Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim DAMPAK FITNAH TERHADAP PERILAKU GEN Z: MENGUNGKAP REALITAS DAN TANTANGAN Zayyan Zaidan Nasution1 Mahdy Haidar Taufik2 Muhammad Yusuf Maulidin3 Muhammad Imamul Muttaqin4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Email: 1220101110036@student. uin-malang. 2220101110045@student. uin-malang. 3220101110177@student. uin-malang. 4imamulmuttaqin@uin-malang. Received: 05-09-2024 DOI: Accepted: 25-10-2024 Published: 30-10-2024 Abstrak: Fitnah atau penyebaran informasi palsu dengan tujuan merusak reputasi seseorang, telah menjadi momok menakutkan di era digital. Dalam konteks pendidikan daring dan tingginya penggunaan media sosial oleh Gen Z, fitnah memiliki dampak signifikan terhadap perilaku dan kesejahteraan generasi ini. Fitnah dapat dikategorikan menjadi dua jenis: fitnah dari Allah dan fitnah dari Fitnah dari Allah dianggap sebagai ujian diri untuk introspeksi, sedangkan fitnah dari manusia merupakan bentuk kezaliman yang dosanya lebih besar dari pembunuhan. Penelitian ini mengkaji pengaruh fitnah terhadap perilaku Gen Z, dengan fokus pada tingginya penggunaan media sosial selama pandemi COVID-19 yang mempercepat penyebaran informasi bohong. Platform seperti Twitter. Instagram. WhatsApp. Line, dan TikTok menjadi sumber utama informasi dan disinformasi. Fitnah yang tersebar melalui platform ini dapat mencoreng reputasi individu, memicu perpecahan sosial, dan menciptakan ketidakpercayaan di masyarakat. Gen Z, yang sangat bergantung pada media sosial untuk komunikasi dan informasi, sangat rentan terhadap dampak negatif dari fitnah ini. Memahami bagaimana fitnah memengaruhi perilaku Gen Z dan mengembangkan strategi untuk menangani dan memitigasi dampaknya menjadi hal yang krusial. Kesadaran akan bahaya fitnah dan edukasi digital yang mumpuni adalah kunci untuk melindungi integritas dan kesejahteraan generasi muda dari pengaruh negatif fitnah di dunia maya. Penelitian ini memberikan wawasan penting dalam menghadapi tantangan fitnah di era digital. Kata Kunci: Fitnah. Gen Z. Media Sosial. Hoax. Penyebaran Berita Palsu PENDAHULUAN Media sosial telah menjadi elemen tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara tahun 1997 dan Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan Dikenal sebagai generasi "digital native". Gen Z erat kaitannya dengan teknologi dan media sosial untuk berinteraksi, mencari informasi, dan Namun, di balik kemudahan akses informasi, muncul pula tantangan baru, yaitu maraknya penyebaran fitnah atau informasi palsu (Basuki and Setyawan 2. Fitnah di media sosial dapat menyebar dengan cepat bagaikan api di musim kemarau, membawa dampak signifikan bagi individu dan masyarakat. Bagi Gen Z yang cenderung memiliki kepercayaan tinggi terhadap informasi yang mereka temukan di media sosial, fitnah dapat memengaruhi pandangan, sikap, dan perilaku mereka. Fitnah yang bertebaran di platform seperti Twitter. Instagram. WhatsApp. Line, dan TikTok dapat menimbulkan berbagai masalah, dari konflik interpersonal hingga gangguan kesehatan mental. Penelitian ini hadir untuk menguak bagaimana fitnah di media sosial memengaruhi perilaku Gen Z. Dengan memahami dampak negatif fitnah, diharapkan dapat ditemukan strategi untuk menanggulangi dan meminimalisir penyebaran informasi palsu, serta melindungi kesejahteraan mental dan sosial Gen Z. Penelitian ini akan mengidentifikasi ciri-ciri fitnah yang tersebar di media sosial, menganalisis pengaruh fitnah tersebut terhadap perilaku Gen Z, dan merumuskan strategi untuk meredam dampak negatifnya. Menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan, penelitian ini akan memanfaatkan berbagai sumber data yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, skripsi, disertasi, dan dokumen resmi. Melalui analisis yang menyeluruh, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam dan solusi praktis untuk mengatasi permasalahan fitnah di media sosial, khususnya bagi kalangan Gen Z. METODE PENELITIAN Penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. sebagai landasan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang berkaitan dengan topik penelitian. Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa penelitian kepustakaan memberikan akses kepada peneliti untuk menjelajahi berbagai sumber informasi yang telah terdokumentasikan secara ilmiah dan sistematis. Dengan kata lain, penelitian ini mengandalkan sumbersumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan laporan penelitian untuk membangun kerangka penelitian dan mendukung temuan yang Kelebihan utama dari metode ini adalah fleksibilitas dan kemudahan dalam mengakses informasi. Peneliti tidak terikat pada lokasi atau waktu tertentu dalam mengumpulkan data, dan dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi yang tersedia di perpustakaan, internet, dan arsip lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Fitnah di Era Gen Z Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fitnah merupakan sebuah perkataan bohong atau tanpa dasar kebenarannya yang disebarkan dengan maksud menjelekkan seseorang. Bisa disimpulkan fitnah itu adalah sebuah Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan komunikasi yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif kepada seseorang. Secara bahasa, fitnah (A )Aa eIAberasal dari kata "a "Aa aIAdengan bentuk plural "A "Aa a eOIAdan "A"Aa aIA. Dalam kamus Arab, kata fitnah diartikan sebagai godaan, cobaan, dan ujian. Fitnah dalam Islam merujuk pada ujian dan cobaan yang diberikan kepada manusia untuk menguji kualitas keimanan dan ketakwaan mereka. Fitnah bisa berupa tantangan berat dalam kehidupan sehari-hari atau godaan yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa (Nursalim et al. Menurut Ragib Al-Asfahani, fitnah dapat berasal dari Allah SWT maupun dari manusia. Adapun fitnah itu sangat tidak menyenangkan, fitnah dari Allah ini hendaknya dijadikan sebuah pembelajaran untuk menginstrospeksi diri. Sedangkan fitnah yang berasal dari perbuatan manusia dikategorikan sebagai perbuatan yang dzalim ,bahkan dosa dari fitnah dianggap lebih besar daripada Namun pengertian fitnah daripada definisi menurut agama Islam adalah menyebarkan keburukan orang lain untuk maksud keburukan sama dengan memfitnah dan mengumpat. Perbedaan mengumpat dan fitnah adalah membicarakan keburukan seseorang yang berdasarkan kebenaran sedangkan fitnah membicarakan keburukan seseorang tetapi berdasarkan kebohongan. Namun kedua duanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memberikan stigma negatif terhadap orang lain. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasullulah dalam hadistnya. AuTahukah kamu apakah ghibah itu? Mereka menjawab AuAllah dan Rasulnya lebih mengetahuinyaAy. AuGhibah adalah membicarakan apa yang tidak disenangi seseorang di belakangnyaAy. Sahabat bertanya: Auapakah yang di bicarakan nya adalah kebenenaran apakah itu juga termasuk ghibah?Ay Rasulullah menjawab Auitulah ghibah, sedangkan bila yang engkau bicarakan adalah ketidakbenaran, maka itulah fitnah. Penggunaan media sosial semakin meningkat semenjak pandemi Covid 19 terjadi, apalagi dikalangan Gen Z saat ini. Hampir 90% Gen Z di Indonesia menggunakan media sosial sebagai alternatif, baik untuk pembelajaran lewat daring, komunitas, penugasan bahkan sebagai media work from home (WFH). Proses belajar mengajar