Jurnal Bina Akuntansi Volume 12. Number 2, 2025 pp. ISSN: 2338-1132 E-ISSN : 2656-9515 Open Access: https://jurnal. id/JBA PENGARUH INFORMASI KEUANGAN TERHADAP MITIGASI RISIKO NILAI TUKAR MELALUI STRATEGI LINDUNG NILAI (HEDGING) Griz Alditia1*. Syarbini Ikhsan2. Ayu Umyana3 grizalditia@gmail. Universitas Tanjungpura. Indonesia syarbiniikhsan62@gmail. Universitas Tanjungpura. Indonesia ayuumyana@ekonomi. Universitas Tanjungpura. Indonesia INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Pengajuan : 27/05/2025 Revisi : 05/06/2025 Penerimaan : 10/06/2025 Kata Kunci: Lindung Nilai. Likuiditas. Leverage. Ukuran Perusahaan. Peluang Pertumbuhan Keywords: Hedging, liquidity. Leverage. Firm Size. Growth Opportunities DOI: 52859/jba. ABSTRAK Perusahaan yang memiliki eksposur terhadap valuta asing tentunya tak luput dari risiko fluktuasi pada nilai tukar. Kemudian untuk memitigasi risiko yang muncul akibat fluktuasi tersebut, perusahaan perlu melindungi nilai aset mereka lewat strategi yang diterapkan untuk melindung nilai aset atau hedging. Pada penelitian yang dilakukan kali ini, ditujukan untuk mengidentifikasi pengaruh dari informasi keuangan berupa likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan terhadap hedging yang diadopsi oleh perusahaan sebagai strategi mitigasi risiko nilai tukar pada bisnis yang bergerak di sub sektor pertambangan batu bara dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode kuantitatif dan kemudian menguji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi logistik. Purposive sampling digunakan untuk memilih 34 dari 44 perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keempat variabel independen secara signifikan mempengaruhi pilihan lindung nilai yang dibuat oleh perusahaan secara Ukuran perusahaan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keputusan lindung nilai, sementara likuiditas, leverage, dan peluang pertumbuhan tidak secara signifikan mempengaruhi keputusan lindung nilai yang dibuat oleh Temuan ini menegaskan pentingnya perusahaan dalam mempertimbangkan faktor-faktor keuangan internal dalam menentukan strategi manajemen risiko, khususnya dalam menghadapi volatilitas nilai tukar. ABSTRACT Companies exposed to foreign exchange are inevitably subject to the risks of exchange rate fluctuations. To mitigate the risks arising from such fluctuations, companies need to protect the value of their assets through strategies such as hedging. This study aims to identify the influence of financial information specifically liquidity, leverage, firm size, and growth opportunities on the adoption of hedging strategies by companies as a means of mitigating exchange rate risk. The research focuses on coal mining sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021Ae2023 period. The researcher employed a quantitative method to collect data and tested the hypotheses using logistic regression analysis. Purposive sampling was used to select 34 out of 44 companies as the research sample. The findings of this study indicate that the four independent variables collectively have a significant impact on the hedging decisions made by companies. Among them, firm size has a significantly positive effect on the decision to hedge, while liquidity, leverage, and growth opportunities do not significantly influence the hedging decisions. These findings underscore the importance of considering internal financial factors when determining risk management strategies, especially in the face of exchange rate volatility. Pendahuluan Fluktuasi yang terjadi terhadap kurs pada mata uang dapat memberikan pengaruh terhadap keuangan suatu perusahaan, baik itu memberikan pengaruh secara positif ataupun negatif. Pengaruh ini dapat memberikan dampak yang signifikan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki aktivitas ekspor impor, ataupun perusahaan yang memiliki exposure pada utang dan piutang dalam bentuk valuta asing. Penggunaan mata uang asing dalam transaksi seperti utang dan piutang dapat berdampak pada perusahaan karena risiko yang ditimbulkan oleh transaksi dalam valuta asing dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan (Aditya & Haryono, 2. Risiko kerugian dapat muncul yang berasal dari transaksi internasional lewat penggunaan mata uang asing yang dapat dipengaruhi oleh risiko kurs mata uang, suku bunga, dan harga komoditas yang * Penulis Korespondensi: Griz Alditia / grizalditia@gmail. