TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 DOI : 10. 34010/telekontran. TELEKONTRAN, VOL. NO. APRIL 2023 p-ISSN : 2303 Ae 2901 e-ISSN : 2654 Ae 7384 Perancangan Jaringan Narrowband Internet of Things (NB-IoT) Menggunakan Skenario In-Band di Area Jakarta Planning Narrowband Internet of Things (NB-IoT) Network Using In-Band Scenarios in Jakarta Area Melinda Br Ginting Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro. Jl. I Panjaitan No. Purwokerto, 53147. Jawa Tengah. Indonesia Email : melinda. ginting@ittelkom-pwt. Abstrak - Internet of Things (IoT) telah menjadi salah satu tren terkini dalam industri telekomunikasi, di mana berbagai perangkat dan sensor dapat terhubung dan berinteraksi melalui jaringan. Narrowband Internet of Things (NB-IoT) adalah salah satu teknologi konektivitas IoT yang memberikan keunggulan dalam hal penggunaan energi yang efisien, jangkauan yang luas, dan konektivitas yang handal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu, apakah perancangan jaringan NB-IoT dengan skema In-Band dapat dilakukan di area Jakarta, yang merupakan kota metropolitan dengan populasi yang padat. Skenario In-band mengacu pada penggunaan frekuensi 900 MHz di Jakarta. Tahap awal penelitian ini melakukan melakukan perhitungan estimasi kepadatan dan kebutuhan konektivitas IoT di area Jakarta. Selanjutnya, dilakukan perencanaan dan pengaturan parameter jaringan dengan menggunakan perangkat lunak Atoll untuk melakukan simulasi NBIoT pada jaringan seluler yang ada. Selanjutnya, akan dilakukan analisa perancangan jaringan secara kapasitas dan coverage terhadap layanan NB-IoT dengan menggunakan parameter link budget. Analisis performansi dilakukan terhadap parameter Received Signal Reference Power (RSRP). Signal to Interference Noise Ratio (SINR), user connected, dan throughput. Dari hasil simulasi diperoleh untuk Parameter performansi kapasitas terhadap user connected diperoleh jumlah user yang terhubung dengan jaringan NB-IoT sebesar 140. device user dari total user nya 176. 823 yang harus terhubung ke jaringan terdapat 79,6 % yang terhubung di Jakarta. Throughput yang dihasilkan ialah sebesar 689,47 Mbps untuk skema In-Band lebih besar dari skema Performansi coverage yang dianalisa ialah nilai SINR dengan nilai sebesar 4,18 dB yang termasuk kedalam kategori bagus dan nilai rata-rata RSRP yang sebesar -93,31 dBm dikategori baik secara cakupan. Hasil dari performansi simulasi dapat disimpulkan bahwa perancangan jaringan NB-IoT dengan skema InBand dapat dilakukan di area Jakarta. Kata kunci : NB-IoT. In-Band. RSRP. SINR. Abstract - The Internet of Things (IoT) has become one of the latest trends in the telecommunications industry, where various devices and sensors can connect and interact through networks. Narrowband Internet of Things (NBIoT) is one of the IoT connectivity technologies that provides advantages in terms of efficient energy use, wide coverage, and reliable connectivity. This research aims to find out whether NB-IoT network design with an In-Band scheme can be carried out in the Jakarta area, which is a metropolitan city with a dense population. The In-band scenario refers to the use of the 900 MHz frequency in Jakarta. The initial stage of this research is to calculate the estimated density and IoT connectivity needs in the Jakarta area. Next, network planning and parameter settings are carried out using Atoll software to simulate NB-IoT on existing cellular networks. Furthermore, network design will be analyzed in terms of capacity and coverage of NB-IoT services using link budget parameters. Performance analysis is performed on Received Signal Reference Power (RSRP). Signal to Interference Noise Ratio (SINR), user connected, and throughput parameters. From the simulation results obtained for the capacity performance parameters of the user connected, the number of users connected to the NB-IoT network is 140,778 user devices out of a total of 176,823 users who must be connected to the network there are 79. 