Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Pengaruh Price Perception. Social Media Marketing dan Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kertas Titik Koma Joshua Christian. Mariah. Manajemen. Fakultas Bisnis. Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis Jalan Pulomas Selatan Kav. Jakarta, 13210 Email: joshuachristianhadi@gmail. Email: mariah@kalbis. Abstract: The purpose of this research is to find out and analyze the effect of price perception, social media marketingA and brand awareness on the decision to purchase Titik Point paper products. This study discusses the dimensions of the research variables studied to determine the effect between variables and objects. This study uses a quantitative method through a questionnaire survey distributed to 131 respondents who were processed using SPSS Version 24. 0 with a non-probability sampling Hypothesis test results . , price perception significantly influence purchasing decisions. Social media marketing has a significant effect on purchasing decisions. Brand Awareness has a significant effect on purchasing decisions. The implication of this research is to provide marketers with understanding to pay attention to price perception, social media marketing and good brand awareness, especially on Point Sema products. Keywords: brand awareness, purchase decision, price perception, social media marketing Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh price perception, social media marketingA dan brand awareness terhadap keputusan pembelian produk kertas Titik Koma. Penelitian ini membahas mengenai dimensi pada variabel penelitian yang dikaji untuk mengetahui pengaruh antara variabel dengan objek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survey kuisioner yang disebarkan kepada 131 responden yang diolah menggunakan SPSS Versi 24. 0 dengan metode pengambilan sampel non-probability sampling. Hasil uji hipotesis . , price perception berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Social media marketing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Brand Awareness berpengaruh signifikan terhadap keputusan Implikasi dari penelitian ini agar dapat memberikan pemahaman bagi para pemasar untuk memperhatikan price perception, social media marketing dan brand awareness yang baik, terutama terhadap produk Kertas Titik Koma. Kata kunci: brand awareness, keputusan pembelian, persepsi harga, social media marketing PENDAHULUAN Studygram merupakan istilah bagi masyarakat atau komunitas yang sering memposting tentang proses pencatatan dan pembelajaran di social media dengan Dalam studygram, para studygrammer biasanya membuat catatan semenarik mungkin, dan tidak ada aturan khusus dalam pembuatan catatan. Adapun beberapa teknik pencatatan yang biasa digunakan oleh para studygrammer, yaitu mindmap, cornell system, sketchnoting, diagram, tabel, list, dan hybrid notetaking. Selain itu, pembuatan studygram memberikan beberapa manfaat, seperti mempermudah memahami pelajaran atau materi yang dipelajari karena catatan lebih singkat dan rapi, menstimulasi otak dengan baik, meningkatkan kreativitas, dan meningkatkan semangat belajar. Komunitas studygram ini juga ditunjukkan untuk semua kalangan, terutama pelajar. Dalam komunitas studygram, orang yang serius dengan pendidikannya dapat mengekspresikan diri dengan bebas tanpa tanpa harus takut dianggap berusaha terlalu keras. Kultur yang positif ini membuat banyak pelajar tertarik untuk melibatkan diri, terbukti dengan munculnya akun studygram baru setiap Selain itu, komunitas studygram juga sangat suportif, beberapa akun di instagram membagikan ulang karya sesama studygrammers yang me-mention akun Instagram tersebut. Para studygrammers juga saling menghargai catatan yang diunggah oleh sesama studygrammer seperti sebuah karya, dan menjaganya dari plagiarisme serta pengambilan tanpa izin. Selain suportif dalam mendukung sesama studygrammers untuk Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 berkarya, akun studygram juga terkenal loyal dalam mengadakan giveaway untuk menarik followers baru. Selain melihat potensi target market yang sangat luas, menurut Savyera, komunitas studygram membutuhkan kertas yang berkualitas dimana kertas tersebut hanya dapat diimpor dari Jepang dan membutuhkan biaya yang relatif mahal, maka dari itu. Savyera berinisiatif untuk memproduksi kertas yang berkualitas setara dengan kertas Jepang