Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index MANAJEMEN KELAS DAN PROBLEMATIKA KEPRIBADIAN GURU Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3 1 STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan 2 STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan 3STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email: gengsu. cucuk13@gmail. com1, luqmanhadi811@gmail. arish@gmail. Received: 09-04-2023 DOI: Accepted: 15-04-2023 Published: 30-04-2023 Abstrak: Class management is one of the skills that every teacher must have. This is because class conduciveness will only be achieved by applying good classroom management. The class condition itself is the most important aspect for the implementation of effective, efficient, and enjoyable learning. The research method in this study is a literature review. In this literature review, the researcher not only reads the literature, but also conducts an in-depth and critical evaluation of previous research on a topic. The aim of the researcher is to conduct an in-depth study to explain how classroom management is conducive to learning. The results of the study indicate that the aspects that must be considered and understood by teachers in class management are as follows. Designing the physical classroom environment . eating arrangements, visualizatio. , . Creating a positive environment for learning . air attitude, compassion for students, positive thinkin. , . Being a good communicator . entle, communicate according to the intellectual level of students , communication in simple language, argue in a good way, and . Ability to solve problems. Kata Kunci: Class Management, teacher personality. PENDAHULUAN Dalam lembaga pendidikan formal, guru merupakan faktor pendidikan yang mempunyai peran penting dalam menentukan aktifitas pembelajaran. Sebab disini Auguru merupakan tenaga fungsional lapangan yang langsung melaksanakan proses pendidikan. Jadi gurulah yang bertindak sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan. Ay Maka dapat dikatakan bahwa murid akan memperoleh sifat yang baik serta kecenderungan yang benar, juga perilaku yang utama adalah dari guru-guru mereka yang mana bimbingan dan tindak tanduknya merasuk dalam sanubari mereka. Begitu pentingnya kepribadian guru. Prof. Dr. Zakiah Daradjat menegaskan : Kepribadian itulah yang kan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancurbagi hari depan anak didik, terutama bagi anak didik yang masih kecil . ingkat sekolah dasa. dan mereka yang sedang mengalami Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru kegoncangan jiwa . ingkat menenga. Sehubungan dengan hal di atas, maka salah satu pendekatan yang dapat dilakukan oleh guru adalah melalui aspek kepribadian yang dimiliki. Kepribadian dalam hal ini merupakan permasalahan yang abstrak, yang sukar dilihat secara nyata dan hanya dapat diamati lewat tindakan, ucapan, caranya bergaul serta cara menghadapi setiap permasalahan yang ada. Dalam penjelasan lain disebutkan bahwa Aukepribadian adalah unsur yang menentukan keakraban hubungan guru dengan anak didik. Kepribadian guru akan tercermin dalam sikap dan perbuatannya dalam membina dan membimbing anak didikAy. Guru harus sebagai contoh teladan. Hal inilah yang selalu menjadi perhatian perserta didik yang akhirnya memotivasinya untuk belajar dengan baik, sebab anak didik lebih cenderung punya keinginan kuat untuk belajar dengan guru-guru yang memiliki sifat dan sikap yang dianggap Di sekolah ia harus menjadi manusia model manusia yang akan digugu muridnya. Di masyarakat, ia diharapkan dapat memberikan contoh teladan yang dapat di tiru masyarakatnya. Guru harus senantiasa bersikap sopan, ramah, peka terhadap lingkungan, tidak boleh melakukan perbuatan yang memalukanAy. Semua itu disebabkan wibawa dan citra guru sebagai pendidik yang selalu digugu dan ditiru oleh siswa dan masyarakat. Sehingga karena kemuliaannya itu berbagai gelar disandangny. Guru adalah pahlawan tanpa pamrih, pahlawan kebaikan pahlawan tanpa tanda jasa dan Namun kenyataannya. Auseseorang yang berstatus guru tidak selamanya dapat membawa wibawa dan citra sebagai guru di mata anak didik dan