6% connected in Jakarta. The resulting throughput is 689. 47 Mbps for the In-Band scheme which is greater than the standalone scheme. The coverage performance analyzed is the SINR value with a value of 4. 18 dB which is included in the good category and the average RSRP value of -93. 31 dBm is categorized as good coverage. The results of simulation performance can be concluded that the design of NB-IoT network with In-Band scheme can be done in Jakarta area. Keywords : NB-IoT. In-Band. RSRP. SINR. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 PENDAHULUAN Perkembangan berlangsung dengan pesat, terbukti dari munculnya berbagai teknologi terbaru yang mendukung Salah satunya adalah IoT, di mana komunikasi tidak hanya melibatkan manusia, tetapi juga perangkat yang terhubung menggunakan pita kecil . untuk mentransfer data. Narrowband internet of things (NB-IoT) adalah teknologi komunikasi yang menggunakan pita kecil, memiliki latensi 10 detik, dan mampu menampung lebih dari 50. 000 perangkat per sel atau sekitar 40 perangkat dalam satu rumah. Kelebihan lainnya adalah daya tahan baterai yang mencapai 10 tahun. NB-IoT memanfaatkan frekuensi 900 MHz pada jaringan LTE dengan bandwidth Long Term Evolutions (LTE) 10 MHz . IoT telah menjadi tren yang signifikan dalam Konsep IoT melibatkan jaringan yang terhubung dengan berbagai perangkat, mulai dari perangkat rumah tangga hingga infrastruktur perkotaan, dengan tujuan untuk memfasilitasi pertukaran data yang lebih efisien dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat . Salah satu tantangan dalam implementasi IoT di daerah perkotaan, seperti Jakarta adalah penyediaan konektivitas yang andal dan efisien. Kebutuhan akan konektivitas yang stabil dan terjangkau menjadi kunci untuk mendukung aplikasi IoT yang melibatkan banyak perangkat yang terhubung, seperti Smart City. Smart Transportation, dan Smart Energi . Dalam konteks ini, teknologi NB-IoT hadir sebagai solusi yang menjanjikan untuk mendukung implementasi IoT di daerah perkotaan. NB-IoT merupakan standar komunikasi nirkabel yang dioptimalkan untuk aplikasi IoT dengan kebutuhan data yang rendah namun memiliki cakupan yang Dibandingkan dengan teknologi seluler tradisional. NB-IoT menawarkan konsumsi daya yang rendah, jangkauan yang lebih luas, dan konektivitas yang andal. Kota Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan yang padat penduduknya dan memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi, memerlukan solusi konektivitas yang mampu mengatasi tantangan lingkungan perkotaan yang Implementasi skenario In-Band untuk NB-IoT di area Jakarta menjadi sangat relevan, mengingat pentingnya infrastruktur komunikasi yang handal dan efisien untuk mendukung berbagai aplikasi IoT di kota ini. Namun, implementasi NB-IoT di area Jakarta juga menghadapi tantangan tersendiri. Area perkotaan yang padat penduduknya dan jumlah perangkat yang terhubung secara simultan menimbulkan masalah seperti interferensi dan pengelolaan spektrum frekuensi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan eksplorasi dan