sedarmayanti . Aucorporate governance adalah sistem, proses, dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 berbagai pihak yang berkepentingan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan organisasi. Ay Corporate governance yang baik dapat memberikan dampak positif bagi pelaku internal dan manajemen untuk mencapai sebuah tujuan yang merupakan kepentingan dari sebuah perusahaan dan para pemegang Oktavian & Putra . 4: . berpendapat bahwa corporate governance akan meningkatkan kinerja perusahaan, dengan menerapkan sistem GCG akan mendapatkan kepercayaan dari stakeholder sehingga akan berpengaruh positif terhadap laba yang akan diperoleh. Corporate governance juga menjadi salah satu bagian terpenting dalam perusahaan yang nantinya akan menunjukkan kondisi perusahaan baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Agar terlaksana tata kelola perusahaan yang baik, efektif dan efisien diperlukan komponen untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan Komponen tersebut meliputi: transparansi, akuntanbilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Dewan komisaris adalah bagian dari organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum atau khusus terhadap pelaksanaan rencana jangka panjang perusahaan dan rencana kerja anggaran perusahaan, serta memberikan nasehat kepada kreditur perseroan. Semakin banyak anggota dewan komisaris, pengawasan terhadap kinerja perusahaan akan jauh lebih baik, dan masukan atau opsi yang didapat dari dewan komisaris akan jauh lebih banyak. Dalam penelitian Rumapea . , bahwa dewan komisaris memiliki pengaruh positif terhadap return on equity. Hasil penelitian tersebut menunjukkan semakin tinggi ukuran dewan komisaris maka pengawasan akan meningkat dalam perusahaan sehingga profitabilitas perusahaan juga akan meningkat. Berdasarkan penelitian yang telah ada maka penulis membangun hipotesis pertama H1 : Dewan komisaris berpengaruh positif terhadap return on equity Dewan direksi memiliki peran sangat vital yang bertugas untuk menentukan arah kebijakan dan strategi sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang dipilih oleh pemegang saham perusahaan. Sukandar & Raharja . , dalam penelitiannya menunjukkan ukuran dewan direksi berpengaruh terhadap profitabilitas yang berkaitan dengan return on equity. Kemudian dalam penelitian Azmy. Anggreini & Hamim . , menyatakan bahwa dewan direksi berpengaruh secara positif terhadap return on Maka dari itu penulis membangun hipotesis kedua yaitu: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 H1 : Dewan direksi berpengaruh positif terhadap return on equity Komite audit merupakan badan yang berada di bawah komisaris, dibentuk oleh dan bertanggung jawab kepada dewan komisaris, dengan tugas pokok dari komite audit adalah melaksanakan fungsi pengawasan yang mencangkup penilaian terhadap sistem pengendalian internal perusahaan, dan kualitas laporan keuangan. Menurut Effendi . 6: . , komite audit merupakan Ausuatu komite yang bekerja secara profesional dan independen yang dibentuk oleh dewan komisaris, dan dengan demikian tugasnya adalah membantu dan memperkuat fungsi dewan komisaris . ewan pengawa. Ay Annisa & Asyik . , bahwa dalam hasil penelitian menunjukkan komite audit memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja keuangan (ROE), sehingga dari penelitian tersebut penulis membangun hipotesis ketiga yaitu: H3 : Komite audit berpengaruh positif terhadap return on equity. Firm Size Ukuran perusahaan . irm siz. merupakan besar kecilnya aset yang dimiliki oleh Perusahaan yang besar tentunya memiliki aset yang lebih besar pula, sedangkan perusahan yang kecil memiliki aset yang relatif kecil. Ukuran perusahaan yang besar menjalankan usahanya seperti memproduksi makanan dan minuman yang pastinya memerlukan jumlah dana yang banyak. Dana tersebut dapat berasal dari pemanfaatan aset yang digunakan. Wati . 9: . berpendapat bahwa. Auukuran perusahaan yang semakin besar menunjukkan kapasitas produksi sebuah perusahaan yang semakin besar pula sehingga semakin meningkatkan profitabilitas. Ay Pada penelitian sebelumnya oleh Ismi. Cipta & Yulianthini . , menyatakan bahwa firm size . kuran perusahaa. memiliki pengaruh yang positif terhadap ROE, yang berarti bahwa apabila firm size mengalami peningkatan maka akan diikuti juga dengan meningkatnya return on equity, hal ini berarti semakin besar ukuran sebuah perusahaan yang diukur dengan aset maka semakin meningkat juga profitabilitas Berdasarkan uraian tersebut maka penulis membangun hipotesis keempat H4 : Firm size berpengaruh positif terhadap return on equity Sales Growth Pendapatan perusahaan diperoleh dari penjualan yang dilakukan oleh perusahaan yang berasal dari dua sumber yaitu meningkatkan volume penjualan dan kenaikan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Penjualan merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Dengan melihat kemampuan