bahkan lebih baik, serta dengan harga yang lebih Hal ini juga bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa nasionalisme masyarakat terhadap produk lokal. Pada saat ini. Titik Koma fokus bergerak di bidang kertas seperti kertas binder . oose lea. , tetapi ada beberapa barang lain diproduksi dan dijual oleh titik koma seperti notebook, flashcard, weekly planner, monthly planner dan beberapa buku lainnya. Target penjualan produk titik koma ini mengarah pada komunitas studygram, yang masih bersekolah sampai Saat ini Titik Koma hanya melayani melalui online . yang digunakan saat ini yaitu. Instagram dan Marketplace seperti Shopee. Hal ini disebabkan komunitas studygram aktif di Instagram sehingga komunitas ini dapat mengekpresikan hasil catatan berkaligrafi dengan cara meng-upload-nya melalui Instagram dan Shopee untuk melakukan pembelian dari produk Titik Koma, penggunaan menggunakan Shopee juga memudahkan kalangan pelajar yang tidak mempunyai rekening sehingga pembayarannya dapat melalui Alfamart ataupun Indomaret, untuk kedepannya Titik Koma berencana untuk membuka toko offline di Kota Harapan Indah. Ada berbagai cara Titik Koma untuk mengembangkan bisnisnya, terutama supply produk dan pemasaran. Titik Koma berusaha untuk menyiapkan barang semampu owner dan berkualitas untuk memenuhi permintaan, sedangkan dari segi pemasaran. Titik Koma menggunakan endorse . ang dan produk Titik Kom. , paid promote, serta Instagram Ads. Masalah yang dihadapi oleh Titik Koma yaitu produksi dan persaingan dengan online Titik Koma juga belum dapat memproduksi dalam jumlah yang sangat banyak atau ribuan. Selain itu. Titik Koma memiliki keunggulan dengan menjual produk lokal atau produksi sendiri, sedangkan online shop lain hanya menjadi reseller. Titik Koma mengetahui kebutuhan pelanggan dan target market. Oleh sebab itu Titik Koma menjual 3 jenis kertas yaitu polos, grid dan dot. Sudah menjadi ciri khas dari Titik Koma menjual beberapa varian kertas untuk kalangan studygram yang senang menulis dengan rapih maupun berukir kaligrafi sehingga mempercantik catatan. Banyak konsumen tertarik untuk mengkoleksi beberapa jenis kertas dari produk Titik Koma, khususnya kalangan dari komunitas studygram. Hal ini dapat menjadi peluang bisnis yang baik untuk memperoleh keuntungan. Bedasarkan uraian tersebut maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: Apakah price perception berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk kertas Titik Koma?. Apakah Social Media Marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk kertas Titik Koma?. Apakah Brand Awareness berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk kertas Titik Koma?. dan Apakah Price Perception. Social Media Marketing dan Brand Awareness secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk kertas Titik Koma? Tujuan penelitian ini disesuaikan dengan rumusan masalah penelitian yang ada. Adapun tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui apakah price perception berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kertas Titik Koma di Bekasi. Untuk mengetahui apakah Social Media Marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kertas Titik Koma di Bekasi. Untuk mengetahui apakah Brand Awareness berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kertas Titik Koma di Bekasi. dan Untuk mengetahui apakah Price Perception. Social Media Marketing dan Brand Awareness secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk kertas Titik Koma di Bekasi. II. METODE PENELITIAN Persepsi Harga Harga merupakan unsur bauran pemasaran yang sifatnya fleksibel dimana setiap saat dapat berubah menurut waktu dan tempatnya. Harga bukan hanya angka-angka yang tertera dilabel suatu kemasan atau rak toko, tapi harga mempunyai banyak bentuk dan melaksanakan banyak fungsi. Menurut Peter & Olson . , persepsi atas harga menyangkut bagaimana informasi harga dipahami oleh konsumen dan dibuat bermakna bagi mereka (Fatmawati & Soliha 2017: . Menurut Amryyanti et al. mendefinisikan persepsi harga merupakan penilaian bagi suatu hasil dan bagaimana suatu proses nantinya mendapatkan suatu hasil yang dapat diterima dan pastinya dalam suatu kewajaran dalam arti lain masuk akal (Premayani & Yoga 2019: . Menurut Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Malik dan Yaqoob . persepi harga adalah Authe process by which consumers interpret price and attribute value to a good or service prosesAy, yang berarti sebuah proses dimana pelanggan menafsirkan nilai harga dan atribut ke barang atau pelayanan. Dimensi persepsi harga yang dikemukakan oleh Dhurup. Mafini dan Dumasi . , yaitu keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, kesesuaian harga dengan merek, kepuasan harga, dan social media marketing. 