implementasi skenario In-Band untuk teknologi NB-IoT di area Jakarta dengan frekuensi 900 MHz, konektivitas dan kinerja jaringan. Simulasi untuk implementasi jaringan NB-IoT menggunakan skema In-Band dilakukan dengan memanfaatkan alokasi band frekuensi yang sudah digunakan pada teknologi LTE. Pada tahun 2018, operator telekomunikasi di Indonesia mengkomersialkan teknologi NB-IoT melalui ujicoba implementasi "Bike Sharing" di Universitas Indonesia. Ujicoba tersebut dilakukan dalam bentuk aplikasi yang memanfaatkan teknologi NB-IoT . Penelitian terkait NB-IoT mencakup dalam tekno ekonomi terhadap layanan performansi yang Salah satu nya ialah terkait monitoring energi yang masih dilakukan secara manual. Perencanaan yang dilakukan ialah dengan memanfaatkan Advance Metering Infrastructure (AMI) dengan memanfaatkan aplikasi smart metering yang berpotensi menggunakan jaringan NB-IoT di area Urban . Penelitian yang dilakukan oleh Mangalvedhe Nitin pada tahun 2016 dengan judul "NB-IoT Deployment Study For Low Power Area Cellular IoT" membahas tentang penumpangan teknologi NB-IoT pada LTE serta menjelaskan skema model NB-IoT. Penelitian menghasilkan parameter yang menjelaskan pengaruh Multiple Cells Loading (MCL) terhadap nilai Signal-to-Interference-plus-Noise Ratio (SINR) . Penelitian lainnya, yang berhubungan dengan NB-IoT ialah perancangan jaringan NB-IoT dengan menggunakan skenario standalone dengan menggunakan bandwidth sebesar 200 kHz dan frekuensi 900 MHz untuk area Jakarta. perancangan jaringan NB-IoT yang dilakukan di Jakarta dengan menggunakan skenario standalone yang mengalokasikan bandwidth sebesar 200 kHz untuk perancangan jaringan NB-IoT di Jakarta. Pada penelitian ini, penulis melakukan percobaan perancangan jaringan NB-IoT dengan menggunakan skema lain yaitu skema In-Band. Penelitian sebelumnya terkait jaringan NB-IoT belum ada yang melakukan percobaan jaringan dengan skema standalone. Perbedaan kedua skema TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 tersebut terletak pada alokasi bandwidth dan daya yang digunakan. Penelitan ini dilakukan daerah urban dengan mempertimbangkan bandwidth yang digunakan sebesar 10 MHz yang ada pada skenario In-Band dan daya sebesar 35 dBm. Hasil dari penelitian diharapkan menunjukkan perbandingan antara skema standalone dan skema In-Band yang dapat dilihat dari pengaruh bandwidth dan daya yang digunakan. II. METODOLOGI Penelitian ini melakukan pengujian dengan cara mengsimulasikan data parameter dari NB-IoT menggunakan software Atoll. Pada penelitian ini, menggunakan skenario In-Band sebagai bahan analisa dan kajian dari performansi jaringan NBIoT. Penelitian ini, akan melakukan perancangan jaringan untuk NB-IoT pada frekuensi 900 MHz Di Kota Jakarta dengan menggunakan site existing. Hasil dari perancangan jaringan NB-IoT akan menjadi acuan untuk melakukan implementasi NBIoT dengan skenario In-Band di Jakarta. Untuk melakukan suatu perancangan jaringan dan melakukan simulasi perancangan jaringan tersebut, dibutuhkan suatu perhitungan untuk mengetahui jumlah estimasi site yang dibutuhkan pada area Jakarta. Apabila jumlah site estimasi lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah site existing yang sudah ada. Maka, simulasi perancangan jaringan dilakukan dengan menggunakan site existing. Simulasi menggunakan software atoll 3. 