Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Publisher: CV. Doki Course and Training E-ISSN: 2987-601X P-ISSN: 2988-7119 DOI:https://doi. org/10. 61994/jsls. Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursalah Nyayu Rahmah Nurjannah1. Zuraidah2 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Corresponding email: zuraidah_uin@radenfatah. Abstract: The progress of modern times has led to increasing complexity in family issues, both from internal and external factors. Family resilience is a crucial instrument to counteract various negative impacts that may weaken family functions. This study aims to analyze the role of the Tribina program in strengthening family resilience in the Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Mawar. Kelurahan 1 Ilir. Palembang. The research method employed is qualitative with a field research approach. Primary data were obtained through interviews, while secondary data were collected from literature, journals, and relevant documents. The data were analyzed descriptively and qualitatively using a deductive approach. The findings reveal that family resilience is measured through eight indicators as stipulated in Article 7 paragraph . of Government Regulation No. 87 of 2014, covering religious, socio-cultural, affection, protection, reproductive, socialization and education, economic, and environmental development functions. The Tribina program has been proven to significantly contribute to strengthening these eight family functions and is aligned with the concept of al-Mashalih al-Khams . eligion, life, intellect, lineage, and wealt. Thus, the Tribina program serves as a key strategy to enhance family resilience while reinforcing sustainable family development. Keywords: family resilience. maslahah mursalah. Tribina. Abstrak: Perkembangan zaman yang semakin modern menimbulkan kompleksitas permasalahan keluarga, baik dari faktor internal maupun eksternal. Ketahanan keluarga menjadi instrumen penting untuk menangkal berbagai dampak negatif yang dapat melemahkan fungsi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program Tribina dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Mawar. Kelurahan 1 Ilir Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan field research. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur, jurnal, dan dokumen terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga diukur melalui delapan indikator sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat . Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014, meliputi fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan. Program Tribina terbukti berkontribusi signifikan dalam memperkuat delapan fungsi keluarga tersebut dan sejalan dengan konsep al-Mashalih al-Khams . gama, jiwa, akal, keturunan, dan hart. Dengan demikian, program Tribina merupakan strategi penting dalam meningkatkan ketahanan keluarga sekaligus memperkuat pembangunan keluarga berkelanjutan. Kata kunci: ketahanan keluarga. maslahah mursalah. Tribina. Pendahuluan Keluarga merupakan sebuah komunitas inti dalam masyarakat, mempunyai peran penting yang mendesak dalam menentukan kualitas masyarakat. Hal tersebut dikarenakan keluarga sebagai lingkungan utama dalam pembinaan, pertumbuhan, menanamkan nilainilai moral serta pembentukan kepribadian individu. Keluarga diharapkan dapat berperan penting dalam menghadapi problematika kehidupan masyarakat di era modernisasi saat ini. Website : http://jurnal. org/index. php/JSLS/index Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, permasalahan dalam sebuah keluarga akan menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu pentingnya dalam memelihara ketahanan keluarga dengan melalui fungsi dan peran antara anggota keluarga. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kemaslahatan dalam sebuah keluarga yaitu sakinah,mawaddah,warahmah. Kemashlahatan disini dari berbagai aspek yakni religi,ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, cinta kasih, reproduksi dan lingkungan yang baik (Dewi et al. , 2023. Husnah, 2022. Prasetiyo & Zuraidah, 2. Pemeliharaan diri dan keluarga merupakan sebuah hal yang diwajibkan dalam islam. Hal tersebut sesuai dengan QS. At-Tahrim: 6, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. " Berdasarkan ayat ini, dapat diketahui bahwa istilah keluarga yang sakinah,mawaddah, warahmah digunakan Al Quran untuk menggambarkan tingkat ketahanan keluarga. Keluarga yang damai (Sakina. adalah keluarga yang berawal dari rasa cinta (Mawadda. yang dimiliki oleh suami dan istri, kemudian berkembang menjadi kasih sayang (Rahma. antara setiap anggota keluarga sehingga terciptanya ketenangan dan kedamaian dalam keluarga. Program tribina yang dinaungi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah salah satu upaya dalam meningkatkan ketahanan keluarga di lingkungan masyarakat Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang, melalui berbagai pembinaan,aktivitas serta kegiatan yang tertuju kepada keluarga balita,remaja dan lansia. Hal tersebut dikarenakan ketiga golongan tersebut adalah usia yang rentan dalam menghadapi modernisasi nya kehidupan. Menurut Prof. Dr. Faisal Jalal bahwa banyaknya bonus demografi . sia balita,remaja dan lansi. yang dialami oleh Indonesia bukanlah sebuah ancaman dengan syarat apabila kelompok ini dapat dibina dengan baik (Mawaddah, 2. Berbagai upaya dalam mengkaji permasalahan hukum yang ada. Maslahah Mursalah sebagai sebuah metode ijtihad dalam rangka untuk menggali hukum . , sebagai upaya untuk mengkaji serta mencari solusi dalam menemukan sebuah pedoman hukum yang tidak ada dalil nya, maka maslahah mursalah dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam berijtihad (Arifiani, 2. Oleh karena itu, dengan adanya program tribina yang sudah terlaksana di masyarakat sebagai upaya dalam meningkatkan ketahanan keluarga, maka penulis tertarik melakukan penelitian terhadap program