p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 Management of Elementary School and Community Relationship Dwi Kristina Lestariningsih. Reka Tri Ayu. Lusia Lodan. Syahwa Gadis Fajriana. Santhi Pertiwi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Mohammad Husni Thamrin Correspondence author : dingningsih798@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstract Elementary schools as the first line in the implementation of formal education have an important role in building a strong foundation for student development. The interaction that is well established between elementary schools and the community is not just a temporary relationship, but rather a strategic and sustainable management process. The importance of MRSM is increasingly evident in facing the demands of education that are increasingly complex and This study examines how important it is to manage the relationship between elementary schools and the community in supporting educational success. The purpose of this study is to find effective strategies in building sustainable collaboration between schools and various elements of society. The method used is a Systematic Literature Review (TLS), which includes an analysis of literature from the last five to ten years that is relevant to the theme of the relationship between schools and the community. The findings of this study indicate that community participation in educational activities, the use of information media, and open and participatory communication are key factors in creating productive partnerships. School committees, community leaders, and the private sector have important roles in improving the quality of learning and student character. Regular assessment of partnership programs is also important to ensure the effectiveness and sustainability of the relationship. Recommendations from this study include the need for a systematic managerial approach, increased communication capacity in schools, and the use of information technology to support broader and more active community involvement. Keywords: School Relationship Management. Educational Partnership. Community. Public Participation. Communication ABSTRAK Sekolah dasar sebagai lini pertama dalam pelaksanaan pendidikan formal memiliki peran penting dalam membangun fondasi yang kuat bagi perkembangan siswa. Interaksi yang terjalin dengan baik antara sekolah dasar dan masyarakat bukan hanya sekadar hubungan yang bersifat sementara, melainkan merupakan suatu proses manajemen yang strategis dan berkelanjutan. Kepentingan MRSM semakin jelas terlihat dalam menghadapi tuntutan pendidikan yang semakin rumit dan berubah-ubah. Penelitian ini mengkaji betapa pentingnya pengelolaan hubungan antara sekolah dasar dan komunitas dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan strategi yang efektif dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan berbagai elemen masyarakat. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (TLS), yang mencakup analisis literatur dari lima hingga sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan tema hubungan antara sekolah dan masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam aktivitas pendidikan, penggunaan media informasi, serta komunikasi yang terbuka dan partisipatif adalah faktor kunci dalam menciptakan kemitraan yang produktif. Komite sekolah, tokoh masyarakat, dan sektor swasta memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter siswa. Penilaian secara berkala terhadap program kemitraan juga penting untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan hubungan tersebut. Rekomendasi dari studi ini adalah perlunya pendekatan manajerial yang sistematis, peningkatan kapasitas komunikasi di sekolah, serta penggunaan teknologi informasi untuk mendukung keterlibatan masyarakat yang lebih luas dan aktif. Keywords: Pengelolaan Hubungan Sekolah. Kemitraan Pendidikan. Masyarakat. Partisipasi Publik. Komunikasi https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 PENDAHULUAN Sekolah dasar sebagai lini pertama dalam pelaksanaan pendidikan formal memiliki peran penting dalam membangun fondasi yang kuat bagi perkembangan siswa. Keberhasilan sekolah dasar dalam melaksanakan tugasnya sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif berbagai pihak di luar lingkungan sekolah, yang secara keseluruhan dikenal sebagai masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat mencakup orang tua atau wali murid, tokoh masyarakat, kelompok sosial, alumni, sektor usaha, dan lembaga pemerintah maupun swasta yang berada di sekitar sekolah. Interaksi yang terjalin dengan baik antara sekolah dasar dan masyarakat bukan hanya sekadar hubungan yang bersifat sementara, melainkan merupakan suatu proses manajemen yang strategis dan berkelanjutan. Manajemen hubungan antara sekolah dan masyarakat (MRSM) meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian dari berbagai