2 dengan skenario skema In-Band NB-IoT yaitu Skema In-Band. Dalam skema sistem NB-IoT In-Band dengan PRB cadangan, satu atau lebih Physical Resource Blocks (PRB) digunakan sebagai cadangan khusus untuk NB-IoT. PRB cadangan ini terletak di antara PRB yang digunakan oleh layanan NB-IoT Sinyal NB-IoT tidak ditransmisikan dalam bentuk waktu frekuensi seperti yang dilakukan dalam sistem LTE. Sebaliknya, daya total yang tersedia dari eNodeB . tasiun basis pada jaringan LTE) yang memiliki total daya sebesar 15 dibagi antara layanan LTE dan NB-IoT menggunakan power spectral density (PSD). Dengan meningkatkan PRB pada NB-IoT melalui penggunaan PSD, alokasi PRB antara NBIoT dan LTE menjadi lebih efisien dan terstruktur. Hal ini memungkinkan peningkatan kapasitas perangkat di jaringan NB-IoT ketika mengakses jaringan tersebut. Dengan demikian, skema NB-IoT In-Band PRB penggunaan yang lebih efisien dari sumber daya spektrum yang tersedia, memperkuat kapasitas jaringan NB-IoT, dan memungkinkan akses yang lebih baik bagi perangkat yang terhubung ke jaringan tersebut. Pada perancangan tersebut dibedakan berdasarkan power dan bandwidth yang digunakan yaitu skema In-Band dengan power 35 dBm dan bandwidth 10 MHz. Gambar 1. Menunjukkan diagram alur penelitian yang akan dilakukan pada penelitian implementasi skema InBand NB-IoT di Jakarta. Gambar 1. Diagram Alur Penelitian Perancangan Jaringan Secara Coverage Implementasi skenario In-Band NB-IoT di penelitian ini dapat di analisa dengan metode perancangan jaringan NB-IoT dari sisi coverage. Perancangan jaringan NB-IoT dengan skema InBand ini menggunakan frekuensi kerja di 900 MHz. Untuk perancangan site dilakukan menggunakan data site existing yang terdapat di area Jakarta. Pada perancangan jaringan coverage untuk skema In-Band NB-IoT ini, akan dilakukan TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 perhitungan untuk mengetahui jumlah estimasi site untuk area Jakarta. Jika jumlah site estimasi yang diperoleh dari perhitungan lebih sedikit, dibandingkan dengan site existing. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perancangan jaringan coverage dengan menggunakan site existing. Untuk menghitung jumlah estimasi site yang ada pada area Jakarta dapat menggunakan persamaan . yaycycycaycaycu = 69 26,15 log yceyca Oe 13,82 log Eaycyce Oe yca(Eaycyce ) . ,9 Oe 6,55 log Eaycyce ) log ycc Dimana untuk yceyca adalah Frekuensi dari 150 MHz sampai 1500 MHz . Eaycyce adalaha Tinggi efektif dari eNodeB dengan kisaran 30 m sampai 200 m. Eaycyce adalah tinggi efektif antenna UE dari 1 m hingga 10 m, d merupakan jarak antara eNodeB dengan UE . dan a (Eaycyce ) adalah Faktor koreksi untuk tinggi efektif antena UE. Untuk nilai faktor koreksi pada UE dibedakan berdasarkan tipe propagasi area yang digunakan. Untuk area Jakarta dengan menggunakan frekuensi kerja 900 MHz, maka akan menggunakan persamaan . untuk menghitung faktor koreksi UE: yca(Eaycyce ) = 3,2 [( ycoycuyci . ,75 Eaycyce ))] Oe 4,79 . ycycuycycyco yce Ou 300 ycAyayc . Untuk perhitungan jumlah estimasi site yang terdapat di area Jakarta dapat menggunakan persamaan . yaycayceycoyco = 2,6 ycu ycc 2 ya yaycayceycoyco Setelah mengetahui jumlah cell, selanjutnya dapat mencari jumlah site dengan bersamaan . yaycycoycoycaEa ycayceycoyco yaycycoycoycaEa ycycnycyce = NB-IoT menggunakan skema In-Band d area Jakarta. Dimana, skema In-Band akan ditambahkan pada teknologi jaringan LTE yang akan digunakan. Tabel 1. Parameter NB-IoT Parameter Frekuensi Band Bandwidth Propagasi Area Spesifikasi Antena Daya (Powe. Value 900 MHz 180 Khz Urban In-Band . Tx antena dan 2 Rx anten. 