0:64-. membagi kesadaran merek menjadi unware of brand, brand recognition, brand recall, dan top of mind awareness. Menurut Dharma dan Sukaatmadja . , dimensi dan indikator kesadaran merek . rand awarenes. antara lain kemampuan mengingat merek, kemampuan untuk mengingat dan mengenali model varian, dan ciri khas merek . emahami informasi mengenai mere. Social Media Marketing Menurut Ginting . menyatakan bahwa keputusan pembelian merupakan membeli merek yang paling dikehendaki. Menurut Sumarwan . keputusan pembelian merupakan keputusan konsumen yang meliputi keputusan konsumen mengenai apa yang akan dibeli, apakah akan melakukan pembelian atau tidak, kapan membeli, dimana membeli, dan bagaimana cara Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan keputusan pembelian adalah keinginan yang sudah bulat untuk membeli produk tersebut. Menurut Dharmmesta dan Handoko . 2:102. , struktur keputusan pembelian terdiri dari tujuh komponen yaitu keputusan tentang jenis produk, keputusan tentang bentuk produk, keputusan tentang merek, keputusan tentang penjualnya, keputusan tentang jumlah produk, keputusan tentang waktu pembelian, dan keputusan tentang cara pembayaran. Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk atau jasa meliputi 6 sub keputusan, menurut kotler dan keller . , yaitu pemilihan produk, pemilihan merek, pemilihan tempat penyalur, waktu pembelian, jumlah pembelian, dan metode pembayaran Menurut Gunelius . , social media marketing adalah segala bentuk pemasaran langsung atau tidak langsung yang digunakan untuk membangun kesadaran, pengenalan, pengingatan kembali, dan pengambilan aksi terhadap sebuah brand, bisnis, produk, orang, atau hal lainnya yang dikemas menggunakan alat-alat di social web, seperti blogging, microblogging, social networking, social bookmarking, dan content sharing. Gunelius . 5:144-. juga mengungkapkan bahwa social media marketing dapat memberikan kesempatan besar untuk wirausahawan, bisnis kecil, perusahaan sedang, dan korporasi besar dalam membangun brand dan bisnisnya. Hal ini disebabkan karena salah satu tujuan dari social media adalah untuk membangun Percakapan di social media menyediakan cara yang sempurna untuk membangun brand awareness, mendorong brand recognition dan brand recall, dan meningkatkan brand loyalty (Ratana 2018:. Menurut Gunelius . 5:59-. terdapat empat elemen yang dijadikan sebagai variabel atau indikator kesuksesan social media marketing adalah content creation, content sharing, connecting, dan community building web sosial Brand awareness Menurut Keller . 3: . , kesadaran merek merupakan kemampuan individu mengenali dan mengingat merek dari suatu kategori produk tertentu, dan merupakan dimensi utama dalam ekuitas merek. Menurut Aaker dalam Durianto dkk . , brand awareness . esadaran mere. menunjukan kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Menurut Hermawan . 4 : . Kesadaran merek adalah kemampuan dari seseorang calon pembeli . otential buye. untuk mengenali . atau mengingat . suatu merek yang merupakan bagian dari suatu kategori produk. menurut kartajaya Keputusan Pembelian Desain Penelitian Agar penelitian ini dapat mempermudah dipahami maka penelitian yang sedang dilakukan dan diperlukan ialah konseptual penelitian untuk dapat memberikan susunan metodologi penelitian, dimana dalam konseptual ini menjelaskan keterkaitan hubungan antara konsep satu dengan konsep lainnya dari sebuah permasalahan yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Price Perception. Media Social Marketing, dan Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian Produk Titik Koma di Harapan Indah . tudi kasus di Kota Bekasi ). Dari kerangka pemikiran pada Gambar 1 dapat diketahui pengaruh Price Perception (X. Media Social Marketing (X. , dan Brand Awareness Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 (X. terhadap Keputusan Pembelian Titik Koma di Harapan Indah. sampel dengan pertimbangan tertentu. (Sugiono, 2017: . Jadi, sampel pada penelitian ini adalah responden di Kota Harapan Indah yang mengetahui dan membeli produk dai Titik Koma. Main