berbasis internet memiliki berbagai tingkat keterampilan, kekreativan, kemampuan, dan Tingkat adopsi yang menyenangkan (Farida Silvia, 2. Sejalan dengan proses pembelajaran yang dilakukan secara daring, penggunaan media sosial dikalangan Gen Z semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya aktivitas belajar mengajar dan bekerja melalui smartphone, dimana platform sosial media ini memiliki banyak manfaat bagi Gen Z (Luthfiyah. Martia, and Nurhasanah 2. Sosial media yang paling banyak digemari oleh Gen Z adalah Twitter. Instagram. WhatsApp. Line, dan Tiktok. Penugasan melalui media sosial adalah alternatif untuk meningkatkan kreativitas Gen Z, meskipun banyak pro kontra yang kerap terjadi di era Gen Z ini (Sampuna et al. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan Sosial media memiliki peran penting dalam penyajian berita. Berita elektronik sangat mudah digali keberadaanya karena sudah tersebar luas di Karena hampir semua Masyarakat Indonesia mulai dari Gen Z sampai usia lanjut telah menggunakan Sosial Media. Platform Sosial media sering berisi informasi palsu yang mengakibatkan munculnya berita hoax di lingkungan Masyarakat saat ini. Hal ini sebenarnya tergantung kepada siapa yang mengonsumsi berita tersebut, maka dari itu kita sebagai pengguna media sosial yang sering menyebarkan dan mencerna setiap berita harus lebih bijak dan pandai dalam memilih berita, agar bisa membedakan mana berita yang sesuai dengan kebenarannya dan mana berita yang hoax (Hayat et al. Masyarakat banyak yang menganggap bahwa Sosial media memiliki pengaruh buruk terhadap Gen Z ketika menggunakannya. Tidak sedikit Gen Z termakan oleh berita-berita hoax yang menjadikan mereka akan mengalami perpecahan satu sama lain. Penyebabnya dari beberapa Gen Z saat ini kurang pandai dalam memilih dan mengelola berita-berita yang beredar di platform Sosial Media. Jika mereka pandai dalam mengelola berita dan memanfaatkan digital dengan baik maka mereka akan mendapatkan dampak positif dari Sosial media terhadap lingkungan sosial maupun perkembangan teknologi. Gen Z saat ini harus menjadikan sosial media sebagai alat dan sarana untuk hal yang positif agar terhindar dari kerugian, baik kerugian di segi fisiknya, maupun segi Penggunaan sosial media harus sewajarnya sesuai dengan porsi atau kebutuhan masing-masing Gen Z. Kita harus memahami bahwa Sosial media tidak bisa digunakan sebagai patokan khusus untuk melaksanakan berbagai macam kegiatan karena akan menimbulkan ragam efek negatif sepertihalnya fitnah, gratifikasi, penyebaran berita hoax, penipuan, tuduhan, pelecehan, dan hal negatif lainnya. Maka dari itu kita harus menggunakan Sosial media hanya seperlunya saja sesuai takaran dan kebutuhanya. Dan juga kita harus lebih pandai dalam mencari, mengonsumsi, dan mengelola berita-berita yang tersebar di platfom sosial media. Selain itu sosial media memberikan penyebab berupa ketergantungan, kecemasan sosial, dan bahkan akan menimbulkan banyak fitnah jika kita menggunakan sosial media secara berlebihan dan sebagai objek kegiatan seharihari, yang mana akan menimbulkan perasaan berat secara psikologis terkait mental dan jiwa. maka dari itu pengguna harus bijak dan berupaya untuk memanajemen terkait penggunaan sosial media sehingga kita akan mendapatkan dampak positif dari penggunaan sosial Media. Berita hoax sering kali menjadi bahan pembahasan di banyak kalangan pada era sekarang. Hoax merupakan informasi rekayasa yang disebarkan untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Dengan kata lain hoax adalah upaya untuk memutarbalikkan fakta yang seolah-olah meyakinkan tetapi tidak dapat Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan diverifikasi kebenarannya. Hoax juga bisa diartikan sebagai Tindakan mengaburkan informasi yang sebenarnya, dengan cara membanjiri media dengan informasi salah untuk menutupi kebenaran dari informasi tersebut (Luthfiyah. Martia, and Nurhasanah 2. Tujuan disebarkannya berita hoax adalah untuk menyebarkan fitnah melalui sosial media yang akan membuat masyarakat menjadi kehilangan kenyamanan, ketentraman, keamanan, dan kebingungan sehingga mereka akan mengambil keputusan yang salah dari informasi tersebut. Agama Islam sangat membenci orang yang menebar fitnah, sebagaimana yang dijelaskan di dalam alquran dan hadist hadistnya. Bahwa balasan akan di timpahkan kepada mereka yang gemar menebar fitnah. Allah Swt, digambarkan oleh Rasulullah Saw begitu murka kepada penebar fitnah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist: AuDan orang yang paling dimurkai oleh Allah ialah orang yang pergi membawa fitnah memecah belahkan diaantara persaudaraan dan mencaci orang yang tidak bersalah terhadap kesalahan yang tidak di perbuatnya. Ay (H. Tabran. Macam-macam Fitnah Para ahli tafsir seperti al Razi ketika menafsirkan kata fitnah lebih mengarah kepada kontruksi alquran dari pada mencoba mengalihkan makna itu sendiri kepada yang lain. Kalangan ahli tafsir memformalisasikan kata fitnah kepada sesuatu yang disebutkan, dan diantaranya adalah: Fitnah bermakna ujian dan cobaan Pemaknaan fitnah dari segi ujian dan cobaan, bisa seperti menjukan sebuah nikmat dan kesulitan. Dari segi materi bisa seperti istri, suami, anak, anak dan lainnya. Sedangkan dari segi non materi berupa tipu daya setan, malaikat, kenyamanan, kematian. Memahami fitnah dari perspektif ujian dan cobaan lebih erat terkait dengan konsep satan persoalan, sehingga orang dapat berpartisipasi dan dengan demikian mengurangi jumlah barangbarang material yang terus-menerus diproduksi (Latif 2. Al-QurAoan membahas konsep ujian dan cobaan dalam beberapa ayat, termasuk satu dari Nabi Yusuf. Menurut Surat Yusuf, ayat 30 menggambarkan ujian, atau cobaan, dan apa yang mempengaruhi Nabi Yusuf sebagai berikut: nAA Artinya : AuDan wanita-wanita di kota berkata: AuIstri al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya . , sesungguhnya cintanya kepadabujangnya itu adalah sangat mendalam, sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyataAy. Ayat di atas menjelaskan bahwa seorang istri raja Mesir telah mengirim pesan kepada Nabi Yusuf dengan memfitnah untuk melayaninya Namun. Nabi Yusuf Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan menyangkal apa yang menjadi ajakan Zulaihah. Maka Yusuf pun di jatuhkan hukuman penjara terhadap perbuatan yang tidak dilakukan nya. Nabi yusuf hanya bisa bersabar dan memperkuat keimanan nya. Au Hikmah yang dapat diambil dari kisah di atas. Fitnah cobaan ini dapat berasal dari setan yang menghasut manusia, di hadapan ujian atau cobaan ini kita hanya dapat bersabar seprti yang dilakukan oleh Nabi Yusuf. Bagi Nabi Yusuf penjara ini adalah sebuah hal yang mengembirakan yang mana dia terbebas dari rumah tuannya , dan juga dijauhi dari fitnah tersebut. Nabi Yusuf dimasukkan ke penjara Bersama dengan dua orang pelayan mereka adalah Nabo dan Malhab. Mereka dituduh melakukan percobaan pembunuhan terhadap raja dengan racun. Setelah beberapa lama dipenjara Nabo bermimpi memerasa anggur dan menjadikan nya sebuah khamar, dan begitu juga Mahlab yang bermimpi membawa kue di atas kepala, kemudian datanglah burung memakan kue itu. Lalu mereka mendatangi Yusuf dan Yusuf pun mentakwilnya. Dan ini adalah cikal bakal dari taAobir dan kebaikan. Fitnah bermakna kufur dan syirik Fitnah bermakna kekufuran Fitnah bisa dikategorikan