Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TEMA 4 SUBTEMA 1 JENIS-JENIS PEKERJAAN DI KELAS IV SD Oleh Erlina Aisyah1*. Monica Theresia2 . Royhanun Siregar3 . Nurzanna4 1*2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email:erlinaaisyah99@gmail. DOI: 10. 37081/jipdas. Article history: Submitted: 27 Maret 2024 Accepted: 25 Mei 2024 Published: 28 Mei 2024 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa tema 4 subtema 1 Jenis-Jenis Pekerjaan menggunakan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 4 subtema 1 Jenis-Jenis Pekerjaan dikelas IV SD Negeri 100010 Sababalika danMengetahui apakah penerapan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 4 subtema 1 Jenis-Jenis Pekerjaan kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara. Selanjutnya ditetapkan subjek sebanyak 16 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah tes, observasi. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa data yaitu penggunaan model pembelajaran Jigsawmeningkat ditandai hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Jigsawdi kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kec. Batang Onang Kab. Padang Lawas Utara. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada tahap prasiklus sebesar 43,75%, pada siklus I meningkat menjadi 56,25% dengan nilai ratarata sebesar 68,43, dan pada siklus II meningkat menjadi 81,25% dengan nilai rata-rata sebesar 78,75. Adapun besarnya peningkatan dari tahap siklus I ke siklus II sebesar 25%. Selain terjadi peningkatan hasil belajar siswa saat melakukan penerapan model pembelajaran Jigsaw, peneliti juga memperoleh hasil peningkatan pada aktivitas siswa saat melakukan penerapan model pembelajaran Jigsaw. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan siklus I ke siklus II, dimana hasil aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 74,63 dengan nilai persentase sebesar 68,75%, kemudian pada siklus II aktivitas siswa meningkat dengan memperoleh nilai rata-rata sebesar 82,75 dengan nilai persentase sebesar 81,25%. Adapun besarnya peningkatan dari tahap siklus I ke siklus II sebesar 12,5%. Kata Kunci : Model Pembelajatan,Jigsaw. Hasil Belajar. Abstract This research aims to find out student learning outcomes in theme 4 sub-theme 1 Types of Work using the Jigsaw learning model can improve student learning outcomes in theme 4 sub-theme 1 Types of Work in class IV SD Negeri 100010 Sababalika and find out whether the application of the Jigsaw learning model can improve results student learning on theme 4 subtheme 1 Types of Work class IV SD Negeri 100010 Sababaik North Padang Lawas Regency. The type of research is Classroom Action Research (PTK), the object of this research is all class IV students at SD Negeri 100010 Sababaik. North Padang Lawas Regency. Next, 16 subjects were determined. The instruments used as data collection tools are tests and observations. Then the research data was processed using data analysis techniques. Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. namely the use of the Jigsaw learning model increased, marked by student learning outcomes through the Jigsaw learning model in class IV at SD Negeri 100010 Sababaik District. Batang Onang District. North Padang Lawas. This is evidenced by the increase in student learning outcomes in the pre-cycle stage of 43. 75%, in the first cycle it increased to 56. 25% with an average value of 68. 43, and in the second cycle it increased to 81. 25% with an average value of the average is 78. The magnitude of the increase from cycle I to cycle II was 25%. Apart from increasing student learning outcomes when implementing the Jigsaw learning model, researchers also obtained results of increasing student activity when implementing the Jigsaw learning model. This can be seen from the increase in cycle I to cycle II, where the results of student activity in cycle I obtained an average value of 74. 63 with a percentage value of 68. 75%, then in cycle II student activity increased by obtaining an average value amounting to 75 with a percentage value of 81. The magnitude of the increase from cycle I to cycle II was Keywords: Learning Model,Jigsaw. Learning Outcomes. PENDAHULUAN Setiap manusia membutuhkan pendidikan, maka pendidikan menjadi salah satu sarana utama yang perlu diusahakan dan dikelola sebaik mungkin sejalan dengan perkembangan masa maupun perkembangan hidup manusia. Pendidikan adalah upaya untuk mengembangkan kemampuan dan motivasi manusia sehingga dapat hidup layak, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota Pendidikan juga bertujuan untuk mendewasakan anak, kedewasaan tersebut mencakup pendewasaan intelektual, sosial dan moral, tidak semata-mata kedewasaan fisik. Pendidikan tidak hanya didapat secara formal yaitu dilembaga sekolah tetapi juga dapat diperoleh secara non