masyarakatAy. Banyaknya pemberitaan di media massa . etak maupun elektroni. yang memberitakan tentang oknum-oknum guru yang melakukan tindakan asusila, amoral dan asosial. Bahkan yang lebih fatal lagi bila perbuatan yang tergolong tindakan kriminal itu dilakukan terhadap anak didiknya sendiri. Oleh sebab itu semakin jelas, bahwa kepribadian guru adalah salah satu unsur yang sangat berperan terhadap keberhasilan siswa, terutama dalam interaksi sehari-hari sebagai cerminan pribadi yang mulia. Alexander Meikeljohn mengatakan Autidak seorangpun yang dapat menjadi seorang guru yang sejati . kecuali bila dia menjadikan dirinya sebagai bagian dari anak didik yang berusaha untuk memahami semua anak didik dan kata-katanyaAy. METODE PENELITIAN Metode penelitian dalam artikel ini adalah penelitian lapangan (Field Researc. yang dilakukan dengan menggali data yang bersumber dari lokasi atau lapangan penelitian yang berkenaan dengan manajemen kelas dan problematika kepribadian guru. Selain itu, peneliti juga menggunakan penelitian kepustakaan (Library Researc. Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur . , baik berupa buku, artikel maupun catatan yang relevan dengan pembahasan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Manajemen Kelas Manajemen dari kata AuManagementAu. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian Maksud manajemen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Terdapat beberapa defenisi tentang manajemen kelas berikut ini : Berdasarkan Konsepsi Lama Dan Modern Menurut konsepsi lama, manajemen kelas diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Menurut konsepsi modern manajemen kelas adalah proses seleksi yang menggunakan alat yang tetap terhadap problem dan situasi manajemen kelas. Berdasarkan Pandangan Pendekatan Operasional Tertentu: Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui penggunaan disiplin (Pendekatan Otorite. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas melalui intimidasi (Pendekatan Intimidas. Seperangkat kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (Pendekatan Permisi. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (Pendekatan Masa. Seperangkat kegiataan guru untuk menciptakan suasana kelas yang efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan baik (Pendekatan Instruksiona. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan (Pendekatan Pengubahan Tingkah Lak. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersional yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif (Pendekatan Penciptaan Iklim Sosioemosiona. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif (Pendekatan Sistem Sosia. Tujuan Manajemen Kelas . Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, bai sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional dan intelektual siswa dalam kelas. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya. Aspek. Fungsi, dan Masalah Manajemen Kelas Manajemen kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiaknosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajenen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan seleksi dan kreatif. Manajenen kelas selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal, manajenen kelas berfungsi untuk memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti : membantu kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasama dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja, merubah kondisi kelas. Memelihara agar tugas Ae tugas itu dapat berjalan lancar. Masalah manajenen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu : masalah individual dan masalah kelompok. Munculnya masalah individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa seperti : Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian orang lain. Tingkah laku yang ingin menujukkan kekuatan. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain. Peragaan ketidakmampuan. Sedangkan masalah-masalah kelompok yang mungkin muncul dalam . Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya. Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku yang telah disepakai . Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang anggotanya. AuMembombangAy anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari yang tengah digarap, semangat kerja rendah, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru terpaksa diganti sementara oleh guru lain. Tinjauan Tentang Kepribadian Guru Menurut asal katanya, kepribadian atau personality berasal dari bahasa latin AypersonaAy. Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan beberapa pendapat mengenai kepribadian. Menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat Bahwa kepribadian yang sesungguhnya adalah abstrak (MaAonaw. , sukar dilihat atau diketahui secara nyata, yang dapat diketahui adalah penampilan atau bekasnya dalam segala segi dan aspek kehidupan. Menurut Allport dalam bukunya Personality Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru Personality is the dynamic organization within the individual of those psychopysical systems that determine his uniqve adjustments to his environment. (Kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dari system-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik/khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkunganny. Menurut Newcomb Bahwa sikap-sikap . yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap Dari pendapat-pendapat di atas, akhirnya dapat di tarik kesimpulan bahwa kepribadian itu merupakan interaksi antara kesanggupan-kesanggupan bawaan yang ada pada individu dengan lingkungannya. Sehingga sering dikatakan bahwa seseorang itu memiliki kepribadian yang baik apabila sikap dan perbuatan orang tersebut baik menurut pandangan masyarakat, begitu pula sebaliknya. Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa baik tidaknya citra seseorang sangat ditentukan oleh kepribadiannya. Lebih lagi bagi seorang guru pendidikan agama Islam. Prof. Dr. Moh. Athiyah Al-Ibrasyi mengutarakan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh guru sebagai berikut : Zuhud . idak mehgutamakan mater. Kebersihan guru . ersih tubuh dan jiwa dari sifat tercel. Iklas dalam pekerjaan Seorang guru menjadi seorang bapak sebelum ia menjadi seorang guru Suka pemaaf Harus mengetahui tabiat murid Harus nengusai mata pelajaran Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang, diantaranya adalah faktor biologis, faktor sosial dan faktor kebudayaan. Faktor biologis Faktor biologis yaitu faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali disebut faktor fisiologis. Hal ini disebabkan karena keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya perbeaanperbedaan. Keadaan fisik/konstitusi menyebabkansikap dan sifat-sifat yang berbeda pula. Faktor sosial Faktor sosial disini maksudnya adalah masyarakat. Yaitu manusiamanusia lain yang berada di sekitar individu yang mempengaruhi individu yang berakitan. Termasuk juga tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturanperaturan, bahasa dan lainnya yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Faktor kebudayaan Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri seseorang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat dimana ia dibesarkan. Diantara aspek kebudayaan yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian Nilai-nilai . Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru Adat dan tradisi Pengetahuan dan keterampilan Bahasa Milik kebendaan . aterial possession. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi: fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas kognitif guru Fleksibilitas kognitif . eluwesan ranah cipt. merupakan kemampuan berfikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Atau dikatakan sebagai keluwesan ranah cipta yang ditandai dengan kemampuan berfikir dan bertindak sesuai dengan situasi yang Seorang guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan keterbukaan berfikir dan beradaptasi. Dan juga ketika mengamati serta mengenali suatu obyek atau situasi tertentu, seorang guru yang fleksibel selalu berfikir kritis. Artinya yaitu berfikir dengan penuh pertimbangan akal sehat yang dipusatkan pada pengambilan keputusan untuk mempercayai atau mengingkari sesuatu, dan melakukan atau menghindari sesuatu (Heger dan Kaye, 1. Keterbukaan psikologis pribadi guru Guru