P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. PENINGKATAN DAYA SAING KELOMPOK TANI MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI PERTANIAN Khairul Shaleh1*. Fitri Sukmawati2. SaAoadah Abas3. Ferry Mulyawan M. ,H. Dini Arwaty A5 1,2,3,4,5Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Widyatama Jl. Cikutra 204. Kota Bandung. Indonesia Khairul. shaleh@widyatama. id1*, fitri. sukmawati@widyatama. id2, saadah. 5507@widyatama. mulyawan@widyatama. id4, dini. arwaty@widyatama. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract Indonesia is known as an agricultural region with a wide variety of agricultural and plantation commodities. Plantation commodities such as coffee plants are one of the superior products produced by farmers in Indonesia. Coffee plants grow in mountainous areas with relatively cold weather temperatures. Geographically, natural conditions support coffee plants to grow well even with limited technology. Community service activities aim to increase the competitiveness of coffee farmer groups through the application of technology. The community service activities were carried out in Mekarmanik Village. Cimenyan District. Bandung Regency. West Java Province. Service partner Tiwikrama Mukti Farmer Group is engaged in coffee plantations around Mekarmanik village. Coffee trees in this area are planted intercropped with rubber trees that grow on land owned by the PERHUTANI State-Owned Company. The method of implementing the service activities provides assistance with a set of grass cutting equipment and garden support equipment. This equipment can help farmers clean grass and weeds that often grow around the garden so that the growth of coffee plants can be better. In addition to providing agricultural equipment instruments, the service team provided simulations on the use of tools and counselling to farmer group partners regarding the market potential of coffee commodities. The results of community service activities in farmer groups after carrying out garden maintenance can increase coffee productivity. Coffee farmer groups also have a better understanding of coffee marketing circulation so that farmers obtain more optimal economic returns. Keywords: coffee communities. farm equipment. farmer groups. Abstrak Indonesia dikenal sebagai wilayah agraris dengan beraneka ragam komoditas hasil pertanian dan Komoditas perkebunan seperti tanaman kopi menjadi salah satu produk unggulan yang dihasilkan dari petani di Indonesia. Tanaman kopi banyak tumbuh pada kawasan pengunungan dengan suhu cuaca relatif dingin. Secara georafis kondisi alam menunjang tanaman kopi tumbuh dengan baik meskipun dengan menggunakan teknologi terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan daya saing kelompok petani kopi melalui penerapan teknologi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Desa Mekarmanik. Kecamatan Cimenyan. Kabupaten Bandung. Propinsi Jawa Barat. Mitra pengabdian Kelompok Tani Tiwikrama Mukti bergerak pada perkebunan kopi di sekitar desa Mekarmanik. Pohon kopi pada kawasan ini ditanam secara tumpang sari bersama pohon karet yang tumbuh pada lahan milik Perusahaan Milik Negara PERHUTANI. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian memberikan bantuan seperangkat peralatan pemotong rumput dan peralatan penunjang kebun. Peralatan ini dapat membantu para petani membersihkan rumput dan ilalang yang kerap tumbuh di sekitar kebun sehingga menghambat pertumbuhan tanaman kopi. Selain memberikan instrumen alat pertanian, tim pengabdian memberikan simulasi penggunaan alat dan penyuluhan kepada mitra kelompok tani terkait potensi pasar komoditi kopi. Hasil kegiatan pengabdian pada kelompok tani setelah melakukan perawatan kebun dapat meningkatkan produktivitas kopi. Kelompok petani kopi juga lebih memiliki pemahaman Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. X No. X April 202X | Hal. berkaitan dengan sirkulasi pemasaran kopi sehingga petani memperoleh imbal balik ekonomi yang lebih Kata kunci: komoditi