Jurnal Surya Beton Volume 9. Nomor 1. Maret 2025 p-ISSN : 2302-5166, e-ISSN : 2776-1606 http://jurnal. id/index. php/suryabeton Studi Pemanfaatan Air Bendung Kaligending Untuk Kebutuhan Air Irigasi Alwan Indra Nugraha1,*. Muhamad Taufik1. Agung Setiawan1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo1 Email:elwanindra@gmail. Abstrak. Banyaknya aktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian di Indonesia, maka sistem irigasi sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air di Bendung Kaligending yang dimanfaatkan untuk air irigasi, menganalisis neraca air di Bendung Kaligending serta membuat operasional pemberian air berdasarkan faktor k atau faktor Penyediaan Air Relatif (PAR). Permasalahan yang ada yaitu terbatasnya ketersediaan air dalam Bendung Kaligending dan kebutuhan air untuk berbagai keperluan pertanian semakin meningkat, sehingga perlu diatur sistem pemberian dan pengaturan air secara Metode yang digunakan untuk menganalisis curah hujan rerata kawasan menggunakan metode Aritmatik, metode untuk menganalisis evapotranspirasi menggunakan metode Penman Modifikasi, menganalisis neraca air untuk membuat operasional pemberian air berdasarkan faktor k. Hasil penelitian menunjukan bahwa neraca air terjadi surplus terbesar pada bulan Desember . eriode I) sebesar 31,59 m3/dt dan defisit terbesar pada bulan November . eriode I) sebesar -1,31 m3/dt. Tingkat ketercukupan . ada 19 periode sebesar 79,17% dan tidak tercukupi . ada 5 periode sebesar 20,83%. Faktor k pada Musim Tanam I sebesar 0,92. Musim Tanam II sebesar 1,00 dan Musim Tanam i sebesar 0,71. Pola pemberian air pada Musim Tanam I termasuk Irigasi Menerus. Musim Tanam II termasuk Irigasi Menerus, dan Musim Tanam i termasuk Gilir Tersier. Pemberian air dalam satu periode 15 harian pada Musim Tanam i dilakukan sistem gilir sebanyak 3 blok agar kebutuhan air tercukupi. Kata Kunci : Bendung Kaligending, neraca air, faktor k. Abstract. With many agricultural activities providing livelihoods in Indonesia, irrigation systems are needed to irrigate agricultural land. This research aims to analyze the availability and demand for water in Kaligending Dam which is used for irrigation water, analyze the water balance in Kaligending Dam and make water distribution operations based on the k factor or Relative Water Supply (PAR) factor. The existing problem is the limited availability of water in the Kaligending Dam and the need for water for various agricultural purposes is increasing, so it is necessary to regulate the water supply and management system optimally. The method used to analyze regional average rainfall uses the arithmetic method, the method for analyzing evapotranspiration uses the Modified Penman method, analyzes the water balance to make water distribution operations based on the k factor. The research results show that the water balance experienced the largest surplus in December . eriod I) amounting 59 m3/s and the largest deficit in November . eriod I) amounting to -1. 31 m3/s. The level of sufficiency . was 19 periods amounting to 79. 17% and inadequate . was 5 periods amounting to 20. The k factor in Planting Season I was 0. Planting Season II was 1. 00 and Planting Season i was 0. The water supply pattern in Planting Season I includes Continuous Irrigation. Planting Season II includes Continuous Irrigation, and Planting Season i includes Tertiary Rotation. The provision of water in one 15-day period in Planting Season i is carried out on a rotational basis in 3 blocks so that water needs are met. Keywords: Kaligending Dam, water balance, k factor. Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Pendahuluan Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan pertanian yang sangat luas dengan sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan dikenal sebagai negara agraris. Karena banyaknya aktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian di Indonesia, maka sistem irigasi sangat dibutuhkan untuk mengairi lahan pertanian. Salah satu sumber irigasi untuk kebutuhan air pertanian di Kabupaten Kebumen adalah Bendung Kaligending. Bendung Kaligending dibuat pada tahun 1992 yang berlokasi di Desa Kaligending. Kecamatan Karangsambung. Kabupaten Kebumen. Bendung Kaligending memiliki mercu setinggi 2 meter dan lebar dimensi intake 3 x 1,9 Bendung ini termasuk bendung permanen terletak melintang di Sungai Luk Ulo untuk melayani areal seluas 2948 ha (Baehaqi, 2. Menurut Permana dan Malik . permasalahan pemanfaatan pada bendung yang belum optimal, dikarenakan terbatasnya ketersediaan air dalam bendung dan kebutuhan air untuk berbagai keperluan pertanian semakin meningkat. Bendung sebagai sumber penyedia air irigasi mendapat perhatian lebih karena pasokan air yang kurang stabil, sedangkan para petani membutuhkan air untuk menanam berbagai tanaman pangan yang membutuhkan air yang berjumlah cukup. Pemanfaatan tampungan air di bendung untuk kebutuhan air irigasi sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan penggunaan air sebaik mungkin. Agar kebutuhan air irigasi dapat terpenuhi secara optimal, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul AuStudi Pemanfaatan Air Bendung Kaligending Untuk Kebutuhan Air IrigasiAy. Penelitian ini diharapkan dapat mengoptimalkan dalam pemanfaatan potensi air yang tersedia di Bendung Kaligending untuk air irigasi sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan produksi pertanian. Metode Penelitian Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan tahapan penelitian dimulai studi literatur, pengumpulan data sekunder berupa data curah hujan, data debit bendung dan data klimatologi. Dari data tersebut dilakukan analisis data untuk perhitungan hujan rerata kawasan menggunakan metode Aritmatik, perhitungan evapotranspirasi metode Penman Modifikasi, perhitungan debit andalan menggunakan metode Basic Month, perhitungan analisis kebutuhan air irigasi, analisis neraca air, analisis faktor k atau faktor Penyedia Air Relatif (PAR) dan pembagian air dengan sistem gilir. Persamaan yang digunakan sebagai berikut. Perhitungan curah hujan rerata kawasan metode Arithmatik dengan persamaan . ycy1 ycy2 ycy3 U ycyycu ycu a. = Hujan rerata kawasan . p1,p2,p3Apn = Hujan di stasiun 1, 2, 3A. = Jumlah data Perhitungan evapotranspirasi metode Penman dengan persamaan . Eto = c . Rn . Ae . f (U) . cea Ae yce. } a. Eto = Evapotranspirasi tanaman acuan . m/har. = Faktor kompensasi kecepatan angin dan kelembapan = Faktor temperatur dan ketinggian = Radiasi penyinaran matahari dalam perbandingan penguapan atau radiasi udara bersih . m/har. f(U) = Fungsi kecepatan angin = Tekanan uap air jenuh . = Tekanan uap air nyata . Perhitungan debit andalan dengan tahapan probabilitas metode Weibull dengan persamaan . yco Pr = ycu 1x 100% a. = Probabilitas kejadian debit disamai atau dilampaui (%) = Nomor urut data dari besar ke kecil = Jumlah data Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Analisis neraca air persamaan . Neraca air = Qa Ae Qb . Analisis faktor k dengan persamaan . ycEyca Faktor k = ycEyca, . O k O . Qa = Debit air yang dialirkan ke D. I atau bendung . 