1040 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Edukasi Dan Sosialisasi Pengenalan Produk-Produk Perbankan Syariah Pada Kelompok Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu Putri Nurhasana1. Nurul Hak2. Debby Arisandi3 Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu. Bengkulu. Indonesia E-mail: putri. @mail. id1, debby. arisandi@mail. id 2, nurul_hak@gmail. 1,2,3 Article History: Received: 21 April 2025 Revised: 10 Mei 2025 Accepted: 12 Mei 2025 Keywords: Edukasi. Sosialisasi. Produk Perbankan Syariah. Abstract: Tujuan pengabdian masyarakat edukasi produk-produk perbankan syariah kepada kelompok ibu-ibu rumah tangga di kelurahan penurunan Kota Bengkulu memberikan pengetahuan terhadap ibu-ibu rumah tangga tentang produk-produk perbankan syariah untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu rumah tangga di kelurahan penurunan terutama di rt 17, dan banyak ibu-ibu rumah tangga di kelurahan penurunan belum mengetahui produk-produk perbankan syariah dengan adanya sosialisasi ini ibuibu rumah tangga kelurahan penurunan lebih mengetahui dan paham apa saja produk-produk yang ada di perbankan syariah dan perbedaan antara perbankan syariah dan konvensional, dan di adakan acara edukasi dan sosialaiasasi ini memberi pengetahuan lebih luas ibu-ibu rumah tangga tentang produk-produk perbankan syariah. PENDAHULUAN Perbankan Syariah merupakan suatu sistem perbankan yang dikembangkan berkaitan dengan syariah atau hukum Islam. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama Islam. meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami konsep riba agar masyarakat tidak semakin terjerumus ke dalam praktik tersebut atau dapat berhenti dari riba. Riba hanyalah kesenangan sementara yang dapat mengakibatkan ketidaksejahteraan bagi rakyat. Dalam program pengabdian masyarakat ini, diperlukan sosialisasi tentang riba kepada masyarakat agar mereka terhindar dari transaksi-transaksi yang mengandung riba, terutama mengingat banyaknya transaksi saat ini yang mengabaikan prinsip-prinsip riba (Efendi et al. , 2. Perbankan syariah merupakan jenis perbankan yang beroperasi berdasarkan hukum Islam, sehingga tidak menerapkan sistem bunga. Perbankan syariah berkontribusi pada sistem berbasis hasil dan mendapatkan keuntungan signifikan darinya. Keuntungan tersebut digunakan oleh bank untuk mendukung seluruh kegiatan operasional yang terkait. Pendirian perbankaan syariah pertama di Indonesia dimulai pada tahun 1980 Seperti yang diketahui, perbankan syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Pada pengelolaannya, perbankan syariah sama seperti bank umumnya menjalankan tiga fungsi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 utama, yaitu menerima simpanan uang, meminjamkan uang dan memberikan jasa penerimaan Turunan dari fungsi tersebut adalah keberadaan produk perbankan syariah yang bisa digunakan oleh masyarakat. Ada tiga sistem umum yang diterapkan bank syariah di Indonesia, yaitu: . Akad. Setiap transaksi yang dilakukan pada bank syariah selalu mengacu pada kaidah serta aturan yang berlaku pada akad syariah Islam. Sumber akad tersebut adalah dari Al Quran serta hadits yang sudah diwakafkan oleh MUI. Imbalan. Sistem selanjutnya adalah imbalan alias sistem bagi hasil. Dana yang diterima oleh bank syariah akan disalurkan untuk pembiayaan kemudian, keuntungannya akan dibagi dua, satu untuk nasabah dan satunya lagi untuk bank sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama. Sasaran, khusus kredit Bank syariah membatasai pembiayaan mereka, di mana hanya nasabah yang memenuhi kriteria saja yang dapat diterima kemudian, perusahaan yang memproduksi produk-produk haram serta yang tidak sesuai dengan kaidah Islam akan ditolak. Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia begitu cepat seiring dengan semakin modern industri teknologi zaman sekarang. Namun menurut Otoritasas jasa keuangan(OJK) banyak masyarakat Indonesia yang masih memiliki pemahaman terbatas tentang lembaga keuangan dan produk-produk yang di tawarkan oleh lembaga tersebut,terkhusus ibu rumah tangga di kelurahan penurunan rt 17 (Werdi Apriyanti, 2. Sektor keuangan dan perbankan memiliki peran krusial dalam perekonomian dengan bertindak sebagai perantara antara para deposan dan peminjam. Mereka berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui penawaran berbagai produk dan layanan Bank memperoleh keuntungan dari selisih suku bunga pinjaman, di mana suku bunga yang dikenakan kepada peminjam lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga yang dibayarkan kepada deposan simpanan tetap menjadi sumber utama pembiayaan bagi bank suku bunga ini digunakan oleh bank untuk menarik deposan agar menyimpan uangnya di Nasabah menyimpan uang di bank dengan mempertimbangkan keuntungan dan risiko yang ada banyak orang memahami bahwa terdapat hubungan positif antara risiko dan keuntungan dalam dunia investasi, nasabah cenderung mencari imbal hasil yang tinggi dengan risiko yang rendah, namun hal ini tidak selalu sesuai dengan kenyataan. Biasanya, investasi yang menawarkan keuntungan tinggi disertai dengan risiko yang lebih besar (Kontot et al. , 2. Sebagian besar penelitian yang menyelidiki hubungan antara perkembangan perbankan dan pertumbuhan ekonomi berfokus pada sampel negara-negara maju, di mana sistem perbankan dan pasar keuangan kurang dipengaruhi oleh asimetri informasi, memiliki biaya transaksi yang lebih rendah, dan regulasi perbankan yang lebih efektif dibandingkan dengan negara-negara Selain itu, masih belum jelas apakah kesimpulan dari penelitian ini mengenai pengaruh perkembangan keuangan terhadap pertumbuhan juga berlaku untuk sistem di mana bank syariah memiliki peran yang signifikan (Boukhatem & Ben Moussa, 2. Pengabdian ini dilaksanakan berdasarkan keperhatian terhadap rendahnya tingkat literasi keuangan syariah, dan kami merasa perlu adanya edukasi mengenai pentingnya pemahaman literasi keuangan, terutama bagi para ibu rumah tangga yang umumnya berperan sebagai pengelola keuangan keluarga. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan mereka dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah. Salah satu hambatan utama dalam sosialisasi literasi dan edukasi lembaga keuangan syariah adalah akses yang sulit karena jarak lokasi yang cukup jauh dari pusat kota. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan edukasi dan literasi keuangan syariah belum sepenuhnya tersosialisasi dengan baik dan belum menjangkau masyarakat pedesaan, terutama kalangan ibu rumah tangga, khusunya di kelurahan penurunan rt 17. oleh karena itu, masalah utama yang dirumuskan dalam kegiatan pengabdian ini adalah bagaimana meningkatkan pemahaman serta indeks literasi lembaga keuangan syariah terhadap ibu rumah tangga di kelurahan penurunan rt 17 tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 untuk memberikan pengetahuan mengenai lembaga keuangan syariah, memberikan edukasi tentang konsep riba dan hukumnya, serta mengenalkan berbagai produk dan jasa dari lembaga keuangan syariah. Diharapkan, kegiatan ini dapat membantu meningkatkan indeks literasi ekonomi syariah di kalangan masyarakat, terutama ibu rumah tangga di daerah tersebut. (Umaima et al. , 2. Padahal banyak produk dan pembiayan perbankan syariah yang dapat memberikan keuntungan serta manfaat bagi mereka sendiri. Karena