Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MELAHIRKAN PEMIMPIN MASA DEPAN. YANG KOMPETEN DAN BERAKHLAKUL KARIMAH Kartika syahrial02@gamil. Abstrak Tulisan ini akan membahas tentang seputar pemimpin-pemimpin di Indonesia pada saat global sekarang ini. diketahui bahwa pemimpin-pemimpin yang sedang berkuasa di Indonesia saat ini adalah semuanya lulusan dari perguruan tinggi bahkan tidak hanya lulusan dari perguruan tinggi dalam negeri namun tidak sedikit yang lulusan dari luar negeri, namun bisa dilihat dan dirasakan bagaimana dinamika kekuasaan mereka? apa yang sudah mereka kerjakan? Sudah sampai mana kemajuan Indonesia sekarang ini? apakah mereka sudah berbuat dengan kompeten dan berakhlakul karimah? Untuk menjawab itu maka jurnal ini akan mencoba membahas kondisi Indonesia pada zaman global ini dan betapa berperannya perguruan tinggi dalam melahirkan pemimpin masa depan bagi bangsa Indonesia yang memiliki kompetensi yang unggul dan akhlakul karimah secara islami. Kata Kunci: Perguruan Tinggi. Pemimpin, kompeten, akhlakul Karimah Abstract This paper will discuss about the leaders in Indonesia at this global moment. We know that the leaders in Indonesia today are everyone has graduated from universities even not only those who has graduated from abroad, can even be seen and perceived by their dynamics? what have they done? How far has Indonesia progressed? are they already acting competently and be good behavior? To answer that, this journal will discuss the condition of Indonesia in this global age and the character of university for creating a leader who will be competence and good behavior to improve Indonesia in future. Key Words: University. Leader. Competence. Good behavior. Pendahuluan Berbicara tentang pemimpin sebenarnya kita sebagai rakyat Indonesia pasti merasakan bagaiamana kondisi Indonesia pada zaman global ini, bisa kita katakan banyak pemimpin yang sudah lemah dalam kompetensi dan akhlakul karimah. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya para pemimpin yang tertangkap tangan atas perbuatan korupsi, beradu mulut saling memojokkan satu sama lain, saling adu domba, membela yang salah dan mengabaikan kebenaran. Hal ini sudah merupakan pemberitaan biasa dimedia televisi terutama TV One dan surat kabar, dan kenyataannya adalah kita masih terjebak dan terus berkulat dengan berbagai masalah Beberapa akhir tahun ini, kita menyadari bahwa waktu, pikiran dan tenaga kita terkuras hanya untuk bertengkar dan berselisih satu dengan lainnya, terutama mempermasalahkan masa lalu. Jarang sekali kita duduk bersama, mencoba melakukan antisipast jauh kedepan, menangkap peluang untuk meraih keuntungan Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Peran Perguruan Tinggi dalam a Kartika bagi kesejahteraan bangsa. 1 dan yang paling menyedihkan pada zaman global ini adalah dimanfaatkannya agama sebagai kambing hitam oleh sebagian oknum politikus demi kepuasan pribadi atau sekelompok orang tertentu. Padahal seharusnya politik sebagai kenderaan rakyat untuk memperbaiki rakyat, bukan malah sebaliknya menghancurkan rakyat demi kepuasan semata. Rakyat Indonesia telah mengakui kemerdekaan Indonesia. Apakah ini benar? Atau kita sudah dijajah oleh bangsa kita sendiri? Mari kita lihat pancasila sebagai pedoman kemerdekaan kita. Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Nilai yang terkandung didalam sila pertama ini adalah bahwa seluruh rakyat Indonesia wajib meyakini satu Tuhan dan satu Agama. Namun kenyataannya sudah banyak rakyat Indonesia yang tidak konsisten pada satu agama yang diyakininya sehingga tidak ada kejelasan agama apa yang dianutnya. Buktinya ibu sukmawati mengaku menganut agama Islam, namun beliau menghina agamanya sendiri dengan membunyikan sebuah puisi yang potongan bunyinya AuAku tak tahu syariat Islam, yang ku tahu suara kidung Ibu Indonesia sangatlah elok, lebih merdu dari alunan azan muAy. 3 Apakah logis beliau masih meyakini nilai Ke-Tuhanan Yang Maha Esa? Sungguh disayangkan apabila banyak rakyat Indonesia yang tidak faham apa agamanya. