Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENINGKATAN KAPASITAS UMKM MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DI KELURAHAN PANGKAJENE. KECAMATAN MARITENGNGAE. KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Ari Ayu*. Sumartan. Andi Sri Kumala Putri P. Suriadi. Auliyah Nurwafiyyah. Jumriah Basri. Dian Nirmasari. Asrini. Kartini Sari Putri D. Muhammad G. Try Heady S Universitas Ichsan Sidenreng Rappang. Pangkajene Sidenreng. Indonesia Jl. Jend. Sudirman No. Pangkajene Sidrap Ae Sulawesi Selatan Korespondensi: ariayulennarii@gmail. Artikel history : Received Revised Published : 09 Mei 2025 : 26 Juni 2025 : 30 Juni 2025 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRACT Awareness of the importance of financial literacy among MSME actors demands appropriate interventions in the form of comprehensive education and continuous mentoring. This community service program aimed to enhance the financial management capacity of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. through training and mentoring on basic financial reporting. The program was implemented in Pangkajene Urban Village. Sidenreng Rappang Regency, involving 15 MSME actors from the food, handicraft, and service sectors. The methods included problem identification, basic accounting training, financial recording practice, and intensive individual and group mentoring. The results showed a significant improvement in participantsAo understanding of basic accounting concepts and their ability to prepare simple income statements and daily cash records. Furthermore, participants responded positively and demonstrated a strong commitment to implementing consistent financial recordkeeping in their However, challenges such as consistency in recording and difficulty understanding accounting terms were still present. This activity demonstrates that a practical, mentoring-based approach is effective in strengthening the financial capabilities of MSME actors. Keyword: MSMEs. Simple Financial Report. Business Assistance. Financial Management ABSTRAK Kesadaran akan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku UMKM menuntut adanya intervensi yang tepat, berupa edukasi yang komprehensif dan pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam hal pencatatan dan pelaporan keuangan sederhana. Pelaksanaan dilakukan di Kelurahan Pangkajene. Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan melibatkan 15 pelaku UMKM dari sektor makanan, kerajinan, dan jasa. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, pelatihan akuntansi dasar, praktik pencatatan keuangan, serta pendampingan intensif secara individu dan Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar akuntansi dan kemampuan menyusun laporan laba rugi sederhana serta catatan kas harian. Selain itu, peserta menunjukkan respon positif dan komitmen untuk menerapkan pencatatan keuangan secara Meskipun demikian, masih ditemukan tantangan dalam konsistensi pencatatan dan pemahaman istilah akuntansi. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan praktis dan berbasis pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas keuangan pelaku UMKM. Kata Kunci: UMKM. Laporan Keuangan Sederhana. Pendampingan Usaha. Manajemen Keuangan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam mendukung perekonomian nasional (Badan Pusat Statistik, 2023. Ramadani et al. , 2. Menurut Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan . , kontribusi UMKM meliputi kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), serta keterlibatan dalam total investasi nasional. UMKM juga dinilai sebagai salah satu sektor yang tangguh dalam menjaga daya saing, terutama melalui adaptasi digitalisasi yang terus berkembang (Anggi Pranata et al. Di Kelurahan Pangkajene. Kabupaten Sidenreng Rappang. UMKM berkembang cukup pesat dan menjadi sektor strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat (Sumartan & Wahyuddin, 2. Berbagai jenis usaha seperti kuliner, kerajinan tangan, perdagangan eceran, hingga jasa, tumbuh secara organik dan dikelola oleh masyarakat setempat. Namun demikian, di tengah pertumbuhan kuantitatif tersebut. UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek manajerial, terutama dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Salah