The Power of Dai- Dai Virtual: Peran Dakwah dalam Literasi Pesan terkait Covid 19 di Era Post Truth Sri Hadijah Arnus. Agus Prio Utomo. Subriah Mamis Institut Agama Islam Negeri Kendari hadijaharnus@gmail. com , bagus. sumbor@gmail. com, subriamamis@gmail. Abstrak Fakta dan hoax berita tentang covid-19 banyak bertebaran di media. Hal tersebut menimbulkan kepanikan dan kebingungan khalayak. Di tengah kegalauan khalayak terhadap simpang siurnya informasi, di sisi lain sosok daAoi atau Auopinion leader virtualAy kerap memberikan pandangan terhadap topik yang beredar di masyarakat maupun media sosial dari sudut pandang Islam, melalui dakwah yang mereka sampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana peran dai-dai virtual dalam memberikan literasi terhadap khalayak terkait pesan-pesan Covid 19 di media sosial. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Baruga Kota Kendari. Kriteria informan yaitu berada pada rentang umur 17-30 tahun, pengguna media sosial, serta sering mengakses ceramah agama dari media sosial baik youtube. Instagram dan facebook. Berdasarkan hasil penelitian bahwa dai-dai virtual yang paling banyak memberikan literasi terhadap pesan terkait Covid 19 adalah Ustadz DasAoat Latief. Ustadz Somad dan Aa Gym. Ustadz DasAoat Latif relatif sering tampil untuk memberikan penjelasan terkait Covid 19, baik di media mainstream maupun di media virtual, bahkan Kemenkes menggunakan beliau dalam iklan layanan masyarakat untuk Covid 19. Gaya Bahasa yang diselingi dengan humor, menggunakan gaya berbicara khas orang Sulawesi menjadikan khalayak lebih mudah memahami penjelasan para dai dalam mengulas masalah Covid 19 yang ditinjau dari sudut pandang Al Quran dan Hadis. Di tengah krisis kepercayaan masyarakat tentang informasi yang beredar di masyarakat, terdapat kekuatan lain yang dapat memberikan pemahaman tersebut yaitu the power of daidai virtul. Kata Kunci: Covid 19. Dakwah. Dai Virtual. Post Truth Abstract Facts and news hoaxes about Covid-19 are widely scattered in the media. This creates panic and confusion in the audience. In the midst of public confusion about the confusion of information, on the other hand the figure of a preacher or "virtual opinion leader" often provides views on topics circulating in society and social media from an Islamic point of view, through the da'wah they convey. This study aims to examine the role of virtual dai-dai in providing literacy to the public regarding Covid 19 messages on social media. This type of research is descriptive qualitative. Data collection was done by interview method. This research was conducted in Baruga District. Kendari City. The criteria for informants are in the age range of 17-30 years, social media users, and often access religious lectures from social media such as YouTube. Instagram and Facebook. Based on the results of the study, the virtual dai-dai who gave the most literacy to messages related to Covid 19 were Ustadz Das'at Latief. Ustadz Somad and Aa Gym. Ustadz Das'at Latif relatively often appears to give explanations regarding Covid 19, both in mainstream media and in virtual media, even the VOL. 3 NO. Page 1 / 61 Ministry of Health uses him in public service advertisements for Covid 19. The style of language that is interspersed with humor, uses a typical Sulawesi speaking style to make the audience more easily understands the explanations of the preachers in reviewing the Covid 19 problem from the point of view of the Qur'an and Hadith. In the midst of a crisis of public trust regarding information circulating in the community, there is another power that can provide this understanding, namely the power of virtual dai-dai. Keywords: Covid 19. Da'wah. Dai Virtual. Post Truth Pendahuluan Mitos Indonesia