Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Berbasis HOTS Melalui Model Literasi Numerasi Bagi Guru Bahasa Inggris SMP di Kota Palangka Raya Natalina Asi1. Iwan Fauzi2*. Richard Fery Nugraha3 Program studi Pendidikan Bahasa Inggris. FKIP Universitas Palangka Raya *i_fauzi@edu. Abstrak Instrumen penilaian pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill. adalah sebuah instrumen evaluasi yang membawa siswa berpikir tidak sekadar mengingat, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif. Dalam kaitannya dengan instrumen evaluasi berbasis HOTS, penilaian melalui literasi numerasi merupakan salah satu jenis evaluasi yang menggunakan konsep berpikir tingkat tinggi. Kemampuan numerasi membutuhkan pengetahuan matematika yang dimiliki tetapi penguasaan numerasi tidak selalu harus melalui pembelajaran matematika karena konten matematis bisa diselipkan pada konteks lain untuk menumbuhkan kemampuan literasi numerasi siswa, seperti melalui pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan pelatihan dan pendampingan kepada guru Bahasa Inggris SMP di Kota Palangka Raya yang tergabung dalam komunitas MGMP Bahasa Inggris Kota Palangka Raya. Ada tujuh orang guru Bahasa Inggris yang berasal dari empat sekolah mitra yang mengikuti kegiatan PKM ini selama 6 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendalaman materi tentang konsep dasar penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris berbasis HOTS melalui model literasi numerasi dapat memberikan hasil positif terkait wawasan, keterampilan, keaktifan, dan sikap peserta selama pelatihan. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat jenis Program Pemberdayaan Masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena evaluasi program menunjukkan bahwa semua aspek yang dievaluasi telah tercapai dengan kategori sangat memuaskan. Kata kunci: evaluasi, bahasa Inggris. HOTS, literasi numerasi Dikirim: 18 Oktober 2023 Direvisi: 9 Maret 2024 Diterima: 30 April 2024 PENDAHULUAN Perangkat pembelajaran adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk, dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Jadi, perangkat pembelajaran merupakan sekumpulan media atau sarana yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas dan serangkaian perangkat pembelajaran yang harus dipersiapkan seorang guru dalam menghadapi pembelajaran di kelas. Oleh karena itu (Mendikbud, 2. , perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran diperlukan dalam mengelola proses pembelajaran yang mencakupi: Silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Lembar Kegiatan Siswa (LKS) atau Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Buku Siswa. Media Pembelajaran, dan Tes Hasil Belajar (TBH). Merancang perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran atau yang dikenal dengan konsep Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi yang telah Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 0 International License. Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Berbasis HOTS A | 14 ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus (Modul Kompetensi Pedagogik. PPG Dalam Jabatan Tahun 2. Selanjutnya, sebagaimana isi Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah bahwa perancanaan pembelajaran atau desain pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Perencanaan pembelajaran meliputi: . Penyusunan perangkat rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar. Penyusunan perangkat penilaian pembelajaran. Skenario pembelajaran. Untuk penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Berkenaan dengan penyusunan perangkat penilaian pembelajaran yang merupakan bagian kedua dari sebuah perencanaan pembelajaran mencakupi penilaian proses dan hasil pembelajaran. Penilaian proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan penilaian otentik . uthentic assesmen. yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik yang mampu menghasilkan dampak instruksional . nstructional effec. pada aspek pengetahuan dan dampak pengiring . urturant effec. pada aspek sikap. Selanjutnya, hasil dari penilaian otentik dapat digunakan guru untuk merencanakan program perbaikan . pembelajaran, pengayaan . , atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik juga digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dan di akhir satuan pelajaran dengan menggunakan metode dan alat: tes lisan/perbuatan, dan tes tulis. Hasil evaluasi akhir diperoleh dari gabungan evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran (Mendikbud ,2. Dengan demikian, penyusunan perangkat penilaian guna evaluasi hasil belajar mengacu pada kompetensi dasar yang ingin dicapai, yang dijabarkan ke dalam indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Selanjutnya perangkat penilaian disusun berdasarkan kisi-kisi penulisan butir soal lengkap dengan kunci jawabannya serta lembar observasi penilaian psikomotor kinerja siswa. Perangkat penilaian pembelajaran yang berbasis HOTS adalah sebuah instrumen evaluasi yang membawa siswa untuk berpikir tingkat tinggi. Soal HOTS berfungsi sebagai soal yang mampu merangsang kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat . , menyatakan kembali . , atau merujuk tanpa melakukan pengolahan . , tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif (Dirjenpendasmen, 2. Kemampuan tersebut juga merupakan pendukung bagi pembentukan generasi abad-21 yang memiliki kecakapan berkarakter yang berkualitas, berkompeten di bidangnya, dan seorang yang literat. Sementara itu, literasi numerasi merupakan pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang berkaitan dengan matematika dasar guna memecahkan masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari lalu menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk serta menginterpretasi hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan (Kemdikbud, 2. Literasi numerasi berbeda dengan kompetensi matematika, di mana perbedaan terletak pada pemanfaatan konsep dan pengetahuan yang Pengetahuan tentang matematika tidak cukup membuat seseorang 15 | Asi. Fauzi. Nugraha memiliki kemampuan numerasi. Literasi numerasi diperlukan untuk memecahkan permasalahan yang membutuhkan banyak cara penyelesaian, permasalahan tidak terstruktur, serta permasalahan yang tidak ada penyelesaian yang tuntas dan tidak berhubungan dengan factor non-matematis (Pangesti, 2. Dalam kaitannya dengan instrumen evaluasi berbasis HOTS, sudah tentu penilaian melalui literasi numerasi merupakan salah satu jenis evaluasi yang menggunakan konsep berpikir tingkat tinggi. Kemampuan numerasi membutuhkan pengetahuan matematika yang dimiliki tetapi penguasaan numerasi tidak selalu harus melalui pembelajaran matematika karena konten matematis bisa diselipkan pada konteks lain untuk menumbuhkan kemampuan literasi numerasi siswa, seperti melalui pembelajaran bahasa Inggris. Berdasarkan studi literatur yang tim pengusul lakukan, beberapa kasus ditemukan tentang kelemahan guru di lapangan, salah satunya adalah guru mata pelajaran Bahasa Inggris belum sepenuhnya mampu menyusun perangkat penilaian pembelajaran yang bermuatan HOTS dengan model literasi numerasi. Soal HOTS berfungsi sebagai soal yang mampu merangsang kemampuan berpikir yang tidak sekadar mengingat, menyatakan kembali, atau merujuk tanpa melakukan pengolahan, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif (Dirjenpendasmen, 2. Kemampuan tersebut juga bisa disandingkan dengan kemampuan siswa bernalar melalui konteks numerikal pada teks bahasa Inggris yang dapat memotivasi mereka untuk berpikir tingkat tinggi. Secara umum kendala guru dalam menyusun perangkat penilaian berbasis HOTS melalui model literasi numerasi adalah selalu berpersepsi kalau soal yang HOTS itu harus sulit dan kompleks bentuknya. Padahal persepsi seperti itu salah kaprah, yakni