satu permasalahan yang paling umum ditemukan adalah rendahnya kemampuan pelaku usaha dalam melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang sistematis dan terstruktur. Sebagian besar pelaku UMKM masih mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, tidak melakukan pencatatan transaksi harian, serta belum mampu menyusun laporan laba rugi atau arus kas secara sederhana. Hal ini berdampak pada lemahnya pengendalian keuangan dan kurangnya informasi akuntabel mengenai kondisi usaha yang sebenarnya. Tidak adanya laporan keuangan yang memadai tidak hanya menyulitkan pelaku UMKM dalam mengevaluasi kinerja dan mengembangkan usahanya secara strategis, tetapi juga menjadi kendala besar saat mengajukan pinjaman atau pembiayaan dari lembaga keuangan formal (Manullang, 2. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara potensi pertumbuhan UMKM dan akses mereka terhadap sumber daya pendukung yang lebih luas (Nanta et al. , 2. Menyadari pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM, maka diperlukan suatu bentuk intervensi yang tepat berupa edukasi dan pendampingan berkelanjutan. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan sederhana, yang tidak hanya relevan dengan skala usaha mereka, tetapi juga praktis dan mudah diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Menjawab kebutuhan tersebut. Tim Pengabdi dari Universitas Ichsan Sidenreng Rappang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi pelaku UMKM di Kelurahan Pangkajene. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktis kepada pelaku usaha, agar mereka mampu mengelola keuangan secara lebih tertib, transparan, dan profesional. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 1-2 bulan dan dirancang secara sistematis melalui beberapa tahapan utama yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan sederhana. Metode pelaksanaan disusun dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif (Afandi et al. , 2022. Sumartan. Wahyuddin, & Suriadi, 2. agar materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan dan kondisi nyata para pelaku usaha di Kelurahan Pangkajene. Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan (Sugiyono, 2. meliputi Focus Group Discussion (FGD), simulasi dan studi kasus, demonstrasi interaktif, dan pendampingan individu dan kelompok. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Identifikasi Masalah dan Seleksi Peserta. Tahapan awal kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan wawancara informal terhadap sejumlah pelaku UMKM di Kelurahan Pangkajene. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi dalam aspek manajemen keuangan, khususnya terkait pencatatan dan pelaporan keuangan. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM belum melakukan pencatatan transaksi secara teratur dan tidak memiliki laporan keuangan yang terdokumentasi. Setelah proses identifikasi, dilakukan seleksi terhadap peserta yang bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif dan konsisten. Pelatihan Dasar Akuntansi Sederhana. Setelah peserta terpilih, tahap berikutnya adalah pelatihan dasar mengenai akuntansi sederhana. Dalam sesi ini, peserta diberikan materi tentang pentingnya pencatatan keuangan, prinsip-prinsip dasar akuntansi, serta pengenalan terhadap format laporan keuangan yang umum digunakan, seperti laporan laba rugi dan laporan arus kas (Ayu. Saputra & Yasmi, 2. Materi disampaikan secara interaktif dalam bentuk seminar terbatas dan diskusi kelompok, dengan menggunakan studi kasus sederhana yang relevan dengan jenis usaha peserta. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman secara konseptual dan membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan usaha. Praktik dan Simulasi. Setelah sesi teori, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan penyusunan laporan keuangan berdasarkan data transaksi usaha mereka masing-masing. Dalam tahap ini, peserta dibimbing secara langsung untuk mencatat transaksi harian, mengklasifikasikan antara pendapatan dan biaya, serta menyusun catatan kas harian. Simulasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing peserta agar mereka dapat dengan mudah mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam konteks usaha mereka Pendampingan dan Evaluasi. Tahap akhir adalah pendampingan intensif dan evaluasi. Tim pengabdi melakukan bimbingan secara individual maupun kelompok kecil untuk memastikan setiap peserta memahami dan mampu menyusun laporan keuangan secara mandiri. Pendampingan ini juga digunakan sebagai forum diskusi dan konsultasi terhadap kendala yang dihadapi peserta saat praktik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta melalui review terhadap hasil laporan keuangan yang telah disusun. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk menilai keberhasilan program dan menentukan langkah tindak lanjut. A Pelaku UMKM di Kelurahan Pangkajene. A Lokasi Pelaksanaan: Kabupaten Sidenreng Rappang A Waktu: Maret 2025 Ae Mei 2025 A Tim Pengabdi: Dosen dari Universitas Ichsan Sidenreng Rappang Ie 1. Identifikasi Masalah dan Seleksi Peserta Ie 2. Pelatihan Dasar Akuntansi Sederhana Ie 3. Praktik dan Simulasi Ie 4. Pendampingan dan Evaluasi Gambar 1. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada 15 pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berdomisili di Kelurahan Pangkajene. Kecamatan Maritengngae. Kabupaten Sidenreng Rappang. Para peserta berasal dari berbagai sektor usaha, seperti makanan olahan rumahan, kerajinan tangan berbasis bahan lokal, serta layanan jasa informal berskala kecil. Keberagaman sektor ini mencerminkan dinamika kewirausahaan lokal yang menjadi target pemberdayaan dalam kegiatan ini. Pemilihan peserta dilakukan secara selektif, dengan mempertimbangkan tingkat keterlibatan mereka dalam aktivitas usaha serta kesediaan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan secara aktif. Beberapa UMKM yang menjadi mitra dalam kegiatan ini merupakan binaan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, antara lain: Isma Partang Store . saha fashion dan jilba. Coto Makassar . Storytime . saha minuma. , serta unit usaha milik mahasiswa seperti jasa penyewaan papan ucapan dan penjualan buket. Keikutsertaan berbagai jenis usaha ini memperkuat relevansi program terhadap kebutuhan riil pelaku UMKM di tingkat lokal serta membuka ruang kolaboratif antara kampus dan masyarakat dalam penguatan kapasitas ekonomi berbasis Para pelaku UMKM yang terlibat menunjukkan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi, dengan latar belakang motivasi untuk meningkatkan kapasitas manajerial, terutama dalam pengelolaan aspek pencatatan dan pelaporan keuangan yang selama ini belum dikelola secara Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang memadukan pelatihan teori, praktik langsung, serta pendampingan secara Dari rangkaian kegiatan tersebut, diperoleh sejumlah capaian positif yang mencerminkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep dasar akuntansi sederhana, keterampilan dalam menyusun laporan keuangan, serta perubahan sikap terhadap pentingnya pencatatan keuangan dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi yang tepat dan berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian dapat memberikan dampak nyata dalam pemberdayaan pelaku UMKM di tingkat Gambar 2. Tim Pengabdi dari Dosen Universitas Ichsan Sidenreng Rappang di Toko Mitra Sasaran Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Peningkatan Pemahaman Konseptual Peningkatan pemahaman terhadap konsep dasar pencatatan keuangan merupakan salah satu hasil paling menonjol dari kegiatan pendampingan ini. Sebelum pelatihan dimulai, mayoritas peserta belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha secara sistematis. Hal ini terlihat dari kebiasaan mereka yang masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha dalam satu catatan, atau bahkan tidak melakukan pencatatan sama sekali. Akibatnya, banyak pelaku usaha kesulitan dalam menilai performa bisnisnya secara objektif dan mengalami kendala ketika hendak mengajukan pembiayaan atau mengikuti program pendampingan ekonomi dari pihak luar. Melalui pendekatan edukatif yang komunikatif dan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan peserta, tim pengabdi menyampaikan materi secara sederhana namun aplikatif. Pemanfaatan studi kasus dan simulasi pencatatan berbasis kegiatan usaha sehari-hari menjadi metode yang efektif dalam membantu peserta memahami konsep-konsep akuntansi