35 dBm Skema In-Band NB-IoT In-Band adalah salah satu Skema model performansi pada LTE NB-IoT. Skema model ini digunakan pada frekuensi kerja 900 MHz dan memiliki bandwidth sebesar 10 MHz. Konsep kerja skema In-Band NB-IoT adalah dengan memanfaatan penggunaan dan pengalokasian 1 PRB dari total PRB pada bandwidth yang diperoleh dari teknologi LTE dan untuk kanal NB-IoT yang akan digunakan khusus untuk device yang akan digunakan pada teknologi NB-IoT. Tabel II menunjukkan spesifikasi parameter yang akan digunakan saat melakukan simulasi skema In-Band NB-IoT di software Atoll. Parameter Ae parameter di tabel tersebut, akan menentukan hasil simulasi yang akan di analisa sebagai bentuk justifikasi implementasi NB-IoT di area Jakarta. Tabel II. Spesifikasi Parameter In-Band . Dimana yaycayceycoyco adalah luas cakupan cell dan d adalah radius cell. Setelah mengetahui luas cakupan cell, selanjutnya mencari jumlah cell pada area Jakarta dengan persamaan . yaycycoycoycaEa ycayceycoyco = ycaycyceyca Parameter NB-IoT Pada penelitian ini, parameter NB-IoT yang digunakan sesuai dengan standarisasi spesifikasi pada tabel berikut. Tabel I berisikan parameter NB-IoT yang akan digunakan saat melakukan Parameter Frekuensi (MH. Tx Power . Bandwidth . Channel Bandwidth (Kh. Receiver sensitifitas SINR . B) Loss (MCL). B) Value Perancangan Jaringan Secara Capacity Metode lain yang digunakan untuk implementasi jaringan NB-IoT dengan skema InBand di area Jakarta adalah dengan melakukan perancangan jaringan secara capacity. Pada perancangan jaringan secara capacity terdapat beberapa parameter pendukung yang perlu di TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 Persentase (%) Penduduk Persentase (%) jumlah penduduk yang dimaksud adalah persentase jumlah penduduk di Jakarta terhadap jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Adapun perhitungan untuk mencari nilai persentase penduduk (%) pada pesamaan . ycEyceycycyceycuycycaycyce (%) = yaycycoycoycaEa ycyyceycuyccycyccycyco yaycaycoycaycycyca yaycycoycoycaEa ycyyceycuyccycyccycyco yaycuyccycuycuyceycycnyca Estimasi IoT Device Penelitian ini melakukan perhitungan estimasi IoT device untuk mengetahui jumlah IoT device yang ada di suatu area. Adapun perhitungan estimasi IoT device pada persamaan . yaycuycN yayceycycnycayce = yaycuycN yayceycycnycayce yaycuyccycuycuyceycnycyca ycu ycEyceycycyceycuycycaycyce ycEyceycuyccycyccycyco (%) . Jumlah User/Density . Jumlah user/density menunjukkan kepadatan jumlah penduduk pada suatu area tertentu . Hal ini bertujuan untuk memberikan estimasi secara spesifik untuk mengetahui jumlah pengguna IoT device berdasarkan luas area di persamaan . yaycycoycoycaEa ycycyceyc = yaycycoycoycaEa ycyyceycuyccycyccycyco yaycaycoycaycycyca yaycycayc yaycaycoycaycycyca Jumlah IoT Device/User Jumlah IoT device/user bertujuan untuk menghitung estimasi jumlah IoT device yang digunakan oleh setiap user dapat dilihat pada persamaan . yaycycoycoycaEa yaycuycN yayceycycnycayce yaycycoycoycaEa yaycuycN yccyceycycnycayce yaycaycoycaycycyca yaycycoycoycaEa ycyyceycuyccycyccycyco yaycaycoycaycycyca Subscriber Device Subscriber device adalah jumlah device berdasarkan luas cakupan area yang akan Berikut adalah persamaan yang digunakan untuk memperoleh jumlah subscriber device dapat dilihat pada persamaan . ycIycycaycycaycnycayceyc yayceycycnycayce = yaycycoycoycaEa ycOycyceyc ycu yaycycoycoycaEa yccyceycycnycayce ycyyceyc ycycyceyc A. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan propagasi sebagai estimasi justifikasi saat melakukan simulasi pada software Atoll. Berikut merupakan tabel Link Budget untuk NB-IoT. Tabel i merupakan tabel Link Budget akan digunakan untuk melakukan perhitungan propagasi dengan menggunakan propagasi Okumura Hatta . Dimana perhitungan propagasi Okumura Hatta menggunakan frekeunsi 900 MHz dengan bandwidth yang memiliki ialah sebesar 10 MHz dengan tinggi UE adalah 2 meter dan tinggi dari eNodeB sebesar 40 meter. Tabel i. Link Budget Downlink NB-IoT Parameter . Total Tx Power Tx Power . Thermal Noise . Bm/H. Receiver Noise . B). Interferensi Margin B). Channel bandwidth Efektifitas noise power . = . SINR (DL). B). Sensitifitas Receiver . = . Coupling Loss . B) = . Nilai -116,4 -12,6 Perhitungan Parameter Perancangan Jaringan NB-IoT Dari persamaan . Ae . dapat digunakan untuk melakukan kalkulasi guna mengetahui jumlah estimasi site dengan site existing untuk area Jakarta. Berikut merupakan table hasil perhitungan parameter perancangan jaringan NB-IoT di area Jakarta. Dari persamaan . Ae . akan menghasilkan nilai AudAy yang menunjukkan radius cell suatu site, lalu dengan persamaan . Ae . menghasilkan jumlah estimasi site untuk area Jakarta. Berdasarkan hasil dari perhitungan untuk mengetahui estimasi dari jumlah site yang dibutuhkan untuk melayani area Jakarta diperoleh sebesar 57 site untuk luas area sebesar 655,36 km2. Sedangkan, jumlah site secara existing untuk area Jakarta diperoleh sebesar 132 site. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 Hal ini menunjukkan bahwa hasil dari estimasi jumlah site tidak mampu untuk melayani seluruh area Jakarta. Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan jumlah site existing dalam simulasi yang dilakukan untuk area Jakarta. Dari perhitungan menggunakan persamaan . Ae . menghasilkan beberapa parameter yang akan digunakan untuk perancangan jaringan terhadap kapasitas. Tabel IV menunjukkan hasil perhitungan dari persamaan . Ae . Tabel IV. Hasil perhitungan parameter Parameter Perhitungan IoT Device Jakarta Jumlah user/Km2 IoT device/user Subscribe device/Km2 Nilai Existing Skenario Standalone Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan perancangan jaringan menggunakan skenario standalone di area Jakarta. Pada skenario standalone menggunakan bandwidth sebesar 200 kHz dengan frekuensi 900 MHz. Perancangan jaringan dengan skenario melakukan analisis performansi kapasitas terhadap user connected dan throughput. Untuk analisi coverage terhadap RSRP. SINR dan BER. Tabel V menunjukkan hasil analisis performansi kapasitas yang diperoleh di skenario Standalone. dengan menggunakan skema In-Band. Untuk skema In-Band menggunakan bandwidth sebesar 10 MHz, 50 resource block, 14 OFDM symbols, 1/3 coding rate, code bit 2 (QPSK), 2 slot untuk skema In-Band menghasilkan throughput sebesar . ycNEaycycuycyciEaycyycyc ycayceycoyco = 12 ycycycaycycaycycnycayceyc ycu 14 ycCyayaycA ycu ycaycuyccyce ycaycnyc ycu ycaycuyccycnycuyci ycycaycyce ycu ycIyaA ycu 2 ycycoycuyc A. = 1774,08 kbps Setelah mengetahui nilai throughput cell, selanjutnya akan mencari nilai throughput total site dengan persamaan sebagai berikut: ycNEaycycuycyciEaycyycyc ycycuycycayco ycycnycyce = yaycycoycoycaEa ycayceycoyco ycu ycNEaycycuycyciEaycyycyc ycayceycoyco = 702,53 Mbps A . Tabel V. Analisis Performansi Kapasitas Skema Standalone Performansi Kapasitas User Connected Throghput 85 Mbps Tabel VI. Analisis Performansi Coverage Skema Standalone Tabel VII. Perhitungan Downlink Throughput Parameter Cell Site Throughput Cell (Mbp. Throughput Site (Mbp. Jumlah Estimasi 702,35 Nilai Tabel VI menunjukkan hasil analisis performansi coverage terhadap RSRP dan SINR yang diperoleh untuk perancangan