AukebalAy Corona yang beredar di media sosial sejak ditemukan di Wuhan Cina akhirnya patah, setelah Presiden Jokowidodo mengumumkan pasien pertama yang terjangkit virus mematikan tersebut pada 2 Maret 2020. Sejak saat itu jumlah pasien yang tertular virus Corona yang biasa pula disebut Covid 19 bergerak terus bertambah. Pasien yang mulanya hanya ditemukan di Depok terus berkembang ke wilayah lain di Indonesia bahkan sampai ke Jazirah Sulawesi Tenggara yang merupakan klaster umroh dari Arab Saudi. Konon virus ini dibawah oleh seorang warga Kabupaten Konawe yang baru saja pulang untuk ibadah Umrah di tanah suci Mekah. 1 Sesaat setelah virus Pemerintah Jokowidodo mengeluarkan surat edaran untuk melakukan pembatasan berskala besar, demikian pula dengan pemerintah Sulawesi Tenggara yang juga mengambil Tindakan cepat dengan memberlakukan pembatasan interaksi masyarakat diluar rumah, untuk menekan bertambahnya jumlah masyarakat yang Salah satunya dengan menerapkan wfh . ork from hom. dan melakukan sekolah dengan sistem online . Kabar tentang merebaknya virus Covid 19 di diberitakan, baik di media mainstream maupun di media online. Seperti yang dikatakan oleh Maxell McCombs dan Donald L. Shaw dalam sebuah tulisan yang bertema The Agenda setting Unction of Mass yang diterbitkan pada Public Opinion Quarterly pada tahun 1972 (Heriyanto, 2. yang kemudian dikenal dengan nama teori agenda setting. Teori ini menyatakan bahwa apa yang dianggap penting oleh media akan diangap penting pula oleh Sebaliknya apa yang dilupakan media akan luput pula dari perhatian Pesan ataupun tayangan yang selalu ditonjolkan oleh media akan membentuk perhatian khalayak terhadap isu yang ditonjolkan tersebut. Berita seputar virus Corona atau Covid 19 dengan berbagai macam versi akhirnya menjadi pemberitaan utama dan berulang-ulang di media massa maupun di media sosial. Hal ini membuat perhatian khalayak terfokus pada isu tersebut. Pesan-pesan yang muncul di media sosial menjelaskan apa sebenarnya virus Corona atau covid 19 itu, bagaimana keganasan virus ini dan apa yang harus dilakukan untuk menghindari terjangkit virus mematikan ini. Terjadilah keberlimpahan informasi di media sosial terkait virus covid 19 baik yang bertujuan untuk mengedukasi khalayak dengan sumber yang terpercaya maupun pesan hoax yang kebenaran serta Hal mengakibatkan khalayak tidak dapat lagi membedakan mana berita yang benar dan mana berita hoax yang tidak dapat 1https://w. com/nasional/202006 03200805-20-509635/dirawat-77-hari-pasienpertama-corona-di-sultra-sembuh VOL. 3 NO. Page 2 / 61 dipercaya terlebih saat ini kita disebut berada pada era post truth dimana era ini merupakan rentang waktu ketika fakta dan kebenaran cenderung diabaikan. Menurut data survey Kominfo pada awal munculnya covid 19 yaitu bulan maret sampai dengan Agustus 2020 kabar hoax mengenai Covid 19 di media sosial meningkat, jumlah total hoax dari bulan Maret sampai Agustus 2020 sebanyak 028 penyebaran terbanyak di media 3 Tentu saja ini berdampak tidak baik untuk masyarkat. Salah satu dampak Kecamatan Baruga Kota Kendari akibat adanya berita tentang Covid 19 yang semrawut di media sosial adalah cenderung mengganggu mental khalayak timbulnya rasa takut di masyarakat untuk berobat apabila terkena penyakit, karena takut divonis menderita covid padahal bisa saja penyakit yang diderita adalah penyakit lain serta banyak perilaku lainnya yang tidak seharusnya dilakukan. Sebut saja yang paling hangat dibicarakan adalah hoax tentang makan telur rebus yang bisa mencegah dari penyakit covid 19, hoax ini mengatakan bahwa apabila memakan beberapa butir telur rebus bisa terhindar dari penyakin covid. Hal ini tentu saja membodohi masyarakat. Hoax dapat pula menimbulkan ketakutan di masyarakat. Hoax