kopi. peralatan pertanian. kelompok tani. PENDAHULUAN Kawasan desa memiliki lahan perkebunan cukup luas selain lokasi pertanian yang juga tidak kalah luas. Tanah pada wilayah desa juga memiliki tingkat kesuburan lebih baik sehingga dapat mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan. Tanaman kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang banyak dikembangkan pada kawasan desa di Indonesia . Tanaman kopi banyak tumbuh dan dibudidayakan pada kawasan dengan ketinggian berjarak cukup jauh dari permukaan laut . Lazimnya, tanaman kopi dengan mudah dikembangkan pada kawasan dengan tingkat suhu udara cukup dingin. Oleh karena itu, tanaman kopi banyak ditemukan dan dikembangkan oleh warga yang berdomisili pada kawasan pengunungan. Tanaman kopi selain dikembangkan di lahan milik rakyat tidak sedikit dibudidayakan pada lahan kawasan milik perusahaan negara misalnya PERHUTANI . , . Warga sekitar diberikan izin memanfaatkan tanah milik negara untuk kegiatan Pada kawasan ini, tanaman kopi tumbuh diantara pohon pinus pada kawasan tanah milik perusahaan negara yang berstatus hutan Tanaman kopi salah satu produk unggulan hasil perkebunan dari wilayah seperti Aceh . Jawa timur . , serta beberapa daerah lainnya di Indonesia. Karakteristik tanaman jangka panjang dengan sistem perawatan lebih sederhana membuat tanaman kopi membutuhkan biaya relatiif kecil (Wawancara bersama petan. Minuman kopi menjadi sajian rutin yang banyak dikonsumsi oleh penikmatnya sehingga membuka peluang pangsa pasar lebih luas. Pangsa pasar yang menjanjikan dan operasional pemeliharaan tanaman kopi lebih terjangkau dan sederhana sehingga membuat komoditi kopi dapat memberikan nilai ekonomi bagi petani. Desa Mekarmanik salah satu desa dalam wilayah administrasi Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Disisi aspek perekonomian, sebagian besar dari warga desa memiliki penghasilan bersumber dari kegiatan perkebunan dan pertanian. Biji kopi merupakan salah satu produk perkebunan yang dihasilkan dari Desa Mekarmanik. Tanaman kopi hampir seluruhnya dikembangkan pada kawasan hutan lindung milik salah satu perusahaan negara . dan sebagian kecil lainnya tumbuh pada lahan pekarangan dengan lokasi terbatas. Lazimnya kawasan perkebunan termasuk kebun kopi membutuhkan perawatan. Selain perawatan pada tanaman tidak kalah penting pemeliharaan lokasi itu sendiri agar tamanam dapat tumbuh optimal. Lokasi perkebunan kopi dalam kawasan hutan lindung cukup luas sehingga dikelola dalam satu kelompok tani yang terdiri dalam jumlah tertentu. Meskipun lahan perkebunan dikelola dalam satu kelompok tani namun setiap anggota mengelola lokasi kebun kopi rata-rata seluas 2 hakter, berarti secara kumulatif setiap kelompok tani mengelola kurang lebih sekitar 10 Lokasi perkebunan dengan luasan tersebut membuat usaha perawatan untuk membersihkan kebun dari tanaman pengganggu kurang maksimal. Lokasi perkebunan kerap tumbuh tanaman tidak diharapkan karena dapat menggangu pertumbuhan tanaman utama yaitu pohon kopi. Ilalang dan rumput kerap tumbuh disekitar kebun dan apabila diabaikan dapat menghambat pertumbuhan tanaman kopi serta mengakibatkan produktifitas biji kopi tidak maksimal. Oleh karena itu, kelompok petani kopi membutuhkan dukungan teknologi berupa peralatan mesin pemotong rumput yang memiliki fungsi membersihkan tanaman pengganggu dari lahan perkebunan kopi. Penyedia mesin pemotong rumput tersedia di beberapa toko dan juga terdapat melalui beberapa Penyedia marketplace merupakan toko yang banyak digunakan masyarakat untuk memperoleh produk maupun jasa . Uraian sebelumnya menjelaskan kelompok tani mengelola lahan perkebunan kopi cukup luas. Kawasan perkebunan cukup luas membuat petani mengalami kesulitan melakukan perawatan lahan. Petani terutama menghadapi masalah ketika membersihkan tanaman pengganggu dari lahan perkebunan cukup luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan meningkatkan daya saing kelompok petani kopi melalui penerapan teknologi. Penerapan teknologi pada lahan perkebunan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas biji kopi serta dapat memberikan implikasi terhadap kehidupan ekonomi bagi kelompok tani. Kawasan perkebunan kopi banyak ditemukan dan dikembangkan pada wilayah pengunungan dengan cakupan lahan yang cukup Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. vXiX. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Warga desa bergabung dalam kelompok tani mengelola perkebunan kopi membutuhkan peralatan pendukung agar memudahkan proses Kelompok tani mengelolah lahan perkebunan kopi membutuhkan dukungan teknologi pertanian . Peralatan modern untuk kegiatan pemeliharaan kebun dapat membantu petani mempersingkat proses pemeliharaan dibandingkan dengan menggunakan peralatan Teknologi memudahkan petani melakukan pemeliharaan pada tanaman termasuk pengolahan lahan perkebunan . Pemanfaatan teknologi produktifitas hasil perkebunan kopi . Komoditi kopi memiliki nilai ekonomi bagi banyak pihak termasuk petani yang berada dihulu mata rantai produksi produk kopi . Kegiatan perkebunan kopi merupakan salah satu sumber penghasilan bagi para petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra kelompok tani merupakan upaya membantu petani mengelola lahan perkebunan dengan menggunakan peralatan lebih modern pembersihan lahan. Program Pengabdian Masyarakat dilaksanakan dalam tiga rangkaian kegiatan utama yaitu observasi pendahuluan dilaksanakan untuk mengurai permasalahan yang mitra hadapi. Kegiatan pertengahan bulan Oktober Tahun 2023. Selanjutnya kegiatan pelaksanaan pengabdian terlaksana tetapnya pada pertengahan bulan Februari Tahun 2024. Pasca kegiatan pengabdian, tim melakukan evaluasi hasil pengabdian. Penjelasan setiap tahapan pengabdian diuraikan sebagai berikut. dengan tepat mengantarkan hasil dari kegiatan ini tetap sasaran dan dapat menjawab persoalan yang sedang mitra hadapi dalam konteks ini kendala urusan perkebunan kopi. Tim pengabdian melakukan observasi pendahuluan dengan berkunjung secara langsung ke lokasi sebelum pelaksanaan kegiatan Tim melakukan kunjungan dan pertemuan kepada mitra yaitu ketua kelompok tani Tiwikrama Mukti. Tim bertemu di rumah ketua kelompok tani Tiwikrama Mukti membahas permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelompok Sepanjang perbincangan, tuan rumah menguraikan dengan rinci permasalahan para petani kopi termasuk persoalan para petani sayur di sekitar desa. Selang beberapa waktu, perbincangan mulai mengerucut membahas persoalan sekitar perkebunan kopi khusus kendala yang sedang dialami kelompok tani Tiwikrama. Ketua Kelompok tani Tiwikrama Mukti banyak mengutarakan masalah selama mengelolah perkebunan kopi. Serangkaian masalah tersebut, tim pengabdian mencoba mengidentifikasi dan memilih dari sekian masalah yang mungkin dapat diselesaikan dengan tetap memperhatikan sumber daya yang tersedia. Observasi mengidentifikasi masalah dan menentukan kebutuhan mitra untuk mengatasi persoalan terkait perkebunan kopi. Tanaman pengganggu berupa ruput dan ilalang banyak tumbuh di sekitar perkebunan kopi menjadi persoalan yang perlu Mitra membutuhkan peralatan mesin yang dapat digunakan untuk membersihkan tananam pengganggu di sekitar petani kopi . Penghasilan petani kopi dari kegiatan berkebun menjadi tabungan keluarga untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Sementara untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, petani kopi memperoleh dari kegiatan pertanian jangka pendek seperti tanaman palawija. Observasi Pendahuluan Observasi pendahulaan salah satu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi realitas sesungguhnya melalui kunjungan lapangan secara langsung . Observasi pendahuluan merupakan upaya yang dilakukan oleh Tim pengabdian untuk memperoleh informasi berkaitan dengan permasalahan yang sedang dialami Mitra pengabdian yaitu Kelompok Tani Tiwikrama Mukti yang berada di Desa Mekarmanik. Kecamatan Cimenyan. Kabupaten Bandung. Propinsi Jawa Barat. Mitra memberikan keterangan hambatan dan permasalahan yang sedang dihadapi