Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengaruh Kompetensi. Akuntabilitas dan Independensi Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderating Shelly Amelia Sari. Emilia Gustini* Universitas Bina Darma Palembang shellyamelia03@icloud. com, emilia. gustini@binadarma. ABSTRACT This study analyzes the in/luence of competence, accountability, and independence on audit quality, with auditor ethics as a moderating variable. Using a quantitative approach and SmartPLS 4 analysis, data was collected through a questionnaire distributed to 45 auditors at PT. Perkebunan Nusantara I Regional VII Kebun Beringin. The research results indicate that competence, accountability, and independence directly have a positive and signi/icant effect on audit quality. The moderating analysis further reveals that auditor ethics signi/icantly strengthens the relationship between competence and audit quality, as well as between accountability and audit quality. However, auditor ethics does not have a signi/icant role in strengthening the relationship between independence and audit quality. This /inding concludes that auditor ethics is an important factor that can enhance the effectiveness of auditor competence and accountability in producing high-quality audits. Keywords: Competence. Accountability. Independence. Auditor Ethics. Audit Quality. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kompetensi, akuntabilitas, dan independensi terhadap kualitas audit, dengan etika auditor sebagai variabel Objek penelitian adalah PT. Perkebunan Nusantara I Regional VII Kebun Beringin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada auditor melalui Google Form yang diisi 45 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi, akuntabilitas, dan independensi berpengaruh positif dan signiLikan terhadap kualitas audit. Selanjutnya hasil analisis variabel moderating menunjukkan bahwa etika auditor memiliki peran signiLikan dalam memperkuat hubungan antara kompetensi dan akuntabilitas terhadap kualitas audit, sedangkan etika auditor tidak memiliki peran signiLikan dalam memperkuat hubungan antara independensi terhadap kualitas audit. Kata Kunci: Kompetensi. Akuntabilitas. Independensi. Etika Auditor. Kualitas Audit. PENDAHULUAN Laporan keuangan memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia perusahaan atau bisnis, berfungsi sebagai kunci untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dan menjadi dasar bagi manajemen dalam mengambil keputusan Agar dapat dipercaya dan diandalkan, laporan keuangan tersebut harus diaudit oleh akuntan publik. Audit yang dilakukan oleh akuntan publik meningkatkan kredibilitas laporan keuangan di mata pengguna, yang mengharapkan laporan tersebut akurat, bebas dari salah saji material, dan sesuai dengan prinsip akuntansi 4050 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. yang berlaku umum. Profesi akuntan publik, yang dipercaya masyarakat sebagai pengontrol dan penjaga kepentingan publik di bidang keuangan, memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas audit (Anggrainy, 2. Kualitas audit tidak terjadi secara otomatis, melainkan bergantung pada kombinasi tiga elemen penting: kompetensi, akuntabilitas, dan independensi auditor (Nurhani & Riyadi, 2. Kompetensi mencakup pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menemukan kesalahan, akuntabilitas adalah kewajiban auditor untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, sementara independensi memastikan auditor bersikap tidak memihak dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau tekanan dari klien (Cahyo et al. , 2. Tanpa ketiga elemen ini, kualitas audit berpotensi menurun dan dapat menimbulkan distorsi informasi keuangan yang merugikan banyak pihak. Skandal besar seperti yang menimpa Enron, di mana Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen terbukti tidak independen, serta kasus PT. Garuda Indonesia yang menunjukkan kekurangan auditor dalam mendeteksi kesalahan, menjadi bukti nyata kegagalan dalam menjaga kualitas audit (Setiawan, 2. Fenomena ini juga terjadi di PT. Perkebunan Nusantara I Regional VII Kebun Beringin, di mana terdapat tantangan dalam menjaga kualitas audit, termasuk kurangnya auditor internal yang tersertiWikasi, kesenjangan pemahaman teknis, dan dugaan tekanan manajemen yang memengaruhi independensi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa auditor tidak hanya kompeten dan akuntabel, tetapi juga menjunjung tinggi etika auditorAiseperangkat nilai