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. memungkinkan mengancam arus kas dan nilai perusahaan itu sendiri (Marhaenis & Artini, 2. Kenaikan tarif pada barang impor yang dilakukan oleh Amerika Serikat menjadi salah satu fenomena yang mengakibatkan volatilitas pada kurs mata uang, terutama nilai tukar dollar. Kebijakan yang ditetapkan oleh Amerika Serikat ini berdampak signifikan pada aktivitas perdagangan global dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Perusahaan Indonesia juga tak luput dari dampak yang dihasilkan oleh kenaikan tarif ini, perusahaan-perusahaan yang melakukan aktivitas ekspor-impor terpapar langsung oleh volatilitas valuta asing yang diakibatkan kebijakan tersebut. Kurs rupiah terhadap dollar mengalami kenaikan nyaris menyentuh angka Rp. 000,00 ketika kebijakan baru terkait tarif Perusahaan yang memiliki utang dalam valuta asing harus membayar lebih banyak akibat pelemahan pada mata uang lokal. Penerapan tarif yang tinggi dapat berdampak lebih signifikan pada aktivitas ekspor komoditas unggulan (Ervana & Ilona, 2. Perusahaan dapat meminimalisir tingkat kerugian yang harus ditanggung di kemudian hari dengan memitigasi risiko yang muncul. Kurs menjadi penting karena merupakan salah satu indikator dalam menggambarkan perekonomian suatu negara (Made, 2. Risiko muncul akibat fluktuasi pada nilai kurs atau valuta asing dapat dimitigasi dengan mengambil keputusan hedging sebagai strategi (Kahle & Stulz, 2. Pengelolaan risiko yang dilakukan dengan mengambil keputusan hedging yakni risiko yang timbul dapat dikelola dengan memilih alternatif yang lebih baik (Hanafi, 2. Hedging merupakan salah satu cara perusahaan melindungi nilai aset yang mereka miliki dari beberapa faktor penyebab timbulnya risiko kerugian (Sari, 2. Strategi hedging dapat juga dilakukan lewat pemanfaatan instrumen derivatif yang merupakan jenis kontrak atau perjanjian dengan mempertimbangkan peluang keuntungan terkait kinerja pada aset (Pangestuti et al. , 2. Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan berkaitan dengan tingkat fluktuasi dan dampaknya terhadap keputusan serta kebijakan hedging yang diadopsi suatu perusahaan, maka perumusan masalah pada penelitian ini dijabarkan seperti berikut: . Apakah likuiditas memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan hedging sebagai strategi manajemen risiko yang diambil perusahaan?. Apakah leverage memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan hedging sebagai strategi manajemen risiko yang diambil perusahaan?. Apakah ukuran perusahaan memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan hedging sebagai strategi manajemen risiko yang diambil perusahaan?. Apakah peluang pertumbuhan memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan hedging sebagai strategi manajemen risiko yang diambil perusahaan?. Apakah secara simultan, likuiditas, leverage, ukuran perusahaan dan peluang pertumbuhan memberikan pengaruh terhadap pengambilan keputusan hedging sebagai strategi manajemen risiko yang diambil perusahaan? Telaah Literatur Signaling Theory Signaling Theory menyatakan bahwa informasi yang diberikan perusahaan kepada pasar dapat mempengaruhi persepsi investor dan pihak eksternal lainnya (Spence, 1. Dalam konteks hedging, informasi akuntansi yang disampaikan perusahaan dapat memberikan gambaran tentang risiko yang dihadapi serta strategi yang digunakan untuk mengelolanya. Jika sebuah perusahaan mengungkapkan bahwa mereka memiliki strategi lindung nilai, informasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan yang positif bagi investor, karena perusahaan dapat mengelola resikonya dengan cara yang efektif. Shareholder Value Maximization Theory Teori Shareholder Value Maximization menyatakan tujuan dari suatu perusahaan adalah memaksimalkan nilai bagi pemegang saham (Blyth et al. , 1. Dalam konteks hedging, perusahaan melakukan lindung Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. nilai untuk mempertahankan nilai aset dan mengurangi volatilitas pada laba serta arus kas yang dapat berdampak negatif pada nilai perusahaan. Dengan mengurangi ketidakpastian, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan stabilitas keuangan, sehingga dapat memastikan keberlanjutan Risk Management Manajemen risiko merupakan suatu proses dalam mengukur, mengidentifikasi, dan mengelola risiko yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan (Jorion, 2. Hedging merupakan salah satu strategi utama dalam memitigasi risiko kerugian akibat fluktuasi pada nilai tukar yang memiliki tujuan untuk melindungi perusahaan dari risiko kerugian yang tidak diinginkan. Likuiditas Likuiditas mencerminkan kapasitas serta kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya (Brealey et al. , 2. Likuiditas tinggi memungkinkan perusahaan untuk mengatasi risiko keuangan tanpa harus melakukan hedging, sedangkan perusahaan dengan likuiditas rendah cenderung menggunakan hedging untuk mengurangi risiko yang dapat mengganggu operasional perusahaan, sehingga keputusan hedging mungkin dapat bergantung pada kondisi likuiditas perusahaan. Leverage Leverage mencerminkan proporsi utang pada struktur modal suatu perusahaan (Modigliani & Miller. Meningkatnya tingkat leverage menunjukkan semakin besar tingkat eksposur perusahaan terhadap risiko keuangan, sehingga dapat mempengaruhi perusahaan dalam melakukan hedging guna mengurangi volatilitas arus kas dan risiko kerugian. Perusahaan dengan leverage tinggi cenderung lebih aktif dalam melakukan hedging untuk menghindari kemungkinan gagal bayar akibat fluktuasi pasar. Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan dapat memengaruhi keputusan lindung nilai karena perusahaan yang lebih besar biasanya memiliki lebih banyak sumber daya yang tersedia untuk menangani risiko baru dibandingkan yang lebih kecil (Froot et al. , 1. Perusahaan dengan nilai yang besar lebih cenderung memilih untuk melakukan hedging untuk menjaga stabilitas keuangan dan mengurangi volatilitas arus kas. Selain itu, perusahaan dengan nilai besar juga lebih memiliki akses terhadap berbagai instrumen derivatif yang dapat digunakan untuk melakukan hedging. Peluang Pertumbuhan Peluang pertumbuhan menggambarkan prospek ekspansi bisnis di masa depan (Myers, 1. Peluang pertumbuhan tinggi membuat perusahaan memiliki insentif lebih besar untuk melakukan hedging guna mengurangi risiko keuangan yang dapat menghambat ekspansi. Perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang tinggi lebih cenderung mengadopsi strategi hedging untuk melindungi nilai aset agar dapat memaksimalkan modal untuk melakukan ekspansi ataupun diversifikasi bisnis. Keputusan Hedging Keputusan hedging merupakan kebijakan perusahaan dalam menggunakan instrumen derivatif dalam mengurangi risiko keuangan yang dapat berasal dari fluktuasi nilai tukar, suku bunga, atau harga komoditas (Smith & Stulz, 1. Keputusan ini bergantung pada berbagai faktor, termasuk informasi akuntansi yang tersedia, kondisi keuangan perusahaan, serta lingkungan ekonomi yang dihadapi. Instrumen Derivatif Instrumen derivatif adalah kontrak keuangan yang dimana nilai dari kontrak tersebut bergantung pada aset dasar seperti suku bunga, mata uang, atau komoditas (Hull, 2. Instrumen derivatif yang umum Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. digunakan dalam strategi hedging meliputi forward contracts, futures, options, dan swaps. Perusahaan menggunakan instrumen ini untuk mengelola risiko yang berasal dari fluktuasi pasar, sehingga dapat menjaga stabilitas keuangan dan operasional bisnis. Pengembangan Hipotesis Pengaruh likuiditas terhadap keputusan lindung nilai . Rasio likuiditas adalah rasio yang merupakan representatif dari hubungan antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek. Dengan rendahnya tingkat likuiditas suatu perusahaan akan meningkatkan keputusan hedging karena tekanan yang timbul akibat pemenuhan kewajiban jangka pendek tersebut (Pangestuti et al. , 2020. Saragih & Musdholifah, 2. Berdasarkan uraian yang didasari penelitian terdahulu, maka hipotesis pada penelitian dirumuskan seperti berikut: H1: Likuiditas memberikan pengaruh negatif terhadap keputusan hedging yang diambil perusahaan. Pengaruh leverage terhadap keputusan lindung nilai . Rasio leverage adalah rasio yang merupakan representatif dari hubungan antara kewajiban perusahaan dengan modal perusahaan. Leverage mengukur aktivitas perusahaan yang berasal dari utang perusahaan dibandingkan modal sendiri (Kasmir, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rofingatun . , semakin tinggi tingkat leverage perusahaan akan meningkatkan probabilitas keputusan hedging yang diambil perusahaan karena eksposur transaksi yang meningkat. Penggunaan hutang yang tinggi dapat menimbulkan risiko tersendiri bagi perusahaan (Wijaya et al. , 2. Berdasarkan uraian yang didasari penelitian terdahulu, maka hipotesis pada penelitian dirumuskan seperti berikut: H2: Leverage memberikan pengaruh positif terhadap keputusan hedging yang diambil perusahaan. