PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang Jurnal Penelitian Dosen P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Volume 5 Nomor 1. Edisi Juni 2024 DIAKONIA: PELAYANAN KASIH BAGI KAUM DISABILITAS Jhon Daeng Maeja Magister Pastoral STP-IPI Malang johndaengmaeja@gmail. Abstrak Pelayanan dalam gereja sudah berkembang sejak pertama kali gereja didirikan. Pelayanan ini membawa manfaat bagi banyak orang. Akan tetapi masalah yang muncul ialah gereja hanya berhenti pada pelayanan. Belum ada usaha untuk memberdayakan pihak yang dilayani. Padahal ada tiga bentuk dari diakonia ialah karitatif, reformatif dan transformatif. Tujuan dari penelitian ini ialah mencari bentuk pelayanan gereja terhadap kaum disabilitas. Metode yang digunakan ialah kajian pustaka atau library research. Hasil yang didapatkan ialah ada beberapa cara untuk melakukan pelayanan terhadap kaum disabilitas. Cara itu ialah ajar berteriak, kerjasama laki-laki dengan perempuan, kampanye melalui media sosial dan pembuatan film. Hasil dari penelitian ialah diakonia reformatif dan transformatif dapat digunakan untuk membantu kaum disabilitas. Kata Kunci Diakonia gereja, kaum disablitas, media sosial Abstract Ministry in the church has evolved since the first time the church was founded. This service brings benefits to many people. But the problem is that the church only stops at ministry. There has been no effort to empower those served. Though there are three forms of diakonia are charitative, reformative and transformative. The purpose of this study is to find the form of church service to people with disabilities. The method used is literature review or library The result is that there are several ways to provide services to people with disabilities. These include shouting, men-women cooperation, social media campaigns and filmmaking. The conclusion of the study is that reformative and transformative diakonia can be used to help people with disabilities. Keywords Church diakonia, disability, social media. PENDAHULUAN Orang miskin dan kaum disabilitas adalah harta Gereja. Gereja tidak bisa dipisahkan dari orangorang miskin dan kaum disabilitas. Surat-surat apostolik dan dokumen-dokumen Gereja yang ditulis oleh bapa-bapa Gereja senantiasa memperhatikan orang miskin dan kaum disabilitas. Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik Pascasinode Amoris Laetitia (Sukacita Kasi. 47 menegaskan bahwa gereja tidak pernah mengabaikan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Keluarga ini pasti memiliki tantangan dan rintangan. Anak berkebutuhan khusus yang mereka miliki dapat meimbulkan tantangan yang tidak terduga. Perhatian Gereja terhadap orang-orang miskin dan kaum disabilitas sangat besar. Bahkan dalam dokumen Gaudium et Spes art. 1 dikatakan: Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Tiada sesuatu pun yang sungguh manusiawi, yang tak bergema di hati mereka. Sebab Persekutuan mereka terdiri dari orang-orang yang dipersatukan dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan mereka menuju Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Kerajaan Bapa, dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang. Maka Persekutuan mereka itu mengalami dirinya sungguh erat berhubungan dengan umat manusia serta sejarahnya (Manca, 2020:. Menurut Paus Fransiskus, kaum disabilitas adalah anugerah. AuPara penyandang disabilitas adalah anugerah bagi keluarga dan sebuah kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih, saling membantu, dan kesatuanAy (Amoris Laetitia art. Sejalan