Test Gambar 1 Model Konseptual Penelitian Prosedur Penelitian Metode Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Menurut Sugiyono . Metode kuantitatif adalah AuMetode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode pasitivistik karena berlandasan pada filsafat Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti melakukan studi lapangan melalui survei yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Menurut Sugiyono . , kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, kuisioner digunakan untuk mengumpulkan data dari para responden melalui google form. Kuisioner dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan jawaban berupa skor 1 sampai 5 seperti pada Tabel 1. Tabel 1 Skala Likert Teknik Pengumpulan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/ kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiono, 2017: . Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik penentuan Main test merupakan alat uji utama dengan tujuan untuk mengetahui dan menarik kesimpulan apakah hipotesa yang diuji diterima atau ditolak. Jumlah responden yang diuji pada main test lebih banyak di bandiingkan pre-test. Hasil kuisioner diolah menggunakan program SPSS untuk menentukan validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas dari indikator-indikator penelitian, sehingga didapatkan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada analisis main test, digunakan uji validitas, realibilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis nilai mean. Hasil dari uji validitas pada tiap pertanyaan baik pada variabel price perception, social media marketing, brand awareness dan keputusan pembelian menunjukkan valid karena memperoleh nilai Total Pearson Correlation lebih besar dari r tabel yang telah ditentukan yakni 0,1703. Maka, uji validitas untuk variabel price perception, social media marketing, brand awareness dan keputusan pembelian price perception, social media marketing, brand awareness dan keputusan pembelian dinyatakan valid. Uji reliabilitas menunjukan bahwa hasil tiap variabel yang diuji memperoleh nilai CroanbachAos Alpha diatas 0,60 sehingga dinyatakan reliabel. Peneliti juga menganalisis data main test dengan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil uji normalitas dengan melakukan one-sample test Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. 095, dimana nilai tersebut berada diatas tingkat alpha standar yaitu 0,05. sehingga dapat dikatakan bahwa distribusi data adalah normal. Hasil uji multikolinieritas pada menunjukkan bahwa nilai VIF dari ketiga variabel berada dibawah nilai standar yaitu 10, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas pada hasil uji penelitian. Hasil uji heteroskedastisitas menggunakan metode uji Glejser memperoleh nilai signifikansi (Sig. ) untuk setiap variabel. Persepsi harga memperoleh nilai signifikansi sebesar 0. 738, social Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 media marketing memperoleh nilai signifikansi 630, dan brand awareness memperoleh nilai signifikansi sebesar 0. Berdasarkan uji Glejser, nilai signifikasi yang diperoleh setiap variabel lebih dari nilai signifikansi standar . , sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap variabel tidak memiliki gejala heteroskedastisitas. Selain itu, peneliti juga melakukan analisis main test dengan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian adalah uji linear berganda, uji koefisien determinasi, uji T dan uji F. Hasil uji regresi linear berganda, penjelasan persamaan regresi tersebut sebagai berikut. Petama, konstanta sebesar Artinya, jika price perception, social media marketing, dan brand awareness nilainya 0, maka keputusan pembelian nilainya sebesar -0. Kedua, koefisien regresi variabel price perception sebesar Artinya, jika price perception mengalami kenaikan satu satuan, maka keputusan pembelian akan mengalami peningkatan sebesar 0. 335 satuan dengan asumsi variabel independent lainnya bernilai tetap. Ketiga, koefisien regresi variabel social media marketing sebesar 0. Artinya, jika social media marketing mengalami kenaikan satu satuan, maka keputusan pembelian akan mengalami peningkatan sebesar 0. 265 satuan dengan asumsi variabel independent lainnya bernilai tetap. Keempat. Koefisien regresi variabel brand awareness sebesar Artinya, jika brand awareness mengalami kenaikan satu satuan, maka keputusan pembelian akan mengalami peningkatan 0. 