yang terbuka secara psikologis biasanya ditandai dengan kesediaannya yang relatif tinggi untuk mengkomunikasikan dirinya dengan faktor-faktor ekstern antara lain siswa, teman sejawat dan lingkungan pendidikan tempatnya ia bekerja. Ia mau menerima kritik dengan ikhlas serta memiliki empati, yakni respon afektif terhadap pengalaman emosional dan perasaan tertentu orang lain. Misalnya salah seorang muridnya diketahui sedang mengalami kemalangan, maka ia turut bersedih serta menunjukkan simpati serta berusaha memberi jalan keluar. Tinjauan Tentang Motivasi Belajar Dalam proses belajar mengajar, motivasi itu sangat penting sebab itu merupakan syarat mutlak untuk belajar. Jika terdapat anak yang malas, tidak menyenangkan, suka membolos dan sebagainya, maka itu artinya bahwa guru tidak berhasil memberikan motivasi yang dapat untuk mendorong agar siswa bekerja dengan segenap tenaga dan pikirannya. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Di dalamnya terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. Pada perilaku belajar terdapat motivasi belajar. Dalam membicarakan soal macam-macam motivasi, hanya akan dibahas dari dua sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam diri pribadi seseorang yang disebut Aumotivasi instrunsikAo dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang disebut Aumotivasi ekstrinsikAy. Motivasi Instrinsik Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru Dalam aktifitas belajar, motivasi instrinsik sangat diperlukan terutama belajar sendiri. Motivasi instrinsik adalah AuMotif-motif yang maju aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatuAy. Jika seseorang telah memiliki motivasi instrinsik dalam dirinya, maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Dan perlu ditegaskan pula, bahwa siswa yang memiliki motivasi instrinsik cenderung akan menjadi orang yang terdidik, yang berpengetahuan, yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu. Jadi untuk mendapatkan semua itu, cara yang tepat ialah belajar. Sebab dia selalu beranggapan positif, bahwa semua mata pelajaran yang dipelajari sekarang akan dibutuhkan dan sangat berguna saat ini maupun dimasa mendatang. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi instrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Motivasi ekstrinsik sering digunakan karena bahan pelajaran kurang menarik perhatian anak didik atau karena adanya sikap tertentu pada guru atau orang tua. Berbagai macam cara bisa dilakukan agar siswa termotivasi untuk belajar. Sehingga guru harus bisa membangkitkan minat siswa dengan memanfaatkan motivasi ini dalam berbagai bentuknya. Kesalahan penggunaan bentuk motivasi ekstrinsik akan merugikan siswa. Akibatnya motivasi ekstrinsik bukan berfungsi sebagai pendorong tetapi justru menjadikan siswa malas belajar. Oleh karena itu, penggunaan motivasi ekstrinsik terkadang menjadi momok bagi siswa selama penggunaannya terlepas dari tujuan untuk mendidik dan memperbaiki kesalahan siswa. Untuk mengatasi hal itu, guru harus memanfaatkan motivasi ini berkiblat pada kebutuhan dan problematika anak didik tanpa mengabaikan karakteristik dan perkembangan jiwa anak. Kemunculan sifat motivasi, apakah motivasi instrinsik atau motivasi ekstrinsik bergantung dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni: Tingkat kesadaran diri siswa atas kebutuhan yang mendorong tingkah laku/perbuatannya dan kesadaran atas tujuan belajar yang hendak Sikap guru terhadap kelas. Guru yang selalu bijaksana akan menumbuhkan sifat instrinsik itu, tetapi bila guru lebih menitik beratkan pada rangsangan sepihak maka sifat ekstrinsik menjadi lebih dominan. Pengaruh kelompok siswa. Bila pengaruh kelompok tertentu kuat maka motivasinya lebih condong ke sifat ekstrinsik Suasana kelas juga berpengaruh terhadap muncul sifat tertentu pada motivasi belajar siswa. Suasana kebebasan yang bertanggung jawab tentunya lebih merangsang munculnya motivasi instrinsik dibandingkan dengan suasana penuh tekanan dan paksaan. Tinjauan Tentang Kepribadian Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa. Dalam upaya meningkatkan motivasi belajar, ada empat hal yang dapat Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru dikerjakan oleh guru untuk memberikan motivasi diantaranya adalah : Membangkitkan dorongan kepada siswa untuk belajar. Menjelaskan secara konkret kepada siswa apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran. Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai sehingga dapat merangsang untuk mencapai prestasi yang lebih baik dikemudian hari. Membentuk kebiasaan belajar yang baik. Untuk mencapai keberhasilan dalam menunaikan hal-hal diatas, seorang guru perlu memiliki kepribadian yang baik. Kepribadian tersebut akan mampu mendorong siswanya untuk giat belajar serta mengarahkan kecenderungan mereka kearah yang lebih positif. Hal ini sesuai dengan pendapat pengamat pendidikan Darmansyah Nabar yang mengatakan bahwa : Siswa lebih cenderung punya keinginan kuat untuk belajar dengan guruguru yang memiliki sifat dan sikap yang dianggap menyenangkan. Guru yang senantiasa bersifat ramah, tidak pernah marah, suka membantu, memiliki sense of humor, tidak galak, lebih fleksibel, menerima perbedaan siswa, menempatkan siswa sebagai teman dan lain-lain lebih diutamakan dari pada sekedar pintar dalam hal bahan ajar. Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa kepribadian guru juga menyangkut sifat dan sikapnya. Aukarena itu ketertiban seorang siswa untuk belajar lebih banyak ditentukan oleh sifat dan sikap guru dalam mengajarAy. Oleh sebab itu, berikut ini akan penulis paparkan mengenai sifat dan sikap guru : Pengaruh sifat guru terhadap motivasi belajar siswa Sifat . dalam istilah psikologi berarti ciri-ciri tingkah laku yang tetap . ampir teta. pada seseorang. Misalnya Si Amir pembohong. Si Agus pemarah dan sebagainya. Semua awalan pe pada kata pembohong dan pemarah itu menunjukkan bahwa perbuatan-perbuatan seperti itu sering muncul sehingga menjadi suatu ciri khas dari tingkah laku seseorang dan dapat dikatakan bahwa perbuatan tersebut merupakan sifat-sifat orang yang Jadi kesimpulannya bahwa Si Amir bersifat pembohong dan Si Agus bersifat pemarah. Akan tetapi untuk mengetahui atau menentukan adanya sifat-sifat tertentu pada seseorang tidaklah mudah, semua itu memerlukan waktu dan proses pergaulan yang lama disamping pengetahuan psikologi sebagai Tergesa-gesa menyangka adanya sifat-sifat tertentu pada seseorang adalah suatu perbutan yang ceroboh dan seringkali menimbulkan salah terka. Untuk itu dibutuhkan interaksi yang relatif lama dalam menentukannya. Alport, seorang ahli psikologi menguraikan pendapatnya tentang sifat . sebagai berikut : AuAtraits are dynamic and flexible disposition, resulting at last in part, from the integration of spesific habits, expressing characteristic modes of adaptation to oneAos surroundingsAy. Artinya bahwa sifat adalah disposisi yang dinamis dan flexible yang dihasilkan dari pengintegrasian kebiasaan-kebiasaan khusus/tertentu yang Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru menyatakan diri sebagai cara-cara penyesuaian yang khas terhadap Disposisi dalam batasan tersebut adalah Ausuatu unsur kepribadian yang mencerminkan kecenderungan- kecenderungan masa lalu atau pengalaman-pengalaman yang telah lampauAy. Dari batasan tersebut dapat dikatakan bahwa sifat merupkan ciri-ciri tingkah laku atau perbuatan yang banyak dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri individu dan relatif bebas dari pengaruh lingkungan luas. Misalnya pembawaan, minat, konstitusi tubuh dan cenderung bersifat tetap/stabil. Beberapa indikator dari sifat antara lain adalah kejujuran, kesabaran, ketaatan, ketenangan, kewibawaan dan sebagainya. Yang dimaksud kewibawaan dalam pendidikan . pvoedings-geza. disini adalah. Aupengakuan dan penerimaan secara sukarela terhadap pengaruh atau anjuran yang datang dari orang lainAy. Jadi kalau seorang murid mengakui dan menerima anjuran dari gurunya, maka hal ini bukan karena terpaksa atau takut, melainkan karena murid itu menerima kewibawaan yang ada pada guru atas dasar keikhlasan dan kepercayaan yang penuh. Pendapat lain menyebutkan bahwa seorang pendidik harus memiliki sifat-sifat positif untuk bergaul dengan murid-muridnya seperti : a Rasa tanggung jawab dan dedikasi b Kecintaan, kesabaran, dan