yang membedakan perilaku baik dan buruk. Etika yang kuat diharapkan dapat memperkuat kualitas audit yang dihasilkan. Meskipun demikian, penelitian-penelitian sebelumnya mengenai pengaruh kompetensi, akuntabilitas, dan independensi terhadap kualitas audit masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, menciptakan adanya research gap. Peran etika auditor sebagai variabel moderating juga menghasilkan temuan yang bertolak belakang, di mana beberapa penelitian menunjukkan etika memperkuat hubungan tersebut, sementara yang lain menemukan sebaliknya. Berangkat dari kesenjangan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan mengkaji lebih dalam bagaimana etika auditor berperan dalam memperkuat pengaruh kompetensi, akuntabilitas, dan independensi terhadap kualitas audit. Dengan memilih PT. Perkebunan Nusantara I Regional VII Kebun Beringin sebagai objek penelitian, studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis, serta rekomendasi untuk meningkatkan kualitas audit dan pengelolaan keuangan perusahaan di sektor METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. dengan objek PT. Perkebunan Nusantara 1 Regional VII, dengan Sampel sebanyak 45 responden dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria UMKM aktif yang menggunakan teknologi pembayaran. Variabel penelitian terdiri dari Kompetensi, 4051 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Akuntabilitas dan Independensi sebagai variabel independen. Etika Auditor sebagai variabel moderasi, serta Kualitas Auditt sebagai variabel dependen, yang diukur menggunakan skala ordinal 1-5. Data dikumpulkan melalui kuesioner primer dan studi literatur sekunder, kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS versi 4. 0 untuk mengevaluasi model pengukuran . eliputi uji validitas konvergen, diskriminan, dan reliabilita. serta model struktural, termasuk pengujian hipotesis melalui nilai Tstatistik dan p-value untuk mengkonWirmasi pengaruh antar variabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam sebuah penelitian, responden memiliki peran yang sangat penting karena menjadi sumber utama data yang akan dianalisis. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 45 PT. Perkebunan Nusantara 1 Regional VII. responden penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, jabatan, lama bekerja. Berikut gambaran karakteristik responden pada penelitian ini: Tabel 1. Karakteristik ProXil Responden Karakteristik Jenis Kelamin Usia Pendidikan Terakhir Jabatan Lama Bekerja Identitas Frekuensi Laki-laki Perempuan Total 20-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun Total Diploma Total Junior Auditor Senior Auditor Partner Lainnya Total <1 tahun 1-5 tahun 6-10 tahun >10 tahun Total Sumber: Data diolah peneliti, 2025 4052 | Volume 7 Nomor 11 2025 Persentase 100,0% Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Hasil Analisis Data Pengujian Outer Loading (Model Pengukura. Penelitian ini menggunakan outer model dengan indikator re4lektif dan dapat dievaluasi dengan melakukan uji convergent validity, discriminant validity dan composite reliability serta Cronbach alpha (Ranti & Sartika, 2. berikut adalah pengujian outer model: Gambar 1. Outer Model Sumber: Hasil olah data smartPLS 4 Berdasarkan Gambar 1, terlihat bahwa hasil nilai untuk setiap indikator pada setiap konstruk telah memenuhi syarat untuk loading factor atau outer loading, karena nilai untuk setiap indikator sudah di atas 0,7. Hasil Convergent Validity Hasil pengujian pada gambar 1 direkapitulasi dan dijelaskan sebagai berikut: Tabel 2. Loading Factor Item Kompetensi (X. Akuntabilitas (X. 4053 | Volume 7 Nomor 11 2025 Outer Titik loadings kritis Keterangan Valid Valid Valid Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Independensi (X. ID1 ID2 ID3 ID4 Kualitas Audit (Y) Etika Auditor (Z) EA1 EA2 EA3 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data olah 2025 SmartPls 4. Loading factor menunjukkan bahwa model sudah memenuhi syarat convergent validity karena nilai loading factor sudah lebih dari 0. Sehingga setiap indikator atau item pernyataan dianggap valid. nilai AVE yang memenuhi kriteria adalah >50. Tabel 3. Average Variance Extracted (AVE) Variabel AVE Kompetensi (X. 0,840 Akuntabilitas (X. 0,737 independensi (X. 0,782 Kualitas Audit (X. 0,875 Etika Auditor (Z) Sumber: Data olah 2025 SmartPls 4. Nilai AVE pada masing-masing variabel Kompetensi (X. Akuntabilitas (X. Independensi (X. Etika Auditor (Z), dan Kualitas Audit (Y) memiliki nilai lebih dari 50, jadi semua variabel sudah memenuhi kriteria. Hasil Discriminant Validity Discriminant validity digunakan untuk memastikan bahwa setiap konsep pada variabel laten tidak sama dengan variabel lain (Wismanjaya & Werastuti, 2. Tabel 4. Fornell Larcker Kompetensi Akuntabilitas 0,887 0,415 4054 | Volume 7 Nomor 11 2025 0,839 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Independensi Kualitas Audit Etika Auditor 0,099 0,319 0,838 0,226 0,567 0,459 Sumber: Data olah 2025 SmartPls 4. 