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap keputusan lindung nilai . Ukuran perusahaan mengindikasikan nilai melalui total aset yang dimiliki (Maulana et al. , 2. Semakin besar ukuran suatu perusahaan, maka semakin tinggi pula volume transaksi yang dilakukan. Perusahaan berskala besar umumnya terlibat dalam aktivitas perdagangan lintas negara, sehingga perusahaan tersebut berpotensi terpengaruh oleh risiko nilai tukar, sehingga mengharuskan perusahaan untuk memitigasi risiko yang muncul, salah satunya lewat strategi hedging (Diah Windari & Purnawati, 2. Berdasarkan uraian yang didasari penelitian terdahulu, maka hipotesis pada penelitian dirumuskan seperti berikut: H3: Ukuran perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap keputusan hedging yang diambil Pengaruh peluang pertumbuhan terhadap keputusan lindung nilai . Peluang pertumbuhan atau Growth Opportunity adalah suatu rasio yang menghitung potensi suatu perusahaan dalam mengembangkan dan membesarkan perusahaannya di masa depan. Tumbuhnya keuntungan dapat menjadi salah satu indikasi perusahaan memiliki pertumbuhan yang baik (Diaphenia et al. , 2. Perusahaan yang mengalami pertumbuhan cepat biasanya menjalankan aktivitas bisnis menggunakan utang sebagai sumber pendanaan dikarenakan utang merupakan pendekatan yang efektif dalam mendapatkan sumber dana dengan cepat, sehingga memunculkan risiko berkaitan dengan penggunaan utang yang tinggi tersebut. Untuk mengelola dan mengantisipasi risiko yang muncul, perusahaan mungkin akan melakukan hedging untuk melindungi nilai transaksi mereka (Pangestuti et , 2. Berdasarkan uraian yang didasari penelitian terdahulu, maka hipotesis pada penelitian dirumuskan seperti berikut: Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. H4: Peluang pertumbuhan memberikan pengaruh positif terhadap keputusan hedging yang diambil Pengaruh likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan terhadap keputusan lindung nilai . Informasi-informasi yang tersaji dalam laporan keuangan berfungsi sebagai informasi yang mampu memberikan kejelasan terkait kondisi suatu perusahaan. Bagi internal perusahaan, informasi keuangan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan perusahaan termasuk kebijakan terkait hedging (Alamsyah & Aulia, 2. Berdasarkan uraian yang didasari penelitian terdahulu, maka hipotesis pada penelitian dirumuskan seperti berikut: H5: Likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan memberikan pengaruh secara simultan terhadap keputusan hedging yang diambil perusahaan. Gambar 1. Kerangka Konseptual Sumber: Data yang diolah . Metode Bentuk Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif asosiatif guna mengkaji hubungan pengaruh likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, serta peluang pertumbuhan secara parsial dan juga secara simultan terhadap adopsi keputusan hedging yang diadopsi oleh perusahaan. Hubungan yang terjadi antar variabel pada penelitian yang dilakukan yakni bersifat kausalitas dan pengumpulan data dilakukan dengan mengakses serta mengkaji laporan keuangan perusahaan. Populasi dan Sampel Dalam penelitian ini, peneliti memanfaatkan data dari laporan keuangan tahunan konsolidasi perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang secara konsisten terdaftar di BEI . periode 2021-2023. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode purposive sampling untuk mengumpulkan sampel yang memenuhi kriteria sampel pada penelitian ini. Dengan demikian, terdapat 34 perusahaan yang dapat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sampel ditunjukkan oleh tabel 1. Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Tabel 1. Sampel Penelitian Kriteria Perusahaan energi sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2023. Perusahaan yang tidak terdaftar secara konsisten pada periode Perusahaan yang mengalami transformasi bisnis pada periode Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan yang dapat diakses Perusahaan yang mengalami suspensi pada periode pengamatan. Jumlah Perusahaan Sampel Jumlah Perusahaan Jumlah Data Observasi Sumber: Data yang diolah . Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala hal yang dipilih oleh peneliti yang bersifat dapat diukur, diamati, dan dapat berubah-ubah pada setiap penelitian. Keputusan hedging, likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan dipilih sebagai variabel pada penelitian ini, sehingga tabel 2 merupakan tabel definisi operasional variabel. Tabel 2. Definisi Operasional Variabel Variabel Indikator Skala Sumber Keputusan hedging (Y) Perusahaan melakukan atau memiliki strategi hedging sebagai mitigasi risiko = 1 Perusahaan yang tidak melakukan atau memiliki strategi hedging sebagai mitigasi risiko = 0 Nominal . Alamsyah & Aulia . Rasio Kasmir . Rasio Kasmir . Ln(Total Ase. Rasio Rofingatun ycAycaycycoyceyc ycOycaycoycyce ycuyce yaycycycnycyc Rasio Brigham et al. Likuiditas (X. Leverage (X. CR = ycNycuycycayco yaycyceyc yaycaycuycaycayc ycNycuycycayco yaycnycaycaycnycoycnycycayc yaycaycuycaycayc DER = Ukuran perusahaan (X. Peluang pertumbuhan (X. MBV = ycNycuycycayco yaycnycaycaycnycoycnycycayc ycNycuycycayco yaycoycycnycycayc yaAycuycuyco ycOycaycoycyce ycuyce yaycycycnycyc Sumber: Data yang diolah . Metode Analisis Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik, karena bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Metode ini relevan karena variabel dependen berupa kategori biner atau dummy . emiliki strategi hedging dan tidak memiliki strategi hedgin. Metode ini memungkinkan untuk mengidentifikasi determinan yang mempengaruhi suatu perusahaan dalam mengadopsi lindung nilai . Dengan menggunakan teknik analisis regresi logistik, proses uji data tidak memerlukan asumsi normalitas pada data (Ghozali, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Statistik Deskriptif Data yang digunakan dalam penelitian ini dirangkum dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Setiap variabel yang diteliti dapat memiliki nilai terendah, maksimum, rata-rata . , dan standar Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. deviasi yang ditentukan dengan menggunakan metodologi ini. Hasil dari pengujian statistik deskriptif terhadap variabel-variabel tersebut disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Likuiditas Leverage Ukuran Perusahaan Peluang Pertumbuhan Valid N . Minimum 0,03 -1,98 Maximum 16,02 10,79 Mean 2,1274 1,1328 Std. Deviation 2,36268 2,00541 26,14 32,75 29,1877 1,74116 -0,37 32,62 3,3227 5,66349 Sumber: Data yang diolah . Likuiditas memiliki nilai minimum 0,03 (PT CANI, 2. dan maksimum 16,02 (PT RIGS, 2. , dengan rata-rata 2,13 dan standar deviasi 2,36. Leverage mencatat nilai minimum -1,98 (PT CNKO, 2. dan maksimum 10,79 (PT DWGL, 2. , dengan rata-rata 1,13 dan standar deviasi 2,00. Ukuran Perusahaan memiliki nilai minimum 26,14 (PT CANI, 2. dan maksimum 32,75 (PT ADRO. Peluang Pertumbuhan menunjukkan nilai minimum -0,37 (PT CNKO, 2. dan maksimum 32,62 2. , dengan rata-rata 29,19 dan standar deviasi 1,74. (PT TCPI, 2. , dengan rata-rata 3,32 dan standar deviasi 5,66. Uji Kelayakan Model Regresi (Hosmer and LemeshowAos Godness of Fit Tes. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya perbedaan antara data yang diperoleh dari sampel awal dengan model penelitian agar data yang digunakan dapat dipastikan fit dengan model, sehingga dapat mampu untuk memberikan prediksi pada nilai observasinya lewat Hosmer and LemeshowAos Goodness if Fit Test. Berikut hasil uji kelayakan model regresi yang diperoleh pada tabel 4. Tabel 4. Pengujian Kelayakan Model Regresi Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square 9,422 Sumber: Data yang diolah . Sig. 0,308 Pada Tabel 4 ditampilkan hasil pengujian kelayakan model regresi menggunakan Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test. Nilai Chi-square yang diperoleh adalah sebesar 9,422, dengan nilai signifikansi sebesar 0,308. Karena nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, maka model regresi dapat dianggap sesuai . dengan data. Dengan demikian, model dinilai layak untuk digunakan dalam memprediksi variabel dependen dalam penelitian ini karena kecocokannya. Uji Penilaian Keseluruhan Model (Overall Model Fi. Adanya pengurangan dari nilai antara -2LL di awal dengan nilai -2LL pada langkah selanjutnya menunjukan bahwa model yang dihipotesiskan cocok dengan data penelitian. Nilai -2LL yang didapat pada tabel 5 adalah sebesar 94,666 sebelum keempat variabel independen dimasukkan. Setelah keempat variabel independen dimasukkan, nilai -2LL yang diperoleh adalah 88,794. Penurunan sebesar 5,872 . idapatkan dari 94,666-88,. yang ditunjukkan oleh nilai -2LL ini memperlihatkan bahwa model regresi cukup baik sehingga variabel independen dapat dikatakan sudah memenuhi syarat uji. Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Tabel 5. Penilaian Keseluruhan Model Iteration Historya,b,c,d Iteration -2 Log Step 1 Coefficients 94,666 -18,012 -0,114 0,000 Ukuran Perusahaan 0,605 89,675 -24,261 -0,250 -0,019 0,819 0,121 88,844 -26,282 -0,386 -0,043 0,894 0,146 88,794 -26,719 -0,434 -0,053 0,912 0,154 88,794 -26,748 -0,437 -0,053 0,913 0,155 Constant Likuiditas Leverage Peluang Pertumbuhan 0,076 Sumber: Data yang diolah . Uji Multikolinieritas Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah model persamaan regresi dapat digunakan untuk mencari tahu korelasi antar variabel independen yang digunakan. Tabel 6. Pengujian Multikolinieritas Correlation Matrix Step 1 Constant Likuiditas Leverage Ukuran Perusahaan Peluang Pertumbuhan 0,014 0,317 1,000 -0,060 Ukuran Perusahaan -0,994 -0,242 -0,060 1,000 Peluang Pertumbuhan -0,197 -0,044 -0,346 0,172 -0,346 0,172 1,000 Constant Likuiditas Leverage 1,000 0,152 0,014 -0,994 0,152 1,000 0,317 -0,242 -0,197 -0,044 Sumber: Data yang diolah . Dari tabel 6, dapat dilihat bahwa tidak adanya nilai koefisien korelasi yang melebihi nilai 0,9, sehingga diketahui bahwa tidak ditemukannya indikasi multikolinearitas pada variabel yang digunakan di penelitian ini. Tabel Klasifikasi Tabel 7 berisikan klasifikasi data terkait dengan variabel dummy, tabel ini dapat memberikan informasi seberapa banyak perusahaan yang melakukan dan tidak melakukan hedging. Tabel 7. Tabel Klasifikasi Classification Tablea Predicted Hedging Percentage Correct Hedging Overall Percentage Sumber: Data yang diolah . Observed Step 1 Pada tabel klasifikasi yang terdapat pada tabel 7 merepresentasikan nilai persentase prediksi dilakukannya hedging berdasarkan keempat variabel independen yang digunakan pada penelitian ini yang diantaranya likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan, dengan nilai sebesar 80,4%. Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Hasil Regresi Logistik Tabel 8. Uji Simultan Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square Sig. Step 49,415 0,000 Block 49,415 0,000 Model 49,415 0,000 Step 1 Sumber: Data yang diolah . Hasil Omnibus Test of Model Coefficients yang ditunjukkan pada Tabel 8 memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai ini lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan secara keseluruhan signifikan. Artinya, variabel independen yang terdiri dari likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan perusahaan dalam melakukan hedging. Tabel 9. Uji Parsial Step 1a Likuiditas Leverage Ukuran Perusahaan Peluang Pertumbuhan Constant -0,437 -0,053 Variables in the Equation Wald 0,264 2,739 0,125 0,181 Sig. 0,098 0,670 Exp(B) 0,646 0,948 0,913 0,187 23,785 0,000 2,491 0,155 0,083 3,478 0,062 1,168 0,000 0,000 -26,749 5,467 23,936 Sumber: Data yang diolah . Persamaan dari model koefisien regresi logistik yang didapatkan berdasarkan pada tabel 9 adalah sebagai berikut : yec Ln . aOeye. = -26. 749 Ae 0. 437X1 - 0. 053X2 0. 913X3 0. 155X4 A Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai konstanta dalam model regresi adalah sebesar -26,749. Nilai ini mengindikasikan bahwa ketika seluruh variabel independen, yaitu likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan bernilai nol, maka tingkat kecenderungan perusahaan untuk melakukan hedging berada pada angka -26,749. Nilai konstanta yang negatif ini menunjukkan bahwa, tanpa adanya pengaruh dari keempat variabel tersebut, perusahaan cenderung tidak melakukan aktivitas hedging. Koefisien Determinasi (Nagelkerke R squar. Tabel 10. Koefisien Determinasi Model Summary Step Cox & Snell R Square 0,384 Sumber: Data yang diolah . -2 Log likelihood Nagelkerke R Square 0,517 Pada Tabel 10, nilai Nagelkerke R Square yang diperoleh adalah sebesar 0,517. Nilai ini menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini secara simultan mampu menjelaskan sebesar 51,7% variasi dari variabel dependen. Sementara itu, sisanya sebesar 48,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini. Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Maka, dari hasil deskripsi analisis tersebut, maka penjabaran dari pengujian hipotesisnya adalah seperti Hasil regresi logistik pada tabel 9 memperlihatkan koefisien likuiditas sebesar -0,437 dengan signifikansi 0,098. Karena nilai signifikansi > 0,05, maka H 1 ditolak. Hasil regresi logistik pada tabel 9 memperlihatkan koefisien leverage sebesar -0,053 dengan signifikansi 0,670. Karena nilai signifikansi > 0,05, maka H2 ditolak. Hasil regresi logistik pada tabel 9 memperlihatkan koefisien ukuran perusahaan sebesar 0,913 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi < 0,05, maka H3 diterima. Hasil regresi logistik pada tabel 9 memperlihatkan koefisien peluang pertumbuhan sebesar 0,155 dengan signifikansi 0,062. Karena nilai signifikansi > 0,05, maka H4 ditolak. Hasil pengujian regresi logistik yang ditunjukkan oleh tabel 8 memperlihatkan nilai signifikansi < 0,05. Dengan begitu, maka H5 diterima. Pembahasan Pengaruh likuiditas terhadap hedging pada perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI Pada penelitian ini, disebutkan pada hipotesis satu yakni variabel likuiditas memberikan pengaruh negatif terhadap keputusan hedging yang dilakukan oleh perusahaan. Hasil yang didapatkan dari uji regresi logistik memperlihatkan bahwa tidak ditemukannya pengaruh pada hedging yang disebabkan oleh variabel likuiditas yang menggunakan proksi current ratio. Oleh karena itu hipotesis satu pada penelitian ini ditolak karena likuiditas tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keputusan Walaupun koefisien regresi menunjukkan arah hubungan negatif dan sesuai dengan hipotesis penelitian ini, tidak berpengaruhnya likuiditas dapat diakibatkan oleh cadangan kas yang dimiliki perusahaan cukup tinggi, sehingga tidak menimbulkan urgensi agar perusahaan melakukan hedging. Lalu, natural hedging yakni perlindungan nilai aset tanpa menggunakan