perusahaan dalam melakukan penjualan pada masa lalu, para investor akan memproyeksikan keberhasilan perusahaan tersebut pada masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan merupakan kenaikan penjualan dari tahun ke tahun atau volume penjualan pada tahun-tahun mendatang yang dapat dilihat pada laporan laba-rugi perusahaan (Maryanti, 2016: 145 Tingkat pertumbuhan suatu perusahaan dapat dilihat dari peningkatan harga khususnya dalam hal penjualan karena penjualan merupakan suatu aktivitas yang umumnya dilakukan untuk mencapai tingkat laba yang diharapkan. Dengan mengetahui adanya pertumbuhan penjualan perusahaan dapat memprediksi besar laba yang akan didapatkan, dan mempertahankan posisinya dalam industri dan dalam perkembangan ekonomi (Fahmi, 2016: . Pada penelitian Fransisca & Widjaja . , menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Maka dari itu penulis membangun hipotesis kelima yaitu: H5 : Sales growth berpengaruh positif terhadap return on equity METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan bentuk penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman dengan jumlah populasi yaitu 29 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan porposive sampling dengan kriteria yang digunakan yaitu Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia yang melakukan Initial Public Offering (IPO) sebelum tahun 2016, sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 19 perusahaan. Pengumpulan data menggunakan studi dokumenter yang dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dari tahun 2016 sampai dengan 2020. Variabel independen dalam penelititan meliputi dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan. Untuk menghitung ukuran dewan komisaris digunakan rumus: Ukuran Dewan Komisaris = Jumlah Anggota Dewan Komisaris Untuk menghitung ukuran dewan direksi menggunakan rumus Ukuran Dewan Direksi = Jumlah Anggota Dewan Direksi Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Untuk menghitung ukuran komite audit menggunakan rumus: Ukuran Komite Audit = Jumlah Anggota Komite Audit Untuk menghitung ukuran perusahaan menggunakan rumus: Ukuran Perusahaan =Logarita Natural dari Total Aset Untuk menghitung pertumbuhan penjualan menggunakan rumus: Growth of Sales = Penjualan periode saat ini - Penjualan periode sebelumnya Penjualan periode sebelumnya Variabel dependen dalam penelitian ini adalan return on equity. Rumus yang digunakan untuk mengukur return on equity adalah sebagai berikut: ROE= Laba Setelah Bunga dan Pajak x 100% Modal Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik yang meliputi: uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi, analisis regresi linier berganda, korelasi dan koefisien determinasi, uji F dan uji t. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan Tabel 1. 1, dapat diketahui bahwa variabel dewan komisaris memiliki angka terendah sebesar 2 yang artinya ada perusahaan yang memiliki dewan komisaris paling sedikit sebanyak dua orang, namun ada juga perusahaan yang memiliki dewan komisaris paling banyak yaitu sebanyak sepuluh orang. Rata-rata dewan komisaris adalah empat sampai lima orang dengan nilai standar deviasi sebanyak dua sampai tiga Nilai standar deviasi lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata dewan komisaris, yang berarti data dewan komisaris memiliki variasi yang rendah. Variabel dewan direksi memiliki angka terkecil sebesar 2 yang artinya ada perusahaan yang memiliki dewan direksi paling sedikit sebanyak dua orang, namun ada juga perusahaan yang memiliki jumlah dewan direksi paling banyak yaitu sebanyak delapan orang. Rata-rata dewan direksi adalah tiga hingga empat orang dengan nilai standar deviasi sebanyak satu hingga dua orang. Nilai rata-rata lebih besar daripada nilai Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 standar deviasi yang berarti penyebaran data masih bersifat homogen atau tingkat variasi dewan direksi tidak beragam. Variabel komite audit memiliki angka terendah sebesar 2 yang artinya ada perusahaan yang memiliki komite audit paling sedikit dua orang, namun ada juga perusahaan yang memiliki komite audit paling banyak yaitu sebanyak empat orang. Rata-rata jumlah komite audit adalah dua sampai tiga orang dengan nilai standar deviasi satu orang. Nilai standar deviasi lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata komite audit, yang berarti data komite audit memiliki variasi yang rendah. Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai terendah sebesar 26,42 dan nilai tertinggi sebesar 32,79. Selama periode penelitian rata-rata ukuran perusahaan adalah sebesar 28,7457 dengan nilai standar deviasi ukuran perusahaan sebesar 1,46182. Nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata ukuran perusahaan yang berarti penyebaran data masih bersifat homogen atau sebarannya tidak beragam. Variabel pertumbuhan penjualan memiliki nilai terendah sebesar -74,62 persen yang berarti ada beberapa perusahaan yang tidak memiliki peningkatan penjualan dari tahun sebelumnya, namun ada juga perusahaan yang memiliki pertumbuhan penjualan yang tinggi yaitu sebesar 322,76 persen. Rata-rata pertumbuhan penjualan adalah sebesar 6,1114, dengan nilai standar deviasi yaitu sebesar 39,07655. Nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata pertumbuhan penjualan yang berarti kemampuan perusahaan dalam hal penjualan yang masih beragam. Variabel Return on Equity (ROE) memiliki nilai terendah sebesar -43,53 yang artinya masih ada perusahaan yang mengalami kerugian dan ada juga perusahaan yang menghasilkan ROE yang tinggi sebesar 156,35 persen. Rata-rata ROE adalah sebesar 18,8398, dengan nilai standar deviasi sebesar 36,99582. Nilai standar deviasi lebih besar dari nilai rata-rata return on equity yang berarti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba masih beragam pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Tabel 1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics ROE Valid N . Minimum Maximum 26,42 -74,62 -43,53 32,79 322,76 156,35 Mean Std. Deviation 4,86 3,93 2,99 28,7457 6,1114 18,8398 2,186 1,703 ,627 1,46182 39,07655 36,99582 Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Uji Asumsi Klasik Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang pertama adalah uji normalitas. Dalam pengujiannya, uji normalitas menggunakan metode one sample kolmogorov smirnov dan telah diperoeleh hasil yaitu nilai signifikan lebih besar dari taraf signifikan sebesar . ,200 > 0,. yang berarti data berdistribusi normal. Pengujian yang kedua dalam penelitian ini adalah uji multikolinearitas, dalam hasilnya menunjukkan bahwa nilai tolerance dan variance inflation factor (VIP) memenuhi kriteria pengujian yaitu tolerance > 01 dan VIF < 10. Pengujian yang ketiga adalah uji heteroskedastisitas dengan menggunakan metode sprearmanAos rho dan diperoleh nilai signifikan semua variabel > 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Pengujian asumsi klasik yang terakhir adalah uji autokorelasi dengan menggunakan metode Durbin Watson dan diperoleh nilai dW sebesar 2,076 dan DU sebesar 1,7701. Nilai DU < dW < 4-DU sehingga 1,7701 < 2,076 < 2,2296, maka disimpulkan tidak terjadi masalah autokorelasi. Dari pengujian asumsi klasik yang telah terpenuhi semuanya, maka dapat dilanjutkan kepengujian selanjutnya. Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan Tabel 2, maka dapat dirumuskan persamaan regresi linier berganda dari lima variabel sebagai berikut: y = -9,864 1,537X1 - 1,401X2 - 0,215X3 3,708X4 0,206X5 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Tabel 2 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. -9,864 8,884 Ln_DK Ln_DD Ln_KA Ln_FS -1,537 1,401 -,215 3,708 ,304 ,316 ,669 2,808 Ln_SG ,206 ,155 Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. -1,110 ,271 -,587 ,501 -,032 ,168 -5,060 4,438 -,322 1,321 ,000 ,000 ,748 ,191 ,127 1,325 ,189 Dependent Variable: Ln_ROE Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Korelasi dan Koefisien Deteminasi Tabel 3 Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson ,636 ,404 ,362 ,86992 2,076 Predictors: (Constan. Ln_SG. Ln_DD. Ln_KA. Ln_DK. Ln_FS Dependent Variable: Ln_ROE Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui hasil nilai koefisien korelasi yang dapat dilihat pada kolom R adalah sebesar 0,636 sehingga dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat antara variabel dewan direksi, dewan komisaris, komite audit, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan terhadap return on equity. Hasil nilai koefisien determinasi pada kolom Adjusted R Square sebesar 0,362. yang berarti variabel independen dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan mampu memberikan penjelasan terhadap variabel dependen yaitu return on equity hanya sebesar 36,2 persen sedangkan sisanya yaitu 63,8 dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Uji F Tabel 4 Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression 35,979 7,196 Residual 52,973 ,757 Total 88,952 Dependent Variable: Ln_ROE Predictors: (Constan. Ln_SG. Ln_DD. Ln_KA. Ln_DK. Ln_FS 9,509 Sig. ,000b Sumber: Output SPSS Versi 22, 2022 Berdasarkan Tabel 4. 