tribina dalam aspek maslahah Metode Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan penulis dalam penelitian yaitu penelitian lapangan . ield researc. yaitu penelitian secara langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan dalam mengidentifikasi suatu hal yang terjadi secara nyata di lapangan dilakukan secara objektif. penelitian lapangan dalam menemukan teori-teori mengenai proses Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 terjadinya serta proses bekerjanya hukum dalam sebuah masyarakat (Muhaimin, 2. Dalam penelitian kualitatif yang digunakan bersifat deskriptif yaitu data yang akan didapatkan berupa hasil dari observasi, wawancara dan kepustakaan. Wawancara dilakukan terhadap tokoh agama setempat, tokoh masyarakat, ketua kampung, kader program Tribina, serta anggota Tribina. Kemudian melakukan analisis data yang dapat menambah informasi, serta mencari hubungan, membandingkan, menemukan dasar data dari aslinya yang tidak berberbentuk angka. Hasil analisis data berupa penjabaran mengenai situasi yang diteliti dan disajikan dalam bentuk uraian deskriptif (Gunawan, 2. Oleh karena itu, pendekatan kualitatif ini dipilih oleh penulis, berdasarkan dari tujuan penelitian yang ingin mendapatkan gambaran dari Implementasi Program Tribina dalam meningkatkan ketahanan keluarga perspektif maslahah mursalah. Hasil dan Pembahasan Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan 1 Ilir Palembang Ketahanan keluarga menjadi sehuah kondisi yang krusial dalam sebuah keluarga sebagai salah satu upaya untuk mengelola sumber daya yang ada, meliputi kondisi fisik atau non fisik serta mampu mengelola setiap permasalahan yang ada untuk mewujudkan sebuah tujuan keluarga berlandaskan konsep sakinah mawaddah warahmah yaitu sebuah keluarga yang memiliki ketahanan keluarga yang kuat dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional (DPPKB, 2. Ketahanan keluarga menjadi sebuah pilar penting dalam membentuk ketahanan nasional karena keluarga sebagai unit mikro dalam masyarakat yang sangat mempengaruhi unit makro dalam masyarakat yaitu lingkungan dan sosial. Kualitas hidup keluarga mencerminkan kualitas hidup bangsa. Ketahanan keluarga diimplementasikan dengan seberapa besar peran sebuah keluarga dalam memenuhi peran dan tugasnya serta hak dan kewajiban. Diperlukan kebijakan makro yang dapat membuat sebuah keluarga sadar pentingnya menjalankan peran, fungsi, dan tugas dengan tepat dalam menghadapi permasalahan yang menghambat terciptanya kelurga yang memiliki ketahanan keluarga yang kuat, terutama permasalahan di era global saat ini. Implementasi program tribina dalam meningkatkan ketahanan keluarga, menjadi salah satu strategi yang dibentuk secara sistematis dalam melakukan pembenahan sebagai upaya dalam menghadapi problematika yang berasal dari internal ataupun eksternal pada Untuk mewujudkan kemaslahatan dalam keluarga, maka setiap anggota keluarga harus menjalankan peran, hak dan kewajiban secara utuh. Jika dalam sebuah keluarga saling memelihara dan menjalankan hak dan kewajiban secara baik dan benar, insya Allah kemashlahatan akan tercapai. Jika anggota keluarga mengetahui akan tanggung jawabnya, maka ketahanan keluarga akan tetap terwujud meskipun dihadapkan pada problematika yang Ketika terjadi pengingkaran terhadap hak-hak dan kewajiban terhadap masing-masing individu, maka ketahanan keluarga akan goyah. Dengan mengetahui hal tersebut, pentingnya Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 strategi atau sebuah program yang khusus dirancang dalam meningkatkan ketahanan Berdasarkan hal tersebut, implementasi program tribina yaitu Bina Keluarga Balita (BKB). Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang. Implementasi BKB di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang, telah terlaksana sejak Agustus 2017, program ini berjalan dengan lancar meskipun mengalami berbagai hambatan misalnya ketika pertemuan, balita tidak mau mengikuti pembinaan sampai selesai. Pertemuan BKB di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang, dilaksanakan setiap dua pekan sekali . kali/ bula. yaitu di pekan pertama dan pertengahan bulan, sehingga seluruh materi dapat dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan. Lokasi pertemuan BKB ini ditentukan secara musyawarah antara kader dan peserta BKB, biasanya dilakukan di aula kelurahan atau di salah satu rumah anggota BKB. Media pendukung BKB terdiri dari modul pembinaan berupa Bahan Penyuluhan Bina Keluarga Balita Bagi Kader: Menjadi orangtua hebat dalam mengasuh anak . -6 tahu. APE KIT. Kartu Kembang Anak (KKA) dan Buku Bacaan Bagi Orangtua: Menjadi Orangtua Hebat Dalam Mengasuh Anak . -6 tahu. Adapun mekanisme pembinaan terdiri dari: Pembukaan. penyampaian materi pertemuan dan tanya jawab. memainkan media pendukung berupa alat KIE dan penutup. Materi yang diberikan ketika pembinaan adalah materi yang sesuai dengan modul pembelajaran di Bina Keluarga Balita (BKB). Media yang digunakan dalam penyampaian materi adalah APE Kit. Adapun materi pembinaan Bina Keluarga Balita (BKB) adalah sebagai berikut: Pada Pertemuan pertama, materi yang disampaikan adalah pemetaan situasi kesejahteraan balita . esehatan, pendidikan, pengasuhan dan perlindungan ana. Pada pertemuan kedua, materinya adalah merencanakan hidup berkeluarga sebagai bentuk harapan orang tua terhadap masa depan anak Pada pertemuan ketiga, materinya adalah memahami konsep diri untuk positif dan konsep pengasuhan anak Pada pertemuan keempat, materinya adalah peran orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan Pada pertemuan kelima, materinya adalah menjaga kesehatan balita Pada pertemuan keenam, materinya adalah pemenuhan gizi balita Pada pertemuan ketujuh, materinya adalah membiasakan perilaku hidup bersih serta sehat (PHBS) untuk anak balita Pada pertemuan kedelapan, materinya adalah stimulasi perkembangan dan komunikasi aktif, komunikasi pasif serta kecerdasan