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai yang terkandung didalamnya adalah bahwa setiap rakyat Indonesia berhak diperlakukan seadil-adil dan sebaikbaiknya. Namun kenyataan yang telah bangsa kita hadapi adalah sudah melemah keadilan dan adab yang dimiliki para penguasa. Hal ini terbukti dengan banyaknya hukum yang meloloskan para penguasa dan menekan para rakyat yang tidak berkuasa. Norma-norma hukum bisa saja berubah fakta apabila masyarakat tidak faham hukum, keburukan para penguasa sudah benyak yang ditutup-tutupi oleh media, dan lain sebagainya. Persatuan Indonesia. Nilai yang terkandung didalamnya adalah bahwa seluruh rakyat Indonesia merupakan satu keluarga yang harus meningkatkan kedamaian, kekeluargaan, dan saling menghargai. Namun kenyataan yang kita rasakan dan lihat saat ini bahwa bangsa Indonesia sudah jauh dari rasa persatuan, yang ada adalah saling konflik antar agama, saling mencaci dan menghina, saling mementingkan kepentingan pribadi, dan saling adu domba. Jangankan untuk memperkuat persatuan Indonesia, bisa saja nanti Indonesia perang melawan Negaranya sendiri secara terang-terangan, hal ini sungguh benar-benar tidak diharapkan oleh bangsa Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan mari kita berkaca pada pemimpin-pemimpin saat ini, bukankah terlihat lebih banyak pemimpin yang haus akan kekuasaan dibandingkan ingin benar-benar memperbaiki bangsa dengan niat lillahi taala atau jalan jihad, bukankah karena dana disuatu posisi berjumlah besar sehingga dijadikan ladang Wiranto. Peranan Perguruan Tinggi Dalam Menghasilkan Pemimpin Bangsa. Jakarta: UEU. AuSebagai bangsa kita terjebak dalam suasana disharmoni, disorientasi, dan bahkan disintegrasi yang telah membawa bangsa ini hanya keluar dari suatu masalah untuk kemudian masuk pada masalah lainnya nyaris tanpa harapan dan kepastianAy. Rejeki. Sri. Nilai-Nilai Pancasila. Tangerang: CV Citralab. AuPancasila adalah dasar filsafat Negara Republik Indonesia yang secara resmi disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945, diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tahun II No. 7 bersama dengan UUD 1945Ay. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a Untuk apa dibuat KPK? Karena memang peluang para penguasa untuk korupsi adalah besar, kalaulah seandainya pemimpin-pemimpin di Indonesia benar-benar bijaksana dan amanah maka Indonesia tidak akan butuh KPK. Jadi bisa kita sebut bahwa keadaan Indoensia sekarang ini adalah banyak rakyat yang makan rakyat. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kalaulah keadilan sudah berlaku untuk seluruh rakyat indonesia, maka tidak akan terjadi konflik antar sesama, kenapa rakyat tidak menghargai para pemimpin? Ya karena belum sepenuhnya terlaksana keadilan yang nyata oleh penegak hukum bagi yang bersalah, kalau seandainya rakyat merasa hukum sudah adil maka tidak akan terjadi permasalahan atau konflik-konflik yang mengundang amarah rakyat. Namun apakah masih bisa kita memperbaiki bangsa Indonesia sehingga kemerdekaan Indoensia secara real dan akurat dirasakan oleh rakyat? Tentunya bisa, disitulah muncul peran perguruan tinggi untuk membentuk dan mencetak pemimpinpemimpin masa depan yang kompeten dan berakhlakul karimah. Pembahasan Pemimpin Masa Depan Pemimpin yang dalam bahasa inggrisnya disebut dengan leader adalah seseorang yang membawahi para pekerja dan juga memiliki wewenang dalam mengambil keputusan di suatu organisasi. Pemimpin juga dapat diartikan sebagai orang yang memiliki kemampuan memengaruhi orang lain untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu yang menjadi harapan dan tujuan organisasi. Pemimpin adalah pelaku dari unsur-unsur yang terdapat didalam kepemimpinan, yaitu adanya kekuasaan, pengaruh, kekuatan, dan pemegang tanggungjawab utama bagi seluruh kegiatan yang dilakukan oleh