sebagai kekufuran jika tuduhan palsu tersebut menyangkut hal-hal yang menafikan keimanan seseorang kepada Allah, seperti menuduh seseorang telah murtad atau keluar dari agama Islam tanpa bukti yang jelas. Sedangkan Fitnah bermakna kesyirikan fitnah bisa dikategorikan sebagai kesyirikan jika tuduhan palsu tersebut menyangkut hal-hal yang menyekutukan Allah, seperti menuduh seseorang menyembah selain Allah tanpa bukti yang kuat. Selanjutnya, pemahaman ini tampaknya lebih hidup, mirip dengan bagaimana fitnah merujuk lebih spesifik pada tindakan yang menyebabkan kerusakan, seperti mengejek, memarahi, menjauhkan seseorang dari lingkungan mereka, mematahkan hati seseorang, eksploitasi, dan / atau pemerasan. Konstruksi semacam itu, yang dilakukan oleh komunitas ahli tafsir, lebih erat terkait dengan norma budaya, realitas sosial, dan fenomena massa yang berkembang (Latif 2. Surat al-Baqarah ayat 191 menjelaskan: AuDan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Meka. dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu . i tempat it. , maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafirAy Arti ayat tersebut menjelaskan tentang perjanjian Hudaibiyah, ketika Rasulullah saw. dihalang-halangi oleh orang-orang Quraisy untuk memasuki kota Mekkah, di situ diadakan suatu perjanjian, yang pada pokok isinya agar kaum muslimin menunaikan ibadah umroh pada bulan DzulqoAodah tahun Ketika Rasulullah saw serta para sahabatnya berangkat ke Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan Mekkah lagi untuk menunaikan ibadah umroh sebagaimana yang telah dijanjikan oleh kaum Quraisy. Namun mereka menghalangi atau memerangi untuk masuk ke Baitullah (Masjidil Hara. sedang kaum muslimin merasa enggan untuk mengadakan peperangan di bulan yang mulia . dan sebagai penjelasan bagi kaum muslimin apabila mereka diserang oleh musuh maka Allah memperbolehkan kaum muslimin mengadakan peperangan sekalipun di bulan haram. Fitnah bermakna adzab dan membakar Pemaknaan dalam konteks ini jika disesuaikan dengan ayat terkait adalah surat al-Anfal ayat 25 sebagai berikut: AuDan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. Ay Dari ayat ini al Tabari menjelaskan bahwa Allah berkata kepada orang orang yang beriman: Autakutlah, wahai orang orang yang beriman, akan fitnah yang tidak hanya menimpa orang orang yang zalim saja yaitu orang orang yang mengerjakan sesuatu yang telah dilarang, baik dosa dosa besar yang berhubungan dengan manusia mau pun dengan Tuhan. Dampak ataupun akibat tidak hanya berdampak kepada yang berbuat dosa tetapi ke seluruh negeri (Anwar and Hadis 2. Fitnah di era Gen Z Era sekarang, yang sering disebut era digital atau revolusi industri 4. ditandai oleh kemajuan teknologi yang pesat. Teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia dan memengaruhi hampir semua aspek kehidupan, termasuk cara kita berkomunikasi, bekerja, belajar, dan Di era digital ini, informasi memang sangat melimpah. Namun, sayangnya, tidak semua informasi tersebut akurat dan terpercaya. Banyak informasi bohong atau hoax yang beredar di internet dan media sosial. Contoh dari fitnah zaman sekarang: Berita bohong . Berita bohong atau biasa kita kenal dengan hoax merupakan pemberian informasi palsu yang disengaja untuk menyesatkan pembaca. Hoax banyak ditemui secara online melalui media sosial, situs web, ataupun aplikasi pesan. Hoax ini bertujuan untuk mencari sensasi, propaganda, hingga sampai penipuan (Aksin and Baedowi 2. Penggiringan opini Menurut Noelle-Nauman Penggiringan materi suatu sikap yang ditunjukkan seseorang atau instansi kepada khalayak karena dirinya tidak mau di isolasi. Dapat dipahami penggiringan opini adalah