kondisi inilah perlu di lakukan sosialisasi perbankan syariah secara berkala ke seluruh lapisan masyarakat oleh pihak perbankan syariah sendiri maupun oleh pihak-pihak perbankan. (Triadi Abidin & Muslimah, 2. METODE Edukasi perbankan syariah bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai fungsi, produk, layanan, serta aktivitas usaha perbankan syariah. Edukasi ini sangat penting untuk memastikan pemerataan hak dan kewajiban di masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, risiko yang melekat dalam bertransaksi dengan lembaga keuangan konvensional dapat diminimalkan, sekaligus mencegah permasalahan terkait pinjaman berbunga tinggi ketika menghimpun dana di institusi keuangan tradisional. Secara umum, masyarakat perlu memahami produk dan layanan perbankan yang digunakan, termasuk tingkat risiko yang mungkin dihadapi. Pentingnya edukasi dalam perbankan syariah juga didasarkan pada masih rendahnya pengetahuan serta pemahaman masyarakat mengenai fungsi, peran, produk, dan layanan yang ditawarkan oleh bank syariah. (Ismail et al. Sosialisasi profesional merupakan proses di mana individu memperoleh serta menginternalisasi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari suatu profesi. Proses ini berperan dalam mendorong perkembangan profesional serta pembentukan identitas dalam bidang yang ditekuni. Selain itu, sosialisasi profesional juga berkontribusi pada pembinaan mahasiswa di bidang kesehatan agar menjadi praktisi yang kompeten di masa depan. Secara umum, sosialisasi profesional terdiri dari dua tahap utama, yaitu tahap antisipatif dan tahap berikutnya. (Peter. Engel-Hills, and Naidoo 2. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di kelurahan penurunan kota Bengkulu guna mengatasi permasalahan dari kegiatan yalng dilakukan, peneliti mengambil langkah edukasi dan sosialisasi secara langsung, ( face to fac. dengan mengunakan metode pendekatan partisipatif dengan harapan agar dapat lebih mudah dalam menyampaikan pemahaman kepada ibu-ibu rumah tangga bahwa pemahaman dan pengetahuan tentang produk-produk perbankan syariah itu Efektif dan terhindar dari adanya riba. untuk pemahaman ibu rumah tangga yang mungkin belum banyak menggenal apa itu perbankan syariah. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi langsung kepada ibu-ibu rumah tangga. edukasi dan sosialisasi dimulai menjelaskan apa itu perbaankan syariah, apa itu produk perbankan syariah dan apa saja produk perbankan syaraiah itu. Dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada ibu rumah tangga sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya maka dalam Program ini ditawarkan beberapa metode pendekatan yang dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan Metode edukasi dan sosialisasi di kelurahan penurunan yaitu seminar. Perencanan : Identifikasi sasaran menentukan kelompok ibu rumah tangga yang akan menjadi peserta edukasi dan sosialisasi, menentukan tujuan spesifik dari kegiatan edukasi dan sosialisasi,misalnya syariah,mengembangkan materi edukasi sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman ibu a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 rumah tangga termasuk informasi tentang produk-produk perbankan syariah. Persiapan : Menyusun pemateri pengajar atau penyampaian materi yang kompeten dalam perbankan syariah,menentukan jadwal untuk sosialisasi. Pelaksanaan : Melakukan Kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti seminar dengan jadwal yang telah di tentukan. Monitoring dan Evaluasi : mengumpulkan umpan balik dari ibu-ibu rumah tangga tentang hasil kegiatan dan materi yang disampaikan, menilai pencapaian tujuan kegiatan berdasarkan feeback