dengan itu. Paus Benedictus XVI dalam ensiklik Deus Caritas est menggulirkan sebuah pernyataan reflektif yang memantik kesadaran: Authe service of charity is a constitutive element of the churchAos mission and an indispensable expression of her very beingAy. Pelayanan kasih amal adalah elemen konstitutif dari misi gereja dan ekspresi yang sangat diperlukan dari keberadaannya (Jehaut, 2020:. Orang-orang yang dilayani Yesus adalah orang-orang AucacatAy seperti orang buta, orang tuli dan orang Purwanta . menyatakan bahwa sebelum penggunaan istilah disabilitas, lebih dahulu dikenal Aupenyandang cacatAy. Penyandang cacat adalah ornag-orang yang memiliki kelainan pada fungsi dan organ Istilah Aupenyandang cacatAy ini kemudian berubah menjadi penyandang disabilitas. Pemerintah Indonesia melakukan perubahan pada penggunaan istilah penyandang AucacatAy. Perubahan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Convention on the Rights of Person with Disabilities (Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilita. Dasar inilah yang membuat tulisan ini menggunakan istilah kaum disabilitas. Karya Yesus untuk orang-orang miskin dan kaum disabilitas kemudian diteruskan oleh komunitas murid-murid-Nya dan Gereja perdana. Dalam Kisah Para Rasul 6: 1-6 sangat jelas ditunjukkan bahwa para murid memilih orang-orang khusus untuk melayani janda-janda . rang miskin dan terpinggirka. AuBahkan institusi diakon dibentuk demi pelayanan kepada orang miskinAy (Chen & Manfred Habur, 2020:. Perhatian besar yang telah dimulai oleh Yesus Kristus dan para murid kemudian terus dipelihara oleh Gereja hingga saat ini. Perhatian ini terwujud dalam salah satu dari panca tugas Gereja yaitu diakonia. Diakonia adalah tonggak dari gereja perdana. Gereja perdana tidak bisa dilepaskan dari diakonia. AuPelayanan khusus terhadap orang yang menderita dan terpinggirkan menjadi ciri khas komunitas murid-murid Yesus. Diakonia pulahlah yang berperan penting dalam mendukung karya missioner GerejaAy (Chen & Manfred Habur, 2020:. Diakonia digaungkan sepanjang zaman. Perhatian besar dari dua bapa Gereja yang telah disebutkan di atas menjadi bukti otentik bahwa diakonia terhadap kaum miskin dan kaum disabilitas senantiasa Gereja yang mengalami pasang surut dalam sejarahnya senantiasa diigatkan bahwa Gereja harus berpihak kepada orang-orang miskin dan kaum disabilitas. Salah satu sejarah penting bagi perkembangan diakonia ialah apa yang terjadi di Amerika Latin. Mereka menjadi wajah gereja yang sangat peduli terhadap orang miskin dan menderita. AuDalam konferensi di Medelin. Kolombia, pada tahun 1968. Gereja Amerika Latin menyatakan tentang perutusan Gereja yang mesti mendahulukan kaum miskin . referential option fo the poo. Ay (Chen dan Habur, 2020:. Priyanto et al. dalam Lio et al. , 2020:. menyatakan bahwa Aupanggilan Gereja untuk mewujudnyatakan diakonia sebagai bentuk panggilan relasional agar saling melayani atau menolong dalam kesetiakawananAy. Diakonia adalah pelayanan Gereja bagi orang-orang yang membutuhkan, orang-orang Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 miskin dan kaum disabilitas. Menurut Soedarmo dalam Pujiono . , diakonia berfungsi melayani Auanggota-anggota gereja yang lemah ekonominya (Gal. dan juga orang yang berbeda iman (Rm. , menjadi garam dan terang dunia, ditengah masyarakat (Mat. Ay. Ini menunjukkan ciri dari diakonia yaitu karitatif, reformatif dan transformatif. Diakonia Karitatif adalah pelayanan yang bersifat langsung dan sementara. Menurut Manullang, pelayanan karitatif adalah pelayanan