jaringan NBIoT dengan skenario Standalone. Performansi Coverage RSRP SINR Sehingga, implementasi NB-IoT dengan skema In-Band di area Jakarta yang memiliki 132 site memiliki total throughput 702,53 memiliki estimasi perhitungan perancangan jaringan seperti pada Tabel VII. Nilai -68,53 dBm 4,73 dB Perhitungan Downlink Throughput Perhitungan throughput bertujuan untuk memberikan estimasi throughput yang diperoleh setiap site yang disimulasikan pada NB-IoT Hasil Simulasi Performansi Kapasitas Performansi kapasitas untuk skema In-Band terhadap user connected bertujuan agar mengetahui jumlah user yang dapat di layani atau jumlah user yang terhubung dengan layanan NBIoT di area Jakarta . Gambar 2 merupakan hasil dari simulasi performansi kapasitas yang dilakukan pada skema In-Band. Dari hasil simulasi performansi parameter tersebut dengan jumlah subscriber 728 menghasilkan total device user, yang mencoba terhubung sebesar 176. 823 device user dengan jumlah device user yang terhubung sebesar 79,6 % atau berjumlah 140. 778 dan jumlah device user yang tidak terhubung seberar 20,4 % sebesar 054 device user. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 Gambar 2. Simulasi Kapasitas Skema In-Band Analisa Performansi Kapasitas Terhadap User Connected Hasil dari simulasi performansi kapasitas skema In-Band user connected dengan input subscriber device sebesar 31. 785 dan jumlah device user yang mencoba terhubung sebesar 140. device user untuk skema In-Band di area Jakarta. Gambar 3 merupakan grafik dari user connected terhadap skema In-Band dan skema Standalone. Berdasarkan dari hasil yang peroleh berdasarkan simulasi kapasitas terhadap parameter user connected pada skema In-Band memperoleh jumlah user connected atau sebesar 78,6 % device Sedangkan, jika dibandingkan dengan skema Standalone yang memperoleh jumlah device user sebesar device user 48,3 % dari total device user. Berdasarkan hasil simulasi yang diperoleh pada penelitian NB-IoT ini pada skema In-Band untuk simulasi kapasitas terhadap user connected diperoleh skema In-Band memiliki jumlah user connected yang banyak. Hal ini menunjukkan teknologi NB-IoT mampu melayani user untuk area Jakarta dengan menggunakan bandwidth yang lebih besar dari standalone sebesar 10 MHz. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 diperoleh jika input power yang diberikan sebesar 43 dBm dengan menggunakan frekuensi 900 MHz. Gambar 3. Simulasi Performansi Kapasitas Skema In-Band. Analisa Performansi Kapasitas Terhadap Throughput. Performansi kapasitas terhadap throughput dilakukan untuk mengetahui besaran throughput yang dihasilkan berdasarkan banyak nya jumlah user connected yang terhubung. Gambar 4 adalah grafik dari nilai dari simulasi throughput yang diperoleh pada skema In-Band berdasarkan performansi kapasitas. Pada gambar tersebut dapat dilihat nilai throughput dari skema In-Band sebesar 698,47 Mbps. Sedangkan untuk nilai throughput yang diperoleh di skenario standalone sebesar 85,00 Mbps. Throughput pada skenario In-band lebih besar karena menggunakan bandwidth yang lebih besar dari skenario Gambar 5. Histogram Coverage Terhadap RSRP. Gambar 5 menampilkan hasil histogram dari simulasi coverage terhadap RSRP. Hasil dari histogram tersebut memberikan keterangan kuat sinyal yang diterima dari BTS. Semakin tinggi nilai RSRP yang diperoleh, semakin kuat sinyal yang diterima oleh user. Tabel Vi menampilkan hasil dari simulasi parameter RSRP dengan nilai dengan nilai RSRP yang lebih mendominasi ialah -110 dBm sebesar 40 % dari area simulasi