soal HOTS itu tidak harus kompleks dan sulit bila diberi muatan Akan tetapi model soalnya harus mendorong siswa berpikir kreatif sehingga dapat mengembangkan pola pikir siswa menjadi pemikiran tingkat Konsep evaluasi berbasis HOTS itu sebenarnya, menurut (Anderson & Krathwohl, 2. memiliki karakteristik menganalisis, mengevaluasi, dan Oleh karena itu, para guru harus memahami bentul konsep keterkaitan dan keterpaduan antara karakteristik soal HOTS dan model soal yang memuat konten literasi numerasi. Ketika model literasi numerasi dibawa kepada konteks teks bahasa Inggris dengan karakteristik menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi maka secara otomatis instrumen evaluasi yang dikembangkan itu sudah berbasis HOTS. Namun, tidak selalu penilaian berbasis HOTS mengandung konten literasi numerasi. Hal inilah yang sering tidak disadari oleh para guru Bahasa Inggris dalam menyusun instrumen evaluasi. Dari analisis situasi yang dikemukakan tersebut, tim pengusul menemukan sebuah fakta tentang permasalahan yang dihadapi para guru mata pelajaran Bahasa Inggris di Kota Palangkaraya, salah satunya guru yang mengajar di tingkat SMP yang kesulitan dalam menyusun perangkat penilaian pembelajaran. Dari jumlah enam orang guru bahasa Inggris peserta PPM ini, tak satu pun yang mampu menyusun instrumen evaluasi pembelajaran bahasa Inggris berbasis HOTS dengan model literasi numerasi. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) skim Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tim dosen menawarkan solusi atas permasalahan tersebut, yakni pemberian pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran bagi Guru SMP yang mengajarkan mata pelajaran bahasa Inggris di kota Palangka Raya. Secara detil, solusi tersebut Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Berbasis HOTS A | 16 dideskripsikan dalam alur kegiatan pelatihan PPM yang akan dilaksanakan tim dosen seperti . Memberikan pelatihan berupa pendalaman materi tentang konsep dasar penyusunan perangkat penilaian pembelajaran Bahasa Inggris dengan target capaian peningkatan pengetahuan guru berkategori sangat baik. Memberikan pelatihan mengembangkan desain instrumen evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris SMP yang berbasis HOTS dengan model literasi numerasi dengan target capaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru berkategori sangat baik. Memberikan pembelajaran Bahasa Inggris SMP yang berbasis HOTS dengan model literasi numerasi untuk masing-masing kelas yang diampunya, dengan target capaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru berkategori sangat baik. METODE PELAKSANAAN Tim Dosen yang tergabung dalam program PPM ini merupakan tenaga pendidik di Universitas Palangka Raya (UPR), tepatnya pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang berasal dari bidang ilmu yang serumpun. Ketua tim dan anggota pengusul berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan bidang keilmuan Pendidikan Bahasa Inggris. Metode program yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat jenis PPM ini adalah berbentuk pelatihan penyusunan perangkat penilaian pembelajaran Bahasa Inggris yang akan menghasilkan instrumen evaluasi berbasis HOTS melalui model literasi Program pelatihan dilaksanakan selama enam hari . Juli s/d 5 Agustus 2. dengan jumlah jam pelajaran 37 JP. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara terpusat di Ruang Percontohan FKIP Universitas Palangka Raya, sedangkan kegiatan pembimbingan, pendampingan, dan evaluasi program dilaksanakan melalui komunikasi grup WhatsApp dan email untuk menyampaikan hasil evaluasi program. Untuk tiga kegiatan yang disebutkan terakhir ini peserta kegiatan tetap berada di sekolah atau tempat tinggal masing-masing. Secara spesifik, waktu dan muatan kegiatan pelatihan ini dideskripsikan pada tabel Tabel 1. Sebaran jumlah jam pelatihan kegiatan PKM-PPM Tahun 2023 Nama & Model Kegiatan Membaca intensif materi [Mandir. Muatan Materi Kegiatan AuKonsep Dasar Penyusunan Perangkat Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris yang Berbasis HOTS Melalui Model Literasi NumerasiAy. Waktu Kegiatan 31 Juli Ae 1 Agustus Jumlah 18 JP Pendalaman materi [Terbimbin. AuKonsep Dasar Penyusunan Perangkat Penilaian Pembelajaran Bahasa Inggris yang Berbasis HOTS Melalui Model Literasi NumerasiAy. 