tentang Covid 19 digunakan juga oleh para buzzer politik di media sosial sebagai amunisi untuk menyerang pemerintahan saat itu dan sebaliknya kelompok pendukung pemerintah menggunakan isu Covid ini untuk menyerang oposisi Penanganan Covid 19 dijadikan senjata untuk membuktikan mengatasi permasalahan bangsa saat itu. Kebijakan terkait pelaksanan ibadah terutama bagi umat Islam dalam rangka usaha menekan laju perkembangan virus ini pun dijadikan bahan bakar untuk menyerang pemerintah, dan mengacaukan pemahaman masyarakat. Isu agama memang merupakan isu yang sangat sensitive diperlukan tingakt literasi pesan yang baik dalam memahami hal inisedang tidak dapat dipungkiri bahwa literasi masyarakat Indonesia masih relatif rendah terhadap pesan-pesan di media sosal. Hal ini mengakibatkan kredibilitas pemerintah dalam menyebarkan informasi menjadi Ditengah carut marutnya berita tentang Covid 19 tidak sedikit pula kontenkonten di media sosial yang menayangkan hal-hal yang menyejukkan hati seperti ceramah-ceramah yang disampaikan para dai-dai secara virtual. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di media sosial melihat bahwa ditengah terhadap pemerintah yang tidak popular dalam mengatasi persoalan covid 19 di Indonesia ini, dai-dai ini muncul sebagai opinion leader virtual yang dakwahnya dapat diikuti atau didengarkan oleh masyarakat atau netizen lebih khusus dalam menjawab persoalan-persoalan terkait ibadah umat Islam yang menjadi kontroversi selama masa masa pandemic ini apalagi di era post truth ini yang melahirkan hoax sebagai anak kandung dimana hoax adalah sebuah berita palsu yang bisa saja menyulut kebencian, ketegangan, bakan konflik. Berdasarkan hal itu maka penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam terakait pesan-pesan disampaikan oleh dai-dai yang sering memposting ceramahnya atau memberikan terkait isu yang beredar masyarakat dengan mengangkat judul The power of dai-dai virtual: Peran Dakwah dalam literasi pesan terkait covid 19 di era posth truth. Ulya, 2018. AuPost-Truth. Hoax, dan Religiusitas Ulya, 2018. AuPost-Truth. Hoax, dan Religiusitas di Media SosialAy. Fikrah Vol. No. 3 Survey Kominfo 2020 VOL. 3 NO. di Media SosialAy. Fikrah Vol. No. Page 3 / 61 Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan Observasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Baruga Kota Kendari. Kriteria informan yaitu berada pada rentang umur 17-30 tahun, pengguna media sosial, serta sering mengakses ceramah-ceramah agama dari media sosial baik youtube. Instagram dan Pemilihan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu pada bulan Maret 2020 dampai dengan bulan Juni 2020. Karena pada saat itu tingkat pendemi Covid meningkat maka peneliti Instagram. Facebook, dan Youtube. Jumlah informan sebanyak 20 orang sebagian besar merupakan mahasiswa IAIN Kendari yang banyak bertempat tinggal di daerah Baruga dan merupakan kelompok umur pengguna media sosial yang paling besar. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil analisis penulis terkait isu -isu yang berkembang di media sosial pada masa penelitian yang dilakukan oleh penulis selama tiga bulan. Maret-Juni 2020, penulis mengelompokkan berita tersebut menjadi beberapa fase. Fase pertama diawal masuknya virus Covid 19 di Indonesia dengan adanya pasien pertama di Depok pada fase tersebut berita di media sosial banyak tentang membahas apa itu virus corona, bagaimana gejalanya, apa pencegahannya agar tidak terjangkit virus Fase pertama berada di bulan Maret sampai April 2020. Fase kedua adalah fase ketika dilakukan penutupan tempat ibadah khususnya pelarangan untuk beribadah di masjid pada fase ini bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadhan bagi umat Islam dimana banyak sekali informasi