program serta aktivitas yang bertujuan untuk membangun, menjaga, dan meningkatkan kualitas interaksi serta kolaborasi yang saling menguntungkan antara sekolah dan lingkungan sekitarnya. Kepentingan MRSM semakin jelas terlihat dalam menghadapi tuntutan pendidikan yang semakin rumit dan berubah-ubah. Sekolah dasar dituntut untuk tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga mampu mengembangkan aspek sosial, emosional, dan karakter siswa. Untuk meraih hal ini, peran serta dan dukungan aktif dari masyarakat sangatlah penting. Masyarakat bisa berkontribusi dalam berbagai cara, mulai dari menyediakan sumber daya, berpartisipasi dalam proses belajar, hingga menjadi mitra dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung di rumah dan di komunitas. Namun, untuk mengelola hubungan dengan berbagai elemen masyarakat yang beragam diperlukan pendekatan yang sistematis dan tersusun dengan baik. Tanpa adanya manajemen yang efisien, potensi dukungan dari masyarakat bisa jadi tidak dimanfaatkan secara maksimal, bahkan dapat menyebabkan kesalahpahaman atau konflik yang tidak berguna. Oleh karena itu, pemahaman mengenai prinsip-prinsip manajemen hubungan, strategi komunikasi yang tepat, penggunaan media informasi, serta mekanisme evaluasi program kemitraan menjadi sangat penting bagi pihak sekolah dasar. Manajemen interaksi antara sekolah dasar dan komunitas merupakan elemen penting untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Hanif . menekankan bahwa "partisipasi masyarakat sangat krusial dalam pelaksanaan kurikulum dan program," yang menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat adalah bagian yang esensial dari sistem pendidikan, bukan sekadar tambahan. Dalam hal ini, cara kolaboratif antara sekolah dan masyarakat perlu https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 diarahkan untuk mengembangkan program yang sesuai dan responsif terhadap kebutuhan komunitas setempat. Komite sekolah juga memiliki peran yang signifikan sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Mustadi et al. menjelaskan bahwa "komite sekolah aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan orang tua," yang menunjukkan bahwa keberadaan komite tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berperan aktif dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program. Hal ini diperkuat oleh Rahmat . yang menekankan bahwa "penggunaan media sosial dan aplikasi sekolah dapat meningkatkan komunikasi," menunjukkan bahwa teknologi dapat memperkuat partisipasi serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Selanjutnya. Ikhwan . menambahkan bahwa hubungan antara sekolah dan masyarakat harus dibangun di atas prinsip-prinsip nilai etika bersama, dengan menyatakan bahwa "penguatan nilai lokal dan agama sangat penting untuk menciptakan kerjasama. " Ini berarti bahwa kolaborasi yang terjalin tidak hanya berpijak pada kepentingan praktis, tetapi juga budaya dan spiritualitas dari komunitas tersebut. Berdasarkan hasil-hasil penelitian ini, pengelolaan hubungan yang efektif membutuhkan pendekatan komunikasi yang melibatkan partisipasi semua pihak, serta penggunaan media informasi yang tepat dan sistem evaluasi yang sistematis untuk menilai efektivitas program METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) untuk menyelidiki secara mendalam literatur serta penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara sekolah dasar dan masyarakat. Metode TLS dipilih karena metode ini dapat menawarkan pemahaman yang menyeluruh, objektif, dan terstruktur mengenai berbagai konsep, strategi, dan praktik kerjasama antara sekolah dan komunitas yang telah diterapkan dalam berbagai Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengidentifikasi tren, kekurangan, dan praktik terbaik dari berbagai sumber ilmiah yang kredibel. Proses penelitian dengan TLS ini dilakukan melalui beberapa langkah penting. Langkah pertama adalah menentukan fokus dan merumuskan masalah, yang didasarkan pada pertanyaan pokok penelitian, yakni bagaimana strategi pengelolaan hubungan antara sekolah dasar dan komunitas dapat diterapkan secara efektif. Langkah kedua melibatkan pencarian literatur, dengan mengumpulkan artikel ilmiah, jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam lima https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 sampai sepuluh tahun terakhir, menggunakan kata kunci seperti Auhubungan antara sekolah dan masyarakatAy. Aukemitraan dalam pendidikan dasarAy, dan Aukolaborasi dalam pendidikanAy. Sumbersumber literatur diperoleh melalui database seperti Google Scholar. DOAJ, dan portal jurnal yang telah terakreditasi. Langkah selanjutnya adalah pemilihan literatur, di mana setiap artikel dianalisis berdasarkan kriteria seleksi yang sudah ditetapkan. Hanya sumber yang relevan, berkualitas akademis, serta fokus pada pendidikan dasar yang akan dimasukkan dalam analisis. Kemudian, dilakukan