Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS BTA (BAKTERI TAHAN ASAM) TEHADAP NILAI CT VALUE PADA PEMERIKSAAN TCM (TES CEPAT MOLEKULER) Titi Purnama1. Efrianto 2. Muh Sainal Abidin3 ,Amirah4 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya 5DIV Teknologi Laboratorium Medis . Fakultas Teknologi Kesehatan Universitas Megarezky Email:titipurnam@gmail. com,efriantoeko11@gmail. com,sainalxp2@gmail. amirah2asnawie087@gmail. ABSTRAK Pemeriksaan Gold satandar untuk menegakkan diagnosis Tuberculosis adalah pemeriksaan media kultur sedangkan pemeriksaan BTA masih banyak digunakan pada beberapa faskes untuk untuk pemeriksaan TCM lebih cepat dan spesifik dibandingkan dengan pemeriksaan BTA, namun pemeriksaan ini sangat terbatas di berbagai faskes dan rumah sakit. Jika nilai Ct value tinggi kemungkinan besar jumlah bakteri banyak. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan mikroskopis BTA dan TCM terhadap bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien suspek Tuberculosis sebanyak 20 orang dengan menggunakan metode total sampling dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 20 sampel. Hasil penelitian dari 20 sampel pada pemeriksaan TCM dan BTA dari 20 sampel didapatkan hasil 14 . %) positif TCM, sedangkan 3 BTA terdapat 8 . %), 1 terdapat 6 . %) sampel, negatif TCM 6 . %) sampel, dan Negatif BTA 6 . %) sampel. Hasil dari uji anova berdasarkan nilai Ct Value skala medium, low, fery low dan negatif pada TCM dan BTA diperoleh nilai p Value 0,000 yang menunjukan adanya perbedaan metode tersebut. Pemeriksaan TCM baik untuk mendeteksi awal gejala pasien Tb sedangkan BTA baik untuk mendeteksi awal gejala dan pementauan pengobatan. Kata Kunci Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tahan asam. Tes cepat molekuler. Ct value Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 10 juta orang terkena tuberkuosis PENDAHULUAN Tuberkulosis Data WHO Asia Tenggara tahun 2019, diperkirakan 43 juta orang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium 000 diantaranya meninggal. Sebaran menyerang organ paru-paru namun juga terbanyak ditemukan dikawasan Asia dapat mengenai jaringan atau organ tubuh Tenggara . %) dimana Indonesia lainnya sehingga penyakit ini dikenal dengan termasuk diantaranya. Hingga saat ini nama tuberkulosis paru. Sedangkan yang meskipun terdapat kemajuan dalam menyerang organ lain selain paru dinamakan penenganan tuberkuosis di Indonesia. Bakteri Indonesia masih menempati peringkat Mycobacterium ketiga dalam jumlah kasus tuberkulosis baru terbanyak di dunia (WHO, 2. Kuman tuberkulosis pencucian warna dengan asam dan alkohol. Berdasarkan Kesehatan oleh karena itu disebut basil tahan asam Sulawesi Tenggara jumlah seluruh kasus (Ruditya, 2. tuberkulosis yang tercatat pada tahun World Health Organization (WHO) Global Burden Disease 2019 adalah 4. 