kasih yang langsung dengan memberikan kebutuhan seseorang. Sedangkan menurut Nugroho Pelayanan karitatif . ictim car. merupakan bentuk solidaritas Gereja pada orang lemah . ption for the poo. (Pujiono, 2021:. Diakonia karitatif memang sangat dibutuhkan orang miskin dan kaum disabilitas. Gereja yang hadir dengan belas kasih dan melayani mereka tentu akan membuat mereka merasa sangat terbantu. Tetapi masalah yang muncul ialah diakonia yang berhenti pada tahap karitatif saja. Gereja memberikan bantuan terus menerus tanpa memikirkan dampak dari karitatif itu. Akhirnya orang-orang miskin dan kaum disabilitas menjadi Aukaum lemah yang selalu berharapAy kepada diakonia gereja. Diakonia karitatif menempatkan orang miskin dan kaum tertindas sebagai Auobjek penderitaAy dan bukan sebagai subjek yang bisa diberdayakan. Mental mereka dibentuk hanya untuk menerima dan menerima. Orang miskin dan kaum disabilitas hanya akan mengatakan bahwa gereja pasti melayani kami. Tidak perlu berusaha membuat sesuatu karena kita pasti dilayani. Padahal karitatif hanya bersifat sementara. Ketika diakonia karitatif selesai, orang-orang miskin akan kembali lagi pada kebiasaan mereka yang hanya menerima dan berharap. Menurut Manullang dalam Pujiono . , diakonia yang dilakukan terus menerus akan menimbulkan mental malas. Orang yang dilayani akan mengalami ketergantungan. Tindak lanjut dari diakonia karitatif dibutuhkan untuk sesuatu yang bersifat pengembangan. Gereja masih sering menjadikan pelayanan diakonia sebagai pelayanan yang bersifat insidental. Kemudian tindakan diakonia hanya menjadi sama seperti tindakan Aopertolongan pertama pada kecelakaanAo. Lalu Gereja gagal untuk secara sungguh-sungguh menjadikan pelayanan diakonia sebagai kesaksian gereja dalam menghadirkan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini, di tengah-tengah kehidupan manusia . Manca, 2020:50-. Masalah diakonia gereja yang hanya berhenti pada karitatif inilah yang akan dibahas dalam artikel ini. Ciri dari diakonia tidak hanya karitatif tetapi juga reformatif dan transformatif. Ciri diakonia reformatif dan transformatif inilah yang akan menjadi solusi dari masalah yang telah dikemukan di atas. Solusi yang diberikan akan diambil dari kitab suci terutama tentang gembala-gembala. METODE Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif deskriftif melalui kajian Rohman . menyatakan bahwa studi kepustakaan . ibrary researc. yakni penelitian untuk mengumpulkan data-data dari berbagai sumber. Sumber itu antara lain jurnal, buku-buku, dokumendokumen dan sebagainya. Sarwono . dalam Rohman . menyatakan bahwa studi kepustakaan merupakan proses menelaah berbagai referensi. Referensi ini didaparkan dari hasil-hasil penelitian Proses pengumpulan ini bertujuan untuk mendapatkan landasan teori berkaitan dengan permasalahan penelitian. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Diakonia Karitatif Goa . menyatakan bahwa pelayanan karitatif, adalah . Aumemberikan ikanAy. Lebih jauh dijelaskan bahwa pelayanan karitatif Gereja akan membawa manfaat bagi mereka yang sungguhsungguh membutuhkan. Orang-orang lanjut usia yang sudah ditinggalkan anggota keluarganya, orang-orang berkebutuhan khusus serta anak-anak yatim piatu adalah contoh orang-orang yang sungguh membutuhkan. Diakonia karitatif justru menjadi tidak tepat sasaran bila diberikan kepada mereka yang tidak mau berusaha. Mereka yang Auberjiwa malas . an bermental pengemi. Ay tidak layak mendapatkan bantuan ini. menjadi tidak terdidik dan menjadi semakin malas (Goa, 2018:. Menurut