sehingga dapat membantu Tim pengabdian merumuskan bentuk Rumusan bentuk kegiatan pengabdian Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Hasil observasi lapangan mengantarkan tim pengabdian membahas sistem pengadaan mesin yang kelak akan diberikan kepada mitra untuk mengatasi tanaman pengganggu yang tumbuh disekitar kebun kopi. Setelah mencapai kesepakan bersama, tim pengabdian menetapkan untuk pengadaan mesin pemotong rumput diperoleh melalui pembelian secara online melalui salah satu marketplace yang memiliki pengguna paling besar. Tahapan pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengadaan peralatan mesin pemotong rumput dengan spesifikasi tertentu. Berbagai jenis merk mesin pemotong rumput tersedia di pasaran Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. X No. X April 202X | Hal. namun tim pengabdian menetapkan pilihan pada merk dengan kualitas menengah. Mesin pemotong dengan kriteria ini diharapkan memiliki masa pakai lebih lama sehingga masa manfaat pun dapat lebih lama bagi kelompok tani. Selain pengadaan mesin, tim pengabdian juga membeli gunting ranting yang akan digunakan oleh setiap anggota kelompok tani. Peralatan ini berfungsi untuk memotong dahan dan ranting tanaman kopi. Peralatan gunting tani dan mesin pemotong rumput akan didistribusikan kepada kelompok tani. Pemberian peralatan gunting pemeliharaan pohon kopi sedangkan mesin pemotong rumput untuk mengatasi persoalan utama yang dihadapi petani yaitu tanaman Kegiatan penyerahan peralatan mesin potong rumput kepada kelompok tani selanjutnya diikuti dengan simulasi cara penggunaan mesin yang dilaksanakan di sekitar perkebunan kopi. Metode simulasi bertujuan memastikan petani dapat mengoperasikan peralatan mesin potong sesuai dengan prosedur. Peralatan mesin digunakan sesuai dengan petujuk diharapan memiliki masa manfaat lebih panjang sehingga memberikan fungsi lebih lama bagi kelompok petani kopi. Bantuan peralatan mesin dan alat potong dahan pohon diserahkan langsung oleh ketua tim pengabdian kepada ketua kelompok tani Tiwikrama Mukti, seperti yang ditampilkan pada Gambar 1. Pihak pemerintah desa menjadi saksi dalam acara serah terima bantuan. Penyerahan bantuan selesai menggunakan peralatan mesin potong rumput. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Penyerahan Mesin Pemotong Rumput Kepada Ketua Kelompok Tani Tiwikrama Mukti Kegiatan pengabdian masyarakat selain pengabdian juga melaksanakan kegiatan paparan materi potensi sirkulasi pada komoditi biji kopi. Beberapa tim pengabdian memberikan paparan kepada seluruh anggota kelompok tani. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan pasar bagi petani sehingga memahami strategi dalam mengatur penjualan saat dan kepada pembeli siapa biji kopi mendatangkan keuntungan optimal. Evaluasi Hasil Pengabdian Tahapan pengabdian yaitu evaluasi hasil kegiatan. Evaluasi hasil pengabdian bertujuan untuk mengukur capaian yang dihasilkan oleh mitra setelah program pengabdian terlaksana. Ukuran capaian dalam konteks ini menilai pengaruh kontribusi bantuan peralatan mesin pemotong rumput setelah diaplikasikan oleh kelompok tani pada lahan perkebunan kopi. Kegiatan evaluasi akan dilakukan beberapa pekan setelah kegiatan pengabdian diselenggarakan oleh tim. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengabdian Program dilaksanakan di desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan. Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menggandeng mitra Kelompok Petani Kopi yang berdomisili pada salah satu dusun di Desa Mekarmanik. Pengabdian masyarakat pada hari pelaksanaan diselenggarakan di balai serba guna beraa ditengaah kebun kopi milik perhutani. Selain diikuti oleh tim pengabdian bersama kelompok tani Tiwikrama Mukti ikut hadir perangkat Pemerintah Desa Mekarmanik dalam kegiatan pengabdian. Perangkat desa ikut serta dalam kegiatan pengabdian dalam rangka menyaksikan serah terima bantuan peralatan mesin dari tim pengabdian kepada kelompok tani Tiwikrama Mukti. Kepala penanggungjawab ketahanan