dari ibu-ibu dan observasi pelaksanan. Pelaporan : Mencatat dan dokumentasi seluruh proses kegiatan termasuk materi yang digunakan, jumlah peserta, dan hasil evaluasi HASIL DAN PEMBAHASAN Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu terletak di kecamatan Ratu samban Kota Bengkulu. Kelurahan penurunan berbatasan dengan kelurahan kebun beler di sebelah utara dan juga berbatasan dengan samudra hindia di sebelah selatan dan juga berbatasan dengan anggut atas dan anggut bawah di sebelah barat, jumlah penduduk Kelurahan Penurunan di Kota Bengkulu adalah 598 jiwa, dengan 1. 987 kepala keluarga. Kelurahan penurunan terdiri dari 4 Rw dan 18 Rt. Mayoritas masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga nya banyak belum familiar tentang produkproduk perbankan syariah. Setelah menentukan lokasi, kemudian mempersiapkan kegiatan edukasi dan sosialisasinya dari penyampaian surat tugas terhadap bank, rt 17, dan ke lurah. Setelah itu melakukan observasi awal penelitian mengunjungi langsung tempat untuk melakukan sosialisasi bertemu dengan ketua rt 17 kelurahan penurunan kota bengkulu. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini mulai dari setelah mendapatkan surat tugas dari lppm dan melakukan sosialisasinya itu di tanggal 01 Febuari 2025 di kelurahan penurunan rt 17 tepatnya di rumah pak muslim, yang di hadiri oleh ibu-ibu rumah tangga sekitaran 20 orang lebih dan pemateri/ narasubernya dari karyawan Bprs Maslahat Dana Syariah Nusantara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi edukasi dan wawasan ke pada ibu-ibu rumah tangga tentang produk-produk perbankan syariah yang mungkin dari tidak tahu menjadi tahu apa saja itu produk perbankan syariah. Luaran yang di capai dalam tugas pengabdian masyarakat dalam edukasi dan sosialisasi pengenalan produk-produk perbankan syariah, produk-produk perbankan syariah yang di kenalkan kepada pada kelompok ibu-ibu rumah tangga di kelurahan penurunan yaitu produk pembiayaan ada enam jenis pembiayaan yang ada seperti, pembiayaan sertifikasi guru/ dosen, pembiayaan maslahat hunian syariah, pembiayaan SME, pembiayaan kendaraan motor nusantara, program perencanaan haji reguler, pembiayaan maslahat konsumer goods, dan tabungan yang berupa tabungan mudharabah, tabungan wadiAoah, tabungan mitra adam, tabungan pelajar, tabungan haji dan qurban, tabungan warung, tabungan wadiAoah prima adam, tabungan baroqah. Dalam acara sosialisasi ini yang datang sekitaran 26 orang ibu-ibu rumah tangga, dan ibu-ibu rumah tangga ini juga ada beberapa yang berbeda rt di kelurahan penurunan dan yang datang dalam kegiatan sosialisasi ini berhasil memahami atas acara edukasi dan sosialisasi dalam kegiatan pengenalan produk-produk perbankan syariah. Sekitaran 26 orang ibu-ibu rumah tangga datang dalam acara kegiatan edukasi dan sosialisasi, karena kegiatan ini sangat di minati oleh ibu-ibu untuk pengetahuan dan lebih mengenal produk-produk perbankan syariah dan mengenal apa itu perbankan syariah dan perbedaan antara perbankan syariah dan bank konvensional. Ibu-ibu juga di test soal pre-test sebelum mendengar pemaparan materi untuk mengukur a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 kemampuan ibu-ibu apakah sudah mengenal tentang produk perbankan syariah dan mengukur seberapa tahu ibu-ibu tentang produk perbankan syariah yang nanti akan diukur meningkat atau tetap, pengetahuan ibu-ibu tentang produk-produk perbankan syariah tersebut, setelah itu di lakukannya pemaparan materi dari pemateri pertama dan kedua yang pemateri pertama menjelaskan dasar perbankan syariah dan perbedaan perbankan syariah pemateri pertama di sampaikan oleh alfian karyawan bprs