551 kasus dimana 2. ,17 %) diantaranya adalah laki- melaporkan bahwa penyakit tuberkulosis laki, dan 1,767 kasus adalah penyebab kematian peringkat ke-13 perempuan dan untuk anak-anak usia 0- dan penyakit menular pembunuh nomor dua 14 tahun ditemukan 135 anak yang terbanyak di dunia. Pada tahun 2020, terdapat 1,5 juta orang meninggal karena Kemudian di tahun 2020 kini mengalami Meskipun penykit ini dapat peningkatan sebanyak 17,042 kasus. ,83 ,63 %). dicegah dan disembuhkan, namun sebanyak Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 634 kasus diantaranya laki-laki sedangkan tuberculosis berbentuk batang halus 022 kasus. Dan anak-anak 0-14 berukuran panjang 1-4 AA dan lebar tahun ditemukan 6,11 kasus. Sedangkan 0,3-0,6 pada tahun 2021 mengalami penurunan berbentuk kokoid, berfilamen, tidak menjadi 39,60 % dibandingakan dengan tahun 2020 sebesar 17,042 kasus (Dinkes Kuman ini tahan terhadap asam. Sultra, 2. alcohol 95 % mengandung 3 % asam Laporan AA, hidroklorat . sam-alkoho. dengan tuberkulosis di Puskesmas Poasia mengalami cepat dapat menghilangkan warna peningkatan kasus positif pada tahun 2019 berjumlah 67 orang, diantaranya pasien laki- Mycobacterium laki yang terduga positif sebanyak 36, (Buntuan, 2. Perempuan yang terduga posistif sebanyak Mycobacterium Sedangkan ditahun 2020 mengalami masuk ke dalam saluran pernafasan penurunan kasus positif sejumlah 40 orang, melalui dromplet dan sampai di diantaranya laki-laki yang terduga positif alveolus dimana terdapat adanya sebanyak 23, sedangkan perempuan yang terduga positif sebanyak 17. Sedangkan pada Makrofag tahun 2021 mengalami peningkatan drastis yang terduga positif sebanyak 179 orang, sitokin proinflammatoryi seperti IL- diantaranya laki-laki sebanyak 111 positif, 12 dan IL-18. Proses pada inflamasi sedangkan perempuan sebanyak 68 positif ini akan memicu datangnya monosit (Dinkes Kota, 2. dan menfagositosis kuman yang Morfologi Micobacterium masih hidup. Didalam makrofag Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 molekuler otomatis untuk mendeteksi Mycobacterium menghambat pertemuan antara fagosom dan lisosom sehingga makrofag hancur bakteri dengan mengukur suatu siklus Mycobacterium Mycobacterium TNF-A ambang pada nilai Ct value dari banyak probe yang menargetkan gen rpoB. Nilai Ct value berkolerasi baik dengan beban bakteri dalam spesimen dibandingkan Mycobacterium tuberculosis di dalamnya dengan metode konvensional. Namun (Pilly, 2. hanya ada sedikit data tentang nilai pada Pemeriksaan mikroskopis BTA dari diagnostiknya untuk memprediksi status BTA pada pasien dengan tuberkulosis paru (Fradejasa dkk 2. Ct Value (Cycle Threshold Valu. pengobatan tuberkulosis paru. Rangkaian merupakan nilai amabang batas penanda mendaptkan hasil yang akurat, mulai dari dari banyaknya jumlah gen rpoB yang cara pengumpulan sputum, pemilihan bahan sputum yang akan diperiksa dan pengolahan Teknik pewarnaan yang digunakan adalah Ziehl penularnnya sangat cepat begitupun Neelsen yang dapat mendeteksi BTA dengan dengan sebaliknya. Nilai Ct Value juga menggunakan mikroskop (Susanti. Dkk, terhadap rifampisin (Willy. Dkk, 2. Tes Cepat Molekuler (TCM) adalah tes HASIL Penelitian ini telah dilakukan Perbedaan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 hasil pemeirksaan mikroskopis BTA (Bakteri Total Tahan Asa. pada nilai CT Value pada pemeriksaan TCM (Tes Cepat molekule. Telah di laksanakan pada bulan Mei Ae April di Puskesmas Poasia Kota Sulawesi Tenggara Berdasarkan Hasil pengolahan data pada tabel 4. menunjukkan bahwa dari 20 Sampel pemeriksaan TCM pasien