pangan pedesaan berharap agar bantuan peralatan mesin yang diterima oleh mitra dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan perkebunan kopi. Mesin yang difungsikan dalam kegiatan ini menggunakan bahan bakar bensin untuk menggerakkan motor pemotong rumput. Mesin pemotong ini memiliki kecepatan putar empat tak dengan max power 1000/6500r/mm dan discharge 8 cc. Mata pisau yang berfungsi sebagai pemotong disediakan dalam tiga bentuk dengan hasil potong berbeda-beda. Beberapa jenis pisau yang tersedia pada mesin potong diantaranya mata pisau palang. Pisau bulat 40 Teeth dan berupa pisau Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. vXiX. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Mesin pemotong rumput diperoleh melalui pembelian dengan kondisi siap digunakan oleh mitra kelompok petani. Simulasi prosedur penggunaan peralatan mesin operasikan oleh seluruh anggota kelompok tani. Setiap anggota diberikan kesempatan untuk mensimulasikan penggunaan mesin potong seperti yang dapat dilihat pada Gambar 2. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Diskusi bersama Tim Pengabdian Kepala Desa Mekarmanik dan Kelompok Tani Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Simulasi Perakitan dan Penggunaan Mesin Pemotong Rumput Petani awalnya kaku menggunakan apalagi getaran motor mesin cukup kuat sehingga tangkai . alat potong sulit dikendalikan oleh pengguna. Beberapa saat setelah digunakan secara berkalipkali ketika simulasi berlangsung, petani sudah mulai dapat menggunakan mesin potong dengan lebih santai dan tidak terkesan kaku lagi. Setiap anggota dari kelompok tani Tiwikrama Mukti mendapat kesempatan yang sama melakukan simulasi cara penggunaan mesin potong rumput. Beberapa saat setelah melakukan simulasi penggunaan mesin potong rumput, tim pengabdian berkumpul kembali di Balai serba guna untuk melangsungkan paparan terkait sirkulasi pasar Pada kesempatan ini, beberapa anggota tim pengabdian memberikan penjelasan kepada kelompok tani tentang pasar biji kopi termasuk produk turunan yang dihasilkan dari biji kopi. Anggota kelompok tani cukup antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian menggarap kebun pada hari pelaksanaan. Indikasi tampak ketika anggota kelompok tani berpartisipasi dan interaksi dalam sepanjang diskusi berlangsung. Patani menanyakan perihal harga cherry kopi di pasaran dan berupaya membandingkan dengan harga biji kopi. Dokumentasi kegiatan diskusi dapat dilihat pada Gambar 3. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Proses paparan dan sesi diskusi turut dihadiri oleh kepada desa Mekarmanik Bapak Nanang Sunarya. Kepala desa mendapat kesempatan menyampaikan potensi yang terdapat di kawasan desa Mekarmanik. Layaknya wilayah pengunungan terbentang pada pedesaan, potensi pada kawasan ini memilik sumber daya alam beraneka ragam selain potensi lainnya seperti sosial dan budaya. Pada kesempatan ini, kepala desa menyampaikan bahwa kelompok petani kopi penerima bantuan dapat memanfaatkan mesin pemotong rumpun dengan baik agar dapat meningkatkan kualitas lahan perkebunan sehingga memicu peningkatan produktivitas komoditi kopi. Senada dengan penyampaian kepala desa, kesempatan yang sama ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa bantuan yang diterima oleh kelompok tani memiliki nilai tidak begitu besar. Meskipun demikian, tim pengabdian berharap bantuan tersebut dapat membantu kelompok tani dalam meningkatkan pemelihan terhadap lahan perkebunan dan produktivitas kopi. Desa mekarmanik memiliki kondisi tanah yang cukup subur dan dimanfaatkan oleh warga menanam tanaman sayur-sayuran dan tanaman jangka panjang. Saat ini pemerintah desa bersama dengan warga sedang membudidayakan tanaman jeruk diatas milik desa, ungkap bapak kepada desa dalam sesi diskusi. Pembahasan Kawasan desa menjadi pilar pangan bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat Lahan yang tersedia di pedesaan membuka peluang bagi warga memanfaatkan budidaya tanaman pangan. Hasil produksi pangan yang dihasilkan dari