pengumpulan data dan analisis tematik, di mana informasi dari literatur terpilih dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti bentuk kerjasama, peran komunitas, strategi komunikasi, media informasi, serta indikator keberhasilan dan evaluasi program kerjasama. Dengan metode TLS ini, penelitian diharapkan dapat memberikan sintesis yang akurat dan dapat dipercaya mengenai cara mengelola hubungan antara sekolah dasar dan komunitas agar lebih baik HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil dan Pembahasan Penelitian Terkait Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Peneliti dan Tahun Penelitian Fokus Penelitian Temuan Utama Hanif . Strategi sinergi sekolah dan masyarakat dalam kurikulum merdeka Keterlibatan masyarakat penting dalam implementasi kurikulum dan program Kolaborasi dapat relevansi dan program sekolah Mustadi et al Peran komite sekolah dalam pembelajaran Komite sekolah aktif meningkatkan mutu pembelajaran dan partisipasi orang tua Komite menjadi jembatan efektif antara sekolah dan Ikhwan . Perspektif islam dalam manajemen hubungan sekolah Hubungan sekolah dan masyarakat harus berbasis nilai nilai partisipatif dan etika kolektif Penguatan nilai lokal dan agama penting dalam membangun kerja sama Rahmat. Model komunikasi sekolah dan Penggunaan media sosial dan aplikasi sekolah efektif dalam membangun Teknologi partisipasi dan https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442 Hasil Penelitian Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 Berdasarkan tabel 1 , hasil dan pembahasan dari beberapa penelitian menunjukan bahwa manajemen hubungan antara sekolah dan masyarakat memainkan peran sterategi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Strategi Sinergi Sekolah dan Masyarakat dalam Kurikulum Merdeka. Strategi sinergi antara sekolah dan masyarakat dalam pengimplementasian Kurikulum Merdeka berfokus pada kemitraan yang setara dan saling menguntungkan, di mana masing-masing pihak memberikan kontribusi yang rasional dan saling membutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan sekolah penggerak. Keterlibatan keluarga dan masyarakat juga menjadi kunci penting dalam sinergi ini, karena lingkungan keluarga dan komunitas memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan peserta didik dan dapat meningkatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Namun, tantangan yang dihadapi adalah minimnya koordinasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, sehingga diperlukan sinergi yang lebih erat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai nilai-nilai kurikulum merdeka. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi yang konstruktif antara sekolah dan masyarakat merupakan strategi utama dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan tetapi juga menjadikan sekolah sebagai pusat penggerak perubahan pendidikan yang berkelanjutan. Peran Komite Sekolah dalam Pembelajaran Peran komite sekolah dalam pembelajaran, khususnya di era Kurikulum Merdeka, sangat strategis dan multifungsi berdasarkan hasil penelitian. Komite sekolah berperan sebagai badan pemberi pertimbangan . , pendukung . , pengontrol . , dan mediator antara sekolah dan masyarakat untuk mendukung keberhasilan program merdeka belajar Selain itu, komite sekolah juga berperan dalam mendukung guru dan siswa dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, memfasilitasi diskusi dan pelatihan bagi guru, serta membantu memastikan kebutuhan belajar siswa terpenuhi melalui pengelolaan sumber daya pendidikan dan penyusunan RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekola. Perspektif Islam dalam Manajemen Hubungan Sekolah Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat dalam perspektif Islam berfokus pada penciptaan hubungan yang harmonis dan saling mendukung antara sekolah sebagai lembaga formal dan masyarakat sebagai pemilik dan pengguna pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa sekolah dan masyarakat memiliki kepentingan yang saling berkaitan, di mana sekolah bertugas mendidik https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 dan membekali generasi muda, sementara masyarakat menjadi bagian dari implementasi pendidikan tersebut. Dalam perspektif Islam, manajemen hubungan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung nilai-nilai keislaman seperti amanah . , keadilan, dan kerja sama yang erat antar berbagai pihak di masyarakat. Prinsip-prinsip tersebut menuntut agar pengelolaan hubungan ini dilakukan secara berkesinambungan, transparan, dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan belajar, sarana-prasarana, sumber daya manusia, dan pendanaan sekolah. Dengan demikian, hubungan yang harmonis ini diharapkan dapat menghasilkan proses pendidikan yang produktif, efektif, dan efisien serta menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Islam Model Komunikasi Sekolah dan Masyarakat Menurut