3/d. Qb = Debit air yang dibutuhkan oleh D. I atau bendung . 3/d. Tabel 1 Kriteria Pemberian Air dengan Faktor k. No. Faktor k Sistem Pemberian Air 0,75 < k 0,50 Ae 0,75 0,25 Ae 0,50 k < 0,25 (Sumber: Kunaifi, 2010 dalam Thaharah, 2. Irigasi Menerus Giliran Tersier Giliran Sekunder Giliran Primer Hasil Penelitian 1 Hujan Rata-rata Kawasan Curah hujan maksimum harian rata-rata di suatu DAS (Daerah Aliran Sunga. dihitung dengan metode Arithmatik . Berikut perhitungan curah hujan rata-rata kawasan pada bulan Januari . eriode I) tahun 2014: ycy1 ycy2 ycy3 U ycyycu 302 332 211 = 281,67 mm p1 = Data curah hujan St Kaligending p2 = Data curah hujan St Kedung Samak p3 = Data curah hujan St Karangsambung Bulan Periode Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov 281,67 140,33 67,00 193,67 119,00 94,67 226,33 72,67 145,33 28,00 5,00 193,33 152,00 0,00 20,33 0,00 0,00 0,00 27,67 109,33 252,67 386,33 Tabel 2. Curah Hujan Rerata Kawasan Metode Arithmatik Sebanyak 3 Stasiun. Tahun 257,67 195,33 288,33 358,67 186,33 289,00 532,00 160,00 153,33 203,33 114,33 270,33 206,00 454,33 192,67 226,00 191,33 249,67 236,00 236,33 271,67 273,67 185,00 197,67 327,00 211,33 200,33 51,00 243,00 226,67 152,33 113,00 349,00 281,33 132,67 139,00 387,33 95,67 179,33 149,67 172,33 231,33 176,67 395,33 136,00 207,00 305,00 218,33 220,00 347,67 143,67 145,67 338,33 171,67 206,67 351,67 203,67 160,67 34,67 103,67 190,67 111,67 129,33 357,33 240,67 148,67 211,67 93,00 186,67 4,00 183,67 145,67 50,67 248,67 37,67 0,67 82,33 77,00 0,00 213,67 302,00 49,33 93,33 22,67 55,33 0,00 137,67 20,00 200,00 40,00 15,67 195,33 36,00 0,00 0,00 4,00 38,67 184,67 0,00 0,00 165,00 109,00 18,33 2,33 0,67 163,67 98,00 29,67 0,00 86,00 9,67 6,00 0,00 4,67 25,00 128,33 117,33 0,00 121,00 38,33 0,00 0,00 0,00 25,00 21,67 0,00 0,00 41,33 9,00 0,00 0,00 9,67 53,33 151,33 0,00 0,00 25,00 0,00 1,00 2,67 0,67 1,33 0,00 3,67 0,00 109,33 3,00 8,33 0,00 7,00 62,33 155,33 0,00 0,00 356,67 153,67 2,67 0,00 6,67 60,00 6,33 0,33 0,00 431,33 101,00 0,00 0,67 165,67 13,00 615,00 0,67 0,00 186,33 486,67 9,67 0,00 498,00 395,33 428,33 2,00 89,67 426,00 177,00 382,67 53,00 174,67 386,00 373,00 106,33 259,67 303,67 389,67 137,00 45,00 280,00 211,00 221,00 148,67 Jumlah 2702,33 2248,33 2206,00 1881,67 2042,67 2192,00 1719,00 1644,00 1158,00 646,33 479,33 780,00 529,00 206,00 285,00 34,33 345,33 586,33 1355,00 2115,67 2421,00 2382,00 Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Tahun Des 291,33 513,67 387,00 78,00 366,00 178,33 268,33 280,33 364,00 209,33 394,33 90,00 159,67 404,33 121,33 105,33 296,00 261,33 210,67 36,67 (Sumber: Perhitunga. Bulan Periode Jumlah 2936,33 2079,67 Tabel 2 didapatkan jumlah curah hujan rata-rata kawasan terkecil pada bulan Agustus . eriode II) sebesar 34,33 mm dan jumlah rata-rata kawasan terbesar pada bulan Desember . eriode I) sebesar 2936,33 mm. 2 Evapotransirasi Evapotranspirasi (Et. dihitung menggunakan metode Penman Modifikasi. Perhitungan evapotranspirasi untuk bulan Januari . eriode I) tahun 2021 adalah sebagai berikut: Eto = c . Rn . Ae . f (U) . cea Ae yce. } = 1,24 . ,75 x 3,34 . - 0,. x 0,28 x . ,58 Ae 29,. = 3,36 mm/hari Eto = Eto x 15 = 3,36 x 15 = 50,38 mm/1/2bulan Tabel 3. Hasil Perhitungan Evapotranspirasi Metode Penman Bulan Periode Eto mm/hari Eto mm/1/2bulan 3,36 50,38 Jan 3,43 54,86 2,05 28,70 Feb 2,10 29,47 5,07 76,06 Mar 5,39 86,26 4,39 65,83 Apr 3,72 55,85 4,28 64,21 