Pada pertemuan kesembilan, materinya adalah stimulasi perkembangan dan kemampuan menolong diri sendiri serta tingkah laku sosial Pada pertemuan kesepuluh, materinya adalah pengenalan kesehatan reproduksi untuk Pada pertemuan kesebelas, materinya adalah perlindungan dan partisipasi balita Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Pada pertemuan kedua belas, materinya adalah menjaga balita dari pengaruh media Pada pertemuan ketiga belas, materinya adalah pembentukan karakter balita Implementasi BKR di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang, telah terlaksana sejak Agustus 2017 serta berjalan dengan lancar meskipun mengalami berbagai hambatan misalnya remaja yang sulit untuk diajak pertemuan karena lebih memilih bermain hp. Pembinaan BKR di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang dilaksanakan setiap dua pekan sekali . kali/ bula. yaitu di minggu pertama dan pertengahan bulan, sehingga seluruh materi dapat diselesaikan. Lokasi pertemuan BKB ini ditentukan secara musyawarah bersama antara kader dan peserta, biasanya di aula musholla atau di salah satu rumah anggota BKR. Mekanisme dalam pertemuan Bina Keluarga Remaja (BKR) dilakukan pada 1-2 kali dalam 1 bulan . wal dan pertengahan bula. Adapun tempatnya dilakukan pada lokasi yang mudah dijangkau, seperti aula mushollah atau masjid atau rumah anggota BKR. Sedangkan sasarannya adalah keluarga yang memiliki remaja dan remaja. Mekanisme pembinaan terdiri dari: pembukaan . embukaan, kata sambutan, do. enyampaian materi sesuai dengan materi pembinaan Bina Keluarga Remaja (BKR) dan tanya jawa. Penutup . emainkan media pendukung berupa alat KIE remaja dan penutu. Program Bina Keluarga Remaja (BKR) sebagai sebuah program yang dilaksanakan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga berupa pembinaan kepada remaja, untuk memberikan bimbingan, arahan dan motivasi kepada remaja dalam upaya mencegah pernikahan dini dan mempersiapkan diri, sehingga menjadikan remaja tersebut menjadi generasi yang berkualitas serta terhindar dari pernikahan dini,napza dan seks bebas. Adapun data yang diperoleh terkait implementasi program tribina yang dilakukan di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang dapat dlihat pada table 1 berikut: Tabel 1. Materi Pembinaan Bina Keluarga Remaja (BKR) Materi Pokok Sub Materi Metode Alat Kesehatan Remaja Pubertas. Seksualitas. Reproduksi. Kesehatan & Gizi Remaja. Perilaku Beresiko. Tindakan Berbahaya Menggambar tubuh,Diskusi,Ceramah. Permainan. Tanya Jawab Buku Pedoman,Lembar Balik,Permainan Ular Tangga,Roda Menstruasi Perencanaan Berkeluarga Kesiapan untuk berkeluarga. Motivasi, nasihat dan tanya Tugas dan Perkembangan jawab Fungsi Keluarga. Pengasuhan keluarga yang Buku Pegangan. Lembar Balik. Infografis. Kontrasepsi Sumber: Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang, 2022 Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Dari table 1 di atas bahwa materi yang diberikan ketika pembinaan adalah materi yang sesuai dengan modul pembelajaran di Bina Keluarga Remaja (BKR). Pembahasan materi disesuaikan dengan usia remaja yang mengikuti pembinaan. Metode yang digunakan seperti menggambar, diskusi, permainan dan tanya jawab yang akan menarik minat remaja agar tertarik mendengarkan materi. Media yang digunakan dalam penyampaian materi adalah APE Kit. Implementasi BKL di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang, telah terlaksana sejak Agustus 2017 serta berjalan dengan lancar meskipun mengalami berbagai hambatan misalnya ketika pertemuan, ada lansia yang sakit sehingga tidak mengikuti pembinaan hingga selesai. Pertemuan BKB diKampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang dilaksanakan setiap dua pekan sekali . kali/ bula. yaitu di pekan pertama dan pertengahan bulan, sehingga seluruh materi dapat Lokasi pertemuan BKL ini ditentukan secara musyawarah bersama antara kader dan peserta, biasanya di salah satu rumah anggota BKL. Adapun mekanisme pembinaan terdiri dari: Pembukaan. Sebelum memulai pembinaan BKL di Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan 1 ilir, terlebih dahulu dilakukan: Senam lansia atau olahraga . Pemeriksaan kesehatan sederhana yaitu pengukuran berat dan tinggi badan,denyut nadi dan tekanan darah. Kemudian lansia yang bermasalah dirujuk ke Puskesmas. Curahan Hati (Curha. yang membahas mengenai semua permasalahan baik yang dihadapi oleh lansia ataupun keluarga lansia, permasalahan yang berhadapan dengan penerapan dimensi lansia tangguh dan selalu mengingatkan anggota keluarga lansia dalam keikutsertaan ber-KB. Inti. Penjelasan materi oleh kader dengan menggunakan media atau alat bantu yaitu BKL-Kit, sesuai dengan topik materi pada pertemuan tersebut dengan menggunakan pendekatan pendidikan orang dewasa, pembahasan muatan lokal dengan metode diskusi, hindari komunikasi satu arah dan beri kesempatan bertanya. Penutup . emainkan media pendukung berupa alat KIE dan penutu. Pada program Bina Keluarga Lansia (BKL) juga dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin meliputi pengukuran berat badan,tinggi badan, pemeriksaan tensi darah, gula darah, dan kadar kolestrol serta pemberian makanan bergizi . Program ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melalui posyandu lansia yang dilaksanakan setiap 1 kali/bulan di setiap awal bulan di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Palembang. Selain kegiatan sebagaimana di atas, ada juga kegiatan lanjutan yang dilakukan BKL yaitu: pembinaan, silaturahmi keluarga, kunjungan anggota, rujukan dan melakukan pencatatan monitoring, laporan dan evaluasi. Selanjutnya kegiatan pengembangan yaitu: bina kesehatan fisik seperti olahraga ringan dan senam serta pemberian makanan tambahan (PMT). bina sosial dan lingkungan, seperti rekreasi dan penbersihan lingkungan. spiritual seperti kegiatan keagamaan dan sosial. dan bina peningkatan usaha ekonomi, seperti UPPKS. UKM dan Koperasi. Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Program Tribina dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan 1 Ilir Palembang mempunyai fungsi sebagaimana berikut: Fungsi keagamaan Agama adalah kebutuhan fitrah bagi manusia dalam memberikan pedoman dan prinsip hidup sebagai tujuan dari kehidupan manusia dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika setiap anggota keluarga mempunyai pemahaman terhadap agama maka keluarga tersebut akan hidup sakinah,mawaddah warohmah (Afriyani et al. , 2. Fungsi keluarga sebagai tempat pertama seorang anak dalam mengenal, menanamankan dan menumbuhkan serta mengembangkan nilai-nilai agama, sehingga bisa menjadi insan-insan yang agamis, berakhlak baik dengan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orangtua berperan dalam menanamkan nilai agama sekaligus memberi identitas agama kepada anaknya. Agama menjadi fungsi vital dalam menjaga stabilitas keluarga. Bagi banyak keluarga, agama membantu dalam mengatasi situasi dan krisis yang sulit, dan memberikan harapan di saat-saat ekonomi sangat membutuhkan. Berdasarkan hasil wawancara bersama Ustadz H. Ahmad Fauzi Idzhom selaku tokoh agama, beliau memberikan deskripsi tentang fungsi keagamaan, sebagai berikut : AuKeluarga dikembangkan untuk mampu menjadi lingkungan utama dalam membawa seluruh anggotanya melaksanakan ibadah dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Kegiatan keagamaan disini sangat banyak ada kegiatan rutin seperti yasinan,tahlilan, pembacaan ratib, cawisan, pengajian, hadroh, serta kegiatan perayaan hari besar islam dan kegiatan yang lain. Kegiatan keagamaan diikuti oleh seluruh kalangan, baik anak-anak,remaja hingga lansia. Manfaat dari mengikuti kegiatan keagamaan adalah untuk meningkatkan keimanan,ketakwaan serta memperbaiki akhlak dan sikap spiritualisme dalam kehidupan. Dalam implementasi program tribina, dilaksankannya fungsi keagamaan misalnya ketika pembinaan, diingatkan untuk pemenuhan hablumminallah dan habblumminannas serta kegiatan rutin yang dilakukan 3 kali/perminggu yaitu pengajian ibuibu,pengajian bapak-bapak dan pengajian anak-anak serta remaja, serta tribina juga memfasilitasi untuk mencarikan guru agama atau ustadz bagi lansia yang ingin mempelajari ilmu agama dan mempraktikkan amaliyah agama untuk diri sendiri,keluarga dan Masyarakat. Ay Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah setiap hari rabu,jumAoat dan minggu. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan tokoh agama. Hambatan dari kegiatan ini adalah saat lansia atau anak-anak yang sakit sehingga kegiatan tidak terlaksana secara Kegiatan keagamaan ini sangat didukung oleh keluarga dan masyarakat yang ikut memberikan dukungan berupa peralatan ibadah,konsumsi,tempat dan buku Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dengan memberikan bimbingan kepada anak-anak, remaja hingga lansia. Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Fungsi Sosial Budaya Fungsi sosial budaya artinya keluarga sebagai sarana utama dalam aktivitas pembinaan dan penanaman nilai-nilai luhur sosial dan budaya yang selama ini menjadi dasar kehidupan. Dengan menerapkan fungsi sosial budaya dalam keluarga, nilai-nilai luhur yang selama ini sudah menjadi dasar dalam kehidupan bangsa akan tetap terlaksana dan lestari sehingga nilai-nilai tradisional mssyarakat Indonesia dapat terus dilestarikan (DPPKB, 2. Perkembangan nilai-nilai sosial budaya pada masyarakat apalagi pada era modernisasi saat ini, telah mengalami banyak perubahan karena masuknya nilai-nilai sosial budaya yang berasal dari luar, sehingga nilai-nilai sosial budaya masyarakat Indonesia sudah semakin bebas dan menyebabkan kurang dilestarikannya nilai-nilai sosial budaya dalam masyarakat. Dalam program tribina, terdapat fungsi sosial budaya yang terlaksana dalam bentuk program dan aktivitas pembinaan yang dilakukan. Berdasarkan hasil wawancara bersama Ibu Silaturahmi selaku kader program tribina, beliau memberikan deskripsi fungsi sosial budaya sebagai berikut: AuKeluarga merupakan sarana dalan menanamkan nilai-nilai sosial budaya, sebagai lingkungan sosial pertama dikenal oleh anak. Di dalam interaksi keluarga inilah mulai terbentuknya penanaman nilai sosial budaya yang biasa dilakukan dalam keluarga melalui pola perilaku,interaksi,komunikasi,kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku di lingkungan sosial keluarga dan lingkungan sekitar. Interaksi yang terjadi di dalam keluarga akan mengajarkan anak bahwa manusia sebagai individu serta mahluk sosial, harus dapat beradaptasi dengan kehidupan sosial dengan cara berbuat baik serta mempelajari adat istiadat dan budaya disekitar lingkungan masyarakat. Melalui peran orang tua, maka anak akan belajar untuk menjalankan peran yang akan berguna dalam lingkungan masyarakat. Pada program tribina khsususnya program BKR dan BKL dalam setiap kegiatan pembinaan diberikan pengetahuan mengenai pentingya menjalin hubungan sosial dan mempertahankan budaya Palembang, melalui program pembinaan kreatifitas remaja dan lansia dalam membuat songket,anyaman,makanan tradisional Palembang serta kegiatan gotong royong yang diadakan secara rutin. Ay Fungsi sosial budaya dapat dilihat dari kegiatan seperti gotong royong yang diadakan1 kali/2 minggu, senam sehat lansia 1 kali/minggu, pelatihan membuat makanan tradisional Palembang diadakan 1 kali/bulan, membesuk anggota lansia yang sakit, tradisi ruwahan 1 kali/tahun, pelatihan daur ulang barang bekas 1 kali/minggu, tradisi ngobeng ngidang. Aktivitas tersebut bertujuan untuk menjalin hubungan sosial dan keakraban serta mempertahankan budaya Palembang. Fungsi Perlindungan Fungsi perlindungan dapat dilakukan oleh seluruh anggota keluarga . yah,ibu,ana. dengan memposisikan diri sebagai pelindung bagi seluruh anggota keluarga dari ancaman . baik yang berasal dari internal ataupun eksternal Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 lingkungan keluarga. Keluarga