instrumen keuangan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan agar tidak perlu memerlukan strategi hedging karena transaksi yang terjadi dalam aktivitas bisnis perusahaan masih didominasi penggunaan mata uang yang sama tiap transaksi. Dengan konteks ini, teori shareholder value maximization menjadi relevan karena manajemen mungkin menilai dengan melakukan hedging akan mengeluarkan biaya tambahan yang belum tentu memberikan hasil yang signifikan pada peningkatan nilai perusahaan dan nilai para pemegang saham. Dengan Penelitian ini juga memiliki hasil yang sejalan dengan hasil penelitian yang ditemukan oleh Putri & Nuraya . dan Triasiwi & Priantilianingtiasari . , yang dimana pada penelitiannya tidak ditemukan pengaruh likuiditas terhadap keputusan Pengaruh leverage terhadap hedging pada perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI Pada penelitian ini, disebutkan pada hipotesis dua bahwa variabel leverage memberikan dampak positif terhadap pengambilan keputusan hedging yang dilakukan perusahaan. Hasil yang didapatkan dari uji regresi logistik memperlihatkan bahwa tidak ditemukannya pengaruh pada hedging yang disebabkan oleh variabel leverage yang menggunakan proksi debt to equity ratio. Oleh karena itu hipotesis dua di penelitian ini ditolak karena leverage tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keputusan Tidak adanya pengaruh leverage dapat disebabkan oleh natural hedging yang dimiliki perusahaan, serta biaya yang dikeluarkan memerlukan lebih banyak modal untuk melakukan hedging. Natural Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. hedging menjadi salah satu faktor mengapa variabel leverage tidak menimbulkan pengaruh signifikan pada hedging yang dilakukan oleh perusahaan, sama halnya seperti pada variabel likuiditas. Lalu biaya hedging yang juga memerlukan modal membuat perusahaan dengan leverage tinggi tidak dapat mengeluarkan uang untuk melakukan hedging karena aktivitas bisnis perusahaan sebagian besar berasal dari utang perusahaan. Keputusan perusahaan untuk tidak melakukan hedging dapat diartikan sebagai strategi yang diambil oleh manajemen guna menghindari pengeluaran tambahan yang tidak memberikan benefit berupa pertambahan nilai bagi pemegang saham sesuai dengan teori shareholder value maximization. Penelitian ini memiliki hasil yang sejalan dengan hasil penelitian yang ditemukan oleh Alamsyah & Aulia . , yang dimana pada penelitiannya tidak ditemukan pengaruh leverage terhadap keputusan hedging. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap hedging pada perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI Pada penelitian ini, disebutkan pada hipotesis tiga bahwa variabel ukuran perusahaan memberikan pengaruh positif terhadap keputusan hedging yang dilakukan perusahaan. Hasil yang didapatkan dari uji regresi logistik memperlihatkan bahwa ditemukannya pengaruh pada hedging yang disebabkan oleh variabel ukuran perusahaan, dengan koefisien regresi yang menunjukkan arah hubungan positif. Pengaruh dari ukuran perusahaan ini dapat terjadi karena ukuran perusahaan yang besar cenderung melakukan transaksi yang lebih banyak dan kompleks, terutama pada aktivitas ekspor impor. Ketika transaksi-transaksi tersebut dilakukan lintas negara, maka perusahaan akan terpapar oleh eksposur valuta asing, sehingga perusahaan tersebut harus memitigasi risiko yang muncul akibat fluktuasi kurs mata uang. Dalam hal ini, perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesadaran dalam memitigasi risiko yang timbul akibat volatilitas pada nilai tukar, sehingga ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap profesionalisme yang dimiliki manajemen perusahaan yang selaras dengan teori Penelitian ini memiliki hasil yang sejalan dengan hasil penelitian yang ditemukan oleh Pangestuti et al. Andistiani . , dan Lailiya & Santoso . , yang dimana pada penelitiannya ditemukan pengaruh ukuran perusahaan terhadap keputusan hedging dengan arah positif. Pengaruh peluang pertumbuhan terhadap hedging pada perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI Pada penelitian ini, disebutkan pada hipotesis empat bahwa variabel peluang pertumbuhan memberikan pengaruh positif terhadap keputusan hedging yang dilakukan perusahaan. Hasil yang didapatkan dari uji regresi logistik memperlihatkan bahwa tidak ditemukannya pengaruh pada hedging yang disebabkan oleh variabel peluang pertumbuhan melalui proksi yang digunakan untuk membandingkan antara MVE . arket value of equit. dan BVE . ook value of equit. , dengan koefisien regresi yang menunjukkan arah hubungan positif. Walaupun koefisien regresi menunjukkan arah hubungan positif dan sesuai dengan hipotesis penelitian