Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Perkembangan Minat Belajar Siswa Maulidayani1. Fatimah Azzahra Lubis2. Istiqomah3. Muhammad Farhan Khairuman4. Nadia Nazah5. Sri Solehatun6 1,2,3,4,5,6 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Indonesia Email: maulida6474@gmail. com1, fazzahralubis@gmail. com2, istqmh484@gmail. farhankh2728@gmail. com4, nadianazah26@gmail. com5, srisolihatun19@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal guru terhadap perkembangan minat belajar siswa di MAS Nurul Fadhilah Medan. Komunikasi interpersonal merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi membangun hubungan emosional antara guru dan siswa sehingga menciptakan suasana belajar yang kondusif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang diterapkan guru bersifat dua arah, terbuka, dan empatik. Guru berperan aktif membangun hubungan yang hangat dengan siswa melalui sapaan ramah, pemberian motivasi, serta apresiasi terhadap usaha belajar siswa. Bentuk komunikasi ini terbukti meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa karena mereka merasa dihargai, dipahami, dan diterima di lingkungan belajar. Faktor yang mendukung efektivitas komunikasi meliputi kepribadian guru, empati, kemampuan berbicara, serta dukungan lingkungan sekolah. Sedangkan hambatan yang dihadapi antara lain perbedaan karakter siswa dan kondisi kelas yang kurang Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal guru memiliki pengaruh signifikan dalam menumbuhkan minat belajar siswa dan menciptakan iklim pembelajaran yang positif di madrasah. Dengan demikian, komunikasi interpersonal yang efektif menjadi kunci dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal. Guru. Minat Belajar Siswa ABSTRACT This study aims to determine the role of teacher interpersonal communication in developing students' learning interest at MAS Nurul Fadhilah Medan. Interpersonal communication is a crucial aspect of the learning process because it fosters emotional bonds between teachers and students, thus creating a conducive learning environment. The research method used was a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the interpersonal communication implemented by teachers is two-way, open, and empathetic. Teachers play an active role in building warm relationships with students through friendly greetings, providing motivation, and appreciating students' learning efforts. This form of communication has been shown to increase students' motivation and interest in learning because they feel valued, understood, 1045 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety and accepted in the learning environment. Factors supporting effective communication include teacher personality, empathy, speaking skills, and a supportive school environment. Obstacles encountered include differences in student character and less conducive classroom conditions. Overall, this study confirms that teacher interpersonal communication has a significant influence on fostering students' learning interest and creating a positive learning climate in madrasas. Thus, effective interpersonal communication is key to increasing student motivation and interest in learning. Keywords: Interpersonal Communication. Teachers. Students' Learning Interest PENDAHULUAN Komunikasi interpersonal merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Komunikasi ini mencakup interaksi dua arah antara guru dan siswa yang bersifat langsung, terbuka, dan bermakna. Di lingkungan pendidikan seperti MA Nurul Fadhilah, keberhasilan guru dalam menyampaikan pesan pembelajaran tidak hanya bergantung pada materi atau metode mengajarnya, tetapi juga pada kemampuan guru berkomunikasi secara efektif dengan siswa. Komunikasi interpersonal yang baik memungkinkan guru memahami kebutuhan, karakter, dan potensi siswa secara lebih mendalam. Guru yang mampu menciptakan hubungan interpersonal yang hangat dan saling menghargai akan mendorong siswa merasa nyaman, diterima, serta termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya minat belajar siswa. Minat belajar sendiri merupakan dorongan internal yang membuat siswa ingin mengetahui dan mempelajari sesuatu dengan