bawahannya. Meskipun tidak semua pemimpin memiliki jiwa kepemimpinan yang sama, secara timbal balik dan fungsional, kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan. Teori-teori munculnya seorang pemimpin: Teori pertama adaah genetis dimana berpendapat bahwa seseorang akan menjadi pemimpin karena ia memang diahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, menurut teori ini tidak semua orang bisa menjadi pemimpin, hanya orang-orang yang berbakat dan pembawaan saja yang bisa jadi pemimpin. teori kedua disebut dengan teori sosial dimana mengatakan bahwa seorang akan menjadi pemimpin kalau lingkungan, waktu dan keadaan memungkinkan ia untuk menjadi seorang pemimpin, itu artinya bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin asal diberi kesempatan dan pembinaan untuk menjadi pemimpin walaupun ia tidak mempunyai bakat dan pembawaan. teori ketiga adalah teori ekologis dimana mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin dibutuhkan bakat, dan bakat tersebut akan dibina supaya berkembang dengan didukung oleh lingkungan, waktu dan keadaan. teori keempat adalah teori situasi dimana mengatakan setiap orang bisa menjadi pemimpin, tetapi dalam situasi tertentu saja karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya dalam situasi tersebut. Hikmat. Manajemen Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia. Miftah Thoha. Kepemimpinan dalam Manajemen: Suatu Pendekatan Perilaku. Jakarta: Grapindo Persada. Tim Dosen Administrasi Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia. Manajemen Pendidikan. Bandung: ALFABETA. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a Yang paling penting yang harus diketahui adalah bagaimana cara menemukan pemimpin masa depan. Ada beberapa ciri-ciri anak yang bisa menunjukkan calon pemimpin masa depan yaitu anak/mahasiswa yang memiliki kecerdasan yang tinggi, inisiatif, berani dan serius. Cerdas. kecerdasan seorang anak/mahasiswa dapat dilihat dari ketanggapan dan kecekatan anak/mahasiswa dalam berpikir, dan lancar dalam berbicara untuk menyampaikan ide-idenya tentang suatu hal, dengan kecerdasan yang dimiliki maka diharapkan kedepannya mahasiswa sebagai calon pemimpin ketika sudah benar jadi pemimpin maka akan mampu membuat keputusan yang tepat dan efektif sehingga membawa perbaikan dari yang pemimpin sebelumnya. Hal ini bisa dilatih dengan metode dosen ketika mengajar dimana sepenuhnya melibatkan mahasiswa, strategi yang digunakan bisa mungkin melalui diskusi, kerja kelompok, laporan kegiatan secara lisan, melatih mahasiswa dengan hal-hal yang meyulitkan dan lain-lain. Namun walaupun mahasiswa sepenuhnya berperan aktif, dosen harus tetap membimbing dan mengarahkan. Selain dari itu, program perguruan tinggi dalam bidang seminar dan kuliah umum harus terus ditingkatkan karena di momen saat itulah mahasiswa terlatih dalam bertanyak dan memberikan pendapatnya dimuka umum sehingga dengan kegiatan-kegiatan tersebut maka akan menambah wawasan, pengalaman dan keberanian mereka. Apabila mahasiswa sudah memiliki kecerdasan dan keberanian yang tinggi maka sudah secara langsung sifat kepemimpinan mereka terbentuk didalam diri. Inisiatif. anak/mahasiswa yang inisiatif akan terlihat mampu menggerakkan teman-temannya dan paling cepat berinisiatif untuk mengerjakan suatu pekerjaan, misalnya memandu kerja kelompok, membuat aturan-aturan kelompok, dan memimpin kelompok. Apabila mahasiswa sudah mampu membimbing dan mengarahkan teman-temannya dalam melakukan suatu hal yang berhubungan dengan perkuliahan maka itu artinya mahasiswa tersebut sudah kompeten dalam mempengaruhi orang lain, sedangkan salah satu peran pemimpin adalah mampu mempengaruhi bawahan, oleh karena itu apabila mahasiswa sudah mampu mempengaruhi rekan-rekannya maka didalam diri anak/mahasiswa tersebut sudah tertanam sifat kepemimpinan yang karismatik. Peran dosen disitu adalah selalu meningkatkan sifat inisiatif mahasiswa dengan memberikan kerja Berani. anak/mahasiswa