maslahat dana syariah yang berisi tentang perbedaan perbankan syariah dan bank konvensional dan pengenalan dasar tentang perbankan syariah dan menjelaskan secara singkat tentang BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara dan pemateri kedua disampaikan oleh sapriadi yang memaparkan secara luas produk-produk perbankan syariah terutama produk-produk perbankan syariah yang ada di BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara seperti, pembiayaan sertifikasi guru/dosen, pembiayaan maslahat hunian syariah, pembiayaan SME, program perencanaan haji leguler, pembiayaan kendaraan motor nusantara, pembiayaan konsumer goods dan tabungan mudharabah, tabungan wadiAoah, tabungan wadiah mitra adam ( tabungan umum untuk menabun. , tabungan pelajar ( tabungan untuk anak sekola. , tabungan haji dan qurban, tabungan warung, tabungan baroqah ( sertifikasi guru dana dose. Setelah melakukan pemaparan materi ibu-ibu ditest lagi soal post-test yang soalnya sama seperti soal pretest tadi, dan untuk mengukur pemahaman ibu-ibu terhadap produk-produk perbankan syariah, dan mengukur apakah ibu-ibu paham atas pengenalan produk-produk perbankan syariah yang di sampaikan oleh pemateri. Setelah di adakannya pengisian soal pre-test dan post-test bahwa ibu-ibu yang datang dalam kegiatan sosialisasi paham akan tentang produk-produk perbankan syariah dan tahu produk-produk perbankan syariah terutama produk-produk perbankan syariah di BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara. Setelah itu dari hasil nya dapat di simpulkan bahwasanya adanya sosialisasi ini luaran di capai adalah ibu-ibu tahu dan mengenal produk-produk perbankan syariah yang lebih efektif dibandingkan bank konvensional dan memahami tentang produk perbankan syariah bukan hanya untuk yang beragama islam melainkan ke seluruh termasuk non-muslim sekaligus, juga memahami produk-produk perbankan syariah ini transparan dan tidak ada di tutup-tutupi seperti margin dalam pembiayaan yang ada di BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara dan terhindar dari bunga yang besar, dan riba. Jadi dengan ada nya edukasi dan sosialisasi ini ibu-ibu rumah tangga memahami dan mengenal lebih jauh tentang produk-produk perbankan syariah dan dapat di ukur kemampuan ibu-ibu tentang produk perbankan syariah meningkat atau tetap dari hasil data analisis lapangan dari 26 ibu-ibu yang datang sosialisasi ada sekitar 23 ibu-ibu pemahamannya meningkat dan 3 ibu-ibu pemahamanya tetap. Data analisis perhitungannya pemahaman ibu-ibu yang meningkat dan tetap hitungan persantasenya Jadi dapat disimpulkan pemahaman ibu-ibu tentang produk-produk perbankan syariah meningkat 88,46% dan pemahaman ibu-ibu yang tetap atau dari awal sudah mengenal produkproduk perbankan syariah 11,54%. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Tabel 1. Data Analisis nilai soal pre-tes dan post- test Pemahaman Ibu-ibu tentang produk-produk perbankan syariah Gambar 1. Kegiatan Edukasi Dan Sosialisasi Pengenalan Produk-produk Perbankan Syariah Pada Kelompok Ibu-ibu Rumah Tangga Kelurahan Penurunan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Selanjutnya hari Sabtu, tanggal 01 Februari 2025 di adakannya Sosialisasi di rt 17 kelurahan penurunan tepatnya di rumah pak muslim dan di laksanakan di jam 10. 