kebijaksanaan c Berpandangan luas d Pandai bergaul. Sedangkan sifat-sifat negatif yang harus dijauhi/dihindari oleh seorang pendidik seperti : Lekas marah atau lekas menaruh syakwasangka Suka menyendiri Haus akan penghormatan dan pujian orang lain Penggugup, bimbang, ragu dan takut Mudah kecewa. Maka untuk dapat menunaikan tugasnya yang berat itu , wajiblah guru sendiri sebagai pendidik yang berbudi pekerti tinggi dan mempunyai sifat-sifat seorang pendidik yang dicitakan yaitu adil dan jujur terhadap diri sendiri, maupun terhadap sesama manusia serta selalu berusaha menjauhi segala sifatsifat negatif. Sebab bagaimanapun sifat seorang guru baik itu positif maupun negatif, semuanya akan membawa dampak bagi siswa. Maka jika siswa telah memiliki rasa senang terhadap sifat gurunya, tentu dia akan bersemangat untuk mempelajari materi yang diajarkan guru tersebut. Pengaruh Sikap Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa. Sikap . merupakan suatu cara bereaksi terhadap suatu Suatu kecenderungan untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap sesuatu perangsang atau situasi yang dihadapi. Menurut Sobur, sikap adalah Aukecenderungan bertindak, berfikir, berpersepsi dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi atau nilai. Ay Sedangkan menurut Gerungan. Ausikap secara umum diartikan sebagai kesediaan bereaksi individu terhadap Amir Daien Indrakusuma. Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional t. , 128 Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru sesuatu hal. Ay Pengertian diatas menyebutkan bahwa sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi masih berupa kecenderungan . tingkah laku. Jadi sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek itu sendiri. Hal ini dipertegas pula oleh Gordon Alport . eliau terkenal di bidang psikologi sosial dan psikologi kepribadia. yang menegaskan bahwa sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu. Ellis telah mengemukakan tentang sikap itu sebagai berikut: Attitude involve some knowledge of situation- However, the essential aspect of the attitude is found in the fact that some characteristic feeling or emotion is experleced, and asuransi we would accordingly expect, some definite tendency to action is Jadi Ellis berpendapat bahwa yang sangat memegang peranan penting dalam sikap adalah perasaan atau emosi dan faktor kedua adalah reaksi/respon atau kecenderungan untuk bereaksi. Sehingga ini sangat dipengaruhi oleh perasaan senang . atau tidak senang . yang disertai dengan pendirian atau perasaan orang itu. Oleh sebab itu, sikap seorang guru dalam menanggapi segala situasi di sekolah akan sangat berpengaruh pada penilaian siswa terhadap guru dan akan selalu membekas dibenaknya. Sehingga apabila sikap itu baik dan menyenangkan dimata siswa, maka secara otomatis akan mampu menjadi motivasi belajar bagi siswa. Adapun indikator dari sikap yang sering menjadi perhatian bagi siswa antara lain adalah kedisiplinan guru, kerapian, ketegasan, senang humor dan KESIMPULAN Kesimpulan dari artikel ini adalah aspek-aspek yang harus diperhatikan dan dipahami guru dalam manajemen kelas untuk mewujudkan kelas yang kondusif adalah sebagai berikut. Mendesain lingkungan fisik kelas . engaturan tempat duduk, visualisas. , . Menciptakan lingkungan yang positif untuk belajar . ikap adil, sayang terhadap siswa, positif thinkin. , . Menjadi komunikator yang baik . emah lembut, berkomunikasi sesuai dengan kadar intelektual siswa, komunikasi dengan bahasa yang sederhana, membantah dengan cara yang baik, dan . Kemampuan dalam menyelesaikan masalah, . Motivasi belajar siswa ditentukan oleh banyak faktor baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar, . Kepribadian guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, . Semakin baik kepribadian guru maka akan semakin memberi motivasi belajar siswa, . Semakin buruk kepribadian guru maka akan semakin mengurangi motivasi belajar siswa. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : April p-ISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Achmad Ridlowi1. Luqman Hadi2. Aris Hidayat3. Manajemen kelas dan problematika Kepribadian guru DAFTAR PUSTAKA