yang memiliki keberanian dalam mengungkapkan suatu hal atau berbicara dengan jujur dan semestinya. Berani artinya bukan berarti melawan dan tidak berakhlak. Sifat berani yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah mereka berani tampil didepan umum, berani mengungkapkan ide-ide berliannya, berani mengkritik kesalahan dengan cara etika yang baik, dll. Maka peran perguruan tinggi untuk meningkatkan sifat berani mahasiswa adalah dengan melibatkan mereka didalam beberapa kegiatan, misalnya ketika tamu dari luar kampus berkunjung dengan acara yang sistematis dan tersturktur maka mahasiswa harus dijadikan kedalam kepanitiaan, misalnya sebagai penerima tamu, sebagai pembawa acara, sebagai pembacaan ayat suci al-qurAoan, lombalomba, dan kegiatan lainnya. seharusnya mereka lebih ditonjolkan ketika orang6 As-Suwaidan. Thariq M dan Faishal Umar Basyarahil. Melahirkan Pemimpin Masa Depan. Jakarta: Gema Insani Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a orang besar yang berkunjung sehingga mereka tidak merasa canggung dengan para pemimpin-pemimpin sekalipun pemimpin itu memiliki pengawal kemanamana. Namun perlu juga ditekankan dan pembinaan akhlak yang baik kepada mahasiswa sehingga mereka akan mendapatkan kebebasan namun tetap harus Serius. anak/mahasiswa yang memiliki tingkat keseriusan tinggi pada suatu hal atau menyelesaikan suatu kegiatan. Untuk melatih keseriusan mahasiswa maka yang sangat berperan disini adalah dosen pengampu mata kuliah, yaitu dengan memberikan beberapa tanggungjawab kepada mahasiswa sehingga dengan keseriusan mereka dalam menjalankan dan menyelesaikan kewajiban yang diamanahkan dosen maka akan terlihat keseriusan mahasiswa dalam Mahasiswa yang menjalankan kewajibannya dengan serius maka akan menghasilkan hal yang sangat baik. Begitu juga kelak ketika mereka menjadi pemimpin, apabila mereka mengemban amanah sebagai seorang pemimpin dengan serius maka semua kewajiban akan terselesaikan dengan sebaik-baiknya atau tingkat keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan lebih tinggi dibanding pemimpin yang bekerja dengan tidak serius. Dari hal tersebut diatas, maka kita ketahui ada beberapa ciri anak/mahasiswa yang harus kita perhatikan dan terus dikembangkan sehingga menciptakan calon pemimpin masa depan yang kompeten dan berakhlakul karimah. Peran Perguruan Tinggi Untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan Sebelum peran perguruan tinggi dibahas secara mendalam maka perlu diketahui terlebih dahulu tempat-tempat mencetak pemimpn-pemimpin masa depan dimana adalah rumah, sekolah, masyarakat dan lembaga-lembaga khusus. Rumah. Rumah merupakan tempat yang sangat berperan dalam melahirkan seorang pemimpin yang kompeten dan berakhlakul karimah karena ketika anak berada dilingkungan keluarga disitulah dia belajar dari orang tua dan keluarga dekatkanya, namun yang paling berperan dalam mendidik anak adalah orang tua. Waktu yang dimiliki anak untuk belajar tentang kehidupan adalah seharusnya lebih banyak bersama orang tua. Cara keluarga dalam berintegrasi yang membangun jiwa kepemimpinan seorang anak adalah: Memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak, karena dengan hal itu maka akan terpenuhi kebutuhan anak untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tua sehingga memudahkan mereka dalam pembentukan kepemimpinan. karena apabila anak-anak merasakan penerimaan masyarakat terhadap mereka maka hal itu akan menambah kepercayaan diri mereka karena seorang pemimpin haruslah memiliki kepercayaan diri yang tinggi apalagi dalam mengambil suatu keputusan. komunikasi sebagai sarana pendidikan. hal ini dapat dilakukan misalnya dengan mengajak anak-anak ke pertemuan-pertemuan orang dewasa, meluangkan waktu khusus untuk berdiskusi, saling memahami, saling terbuka, mengajarkan mereka etika, berdialog, mendegar, meminta izin dan menghormati orang dewasa, serta mengajarkan kepada anak-anak untuk ikut serta dalam pengambilan keputusankeputusan keluarga, misalnya orang tua harus sering meminta pendapat anak tentang suatu hal, dan juga menghargai pendapat yang disampaikannya. Apabila kurang baik Ramayulis. Dasar-Dasar Kependidikan: Suatu Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Kalam Mulia. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a maka peran orang tua disitu untuk meluruskan dan mengarahkannya supaya berusaha untuk memberi pendapat yang baik. Membangun kepribadian yang kuat. hal ini dapat dilakukan dengan menanamkan akidah, nilai-nilai, mengatasi rasa malu, malas, dan kepribadian yang lemah. Seorang pemimpin haruslah memiliki nilai-nilai akidah yang tinggi sehingga mampu meningkatkan harga diri seorang pimpinan, selain itu seorang pemimpin harus berani, tidak malu berbicara di publik dan mengadakan pertemuan-pertemuan dengan pemimpin-pemimpin lainnya, dan juga tidak malas dan lemah karena seorang pemimpin haruslah lebih kuat dibandingkan bawahannya sehingga bawahan merasa aman dan terlindungi, hal ini bisa meningkatkan kinerja bawahan. saat-saat berkumpul bersama keluarga. hal ini dapat dilakukan untuk menanamkan hubungan keharmonisan dan saling menyanyangi antar sesama, dan apabila suatu kegiatan tertentu dilaksanakan bersama seperti makan di meja makan bersama-sama dan menikmati makanan bersama dan saling berbagi maka akan membentuk anak yang memiliki kepribadian suka berbagi atau tidak kikir pada orang lain. Hal ini bisa membentuk kepemimpinan seseorang karena seorang pemimpin tidak dibolehkan menutup-nutupi suatu hal kepada bawahan atau bersipat kikir kepada bawahan bisa menimbulkan ketidak sukaan bawahan kepada pimpinan. Memberikan perhatian kepada peran ibu. Tugas utama seorang ibu adalah menumbuhkan generasi yang baik dengan memberika tingkah laku dan tindakan yang mencontohkan dalam pembentukan karakter anak sehingga ketika si anak sudah menjadi pemimpin maka akan mampu menjadi panutan dan contoh bagi Sekolah/ Perguruan Tinggi Banyak yang tidak sadar bahwa sekolah dan perguruan tinggi sangat berperan dalam melahirkan pemimpin masa depan, hal ini dilihat bukan berarti mahasiswa tersebut harus mengambil jurusan khusus kepemimpinan namun segala hal yang telah dipelajari di perguruan tinggi baik itu secara pengembangan moralitas, penetapan etika kampus, aturan-aturan yang harus dipatuhi, disiplin waktu, cara menyelesaikan tugas-tugas, cara mendalami suatu kompeten atau ilmu tertentu. Semuanya sudah termasuk dalam mempersiapkan, melatih dan mendidik untuk melahirkan pemimpin masa depan yang kompeten dan berakhlakul karimah. Masyarakat Pada zaman global sekarang ini, tidak tertutup kemungkinan masyarakat sangat mempengaruhi seseorang, hal ini dilihat dengan kemajuan teknologi sudah memudahkan untuk berintegrasi dengan orang lain, sangat mudah mengakses suatu hal, sangat mudah mengetahui tindakan-tindakan para pemimpin, oleh karena itu sangat mudah mahasiswa meniru tokoh yang di sukainnya. Apabila tokoh tersebut merupakan tokoh yang baik maka dia akan berperilaku baik, namun apabila tokoh yang disukainya kurang baik maka bisa saja si mahasiswa akan terbentuk tidak baik. Selain dari itu, kondisi lingkungan si mahasiswa tinggal juga sangat mempengaruhi sifat kpribadian si mahasiswa, misalnya ketika dia diterima dan diperlakukan baik oleh lingkungan masyarakatnya maka secara otomatis sifat yang baik akan tertanam didalam diri mahasiswa tersebut. Dalam bermasyarakat terdapat jalinan timbal balik seperti kepentingan bersama, adat kebiasaan, pola-pola, teknik-teknik, sistem hidup, undang-undang, institusi, dan segala segi dan fenomena yang terjadi. Dari keterlibatan mahasiswa didalam masyarakat maka secara tidak langsung mahasiswa telah mempelajari dan Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a menganalisis keadaan dan kebutuhan masyarakat sehingga dengan lingkungan dan keterlibatan si mahasiswa didalam masyarakat maka akan membentuk dan melahirkan sifat