ini, tidak berpengaruhnya peluang pertumbuhan dapat diakibatkan perusahaan yang menunjukkan peluang pertumbuhan tinggi tidak merasa harus untuk melakukan hedging karena perusahaan cenderung lebih memilih untuk menggunakan dana eksternal untuk mengatasi risiko penurunan nilai aset, terutama jika perusahaan memiliki natural hedging yang dapat menjaga nilai aset Dengan begitu, perusahaan menunjukkan efisiensi penggunaan modal yang berfokus pada investasi dalam mendorong pertumbuhan perusahaan untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan, yang dimana ini lebih diprioritaskan daripada pengelolaan risiko penurunan nilai yang dianggap dapat dikelola secara internal, sehingga teori shareholder value maximization menjadi relevan terhadap hasil penelitian ini. Penelitian ini memiliki hasil yang sejalan dengan hasil penelitian yang ditemukan oleh Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Saragih & Musdholifah . Pangestuti et al. , dan Wiastono & Kristian . , yang dimana pada penelitiannya tidak ditemukan pengaruh peluang pertumbuhan terhadap keputusan hedging. Pengaruh likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan terhadap hedging pada perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI Pada penelitian ini, disebutkan pada hipotesis lima bahwa variabel likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan memberikan pengaruh secara simultan terhadap pengambilan keputusan hedging yang diadopsi perusahaan. Hasil yang didapatkan dari uji regresi logistik memperlihatkan bahwa ditemukannya pengaruh pada hedging yang disebabkan oleh variabel likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan peluang pertumbuhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa data keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan dapat berperan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kebijakan hedging perusahaan. Informasi keuangan yang tertera tersebut digunakan sebagai dasar pertimbangan bagi para pengguna laporan keuangan dalam mengetahui dan mengevaluasi kondisi perusahaan pada periode tertentu. Dengan kebijakan terkait keputusan hedging yang diadopsi perusahaan, dapat menjadi indikasi upaya perusahaan dalam memaksimalkan nilai perusahaan yang berdampak pada nilai para pemegang saham sesuai dengan teori shareholder value Strategi melindungi nilai aset yang mempertimbangkan informasi keuangan dapat menjadi sinyal yang positif bagi para calon investor karena kepekaan manajemen dalam mengelola risiko yang muncul, sehingga sesuai dengan teori signaling, hal ini menunjukkan bahwa investor juga mempertimbangkan informasi keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomik (Kuswanto, 2. Simpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini dan berdasarkan pada perumusan hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan terkait hasil yang ditemukan sebagai berikut: . Likuiditas tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap keputusan hedging perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Leverage tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap keputusan hedging perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Ukuran perusahaan memberikan pengaruh positif secara signifikan terhadap keputusan hedging perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Peluang pertumbuhan tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap keputusan hedging perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Secara simultan, keempat variabel independen memberikan pengaruh terhadap hedging perusahaan sub sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di BEI periode 20212023. Keterbatasan yang ada pada penelitian ini yakni, peneliti hanya menggunakan beberapa informasi dari banyaknya informasi keuangan sebagai variabel independen penelitian. Lalu, perusahaan yang dijadikan objek pengamatan yakni spesifik sub sektor pertambangan batu bara dengan periode yang digunakan pada penelitian ini dapat dikatakan cukup singkat yakni 3 tahun periode pengamatan . aporan 2021-2. , merepresentasikan kondisi perusahaan. Temuan ini menemukan bahwa ukuran perusahaan menjadi determinan utama perusahaan pertambangan sub sektor batu bara dalam mempertimbangkan keputusan hedging. Untuk penelitian lanjutan, disarankan dapat menggunakan variabel-variabel alternatif yang mungkin dapat mempengaruhi keputusan hedging, memperluas cakupan sektor penelitian, dan menambah periode penelitian untuk mendapat hasil yang lebih generalisasi. Griz Alditia. Syarbini Ikhsan & Ayu Umyana . - Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Mitigasi Risiko Nilai Tukar Melalui Strategi Lindung Nilai (Hedgin. Jurnal Bina Akuntansi Vol. 12 No. 2 (Jul. Referensi