desa terdistribusi masuk pada wilayah perkotaan. Komoditi konsumsi nutrisi P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. X No. X April 202X | Hal. rumah tangga perkotaan banyak dipasok dari hasil produksi pertanian dan perkebunan pedesaan. Salah satu komuditi hasil perkebunan adalah kopi. Tanaman kopi merupakan tumbuhan yang hidup dan berkembang pada kawasan tertentu dengan kondisi topografi berbukit dengan suhu cuaca lebih dingin. Kondisi alam sebagai syarat pohon kopi dapat tumbuh membuat tanaman ini hanya dapat ditemukan pada kawasan tertentu. Wilayah desa mekarmanik berada pada kawasan berbukit dengan suhu cuaca lebih dingin membuat tanaman kopi tumbuh subur. Tanaman kopi banyak ditemukan dan tumbuh pada lokasi hutan lindung milik perhutani dan sebagian kecil dibudidayakan pada beberapa titik bahu jalan desa Mekarmanik. Tanaman kopi menjadi salah satu sumber ekonomi bagi warga desa termasuk bagi anggota kelompok tani Tiwikrama Mukti di desa Mekarmanik. Kelompok yang beranggotakan empat orang petani dan seorang ketua menggarap lahan perkebunan kopi seluas kurang lebih 2 hektar untuk setiap anggota. Hasil panen kopi tidak sepenuhnya diperoleh oleh petani karena status lahan berstatus pinjam sehingga perlu penyisihan keuntungan bagi pemilik lahan. Tanaman kopi yang ditanam dilahan mitra dapat dilihat pada Gambar 4. Tim pengabdian melakukan monitoring terhadap kelompok tani penerima bantuan mesin dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kelompok tani akan dipantau dan evaluasi pemanfaatan peralatan mesin. Kegiatan evaluasi dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar peralatan mesin dapat membantu petani mengatasi masalah pemeliharaan pada lahan perkebunan Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Foto bersama Unsur dalam Pengambdian Kepada Masyarakat Pada akhir kegiatan, seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan pengabiaan menyepatkan mengambil gambar foto bersama. Foto bersama berada di saung pada kawasan wisata Oray Tapa Desa Mekarmanik. KESIMPULAN Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Tanaman Kopi di lahan Mitra PKM Lahan perkebunan kopi yang cukup luas sehingga petani membutuhan peralatan pendukung agar kegiatan pemelihataan tanaman dapat lebih Observasi lapangan dan wawancara bersama kelompok tani mendorong tim pengabdian membuat kegiatan pemberian bantuan peralatan pemotong rumput dan gunting ranting pohon serta diikuti dengan kegiatan diskusi suara petani. Tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar perkebunan membutuhkan peralatan seperti mesin pemotong rumput untuk membersihkan lahan Mesin pemotong rumput akan digunakan setiap anggota kelompok secara bergantian. Kelompok petani kopi menghadapi persoalan tanaman pengganggu yang banyak tumbuh di lahan Tanaman pengganggu menyebar pada lahan sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman kopi. Lokasi perkebunan yang dikelola kelompok tani cukup luas sehingga menyulitkan bagi petani melakukan pembersihan lahan secara Petani membutuhkan peralatan berupa mesin pemotong rumput yang dapat membantu untuk memangkas tamanam pengganggu di lahan Peralatan mesin pemotong rumput yang diberikan kepada mitra dapat meningkatkan kualitas tanaman kopi sehingga diharapkan dapat mendorong daya saing petani kopi . Seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kegabdian berharap bantuan berupa peralatan mesin dapat membantu kelompok tani meningkatkan kualitas pemeliharaan tamanan sehingga dapat memberikan hasil produksi kopi lebih meningkat secara kuantitas dan terlebih lagi secara kualitas. Serta meningkatkan daya saing kelompok tani. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. vXiX. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pengabdian mengucapkan terima kasih atas dukungan dana pengabdian yang diterima dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Widyatama. Kegiatan Pengabdian ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana berkat dukungan anggaran dari lembaga. DAFTAR PUSTAKA