0,843 0,219 Pada tabel 4 menunjukkan nilai korelasi item-item pengukur kontruksi asosiasinya lebih tinggi dibandingkan dengan konstruk lainnya sehingga dapat dikatakan bahwa model memiliki validitas diskriminan yang baik. Hasil Reliability Uji reliabilitas konstruk dapat diukur melalui 2 kriteria, yaitu composite reliability dan cronbach's alpha. nilai yang meiliki lebih dari 0. 70 maka data tersebut dinyatakan reliabel. berikut adalah hasil uji dari composite reliability dan cronbach's alpha (Suriyanti et al. , 2. Tabel 5. Composite Reliability dan Cronbach's alpha Variabel Kompetensi (X. Akuntabilitas (X. independensi (X. Kualitas Audit (X. Etika Auditor (Z) Composite Reliability Cronbach's alpha Sumber: Data olah 2025 SmartPls 4. Berdasarkan hasil uji composite reliability dan cronbach alpha pada tabel 4. diatas menunjukan bahwa setiap variabel memiliki nilai lebih dari 0. Maka dapat disimpulkan reliabel. Pengujian Inner Model (Model Struktural ) Uji Struktural Model (Inner Mode. merupakan salah satu model evaluasi yang dilakukan dalam analisis Partial Least Square. Pengujian analisis ini memiliki tujuan untuk memprediksi ada atau tidaknya hubungan antar variabel laten (Moruk et al. Berikut adalah model diagram jalur pada inner model dalam penelitian ini: 4055 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Gambar 2. Inner Model Sumber: Hasil olah data smartPLS 4 Hasil Uji R-Square Pada tahap awal, pengujian pada inner model dapat dilakukan dengan melihat nilai R-Square (RA). Uji ini bertujuan untuk melihat seberapa besar nilai yang diperoleh oleh variabel dependen yang kemudian akan dijelaskan oleh variabel independen (Zikrillah, 2. Tabel 6. Uji R-Square Kualitas audit (Y) R-Square R square Adjusted Sumber: Data olah 2025 SmartPls 4. Berdasarkan data tabel 6 di atas, variabel kualitas audit sebesar 0. 627 yang berarti model yang diuji termasuk moderat . , dapat disimpulkan bahwa variabel endogen dalam kualitas audit dipengaruhi sebesar 62,7% oleh variabel eksogen kompetensi, akuntabilitas dan independensi, sedangkan 38% lainnya dipengaruhi oleh faktor selain variabel yang sedang diteliti. Secara keseluruhan kontribusi dari variabel kompetensi, akuntabilitas dan independensi memberi pengaruh terhadap kualitas audit. Tabel 7. Uji F-Square Kompetensi Akuntabilitas 4056 | Volume 7 Nomor 11 2025 Kinerja UMKM Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Etika auditor x Kompetensi Etika auditor x Akuntabilitas Etika auditor x independensi Sumber: Data olah 2025 SmartPls 4. Berdasarkan tabel 7 di atas, dapat disimpulkan bahwa interpretasi F-square pengaruh langsung yaitu kompetensi, akuntabilitas dan independensi terhadap kualitas audit dikatakan moderat, sedangkan interpretasi F-square pengaruh moderasi yaitu etika auditor dalam memoderasi kompetensi terhadap kualitas audit tergolong tinggi, dalam memoderasi akuntabilitas etika auditor terhadap kualitas audit tergolong moderat dan etika auditor dalam memoderasi independensi terhadap kualitas audit tergolong tinggi. Hasil Pengujian Hipotesis Berdasarkan data yang telah dilakukan, hasilnya dapat digunakan untuk menjawab hipotesis pada penelitian ini, ujian hipotesis dilakukan pada penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai T- statistik dan nilai P-value (Suryaningsi et al. , 2. Hipotesis penelitian dapat dinyatakan diterima apabila nilai P-value < 0,05. Berikut ini adalah hasil uji hipotesis yang diperoleh dalam penelitian ini: Tabel 8. Path CoefJicient Original (O) Sample (M) KOMPETENSI -> KUALITAS AUDIT AKUNTABILITAS -> KUALITAS AUDIT INDEPENDENSI -> KUALITAS AUDIT ETIKA AUDITOR x KOMPETENSI -> KUALITAS AUDIT ETIKA AUDITOR x AKUNTABILITAS -> KUALITAS AUDIT ETIKA AUDITOR x INDEPENDENSI -> 0. KUALITAS AUDIT Sumber: Data olah 2025 SmartPls 4. Pembahasan 4057 | Volume 7 Nomor 11 2025 Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Pengaruh Kompetensi Terhadap Kualitas Audit Kompetensi memiliki pengaruh positif dan signiWikan terhadap kualitas audit. Berdasarkan analisis yang ditunjukkan dalam Tabel 4. Nilai T-statistics 3. 