perasaan senang tanpa adanya paksaan. Menurut Slameto . , minat belajar dapat tumbuh melalui hubungan yang positif antara siswa dan lingkungan belajarnya, salah satunya melalui komunikasi interpersonal yang efektif antara guru dan siswa. Dengan kata lain, ketika siswa merasa dihargai, didengarkan, dan dipahami oleh gurunya, maka muncul rasa ingin tahu dan semangat untuk belajar lebih tinggi. Di MA Nurul Fadhilah, peran guru sebagai komunikator utama dalam proses belajar sangat menentukan iklim kelas yang kondusif. Guru yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal baik akan lebih mudah menjelaskan materi secara jelas, menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, serta memberikan umpan balik yang membangun. Selain itu, guru juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa melalui komunikasi empatikAiyakni mendengarkan keluhan siswa, memberi dukungan emosional, dan menghargai setiap pendapat yang mereka sampaikan. Peran komunikasi interpersonal guru juga tampak dalam kegiatan nonakademik seperti bimbingan pribadi, diskusi informal, atau kegiatan Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, guru memiliki kesempatan untuk lebih memahami kondisi psikologis siswa, yang kemudian dapat membantu dalam menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal tidak hanya berperan dalam proses penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa. 1046 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal guru di MA Nurul Fadhilah berperan penting dalam mengembangkan minat belajar siswa. Hubungan interpersonal yang positif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi intrinsik, serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketika guru mampu menjadi komunikator yang efektif, maka hasil belajar dan prestasi siswa pun akan meningkat. KAJIAN TEORI Pengertian Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal secara umum adalah komunikasi antara orangorang secara tatap muka, masing-masing orang yang terlibat dalam komuniasi tersebut saling mempengaruhi persepsi lawan komunikasinya. Bentuk khusus komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi diadik. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang terjadi diantara dua orang yang telah memiliki hubungan yang jelas, yang terhubungkan dengan beberapa cara. Ciri-ciri komunikasi interpersonal ini adalah pihak-pihak yang memberi dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi interpersonal yang efektif diawali hubungan yang baik. Waltzlawick berpendapat komunikasi tidak hanya berisi pesan tetapi juga menekankan kepada aspek hubungan yang disebut dengan metakomunikasi. Umumnya hubungan interpersonal suami istri atau dengan yang lainnya adalah baik sehingga menjadi modal bagi terbangunnya sebuah komunikasi interpersonal yang efektif. Komunikasi interpersonal yang efektif diawali dari hubungan interpersonal yang baik. Hubungan interpersonal antara dua orang baik itu antara orang tua dengan anak, atau antara pimpinan dengan bawahan adalah baik sehingga dapat menjadi modal terbangunnya sebuah komunikasi interpersonal yang efektif. Ada tiga faktor yang dapat menumbuhkan hubungan interpersonal yang baik, adalah sebagai berikut: Percaya . Faktor percaya sangat mempengaruhi terjadinya peroses komunikasi interpersonal yang baik. Ada tiga faktor utama untuk dapat menentukan sikap percaya adalah: menerima, empati, dan kejujuran. Menerima adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain, melihat orang lain sebagai induvidu yang patut dihargai, tanpa menilai apa yang dibicarakan orang Sikap menerima tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, kita sering cenderung sukar menerima. Menerima juga harus digaris bawahi, menerima tidak berarti menyetuji semua perilaku orang lain atau rela menanggung akibat-akibat perilakunya. Akan tetapi kita harus menghargai perasaan dan pemikiran yang disampaikan orang lain selama proses komunikasi Peroses komunikasi interpersonal tersebut adalah kepunyaan kita sendiri . wning of feels and though. Dalam peroses komunikasi tersebut antara pelaku komunikasi akan tercipta keterbukaan perasaan dan pemikiran, serta dapat menerima dan bertanggung jawab terhadap