berfungsi sebagai tempat berlindung bagi seluruh anggota keluarga. Dalam hal ini, bahwa keluarga harus memberikan rasa aman,nyaman serta tentram bagi selutuh anggota keluarga. Islam menjelaskan bahwa tujuan membentuk keluarga adalah menciptakan sakinah . , mawaddah . dan rahmah . asih sayan. Pertama, fungsi perlindungan dalam keluarga dapat memenuhi kebutuhan rasa aman bagi seluruh anggota keluarga, sehingga merasa nyaman, tenang dan bahagia. Kedua, menjaga keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang datang dari luar. Ketiga, membina dan menjadikan stabilitas dan keamanan keluarga sebagai modal menuju keluarga berkualitas. Keluarga harus membina keharmonisan hubungan antar anggotanya sehingga tidak ada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan maupun anak baik fisik maupun psikis. Berdasarkan hasil wawancara bersama Bapak Leman selaku Tokoh Masyarakat, beliau memberikan deskripsi mengenai fungsi perlindungan, yaitu : AuDalam program tribina ini, ada fungsi perlindungan yang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan ketahanan keluarga, implementasinya yaitu pembinaan terhadap pentingnya memenuhi peran dalam masing-masing anggota keluarga, yaitu pembinaan terhadap keluarga yang memiliki balita (BKL) untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan balita, pembinaan terhadap keluarga yang memiliki remaja (BKR) untuk melindungi remaja dari pergaulan bebas serta melindungi remaja dari pernikahan dini, pembinaan terhadap keluarga yang memliki lansia (BKR) untuk melindungi lansia dari penyakit lansia serta waktu yang tidak produktif. Kegiatan tersebut dilakukan 2 kali/bulan dan implementasi nya dapat meningkatkan ketahanan keluarga. Ay Fungsi Cinta dan Kasih Sayang Fungsi keluarga dalam menanamkan rasa cinta dan kasih sayang yang kokoh terhadap hubungan suami dan istri, orang tua dan anak-anak, anak dengan anak, dan hubungan sosial keluarga dengab tetangga sekitar, sehingga keluarga menjadi wadah bersemainya kehidupan yang penuh akan cinta dan kasih. Fungsi kelurga dalam menumbuhkan cinta dan kasih sayang sebagai tempat berlindung keluarga dalam menumbuhkan rasa aman dan tentram serta kehangatan bagi setiap anggota Syamsul Mujahidin. AyBuku Seri Orang Tua: Penguatan Ketahanan Keluarga". Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat NTB, 2017, 35 Berdasarkan hasil wawancara bersama Ibu Elly Karlina selaku Kader Tribina, beliau memberikan deskripsi mengenai fungsi cinta dan kasih sayang bahwa AuKegiatan tribina ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan cinta dan kasih sayang. Orang tua diberikan edukasi terkait merawat balita, pembinaan dan cara Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 berkomunikasi dengan remaja, masalah kesehatan reproduksi hingga bagaimana mengatasi problematika yang dihadapi oleh remaja, anggota keluarga dan lansia juga dapat memanfaatkan waktunya dengan baik serta menjaga lansia dari penyakit lansia sehingga munculnya peningkatan ikatan emosional yang berdampak pada meningkatnya cinta dan kasih sayang antara orang tua dan balita, orang tua dan remaja serta lansia . Ay Fungsi Reproduksi Fungsi reproduksi menjadi salah satu indikator dalam ketahanan keluarga. Ketika sebuah keluarga merencanakan akan melahirkan sebuah generasi . , maka aspek yang paling penting adalah mengatur dan merencanakan jarak kelahiran. Fungsi reproduksi juga berperan dalam menjaga remaja agar menjauhi seks bebas dan terhindar dari pernikahan dini. Pentingya pengetahuan reproduksi yang seharusnya bukan menjadi hal yang tabu karena remaja biasanya memiliki sikap dan pemikiran kritis dalam mengeksplor bagian reproduksinya sehingga peran orang tua sangat penting dalam membimbing remaja untuk mengetahui alat reproduksi. Berdasarkan hasil wawancara bersama Ibu Yani selaku Kader Tribina, beliau memberikan deskripsi mengenai fungsi reproduksi, sebagai berikut : AuDalam program tribina, khususnya BKL dan BKR pada posyandu diberikan edukasi mengenai pentingnya mengatur jarak antar kelahiran anak secara berencana, dengan memahami bahwa pentingnya aspek kesehatan reproduksi serta pembinaan pengetahuan seks kepada remaja yang memasuki usia pranikah, sehingga diharapkan anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi penerus yang berkualitas juga dilakukannya penyuluhan yang dilakukan 1 kali/bulan di akhir bulan, penyuluhan tersebut mengenai alat kontrasepsi (KB) dan mengatur jarak kehamilan . Ay Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan Keluarga memliki peran utama dalam mewujudkan fungsi sosialisasi dan Fungsi ini menjadi salah satu indikator dalam meningkatkan ketahanan keluarga, karena adanya implementasi dalam mempraktikkan nilai-nilai sosial dalam keluarga, norma yang berlaku di masyarakat serta memberikan pendidikan kepada seluruh anggota keluarga. Fungsi sosialisasi sebagai strategi pentingnya hubungan sosial dalam masyarakat, karena di era modernisasi, mayoritas remaja memilih bermain Hp dibandingkan bersosialisasi dengan temannya. Kecanggihan Hp membuat mayoritas remaja malas untuk belajar karena memilih bermain game. Berdasarkan hasil wawancara bersama Ibu Hj. Ratnawati selaku Ketua Kampung Kaluarga Berkualitas Mawar, beliau memberikan deskripsi mengenai fungsi sosialisasi dan pendidikan, sebagai berikut : AuKetika adanya sosialisasi dari tribina, anak-anak remaja kami mendapatkan wawasan dan wejangan, misalnya adanya sebuah sosialisasi dalam menghadapi permasalahan remaja dengan dibangunnya Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 sebuah komunikasi yang efektif terkait permasalahan remaja berupa fisik, intelektual, kesehatan reproduksi, mental, emosional, moral bahkan spiritual. Kemudian di program BKB dan BKR adanya bimbingan dalan melakukan pengasuhan terhadap anak sesuai dengan tingkatan usia, melatih keterampilan serra membentuk karakter anak sesuai dengan bakat dan minat, serta mempersiapkan anak menjadi anak yang