Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021. Hal. https://ejournal. id/index. php/kumparan_fisika e-ISSN: 2655-1403 p-ISSN: 2685-1806 PENENTUAN KONSTANTA PEGAS MENGGUNAKAN APLIKASI PHYPHOX PADA PERISTIWA OSILASI PEGAS Herliana Aryanti Ewar*. Marselina Erisna Bahagia. Valeria Jeluna. Richardo Barry Astro. Adrianus Nasar Universitas Flores. Jln. Sam Ratulangi Ende Flores e-mail*: ariyanti8897@gmail. Diterima 28 Juni 2021 Disetujui 17 Desember 2021 Dipublikasikan 31 Desember 2021 https://doi. org/10. 33369/jkf. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konstanta pegas pada peristiwa osilasi pegas dengan massa benda yang berubah-ubah. Penelitian dilakukan melalui eksperimen menggunakan menu spring pada aplikasi phyphox. Pengumpulan data massa, panjang pegas, pertambahan panjang pegas dilakukan melalui pencatatan manual sedangkan periode dan frekuensi dapat diperoleh melalui tampilan menu spring pada Smartphone . Analisis data menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukan . pegas 1 dengan massa 10 g dan panjang 6 cm memiliki konstanta sebesar 7,424 N/m 0,00092, . pegas 2 dengan massa 50 g dan panjang 15 cm memiliki konstanta sebesar 11,084 N/m 0,00078, dan . pegas 1 dengan massa 50 g dan panjang cm cm memiliki konstanta sebesar N/m 0,0016. Kata kunci: konstanta pegas, phyphox, osilasi ABSTRACT This research aims to determine the value of the spring constant in the spring oscillation with different value of load The research was conducted through experiments using the spring menu on the phyphox application. Data collection of mass, spring length, spring length increase is done through manual recording while the period and frequency can be obtained through the spring menu display on the Smartphone. Data analysis used linear regression The results showed . spring 1 with a mass of 10 g and a length of 6 cm had a constant of 7. 424 N/m A 00092, . spring 2 with a mass of 50 g and a length of 15 cm had a constant of 11. 084 N/m A 0. 00078 , and . spring 1 with a mass of 50 g and a length of cm cm has a constant of 24. 92 N/mA 0. Keywords: spring constant, phyphox, oscillation PENDAHULUAN Gerakan sebuah benda secara periodik dan terjadi dalam selang waktu tertentu melalui titik kesetimbangan disebut osilasi . Peristiwa osilasi banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada pristiwa pegas yang digantung secara vertikal yang diberi beban . Beban yang terikat pada ujung pegas dengan massa m diberi simpangan x (Gambar . kemudian dilepas maka sistem akan bergerak secara periodik pada titik setimbang yang disebabkan oleh gaya pemulih, gerakan ini disebut gerak harmonik sederhana . A 2021 Jurnal Kumparan Fisika Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021. Hal. F=-ky Gambar 1. Pegas sebelum dan sesudah digantung beban Gambar 1 menunjukkan pegas sebelum digantung beban dan setelah digantung beban. Keadaan ini berlaku Hukum Hooke . dengan rumus F= -k . ketika pegas itu ditarik kemudian dilepaskan maka berlaku Hukum II Newton . F= m a atau . Pegas yang dilepas akan mengalami gerak harmonik . dengan persamaan: Jika pers. dimasukkan ke pers. maka diperoleh: =Dari pers. dan pers. Di mana Sehingga, . Dimana y adalah Simpangan . A adalah Amplitudo, m adalah Massa (K. T adalah Periode . , adalah Kecepatan sudut . ad/ . , f adalah Frekuensi (H. , t adalah Waktu . , dan Besaran merupakan gradien dari pers. Gerak harmonik yang terjadi pada suatu benda dapat bertujuan untuk memahami peristiwa osilasi pegas dan menentukan nilai konstanta pegas . Gaya yang diberikan pada sebuah benda yang menyebabkan benda bertambah panjang disebut