Konten Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan yang dibuat oleh sesorang atau instansi untuk memanipulasi opini publik terhadap suatu individu atau kelompok. Fitnah personal Seperti yang kita ketahui banyak kita dapatkan fitnah yang sering terjadi di sosial media yang dilakukan dengan tujuan merusak nama baik, kejadian ini biasa terjadi di platform online besar seperti: instagram, facebook, discord, twitter, dan platform lainnya. Cyberbullying Cyberbullying adalah kegiatan yang bertujuan mengganggu, merusak, dan mencemarkan nama baik, memang sedikit mirip seperti fitnah personal tapi cyberbullying itu tidak hanya fitnah akan tetapi menghina, merusak dan mengganggu juga merupakan bentuk dari cyberbullying. Dampak Penyebaran Fitnah di Era Gen Z Menyebarnya berita palsu di era Gen Z mempunyai implikasi yang signifikan dan kompleks. Berita palsu, yang biasanya tidak akurat dan sengaja menyesatkan untuk mempengaruhi opini publik, dapat menimbulkan keributan, kesalahpahaman, dan memecah belah lapisan masyarakat. Di era globalisasi, penyebaran informasi tidak dapat dihentikan dan berita palsu dapat menyebar dengan cepat di platform media sosial dan digital. Hal ini menghadirkan tantangan unik bagi Generasi Z yang paham teknologi dan terhubung secara global dalam memilah informasi yang mereka terima. Berita palsu dapat membentuk opini, membentuk persepsi, serta menguji keakuratan dan kecerdasan pengguna internet dan media sosial dalam membaca dan menerima Penyebaran berita palsu di era Gen Z merupakan ancaman serius terhadap pemahaman obyektif dan kebenaran generasi ini, menurut beberapa sumber. Berita palsu sengaja diciptakan untuk mempengaruhi masyarakat dengan menerbitkan opini yang berbanding terbalik dengan fakta yang ada. Dampaknya, penyebaran berita bohong dapat menimbulkan kebingungan, kesalahpahaman dan perpecahan di berbagai lapisan masyarakat serta mengancam keharmonisan Untuk menghadapi fenomena berita hoax, beberapa upaya telah dilakukan, seperti pelatihan digital untuk generasi muda dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya penyebaran berita hoax. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominf. juga mengajak generasi muda untuk bijak berinternet dan berkarya positif di ruang digital melalui kampanye "Makin Cakap Digital 2024". Dengan demikian, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi digital bagi generasi muda agar mereka dapat Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan memanfaatkan teknologi secara positif dan menghindari dampak negatif seperti penyebaran berita hoax. Penyebaran fitnah di era Gen Z, yang akrab dengan teknologi dan media sosial, dapat memiliki dampak yang serius. Dampak ini tidak hanya merugikan individu yang menjadi target fitnah, tetapi juga masyarakat secara luas. Berikut beberapa contoh dampak penyebaran fitnah di era Gen Z: Rusaknya reputasi dan kehidupan pribadi Fitnah yang disebarkan secara online dapat dengan cepat menghancurkan reputasi seseorang. Korban fitnah bisa mengalami bullying, harassment, dan bahkan kehilangan pekerjaan atau pendidikan. Dampak psikologisnya pun bisa berat, bisa menyebabkan depresi dan kecemasan. Menyebabkan perpecahan sosial Fitnah yang dirancang untuk memecah belah masyarakat bisa berdampak luas. Generasi Z yang aktif di media sosial rentan terpapar fitnah yang berbau SARA . uku, agama, ras, antargolonga. , dan ini bisa memicu konflik sosial. Menurunnya kepercayaan terhadap informasi Paparan fitnah terus-menerus bisa membuat Gen Z skeptis dan tidak percaya terhadap informasi. Mereka kesulitan membedakan mana berita yang benar dan mana yang bohong (Zis. Effendi, and Roem 2. Hal ini bisa menghambat critical thinking dan problem solving yang penting untuk kemajuan bangsa. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, penting untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran masyarakat akan bahaya fitnah. Selain itu, penegakan hukum terhadap penyebaran fitnah juga diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang lebih sehat. Mencegah berkembangnya demokrasi Generasi Z merupakan generasi yang berperan penting dalam masa depan demokrasi. Namun, maraknya fitnah bisa membuat mereka apatis dan tidak percaya pada institusi maupun pemimpin. Selain itu, fitnah juga bisa menghalangi partisipasi aktif mereka dalam kehidupan berdemokrasi. Penanggulangan Penyebaran Fitnah di Masa Digital Penanggulangan penyebaran fitnah di era digital memerlukan strategi yang efektif dan berkelanjutan. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil: Pengawasan Media Sosial Pemerintah dan organisasi non-pemerintah harus memantau dan mengawasi aktivitas media sosial untuk menghentikan penyebaran berita hoax dan fitnah. Mereka dapat bekerja sama dengan platform media sosial untuk menghapus konten yang tidak sesuai dengan aturan dan kebijakan yang berlaku (Anggraini et al. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan Pendidikan dan Kesadaran Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyebaran fitnah dan berita hoax melalui pendidikan dan kampanye. Hal ini dapat dilakukan melalui program-program yang menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum dibagikan dan pentingnya menghentikan penyebaran berita yang tidak benar. Hukum dan Penegakan Pemerintah harus menegakkan hukum yang jelas dan tegas terhadap mereka yang menyebar fitnah dan berita hoax. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Au ITEA. dan perubahannya memberikan dasar hukum yang kuat untuk menghukum mereka yang melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial. Kerja Sama Internasional Indonesia dapat bekerja sama dengan negara lain yang menghadapi masalah serupa untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi penyebaran fitnah dan berita hoax. Contohnya. Indonesia telah mengajak Perancis untuk membahas kerja sama dalam menghadapi disinformasi via media sosial. Teknologi dan Algoritma Platform media sosial dapat menggunakan teknologi dan algoritma yang lebih efektif untuk mendeteksi dan menghapus berita hoax dan fitnah. Mereka dapat menggunakan analisis natural language processing (NLP) dan machine learning untuk membedakan informasi yang benar dari yang tidak benar. Dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat mengurangi penyebaran fitnah dan berita hoax di era digital dan mempertahankan keamanan dan kestabilan masyarakat. Penanggulangan penyebaran fitnah di masa digital adalah masalah kritis di Indonesia. Berikut beberapa strategi utama untuk menanggulanginya, melampaui sekadar level individual: Level Literasi Digital Masyarakat Pelatihan literasi digital Masyarakat perlu dibekali kemampuan berpikir kritis dan wawasan untuk menilai informasi secara mandiri (Sari 2. Ini bisa dilakukan melalui program pelatihan literasi digital yang diselenggarakan oleh pemerintah, komunitas, maupun institusi Pelatihan ini bisa mencakup cara mengecek keaslian gambar dan video dengan menggunakan tools online, serta mengenali ciri-ciri berita bohong. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan Kampanye edukasi publik Selain pelatihan, kampanye edukasi publik melalui berbagai media bisa meningkatkan kesadaran masyarakat. Misalnya. Kominfo bisa bekerja sama dengan influencer dan tokoh masyarakat untuk membuat konten kreatif yang mudah dicerna masyarakat tentang pentingnya literasi digital. Kampanye ini bisa juga mengangkat contoh-contoh kasus penyebaran fitnah yang pernah terjadi dan dampak yang Level Peran Platform Media Sosial Sistem pelaporan hoax Platform media sosial seperti Facebook. Twitter, dan Instagram perlu memiliki sistem pelaporan hoax yang mudah digunakan dan efektif. Laporan yang masuk harus ditinjau oleh tim khusus yang kredibel untuk menentukan apakah konten tersebut mengandung fitnah atau tidak. Konten yang terbukti sebagai hoax bisa diberi label peringatan atau bahkan dihapus. Algoritma pendeteksi hoax Pengembangan algoritma yang mampu mendeteksi penyebaran hoax secara otomatis juga penting. Algoritma ini bisa mencocokkan informasi yang beredar dengan basis data fakta yang kredibel. Jika ditemukan ketidaksesuaian, maka platform bisa menurunkan peringkat konten tersebut atau memberi peringatan kepada pengguna. Level Penegakan Hukum Melengkapi dan menegakkan peraturan Indonesia perlu memiliki peraturan yang jelas dan tegas terkait dengan penyebaran berita bohong. Peraturan tersebut harus diikuti dengan penegakan hukum yang efektif agar menimbulkan efek jera (Mahadewi 2. Kerja sama penegak hukum lintas negara Penyebaran fitnah bisa terjadi lintas negara. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama penegak hukum antar negara untuk menangani sindikat yang terorganisir dalam menyebarkan berita bohong. Dengan menerapkan strategi di berbagai level tersebut. Indonesia dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat. Masyarakat pun dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan konten yang mencurigakan dan menyebarluaskan informasi yang benar. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Zayyan Zaidan Nasution dkk. Dampak Fitnah Terhadap Perilaku Gen Z: Mengungkap Realitas dan Tantangan KESIMPULAN Fitnah yang berarti penyebaran informasi palsu dengan tujuan merusak reputasi seseorang, telah menjadi momok menakutkan di era digital. Dalam konteks pendidikan daring dan tingginya penggunaan media sosial oleh Gen Z, fitnah memiliki dampak signifikan terhadap perilaku dan kesejahteraan generasi Fitnah dapat dikategorikan menjadi dua jenis: fitnah dari Allah dan fitnah dari manusia. Fitnah dari Allah dianggap sebagai ujian diri untuk introspeksi, sedangkan fitnah dari manusia merupakan bentuk kezaliman yang dosanya lebih besar dari pembunuhan. Penyebaran fitnah melalui platform media sosial seperti Twitter. Instagram. WhatsApp. Line, dan TikTok dapat mencoreng reputasi individu, memicu perpecahan sosial, dan menciptakan ketidakpercayaan di masyarakat. Gen Z, yang sangat bergantung pada media sosial untuk komunikasi dan informasi, sangat rentan terhadap dampak negatif dari fitnah ini. Fitnah yang tersebar melalui platform ini dapat membentuk opini, membentuk persepsi, serta menguji keakuratan dan kecerdasan pengguna internet dan media sosial dalam membaca dan menerima informasi. Penyebaran berita palsu di era Gen Z merupakan ancaman serius terhadap pemahaman obyektif dan kebenaran generasi ini. Untuk menghadapi fitnah, beberapa upaya telah dilakukan, seperti pelatihan digital untuk generasi muda dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya penyebaran berita hoax. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominf. juga mengajak generasi muda untuk bijak berinternet dan berkarya positif di ruang digital melalui kampanye "Makin Cakap Digital 2024". Fitnah memiliki dampak signifikan terhadap perilaku dan kesejahteraan Gen Z. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan literasi digital bagi generasi muda agar mereka dapat memanfaatkan teknologi secara positif dan menangani fitnah dengan lebih baik DAFTAR PUSTAKA