apa yang disampaikan 1047 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety masing-masing pihak. Empati adalah ikut merasakan apa yang orang lain rasakan tanpa kehilangan dentitas diri sendiri. Kita dapat membayangkan diri kita pada kejadian yang yang menimpa orang lain. Dengan empati kita berusaha melihat orang lain merasakan seperti orang lain rasakan. Kejujuran adalah faktor kejujuran yang dapat menumbuhkan saling percaya. Masingmaing pihak harus saling jujur dalam mengungkapkan sesuatu dengan orang lain, sehingga tercipta saling percaya bukan potensi yang dibuat-buat. Sikap Suportif Sikap suportif adalah sikap yang mengurangi defensif dalam komunikasi. Terjadinya sikap defensif bila seseorang tidak menerima, tidak jujur dan tidak . Sikap terbuka Sikap terbuka sangat besar pengaruhnya di dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efekif. Lawan dari sikap terbuka adalah Brooks dan Emmert mengidentifikasi sifat terbuka dan sifat tertutup dalam buku Jalaluddin Rakhmat. (Sapril, 2. Komunikasi interpersonal dapat diartikan sebagai kemampuan yang menghubungkan manusia sebagai bentuk dari komunikasi verbal. Komunikasi interpersonal juga dapat digunakan untuk membantu membangun hubungan dengan orang lain dalam situasi yang berbeda. Gesture seperti kontak mata, gerakan tubuh dan gerakan tangan juga merupakan bagian dari komunikasi Komunikasi interpersonal melibatkan komunikasi tatap mata dengan cara yang sesuai dan bertujuan. Komunikasi interpersonal dapat dibagi menjadi tiga kategori. kendali/kontrol dan kelekatan. Keterlibatan merupakan kebutuhan untuk mempertahankan kepuasan hubungan dengan orang lain dan memiliki keterlibatan yang cukup serta rasa saling memiliki. kontrol merupakan wujud lain dari kebutuhan untuk mempengaruhi dan menunjukkan adanya kekuatan. serta yang terakhir adalah kelekatan, yang berarti merupakan kebutuhan untuk menjalin persahabatan, kedekatan dan cinta. Setiap individu memiliki kebutuhan interpersonal yang berbeda. Kesadaran akan kebutuhan interpersonal dari individu akan membantu untuk lebih dapat memahami perilaku komunikasi yang mereka milik. (Indah Yasminum Suhanti, 2. Pengertiam Minat Belajar Minat Belajar Defenisi minat adalah suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan, perhatian, fokus, ketekunan, usaha, pengetahuan, keterampilan, motivasi, pengatur perilaku, dan hasil interaksi seseorang atau individu dengan konten atau kegiatan Minat memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran akademik, domain pengetahuan dan bidang studi tertentu bagi individu. Hidi dan Renninger meyakini bahwa minat mempengaruhi tiga aspek penting dalam pengetahuan seseorang yaitu perhatian, tujuan dan tingkat pembelajaran. Berbeda dengan motivasi 1048 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety sebagai faktor pendorong pengetahuan, minat tidak hanya sebagai faktor pendorong pengetahuan namun juga sebagai faktor pendorong sikap. Selanjutnya pengertian minat belajar adalah sikap ketaatan pada kegiatan belajar, baik menyangkut perencanaan jadwal belajar maupun inisiatif melakukan usaha tersebut dengan sungguh-sungguh. Bergin menyebutkan bahwa konsep minat terdiri dari minat individu. Minat individu didefenisikan sebagai minat mendalam pada suatu bidang atau kegiatan yang timbul berdasarkan pengetahuan, emosi, pengalaman pribadi yang sudah ada, dan merupakan keinginan dari dalam diri untuk memahami sehingga menimbulkan pengalaman baru. Selanjutnya menurut Alexander minat situasional timbul secara spontan, sementara dan adanya rasa ingin tahu yang terinspirasi atau dipengaruhi oleh lingkungan Garcia menyatakan tiga model sebagai faktor yang membedakan minat situasional, pertama memicu minat situasional, kedua mempertahankan minat situasional menyangkut perasaan dan ketiga memelihara minat situasional sebagai Minat belajar dapat diukur melalui 4 indikator sebagaimana yaitu ketertarikan untuk belajar, perhatian dalam belajar, motivasi belajar dan pengetahuan. Ketertarikan untuk belajar diartikan apabila seseorang yang berminat terhadap suatu pelajaran maka ia akan memiliki perasaan ketertarikan terhadap pelajaran tersebut. akan rajin belajar dan terus