hoax yang tidak bertanggungjawab terkait VOL. 3 NO. hukum ibadah bagi umat muslim tersebut sehingga menimbulkan keresahan bagi Sedangkan fase ketiga yaitu ketika pemerintah mengeluarkan wacana Aunew normalAy dimana pemerintah mulai melonggarkan pembatasan yang telah dilakukan sejak awal masuknya virus. Berdasarkan dilakukan kepada Informan dengan menggunakan metode wawancata terkait konten media sosial yang menjadi mengklasifikasikan isu atau konten yang menjadi perhatian dari informan dan menjadi topik pembicaraan yang banyak dibicarakan baik di dunia maya maupun di Terdapat lima tema umum yang menjadi tema yang banyak mendapatkan perhatian khalayak dan menjadi suatu polemik di media sosial yaitu AuTidak Shalat Jumat Tiga Kali Jadi Kafir?Ay. AuBeribadah Ramadhan di Rumah sajaAy. Au Bagaimana hukum masjid dan jamaah yang masih melaksanakan shalat berjamaah di tengah pandemiAy. Ay Covid 19 atau Corono itu KonspirasiAy dan Au New NormalAy. Berdasarkan penjelasan dari informan kelima tema-tema yang disebutkan diatas merupakan permasalahan yang cukup kepercayaan masyarakat pada saat itu terkait kebenaran berita yang disebarkan sangat rendah sehingga menurut Informan mereka justru mendapatkan penjelasan yang lebih akurat dan lebih terpercaya dari para dai-dai yang kerap muncul di media sosial maupun di media televisi dalam topik-topik Menurut informan mereka lebih mempercayai apa yang dijelaskan oleh para Ustadz karena mereka menganggap bahwa para dai-dai itu adalah orang yang lebih suci dan paham agama serta tidak memiliki tendensi apapun. Para dai-dai virtual merupakan salah satu opinion leader yang dapat dipercaya ditengah era post truth seperti saat ini, dimana terjadi carut marut informasi yang beredar di media dan kurangnya kredibilitas pemerintah dalam Page 4 / 61 menjelaskan suatu permasalahan kepada masyarakat atau khalayak. Berdasarkan dilakukan melalui wawancara secara virtual dengan beberapa penelitian menunjukkan data bahwa mereka senang dan banyak mendapatkan pencerahan dari Aa Gym. Dasat Latief dan Ustads Somad. Hal ini dikarenakan ketiga ustadz tersebut. Ketiga ustads ini sangat aktif dalam mengolah konten-konten di akun media sosialnya baik itu Instagram. Facebook, maupun Pada masa pandemi Covid 19 menerut informan ketiga ustads ini aktif dalam memberikan ceramah dan arahan meluruskan persepsi masyarakat yang salah menyangkut covid 19 dan mereka senang pencerahan yang dilakukan oleh ketiga dai Penjelasan dari para Dai-dai AuTidak Shalat Jumat Tiga Kali Jadi Kafir? Isu dan pemahaman ini sempat menjadi perdebatan yang hangat di media sosial pada masa covid 19. Dimana pemerintah meniadakan shalat jumat di masjid sebagai kebijakan untuk menekan penyebaran virus corona di masyarakat. Kebijakan ini tentu saja mendatangkan rekasi yang sangat banyak di masyarakat dan tentu saja di media sosial. Ditengah kegundahan mengatakan bahwa AuTidak Shalat jumat Tiga Kali Jadi KafirAy opini ini sempat menjadi treding topic di media sosial tentu saja hal ini sangat rawan menimbulkan kepanikan dan rawan terjadinya gesekan di Menanggapi penjelasan tentang isu diatas para dai memberikan penjelasananny. Penjelasan Ustads DaAoat Latief tidak jumatan tiga kali berturut-turut saat corona dimuat di cahanel youtubenya. 