kepemimpinan. Lembaga-Lembaga Masyarakat Ada beberapa istilah yang digunakan untuk pendidikan masyarakat yaitu pendidikan sosial, pendidikan masyarakat, pendidikan rakyat, pendidikan luar biasa, mass education, adult education. Extension education, dan Fundamental education. Selain lembaga-lembaga, kita tahu bahwa organisasi-organisasi baik yang dibentuk oleh perguruan tinggi maupun diluar perguruan tinggi sangat banyak Melalui lembaga khusus dan organisasi yang diikuti oleh mahasiswa akan mampu membentuk kepemimpinan. Dengan kegiatan-kegiatan dan tanggungjawab yang dijalankan didalam organisasi maka mahasiswa sedang belajar dan mencoba berpengalaman dalam memimpin walaupun itu baru sekedar pemimpin di suatu organisasi mahasiswa. Namun walaupun mahasiswa diberikan kesempatan untuk memilih dan menentukan organisasi yang harus mahasiswa ikuti, perguruan tinggi seharusnya tetap berkewajiban mengawasi dan mendata seluruh organisasi dan anggotanya terutama sekali oraganisasi yang berda diluar perguruan tinggi. Hal ini dilakukan untuk mengawasi mahasiswa supaya tidak tergolong kepada organisasi terorisme. Melahirkan Pemimpin Yang kompeten dan berakhlakul karimah Berbicara tentang kompeten maka kita akan berbicara tentang keterampilan seseorang dalam menjalankan wewenang dan memutuskan sesuatu dengan baik dan Begitu juga dengan seorang pemimpin yang kompeten, tentunya untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien maka tidak lepas dari kompetensi seorang pemimpin itu sendiri, namun apakah pemimpin yang kompeten sudah jelas berakhlakul karimah yang baik? Jawabnya adalah belum tentu, karena arti kompeten disini adalah berhubungan dengan kecerdasan seorang pemimpin dalam menyusun strategi kerja dan juga dalam mengambil keputusan. Kemudian berbicara tentang akhlak, pada zaman global ini jelas kita merasakan bahwa telah terjadi krisis akhlak di Indonesia dimana semula krisis akhlak ini terjadi dikalangan sebagian kecil elite politik atau penguasa, namun sekarang ini telah menyebar kepada masyarakat luas, termasuk kalangan pelajar. Kita bisa melihat setiap harinya krisis akhlak yang terjadi dikalangan politik yaitu dengan adanya korupsi, pungli, sogok, saling fitnah, saling menjatuhkan, saling adu domba, bahkan bisa saling melukai tidak hanya perasaan namun sampai kepada fisik. Sementara ini, krisis akhlak yang menimpa pada masyarakat terlihat pada sebagian sikap masyarakat yang mudah merampas hak orang lain . danya pencurian dan bega. , main hakim sendiri . edikit ada kesalahan orang lain, masyarakat sudah langsung emosian dan main hakim sendir. , melanggar peraturan tanpa merasa bersalah, mudah terpancing emosi, merasa paling hebat dilingkungannya, saling membunuh . nak membunuh ibu, suami membunuh istri, istri membunu suami, siswa membunuh guru, guru membunuh siswa, dl. , pemerkosaan, tawuran, mabukmabukan, dan lain sebagainya. Apabila hal ini terjadi pada sebagian pelajar maka yang disalahkan oleh masyarakat adalah pendidikan, namun hal ini ada juga benarnya karena akhlak tidak Hasbullah. Filsafat Pendidikan Islam. Padang: Baitul Hikmah Pres. Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a bersifat natural atau pembawaan, tetapi hal itu perlu diusahakan secara bertahap, salah satunya adalah melalui pendidikan dilingkungan sekolah atau perguruan Oleh karena itu ketika kita berbicara tentang kompeten dan akhlakul karimah, maka kita akan berpatokan kepada seorang tokoh dunia yang diutus oleh sang pencipta yaitu Rasulullah sebagai pemimpin bagi ummat Islam di seluruh dunia dari abad ke abad. Karaktristik dasar kepemimpinan Rasulullah yang patut dimiliki dan diamalkan oleh seluruh mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan adalah shiddiq . Amanah (Dipercay. Fathonah (Cerda. Tabligh (Menyampaika. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan seharunya juga harus mampu meneladani dan mengaplikasikan sifat-sifat Rasulullah tersebut kedalam kehidupan sehari-hari yaitu: Shiddiq . sifat jujur haruslah ditanamkan didalam jiwa mahasiswa bisa saja dengan cara dosen melatih kejujuran mahasiswa melalui tugas-tugas yang Jadi peran dosen disini adalah benar-benar mendidik mahasiswa untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya sendiri, bukan mencontek atau meng copy paste dari orang lain. Atau bisa juga dilatih pada saat ujian, peran dosen disini adalah mengawasi ujian dengan serius sehingga mahasiswa tidak memiliki celah dan kesempatan untuk melihat jawaban kawannya yang ada disebelah kiri atau kanan apalagi untuk melihat kopean. Dengan hal tersebut, apabila mahasiswa sudah terbiasa bertanggungjawab akan tugas-tugasnya sendiri maka akan tertanam didalam diri mahasiswa tersebut sifat jujur dimana hal yang sangat penting untuk dimiliki seorang pemimpin. Amanah (Dipercay. apabila mahasiswa sudah memiliki sifat siddiq maka kemungkinan besar sifat amanah akan tertanam didalam diri dan jiwa mahasiswa Namun hal ini masih perlu dilatih untuk mengkokohkan sifat siddiq yang sudah dimiliki. Kegiatan keseharian yang bisa menanamkan sifat amanah mahasiswa adalah tentang kedisiplinan dan juga menjalankan semua perintah dosen selagi masih dalam ruang lingkup pendidikan. Fathonah (Cerda. tujuan utama dari suatu pendidikan adalah untuk mencerdaskan bangsa. Mahasiswa sebagai penerus bangsa tentunya dituntut untuk cerdas, oleh karena itu perguruan tinggi selaku wadah untuk menuntut ilmu bertanggungjawab atas kecerdasan mahasiswanya. Kecerdasan atau kompetensi mahasiswa bisa dibentuk melalui proses belajar mengajar dengan menggunakan kurikulum tertentu. Tabligh (Menyampaika. sifat amanah yang telah dimiliki oleh mahasiswa, insyaallah akan mampu membentuk sifat tabligh mahasiswa itu sendiri. Untuk membentuk sifat tabligh mahasiswa, dosen bisa merancang kegiatan belajar dengan strategi discussion dan sharing. Dalam hal ini mahasiswa bisa menyampaikan dan berbagi ilmu kepada teman-temannya. Selain dari hal tersebut, seharusnya dosen sering berkomunikasi dan memberikan informasi lewat mahasiswa, sehingga mahasiswa terbiasa menyampaikan amanah yang didapat dari dosen kepada kawannya yang lain. Selain dari kraktristik kepemimpinan Rasulullah yang sudah dijelaskan di atas, maka sebagai seorang pemimpin perlu juga untuk memiliki sikap sabar, tidak Miskawaih, ibn. Tahdzib Al-Akbar. Beirut: Mansyuraz maktabah Al-Hayat. Multimedia Communication. The Power Of Leader. Potret Kepemimpinan Islam Yang Diteladani dan Dinantikan . Jakarta: Akbar Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a pendendam, lemah lembut dan bertutur kata yang baik. Hidup sederhana, tegas dalam bersikap, bijaksana dalam mengambil keputusan, selalu bermusyawarah dengan rekan-rekannya. sifat sabar. dengan kesabaran manusia akan lebih bisa menghadapi masalah yang berat sekalipun, sebagaimana Allah berfirman yang artinya Ausesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabarAy (QS. Al-Baqarah . Pemimpin dan kepemimpinan tentunya tidak akan lepas dari konflik dan permasalahan, oleh karena itu pemimpin yang memiliki kesabaran tinggi maka akan menimbulkan kondisi dan situasi yang lebih damai dibandingkan dengan kondisi pemimpin yang memiliki emosi tinggi. Tidak pendendam. sifat tidak pendendam perlu ditanamkan didalam diri seorang pemimpin dan menjadikan akhlak karimahnya sebagai buah iman dan takwa kepada Allah SWT. Karena dengan memaafkan orang yang sekalipun musuh kita akan membawakan kebaikan bagi diri kita sendiri. Lemah lembut dan bertutur kata yang baik. pemimpin yang apabila menyuruh bawahan dengan bahasa yang lembut dan baik akan lebih mudah mempengaruhi Bawahan yang menerima perintah juga akan mengerjakan perintah pimpinan dengan ikhlas. Dan apabila keikhlasan muncul didalam diri dalam mengerjakan suatu hal maka akan tercipta hasil yang baik dan efektif. Namun sebaliknya, apabila bawahan selalu dibentak-bentak dan dikasari oleh pimpinannya maka bawahan akan semakin