UJI BEDA TINGKAT KEDALAMAN PERAIRAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN JARING INSANG (Gillne. DI PERAIRAN UMUM WADUK CIRATA NUSA DUA KECAMATAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR Selfi Nendris Sulistiawan. Pi * dan M. Arife Wahyu Adam. Pi ** RINGKASAN Waduk Cirata berfungsi sebagai pembangkit listrik unit Jawa-Bali namun seiring perjalanannya, selain fungsi utama yang lebih terasa oleh masyarakat Kabupaten Cianjur adalah fungsi tambahannya yaitu sebagai areal budidaya perikanan khususnya budidaya pada Kolam Jaring Apung (KJA) dan wilayah perikanan tangkap perairan umum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil rata-rata tangkapan pada setiap setting, mengetahui tingkat kedalaman yang efektif untuk memperoleh hasil tangkap dalam jumlah yang banyak dan mengetahui daerah penangkapan ikan . ishing groun. berdasarkan tingkat kedalaman. Hasil rata-rata tangkapan jaring insang . untuk setiap kali setting adalah Ou 3 kg. Uji beda kedalaman terhadap hasil tangkapan jaring insang . , menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil tangkapan pada kedalaman perairan yang berbeda. Kata Kunci : Kedalaman. Jaring Insang. Waduk Cirata ABSTRACT Cirata reservoir it self functions as Java-Bali electricity were but as the cultivation and utilization of fishery waters fishing effort. Fishing areas . ishing groun. is influenced by internal and external factors, including external factors them selves in the waters of the physical parameters include temperature, flow, light, wave and depth. The purpose of this study to knowing the average yield in each setting to catch the suspect rate for effective depth of the catch in large numbers and can pinpoint areas of fishing . ishing groun. based on the level of depth. Catches average gill net fishing . for each time setting is Ou . reater tha. 3 kg, to test different depths of the gill net catches . was still not enough evidence or no difference between the depth difference gill net catches . and the addition of effective depth as the fishing is any depth. Key Words : Depth. Gillnet. Cirata reservoir * Dosen Fakultas Pertanian UNSUR ** Alumnus Fakultas Pertanian UNSUR Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 PENDAHULUAN Latar Belakang Waduk pembendungan aliran sungai . kosistem mengalir/loti. menjadi ekosistem perairan . Waduk Cirata berdasarkan lokasinya termasuk ke dalam tipe Waduk kaskade yaitu dalam satu aliran sungai terdapat lebih dari satu Waduk. Waduk Cirata merupakan salah satu waduk kaskade dari aliran sungai Citarum selain Waduk Saguling dan Waduk Jatiluhur. Waduk Cirata termasuk kepentingan berbagai sektor dan subsektor. Tujuan utama pembangunan Waduk Cirata adalah sebagai pembangkit listrik unit Jawa-Bali namun seiring perjalanannya, selain fungsi utama yang lebih terasa oleh masyarakat Kabupaten Cianjur adalah fungsi tambahannya yaitu khususnya budidaya pada Kolam Jaring Apung (KJA) dan wilayah perikanan tangkap perairan umum. Pada umumnya penangkapan ikan di perairan umum Waduk Cirata Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang untuk hasil tangkapan nelayan jaring insang . masih belum efesien dalam Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan yang disebabkan oleh belum diketahuinya daerah penangkapan ikan . ishing groun. dimana dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, diantaranya eksternal sendiri yaitu parameter fisika perairan meliputi suhu, arus, cahaya, gelombang dan kedalaman. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh parameter fisika perairan khususnya pada tingkat kedalaman perairan, yang mempengaruhi hasil tangkap ikan di perairan Waduk Cirata Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang dan dapat mempertimbangkan aspek-aspek penangkapan ikan . ishing groun. , sehingga nelayan dapat mengelola perikanan tangkap yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini yaitu Mengetahui hasil rata-rata tangkapan pada setiap setting Mengetahui tingkat kedalaman yang efektif untuk memperoleh hasil tangkap dalam jumlah yang banyak. Mengetahui daerah penangkapan ikan . ishing groun. berdasarkan tingkat METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di perairan umum Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Jawa Barat pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2013. Bahan dan Alat Penelitian Bahan dan alat yang digunakan antara lain : Uji Beda Tingkat Kedalaman Perairan Terhadap Hasil Penangkapan Jaring Insang (Gillne. Di Perairan Umum Waduk Cirata Dua Kecamatan Kabupaten Cianjur Tabel 1. Bahan dan alat yang digunakan pada BAHAN DAN ALAT JUMLAH Alat tangkap 5 pics Perahu 1 unit Menangkap ikan di perairan umum Waduk Cirata Untuk transpotasi penangkapan ikan Timbangan Gantung 1 unit Mengukur berat hasil tangkapan Echosounde 1 unit Alat tulis Kamera 1 unit FUNGSI DAN KEGUNAAN Mengukur perairan dan suhu Menulis menyimpan data Untuk kegiatan penelitian Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, dengan melihat pengaruh perbedaan kedalaman perairan terhadap hasil tangkap jaring insang . di perairan umum Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan Sumber data primer diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilakukan di perairan umum Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang Cianjur Jawa Barat. Selain itu juga melakukan kegiatan wawancara terhadap ketua kelompok nelayan dan beberapa nelayan jaring insang . di perairan umum Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi atau lembaga yang terkait serta studi literatur berupa pengumpulan informasi baik dari buku-buku referensi ataupun dari media elektronik seperti akses internet yang berfungsi sebagai penyempurna materi penelitian. Variabel Penelitian dan Pengukurnya Tabel 2. Variabel Penelitian dan Pengukurnya Variabe Berat Tingkat Konsep Variabel Pengukuran Berat ikan Pengukuran . isihing Indika Berat Ukur Skala Tingk Analisis Data Suatu data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan kurva diagram dan tabel selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan rumus-rumus sesuai dengan tujuan penelitian. Uji Mengenai Nilai Tengah Pada umumnya pengujian nilai tengah yang menggunakan sampel berukuran besar . > . dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut : Merumuskan hipotesis yang akan diuji (H. dan hipotesis alternatifnya (H. Menentukan level of significance () yang dianggap dapat diterima . iasanya sudah ditentukan dalam soa. Mencari nilai kritis z berdasarkan level of significance () dan menamai nilai z tersebut z. Hal ini dilakukan dengan mencari nilai z yaitu nilai z yang luas wilayah di sebelah kirinya sebesar 1 Ae /2. Jika menggunakan tabel normal searah, maka dapat langsung dicari daerah seluas 1 Ae /2 dengan mudah. Namun hal ini akan sedikit lebih sulit jika menggunakan tabel normal dua arah, secara matematis probabilitas dari nilai z dapat dicari dengan rumus: 0. 5 Ae /2. Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Menghitung nilai z dari sampel dengan memakai rumus. Pengujian mengenai Nilai tengah yaitu pada hasil tangkapan nelayan jaring insang . di perairan umum Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang Cianjur. Untuk itu perlu diketahui berapa rata-rata jumlah hasil tangkapan dalam setiap kali setting yang mana diketahui : H o = Hasil tangkapan setiap setting jumlahnya sebesar 3 kg. H 1 = Hasil tangkapan setiap setting jumlahnya lebih besar dari 3 kg. Tabel 4. Data Kelompok Nelayan di Waduk Cirata Wilayah Kab. Cianjur 2011 Nama Kelompok Jumlah Anggota Ketua Kelompok Cibodas