konstanta pegas . Pada umumnya percobaan penentuan konstanta pegas masih dilakukan secara manual, penentuan periode dan frekuensi masih menggunakan metode perhitungan manual. Penelitian tentang konstanta pegas telah dilakukan sebelumnya yang dianalisis dengan menggunakan persamaan konsep Hukum Hooke . Penelitian tentang konstanta pegas telah dilakukan dengan berbagai cara yakni pada percobaan yang menggunakan software LabVIEW yang memanfaatkan sensor ultrasonik untuk pemrosesan data, akuisisi data, control dan visualisasi . Selain itu dapat juga menggunakan Smartphone untuk medeteksi intensitas cahaya melalui sensor cahaya agar mendapatkan nilai konstanta pegas . Smartphone merupakan alat komunikasi modern yang fleksibel, nyaman dan popular. Smartphone juga banyak menyediakan aplikasi-aplikasi yang membantu eksperimen dalam pembelajaran fisika . Smartphone sangat cocok dijadikan sebagai alat eksperimen, karena biasanya dilengkapi dengan sejumlah sensor dan juga sebagai penyimpan dokumen . Selain itu. Penggunaan Smartphone menawarkan kemungkinan untuk menerapkan kegiatan seperti laboratorium selama waktu belajar mandiri dan untuk memfokuskan proses pemecahan masalah . Smartphone memiliki banyak aplikasi yang dapat membantu guru dalam proses belajar mengajar. Penentuan Konstanta Pegas Menggunakan Aplikasi Phyphox pada Peristiwa Osilasi Pegas Herliana Aryanti Ewar. Marselina Erisna Bahagia. Valeria Jeluna. Richardo Barry Astro. Adrianus Nasar P enentuan Konstanta Pegas Menggunakan Aplikasi Phyphox pada Peristiwa Osilasi Pegas Herliana Aryanti Ewar. Marselina Erisna Bahagia. Valeria Jeluna. Richardo Barry Astro. Adrianus Nasar seperti pengukuran gaya, linear accelerometer, gyroscope, barometer, roller coaster, penggaris, magnetometer, kompas, global positioning system/GPS, stroboscope . , inclinometer, light meter, detektor warna, pengukur suara, generator nada, ruang lingkup silau, spektogram penganalisis spektrum . , multi-media, generator warna . Walaupun eksperimen fisika yang memanfaatkan sensor Smartphone sangat praktis dan hemat biaya, tetapi terdapat beberapa kelemahan seperti telepon tidak dapat diakses selama percobaan dan data biasanya perlu dianalisis selanjutnya dikomputer. Masalah- masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan aplikasi AuphyphoxAy . Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan penggunaan teknologi berbasis Aplikasi yang cocok dengan percobaan penentuan konstanta pegas adalah aplikasi Phyphox . hysical phone experiment. adalah sebuah aplikasi yang dapat membantu beberapa percobaan dalam praktikum fisika, aplikasi ini dirilis di Google Play Store dan AppleApp Store pada bulan September 2016 . Aplikasi Phyphox pertama kali dikembangkan oleh Universitas Aachen dan memanfaatkan Smartphone sebagai sensor dalam pengoperasianya . Adapun kelebihan dari aplikasi ini adalah dapat dimiliki tanpa harus dibayar, akan tetapi ada beberapa simulasi yang terdapat dalam phyphox ini tidak dapat disimulasikan apabila smartophone tidak terdapat sensor-sensor simulasi . Aplikasi phyphox juga dapat membantu dalam pratikum fisika lainnya seperti dalam percobaan tumbukan tidak lenting, percepatan sentripetal dan pegas . Berikut ini adalah tampilan fitur-fitur yang ada pada aplikasi phyphox. Gambar 2. Tampilan fitur aplikasi phyphox Menu spring berfungsi untuk menganalisis frekuensi dan periode pada osilasi pegas. Pada menu spring terdapat beberapa fitur seperti results, resonance, autocorrelation dan raw data. Fungsi dari fitur-fitur tersebut adalah sebagai berikut: RESULTS Gambar 3a. Tampilan menu results sebelum Gambar 3b. Tampilan menu results setelah Fitur results berfungsi untuk menampilkan nilai periode dan frekuensi setelah percobaan. Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021 . Hal. Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021. Hal. RESONANCE Gambar 4a. Tampilan menu resonance sebelum Gambar 4b. Tampilan menu resonance setelah Fitur resonance berfungsi untuk mendeteksi nilai frekuensi alami sistem tempat bekerja. AUTOCORRELATION Gambar 5b. Tampilan menu autocorrelation sebelum percobaan. Gambar 5b. Tampilan menu autocorrelation setelah percobaan. Fitur autocorrelation berfungsi menampilkan data periode dan frekuensi. RAW DATA Gambar 6a. Tampilan menu raw data sebelum Gambar 6b. Tampilan menu raw data setelah Fitur ini berfungsi untuk menampilkan accelerometer x, y dan z. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dan dilaksanakan di bengkel Fisika Program studi Pendidikan Fisika universitas Flores menggunakan Statip dan pegas. Penelitian eksperimen meliputi persiapan, penentuan variabel bebas dan variabel terikat, pengumpulan data, analisis dan penarikan kesimpulan . Berikut merupakan gambar struktur penelitian eksperimen Persiapan Penentuan Variabel Bebas dan Variabel Terikat Pengumpulan Data Deskripsi dan Analisis Data Kesimpulan Gambar 7. Bagan struktur penelitan Penentuan Konstanta Pegas Menggunakan Aplikasi Phyphox pada Peristiwa Osilasi Pegas Herliana Aryanti Ewar. Marselina Erisna Bahagia. Valeria Jeluna. Richardo Barry Astro. Adrianus Nasar P enentuan Konstanta Pegas Menggunakan Aplikasi Phyphox pada Peristiwa Osilasi Pegas Herliana Aryanti Ewar. Marselina Erisna Bahagia. Valeria Jeluna. Richardo Barry Astro. Adrianus Nasar Pada tahap pertama mengumpulkan alat dan bahan. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah pegas, statif, neraca, mistar, laptop. Smartphone dan beban dengan massa 50 g dan 100 g. Tahap kedua adalah menentukan variabel bebas dan variabel terikat. Dalam percobaan ini variabel bebasnya adalah massa benda . yang digantung pada ujung pegas dan variabel terikatnya adalah pertambahan panjang pegas, periode, dan frekuensi setelah digantung Tahap ketiga adalah pengumpulan data yaitu dengan mengatungkan beban pada ujung pegas, mengukur pertambahan panjang pegas jika massanya ditambahkan kemudian pegas diberi dan dilepas hingga berosilasi sampai 10 kali. percobaan diulang sampai 10 kali dengan pertambahan massa yang konstan . g atau 100 . untuk menentukan nilai periode dan Tahap keempat adalah deskripsi dan analisis data, setelah melakukan percobaan langkah selanjutnya adalah membuat tabel data hasil percobaan pegas 1, 2 dan 3 dan membuat grafik hubungan massa dan periode menggunakan persamaan regresi linear. Persamaan regresi linear yang dihasilkan dapat digunakan untuk menentukan nilai konstanta pegas. Tahap terakhir adalah menarik kesimpulan analisis data. Rancangan percobaan dalam penelitian disajikan pada Gambar 8 dibawah ini. Gambar 8. Rancangan Percobaan i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Percobaan 1 Data hasil percobaan 1 dengan massa Smartphone 180 gram dan massa pegas 10 gram. Penambahan massa untuk setiap percobaan pada pegas 1 sebesar 10 gram. Data percobaan 1 ditampilkan dalam Tabel 1 berikut. Tabel 1. Percobaan Pegas 1 f (H. k(N/. 6,669 6,684 6,665 6,745 6,836 6,778 6,929 6,954 7,103 7,218 Berdasarkan Tabel 1 hubungan antara massa . dan kuadrat periode (T . dapat diperoleh melalui persamaan regresi linear. Hubungan antara massa dan kuadrat periode, serta persamaan regresi percobas pegas 1 tampak dalam Gambar . Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021 . Hal. Kuadrat Periode (T. Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021. Hal. y = 5. RA = 0. Massa. Gambar 9. Grafik hubungan antara massa dengan periode pegas 1 Dari Gambar 9, persamaan regresi maka maka gradiennya adalah 5,312. Dengan meninjau Pers. =5,312, dengan demikian k = 7,424 N/m 0,00092 Pada percobaan 1, pegas dengan massa awal 0,19 kg diberi simpangan 5 cm menghasilkan periode 1,06 s dan frekuensi 0,94Hz kemudian percobaan diulang selama 10 kali dengan menambah beban bermassa 0,05 kg . dapat dilihat Pada Tabel 1 di atas bahwa setiap kali pertambahan massa, periodenya semakin besar dan frekunsi semakin kecil. Hasil Percobaan 2 Data hasil percobaan 2 dengan massa Smartphone 180 gram dan massa pegas 50 gram. Penambahan massa untuk setiap percobaan pada pegas 2 sebesar 50 gram. Data percobaan 2 ditampilkan dalam Tabel 2 berikut. Tabel 2. Percobaan Pegas 2 T . f (H. k (N/. 11,20 11,04 10,95 10,95 11,03 10,86 10,98 11,03 11,04 11,02 kuadrat periode (T. Berdasarkan Tabel 2, hubungan antara massa . dan kuadrat periode (T . dapat diperoleh melalui persamaan regresi linear. Hubungan antara massa dan kuadrat periode, serta persamaan regresi percobas pegas 2 tampak dalam Gambar 10 berikut: y = 3. 588x - 0. RA = 0. massa (K. Gambar 10. Grafik hubungan antara massa dengan periode pegas 2 Penentuan Konstanta Pegas Menggunakan Aplikasi Phyphox pada Peristiwa Osilasi Pegas Herliana Aryanti Ewar. Marselina Erisna Bahagia. Valeria Jeluna. Richardo Barry Astro. Adrianus Nasar P enentuan Konstanta Pegas Menggunakan Aplikasi Phyphox pada Peristiwa Osilasi Pegas Herliana Aryanti Ewar. Marselina Erisna Bahagia. Valeria Jeluna. Richardo Barry Astro. Adrianus Nasar Dari Gambar 10, persamaan regresi Dengan meninjau persamaan . , maka maka gradiennya adalah 3,588. =3,588, dengan demikian k = 11,084 N/m 0,00078. kuadrat periode Hasil Percobaan 3 Data hasil percobaan 3 dengan massa Smartphone 180 gram dan massa pegas 50 gram. Penambahan massa untuk setiap percobaan pada pegas 3 sebesar 100 gram. Data percobaan 3 ditampilkan dalam Tabel 3 berikut: Tabel 3. Percobaan Pegas 3 T . f (H. k (N/. 25,20 24,42 24,62 24,17 23,88 24,68 24,33 25,05 24,79 24,82 Berdasarkan Tabel 3, hubungan antara massa . dan kuadrat periode (T ) dapat diperoleh melalui persamaan regresi linear. Hubungan antara massa dan kuadrat periode, serta persamaan regresi percobas pegas 3 tampak dalam Gambar 11 berikut: y = 1. RA = 0. massa(K. Gambar 11. Grafik hubungan antara massa dengan periode pegas 3 Dari Gambar 11, persamaan regresi maka maka gradiennya adalah 1,582. Dengan meninjau persamaan . , , dengan demikian k N/m 0,0016. Pada percobaan 3 pegas dengan massa awal 0,23 kg diberi simpangan 5 cm menghasilkan periode 0,6 s dan frekuensi 1,65 Hz kemudian percobaan diulang selama 10 kali dengan meambah beban bermassa 0,1 kg . dapat dilihat Pada table diatas bahwa setiap kali pertambahan massa periodenya semakin besar dan frekunsi semakin kecil. IV. SIMPULAN DAN SARAN 1 Simpulan Hasil penelitian menggunakan menu spring pada aplikasi phyphox menunjukkan: . pegas 1 dengan massa 10 g dan panjang 6 cm memiliki konstanta sebesar 7,424 N/m 0,00092, . pegas 2 dengan massa 50 g dan panjang 15 cm memiliki konstanta sebesar 11,084 N/m 0,00078, dan . pegas 1 dengan massa 50 g dan panjang cm cm memiliki konstanta sebesar N/m 0,0016. 2 Saran Perlu penelitian lanjutan untuk membandingkan nilai konstanta pegas saat sistem pegas diam dan sistem pegas berosilasi agar mengetahui perbedaan nilai konstantanya. Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021 . Hal. Jurnal Kumparan Fisika. Vol. 4 No. Desember 2021. Hal. DAFTAR PUSTAKA