memahami semua ilmu yang berhubungan dengan bidang tersebut, ia akan mengikuti pelajaran dengan penuh antusias dan tanpa ada beban dalam dirinya. Perhatian merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa seseorang terhadap pengamatan, pengertian ataupun yang lainnya dengan mengesampingkan hal lain dari pada itu. Jadi siswa akan mempunyai perhatian dalam belajar, jika jiwa dan pikirannya terfokus dengan apa yang ia pelajari. Motivasi merupakan suatu usaha atau pendorong yang dilakukan secara sadar untuk melakukan tindakan belajar dan mewujudkan perilaku yang terarah demi pencapaian tujuan yang diharapkan dalam situasi interaksi belajar. Pengetahuan diartikan bahwa jika seseorang yang berminat terhadap suatu pelajaran maka akan mempunyai pengetahuan yang luas tentang pelajaran tersebut serta bagaimana manfaat belajar dalam kehidupan sehari-hari. (Siti Nurhasanah, 2. Minat belajar merupakan salah satu faktor psikologis yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam proses pendidikan. Minat dapat dipahami sebagai dorongan dalam diri individu yang menimbulkan perhatian, ketertarikan, dan keinginan untuk melakukan suatu kegiatan dengan perasaan senang tanpa adanya Dalam konteks pendidikan, minat belajar menjadi unsur penting yang menentukan sejauh mana siswa mau dan mampu terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Ketika seseorang memiliki minat terhadap suatu pelajaran, maka ia akan dengan sukarela memusatkan perhatian, berusaha memahami materi, dan bertahan dalam menghadapi kesulitan belajar (Slameto, 2. Minat belajar tidak muncul begitu saja, tetapi terbentuk melalui beberapa Pertama, faktor internal yang mencakup kondisi jasmani, perhatian, kesiapan 1049 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety belajar, dan perasaan siswa terhadap pelajaran tertentu. Kedua, faktor eksternal seperti cara mengajar guru, suasana lingkungan sekolah, dukungan keluarga, dan pengaruh teman sebaya. Guru yang mampu menjalin komunikasi interpersonal yang hangat dan penuh empati dapat memicu tumbuhnya minat belajar karena siswa merasa dihargai dan diperhatikan. Di sinilah pentingnya hubungan emosional antara guru dan siswa dalam memupuk semangat belajar. Selain itu, perkembangan teknologi dan informasi juga memengaruhi cara siswa menumbuhkan minat belajar. Di era digital, siswa cenderung lebih tertarik pada pembelajaran yang interaktif dan berbasis teknologi. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, mengemas materi pelajaran secara menarik, dan menggunakan media pembelajaran yang relevan agar minat belajar siswa tetap Peran Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Siswa dalam Meningkatkan Minat Belajar Komunikasi interpersonal antara guru dan siswa merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Dalam konteks pendidikan modern, komunikasi tidak hanya dipahami sebagai penyampaian pesan verbal, tetapi juga sebagai proses membangun hubungan sosial dan emosional yang dapat mempengaruhi semangat serta minat belajar siswa. Guru yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, inklusif, dan penuh keakraban, sehingga siswa terdorong untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran (Prasetyo. Melalui komunikasi interpersonal yang efektif, guru dapat menumbuhkan kedekatan emosional dengan siswa. Kedekatan ini penting karena menjadi dasar munculnya rasa percaya dan rasa aman dalam berinteraksi di lingkungan belajar. Siswa yang merasa dihargai dan diperhatikan oleh gurunya cenderung memiliki motivasi intrinsik yang lebih kuat untuk belajar. Mereka tidak hanya belajar karena tuntutan akademik, tetapi karena adanya hubungan positif dengan gurunya yang memberikan dukungan dan penghargaan terhadap usaha mereka (Sari & Rahmadani. Komunikasi interpersonal yang baik juga membantu guru memahami karakteristik dan kebutuhan belajar masing-masing siswa. Melalui interaksi yang intens, guru dapat mengidentifikasi gaya belajar, tingkat kemampuan, serta hambatan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran. Dengan pemahaman ini, guru dapat menyesuaikan metode penyampaian materi agar lebih sesuai dan menarik bagi siswa. Penyesuaian gaya komunikasiAibaik dalam bentuk