313 satuan dengan asumsi variabel independent lainnya bernilai tetap. Hasil analisis koefisien determinasi dapat dilihat menunjukan nilai R2 (R Squar. %). Hal ini menunjukan presentase pengaruh variabel independent price perception (X. , social media marketing (X. dan brand awareness (X. terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 68%. Hasil dari uji T adalah sebagai berikut. Pertama, pada variabel Price Perception (X. menunjukkan T hitung sebesar 2. Yang artinya bahwa T hitung > T tabel = 2. 988 > 1,978. Hasil ini menyatakan bahwa variabel price perception (X. berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Kedua, pada variabel Social Media Marketing (X. menunjukkan T hitung sebesar 2,901. Yang artinya bahwa T hitung > T tabel = 2,901 > 1,978. Hasil ini menyatakan bahwa variabel Social Media Marketing (X. berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Ketiga, pada variabel Brand Awareness (X. menunjukkan T hitung sebesar 4. Yang artinya bahwa T hitung > T tabel = 4. 468 > 1,978. Hasil ini menyatakan bahwa variabel brand awareness (X. berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel price perception (X. , social media marketing (X. dan brand awareness (X. secara bersamasama berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian (Y) atau tidak. Pengujian dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel. tabel dapat dicari pada tabel statistic pada signifikansi 0,05 dengan df 1 . umlah variabel Ae . atau dengan 4-1 = 3 dan df 2 . -k-. atau dengan 131-3-1 = 127. Kemudian dimasukan kedalam rumus excel FINV . ,05. atau = FINV . ,05. = 2. Maka nilai F tabel sebesar 2,675. Jika F hitung < F tabel maka Ho diterima, jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai F hitung sebesar 93. Artinya F hitung > F tabel = 243 > 2. hal ini menjelaskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya bahwa variabel price perception (X. , social media marketing (X. dan brand awareness (X. sebagai variabel independn secara langsung bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen keputusan pembelian (Y). Jika dibandingkan dengan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa hasil analisis memiliki kesesuaian, dimana variabel persepsi harga, social media marketingA dan brand awareness berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Pada penelitan Donny dan Imroatul . , didapatkan hasil penelitian persepi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 6. 185 > 1. 66 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Selanjutnya, pada penelitian Lubiana et al. , didapatkan hasil penelitian social media marketing berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sebesar 4. 09 > 0. 05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Selain itu, pada penelitian Dytta et al. , didapatkan hasil penelitian brand awareness berpengaruh positif terhadap brand preference sebesar 2. 27 > 1. 96 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Peneliti juga melakukan analisis nilai mean. Hasil survey menunjukan nilai mean terendah dari variabel price perception (X. yaitu 4,14 terdapat pada indikator nomor 1, yaitu AoSaya merasa harga yang ditawarkan Titik Koma cukup terjangkauAo. Hasil keterjangkauan harga dari variabel price perception terhadap Titik Koma tidak berpengaruh signifikan, hal ini disebabkan karena persepsi dari setiap konsumen berbeda-beda. Terutama, titik koma belum memiliki variabel brand awareness yang cukup kuat sehingga orang dapat salah mengartikan hubungan harga dengan kualitas produknya. Maka Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 dari itu Titik Koma harus menguatkan brand awareness dengan cara meningkatkan promosi melalui social media marketing, memberitahukan kepada audience memberikan informasi yang lebih detail dan Titik Koma dapat menunjukkan testimony untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan baru. Indikator yang memiliki mean tertinggi ada pada nomor 4 dengan nilai mean 4. 