2 Agustus 2 JP Pelatihan AuMengembangkan desain 2 Agustus 3 JP 17 | Asi. Fauzi. Nugraha Nama & Model Kegiatan [Terbimbin. Muatan Materi Kegiatan perangkat penilaian pembelajaran Bahasa Inggris SMP yang berbasis HOTS melalui model literasi numerasiAy. Waktu Kegiatan Jumlah Pembimbingan dan [Terbimbin. AuMengimplementasikan perangkat penilaian pembelajaran Bahasa Inggris SMP yang berbasis HOTS melalui model literasi numerasiAy. 3 Agustus 4 JP Evaluasi program [Mandir. AuMengevaluasi hasil kerja guru dalam menyusun perangkat penilaian pembelajaran Bahasa Inggris SMP yang berbasis HOTS melalui model literasi numerasiAy. 4Ae5 Agustus 10 JP 6 hari 37 JP Jumlah hari dan JP Tahapan-tahapan pelaksanaan dalam kegiatan PPM ini adalah . Pendalaman materi tentang hakikat dan konsep dasar penyusunan perangkat penilaian pembelajaran Bahasa Inggris. Pelatihan dan pendampingan guru mengembangkan desain instrumen evaluasi berbasis HOTS melalui model literasi numerasi yang identik dengan lingkungan berlahan gambut dan daerah aliran . Pelatihan dan pendampingan guru mengimplementasikan instrumen evaluasi berbasis HOTS melalui model literasi numerasi pada penilaian pembelajaran Bahasa Inggris SMP yang berkarakter identik dengan lingkungan berlahan gambut dan daerah aliran sungai pada masing-masing kelas yang Sementara itu, kegiatan pasca workshop, tim dosen melakukan pendampingan kepada guru-guru yang menjadi peserta pelatihan sebagai bentuk pengawasan pengimplementasian dari hasil program pelatihan instrumen evaluasi berbasis HOTS melalui model literasi numerasi ini. Bentuk kontrol yang dilakukan adalah tim dosen tetap melakukan komunikasi melalui grup whatsApp sebagai bentuk supervisi pasca-pelatihan terkait hal-hal yang masih belum dipahami dan yang ingin dikembangkan lebih lanjut. Peserta kegiatan PPM yang dipilih sebagai mitra kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah tujuh orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMP di Kota Palangka Raya yang tergabung dalam organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kota Palangka Raya. Tiga orang guru merupakan guru Bahasa Inggris yang bersertifikasi profesi dan dua orang masih sebagai tenaga honorer, dan satu orang guru merupakan guru profesional sebagai tutor dari lima orang guru tersebut. Berikut adalah dokumentasi para peserta Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Berbasis HOTS A | 18 Gambar 1. Peserta kegiatan PPM Untuk tahapan evaluasi program berupa observasi terhadap peningkatan pemberdayaan mitra dalam kegiatan PPM ini, tim dosen akan menyiapkan beberapa instrumen berupa Lembar Pencatatan Hasil Evaluasi Pelatihan untuk mengetahui tingkat keberhasilan guru pasca-pelatihan. Selanjutnya, untuk menilai peningkatan kemampuan dan kompetensi individu guru mitra dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan kegiatan PPM ini menggunakan penilaian observasi langsung (Trianto, 2. melalui empat indikator penilaian selama pelatihan dan Keempat indikator itu adalah wawasan, keterampilan, keaktifan, dan sikap. Untuk penilaian capaian peserta melalui lembar observasi dilakukan dengan 5-skala, yakni poin 5 . angat memuaska. , poin 4 . , poin 3 . , poin 2 . urang bai. , dan poin 1 . Sementara itu, satu indikator lainnya yaitu pengetahuan dievaluasi melalui penilaian hasil karya terkait instrumen evaluasi yang disusun dan diserahkan ke tim dosen sebagai umpan balik luaran dari kegiatan program. Untuk capaian peserta terkait pengetahuan dievaluasi dengan skor capaian dengan skala 0 Ae 100. Untuk skor 91 Ae 100 . angat memusaka. , skor 80 Ae 90 . , skor 70 Ae 79 . , skor 60 Ae 69 . urang bai. , skor 0 Ae 59 . idak bai. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut adalah hasil kegiatan yang dilaksanakan dalam program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen untuk pelatihan penyusunan instrumen evaluasi berbasis hots melalui model literasi numerasi bagi guru bahasa Inggris SMP di kota Palangka Raya. Membaca Intensif Materi Peserta sebelum diberikan pelatihan diminta untuk membaca materi yang sudah disiapkan oleh tim dosen. Untuk materi yang dibaca terkait dua hal: . Instrumen evaluasi berbasis HOTS, dan . Pembelajaran berbasis literasi numerasi. Kegiatan membaca intensif ini dilakukan oleh guru dari sekolah atau rumah mereka masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Juli sampai dengan 1 Agustus 2023 dengan jumlah muatan jam pelajaran sejumlah 18 JP, yakni 9 JP 19 | Asi. Fauzi. Nugraha setiap harinya. Hasil dari membaca intensif ini nanti digunakan oleh guru sebagai bahan diskusi selama mengikuti workshop/pelatihan di hari berikutnya. Pendalaman Materi Pendalaman materi merupakan kegiatan utama dari kegiatan workshop ini. Kegiatan dilakukan pada 2 Agustus 2023 mulai pukul 08. 00 Ae 10. 00 WIB di Ruang Percontohan FKIP Universitas Palangka Raya dengan jumlah jam pelajaran 2JP. Gambar 2. Narasumber . tama dan pendampin. dalam pelatihan PPM Pendalaman materi ini diberikan oleh Iwan Fauzi. Pd. narasumber utama. dan Dr. Natalina Asi. , sebagai narasumber pendamping. Masing-masing pemateri memiliki waktu untuk menyampaikan materi dengan alokasi 90 menit untuk narasumber utama, dan 30 menit untuk narasumber Dalam kaitan materi yang disampaikan, narasumber utama menyampaikan materi terkait Konsep Penyusunan Evaluasi Berbasis HOTS Melalui Model Literasi Numerasi. sedangkan narasumber pendamping menyampaikan materi terkait Kaidah Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah. Pelatihan (Coaching Clini. Setelah pendalaman materi selesai, tim dosen memberikan ruang dan waktu untuk coaching clinic dengan jumlah jam pelajaran 3 JP yang dimulai dari pukul 11. 00 Ae 00 WIB dan setelah ishoma dilanjutkan lagi pukul 13. 00 Ae 15. 00 WIB. Peserta tidak diperkenankan meninggalkan tempat pelatihan karena tim dosen sudah menyediakan tempat sholat dan makan siang . unch bo. bagi peserta. Muatan kegiatan yang dilaksanakan pada sesi pelatihan adalah satu jam pertama pemateri memberikan ruang diskusi tanya-jawab kepada peserta terkait materi yang sudah Pada kesempatan tanya jawab ini peserta sangat antusias menanyakan materi yang disampaikan karena mereka belum pernah mendapatkan materi serupa dari pihak stake holder maupun pihak penyelenggara perguruan tinggi Pada kesempatan dua jam berikutnya setelah ishoma, peserta workshop diberikan sesi coaching clinic di mana sesi ini merupakan sesi latihan bagi guru untuk menyusun instrumen evaluasi berbasis HOTS melalui model literasi Pemateri sudah menyiapkan tiga model genre teks bacaan . teks 1 teks prosedur dan 1 teks biograf. yang diambil dari buku pelajaran Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Berbasis HOTS A | 20 Bahasa Inggris SMP untuk dibedah dan disusun instrumen evaluasi belajarnya menggunakan model literasi numerasi berbasis HOTS. Gambar 3. Model teks biografi yang mengandung literasi numerasi Gambar 4. Model teks prosedur yang mengandung literasi numerasi Dari hasil coaching clinic ini guru sudah memahami bagaimana cara menyusun instrumen evaluasi dengan model literasi numerasi. Selain itu, guru secara terbuka berdiskusi dengan pemateri terkait kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama praktik menyusun instrumen evaluasi. 