dasar. Para peserta diperkenalkan pada pentingnya memisahkan arus kas pribadi dan usaha sebagai dasar utama untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas keuangan. Selain itu, peserta juga mulai mengenal dan memahami klasifikasi biaya usaha, seperti biaya tetap . ixed cos. yang dikeluarkan secara rutin, dan biaya variabel . ariable cos. yang berubah tergantung pada volume kegiatan usaha. Lebih lanjut, peserta mulai menyadari bahwa dengan melakukan pencatatan secara terstruktur, mereka dapat menganalisis alur keuangan usaha dan mengetahui sejauh mana usaha mereka menghasilkan keuntungan atau justru mengalami kerugian. Pemahaman ini menjadi titik awal terbentuknya kesadaran pentingnya manajemen keuangan sebagai alat bantu pengambilan keputusan usaha. Dengan demikian, peningkatan pemahaman konseptual tidak hanya berdampak pada pengetahuan teoritis, tetapi juga mulai mendorong perubahan paradigma dalam cara peserta mengelola usahanya secara lebih profesional dan berorientasi jangka panjang. Tabel 1. Tingkat Pemahaman Konseptual Aspek Deskripsi Kondisi Awal Mayoritas peserta mencampur keuangan pribadi dan usaha, tidak memiliki pencatatan keuangan, belum memahami pentingnya pencatatan sistematis. Pendekatan Digunakan Edukasi interaktif dengan bahasa sederhana, simulasi berdasarkan transaksi nyata UMKM, studi kasus dari usaha peserta. Materi yang - Pemisahan keuangan pribadi dan Ditekankan usaha - Dasar-dasar pencatatan kas - Pengelompokan biaya tetap dan Perubahan yang Terjadi Meningkatnya pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya Indikator Keberhasilan Tidak memiliki laporan keuangan. tidak bisa membedakan arus kas pribadi dan Peserta aktif dalam diskusi, mampu memahami materi melalui studi Peserta mampu konsep-konsep dasar tersebut secara lisan dan tertulis dalam Peserta mulai membuat catatan kas dan laporan Jumlah Peserta 12 dari 15 Seluruh Catatan Berdasarkan evaluasi, dan hasil post-test 13 dari 15 sederhana. 12 dari 15 Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Aspek Dampak Jangka Panjang Indikator Keberhasilan Sebagian besar mulai laba rugi menerapkan pencatatan harian. Terbentuknya pola pikir bisnis Komitmen peserta yang lebih profesional dan sadar untuk rutin Peserta berkomitmen mencatat dan melanjutkan praktik ini dalam memperbaiki operasional usahanya. keuangan usaha. Deskripsi Jumlah Peserta Catatan 11 dari 15 Peningkatan Kemampuan Praktis Salah satu indikator keberhasilan kegiatan pendampingan ini terlihat dari peningkatan kemampuan praktis peserta dalam menyusun laporan keuangan usaha secara sederhana. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan melalui simulasi dan pengumpulan laporan keuangan buatan peserta, ditemukan bahwa sekitar 80% dari total peserta mampu menyusun laporan laba rugi secara manual berdasarkan transaksi nyata yang mereka alami dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Peserta mampu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan usaha, menghitung jumlah total biaya operasional, serta menentukan jumlah keuntungan atau kerugian yang diperoleh dalam satu periode tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori akuntansi dasar, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam praktik nyata yang relevan dengan kondisi usaha mereka masing-masing. Lebih lanjut, para peserta mulai membiasakan diri untuk melakukan pencatatan arus kas harian secara manual. Mereka memanfaatkan buku kas sederhana yang telah dibagikan oleh tim pengabdi sebagai media untuk mendokumentasikan setiap transaksi masuk dan keluar. Aktivitas pencatatan ini tidak hanya membantu mereka dalam menjaga ketertiban administrasi keuangan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun sistem keuangan usaha yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya kebiasaan baru ini, pelaku UMKM menjadi lebih siap dalam menghadapi kebutuhan akan laporan keuangan yang sering diminta dalam proses pengajuan kredit, kerja sama usaha, maupun program pendampingan ekonomi dari pemerintah atau lembaga swasta. Perubahan perilaku ini memperlihatkan bahwa pendekatan praktis dan pendampingan langsung memberikan dampak positif yang nyata. Peserta tidak hanya menjadi lebih percaya diri dalam mengelola keuangan