TB Paru, terdapat 14 . %) pasien positif dan 6 . Analisis Deskriptif Tabel %) pasien negative hasil pemeriksaan TCM. Distribusi pemeriksaan BTA pada pasien TB Paru di Laboratorium Puskesmas Poasia. Tabel 6. Distribusi frekuensi Nilai CT Hasil Value Persen (%) Paru Laboratorium Puskesmas Poasia Kota BTA Kendari Nilai Ct Value Persen (%) Medium Negatif Low Total Verry Low Berdasarkan Hasil pengolahan data pada Negatif menunjukkan bahwa dari 20 Sampel Total Berdasarkan Hasil pengolahan data pemeriksaan BTA pasien TB Paru, terdapat 8 pada tabel 6. menunjukkan bahwa dari 20 . %) pasien 3 dan pasien 1 yaitu 6 . %) Sampel, nilai Ct Value pasien TB Paru, pasien dan Negatif 6 . %) pasien. terdapat 9 . %) kategori medium. Tabel Didtribusi Frekuensi kategori Negatif 6 . %) pasien, pemeriksaan TCM Pada pasien TB paru di kategori Low sebanyak 3 . %) pasien Laboratorium Puskesmas Poasia Kota Kendari dan kategoti Verry Low sebanyak 2 . Hasil pemeriksaan Persen (%) %) pasien. Positif Analisis Interval Negatif TCM Tabel 7. Nilai Ct Value terhadap BTA Pada Pasien Paru Laboratorium Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Poasia Kota diterima dan H0 ditolak menunjukkan bahwa Puskesmas Kendari. Nil ada perbedaan antara Nilai Ct Value terhadap Hasil Pemeriksaan BTA hasil pemeriksaan BTA di Laboratorium Puskesmas Poasia. Tabel 8. Nilai TCM Terhadap BTA Pada pasien TB Paru di Laboratorium Puskesmas Poasia Kota Kendari. Nil Ver Tot Neg Hasil Pemeriksaan BTA Pos Berdasarkan Hasil pengolahan data pada Neg menunjukkan bahwa dari 20 Sampel, nilai Tot Ct Value dan BTA pasien TB Paru, terdapat 9 . Berdasarkan Hasil pengolahan data %) kategori medium pada TCM sedangkan 3 pada tabel 8. Menunjukkan bahwa dari 20 pada BTA dan didaptakan 1 . %) sampel hasil Sampel pemeriksaan TCM dan BTA pasien medium di TCM dan dihasil BTA 1 , kategori TB paru, terdapat 14 . %) pasien positif Negatif 6 . %), kategori Low sebanyak 3 . TCM, sedangkan 3 BTA terdapat 8 . %) pasien dan kategoti Verry Low sebanyak 2 . %), positif 1 terdapat 6 . %) pasien. Berdasarkan Negative TCM terdapat 6 . %) dan Negatif BTA menggunakan uji Exact fischer test menunjukkan . %). bahwa nilai sig 0,000 < 0,001 (CL 99 %). Ha Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 uji Exact fischer test menunjukkan bahwa nilai penderita BTA positif yang menyebar sig 0,000 < 0,001 (CL 99 %) Ha diterima dan melalui droplet nuclei yang keluar saat H0 ditolak menunjukkan bahwa ada perbedaan penderita batuk, ataupun bersin. Bakteri yang menyebar diudara dapat dihirup oleh TCM pemeriksaan BTA di Laboratorium Puskesmas Poasia. menyebabkan infeksi. Dalam jaringan Tabel 9. Pemeriksaan BTA dan Nilai Ct Value tubuh bakteri ini dapat mengalami dorman selama beberapa tahun sehingga bakteri ini Laboratorium Puskesmas Poasia Kota Kendari. Hasil Pemeriksaan Nilai Ct Value BTA Berdasarkan Uji Anova Sig menyebabkan penyakit bagii penderita. menggunakan uji Anova menunjukkan bahwa dikarenakan tekanan dibagian apikal pada ada perbedaan antara Pemeriksaan BTA dan paru-paru Nilai TCM . 