21 | Asi. Fauzi. Nugraha Gambar 5. Rangkaian kegiatan saat coaching clinic Pembimbingan dan Pendampingan Pembimbingan dan pendampingan adalah kegiatan yang dilaksanakan pasca Kegiatan ini memiliki bobot sebesar 4 jam pelajaran dan masih bersifat terbimbing di mana pemateri masih melakukan pembimbingan dan pendampingan kepada guru dalam hal menyusun instrumen evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris. Di sesi akhir coaching clinic pemateri workshop masih meminta guru untuk melakukan latihan menyusun instrumen evaluasi untuk mengisi sesi pembimbingan dan pendampingan ini. Namun, bedanya adalah guru diminta mencari sendiri sumber teks yang akan menjadi bahan untuk menyusun instrumen berbasis literasi numerasi yang diminta. Kegiatan pembimbingan dan pendampingan ini dilaksanakan pada 4 Agustus 2023 melalui media daring asinkronus lewat email dan grup whatsapp. Guru tetap bisa berinteraksi dengan pemateri melalui kedua media tersebut untuk mengkonsultasikan hasil instrumen evaluasi yang mereka susun. Selama kegiatan tersebut tidak ada kendala yang berarti dan semua peserta pelatihan sangat aktif berinteraksi baik melalui email maupun grup whatsapp. Evaluasi Program Di akhir program, tim dosen melakukan evaluasi terhadap hasil karya guru terkait sejauh mana capaian yang mereka peroleh dalam menyusun instrumen evaluasi berbasis HOTS melalui model literasi numerasi yang sudah mereka laksanakan. Tim dosen sudah menyiapkan beberapa instrumen berupa Lembar Observasi langsung untuk mencatat wawasan, keterampilan, keaktifan, dan sikap peserta pelatihan selama kegiatan berlangsung. Selanjutnya, untuk menilai indikator capaian pengetahuan kemampuan dan kompetensi individu guru selama kegiatan pelatihan dan pendampingan kegiatan PPM ini tim dosen mengevaluasi langsung hasil karya guru yang sudah mereka kirimkan melalui email berupa instrumen penilaian berbasis HOTS dengan model literasi numerasi yang sudah mereka Berikut adalah hasil evaluasi program yang sudah diperoleh berdasarkan capaian guru melalui 5 indikator evaluasi, yakni pengetahuan, wawasan, keterampilan, keaktifan, dan sikap. Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Berbasis HOTS A | 22 Tabel 2. Hasil evaluasi program kegiatan berdasaran lembar observasi Indikator Penilaian Wawasan Poin Hasil yang Dicapai Wawasan peserta memiliki peningkatan setelah membaca materi dan diberikan paparan materi oleh Paparan materi yang disampaikan kepada peserta termasuk melalui contoh-contoh model literasi LOTS dan HOTS dapat membuka wawasan peserta tentang bagaimana menyusun instrumen evaluasi berbasis HOTS melalui model literasi numerasi. Meskipun masih ada satu peserta yang wawasannya belum sepenuhnya paham tentang konsep menyusun instrumen evaluasi dimaksud. Keterampilan Semua peserta mengakui bahwa mereka tidak pernah sebelumnya diberikan paparan materi serupa sehingga keterampilan mereka terkait model literasi numerasi berbasis HOTS memang tidak ada. Dengan adanya pelatihan ini peserta sudah terampil menyusun instrumen evaluasi dengan model literasi numerasi dan membedakan mana soal numerasi yang LOTS dan HOTS. Meskipun ada satu peserta yang belum sepenuhnya terampil dalam menyusun instrumen evaluasi dimaksud. Keaktifan Seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan program ini sejak dimulai dengan tahapan membaca intensif, pendalaman materi, coaching clinic, pembimbingan dan pendampingan, hingga evaluasi Semua keseluruhan program kegiatan, hal ini ditandai pula dengan aktifnya guru menyusun luaran yang diminta tim dosen sebagai bahan evaluasi program. Sikap Melalui keaktifan yang tinggi, wawasan dan menunjukkan sikap yang positif dari peserta karena sikap yang positif ini tercermin pula dari tingkat antusiasme peserta mengikuti kegiatan pelatihan ini pada semua tahapannya. Dengan demikian, seluruh peserta terkesan apresiatif dengan program yang dilaksanakan oleh tim dosen. Poin Rata-rata Berdasarkan hasil evaluasi program melalui observasi terkait empat aspek yang diamati, secara keseluruhan hasil yang dicapai