Rahmat . , model komunikasi antara sekolah dan masyarakat dalam proses hubungan kerjasama menekankan komunikasi dua arah yang terbagi dalam dua golongan utama: Komunikasi Internal yang berfokus pada personal siswa, yaitu memberikan informasi yang jelas mengenai sekolah, meningkatkan kesadaran tentang peran sekolah, dan menyediakan sarana bagi peserta didik. Komunikasi Eksternal yang ditujukan kepada masyarakat luas, berupa penyampaian informasi yang faktual dan jelas tentang sekolah, kesadaran akan peran sekolah dalam pendidikan, serta motivasi untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat. Rahmat juga menegaskan bahwa komunikasi yang efektif harus dilakukan secara terbuka dan transparan, menggunakan berbagai teknik seperti komunikasi tertulis . edia cetak dan digita. dan komunikasi lisan . apat, sosialisasi, forum diskus. Tujuannya adalah membangun kerjasama yang harmonis dan meningkatkan dukungan masyarakat secara material dan non-material terhadap kegiatan sekolah. Manfaat utama dari model komunikasi ini adalah meningkatnya kesadaran dan simpati masyarakat dalam mendukung sekolah, serta terciptanya hubungan yang saling percaya dan bertanggung jawab. KESIMPULAN Hubungan antara sekolah dasar dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan. Masyarakat tidak hanya menjadi pendukung eksternal, tetapi juga mitra strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif, kondusif, dan berdaya Melalui keterlibatan aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan berbagai lembaga, sekolah dapat https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 memperluas sumber daya, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membentuk karakter siswa yang lebih baik. Agar hubungan ini berjalan efektif, dibutuhkan strategi kemitraan yang melibatkan komunikasi terbuka, program kolaboratif, dan pemanfaatan media informasi secara tepat. Evaluasi berkala terhadap program kemitraan juga sangat penting guna memastikan bahwa tujuan pendidikan dapat tercapai dan keberlanjutan kerja sama dapat terjaga. Dengan manajemen yang baik, hubungan sekolah dan masyarakat akan menjadi fondasi kuat bagi pendidikan dasar yang berkualitas, relevan, dan adaptif terhadap perubahan zaman. DAFTAR REFERENSI Danisah. D, & Nadra. E . Pengelolaan Pendidikan Hubungan Sekolah dan Masyarakat Pendidikan Islam. Jurnal Inovasi Global, https://jig. id/index. php/rv/article/view/125 Hanif. Strategi Membangun Sinergi Sekolah Dengan Masyarakat Dalam Pengimplementasian Kurikulum Merdeka Belajar Dan Mewujudkan Sekolah Penggerak. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 1. , 305-320. Hewi. , & Shaleh. Refleksi hasil PISA . he programme for international assesmen. : Upaya perbaikan bertumpu pada pendidikan anak usia dini. Jurnal Golden Age, 4. , 30-41. Ihsan. , & Masruroh. Manajemen Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah SMPI Miftahul Ulum Takobuh Dalam Mengembangkan Sekolah Unggul. JURNAL LENTERA: Kajian Keagamaan. Keilmuan dan Teknologi, 24. , 12-22. Ikhwan. Penerapan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat dalam perspektif Islam. Al-Hayat: Journal of Islamic Education, 2. , 1-16. Juniza. P . Analisis Hubungan Pengelolaan Kelas Dengan Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Mahendra. Rafiuddin. , & Badriyah. PEMIMPIN HEBAT' Kepala Sekolah Sebagai Acuan Pengembangan Pendidikan'. Guepedia. Mustadi. Zubaidah. , & Sumardi. Peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dasar. Cakrawala Pendidikan, . , 95578. Nurfajriah. S, & Kuswanto. PK . Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan mutu Pendidikan di sekolah dasar. Jurnal Kreatif: Jurnal A, https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 83-90 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2025 id, https://journal. id/nju/kreatif/article/view/28249 Prasetyo. MA, & Susanto. R . Hubungan antara pengelolaan kelas dengan keaktifan belajar siswa di sekolah dasar. Education and Social Sciences Review, jurnal. https://jurnal. org/index. php/essr/article/view/4759 Rahmat. Hubungan sekolah dan masyarakat: mengelola partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu sekolah. Zahir Publishing. Rahmah. AAT. Salsabila. S, & . Pengelolaan Hubungan Sekolah dan Masyarakat Dicipta Kreatif Bangsa (CKB) Playgroup. Jurnal A. A -indonesia. http://azramediaindonesia. com/index. php/bharasumba/article/view/21 Rizki. M, & Noviardilla. I . Kajian Literatur Tentang Hubungan Pengelolaan Kelas dengan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai Rosyida. NF. Septiyaningtiyas. HD. Sukma. Utami. RI, & . Pengelolaan Hubungan Sekolah dan Masyarakat. Journal Innovation In A Virskya. AF. Cahyaningrum. EN, & . Pengelolaan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat. JIMU: Jurnal Ilmiah https://ojs. com/index. php/jimu/article/view/409 https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/2662/2442