Mei 4,38 70,07 3,89 58,36 Jun 3,88 58,21 3,71 55,72 Jul 3,89 62,29 3,74 56,16 Agu 4,67 74,79 4,57 68,57 Sep 5,32 79,82 4,07 61,08 Okt 5,43 86,84 4,42 66,32 Nov 6,34 95,06 4,44 66,54 Des 4,20 67,22 (Sumber: Perhitunga. Tabel 3 didapatkan evapotranspirasi terkecil pada bulan Februari . eriode I) sebesar 2,05 mm/hari, dan evapotranspirasi terbesar pada bulan November . eriode II) sebesar 6,34 mm/hari. 3 Kebutuhan Air Irigasi Kebutuhan air irigasi merupakan jumlah air yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kehilangan air, evaporasi, kebutuhan air untuk tanaman, dengan jumlah air yang diberikan melalui hujan dan air tanah (Rahman. Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Tabel 4. Rekapitulasi Kebutuhan Air Irigasi. Periode Musim Tanam Blok 1 m3/dt Blok 2 m3/dt Blok 3 m3/dt Jumlah m3/dt 0,68 0,72 0,55 1,95 November 0,63 0,66 0,50 1,79 0,11 0,11 0,09 0,31 Desember 0,40 0,42 0,32 1,15 MT I 0,08 0,08 0,06 0,22 Januari 0,16 0,17 0,13 0,46 0,00 0,00 0,00 0,00 Februari 0,00 0,00 0,00 0,00 0,60 0,63 0,48 1,72 Maret 0,58 0,61 0,46 1,65 0,36 0,38 0,29 1,03 April 0,40 0,42 0,32 1,14 MT II 0,65 0,68 0,52 1,85 Mei 0,62 0,65 0,50 1,77 0,62 0,65 0,50 1,77 Juni 0,36 0,38 0,29 1,03 0,07 0,08 0,06 0,21 Juli 0,20 0,21 0,16 0,57 0,23 0,24 0,18 0,65 Agustus 0,32 0,34 0,26 0,91 MT i 0,24 0,25 0,19 0,69 September 0,15 0,16 0,12 0,43 0,00 0,00 0,00 0,00 Oktober 0,00 0,00 0,00 0,00 (Sumber: Perhitunga. Bulan Tabel 4 Jumlah kebutuhan air terkecil terjadi pada bulan Oktober . eriode I & II) dan Februari . eriode I & II) sebesar 0,00 m3/dt dan jumlah kebutuhan air terbesar pada bulan November . eriode I) sebesar 1,95 m3/dt. 4 Ketersediaan Air di Bendung Kaligending Ketersediaan air . ebit andala. yaitu debit minimum sungai untuk kemungkinan terpenuhi 80% yang dihitung dengan metode Basic Month. Tahapan perhitungan probabilitas menggunakan metode Weibull: Pr = yco ycu 1 x 100 = x 100 = 9,09 % Berikut perhitungan debit andalan 80% bulan Januari . eriode I): 28,61 Oe 28,07 28,61 28,07 81,82% 72,73% 81,82 Oe 80 81,82 Oe 72,73 0,54 ycu 1,82 9,09 0,11 28,07 x 28,07 0,11 28,18 m3/dt Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Tabel 5. Hasil Perhitungan Debit Andalan 80% Bendung Kaligending Jan Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des 80% 28,18 25,40 27,43 18,06 30,04 29,47 25,35 20,91 6,56 4,27 3,59 3,23 1,71 0,91 0,56 0,29 0,18 0,11 0,05 0,02 0,64 16,91 31,90 18,31 No. Feb (Sumber: Perhitunga. Tabel 5 didapat debit andalan 80% terkecil pada bulan Oktober . eriode II) yaitu 0,02 m3/dt dan debit andalan 80% terbesar pada bulan Desember . eriode I) sebesar 31,90 m3/dt. 5 Analisis Neraca Air Analisis neraca air dilakukan setelah dua tahapan perhitungan ketersediaan air dan kebutuhan air. Perhitungan neraca air . etersediaan air dikurangi kebutuhan ai. dihitung berdasarkan periode setengah bulanan. Jika hasil imbangan air bernilai negatif (-) maka kondisi periode dikatakan sebagai kekurangan air . dan apabila imbangan air bernilai positif maka periode dikatakan dalam kondisi ketercukupan air . Bulan Periode Musim Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt (Sumber: Perhitunga. Nov Tabel 6. Neraca Air dan Faktor k Bendung Kaligending. Ketersediaan Kebutuhan Imbangan Tanam Kondisi Air . 3/d. Air . 3/d. Air . 