5 Beberapa konten ceramah Ustads DasAoat Latief menurut informan memberikan penjelasan dan meluruskan informasi yang kerap beredar di media sosial yang bisa jadi itu adalah hoax tentang tidak shalat JumAoat tiga kali adalah kafir. Penjelasan tentang hukum tidak shalat jumat selama tiga kali berturut- turut juga dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somat di chanel youtube nya hukum tidak shalat jumat saat wabah corona. Himbauan melakukan tarwih dan ibadah Ramadhan lainnya di Masjid, tetapi beribadah di Rumah saja Awal merebaknya covid 19 bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadhan bagi umat Islam kewajiban untuk melaksanakan ibadah sunnah Ramadhan di masjid mulai dari buka pusa, shalat fardhuh dan shalat malam tarawih. Dengan adanya peraturan pemerintah untuk menekan penyebaran virus maka ibadah tersebut tidak dapat dilakukan di masjid. Digalakkanlah untuk beribadah di rumah. Berikut dai-dai permasalahan ini. Penjelasn ustadz Somad terkait Tausiah Ustad Somad bagi masjidmasjid berjamaah saat pandemic. Beribadah saat pandemic corona? Ustadz DasAoat Latief: pindah ibadah masjid ke rumah. 8 Pesan dasAoat Latif untuk warga yang masih mau berjamaah di masjid. 9 Permasalahan ini tersebut juga dijelaskan oleh Ustadz DasAoat Latif dalam akun youtubenya10 Ramadhan ditengah corona perbanyak kegiatan positif di rumah. Pesan Covid 19 paling menyentuh dan masuk akal dan ustadz dasAoat latief. Saya 5. ttps://w. com/watch?v=9LgFhFUb- 9Metro tv news breaking news pukul 18. 25 wib 24 y. 6https://w. com/watch?v=zsOzqT5t2EQ 7https://w. com/watch?v=WrtPWIMafp 8https://w. com/watch?v=9LgFhFUb-y4 April ttps://w. com/watch?v=9LgFhFUby. 10https://w. com/watch?v=agLlJkZYuK VOL. 3 NO. Page 5 / 61 tidak takut Corona tetapi saya takut sama Allah. Paham menyesatkna karena Allah menghimbau kalau ada wabah maka berlarilah sejauh2nya, hindari keramain, shalat jumat ditiadakan, beribadah di di Sesuatu menjadi haram akan menjadi halal apabila berkaitan dengan beribadahlah di rumah. Pesan serupa juga disampaikan oleh Aa Gim dalam ceramahnya di media sosial Seruan Aa Gym cegah Corona agar tetap di rumah. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu hoax dan amunisi yang digunakan untuk mengacaukan masyarakat adalah isu terkait covid dan kegiatan keagamagama misalnya tidak rumah peribdatan ditutup terutama masjid dan tidak dibolehkan untuk shalat jumat, shalat tarawih dan shalat fardhu lainnya apalagi saat itu bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Banyak mengatakan bahwa hal ini adalah mengerdilkan umat Islam Islam Corona dan Konspirasi Beberapa berita dan opini di media yang membentuk pendapat khalayak bahwa covid adalah konspirasi hal ini dijelaskan oleh Aa Gym dalam beberapa ceramahnya melalui media sosial yang Sebagian disampaikan dalam kajian yang dilakukan melali live streaming. Berikut beberapa cermah Aa Gym yang memberikan pencerahan terkait permasalahan Corona dan Konspirasi. Corona: benarkah hasil dari keuntungan?13 Sikap terbaik menghadapi corona14 berhentilah berburuk sangka bagi orang yang New Normal Setelah pemerintah telah melakukan bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, membatasi seluruh aktivitas di ruang publik menutup seluruh akses transportasi keluar wilayah sutu daerah dan lainnya. Pada akhir Mei mengeluarkan wacana AuNew NormalAy yang dimaksudkan oleh pemerintah dengan new Normal disini yaitu akan tetapi masih banyak masyarakat yang keliru memahami konsep new normal. Konsep ini banyak dijelaskan oleh Ustadz DasAoat Latief baik di Media Sosial DasAoat Latief bertindak masyarakat tentang new normal yang disampaikan oleh Kemenkes. Gaya menyampaikan pesan atau metode dakwah yang dilakukan oleh ketiga dai-dai vitual tersebut tentu saja berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian berikut dijelaskan pendapat informan tentang metode dakwah dari ketiga dai tersebut Gym (Abullah Gymnastia. Kegiatan Dakwah yang kerap dilakukan oleh Aa Gym atau Abdullah Gymnastiar adalah melakukan live Streaming di akun Intagram miliknya yang bertajuk AuDigital Dakwah Rahmatan lil AlaminAy. Dakwahdakwah yang disampaikan memberikan pengetahuan tentang keislaman kepada kahalayak dan memberikan pemahamanpemahaman tentang permasalahan