1,96 dan P-Value 0. 002 < 0,05 membuktikan pengaruh positif yang signiWikan, sehingga H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompetensi auditor memiliki pengaruh positif dan signiWikan terhadap kualitas audit karena auditor yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai cenderung dapat melaksanakan tugas audit dengan lebih efektif dan eWisien. Auditor yang kompeten mampu memahami dan menganalisis informasi keuangan dengan lebih baik, serta dapat mengidentiWikasi risiko dan masalah yang mungkin timbul selama proses audit. Hal ini berkontribusi pada peningkatan akurasi dan keandalan laporan keuangan yang Selain itu, kompetensi yang tinggi juga mencakup pemahaman yang mendalam tentang standar akuntansi dan regulasi yang berlaku, yang memungkinkan auditor untuk melakukan penilaian yang tepat terhadap kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan yang ada. Dengan demikian, auditor yang kompeten tidak hanya meningkatkan kualitas audit melalui analisis yang mendalam, tetapi juga membangun kepercayaan stakeholder terhadap hasil audit yang dilakukan. Oleh karena itu, hasil analisis yang menunjukkan nilai T-statistics sebesar 3. 084 dan P-Value 0. mengindikasikan bahwa kompetensi auditor secara signiWikan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas audit, sehingga hipotesis H1 diterima. Pengaruh Akuntabilitas Terhadap Kualitas Audit Akuntabilitas memiliki pengaruh positif dan signiWikan terhadap kualitas audit. Berdasarkan analisis yang ditunjukkan dalam Tabel 4. 19, nilai T-statistics sebesar 362 > 1,96 dan P-Value 0. 018 < 0,05 membuktikan pengaruh positif yang signiWikan, sehingga H2 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntabilitas auditor berperan penting dalam meningkatkan kualitas audit, karena auditor yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan mereka cenderung lebih teliti dan berhati-hati dalam melaksanakan tugas audit. Akuntabilitas mendorong auditor untuk mempertahankan standar etika dan profesionalisme yang tinggi, yang pada gilirannya berkontribusi pada keandalan dan akurasi laporan audit. Auditor yang akuntabel akan lebih cenderung untuk melaporkan temuan yang relevan dan tidak menyembunyikan informasi yang dapat mempengaruhi hasil audit. Selain itu, akuntabilitas juga menciptakan lingkungan di mana auditor merasa terdorong untuk melakukan evaluasi yang objektif dan kritis terhadap informasi yang mereka audit. Dengan demikian, hasil analisis yang menunjukkan nilai T-statistics sebesar 2. 362 dan P-Value 0. 018 mengindikasikan bahwa akuntabilitas auditor secara signiWikan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas audit, sehingga hipotesis H2 diterima. Pengaruh Independensi Terhadap Kualitas Audit Independensi memiliki pengaruh positif dan signiWikan terhadap kualitas Berdasarkan analisis yang ditunjukkan dalam Tabel 4. 19, nilai T-statistics 4058 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. 432 > 1,96 dan P-Value 0. 001 < 0,05 membuktikan pengaruh positif yang signiWikan, sehingga H3 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa independensi auditor sangat penting dalam meningkatkan kualitas audit, karena auditor yang independen cenderung dapat melakukan penilaian yang objektif dan tidak terpengaruh oleh kepentingan pihak mana pun, termasuk klien. Ketika auditor memiliki independensi yang tinggi, mereka lebih mampu mengidentiWikasi dan melaporkan temuan yang relevan tanpa adanya tekanan untuk menyembunyikan informasi yang dapat merugikan klien. Selain itu, independensi juga memungkinkan auditor untuk melakukan evaluasi yang lebih kritis terhadap informasi keuangan yang diaudit, sehingga meningkatkan akurasi dan keandalan laporan audit yang dihasilkan. Dengan demikian, auditor yang independen tidak hanya meningkatkan kualitas audit melalui analisis yang mendalam, tetapi juga membangun kepercayaan stakeholder terhadap hasil audit yang dilakukan. Oleh karena itu, hasil analisis yang menunjukkan nilai T-statistics sebesar 3. 432 dan P-Value 0. 001 mengindikasikan bahwa independensi auditor secara signiWikan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas audit, sehingga hipotesis H3 diterima. Peran Etika auditor dalam memperkuat hubungan antara Kompetensi terhadap Kualitas Audit Etika auditor memiliki peran signiWikan dalam memperkuat hubungan antara kompetensi dan kualitas audit. Berdasarkan analisis yang ditunjukkan dalam Tabel 19, nilai T-statistics menunjukkan angka 2. 