Kosim Sukarasa Wawan Sugiawan Perdana Ikin Mina Karya Tata Talaga Subur Ulun Yunus Ciputri Eman Campaka Arum Harun Sadulur Asep Kahuripan Ibut Puspa Indah Wawan Pusaka Didin Batu Belah Atun Tabel 3. Cara Uji Mengenai Nilai Tengah yuN = yuN0 Nilai Statistik Uji ycu Oe yuN0 yc= yua ycu yua diketahui dan ycu Ou 30 yuN < yuN0 yuN > yuN0 yuN O yuN0 Keterangan : z adalah wilayah kritik dengan perlakuan 30, ycu adalah nilai tengah, yuN0 adalah nilai prediksi . uisioner nelaya. dari data primer, n adalah jumlah perlakuan dan adalah simpangan baku. HASIL DAN PEMBAHASAN Usaha Perikanan Tangkap Jaring Insang (Gillne. Di perairan umum Waduk Cirata, nelayan membentuk suatu kelompok peningkatan hasil produksi ikan hasil Berdasarkan data yang terdapat di dinas pertenakan perikanan dan kelautan Kabupaten Cianjur, peningkatan jumlah nelayan perairan umum Waduk Cirata wilayah Kabupaten Cianjur pada tahun 2010 dapat dilihat pada tabel berikut : Alamat Kertamukti Haur Wangi Sindangsari - Ciranjang Sindangraja - Sukaluyu Cikidang BayabangMande Bobojong Mande MandeMande MandeMande Gudang Cikalong Kulon Kamurang Cikalong Kulon Ds. Gudang - Cikalong Kulon Ps. Empul Ds. Mande CitamiangCiranjang Sumber : Dinas Perikanan. Pertenakan dan Kelautan Kab. Cianjur 2011. Berdasarkan tabel di atas pada perairan umum Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang, memiliki nama kelompok Sukarasa dengan jumlah anggota 18 orang yang dipimpin oleh bapak Wawan Sugiawan. Sukarasa menggunakan alat tangkap Jaring Insang, pancing, dan pancing rawai. Masyarakat Desa Sindangsari hanya sebagian kecil yang bekerja sebagai nelayan apabila dilihat dari status nelayan yang ada. Nelayan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok nelayan yaitu nelayan penuh, nelayan sambilan pokok, dan nelayan sambilan tambahan. Nelayan penuh adalah nelayan yang kesehariannya menghabiskan waktu untuk menangkap Sedangkan nelayan sambilan utama Uji Beda Tingkat Kedalaman Perairan Terhadap Hasil Penangkapan Jaring Insang (Gillne. Di Perairan Umum Waduk Cirata Dua Kecamatan Kabupaten Cianjur adalah nelayan yang lebih cenderung menangkap ikan dan menyisakan waktu kerjanya untuk bertani dan aktifitas yang Nelayan sambilan tambahan adalah nelayan yang sebagian kecil waktu kerjanya digunakan untuk menangkap ikan setelah pekerjaan utama selesai dengan maksud memperoleh tambahan Tetapi pada kelompok nelayan penuh, ada juga yang dalam beberapa minggu sampai satu bulan lamanya tidak naik ke darat, mereka tinggal di rakit yang dimodifikasi sebagai tempat tinggal yang hanya bisa untuk tempat berteduh dari panasnya sinar matahari dan dinginya hujan, dan mereka akan kembali ke darat setelah hasil tangkapannya selama dua minggu sampai satu bulan mengahasilkan uang yang akan diberikan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan Kualitas Air Perairan Umum Waduk Cirata Diketahui dari data BPWC yang diperoleh bahwa elevasi muka air maksimum 220 mdpl, elevasi muka air minimum 205 mdpl. Jika titik muka air (TMA) mencapai 205 mdpl, udara akan masuk ke dalam Surge Tank (Tangki Pendatar Ai. menyebabkan PLTA Cirata tidak akan berfungsi. Demikian pula ketika sedimentasi mencapai lubang intake, bendungan Cirata tidak dapat berfungsi sebagai penampung air. Oleh karena itu. TMA Waduk Cirata senantiasa dijaga agar memiliki ketinggian minimal 205,60 mdpl. Elevasi muka air ini dapat diperjelas pada gambar 1 di bawah. Gambar 1. Elevasi Muka Air. Data BPWC, 2012 Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas BPWC, diketahui bahwa kegiatan rutin untuk memeriksa kualitas air dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan tujuan untuk mengambil tindakan apakah perairan Waduk Cirata masih layak atau tidak khususnya fungsi PLTA Cirata dan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar Waduk Cirata baik itu Perikanan. Ekowisata, lalu lintas dan kegiatan ekonomi lainya. Data kualitas air pada pengukuran triwulan ke II untuk kedalaman perairan dipengaruhi oleh kualitas air yaitu parameter fisika, kimia dan biologi. Data parameter fisika pengukuran triwulan II pada bulan April Ae Juni disajikan pada tabel di bawah ini. Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Tabel 5. Kualitas Air Waduk Cirata pada periode pengukuran Triwulan II tahun 2012 FISIK Temper Zat Kekeru KIMIA Nitrit (NO2N) Nitrat (NO3N) Fosfat (PO. Satu Kedalaman Temperatur, (AC) Ratarata Sumber : Data Kualitas air BPWC Triwulan II aliran Cisokan, 2012 Untuk parameter fisika akan diperjelas dengan grafik, sesuai data yang diperoleh yaitu suhu atau temperatur untuk kedalaman 0,2 m adalah 30,7 oC, 5 m yaitu 28,9 oC dan dasar perairan 15 m yaitu 27,8 oC. Hal ini berarti semakin dalam perairan tersebut maka suhu semakin dingin atau rendah. Hasilnya ditunjukan pada grafik di bawah ini. Kedalaman . Parame Gambar 2. Grafik Suhu Perairan Tahun, 2012 di Aliran Sungai Cisokan Zat tersuspensi atau zat yang terlarut dalam perairan untuk kedalaman 0,2 m, 5 m dan dasar 15 m berbeda satu dengan lainya. Dimana untuk kedalaman 15 m zat tersuspensi nya memiliki nilai terbesar yaitu 52 mg/l. Hal ini berarti semakin dalam perairan maka semakin besar kandungan zat terlarut di dalamnya. Hasilnya dapat digambarkan pada grafik di bawah ini. Uji Beda Tingkat Kedalaman Perairan Terhadap Hasil Penangkapan Jaring Insang (Gillne. Di Perairan Umum Waduk Cirata Dua Kecamatan Kabupaten Cianjur Zat tersuspensi . Kedalaman . 5, 0. 39, 5 Kandungan Nitrit kedalaman 0,2 m sebesar 0. 018 mg/l, tingkat kedalaman 5 m adalah 0,080 mg/l dan pada kedalaman dasar 22 m sebesar 0,087 mg/l. Pada tingkat kedalaman dangkal dan pertengahan terdapat perbedaan kandungan Nitrit yang besar sedangkan pada kedalaman pertengahan dan dasar kandungan Nitrit memiliki perbedaan tidak terlalu mencolok. Hasilnya dapat diperjelas pada grafik di Nitrit , mg/l 52, 22 Gambar 3. Grafik zat tersuspensi Tahun, 2012 di Aliran Sungai Cisokan Kedalaman . Pada kedalaman 0,2 m tingkat kekeruhan mencapai 2,66 mg/l, lalu pada kedalaman 5 m mencapai 24,1 mg/l dan kedalaman dasar 22 m adalah 33,9 mg/l. Hal ini berarti bahwa semakin dalam perairan, semakin besar tingkat kekeruhan Hal ini dapat diperjelas pada grafik di bawah. Kedalaman . 66, 0 Gambar 5. Grafik hubungan Nitrit terhadap kedalaman perairan tahun 2012 Kekeruhan /NTU 1, 5 Untuk kandungan nitrat pada tingkat kedalaman 0,2 m dan 5 m sama yaitu 0,267 mg/l sedangkan pada kedalaman 22 m jumlah nitrat sebesar 0,33 mg/l. Hal ini berarti bahwa kandungan Nitrat pada perairan umum daerah Nusa Dua memiliki perbedaan yang tidak begitu besar. Hal ini dapat diperjelas pada grafik di bawah ini. 9, 2 Gambar 4. Grafik Kekeruhan Tahun 2012 di Aliran Sungai Cisokan Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Insang (Gillne. Nitrat , mg/l Kedalaman . Kandungan Fosfat kedalaman 0,2 m adalah 0,205 mg/l, lalu kedalaman 5 m mencapai 0,221 mg/l dan pada kedalaman dasar mencapai 0,205 mg/l. Hal ini berarti pada kedalaman dangkal dan dasar memiliki jumlah fosfat yang sama. Hal ini dapat diperjelas pada grafik di bawah ini. Keterangan : No 1 . Ikan Nila . No 2. Ikan Mas. No 3. Ikan Patin. No 4. Ikan Nilem. No 5. Ikan Tagih. No 6. Ikan Red Devil. No 7. Ikan Betutu. Gambar 8. Grafik Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Insang di Nusa Dua Hasil Tangkapan Rata-Rata Setiap Satu Kali Setting Data hasil tangkapan rata-rata dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 8. Perhitungan Hasil Tangkapan Ratarata Fosfat , mg/l Kedalaman . 