peserta terkait wawasan, keterampilan, keaktifan, dan sikap sudah dapat dikategorikan sangat memuaskan karena poin capaian rata-rata mencapai angka 4,9. Sementara itu, ada satu indikator evaluasi program yaitu AopengetahuanAo yang dievaluasi melalui hasil karya guru yang sudah mereka kirim via email berupa instrumen penilaian berbasis HOTS dengan model literasi numerasi yang sudah 23 | Asi. Fauzi. Nugraha mereka susun berdasarkan tugas pasca coaching clinic yang diberikan oleh tim Berikut adalah hasil evaluasi program yang diambil dari aspek pengetahuan yang sudah dicapai oleh peserta terkait kemampuan mereka menyusun instrumen penilaian berbasis HOTS dengan model literasi numerasi. Tabel 3. Hasil evaluasi program berdasarkan aspek pengetahuan Peserta-1 Peserta-2 Peserta-3 Peserta-4 Peserta-5 Peserta-6 Peserta-7 Skor capaian Sangat memuaskan Sangat memuaskan Sangat memuaskan Memuaskan Sangat memuaskan Sangat memuaskan Sangat memuaskan Rata-rata Skor Sangat memuaskan Peserta Program Kategori Capaian Berdasarkan data yang digambarkan pada Tabel 3, secara keseluruhan capaian peserta program dari aspek pengetahuan yang mereka dapatkan dikategorikan AoSangat MemuaskanAo meskipun ada satu peserta yang memiliki capaian dengan skor 90, tetapi hal tersebut tidak mengurangi capaian keberhasilan program ini secara keseluruhan. SIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat jenis Program Pemberdayaan Masyarakat (PKM PPM) ini, tim dosen dapat menyimpulkan . Kegiatan pelatihan berupa pendalaman materi tentang konsep dasar penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris berbasis HOTS melalui model literasi numerasi dapat memberikan hasil positif terkait wawasan, keterampilan, keaktifan, dan sikap peserta selama pelatihan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pengamatan tim dosen yang menunjukkan bahwa keempat aspek yang diamati tersebut dikategorikan sangat memuaskan, poin perolehan rata-rata mencapai 4,9. Hasil unjuk karya setelah kegiatan pendampingan dalam penyusunan instrumen evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris berbasis HOTS melalui model literasi numerasi menunjukkan tingkat pengetahuan peserta sangat memuaskan setelah pelatihan diberikan, rata-rata capaian skor pengetahuan mencapai 98,6. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat jenis Program Pemberdayaan Masyarakat ini dapat dikatakan berhasil karena evaluasi program menunjukkan bahwa semua aspek yang dievaluasi seperti wawasan, keterampilan, keaktifan, sikap, dan pengetahuan yang dicapai peserta dikategorikan sangat Terkait hasil kegiatan PKM-PPM yang telah dilaksanakan ini, tim dosen merekomendasikan beberapa hal berikut ini dengan harapan dapat bermanfaat bagi kegiatan selanjutnya. Pertama, untuk meningkatkan kualitas hasil belajar Bahasa Inggris, seorang pendidik . hendaknya menguasai konsep dasar penyusunan instrumen evaluasi hasil belajar yang tepat dan sesuai terkait dengan Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi Berbasis HOTS A | 24 pencapaian tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan. Berikutnya, evaluasi belajar berbasis HOTS harus tetap diperhatikan oleh guru Bahasa Inggris, salah satunya dengan menyusun soal-soal evaluasi berbentuk literasi numerasi. Selain mengajak siswa berpikir di tingkat yang lebih tinggi, literasi numerasi juga mengasah otak siswa untuk mengkonversi angka dalam satuan ukuran yang memiliki tingkatan unit. Terakhir, diperlukan pelatihan yang berkelanjutan dan terprogram dalam mengembangkan desain penilaian pembelajaran bagi guru-guru Bahasa Inggris terutama bagi guru yang ingin mengajar secara profesional. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih disampaikan kepada pihak Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya atas kontribusi yang diberikan baik dari segi fasilitas tempat pelaksanaan kegiatan dan pembiayaan pelatihan ini. DAFTAR PUSTAKA