tangguh di masa yang akan datang. Ay Fungsi Ekonomi Kemandirian sebuah keluarga dalam aspek ekonomi sebagai salah satu indikator ketahanan keluarga. Fungsi ekonomi dapat terealisasikan apabila ekonomi dalam sebuah keluarga itu dapat memenuhi semua kebutuhan keluarga, baik kebutuhan primer, kebutuhan sekunder ataupun kebutuhan tersier. Langkah-langkah manajemen keuangan keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar, sebagai Menganalisis manajemen keuangan. Manajemen keuangan keluarga kebutuhan . %). Cicilan atau pendidikan . %). Sedekah atau infak . ,5%). Dana darurat . %). Hiburan . ,5%) Mendiskusikan dengan pasangan tentang tujuan keuangan dibagi menjadi 3 tahap yaitu jangka pendek . ibawah satu tahu. , jangka menengah . -5 tahu. , jangka panjang . iatas 5 tahu. Memahami pengeluaran prioritas dan menjauhi boros Mempersiapkan penghasilan tambahan apabila penghasilan utama belum memenuhi kebutuhan keluarga Disiplin dalam pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil wawancara bersama Ibu Rosidawati selaku anggota BKL, beliau memberikan pendapat mengenai fungsi ekonomi dalam keluarga, sebagai berikut: AuAlhamdulillah, di tribina ini kami juga diajarkan dalam mengelola perekonomian keluarga, contohnya ibu berjualan stik keju, kue kembang goyang, pempek serta makanan tradisonal khas Palembang, dalam setiap acara pameran dan buka orderan juga. Melalui program uppks ini kami lansia menjadi lebih semangat dan produktif dalam memanfaatkan waktu lansia kami dengan mengikuti kegiatan perekonomian dari tribina. Bukan hanya itu, dalam meningkatkan perekonomian, anak-anak kami . eorang istr. juga diajarkan mengontrol keuangan keluarga menjadi lebih baik. Kami juga diajarkan dalam mengelola limbah rumah tangga contohnya dalam membuat pupuk organik,kerajinan tangan dari koran bekas dibuat keranjang,kotak tisu serta memanfaatkan botol bekas menjadi vas bunga, kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap 1 kali/bulan. Ay Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Fungsi Pembinaan Lingkungan Dalam fungsi pembinaan lingkungan, sebuah keluarga diharapkan dapat memelihara kelestarian lingkungan, agar lingkungan tetap terjaga dan berfungsi sebagaimana mestinya. Pembinaan lingkungan diharapkan dapat memberikan keadaan lingkungan yang optimal sejak sekarang hingga dimasa yang akan datang. Pembinaan lingkungan diharapkan masyarakat dapat melestarikan lingkungannya agar terhindar dari kerusakan dan bencana yang diakibatkan oleh kelalaian manusia. Berdasarkan hasil wawancara bersama Ibu Hamida selaku anggota program tribina, beliau memberikan pendapat mengenai fungsi pembinaan lingkungan sebagai berikut : AuDalam program tribina adanya program pembinaan lingkungan, dalam tribina diajarkan mengenai lingkungan hidup yang sejuk, sehat dan penuh kenyamanan ditandai dengan terjaganya kebersihan di dalam dan di luar rumah dengan mengadakan gotong royong setiap 2 minggu dan menanam tanaman di tempat tinggal dengan tanaman hias dan herbal, tanaman produktif seperti buah dan sayur-sayuran. Secara non fisik, lingkungan yang sejuk, sehat dan penuh kenyamanan ditandai dengan harmonisnya hubungan antar anggota keluarga, keluarga dengan keluarga lainnya dan keluarga dengan masyarakat sekitarnya. Ay Implementasi Program Tribina Dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Menurut Perspektif Maslahah Mursalah Ketahanan keluarga dalam studi Al-Ahwal Syakhsiyah menjadi salah satu hal yang penting untuk dikaji, karena ketahanan keluarga merupakan pondasi awal dalam menciptakan keluarga yang ideal yang berlandaskan syariat islam. Kohesi hukum Al-Ahwal Syakhsiyah dalam persoalan individu melingkupi perkawinan, perwalian, perwakafan, wasiat, warisan, hibah, nafkah, dan hadzonah (Lubis, 2. Dalam sebuah keluarga terdiri dari suami, istri, anak serta anggota keluarga lainnya yang memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Suami dan istri wajib memelihara ketahanan keluarga melalui fungsi dan peran masing-masing anggota keluarga. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kemaslahatan dalam sebuah keluarga yaitu sakinah,mawaddah, wa rahmah. Kemashlahatan disini dari berbagai aspek yakni religi, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, cinta kasih, reproduksi dan lingkungan yang baik (Husnah, 2. Apabila setiap anggota keluarga sadar akan tanggungjawab dalam keluarga, maka akan terbentuk ketahanan dalam menghindari permasalahan baik yang timbul karena indvidu ataupun kelompok. Saat terjadi pengkhianatan akan tanggung jawab dalam rumah tangga, dapat berakibat goyahnya ketahanan keluarga. Dalam Islam, setiap pengingkaran terhadap hak dan kewajian antara anggota keluarga akan berakibat terhadap dosa dan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat Konsep keluarga dalam islam bahwa untuk dapat membangun rumah tangga harus membawa maslahah, baik bagi suami istri, anak-anak, anggota keluarga dan bagi masyarakat Dalam hukum islam, membangun keluarga sakinah adalah kewajiban dan termasuk Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 maslahat daruriyat. Oleh sebab itu, setiap umat muslim wajib untuk menjaga dan melestarikan hubungan dalam keluarga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Keluarga diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang terbentuk dari beberapa komponen yang menopangnya. Konstruksi keluarga harus disiapkan untuk menunjang kekuatan dan kekokohan bangunan keluarga. Keluarga merupakan pendidikan yang utama sehingga peranannya sangat penting dalam masyarakat. Kegagalan pendidikan pada usia dini, secara otomatis memberi pengaruh pada jenjang pendidikan selanjutnya. Keluarga menjadi tempat yang strategis dalam membangun karakter mansusia. Keluarga sakinah dalam al-Qur`an termaktub dalam surah Ar-Rum ayat 21 yang artinya: AuDan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. Ay Berdasarkan ayat tersebut, dapat diketahui bahwa istilah