bahasa, ekspresi wajah, maupun nada suaraAidapat meningkatkan kenyamanan siswa dalam berpartisipasi (Nasution. Selain sebagai sarana pengajaran, komunikasi interpersonal juga berfungsi sebagai media untuk memotivasi siswa. Guru dapat menggunakan komunikasi yang 1050 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety persuasif dan suportif untuk menumbuhkan semangat belajar. Ucapan pujian, dorongan moral, dan pengakuan terhadap hasil kerja siswa berkontribusi besar dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan kepuasan intrinsik. Motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan ketika guru memberikan umpan balik positif melaluikomunikasi interpersonal yang bersifat membangun dan tidak menghakimi. Hal ini menunjukkan bahwa kata-kata dan sikap guru dalam berinteraksi memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar siswa. (Fitriani dkk, 2. Komunikasi interpersonal yang efektif menciptakan iklim kelas yang positif, yaitu suasana yang terbuka, interaktif, dan kolaboratif. Ketika siswa merasa aman dan diterima dalam kelas, mereka lebih berani mengemukakan pendapat, bertanya, dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Di era digital saat ini, peran komunikasi interpersonal juga perlu menyesuaikan dengan dinamika pembelajaran daring atau Guru harus mampu memanfaatkan berbagai media komunikasi untuk menjaga interaksi dan kedekatan emosional dengan siswa. Walaupun interaksi tatap muka terbatas, komunikasi interpersonal yang dilakukan melalui pesan suara, video conference, atau diskusi daring tetap dapat membangun hubungan positif. Menurut (Lestari & Santoso 2. , guru yang mampu mempertahankan komunikasi interpersonal secara aktif melalui platform digital berhasil menjaga minat belajar siswa di masa pembelajaran jarak jauh. Hal ini membuktikan bahwa esensi komunikasi interpersonal bukan hanya pada bentuk tatap muka, tetapi pada sikap empati dan perhatian yang disampaikan secara konsisten. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal guru berperan besar dalam membangun relasi emosional, memotivasi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. Interaksi yang dilakukan dengan empati, kehangatan, dan penghargaan terhadap siswa merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan minat belajar. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan motivator yang melalui komunikasi interpersonalnya mampu menggerakkan keinginan siswa untuk belajar secara aktif dan berkelanjutan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan dan memahami secara mendalam bagaimana komunikasi interpersonal guru berperan dalam meningkatkan minat belajar siswa di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Fadhilah Medan. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menelusuri makna dan pengalaman subjek penelitian secara kontekstual dan alamiah (Sugiyono, 2. Penelitian dilaksanakan di MAS Nurul Fadhilah, yang berlokasi di Jln. Pembangunan Dusun i. Bandar Setia. Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Sekolah ini dipilih secara purposive karena menunjukkan pola interaksi antara guru dan siswa yang menarik untuk diteliti terkait aspek komunikasi 1051 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih berdasarkan relevansi dan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu: Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung bentuk interaksi dan komunikasi interpersonal guru dengan siswa selama kegiatan pembelajaran di kelas maupun kegiatan non-akademik. Wawancara mendalam dilakukan kepada kepala sekolah dan guru untuk menggali pemahaman, strategi, serta kendala dalam membangun komunikasi interpersonal yang efektif. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data lapangan, berupa arsip sekolah, profil lembaga, data prestasi siswa, serta dokumen kegiatan pembelajaran. Teknik-teknik ini digunakan secara triangulatif untuk memperoleh data yang akurat dan saling melengkapi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi diinterpretasikan untuk menemukan makna yang berkaitan dengan peran komunikasi interpersonal dalam membangun minat belajar siswa. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran yang komprehensif tentang fenomena yang diteliti (Miles & Huberman, 2. Untuk menjamin validitas temuan, penelitian ini menggunakan beberapa teknik keabsahan data, yaitu: Perpanjangan keikutsertaan, dengan keterlibatan langsung peneliti di lingkungan sekolah untuk memahami konteks sosial secara lebih Ketekunan pengamatan, guna memastikan konsistensi hasil dan menemukan pola yang relevan. Triangulasi sumber dan teknik, yakni membandingkan hasil dari berbagai sumber . uru, siswa, kepala sekola. serta dari berbagai metode pengumpulan data . bservasi, wawancara, dokumentas. untuk memperoleh temuan yang kredibel (Moleong, 2. Dengan metode ini, penelitian diharapkan mampu memberikan deskripsi yang valid mengenai peran komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan minat belajar siswa di lingkungan pendidikan Islam, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih komunikatif dan partisipatif. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti memperoleh data mengenai Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Perkembangan Minat Belajar Siswa Di MAS Nurul Fadhilah Medan. Penelitian ini dilakukan dengan memakai metode observasi dimana peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengambil data. Selanjutnya, memakai metode wawancara dimana peneliti melakukan kegiatan wawancara dengan kepala sekolah. Metode yang terakhir digunakan peneliti yakni memakai metode dokumentasi. 1052 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Setelah melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi selanjutnya peneliti memaparkan mengenai Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Perkembangan Minat Belajar Siswa. Bentuk Komunikasi Interpersonal Yang Dilakukan Guru Dalam Proses Pembelajaran Dalam Kelas Di MAS Nurul Fadhilah. Hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah terkait Jenis atau bentuk komunikasi interpersonal yang sering digunakan guru saat berinteraksi dengan siswa disekolah MAS Nurul Fadhilah sebagai berikut: AuSeperti memberi penjelasan, bertanya, memberi pujian, teguran, dan motivasi secara lisan. senyuman, intonasi suara, dan gerak tubuh yang ramah. Komunikasi dua arah: guru memberi kesempatan siswa bertanya, berdiskusi, dan menanggapi pelajaran. Komunikasi kelompok kecil: saat kerja kelompok atau bimbingan belajar, guru berinteraksi lebih personalAy. Hasil wawancara peneliti dengan guru kelas XI tentang Cara guru membangun hubungan yang baik dengan siswa melalui komunikasi sehari-hari di kelas sebagai AuMenyapa siswa dengan ramah di awal pelajaran. Mendengarkan pendapat siswa dengan perhatian dan empati. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak merendahkan. Memberikan apresiasi atas usaha siswa, bukan hanya hasilnya. Menunjukkan sikap terbuka dan bersahabat agar siswa merasa nyaman berbicaraAy. Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah dan guru yang mengajar di sekolah MAS Nurul Fadhilah dapat disimpulkan bahwa, menerapkan komunikasi interpersonal yang hangat, terbuka, dan dua arah dalam berinteraksi dengan siswa. Guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional melalui sikap ramah, empati, serta penghargaan terhadap setiap usaha siswa. Hal ini menciptakan suasana belajar yang positif, nyaman, dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Pengaruh komunikasi interpersonal guru terhadap perkembangan minat belajar siswa Di MAS Nurul Fadhilah. Hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah terkait Apakah komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa sebagai berikut: AuYa, sangat berpengaruh. Komunikasi yang baik membuat siswa merasa dihargai, dipahami, dan diterima, sehingga Mereka lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Siswa merasa tidak takut bertanya atau berpendapat. Hubungan emosional positif menumbuhkan keinginan untuk belajar lebih giatAy Hasil wawancara peneliti dengan guru kelas XI terkait Bagaimana respon siswa terhadap gaya komunikasi interpersonal guru di dalam kelas sebagai berikut: AuSiswa lebih aktif dan antusias jika guru bersikap terbuka dan komunikatif. Jika guru menggunakan gaya komunikasi yang tegas namun ramah, siswa cenderung lebih disiplin dan termotivasi. Sebaliknya, komunikasi