000 > 36. dengan nilai Sig dengan jaringan lainnya sehingga bagian 0,000 < 0,001 Ha diterima sehingga ada tersebut menjadi tempat yang disukai perbedaan signifikan antara pemeriksaan BTA dibanding nilai Ct Value. Mycobacterium tuberculosis (MarAoiyah. PEMBAHASAN Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi Sifat ini dapat mennjukkan bahwa bakteri ini lebih menyukai jaringan kaya oksigen Penelitian yang dapat menular yang disebabkan oleh agen Laboratorium Puskesmas Poasia Kota infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis Kendari dengan mengambil sampel pasien yang umumnya dapat menyerang organ paru pada manusia. Penyakit ini ditularkan oleh penelitian ini adalah sebanyak 20 sampel Jumlah Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 yang terdiri kalangan usia dan jenis kelamin GenXpert yang mengalami gejalah Tuberkulosis paru. menunjukan bahwa sebanyak 84 % pasien Berdasarkan Hasil pengolahan data pada terdeteksi MTB (M. dan menunjukkan bahwa dari 20 Sampel negative 2 % MTB terdeteksi rifampisin pemeriksaan BTA pasien TB Paru, terdapat 8 sensitif, 14 % MTB Rifampisin resisten . %) pasien 3 dan pasien 1 yaitu 6 . (TB MDR) dan 0,0 % MTB terdeteksi %) pasien dan Negatif 6 . %) pasien. Rifampisin intermediet. Hal ini terjadi Penelitian ini sejalan dengan (Dewi dkk, karena TCM memang terbukti lebih 2. bahwa dari 35 orang suspek TBC berperan dalam menemukan kasus TB dan terdapat 13 oarang yang positif penyakit TBC Resistensi obat yang sulit didiagnosa dan 22 orang yang negative penyakit TBC. menggunakan pemeriksaan konfensional Dari data ini dapat dihitung presentase pasien (Novianti dkk, 2. yang positif TBC yaitu yaitu sebesar 37,14 %. Berdasarkan Hasil pengolahan data Pada prinsipnya pemeriksaan ini dilakukan pada tabel 6. menunjukkan bahwa dari 20 dengan melihat kuman-kuman Mycobacterium Sampel, nilai Ct Value pasien TB Paru, tuberculosis sebagai peneyebab TBC dibawah terdapat 9 . %) kategori medium, mikroskop secra langsung. kategori Negatif 6 . %) pasien, kategori Berdasarkan hasil penelitian tabel 5. Low sebanyak 3 . %) pasien dan menunjukan bahwa dari 20 sampel yang kategoti Verry Low sebanyak 2 . %) diperiksa terdapat 70 % pasien positif dan 30 Penelitian ini sejalan dengan % pasien negative dari hasil pemeriksaan (Faradejasa dkk, 2. bahwa nilai Ct TCM. Penelitian ini sejalan dengan (Rahman yang rendah dapat ditunjukkan dkk, 2. bahwa pemeriksaan dari 119 pasien nilai Ct yang rendah. Sampel dengan jumlah basil MTB yang tinggi dan sampel TCM Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dengan jumlah basil yang rendah ditunjukan data hasil penelitian terdapat 8 sampel dengan nilai Ct yang tinggi. yang 3 di BTA tetapi terdapat skala hasl Berdasarkan Hasil pengolahan data pada Medium di TCM dengan nilai Ct skala 16- menunjukkan bahwa dari 20 Sampel, nilai Ct Value dan BTA pasien TB Paru, menunjukan seberapa banyak jumlah basil terdapat 9 . %) kategori medium pada TCM MTB akan diikuti dengan nilai Ct rendah sedangkan 3 pada BTA, kategori Negatif 6 . kala Hig. tetpai pada penelitian ini . %), kategori Low sebanyak 3 . %) jumlah basil yang tinggi diikuti dengan pasien dan kategoti Verry Low sebanyak 2 . nilai Ct tinggi . kala Mediu. Namun %) pasien. Berdasarkan hasil uji statistic pada penelitian ini didapatkan 1 . %) sampel terbaca hasil skala medium di nilai menunjukkan bahwa nilai