formal. Pada UU No. 20/2003 tentang sisdiknas pasal 1 ayat . menyatakan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik scara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dunia pendidikan tidak dapat dilepaskan dari proses belajar karena tujuan pendidikan di atas dapat dicapai melalui proses belajar disuatu lembaga pendidikan yaitu sekolah. Meningkatkan mutu pendidikan adalah menjadi tanggung jawab semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama bagi sekolah dasar guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat bersaing di era globalisasi. Guru memiliki peran penting antara lain meliputi. kemampuan menjabarkan topik-topik bahasan pada mata pelajaran menjadi informasi menarik dan mudah dipahami oleh siswa. kemampuan untuk mengidentifikasi tingkat dan area kesulitan siswa dan kemampuan untuk membantunya keluar dari kesulitan tersebut. kemampuan melakukan evaluasi kemajuan belajar Interaksi belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran dipandang sebagai salah atu unsur penting dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Penerapan model pembelajaran merupakan strategi untuk mencapai tujuan pengajaran yang ingin dicapai sehingga semakin baik penggunaan model pembelajaran semakin berhasil mencapai tujuan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 22 November 2021 dengan guru kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kec. Batang Onang Kab. Padang Lawas Utara sebagai berikut: Tabel 1 Nilai ulangan harian siswa kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kec. Batang Onang Kab. Padang Lawas Utara TA. 2021/2022 Nilai Kriteria Jumlah Persentase O75 Belum Tuntas 56,25 % Ou75 Tuntas 43,75 % Jumlah Sumber: Wali Kelas Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan tabel 1 terdapat 56,25% atau 9 dari 16 siswa dinyatakan belum tuntas dan 43,75% atau sebanyak 7 siswa mendapat nilai mencapai KKM. Kriteria Ketuntasan Minimum yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Berdasarkan data pada tabel 1. 1 terlihat banyak siswa yang belum tuntas hasil Rendahnya minat belajar merupakan wujud dari berbagai masalah yang muncul dari kegiatan pembelajaran. Setelah dilakukan observasi di awal SD Negeri 100010 Sababalik. Kecamatan Batang Onang. Kabupaten Padang Lawas Utara. Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV disebabkan oleh beberapa faktor seperti guru kurang menerapkan model pembelajaran yang variatif dan menarik, guru hanya menggunakan satu metode dalam pembelajaran yang menyebabkan siswa merasa bosan dan jenuh karena pembelajaran bersifat monoton, guru kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa sulit dalam memahami pelajaran yang disampaikan guru dan pembelajaran bersifat individualis sehingga siswa kurang bekerja sama dikelas, kurangnya ketertarikan siswa untuk belajar, pengalaman belajar siswa yang kurang mendukung terciptanya kemauan belajar, banyak siswa yang belum mencapai KKM. Masalah semacam itu memang sering dijumpai di sekolah dasar, karena usia siswa kelas IV SD masih sulit untuk diarahkan, siswa masih menyukai yang namanya bermain ternyata guru tidak menerapkan model pembelajaran dengan tepat,rendahnya minat untuk mempelajari media-media, model pembelajaran serta metode-metode baru yang dapat menunjang berlangsungnya proses belajar mengajar, guru tidak dapat mengoperasikan media dengan baik sehingga mereka mengajar hanya menggunakan metode ceramah, metode, dan pendekatan yang sesuai oleh materi yang dijelaskan kepada siswa. Beberapa masalah yang muncul di SD Negeri 100010 Sababalik Kecamatan Batang Onang. Kabupaten Padang Lawas Utara peneliti mencoba untuk meningkatkan hasil belajar subtema 1 JenisJenis Pekerjaan dengan menggunakan salah satu model pembelajaran Jigsaw yang merupakan model pembelajaran berkelompok yeng terbentuk dalam kelompok kecil. Penerapan model pembelajaran Jigsaw didalamnya menuntut siswa dalam bekerja kelompok yang terbentuk dalam kelompok kecil, diharapkan agar siswa dapat mengemukakan pendapat,mengolah informasi yang didapat maupun dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi sehingga proses pembelajaran dapat meningkat. Melalui model pembelajaran Jigsaw diharapkan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada tema 4 subtema 1 Jenis-Jenis Pekerjaan. Penelitian ini dilakukan peneliti yang bertugas sebagai planner . dan observer . yang berkolaborasi dengan guru kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik. Disamping itu dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merefleksi diri terhadap kinerja yang telah dilakukannya, sehingga dapat melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pembelajaran. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan suatu penelitian pendidikan, dalam hal ini peneliti akan mengadakan Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul AuPenerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tema 4 Subtema 1 Jenis-jenis Pekerjaan di Kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas UtaraAy. Berdasarkan dari uraian latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah pokok yang menjadi pembahasan peneliti adalah sebagai berikut: Bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Jigsaw subtema 1 Jenis-Jenis Pekerjaan di kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara? Apakah model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada subtema Jenis-Jenis Pekerjaan dikelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara? Hakikat Belajar Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Adapun pengertian belajar menurut para ahli adalah sebagai berikut:Menurut Burton . alam Susanto 2013:. belajar adalah sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu lain dan individu dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Thondik . alam Budiningsih 2008: . belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Menurut Walker . alam Riyanto 2009:. Belajar adalah suatu perubahan dalam melaksanakan suatu tugas yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman dan tidak ada sangkut pautnya dengan kematangan rohaniah, kelelahan, motivasi, perubahan dalam situasi stimulus atau faktor-faktor sama lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan belajar. Berdasarkan beberapa pengertian belajar di atas dapat disimpulkan belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang sebagai perubahan tingkah laku yang baik untuk memperoleh konsep pemahaman, pengetahuan berdasarkan pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya dan tidak ada sangkut pautnya dengan kematangan rohaniah, kelelahan, motivasi, perubahan dalam situasi stimulus atau faktor-faktor sama lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan belajar. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah perubahan - perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar. Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku. Adapun pengertian hasil belajar menurut para ahli yaitu:Menurut Hamalik . 8: . hasil belajar merupakan bukti bahwa seseorang telah belajar ialah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Selanjutnya menurut Mudjiono . 9:24 ) hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan sisi guru, dari sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Menurut Howard . alam Nana Sudjana, 2005:. Membagi tiga macam hasil belajar. Keterampilan dan Kebiasaan. Pengetahuan dan Pengertian. Sikap dan cita-cita. Pendapat dari Howard ini menunjukkan hasil perubahan dari semua proses belajar. Hasil belajar ini akan melekat terus pada diri siswa karena sudah menjadi bagian dalam kehidupan siswa. Berdasarkan pendapat dari para ahli dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan suatu penilaian akhir dari proses pengenalan yang telah dilakukan berulang-ulang, serta akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama atau bahkan tidak akan hilang selama lamanya karena hasil belajar turut serta dalam membentuk pribadi individu yang selalu ingin mencapai hasil yang lebih baik lagi sehingga akan mengubah cara berpikir serta menghasilkan perilaku kerja yang lebih baik. Mengukur Hasil Belajar Hasil belajar digunakan guru sebagai ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Ukuran hasil belajar dapat diperoleh dari aktivitas pengukuran. Pengukuran measuremen adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat ukurnya kemudian menerapkan angka menurut sistem aturan tertentu menurut kerlingar . alam Purwanto 2010:. Menurut Sugihartono . 7:76-. ada dua faktor yang mempengaruhi proses hasil belajar yaitu: Faktor internal. Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, yang memengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini,meliputi, kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan,sikap,kebiasaan belajar serta kondisi fisik dan kesehatan. Dan b. Faktor external. Faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang memengaruhi hasil belajaryaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat . keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat-marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang kurang terhadap anaknya,serta kebiasaan sehari-hari yang berperilaku yang kurang baik dari orangtua dalam kehidupan sehari berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik. Tujuan Penilaian Hasil Belajar Penilaian merupakan salah satu bagian yang penting dalam rangkaian proses pendidikan dan Dapat dikatakan semua kegiatan pendidikan dan pengajaran baik tidaknya ditentukan oleh penilaian dan tentunya didalam prakteknya tidak melihat hasil baiknya saja tetapi diperhatikan dalam Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Adapun menurut