19, yaitu AoSaya merasa puas setelah melakukan pembelian kertas di Titik KomaAo. Ini menunjukan bahwa produk kertas Titik Koma memiliki kualitas produk yang sangat baik. Berdasarkan hasil dari persepi harga dapat dilihat bahwa Titik Koma memiliki kualitas produk yang baik sesuai dengan harga yang ditawarkan sehingga konsumen konsumen paham bahwa harga yang ditawarkan oleh Titik Koma sesuai dengan kualitas produk dan kualitas layanan yang diberikan oleh Titik Koma sehingga konsumen merasa puas saat membeli produk kertas Titik Koma. Maka dari itu Titik Koma seharusnya mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk dan layanan menjadi lebih baik agar konsumen puas dalam membeli produk kertas. Hasil nilai mean terendah dari variabel social media marketing (X. 11 terdapat pada indikator nomor 5 yaitu. AoSaya merasa mudah memperoleh informasi yang saya butuhkan melalui IG Titik KomaAo. Maka, sebaiknya Titik Koma lebih aktif dalam memberikan informasi kepada ke pembelinya atau followesrnya, informasi yang diberikan harus menarik, detail, dan bermanfaat bagi pembeli maupun followersnya. Sehingga pembeli maupun followers senang akan fast respon dari admin yang menanggapi pertanyaan mereka, serta pembeli maupun followers mengetahui secara detail produk kertas yang akan dibelinya. Indikator yang memiliki mean tertinggi ada pada nomor 7 dengan nilai mean 4,29, yaitu AoTitik Koma membangun relasi dengan baik dan terbuka melalui komunitas online . tudygram dan lainny. Ao. Hal ini disebabkan karena Titik Koma kurang membangun relasi yang intens dengan followersnya. Sebaiknya saran saya Titik Koma membangun relasi yang lebih intens dan kuat bukan hanya memberitahukan informasi tentang produk tetapi juga memberikan informasi lain yang menarik untuk followers . eperti sharing-sharing menarik seputar hobi, menjawab QnA, menanyakan saran-saran mengenai prodak kepada customerny. sehingga informasi detail tentang penjualan produk pun dapat tersampaikan dengan baik. Akan tetapi. Titik Koma ini menunjukan bahwa Titik Koma memiliki hubungan yang baik dengan komunitas online . sehingga dapat meningkatkan penjualan. IV. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Variabel price perception memiliki nilai t hitung . 007 > 1. dan signifikansi sebesar . 03 < 0. sehingga, dapat disimpulkan bahwa variabel price perception secara tersendiri . berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dengan begitu. H0 diterima dan Ha ditolak. Variabel social media marketing memiliki nilai t hitung . 252 > 1. dan signifikansi t sebesar . 04 < 0. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa variabel social media marketing secara . berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dengan begitu. H0 diterima dan Ha ditolak. Varibel brand awareness memiliki t hitung . 282 > 1. dan signifikansi t sebesar . < 0. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa variabel brand awareness secara tersendiri . berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Dengan begitu. H0 diterima dan Ha ditolak. Dari hasil uji F . 620 > 2. dapat disimpulakan bahwa variabel price perception (X. , social media marketing (X. , dan brand awareness (X. sebagai variabel independen secara bersamasama berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu keputusan pembelian (Y). DAFTAR RUJUKAN Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. BEKRAF Outlook Ekonomi Kreatif (OPUS) 2019. Diakses 9 Juni, 2020, from https://w. id/kegiatan/ detail/bekraf-outlook-ekonomi-kreatif-opus-2019 Bank Indonesia. Data Kredit Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (Metadat. Diakses 9 Juni, 2020, https://w. id/Id/Umkm-/Kredit/Da-ta/ Default. Aspx Badan Pusat Statistik. Badan pusat statistik: Proporsi Kredit UMKM terhadap total kredit 2011 Ae 2016. Diakses 9 Juni, 2020, from https://w. dynamictable/2018/05/18/1335/proporsi-kreditumkm-terhadap-total-kredit-2011---2016. Amryyanti. Sukaatmadja. IPG. Cahya. KN. Pengaruh Kualitas Layanan. Produk. Dan Kewajaran Harga Terhadap Kepuasan Dan Loyalitas Pelanggan Pada Lnc Skin Care Singaraja. Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, 2. , 22-29. Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Assasuri S. Manajemen Pemasaran. Jakarta : PT. Raja Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Grafindo Persada. Assasuri S. Manajemen Pemasaran . rd ed. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Program IBM SPSS 23 . th ed. Semarang (ID): Badan Bernando. , dan Bowo. Pengaruh Persepsi Harga Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Produk Enervon-C. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 1. , 67-7. Pemasaran Analisis Perilaku Konsumen . Yogyakarta: BPFE. Dhurup. Mafini. , dan Dumasi. Au The impact of packaging, price, and brand awareness on brand loyalty: Evidence from the paint retailing industry. Acta Commercii, 14 . : 5. Donny. , dan Imroatul . Pengaruh Persepsi Harga. Kualitas Produk, dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Surat Kabar Merdeka pada Masyarakat Semarang. Journal of Management Diponegoro, 5. :1-11. Durianto et al. Brand Equity Ten Strategi Memimpin Pasar. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Dytta et al. Pengaruh Brand Awareness. Brand Association. Brand Extension, dan Perceived Quality Costumer Satisfaction Melalui Brand Preference Sindo Media (MNC Grou. Jurnal Ekobisman, 3. :1-14. Fatmawati. , dan Soliha E. Kualitas Produk. Citra Merek Dan Persepsi Harga Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Sepeda Motor Matic AuHondaAy. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, 10. : 13. Firmansyah. Perilaku Konsumen: Sikap Pemasaran. Yogyakarta: CV Budi Utama. Fuad M, et al. Pengantar Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Ghealita V. Setyorini R. Pengaruh Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian. Journal Ilmu Administrasi Bisnis. Fakultas Komunikasi Dan Bisnis, 4. : 1-9. Ginting. Manajemen Pemasaran . nd ed. Bandung : Yrama Widya. Ginting, et al. Industri Kreatif Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor. Gunelius S. 30 Minute Social Media Marketing. United States : McGraw Hill. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Penerbit Universitas Diponegoro (UNDIP). Ghozali. Imam. AplikasiAnalisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Dharmmesta. Basu. , dan Hani. Manajemen Terhadap Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Yogyakarta: Universitas Diponegoro. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Hair. Jr et. Multivariate Data Analysis . th ed. United States: Pearson Hermawan. Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Kartajaya H . Mark Plus Basics. Jakarta: Esensi. Kotler. Philip dan Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran . rd ed. Terjemahan oleh Benyamin Molan. Jakarta: PT. Indeks. Kotler. Keller. Manajemen Pemasaran . rd ed. Terjemahan oleh Bob Sabran. Jakarta: Erlangga. Kotler. Philip dan Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran . th ed. London: Pearson Education Limited. Lupiyoadi. Manajemen Pemasaran Jasa. Halaman Jakarta (ID): Salemba Empat. Perumal P. Yoganathen A. Influence Of Social Media Marketing On Consumer Buying Decision Making Process. Slis Student Research Journal, 1. :2-13. Peter. Paul and Jerry C. Olson. Consumer Behavior : Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran . st Indonesia language ed. Jakarta: Penerbit Erlangga. Malik. Yaqoob. Aslam. The Impact of Price Perception. Service Quality. And Brand Image On Custumer Loyalty (Study Of Hospitality Industry In Pakistan Interdisciplinary. Journal Of Contempory Research In Business, 4. :487. Manilal et al. The impact of packaging, price, and brand awareness on brand loyalty: Evidence from the paint retailing industry. Original Research, 1. :1-9. Mileva L. Fauzi A. Pengaruh Social Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Administrasi Bisnis. : 190-199. Moisescu Oi. The Importance Of Brand Awareness In Consumers Buying Decision. Journal Management & Marketing. : 103-110. Roy S. Chan T. Cheema A. Price Expectation And Purchase Decision : Evidence From An Online Store Experiment. Journal Cust. Need. And Solut. : 117130. Roberts. Mary Lou dan Debra Zahay. Internet Kalbisocio. Jurnal Bisnis dan Komunikasi. Volume 7. No. Agustus 2020 Markting : Integrating Online and Offline Strategies . Boston: Cengage Learning. Setyarko. Analisis Persepsi Harga. Promosi. Kualitas Layanan Dan Kemudahan Penggunaan Terhadap Keputusan Pembelian Produk Secara Online. Ekonomika Dan Manajemen, 5. , 128Ae147. Sugiama AG. Pengaruh Kemasan. Kewajaran Harga Dan Brand Awareness Terhadap Brand Loyalty (Studi Kasus pada Wisatawan Nusantara Di Kartika Sari Bandun. Jurnal Manajemen Maranatha, 17. : 1-14. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sumarwan U. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor : Ghalia Indonesia. Sunyoto. Analisis Regresi dan Uji Hipotesis. Jakarta : CAPS. Sunyoto. Danang. Perilaku Konsumen Pemasaran. CAPS: Yogyakarta. Sunyoto. Danang. Metodologi Penelitian Akuntansi. Bandung: PT Refika Aditama. Tjiptono. Pemasaran Jasa-Prinsip. Penerapan dan Penelitian. Yogyakarta: CV. ANDI. Wibowo. Radna A. Manajemen Pemasaran. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.