3/d. 0,64 1,95 -1,31 Defisit 16,91 1,79 15,12 Surplus 31,90 0,31 31,59 Surplus 18,31 1,15 17,16 Surplus MT I 28,18 0,22 27,96 Surplus 25,40 0,46 24,95 Surplus 27,43 0,00 27,43 Surplus 18,06 0,00 18,06 Surplus 30,04 1,72 28,32 Surplus 29,47 1,65 27,82 Surplus 25,35 1,03 24,32 Surplus 20,91 1,14 19,77 Surplus MT II 6,56 1,85 4,71 Surplus 4,27 1,77 2,50 Surplus 3,59 1,77 1,82 Surplus 3,23 1,03 2,19 Surplus 1,71 0,21 1,51 Surplus 0,91 0,57 0,33 Surplus 0,56 0,65 -0,09 Defisit 0,29 0,91 -0,63 Defisit MT i 0,18 0,69 -0,51 Defisit 0,11 0,43 -0,32 Defisit 0,05 0,00 0,05 Surplus 0,02 0,00 0,02 Surplus Faktor k 0,33 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 0,86 0,31 0,26 0,25 1,00 1,00 Rata-rata Faktor k 0,92 1,00 0,71 Tabel 6 Neraca air terbesar terjadi pada bulan Desember . eriode I) sebesar 31,59 m3/dt dan Neraca air terkecil pada bulan November . eriode I) sebesar -1,31 m3/dt. Tingkat ketercukupan . ada 19 periode sebesar 79,17% dan tidak tercukupi . ada 5 periode sebesar 20,83%. 6 Analisis Faktor k Berdasarkan imbangan air . etersediaan air dikurangi kebutuhan ai. diperoleh faktor k . etersediaan air dibagi kebutuhan ai. yang digunakan dalam pembagian gilir air. Jika imbangan air ketercukupan air . maka faktor k sama dengan satu . pembagian dan pemberian air disesuaikan dengan k perhitungan, sedangkan imbangan air kekurangan air . maka faktor k kurang dari satu . pemberian air lebih ditekankan pada pemenuhan kebutuhan air irigasi agar tercukupi. Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Tabel 6 Faktor k yang terdapat tiga musim tanam yaitu MT I sebesar 0,92. MT II sebesar 1,00 dan MT i sebesar 0,71. Pola pemberian air pada MT I termasuk Irigasi Menerus. MT II termasuk Irigasi Menerus, dan MT i termasuk Gilir Tersier. 7 Pemberian Air dengan Sistem Gilir Jadwal pemberian gilir hanya dilakukan untuk musim tanam yang mengalami gilir air yaitu pada Musim Tanam i. Jadwal gilir air satu siklus digunakan periode gilir 15 harian selama 24 jam . esuai periode ketersediaan dan kebutuhan ai. Perhitungan gilir menggunakan 1 blok ditutup dan 2 blok dibuka pada Musim Tanam i sebagai Musim Tanam i jika blok 1 ditutup, blok 2 dan blok 3 dibuka. coyceycaycycycEaycaycu ycaycoycuyco 2 ycoyceycaycycycEaycaycu ycaycoycuyco . /2 ycycuycycayco ycoyceycaycycycEaycaycu ycaycnyc ,28 3,. 5,96 x 360 = 143,24 jam OO 143 jam/15hari Lama gilir harian = = 5,97 hari OO 6 hari Lama gilir harian perjam = 15 = 9,55 jam OO 10 jam/hari Tabel 7. Alokasi Waktu Gilir Air Musim Kebutuhan Kebutuhan Total Lama Gilir Blok Blok Ditutup Tanam 3/d. 3/d. am/15har. am/har. 1,22 Blok 1 MT i 2 1,28 5,96 Blok 2 3,47 Blok 3 (Sumber: Perhitunga. Tabel 8. Jadwal Pemberian Air MT i No. Hari Jam Blok Dibuka Senin Selasa Rabu Kamis Jumat 00 Ae 11. Blok 1 dan Blok 2 Sabtu 00 Ae 20. Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat 00 Ae 06. Sabtu Minggu Senin (Sumber: Perhitunga. Blok 1 dan Blok 3 Blok 2 dan Blok 3 Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Sistem gilir dilakukan pembukaan pintu air dari yang terdekat dahulu untuk menghindari terjadinya protes oleh Pertama dilakukan pembukaan pintu air pada saluran sekunder Jatimalang . , kemudian pintu air pada saluran Sekunder Kebumen Selatan . , dan terakhir pintu air pada saluran Sekunder Ketamanan . Pembahasan Ketersediaan air pada Bendung Kaligending periode setengah bulanan didapat debit andalan 80% terkecil pada bulan Oktober . eriode II) yaitu 0,02 m3/dt dan debit andalan 80% terbesar pada bulan Desember . eriode I) sebesar 31,90 m3/dt. Pola tanam di daerah irigasi Bendung Kaligending yaitu Padi-Padi-Palawija, yang terbagi ke dalam tiga blok yaitu Saluran Sekunder Jatimalang (Blok . seluas 388 ha. Saluran Sekunder Kebumen Selatan (Blok . seluas 407 