Kunandar . tujuan penilaian hasil belajar yaitu:. Melacak kemajuan peserta didik, artinya dengan melakukan penilaian,maka perkembangan hasil belajar siswa dapat diidentifikasi yakni menurun atau meningkat. Mengecek keterampilan kompetensi siswa, artinya dengan melakukan penilaian, maka dapat diketahui apakah peserta didik telah menguasai kompetensi tersebut atau belum menguasai. Mendeteksi kemampuan yang belum dikuasai siswa, artinya dengan melakukan penilaian, maka dapat diketahui kompetensi mana yang belum dikuasai dan kompetensi mana yang telah dikuasai. Dan . Menjadi umpan balik untuk perbaikan siswa, artinya dengan melakukan penilaian, maka dapat dijadikan bahan acuan untuk memperbaiki hasil belajar siswa yang masih dibawah standar (KKM). Sedangkan menurut Sudjana . tujuan hasil belajar adalah sebagai berkut: . Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuh, dengan prediksi kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran disekolah yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkan laku para siswa kearah tujuan pendidikan yang diharapkan. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta kendala yang dihadapinya. Dan . Memberikan tanggung jawab dari pihak sekolah kepada kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah, masyarakat, dan orang tua siswa. Dari pemaparan tujuan penilaian hasil belajardi atas dapat disimpulkan penilaian hasil belajar adalah untuk mengukur kemampuan antara siswa yang satu dengan yang lainnya, untuk mengukur keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran yang dilakukan guru didalam kelas yang mencakup beberapa aspek seperti, aspek intelektual, sosial, emosional, moral dan keterampilan. Model Pembelajaran Jigsaw MenurutMaulana . model pembelajaran Jigsaw merupakan sebuah model belajar kooperatif yang didalamnya menuntut siswa dalam bekerja kelompok yang terbentuk dalam kelompok Siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai enam orang dan siswa bekerja Selain itu siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengolah informasi yang didapat maupun dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Menurut Rusman . model pembelajaran Jigsaw kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai enam orang pembelajaran yang dilakukan dengan mendorong peserta didik untuk mengemukakan pendapat dan mengelola informasi sehingga siswa secara langsung mampu untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi dari materi yang telah dipeljari. Menurut Ibrahim . model pembelajaran Jigsaw adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif dimana pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa yang bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan model pembelajaran Jigsaw adalah suatu metode kerja kelompok yang terbentuk empat sampai enam orang dalam kelompok untuk belajar berpartisipasi dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya serta meningkatkan keterampilan Menurut Maulana . memaparkan langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw dapat dilakukan sebagai berikut: . Membentuk kelompok heterogen yang beranggotakan 4-6 orang . Tiap orang dalam kelompok diberi sub topik yang berbeda . Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan sub topik masing-masing dan menetapkan anggota ahli yang akan bergabung dalam kelompok ahli. Anggota ahli dari masing-masing kelompok mengumpul dan mengintegrasikan semua sub topik yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok. Kelompok ahli berdiskusi untuk membahas topik yang diberikan dan saling membantu untuk menguasai topik tersebut. Setelah memahami materi, kelompok ahli menyebar dan kembali kekelompok masing-masing, kemudian menjelaskan Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. materi kepada rekan kelompoknya. Tiap kelompok mempersentasekan hasil diskusinya. Guru memberikan tes individual pada akhir pembelajaran tentang materi yang telah didiskusikan. Siswa mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua topik. Berdasarkan paparan langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw dari pendapat para ahli di atas, maka langkah-langkah model pembelajaran Jigsaw dapat disimpulkan sebagai berikut. membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang. memberikan sub topik yang berbeda. mendiskusikan sub topik yang telah diberikan. setiap kelompok mempersentasikan hasil diskusi. memberikan tes secara individual. memberikan penghargaan kepada kelompok. Menurut Yamin . alam Istarani 2011: . kelebihan model Jigsaw adalah berikut:. Mengajarkan pada siswa menjadi percaya pada guru dan lebih percaya lagi pada kemampuan sendiri untuk berfikir, mencari informsi dan sumber lainnya, dan belajar dari siswa lain. Mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya secara khusus bermakna ketika dalam proses pemecahan masalah. Membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang lemah dan menerima perbedaan ini. Suatu strategi efektip bagi siswa untuk mencapai hasil akademik dan sosial termasuk meningkatkan prestasi, percaya diri, interpersoalan positif antara satu siswa dengan yang lain, meningkatkan keterampilan manajemen waktu dan sikap positif terhadap sekolah. Banyak menyediakan kesempatan pada siswa untuk membandingkan jawabannya dan menilai ketepatan jawaban itu. Dan . Menghargai ide orang yang dirasa lebih baik. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan kelemahan model pembelajaran Jigsaw adalah siswa yang memiliki kemampuan membaca dan berpikir rendah akan mengalami kesulitan untuk menjelaskan materi kemudian membutuhkan waktu yang lebih lama, apalagi bila penataan ruangan belum terkondisi dengan baik sehingga perlu waktu untuk mengubah posisi supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), objek penelitian ini adalah seluruh siswa IV SD Negeri 100010 Sababalik Kec. Batang Onang Kab. Padang Lawas Utara. Selanjutnya ditetapkan subjek sebanyak 16 orang. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpul data adalah observasi, tes dan kamera. Kemudian data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa data yaitu anylisis tes hasil belajar, anylisis aktivitas guru dan anylisis aktivitas siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 100010 Sababalik Kec. Batang Onang Kab. Padang Lawas Utara. Adapun alasan penulis melakukan penelitian di lokasi ini, didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan bahwa lebih meningkatkan lagi hasil belajar siswa. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kec. Batang Onang Kab. Padang Lawas Utara. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 16 orang yaitu 9 orang lakilaki dan 7 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada Tema 4 Subtema 1 AyJenis-Jenis PekerjaanAy. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus I, peneliti melakukan observasi, yan g mana dilaksamakan pada hari Selasa, tanggal 22 November 2021 untuk mengetahui hasil belajar siswa pada saat sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Jigsaw. Dari data awal yang sudah diperoleh peneliti dapat disimpulkan bahwa tingkat ketuntasan siswa secara klasikal masih rendah. Hasil belajar siswa sebelum dilakukan penerapan model pembelajaran Jigsaw dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1 Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Keterangan Data Awal Keterangan Hasil Persentase Siswa yang tuntas 43,75% Dari 16 siswa hanya 7 siswa yang tuntas. Siswa yang tidak tuntas 56,25% Jumlah 16 orang Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dari 16 orang siswa, yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 7 siswa . ,75 %) dan yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 9 siswa . ,25%) Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti ada dua siklus yang dilaksanakan selama penelitian ini dilaksanakan dimana setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Pelaksanaan siklus I dilakukan pada hari Senin 7 November 2022 sampai 8 November 2022 dan siklus II dilaksanakan pada Rabu, 9 November 2022 sampai 10 November 2022. Agar proses pembelajaran lebih menarik sehingga siswa mudah memahami materi, maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada materi Jenis-jenis Pekerjaan di Kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada siklus I dan siklus II dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada materi Jenis-jenis Pekerjaan di Kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara, pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 74,63 dengan nilai persentase sebesar 68,75%. Karena hasil tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan minimal, maka dilanjutkan ke siklus II yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 82,75 dengan persentase 81,25%. Adapun besarnya peningkatan hasil observasi aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 12,5%. Peningkatan hasil observasi aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw pada materi Jenis-jenis Pekerjaan di Kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara pada siklus I dan siklus II dapat di lihat pada tabel berikut ini : Tabel 2 Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas Siswa Tahap Skor Persentase Kategori Siklus I 68,75% Cukup Siklus II 81,25% Baik Berdasarkan tabel diatas, maka peningkatan hasil observasi aktivitas siswa juga dapat dilihat dari grafik dibawah ini : PERBANDINGAN OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS II SIKLUS I NILAI RATA-RATA SIKLUS I 74,1875 SIKLUS II 82,0625 SKOR Gambar 1 Perbandingan Nilai Observasi Aktivitas Siswa Guru dan siswa telah melakukan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran Jigsaw namun masih terdapat kekurangan-kekurangan pada saat melakukan proses pembelajaran. Dimana kekurangan itu salah satunya berasal dari guru yang mana aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran Jigsaw belum maksimal pada siklus I. Kemudian pada siklus II aktivitas guru mengalami peningkat, sebesar 12,5%. Berdasarkan hasil observasi dari pengamatan terhadap guru pada kegiatan pembelajaran pada siklus I dan siklus II adalah sebagai berikut: Hasil observasi dari pengamatan siklus I memperoleh skor aktivitas guru sebesar 29 dengan nilai persentase sebesar 72,5%, yang masuk pada kategori cukup. Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Hasil observasi dari pengamatan siklus II memperoleh skor aktivitas guru sebesar 34 dengan nilai persentase sebesar 85%, yang masuk pada kategori baik. Peningkatan hasil observasi aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran Jigsaw pada siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3 Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas Guru Tahap Skor Persentase Kategori Siklus I Siklus II 72,5% Cukup Baik Berdasarkan tabel diatas, maka peningkatan hasil observasi aktivitas guru dapat dilihat dari grafik dibawah ini : HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS II SIKLUS I SKOR SIKLUS I SIKLUS II Gambar 2 Perbandingan Hasil Observasi Aktivitas Guru Melalui model pembelajaran Jigsaw hasil belajar siswa dapat meningkat khususnya pada materi Jenis-Jenis Pekerjaan. Setelah proses pembelajaran selesai, siswa diberi Lembar Kerja Siswa (LKS) berbentuk pilihan berganda, isian, dan urain. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka peneliti memperoleh nilai rata Ae rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 68,43 dengan nilai persentase sebesar 56,25% yang mana nilai tersebut belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Maka dari itu, peneliti melakukan refleksi dan melanjutkan pembelajaran ke siklus II yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,75 dengan nilai persentase sebesar 81,25%. Peningkatan hasil belajar dan ketuntasan belajar disajikan dalam tabel berikut: Tabel 4 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Tuntas Tidak Tuntas Taha Jumla Persentas Jumla Persentas Siklus 56,25% 43,75% Siklus 81,25% 18,75% Dari data tabel diatas dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 25%. Peningkatan tes hasil belajar siswa juga dapat dilihat melalui grafik dibawah ini: Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS II SIKLUS I SKOR SIKLUS I SIKLUS II NILAI RATA-RATA 68,4275 78,75 Gambar 3 Peningkatan Hasil Belajar Siklus I ke Siklus II SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab IV, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Jenisjenis Pekerjaan di Kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada tahap prasiklus sebesar 43,75%, pada siklus I meningkat menjadi 56,25% dengan nilai rata-rata sebesar 68,43, dan pada siklus II meningkat menjadi 81,25% dengan nilai rata-rata sebesar 78,75. Adapun besarnya peningkatan dari tahap siklus I ke siklus II sebesar 25%. Selain terjadi peningkatan hasil belajar siswa saat melakukan penerapan model pembelajaran Jigsaw, peneliti juga memperoleh hasil peningkatan pada aktivitas siswa saat melakukan penerapan model pembelajaran Jigsaw. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan siklus I ke siklus II, dimana hasil aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 74,63 dengan nilai persentase sebesar 68,75%, kemudian pada siklus II aktivitas siswa meningkat dengan memperoleh nilai rata-rata sebesar 82,75 dengan nilai persentase sebesar 81,25%. Adapun besarnya peningkatan dari tahap siklus I ke siklus II sebesar 12,5%. Sehubungan dengan hasil penelitian yang dilakukan , ada beberapa saran yang menjadi bahan yang perlu untuk dipertimbangkan dalam kemajuan belajar di Kelas IV SD Negeri 100010 Sababalik Kabupaten Padang Lawas Utara, khususnya pada penerapan model pembelajaran Jigsaw dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu : Bagi Sekolah . Menyarankan kepada para pendidik . yang mengajar di kelas IV agar dapat menerapkan model pembelajaran Jigsaw sesuai dengan materi yang akan diajarkan . Mengupayakan agar penerapan model pembelajaran Jigsaw dapat dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi Guru Penerapan model pembelajaran Jigsaw ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa, keterampilan siswa, serta rasa yang tanggungjawab dalam menerapkan model pembelajaran sehingga suasana belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan . Bagi Peneliti Lain Model pembelajaran Jigsaw tidak hanya digunakan untuk pembelajaran pada materi Jenis-Jenis Pekerjaan akan tetapi dapat diterapkan dalam pembelajaran lainnya Vol. 4 No. 2 Edisi Mei 2024 ISSN. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. DAFTAR PUSTAKA