Siswanto . dalam Pujiono 2021:. , diakonia karitatif adalah bentuk pelayanan tertua yang ada dalam gereja. AuDiakonia jenis ini sering diwujudkan dalam bentuk pemberian makanan, pakaian untuk orang miskin, menghibur orang sakit dan pembuatan amal kebajikan lainnya. Ay Salah satu ciri utama dari praktek dikonia karitatif ialah bersifat darurat, waktunya jangka pendek dan bersifat sementara. Menurut Manulang . dalam Manca, 2020:. , kedermawanan dan kesukarelaan yang bersifat belas kasihan menjadi pendorong utama bagi diakonia karitatif. AuBelas kasihan mendorong Gereja untuk memberikan sesuatu secara langsung kepada mereka yang hidupnya kurang beruntung. Ay Manfaat dari diakonia karitatif ini bisa dilihat dan dirasakan langsung. Dalam Mat 25:31-36 dijelaskan salah satu bentuk nyata dari diakonia karitatif. AuSecara konkret, diakonia karitatfi diwujudkan dalam bentuk pemberian roti bagi yang lapar, pakaian bagi yang telanjang, tumpangan bagi tunawisma, dan lain sebagainya. Ay Diakonia Reformatif Manca . 0:50-. mengatakan bahwa Aumodel yang kedua adalah diakonia reformatif atau Diakonia jenis ini dititikberatkan pada pemberdayaan dan PembangunanAy. Model diakonia karitatif menggunakan berbagai cara untuk membantu pihak yang dilayani. Mereka tidak hanya mendapatkan Diakonia reformatif lebih mengembangkan pihak yang dilayani. AuJika model karitatif digambarkan sebagai pemberian roti dan ikan bagi yang lapar, maka model yang kedua ini digambarkan dengan pemberian pacul dan kail. Ay Tujuan dari pemberian pacul dan kail ini ialah agar orang bisa berusaha Mereka tidak hanya meminta-minta tetapi didorong untuk berubah. Widiatmadja . 9:112. dalam Siswanto 2014:. menjelaskan bahwa diakonia reformatif berpusat pada upaya untuk membangun. Karena upaya untuk membangun manusia, diakonia reformatif dikenal sebagai diakonia Pembangunan. AuDiakonia pembangunan sering digambarkan dengan menolong orang lapar dengan memberi alat pancing . aca: bantuan moda. dan mengajar memancing . aca: bantuan Ay Upaya-upaya yang dilakukan dalam diakonia karitatif ialah Aumembangun infrastruktur, misalnya sekolah-sekolah, pembinaan ketrampilan atau pelatihan-pelatihan serta memberikan pinjaman modal untuk usahaAy. Diakonia Transformatif Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 AuPelayanan transformatif bagaikan Aomemberikan kailAo, yang dapat memandirikan orang lemah menjadi kuat, mandiri dan mengalami transformasi . embaharuan mental, hidup dan kary. bagi orang yang dibantuAy (Goa, 2018:. Widyatmadja dalam Pujiono . mengartikan diakonia transformatif sebagai Aupelayanan mencelikkan mata yang buta dan memampukan kaki seseorang yang kuat untuk berjalan sendiri. Ay Masih dalam artikel yang sama, dalam diakonia transformatif gereja berperan sebagai corong keadilan dan Diakonia ini dimanfaatkan untuk memperjuangkan korban ketidakadilan dan orang-orang miskin. Diakonia transformatif juga dapat mendampingi orang-orang miskin mendapatkan hak-hak mereka (Pujiono, 2021:. Van Kooij, dkk . 7: 41. dalam Hehanussa, 2012:. merumuskan Audiakonia transformatif sebagai pelayanan yang mengarah kepada perubahan struktural dalam masyarakatAy. Diakonia karitatif sebagai pelayanan sosial Gereja yang berorientasi pada penciptaan struktur dan sistem yang lebih adil dan manusiawi, yakni suatu sistem yang menandakan kehadiran Kerajaan Allah di tengah dunia. Dengan diakonia model tersebut. Gereja dipanggil untuk mengambil bagian dalam upaya-upaya konkret menggugat dan melawan berbagai tatanan dunia dan manusiawi yang tidak adil dan tidak