ha dan Saluran Sekunder Ketamanan (Blok . seluas 310 ha. Kebutuhan air periode setengah bulanan Bendung Kaligending terkecil pada bulan Oktober . eriode I & II) dan Februari . eriode I & II) sebesar 0,00 m3/dt dan kebutuhan air terbesar pada bulan November . eriode I) sebesar 1,95 m3/dt. Neraca air . etersediaan air dikurangi kebutuhan ai. , jika hasil imbangan air bernilai negatif (-) maka kondisi periode dikatakan sebagai kekurangan air . dan apabila imbangan air bernilai positif maka periode dikatakan dalam kondisi ketercukupan air . , dengan nilai surplus terbesar terjadi pada bulan Desember . eriode I) sebesar 31,59 m3/dt dan nilai defisit terbesar pada bulan November . eriode I) sebesar -1,31 m3/dt. Tingkat ketercukupan . ada 19 periode sebesar 79,17% dan tidak tercukupi . ada 5 periode sebesar 20,83%. Berdasarkan neraca air diperoleh faktor k . etersediaan air dibagi kebutuhan ai. yang digunakan dalam pembagian gilir air. Jika neraca air ketercukupan air . maka faktor k sama dengan satu . pembagian dan pemberian air disesuaikan dengan k perhitungan, sedangkan neraca air kekurangan air . maka faktor k kurang dari satu . pemberian air lebih ditekankan pada pemenuhan kebutuhan air irigasi agar tercukupi. Faktor k pada Musim Tanam I sebesar 0,92. Musim Tanam II sebesar 1,00 dan Musim Tanam i sebesar 0,71. Pola pemberian air pada Musim Tanam I termasuk Irigasi Menerus. Musim Tanam II termasuk Irigasi Menerus, dan Musim Tanam i termasuk Gilir Tersier. Karena pada Musim Tanam i terjadi gilir maka dilakukan pembagian pemberian air dalam satu periode 15 harian pada Musim Tanam i dilakukan sistem gilir sebanyak 3 blok agar kebutuhan air tercukupi. Sistem gilir dilakukan pembukaan pintu air dari yang terdekat dahulu untuk menghindari terjadinya protes oleh petani. Pertama dilakukan pembukaan pintu air pada saluran sekunder Jatimalang . , kemudian pintu air pada saluran Sekunder Kebumen Selatan . , dan terakhir pintu air pada saluran Sekunder Ketamanan . Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Berdasakan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: Ketersediaan air periode setengah bulanan Bendung Kaligending yang terjadi cukup bervariasi. Debit andalan 80% terkecil pada bulan Oktober . eriode II) yaitu 0,02 m3/dt dan debit andalan 80% terbesar pada bulan Desember . eriode I) sebesar 31,90 m3/dt. Sedangkan kebutuhan air periode setengah bulanan Bendung Kaligending terkecil pada bulan Oktober . eriode I & II) dan Februari . eriode I & II) sebesar 0,00 m3/dt dan kebutuhan air terbesar pada bulan November . eriode I) sebesar 1,95 m3/dt. Neraca air dengan nilai surplus terbesar terjadi pada bulan Desember . eriode I) sebesar 31,59 m3/dt dan nilai defisit terbesar pada bulan November . eriode I) sebesar -1,31 m3/dt. Tingkat ketercukupan . ada 19 periode sebesar 79,17% dan tidak tercukupi . ada 5 periode sebesar 20,83%. Faktor k pada Musim Tanam I sebesar 0,92. Musim Tanam II sebesar 1,00 dan Musim Tanam i sebesar 0,71. Pola pemberian air pada MT I termasuk Irigasi Menerus. MT II termasuk Irigasi Menerus, dan MT i termasuk Gilir Tersier. 2 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan luas areal keseluruhan daerah irigasi, agar mendapatkan hasil kebutuhan air lebih akurat. Penelitian selanjutnya, perlu dilakukan uji perkolasi pada tiap daerah irigasi agar mendapatkan nilai perkolasi yang mendekati kenyataan di lapangan Alwan Indra Nugraha dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 9. Nomor 1. Oktober 2025 . Daftar Pustaka