00 wib, yang di hadiri oleh ibu-ibu sekitaran 26 orang. kegiatan sosialisasi ini juga di hadiri juga oleh ketua rt 17 kelurahan penurunan. dalam kegiatan ini sebelum melakukan pemaparan materi para ibu-ibu di test soal pre test untuk mengukur kemampuan ibu-ibu rumah tangga apakah familiar atau sudah tahu tentang produk-produk perbankan syariah dan pemateri dari BPRS Maslahat dana syariah ada 3 orang yang menyampaikan materi 2 orang dan satu orang sebagai Penyampaian materi yang pertama yaitu mengenai filosofi tentang BPRS Maslahat Dana Syariah Nusantara setelah itu pemateri pertama mengenalkan dasar-dasar perbankan syariah dan perbedaan perbankan syariah dan konvensional, setalah pemateri pertama di lanjutkan pemateri ke kedua mulai dari jam 11. 00 wib yang menyampaikan edukasi dan sosialisasi tentang produk perbankan syariah dan berserta akad-akad yang di gunakan saat menggunakan produk-produk perbankan syariah. Setalah melakukan pemaparan materi ibu-ibu juga akan di test mengisi soal post-test apakah ibu-ibu memahami tentang produk-produk perbankan syariah yang di paparkan oleh pemateri. KESIMPULAN Kesimpulan dari acara sosialisasi edukasi dan sosialisasi pengenalan produk-produk perbankan syariah pada kelompok ibu-ibu rumah tangga di kelurahan penurunan ini yaitu peningkatan pemahaman. Proses edukasi dan sosialisasi produk perbankan syariah berhasil meningkatkan pemahaman ibu-ibu rumah tangga mengani dasar-dasar perbankan syariah dan produk- produk perbankan syariah, terutama produk di bprs maslahat dana syariah nusantara produk yang di tawarkan, serta manfaat yang di peroleh dari produk-produk perbankan syariah. ibu-ibu yang mengikuti sosialisasi lebih percaya diri dalam membuat keputusan dalam keuangan yang sesuai dengan prinsip islam. Setelah itu peningkatan akses partisipasi setelah adanya sosialisasi ini banyak ibu rumah tangga ini mulai tertarik untuk mengunakan layanan perbankan syariah, baik dalam bentuk tabungan maupun pembiayaan. sosialosasi ini juga tidak hanya memperkenalkan produk-produk perbankan syariah tetapi juga menambahkan nilai-nilai syariah dalm pengolahan keuangan, seperti keadilan, tranparasi, dan larangan riba. DAFTAR REFERENSI Boukhatem. , & Ben Moussa. The effect of Islamic banks on GDP growth: Some evidence from selected MENA countries. Borsa Istanbul Review, 18. , 231Ae247. https://doi. org/10. 1016/j. Efendi. Saputra. Syarasfati. , & Purnamasari. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Pamulang Barat dalam Menghindari Riba Melalui Sosialisasi Perbankan Syariah. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat. September 2019, 1Ae9. Ismail. Ismail. Salam Salam. Heri Irawan, and Chaerul Sani. AuPentingnya Edukasi Perbankan Syariah Di Era Modern. Ay Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi Dan Hukum (JPMEH) 1 . : 26Ae30. Peter. Engel-Hills, and K. Naidoo. AuRadiography Community Involvement in the Professional Socialisation of Diagnostic Radiography Students. Ay Radiography 30 . 1597Ae1603. https://doi. org/10. 1016/j. Kecamatan. Batang. , & Sanggau. Bisma. Vol 6. No 3. Juli 2021. , 655Ae a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Kontot. Hamali. , & Abdullah. Determining Factors of CustomersAo Preferences: A Case of Deposit Products in Islamic Banking. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 224(August 2. , 167Ae175. https://doi. org/10. 1016/j. Triadi Abidin. , & Muslimah. Sosialisasi Perbankan Syariah di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Jurnal AbdiMU (Pengabdian Kepada Masyaraka. , 2. , 70Ae74. https://doi. org/10. 32627/abdimu. Umaima. Pangestu. , & Aefih. Edukasi dan Literasi Lembaga Keuangan Syariah Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Padaelo Parepare. Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Unw Mataram, 4. , 201Ae206. https://ejournal. id/jaltn/article/view/1512 Werdi Apriyanti. Perkembangan Industri Perbankan Syariah Di Indonesia : Analisis Peluang Dan Tantangan. Maksimum, 8. , 16. https://doi. org/10. 26714/mki. ISSN : 2828-5700 .