berpihak kepada mereka yang miskin, terpinggirkan, terlantar, dan lemah dalam struktur sosial budaya, politik, hukum, agama, dan ekonomi suatu masyarakat. Bersama umat/rakyat. Gereja melakukan upaya pembebasan dari segala macam bentuk belenggu struktur dan sistem yang tidak memungkinkan manusia mewujudkan diri secara Di sana, ada tindakan nyata untuk membela hak-hak kaum kecil, terpinggir, dan miskin. Dengan demikian, diakonia seperti ini menunjukkan bahwa Gereja melayani manusia secara holistik . ultidimensional dan multi- sektora. Manca . Tindakan Gereja menurut Kitab Suci Dari pengertian-pengetian yang telah dibahas di atas, terlihat bahwa diakonia yang bersifat karitatif berarti memberikan bantuan langsung kepada orang miskin dan menderita entah secara material atau spiritual untuk mendukung kelangsungan hidupnya. Diakonia karitatif ini sangat diperlukan untuk dapat segera membantu orang yang mengalami situasi Audarurat kemanusiaanAy (Chen & Manfred Habur, 2020:. Diakonia karitatif mempunyai peran yang sangat besar dalam Gereja. Namun, karya diakonia Gereja tidak boleh menjadikan orang miskin dan kaum disabilitas sebagai objek pasif penerima bantuan belaka. Menjadi diakon berarti menjadi fasilitator dan perantara. Diakonia berarti melayani orang miskin agar mereka dapat memperbaiki nasib hidupnya sendiri . Chen & Manfred Habur, 2020:. Dari dasar inilah diakonia transformatif hadir untuk mendorong perubahan dalam diri orang-orang miskin dan kaum disabilitas agar menjadi pelaku-pelaku perubahan. Cara yang akan dipakai untuk membantu pelaksanaan orang miskin dan kaum disabilitas dalam melakuakan diakonia transformatif ialah melalui dasar kitab suci. Kitab suci menawarkan dua cara untuk membantu mereka menjadi pelaku-pelaku perubahan. Ajar Berteriak Dasar dari tindakan ini ialah Kitab Keluaran 2: 23-25. Latar belakang kisah ini ialah perbudakan yang dialami oleh Bangsa Israel. Bangsa Israel sangat menderita. Mereka akhirnya berteriak kepada Allah. AuTetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Ay Teriakan Bangsa Israel yang tertindas didengar oleh Allah. Tindakan mereka membuat Allah menolong mereka. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Dalam Perjanjian Baru, kisah orang yang berteriak muncul dalam Injil Markus 10: 46-52. Dalam perjalanan ke Yerikho, banyak orang yang berbondong-bondong mengikuti Yesus. Salah satu diantara orang banyak itu ialah Bartimeus, anak Timeus. Karena orang banyak. Bartimeus pasti tidak akan terlihat oleh Yesus. Bartimeus tidak kehilangan ide untuk berjumpa dengan Yesus. AuKetika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: AuYesus, anak Daud, kasihanilah aku!Ay orang-orang memarahi dia. Akan tetapi dia berteriak semakin keras. Teriakan itu membuahkan hasil. Yesus mendengarnya dan menyuruh muridnya untuk memanggil dia. Bartimeus akhirnya sembuh karena iman dan kekuatannya. Dua kisah di atas menggambarkan tentang teriakan orang-orang tertindas, lemah dan kaum Teriakan mereka didengar oleh Tuhan. Allah bertindak untuk membebaskan Bangsa Israel dari perbudakan karena teriakan minta tolong bangsa itu. Yesus menyembuhkan Bartimeus karena ia berteriak kepada Yesus. Orang-orang miskin dan kaum disabilitas harus diajar untuk berteriak. Mereka tidak boleh hanya diam karena akan tersingkirkan bila hanya diam. Tentu saja diperlukan berbagai cara untuk mengajak dan mendukung orang-orang miskin dan kaum disabilitas untuk berteriak. Salah satu cara untuk mendukung kaum disabilitas berteriak ialah diakonia reformatif dan transformatif. Kerjasama