yang kaku, otoriter, atau tidak ramah dapat membuat siswa pasif dan tidak bersemangatAy 1053 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah dan guru yang mengajar di sekolah MAS Nurul Fadhilah dapat disimpulkan bahwa, komunikasi yang baik antara guru dan siswa memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi dan semangat belajar. Hubungan yang didasari saling menghargai, terbuka, dan penuh empati membuat siswa merasa diterima serta nyaman berinteraksi. Gaya komunikasi guru yang ramah dan tegas secara seimbang mampu menumbuhkan kedisiplinan, antusiasme, serta partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, komunikasi yang kaku dan otoriter justru dapat menurunkan semangat belajar siswa. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas komunikasi interpersonal guru dalam meningkatkan minat belajar siswa Di MAS Nurul Fadhilah. Hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah terkait Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal guru dengan siswa sebagai berikut: AuFaktor internal: kepribadian guru, kemampuan berbicara, empati, dan penguasaan materi pelajaran. Faktor eksternal: kondisi kelas, jumlah siswa, latar belakang keluarga siswa, dan lingkungan sekolah. Dukungan dari pihak sekolah juga memengaruhi lancarnya komunikasi guruAesiswaAy. Hasil wawancara peneliti dengan guru kelas XI terkait Cara guru mengatasi hambatan dalam menjalin komunikasi interpersonal agar minat belajar siswa tetap berkembang sebagai berikut: AuMenggunakan pendekatan individual bagi siswa yang pendiam atau bermasalah. Meningkatkan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial guru. Menciptakan suasana kelas yang kondusif, nyaman, dan tidak menegangkan. Melibatkan siswa dalam kegiatan aktif seperti diskusi, permainan edukatif, atau proyek kelompok. Memberi umpan balik positif agar siswa terus termotivasiAy. Berdasarkan dari hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah dan guru yang mengajar di sekolah MAS Nurul Fadhilah dapat disimpulkan bahwa, keberhasilan komunikasi interpersonal antara guru dan siswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian, empati, dan kemampuan berbicara guru, serta faktor eksternal seperti kondisi kelas, lingkungan sekolah, dan dukungan institusi. Untuk mengatasi hambatan komunikasi, guru di MAS Nurul Fadhilah menerapkan pendekatan individual, meningkatkan keterampilan sosial, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta interaktif. Upaya tersebut membantu menjaga minat belajar siswa tetap tinggi dan mendorong terciptanya hubungan yang harmonis di 1054 || Maulidayani, et. || Peran Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Peran Komunikasi Interpersonal Guru terhadap Perkembangan Minat Belajar Siswa di MAS Nurul Fadhilah Medan, dapat disimpulkan bahwa: Bentuk komunikasi interpersonal yang dilakukan guru di MAS Nurul Fadhilah bersifat dua arah, terbuka, dan empatik. Guru berinteraksi dengan siswa melalui sapaan ramah, perhatian terhadap pendapat siswa, pemberian motivasi, serta apresiasi terhadap usaha siswa. Bentuk komunikasi ini tidak hanya sebatas penyampaian materi pelajaran, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara guru dan siswa, sehingga tercipta suasana belajar yang hangat dan menyenangkan. Komunikasi interpersonal guru berpengaruh positif terhadap minat belajar Siswa yang merasa dihargai dan diperhatikan oleh guru menunjukkan semangat belajar yang lebih tinggi, berani bertanya, aktif berdiskusi, serta memiliki rasa percaya diri yang meningkat. Komunikasi yang ramah dan terbuka terbukti mampu memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi interpersonal guru meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kepribadian, empati, kemampuan berbicara, dan penguasaan materi oleh guru. Sedangkan faktor eksternal mencakup kondisi kelas, jumlah siswa, lingkungan sekolah, serta dukungan dari pihak madrasah. Hambatan yang muncul seperti perbedaan karakter siswa atau kondisi kelas yang tidak kondusif dapat diatasi dengan pendekatan personal, peningkatan kemampuan komunikasi guru, serta penerapan strategi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. DAFTAR PUSTAKA