membangkan dan akan timbul ketidak ikhlasan didalam diri dalam melaksanak tugas yang diamanahkan, bahkan bisa saja terjadi kekerasan oleh bawahan kepada atasan karena ada rasa dendam. Hidup sederhana. orang yang hidup sederhana adalah orang yang hidup dengan bersahaja dan tidak berlebih-lebihan. Ketika kekurangan, orang yang sederhana tidak akan menghalalkan segala cara, termasuk menyusahkan dirinya untuk memperoleh harta agar dihormati orang lain, begitu pula ketika mempunyai harta banyak, orang sederhana tidak akan tergoda untuk bermewah-mewahan. Sifat seperti ini sangat penting ditanamkan didalam diri seorang pemimpin untuk meminimalkan terjadinya korupsi dan pungli. Tegas dalam bersikap. Tegas yang dimaksud disini adalah komitmen. pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat sehingga tidak mudah goyah dan terpengaruh goncangan yang datang dari luar atau orang yang mempropokatori yang menyebabkan timbulnya masalah. Bijaksana dalam mengambil keputusan. seorang pemimpin haruslah cerdas dan bijaksana dalam mengambil suatu keputusan karena semua hal yang berhubungan dengan masa depan organisasi berada di tangan seorang pimpinan. Bermusyawarah. pemimpin yang demokratis selalu mengajak rekan atau bawahannya dalam bermusyawarah sebelum mengambil keputusan karena dengan bermusyawarah maka ide-ide dan informasi akan semakin banyak Maka akan semakin baik apabila suatu keputusan diambil dari hasil musyawarah dan mupakat. Berdasarkan hal tersebut maka seharusnya mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki sikap-sikap sebagai mana yang sudah Jadi untuk membentuk itu semua perguruan tinggi sangatlah berperan dimana selain menciptakan mahasiswa yang kompeten dalam management Siddik. Muhammad dan Istarani. Jiwa dan Kepribadian Muslim. Medan: Larispa Al-Ashlah. Vol. 3 No. 2 Juli Ae Desember 2019 Kartika Peran Perguruan Tinggi dalam a kepemimpinan maka diperlukan program-program yang meningkatkan akhlakul karimah mahasiswa misalnya adanya mata kuliah keagamaan, selain itu adanya kegiatan-kegiatan seminar, workshop, pelatihan, serta diaktifkannya organisasi mahasiswa dan mewajibkan setiap mahasiswa untuk mengikuti organiasi, namun harus tetap diingat, untuk menghindari terjadinya kesalahan mahasiswa dalam mengikuti organisasi maka perguruan tinggi juga diharapkan harus mendata dan mengawasi seluruh organisasi yang diikuti oleh mahasiswa baik organisasi yang berada didalam kampus itu sendiri maupun yang berada di luar kampus. Hal ini dilakukan untuk menghindari terlibatnya mahasiswa dalam lingkungan Isis atau Manajemenn Menurut Parker (Stoner & Freeman, 2. didalam Usman Husaini ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang . he art of getting things done through peopl. Usman. Husaini. Manajemen. Teori. Praktik dan Riset pendidikan (Jakarta Timur: PT Bumi Aksar. Kesimpulan Dalam menciptakan pemimpin masa depan yang berkompetensi dalam memimpin baik secara manajemen dalam praktiknya maupun secara ilmunya tentunya harus dibarengi dengan sifat akhlakul karimah maka diperlukan adanya peranan perguruan tinggi dalam membimbing, melatih, dan memproses setiap mahasiswa untuk siap terjun kelapangan sebagai pengganti pemimpin-pemimpin yang sudah berlalu. Untuk membentuk itu semua seharusnya setiap perguruan tinggi harus menyadari bahwa mahasiswa adalah penerus bangsa dan calon-calon pemimpin dimana saja, baik didalam rumah tangga, perusahaan, didaerah, maupun Negara. Dimanapun mereka memimpin maka sangat diutamakan kompetensi dan akhlakul karimah untuk kemajuan dan perbaikan, sehingga dengan hal tersebut seharusnya setiap perguruan tinggi harus meningkatkan program-program yang bisa meahirkan pemimpin yang memiliki kompetensi dan akhlakul karimah yang baik karena tanpa yang dua hal itu maka semuanya akan sia-sia, kepemimpinnya tidak akan sukses membawa perubahan kearah yang lebih baik, bahkan bisa saja akan membawa kepada hal yang tidak kita harapkan. Daftar Pustaka