Laki-laki dan Perempuan Banyak kisah dalam kitab suci yang menceritakan tentang kerjasama antara laki-laki dan Salah satunya dikisahkan dalam Kitab Kejadian 29: 9-11. Sebenarnya kisah ini merupakan kisah yang sangat sederhana. Ketika Yakub melarikan diri dari Esau, ia pergi kepada saudara ibunya. Yakub lalu bertemu dengan Rahel di padang pada sore hari. Rahel tiba beserta kambing-kambing ayahnya. Rahel menggembalakan kambing milik ayahnya. AuKetika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. Ay Kisah ini menceritakan tentang pertemuan Yakub dengan Rahel di Sumur. Yakub yang saat itu lari dari tanah kelahirannya sedang mencari Laban. Akhirnya ia bertemu dengan Rahel, anak perempuan Laban. Yakub sanggup menggulingkan batu penutup sumur sehingga kambing domba yang digembalakan Rahel dapat minum. Kisah ini mau memberi pesan tentang pentingnya kerjasama antara laki-laki dan perempuan sehingga kambing dan domba dapat minum. Dalam konteks pastoral, pentingnya kerjasama antara laki-laki dan perempuan sehingga diakonia karitatif, reformatif dan transformatif dapat dilaksanakan dengan baik. Kampanye Media Sosial Kampanye berarti kegiatan yang dilakukan secara teratur dan terencana untuk memecahkan masalahmasalah kritis . Wahyudi, 2013:. Masalah itu bisa berupa masalah sosial, budaya, politik, ekonomi dan lingkungan hidup. Sedangkan media sosial berarti aplikasi yang penggunaannya menggunakan internet sebagai alat . Aini et al. , 2022:. Dari kedua pernyataan ini dapat disimpulkan bahwa kampanye media sosial berarti suatu usaha teratur dan terencana yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu melalui internet. Kampanye media sosial dapat mengajar kaum disabilitas untuk berteriak. Media sosial mempunyai kekuatan sehingga suara kaum disabilitas dapat didengarkan oleh pemerintah dan penguasa. Gereja melalui diakonia transformatif dan dengan kerja sama antara laki-laki dan perempuan dalam Gereja dapat menggunakan media sosial sebagai tempat kampanye bagi suara-suara kaum disabilitas. Misalnya kampanye Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 tentang hak-hak agar memperoleh pekerjaan yang layak bagi kaum tunarungu atau tunawicara. Ini dapat dilakukan melalui media sosial. Film pendek dan dokumenter Film masih menjadi media hiburan yang masih sangat disukai masyarakat. Industri film di Indonesia tidak pernah sepi walaupun banyak tantangan yang muncul. Film masih meraup banyak penonton baik di bioskop-bioskop maupun melalui internet. Film dapat dimanfaatkan sebagai sarana bagi kaum disabilitas untuk menyuarakan hak-hak mereka. Belum banyak film di Indonesia yang mengangkat tema tentang kaum Ini menjadi kesempatan untuk menggunakan film sebagai media untuk mengajar kaum disabilitas AuberteriakAy. Gereja dapat bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk membuat film dengan tema kaum disabilitas. KESIMPULAN Diakonia karitatif sangat dibutuhkan dalam Gereja. Gereja dapat hadir di tengah-tengah orang-orang miskin dan kaum disabilitas melalui diakonia karitatif. Tetapi Gereja tidak boleh hanya berhenti pada diakonia karitatif. Orang-orang miskin dan kaum disabilitas membutuhkan diakonia reformatif dan transformatif agar mereka Aumampu berteriakAy. Dalam diakonia karitatif dan transformatif dibutuhkan juga kerjasama antara laki-laki dan perempuan. Ada tindakan konkret yang dapat dilaksanakan untuk membantu orang-orang miskin dan kaum disabilitas Auuntuk berteriakAy. Cara-cara itu adalah kampanye di media sosial dan melalui pembuatan film dokumenter. DAFTAR PUSTAKA