yang terjadi di masyarakat dari sudut pandang Islam. Tidak ketinggalan pula pemahamn yang keliru tentang beberapa hal dimasa pandemi Covid 19 diantara ceramah yang dilakukan Aa Gym yang dikatakan oleh informan memberikan masukan yang baik terkait pemahaman keagaman informan adalah terkait new Normal. Berdasarkan hasil wawancara kepada informan menjelaskan bahwa karakteristik dakwah Aa Gym lebih tenang menghadapi kondisi pandemi saat ini dan lebih bijaksana dalam menghadapi cobaan 11https://w. com/watch?v=NJYy05M5N 13https://w. com/watch?v=2peJzcAI4B4 14 https://w. com/watch?v=KehJtwijIgI 12https://w. com/watch?v=NMiLS6- _fXQ). VOL. 3 NO. Page 6 / 61 wabah dari Allah SWT. Menurut informan tausiah dari Aa Gym kerap mereka saksikan di Youtube ataupun mereka mengikuti lve streaming setiap acara kajian Aa Gym di akun Instagram. Ustad DasAoat Latief Berdasarka hasil penelitian yang dilakukan kepada informan mengatakan bahwa mereka senang dengan gaya ceramah Ustads DasAoat karena lucu dan memebrikan penjelasan secara sederhana sehingga penjelasannya mudah untuk dipahami. Selain itu gaya penyampaian dakwah yang humoris penyampaian Ustads DaAoat dengan menggunakan gaya Bahasa khas Makassar atau logat Sulawesi Selatan menjadi salah satu daya tarik dai tersebut. Hal ini kedekatan sehingga menjadi salah satu faktor bagi keefektifan pesan kepada kahalayak di Kota Kendari khususnya informan penelitian ini di Kecamatan Baruga. Dapat dilihat dari hasil penelitian ini bahwa informan suka dengan gaya penyampaian dakwah yang dipadukan dengan humor sehingga kesannya tidak kaku sehingga selain mereka merasa terhibur juga mendapatkan pencerahan terkait masalahmasalah ibadah di masa pandemic ini seperti metode dakwah yang digunakan oleh Ustad DasAyat Latief. Ustadz Abdul Somad Menurut informan yang diwawancarai bahwa mereka juga banyak mendapatkan literasi tentang beribadah selama masa pandemi corona dari ceramah-ceramah yang kerap ditayangkan melalui chanel youtube Ustads Abdul Somad. Diantaranya masalah bagaimana hukumnya apabila tidak shalat jumat tiga kali berturut. Turut karena informasi yang banyak beredar di media sosial adalah kafir. Penjelasan terkait hal itu. Ustads Abdul somad juga kerap memberikan penjelasan di televisi swasta dalam siaran berita untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait polemic masalah beribadah selama masa pandemic tersebut. Penjelasan di media VOL. 3 NO. mainstream tersebut juga disiarkan melalui media sosial sehingga para netizen dapat mengakses penjelasan tersebut. Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini bahwa metode dakwah kini sudah sangat berubah dengan metode dakwah dengan menyampaikan pesan di Saat perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju maka metode dakwah yang kerap dilakukan secara langsung atau biasa juga disebut metode bil-lisan sudah menggunkan perantara Oleh karena itu menjadi dai virtual dan memiliki power sebagai opinion leader virtual di era posth truth seperti saat ini adalah sebuah keniscayaan bagi dai-dai virtual di masyarakat kita saat ini. Kesimpulan Ditengah masyarakat terhadap opinion leader dakwah para dai muncul sebagai sosok yang dapat dipercaya dan dapat menenagkan masyarakat dari isu-isu yang beredar di Hal ini dapat dilihat bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai syiar Islam atau penyampai ajaran-ajaran agama, tetapi juga sebagai opinion leader di masyarakat yang menjadi panutan dalam mengambil keputusan di tengah kegalaun masyarakat dan informasi yang simpang siur diakibatkan oleh keberlipahan pesan di media massa dan media social, sehingga khalayak tidak dapat lagi membedakan mana informasi yang layak untuk dipercaya dan mana informasi yang seharusnya tidak digubris (Hoa. Daftar Pustaka