5 6 7 8% 5% 3% Gambar 6. Grafik hubungan Nitrat terhadap kedalaman perairan tahun 2012 Hasil tangkapan di perairan umum Waduk Cirata Nusa dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 7. Grafik hubungan Fosfat terhadap kedalaman perairan tahun 2012 Uji Beda Tingkat Kedalaman Perairan Terhadap Hasil Penangkapan Jaring Insang (Gillne. Di Perairan Umum Waduk Cirata Dua Kecamatan Kabupaten Cianjur Dari hasil perhitungan diperoleh nilai Z hit lebih besar dari pada Ztabel, hal ini berarti rata- rata hasil tangkapan lebih dari 3 kg setiap 1 kali Apabila sudah mengetahui nilai varian, maka dapat diolah data tersebut menggunakan z- test : Two Sample for Means. Untuk lebih jelasnya disajikan pada tabel di bawah ini. Uji Beda Kedalaman Terhadap Hasil Tangkapan Kedalaman perairan umum di Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang dibagi menjadi dua bagian yaitu perairan dangkal dan perairan dalam. Perairan dangkal dengan kedalaman mulai dari 3,5 m Ae 6 m, dan perairan dalam mulai dari 7 m Ae 15 m. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 10. Z- test : Two Sample for Means n <6 m Variance : rata-rata: PERAIRAN DALAM n >6 m n . Variance : 1,9 rata-rata : Dari data pada tabel 9 diperoleh hasil, bahwa pada perairan dangkal memiliki varian 2,9 yang dibulatkan menjadi 3 dengan rata-rata hasil tangkapan sebesar 3,51 kg. Sedangkan pada perairan dalam memiliki varian 1,9 yang dibulatkan menjadi 2 dengan ratarata hasil tangkapan sebesar 4,35 kg. Hasil Tangkapan >6m Mean Known Variance Observations Hypothesized Mean Difference Dari data di atas diketahui bahwa z critical two tail untuk hasil tangkapan sebesar 1,9 dan z critical one- tail sebesar 1,6. Hal ini berarti bahwa hasil tangkapan pada perairan dangkal dan perairan dalam tidak berbeda nyata. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. < 6m Hasil Tangkapan . Hasil Tangkapan <6m P(Z<=. one-tail Critical one-tail P(Z<=. two-tail Critical two-tail Tabel 9. Hasil Tangkapan Jaring Insang Pada Perairan Dangkal dan Dalam PERAIRAN DANGKAL Keterangan 1 3 5 7sample 9 11 13 15 > 6m Linear (< 6. Linear (> 6. Gambar 9. Grafik hasil tangkapan di kedalaman < 6 m dan >6 m. Dari gambar di atas menunjukan bahwa pada kedalaman < 6 m dan > 6 m untuk hasil tangkapan yang diperoleh Jurnal Agroscience Volume 6 : Juli Ae Desember 2013 sama. Hal ini berarti perbedaan tingkat kedalaman tidak mempengaruhi hasil tangkapan nelayan jaring insang (Gillne. Dari data pada tabel 10 dan gambar 9 dapat diketahui juga bahwa kedalaman yang efektif sebagai daerah penangkapan ikan adalah kedalaman Hal ini berarti bahwa perairan penangkapan ikan . ishing groun. yang efektif dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (Gillne. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil penelitian di perairan umum Waduk Cirata Nusa Dua Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Jawa Barat dapat disimpulkan bahwa : Hasil rata-rata tangkapan jaring insang . untuk setiap kali setting adalah Ou 3 kg. Uji beda kedalaman terhadap hasil tangkapan jaring insang . , menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil tangkapan pada kedalaman perairan yang berbeda. Tingkat kedalaman yang efektif sebagai daerah penangkapan ikan adalah kedalaman berapapun, maka perairan tersebut dapat dijadikan sebagai daerah penangkapan ikan . ishing groun. yang DAFTAR PUSTAKA BPWC (Badan Pengelola Waduk Cirat. Kualitas Air Aliran Sungai Cisokan Triwulan II Tahun 2012. BPWC (Badan Pengelola Waduk Cirat. TMA (Titik Muka Ai. Waduk Cirata Tahun 2012. Dinas Perikanan. Peternakan dan Kelautan Kabupaten Cianjur. Laporan Tahunan Kegiatan Tahun 2011. Martasuganda. Jaring Insang (Gillne. Jurusan PSP. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 68 Hal. Sadhori. Teknik Penangkapan Ikan. Bandung PenerbitAngkasa. Halaman 13-23 . Subani. Alat dan Cara Penangkapan di Indonesia. Jilid I. Jakarta Saran