4 yang telah disajikan, diketahui bahwa nilai signifikansi uji F adalah sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi . ,000 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa pengujian tersebut layak untuk diuji. Uji t dan Pengaruh Pengaruh negatif dewan komisaris terhadap return on equity Variabel pertama yaitu dewan komisaris menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 namun memiliki arah koefisien negatif, maka dapat disimpulkan bahwa variabel dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap return on Artinya bahwa setiap kenaikan proporsi dari dewan komisaris perusahaan tidak dapat menambah return yang diharapkan. Terjadinya perbedaan arah ini menunjukkan bahwa semakin bertambahnya dewan komisaris maka akan menurunkan return on equity. Hal ini terjadi karena proporsi dewan komisaris yang tinggi maupun rendah, sehingga pada saat peningkatan proporsi dewan komisaris menyebabkan return on equity perusahaan menurun, sebaliknya ketika penurunan proporsi dewan komisaris menyebabkan return on equity perusahaan Maka hipotesis yang menyatakan dewan komisaris berpengaruh positif terhadap return on equity tidak sejalan dengan hasil penelitian ini. Pengaruh positif dewan direksi terhadap return on equity Variabel pertama yaitu dewan direksi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. dan memiliki arah koefisien positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dewan direksi berpengaruh positif terhadap return on Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Semakin banyak jumlah dewan direksi berarti semakin banyak pula yang memimpin perusahaan maka peningkatan return on equity juga semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa perencaan strategis yang dirancang oleh dewan direksi akan berdampak pada peningkatan laba yang akan didapatkan perusahaan. Dengan demikian perusahaan yang dikelola dengan jumlah direksi yang banyak semakin terawasi pula kinerja yang ada dalam perusahaan. Maka hipotesis yang menyatakan dewan direksi berpengaruh positif terhadap return on equity sesuai dengan hasil penelitian ini. Tidak ada pengaruh komite audit terhadap return on equity Variabel ketiga yaitu komite audit menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,748. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel komite audit tidak berpengaruh terhadap return on equity. Semakin banyak jumlah komite audit yang dimiliki oleh perusahaan belum bisa menyebabkan profitabilitas perusahaan mengalami peningkatan. Terjadi ketidaksesuaian antara jumlah komite audit yang banyak, maka return yang didapatkan akan menurun. Hal ini disebabkan karena keberadaan komite audit hanya sebagai formalitas untuk memenuhi regulasi dan mengharuskan perusahaan untuk memiliki komite audit. Komite audit tidak memiliki pengaruh yang pasti untuk peningkatan return on equity perusahaan, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh komite audit terhadap return on equity tidak sesuai dengan hasil penelitian yang telah ditemukan penulis. Tidak ada pengaruh firm size terhadap return on equity Variabel keempat yaitu ukuran perusahaan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,191. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return on equity. Semakin besarnya ukuran suatu perusahaan yang dilihat dari total aset yang dimiliki perusahaan bukan salah satu faktor yang dapat menyebabkan meningkatnya return on equity perusahaan. Sehingga seberapa besar nilai aset yang dimiliki perusahaan tidak berpengaruh pada peningkatan return yang diharapkan perusahaan. Hal ini dapat terjadi oleh beberapa faktor, misalnya ada penambahan biaya yang lebih besar pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman periode 2016 sampai dengan 2020, dan juga dapat disertai dengan investasi untuk meningkatkan penjualan yaitu penambahan aset yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 dilakukan ternyata tidak menghasilkan keuntungan. Maka hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap return on equity tidak sesuai dengan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini. Tidak ada pengaruh sales growth terhadap return on equity Variabel kelima yaitu pertumbuhan penjualan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,189. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap return on equity pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman di Bursa Efek Indonesia. Semakin meningkatnya pertumbuhan penjualan tidak dapat memengaruhi peningkatan return on equity. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan arah yang menunjukkan bahwa ketika pertumbuhan penjualan bertambah, return yang didapatkan Sehingga penjualan yang dihasilkan tidak menghasilkan laba yang sesuai dengan yang diharapkan perusahaan dan apabila tingkat penjualan perusahaan meningkat maupun menurun, tidak akan memengaruhi return on equity. Maka hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak berpengaruh terhadap return on equity. PENUTUP Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap return on equity, komite audit, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap return on equity, sedangkan dewan direksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return on Penelitian ini hanya terbatas pada Perusahaan Subsektor Makanan dan Minuman, sehingga minimalnya sampel yang didapatkan. Saran dari penulis untuk peneliti selanjutnya agar menggunakan sampel yang lebih luas, dan memperhatikan variabel-variabel yang dapat memengaruhi profitabilitas perusahaan sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 DAFTAR PUSTAKA