sig 0,000 < 0,001 Ct value namun di hasil BTA nya terbaca (CL 99 %). Ha diterima dan H0 ditolak hasil 1 hal ini disebabkan sampel tidak menunjukkan bahwa ada perbedaan antara berpurulen sehingga tidak dapat melekat Nilai Ct Value terhadap hasil pemeriksaan saat pembuatan slide BTA. Exact Sementara TCM BTA di Laboratorium Puskesmas Poasia. Berdasarkan Hasil pengolahan data Penelitian ini sejalan dengan (Faradejasa dkk pada tabel 8. Menunjukkan bahwa dari 20 2. bahwa nilai Ct memiliki utilitas klinis Sampel pemeriksaan TCM dan BTA yang buruk sebagai tes aturan untuk smear pasien TB paru, terdapat 14 . %) pasien positif, tetapi nilai Ct 31,8 memberikan nilai positif TCM, sedangkan 3 BTA terdapat aturan yang cukup untuk smear positif. Nilai 8 . %), 1 terdapat 6 . %) pasien. Ct 27,7 adalah 98 % sensitive dan 48 % Negative TCM terdapat 6 . %) dan spesifik untuk stasus BTA positif. Ada Negatif BTA perbedaan nilai signifikasi 0,000 berdasarkan Berdasarkan . %). menggunakan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 fischer test signifikasi 0,000 berdasarkan data hasil Exact menunjukkan bahwa nilai sig 0,000 < 0,001 penelitian terdapat 8 sampel yang 3 di (CL 99 %) Ha diterima dan H0 ditolak BTA tetapi terdapat skala hasl Medium di menunjukkan bahwa ada perbedaan antara TCM dengan nilai Ct skala 16-22. pemeriksaan TCM terhadap hasil pemeriksaan Sementara pemeriksaan TCM menunjukan BTA di Laboratorium Puskesmas Poasia. semakin banyak jumlah basil MTB akan Penelitian ini sejalan dengan (Latifah dkk, diikuti dengan nilai Ct rendah . kala Hig. Bahwa 31 pasien suspek TB paru tetpai pada penelitian ini jumlah basil yang didapatkan hasil positif pada pemeriksaan tinggi diikuti dengan nilai Ct tinggi . kala TCM sebanyak 17 pasien dan padapewarnaan Mediu. BTA sebanyak 11 pasien. Hasil negative TCM pemeriksaan BTA hanya melihat basil. Hal Hal ini menunjukan bahwa pemeriksaan Semakin sedikit basil, nilai Ct seharusnya sputum metode TCM lebih unggul dibandingan semakin tinggi. Tetapi pada pemeriksaan dengan metode BTA. ini terdapat perbedaan tingkat rujukan dari Anovapada DNA sebanyak 20 pasien pada pemeriksaan BTA. Berdasarkan TCM hasil nilai Ct value dengan pemeriksaan BTA. menunjukkan bahwa ada perbedaan antara Pemeriksaan BTA dan Nilai TCM . KESIMPULAN Berdasarkan tujuan penelitian ini . dengan nilai Sig 0,000 < 0,001 Ha diterima sehingga ada perbedaan signifikan mikroskopis BTA terhadap nilai Ct antara pemeriksaan BTA dibanding nilai Ct Value pada pemeriksaan TCM dapat Value. Hal ini Ada perbedaan antara nilai disimpulakan sebagai berikut : Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Hasil pemeriksaan BTA pasien TB dari Untuk insitusi agar kiranya dapat 20 sampel diperoleh 1 sebanyak 6 . dijadikan sebagai sumber referensi %) dan 3 sebanyak 8 . %), dan hasil bagi peneliti selanjutnya negatif sebanyak 6 sampel . %). Hasil pemeriksaan TCM pasien TB diperoleh hasil positif 14 . %) dan hasil negative 6 . %). Hasil mikroskopis BTA dan pemeriksaan TCM diperoleh nilai p Value 0,000 sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan SARAN Adapun saran dalam penelitian ini Pemeriksaan BTA untuk pasien suspek dan pengobatan untuk melihat basil dan DAFTAR PUSTAKA