dan warna hijau dengan nilai sebesar 37,7 % dari simulasi memiliki nilai RSRP sebesar -95 dBm dengan rata Ae rata RSRP sebesar -93,31 dBm yang termasuk ke dalam kategori baik. Semakin besar nilai RSRP maka kualitas sinyal semakin baik. Untuk skenario standalone RSRP yang diperoleh sebesar -68,53 dBm . Hal ini diperngaruhi oleh perbedaan daya yang digunakan. Untuk skenario In-Band menggunakan daya sebesar 35 dBm sedangkan di skenario Standalone sebesar 43 dBm. Tabel Vi. Simulasi Performansi Coverage RSRP . Gambar 4. Grafik Throughput Skema In-Band. Analisis Performansi Coverage Terhadap RSRP. Analisis performansi coverage terhadap RSRP untuk implementasi NB-IoT di area Jakarta bertujuan untuk mengetahui nilai terima daya yang Nilai Warna (Keteranga. Persentase (%) - 140 O RSRP O -110 Merah (Buru. - 110 O RSRP O -95 Kuning (Norma. - 95 O RSRP O -80 Hijau . - 80 Ou RSRP Ou -65 Biru (Sangat Bai. Analisis Simulasi Coverage Terhadap SINR Analisis performansi coverage terhadap SINR dilakukan untuk mengetahui kualitas sinyal yang TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2023 sinyal yang diterima oleh user. SINR menggabungkan informasi tentang kekuatan sinyal (Signal Powe. , gangguan sinyal dari sumbersumber lain (Interferenc. , dan tingkat (Nois. IV. Gambar 6. Histogram Coverage Terhadap SINR. Gambar 6 menunjukkan hasil SINR paling bersar berwarna merah. Histogram blok yang berwarna merah mengindikasikan nilai SINR Nilai rata Ae rata untuk SINR di skenario In-Band sebesar 4,19 dB. Selisih nilai SINR tidak terlalu signifikan dengan skenario Standalone di . , dikarenakan kedua skenario ini menggunakan Link Budget yang sama kecuali nilai power yang Tabel IX adalah hasil nilai SINR dengan nilai terbesar ialah 72,5 % dengan keterangan sangat baik dan nilai terendah sebesar 15,1% dengan keterangan kualitas SINR terburuk. Hal ini mengindikasikan bahwa SINR yang diperoleh dari simulasi menghasilkan kuat sinyal yang bagus dan tidak rentan akan gangguan dari lingkungan. Sehingga, implementasi NB-IoT skema In-Band untuk area Jakarta dapat memberikan kualitas yang Dari simulasi RSRP dan SINR dapat dianalisa bahwa semakin tinggi nilai RSRP maka nilai SINR yang diterima akan semakin bagus. Tabel IX. Simulasi Performansi Coverage SINR Nilai Warna (Keteranga. Persentase (%) - 1 O SINR O 0 Biru (Buru. 0 O RSRP O 1 Hijau (Norma. 1 Ou RSRP Ou 2 Merah (Sangat Bai. KESIMPULAN Dari penelitian ini memaparkan hasil simulasi dan perhitungan untuk perancangan jarungan NBIoT skema In-Band di area Jakarta berdasarkan simulasi performansi kapasitas pada skema InBand terhadap user connected dengan jumlah subscriber sebesar 31. 758 menghasilkan jumlah user yang terhubung sebesar 140. 778 device user dan terhadap nilai throughput yang diperoleh ialah sebesar 698,47 Mbps. Hasil simulasi coverage untuk nilai RSRP pada skema In-Band memiliki nilai sebesar -93,31 dBm yang menunjukkan kualitas sinyal yang baik. Untuk simulasi performansi coverage terhadap SINR memiliki nilai sebesar 4,18 dB. Sedangkan, untuk hasil dengan persentasi nilai SINR terbaik sebesar 72,1%. Sehingga, dari semua hasil simulasi tersebut dapat disimpulkan bahwa perancangan jaringan NB-IoT dengan menggunakan skenario In-Band dapat dilakukan di area Jakarta karena dapat memenuhi layanan untuk area Jakarta berdasarkan simulasi. Adapun saran yang dapat diberikan ialah, melakukan percobaan pada frekuensi 1800 MHz dengan menggunakan data parameter services yang actual dan melakukan perbandingan dengan skema NB-IoT yang lainnya. DAFTAR PUSTAKA