301, yang lebih besar dari 1. Nilai P-Value yang diperoleh adalah 0. 021, yang lebih kecil dari 0. , sehingga H4 dinyatakan diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika auditor yang baik dapat meningkatkan efektivitas kompetensi auditor dalam menghasilkan kualitas audit yang tinggi. Peran Etika Auditor Dalam Memperkuat Hubungan Antara Terhadap Kualitas Audit Akuntabilitas Etika auditor memiliki peran signiWikan dalam memperkuat pengaruh akuntabilitas terhadap kualitas audit. Berdasarkan analisis yang ditunjukkan dalam Tabel 4. 19, nilai T-statistics menunjukkan angka 1. 998, yang lebih besar dari 1. 998 > 1. Nilai P-Value yang diperoleh adalah 0. 046, yang lebih kecil dari 0. 046 < 0. , sehingga H5 dinyatakan diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika auditor yang baik dapat meningkatkan efektivitas akuntabilitas dalam menghasilkan kualitas audit yang tinggi. Auditor yang memiliki integritas dan komitmen terhadap standar etika cenderung lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas audit mereka. Dengan adanya etika yang kuat, auditor akan lebih termotivasi untuk melaporkan temuan yang relevan dan tidak menyembunyikan informasi yang dapat mempengaruhi hasil audit. Etika auditor yang baik juga menciptakan lingkungan di mana akuntabilitas dapat berkembang, sehingga auditor merasa terdorong untuk melakukan evaluasi yang 4059 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. objektif dan transparan terhadap informasi yang diaudit. Hal ini berkontribusi pada peningkatan akurasi dan keandalan laporan audit yang dihasilkan. Kombinasi antara akuntabilitas yang tinggi dan etika auditor yang baik menciptakan sinergi yang kuat dalam meningkatkan kualitas audit. Dengan memanfaatkan etika yang dimiliki, auditor dapat memastikan bahwa proses audit dilakukan dengan standar profesional yang tinggi, sehingga menghasilkan laporan yang dapat dipercaya dan memberikan nilai tambah bagi stakeholder. Oleh karena itu, peran etika auditor dalam memperkuat pengaruh akuntabilitas terhadap kualitas audit sangat penting untuk mencapai hasil audit yang optimal. Peran Etika Auditor dalam memperkuat hubungan antara Independensi terhadap Kualitas Audit Etika Auditor tidak memperkuat pengaruh independensi terhadap kualitas Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan, nilai T-statistics menunjukkan 437, yang lebih kecil dari 1. 437<1. Nilai P-Value yang diperoleh 151, yang lebih besar dari 0. 151>0. Oleh karena itu, efek penguatan yang dihipotesiskan tidak signiWikan, sehingga H6 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika auditor tidak memiliki peran yang signiWikan dalam memperkuat hubungan antara independensi dan kualitas audit. Meskipun independensi merupakan prinsip fundamental dalam audit, temuan ini menyiratkan bahwa etika auditor tidak bertindak sebagai moderator yang signiWikan untuk membuat pengaruh independensi menjadi lebih kuat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis menggunakan SmartPLS 4, penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi, akuntabilitas, dan independensi memiliki pengaruh yang positif dan signiWikan terhadap kualitas audit. Secara khusus, peran etika auditor sebagai variabel moderasi menunjukkan bahwa etika auditor secara signiWikan memperkuat hubungan antara kompetensi dan kualitas audit, serta antara akuntabilitas dan kualitas audit. Namun, etika auditor tidak memiliki peran signiWikan dalam memperkuat hubungan antara independensi dan kualitas audit. SARAN Agar penelitian di masa mendatang dapat lebih akurat dan berkualitas, disarankan beberapa hal. Pertama, mahasiswa jurusan akuntansi diharapkan lebih aktif mengikuti seminar dan workshop terkait kompetensi dan etika auditor. Kedua, peneliti selanjutnya disarankan menggunakan variabel independen lain seperti kinerja auditor atau fee audit untuk menemukan faktor-faktor tambahan yang memengaruhi kualitas audit. Ketiga, auditor di PT. Perkebunan Nusantara I Regional VII Kebun Beringin perlu rutin mengevaluasi proses audit untuk mengidentiWikasi dan mencegah potensi penyimpangan. Terakhir, perusahaan atau klien disarankan melakukan seleksi ketat terhadap Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan 4060 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4050 Ae 4062 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. mempertimbangkan reputasi, pengalaman, dan kompetensi auditor untuk memastikan kualitas audit yang tinggi. DAFTAR PUSTAKA