sakinah digunakan Al Quran untuk menggambarkan ketahanan keluarga. Keluarga yang tentram. adalah keluarga yang berawal dari rasa cinta . yang dimiliki oleh suami dan istri, kemudian berkembang menjadi kasih sayang . antara setiap anggota keluarga sehingga terciptanya ketahanan keluarga. Keluarga sebagai komunitas inti dalam masyarakat, mempunyai peran penting yang mendesak dalam menentukan kualitas masyarakat, dikarenakan keluarga merupakan lingkungan utama dalam pembinaan, pertumbuhan, menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan kepribadian individu, diharapkan dapat berperan kompleks dalam menghadapi problematika kehidupan masyarakat di era modernisasi saat ini. Maslahah mursalah sebagai sebuah metode ijtihad dalam rangka untuk menggali hukum . , mempunyai tujuan utama dalam mengkaji berbagai macam aspek kehidupan manusia, selain itu sebagai upaya sungguh-sungguh dari para ulama . untuk menggali hukum-hukum syaraAo sehingga dapat di implementasikan dalam kehidupan Untuk mengkaji serta mencari solusi dalam menemukan sebuah pedoman hukum yang tidak ada nya dalil nya, maka maslahah mursalah dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam berijtihad (Arifiani, 2. Mashlahat atau kemashlahatan adalah tujuan pokok dari pensyariAoatan hukum Islam, sehingga adanya sebuah kalimat ( ANEE EI AI EIAEA A )EI UIIAartinya di mana ada mashlahat di situ ada hukum Allah. Dari definisi tersebut selagi hal-hal tersebut tidak bertentangan terhadap prinsip-prinsip hukum islam, maka dapat dijadikan pertimbangan dalam menetapkan hukum Islam (Romli, 2. Salah satu prinsip umum dan kaidah dasar yang digunakan Islam yaitu setiap tujuan pokok dalam melakukan pensyariAoatan hukum Islam tujuannya untuk mewujudkan kemashlahatan . alb al-masali. (Asrofi et al. , 2025. Ifrohati & Sintri, 2023. Oktavianti et , 2. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan perspektif maslahah mursalah. karena dianggap tepat dalam melakukan istinbath hukum melalui analisa dan pembahasan data baik data primer, sekunder ataupun tersier yang dilakukan secara mendalam terhadap Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 permasalahan yang diteliti, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat serta menghindarkan mudharat. Dengan mempertimbangkan asas kepada pengistinbatan sesuatu hukum, harus memenuhi persyaratan bahwa program tribina merupakan program yang sesuai dengan istibath hukum dengan metode maslahah mursalah yang bersifat daryriyyah, dengan pertimbangan sebagai berikut: Kemaslahatan itu memenuhi Al-Maqashid Al-Khamsah kemaslahatan itu merupakan kemaslahatan yang memang tidak ada dalil yang Kemaslahatan itu bukan hal yang samar-samar atau perkiraan dan rekayasa atau Kemaslahatan tersebut hendaklah yang bersifat umum untuk kepentingan banyak orang (Barkah & Andriyani, 2020. Jauhar, 2017. Rohman, 2019. Romli, 2. Sebagai upaya mewujudkan Al-Maqashid Al-Khamsah (Agama. Jiwa. Akal. Keturunan, dan Hart. , tribina mempunyai program serta aktivitas dalam memberikan edukasi dan pembinaan sebagai bentuk dalam mewujudkan kemaslahatan demi tercapainya ketahanan keluarga. Program tribina berperan penting dalam meningkatkan ketahanan keluarga melalui lima aspek utama. Pertama, memelihara agama . d-di. dilakukan dengan pengajian, doa, pembiasaan ibadah, serta keteladanan orang tua agar keluarga memiliki pondasi iman yang kuat. Kedua, memelihara jiwa . l-naf. diwujudkan dengan pemberian motivasi, nasihat, layanan curhat, serta stimulasi otak bagi balita dan lansia untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Ketiga, memelihara akal . l-Aoaq. melalui edukasi, permainan edukatif, senam otak, dan pendampingan remaja maupun lansia agar akal tetap sehat dan Keempat, memelihara keturunan . l-nas. dilaksanakan lewat program pranikah, kesehatan reproduksi. KB, serta posyandu yang bertujuan menjaga kualitas Kelima, memelihara harta . l-ma. dengan edukasi manajemen keuangan, usaha produktif, pemanfaatan barang bekas, serta akses modal agar harta dikelola secara halal, bermanfaat, dan tidak boros. Dengan kelima upaya ini, tribina mendorong terciptanya keluarga yang beriman, sehat, cerdas, sejahtera, dan berdaya tahan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, bahwa tidak adanya dalil atau nash yang menolak dengan adanya program tribina,sehingga terdapat banyak kemaslahatan yang dihajatkan untuk banyak orang serta keberadaannya sejalan dengan tujuan syariat. Abdul Karim Zaidan dan Muhammad Abu Zahrah mengatakan bahwa dengan adanya sebuah maslahat yang telah sesuai dengan tujuan-tujuan syaraAo yang bersifat daruri. Dengan dilakukannya pembinaan, aktivitas serta kegiatan yang tidak melanggar syariat Islam, sesuai dengan kaidah maslahah yaitu AuMaslahat mursalah adalah maslahat yang tidak disebutkan oleh nash baik penolakannya maupun pengakuannyaAy (Romli, 2. Program tribina mempunyai kemaslahatan dalam membina dan memelihara persoalan yang daruri, yaitu terpeliharanya agama, jiwa, harta, keturunan dan akal. Dalam program ini, telah sesuai serta tidak bertentangan dengan syariat Islam. Sesuai dengan syarat-syarat maslahah mursalah yaitu sesuatu dapat dijadikan hujjah apabila tidak bertentangan dengan syariat Islam. Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Program tribina merupakan program resmi dari BKKBN, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga melalui pembinaan terhadap keluarga yaitu Bina Keluarga Balita (BKB). Bina Keluarga Remaja (BKR). Bina Keluarga Lansia. Dapat disimpulkan bahwa tujuan dari program ini adalah untuk menjaga keluarga dan kemaslahatan dalam masyarakat. Dalam program ini tujuannya adalah untuk memelihara diri dan keluarga dengan dilakukannya pembinaan,aktivitas serta kegiatan yang bermanfaat seperti kegiatan posyandu balita, sosialisasi terhadap permasalahan remaja, adanya komunitas PIK R, pembinan terhadap lansia, posyandu lansia, kegiatan keagamaan serta dalam bidang ekonomi dengan kegiatan UPPKS selain itu tidak hanya sosialisasi dan kegiatan semata namun, diiringi dengan peran nyata para kader untuk membimbing selain itu meningkatkan prestasi kampung dalam perlombaan yang diadakan oleh BKKBN. Implementasi tribina dalam masyarakat mencakup seluruh elemen masyarakat yaitu balita,remaja hingga lansia. Pembinaan yang dilakukan terhadap ketiga elemen dengan dilibatkannya peran orang tua atau anggota keluarga lain. Dalam islam, sesuai dengan kandungan Qs. At-Tahrim ayat 6, sebagai bentuk dari menjaga diri, keluarga dan masyarakat dari api neraka. Program ini bersifat umum diikuti oleh balita, remaja hingga lansia hingga masyarakat sekitar. Dari hasil penelitian bahwa program ini sangat penting untuk banyak orang dalam memelihara kelima unsur pokok manusia yaitu memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta yang bertujuan dalam mencapai maqashid syarAoiyyah . ujuan-tujuan syaraA. Maslahah yang dicapai dalam program ini juga sesuai dengan 8 fungsi keluarga yang tertera dalam Pasal 7 ayat . Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga. Program tribina ini termasuk maslahah daryriyyah yang dibutuhkan untuk menyempurnakan kebutuhan pokok. Kemaslahatan ini untuk menjaga al-Mashalih alKhams (Agama. Jiwa. Akal. Keturunan, dan Hart. yang mana hal tersebut sesuai dengan 8 fungsi keluarga yang menjadi indikator terwujudnya peningkatan dalam ketahanan keluarga, dengan tercapainya tujuan al-Mashalih al-Khams yaitu kelima unsur pokok yang akan berpengaruh besar terhadap keseimbangan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Jika tujuan dari kemaslahatan ini tidak ada, maka akan timbul kerusakan dalam kehidupan dunia dan akhirat dalam masyarakat. Program ini tidak menimbulkan kemudharatan karena memang dalam sistematika dan implementasinya telah sesuai dengan aturan yang berlaku, baik dalam sistem hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ataupun dalam konsep agama yaitu maslahah mursalah. Jadi, keputusan dibentuknya program tribina di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang adalah sangat bermanfaat baik untuk keluarga, masyarakat hingga pemerintah dengan meningkatnya ketahanan keluarga serta tercapai tujuan maslahat dalam program tribina serta meminimalisir kemudharatan yang dirasakan oleh masyarakat Kelurahan 1 ilir Kecamatan Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal Of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Ilir Timur II Kota Palembang. Meskipun masih ada kekurangan dalam program tersebut, tetapi setidaknya tidak ada kemudaratan yang dirasakan oleh masyarakat Simpulan Implementasi program tribina dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas Mawar Kelurahan 1 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang, meliputi Bina Keluarga Balita (BKB). Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL), ketiga pembinaan tersebut telah memenuhi indikator dalam meningkatkan ketahanan keluarga karena telah sesuai dengan 8 fungsi keluarga yaitu . Fungsi Agama, . Fungsi Sosial Budaya, . Fungsi Cinta Kasih, . Fungsi Perlindungan, . Fungsi Reproduksi, . Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, . Fungsi Ekonomi, . Fungsi Pembinaan Lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan pembinaan, penyuluhan serta aktivitas yang telah dilakukan para kader, anggota tribina dan masyarakat yang sesuai dengan 8 fungsi keluarga dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Implementasi program tribina dalam meningkatkan ketahanan keluarga perspektif maslahah mursalah bahwa program tribina yaitu Bina Keluarga Balita (BKB). Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) merupakan Maslahah Daryriyyah yang dibutuhkan untuk menyempurnakan kebutuhan pokok manusia dalam menjaga Al-Mashalih Al-Khams . emelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara keturunan dan memelihara hart. yang mana hal tersebut sesuai dengan 8 fungsi keluarga yang menjadi indikator terwujudnya peningkatan dalam ketahanan keluarga. Referensi Afriyani. Napisah, & Huzaimah. Pernikahan Sakinah Mawaddah Warahmah Bagi Penyandang Tunanetra (Studi Kasus Kampung Tunanetra Kecamatan Ilir Timur 2 Palemban. 2, 16. Arifiani. Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursalah dan Hukum Perkawinan di Indonesia. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 8. , 533Ae554. https://doi. org/10. 15408/sjsbs. Asrofi. Zulfahmi. , & Nasution. Telaah Maqashid Syariah terhadap Penerapan Sanksi Kebiri Kimia bagi Pelaku Pedofilia. Journal of Sharia and Legal Science, 3. , 1Ae12. https://doi. org/10. 61994/jsls. Barkah. , & Andriyani. Maqashid Al-SyariAoah Concept Of KafaAoah In Marriage. Nurani: Jurnal Kajian SyariAoah Dan Masyarakat, 20. , 107Ae116. https://doi. org/10. 19109/nurani. Dewi. HAK. , & Yuliana. Upaya Keluarga Pra-Sejahtera dalam Mempertahankan Keharmonisan Keluarga Pada Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Hukum Keluarga Islam. Journal of Sharia and Legal Science, 1. , 29Ae36. https://doi. org/10. 61994/jsls. DPPKB. Buku Saku Program Kencana. DPPKB (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemerintah Kota Palemban. Gunawan. Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik. Bumi Aksara. Nyayu Rahmah Nurjannah et. al (Implementasi Program Tribina dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Perspektif Maslahah Mursala. Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 2 August 2025, 228 - 244 Husnah. Konsep Ketahanan Keluarga KEMENpA Dalam Perpektif Ekofeminisme Greta Claire Gaard Dan Maqashid Syariah Jamaludin Athiyah. Pascasarjana UIN Khas Jember. Ifrohati, & Sintri. Relevansi Pencatatan Nikah Sirri dalam Kartu Keluarga Menurut Hak Asasi Manusia dan Maqashid Syariah. Journal of Sharia and Legal Science, 1. , 11Ae20. https://doi. org/10. 61994/jsls. Jauhar. al-M. Maqashid Syariah. AMZAH. Lubis. Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Hukum Islam. Pustaka