usaha, tetapi juga mulai memahami pentingnya pengambilan keputusan yang didasarkan pada data keuangan yang valid. Secara keseluruhan, peningkatan kemampuan praktis ini menjadi bukti bahwa pelatihan yang dirancang secara kontekstual, sederhana, dan aplikatif mampu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di kalangan pelaku UMKM. Tabel 2. Tingkat Kemampuan Praktis Jumlah Peserta yang Deskripsi Capaian Indikator Keberhasilan Mengalami Perubahan Penyusunan Peserta menyusun Mengidentifikasi A12 Laporan Laba laporan laba rugi sederhana pendapatan, menghitung . % dari 15 Rugi berdasarkan transaksi usaha biaya operasional, pesert. masing-masing. menentukan laba/kerugian. Pencatatan Arus Peserta mulai terbiasa mencatat Tersedianya buku kas harian A13 Kas Harian transaksi keuangan harian dalam yang diisi secara rutin. Aspek yang Dinilai Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Aspek yang Dinilai Deskripsi Capaian Indikator Keberhasilan buku kas sederhana yang disediakan oleh tim. Perubahan Terjadi perubahan perilaku dari Perilaku dalam yang sebelumnya tidak mencatat Pengelolaan sama sekali menjadi terbiasa Keuangan Usaha mencatat dan mengevaluasi kondisi keuangan usaha. Peningkatan Peserta dapat mengaplikasikan Keterampilan materi pelatihan dalam kegiatan Praktis usaha mereka, terutama terkait keuangan yang sederhana. Kesadaran Meningkatnya kesadaran akan pentingnya pencatatan sebagai Pentingnya Data dasar pengambilan keputusan Keuangan usaha dan akses ke pembiayaan. Konsistensi keuangan secara berkala. Jumlah Peserta yang Mengalami Perubahan A10 Mampu menyusun laporan A12 dan melakukan klasifikasi . %) transaksi dengan lebih baik. Pernyataan peserta dan antusiasme saat diskusi terkait manfaat pencatatan keuangan dalam usaha mereka. A14 Respons dan Antusiasme Peserta Kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan sederhana mendapat respons yang sangat positif dari para peserta. Sebagian besar pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat, khususnya dalam hal pentingnya pengelolaan keuangan usaha secara sistematis dan terencana. Selama ini, pencatatan keuangan seringkali diabaikan karena dianggap merepotkan atau tidak terlalu penting, namun setelah mendapatkan penjelasan dan praktik langsung, para peserta mulai menyadari bahwa pencatatan merupakan fondasi penting dalam keberlanjutan dan pertumbuhan Para peserta menyatakan bahwa mereka kini lebih memahami bagaimana pencatatan keuangan dapat membantu dalam menilai kinerja usaha secara objektif, mengetahui arus keluarmasuk dana, serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih rasional. Beberapa peserta bahkan mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya tidak pernah membuat laporan keuangan, namun setelah mengikuti kegiatan ini, mereka merasa termotivasi untuk mulai mencatat dan menyusun laporan keuangan secara berkala. Komitmen ini tercermin dari antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, dan menunjukkan ketertarikan untuk mendapatkan pendampingan lanjutan guna memperdalam pengetahuan akuntansi mereka. Lebih lanjut, terdapat permintaan dari beberapa peserta untuk mengadakan pelatihan lanjutan yang mencakup pencatatan berbasis digital atau pelaporan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dari lembaga keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil menumbuhkan kesadaran, tetapi juga memicu motivasi internal untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas manajerial usaha. Oleh sebab itu, kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang lebih baik di kalangan pelaku UMKM, khususnya di Kelurahan Pangkajene Kabupaten Sidenreng Rappang. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 3. Tim Pengabdi dalam kegiatan pendampingan usaha terhadap mitra sasaran Tantangan yang Dihadapi Kegiatan pendampingan ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dalam hal peningkatan pemahaman dan kemampuan praktis peserta. Meskipun begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi selama proses pelaksanaan. Salah satu tantangan utama adalah kesulitan peserta dalam menjaga konsistensi pencatatan keuangan Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan waktu akibat kesibukan mengelola usaha, minimnya kebiasaan mencatat dalam keseharian mereka, serta belum sepenuhnya memahami pentingnya pencatatan sebagai bagian dari proses manajemen usaha yang berkelanjutan. Selain itu, meskipun materi telah disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan latar belakang peserta, beberapa dari mereka masih menemui kesulitan dalam memahami istilah-istilah akuntansi, seperti Aubiaya tetapAy. Aubiaya variabelAy, atau Auarus kasAy. Keterbatasan latar belakang pendidikan formal dalam bidang keuangan turut menjadi faktor penghambat dalam proses transfer pengetahuan. samping itu, sebagian peserta masih memiliki persepsi bahwa pencatatan keuangan hanya diperlukan bagi usaha besar atau saat hendak mengajukan pinjaman, sehingga belum menjadi prioritas dalam operasional harian mereka. Tantangan-tantangan ini menjadi catatan penting bagi tim pengabdi dalam merancang program lanjutan yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta. Salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan adalah penerapan pendekatan pendampingan secara berkala dan berkelanjutan dalam bentuk kunjungan lapangan atau sesi konsultasi mingguan. Selain itu, penggunaan alat bantu visual, seperti buku kas bergambar, infografik, hingga aplikasi pencatatan berbasis digital yang mudah digunakan oleh pelaku UMKM, juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya serap materi dan mempermudah proses pencatatan. Dengan mengidentifikasi dan merespons tantangan secara tepat, efektivitas program penguatan kapasitas keuangan UMKM di masa depan diharapkan dapat semakin meningkat. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis praktik dan pendampingan langsung sangat efektif dalam mendorong pelaku UMKM untuk memulai dan mengembangkan praktik pencatatan keuangan secara mandiri. Penggabungan antara teori, simulasi, dan bimbingan intensif terbukti mampu membangun pemahaman yang aplikatif sekaligus menumbuhkan sikap positif terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dalam usaha. Ke depan, model pengabdian seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis literasi keuangan. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk Pendampingan UMKM dalam Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana di Kelurahan Pangkajene. Kabupaten Sidenreng Rappang berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas manajerial pelaku UMKM, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan. Melalui pendekatan edukatif, praktik langsung, dan pendampingan intensif, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual serta kemampuan praktis dalam menyusun laporan keuangan sederhana seperti laporan laba rugi dan catatan kas harian. Peserta mulai memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha, mengenal klasifikasi biaya, dan memiliki kesadaran baru akan pentingnya pencatatan keuangan untuk evaluasi dan pengambilan keputusan bisnis. Respon positif dan komitmen untuk menerapkan pencatatan keuangan secara berkelanjutan menjadi indikator bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga Namun demikian, tantangan masih ditemukan dalam hal konsistensi pencatatan dan pemahaman istilah akuntansi bagi sebagian peserta. SARAN Agar dampak kegiatan ini lebih berkelanjutan, disarankan agar dilakukan: Pendampingan berkala dalam bentuk klinik keuangan atau mentoring mingguan untuk membantu peserta menjaga konsistensi pencatatan. Pengembangan media pembelajaran yang lebih visual dan kontekstual, seperti buku kas bergambar atau aplikasi pencatatan digital yang sederhana. Pelatihan lanjutan bertingkat, untuk meningkatkan pemahaman akuntansi yang lebih mendalam sesuai kebutuhan pelaku usaha. Kolaborasi dengan pihak pemerintah daerah atau lembaga keuangan, guna mendorong integrasi pencatatan keuangan sebagai syarat akses program bantuan atau pembiayaan. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan penuh rasa hormat dan apresiasi, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, khususnya kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), atas segala bentuk dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik dan Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kapasitas pelaku UMKM, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang secara lebih luas. DAFTAR PUSTAKA