BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 2 Nomor 1. January 2023 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Penerapan Permainan Team Building untuk Meningkatkan Kerjasama Kelompok B1 di TK Nasional KPS Balikpapan Muhammad Syaifuddin Zuhri* Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Received: January 1st, 2023. Revised: January 8th, 2023. Accepted: January 11th, 2023. Published: January 12th, 2023 Abstrak Kerjasama menjadi faktor penting dalam aspek sosial pada pendidikan anak usia dini. Teori perkembangan sosial menjelaskan bahwa kemampuan Kerjasama merupakan indikator tertinggi dalam suatu permainan. Kondisi awal kemampuan kerjasama anak di TK Nasional KPS dapat terlihat ada 16,67% dari total keseluruhan 12 anak yang dapat menunjukkan kerjasama saat bermain di kelas. Artikel ini bertujuan memberikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan kerjasama. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas versi Kemmis Mc Taggart dengan menggunakan media permainan Team Building. Hasilnya pada siklus I dapat meningkat menjadi 66,67% anak yang dapat bekerjasama, kemudian di siklus kedua seluruh anak . %) dapat menunjukkan kemampuan dalam bekerjasama. Dengan kenaikan persentase pada aspek kemampuan bekerjasama anak diatas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan kerjasama anak kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan meningkat melalui permainan Team Building. Kata kunci: aspek sosial, kerjasama, team building Abstract Cooperation is an important factor in the social aspect of early childhood education. Social development theory explains that the ability to cooperate is the highest indicator in a game. The initial conditions for the ability of children to cooperate in the KPS National Kindergarten can be seen that there are 16. 67% of the total 12 children who can show cooperation when playing in class. This article aims to provide an alternative in improving the ability of cooperation. The research method used was Kemmis Mc Taggart's Classroom Action Research using Team Building game media. The results in the first cycle can increase to 66. 67% of children who can cooperate, then in the second cycle all children . %) can demonstrate the ability to cooperate. With an increase in the percentage in the aspect of the ability to cooperate with the children above, it can be said that the ability of the children in group B1 KPS Balikpapan National Kindergarten has increased through the Team Building game. Keywords: social aspects, cooperation, team building Copyright . 2023 Muhammad Syaifuddin Zuhri * Correspondence Address: Email Address: mzalfarabi18@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Muhammad Syaifuddin Zuhri Pendahuluan Pendidikan merupakan hal pokok yang harus diberikan kepada manusia, begitupun pada anak usia dini. Pendidikan berfungsi mengoptimalkan seluruh potensi anak, baik dari segi pertumbuhan maupun perkembangan. Dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0 sampai dengan 6 tahun. Negara hadir dengan pengelolaan program pendidikan yang dinamakan PAUD. 1 PAUD merupakan lembaga yang mengupayakan rangsangan pendidikan agar anak siap memasuki jenjang berikutnya. Pendapat tersebut selaras dengan UU no 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 28 ayat 1 yang berbunyi AuPendidikan anak usia dini merupakan sarana pembinaan yang diarahkan kepada anak usia lahir hingga 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. 3 Sementara menurut Yuliani PAUD adalah pemberian upaya menstimulasi, membimbing, mengasuh dan memberikan pembelajaran dari anak lahir hingga 8 Tahun, pendidikan pada tahap usia ini berfokus pada fisik, kognitif dan sosial. 4 Dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini merupakan lembaga yang dikelola dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0 sampai dengan 8 Tahun, berfokus pada aspek fisik, kognitif dan sosial guna mempersiapkan mereka untuk memiliki kesiapan masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dadan Suryana berpendapat bahwa pendidikan anak usia dini harus disesuaikan dengan kodrat anak, yaitu melalui bermain. Dia juga mengutip teori piaget tentang tahapan sosial anak. Dalam kegiatan belajar melalui bermain anak akan berproses dari hanya mengamati temannya bermain, berjalan-jalan di sekitar teman yang bermain, menjadi penonton dari teman yang bermain . ulai ada interaksi dengan sedit pertanyaa. , kemudian mulai ada ketertarikan untuk bermain dengan lebih mendekatkan dirinya ke teman yang sedang bermain, setelah itu akan muncul keberanian untuk ikut bermain. Permaianan memang menjadi sarana paling baik dalam mengembangkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. 6 Mursyid menyampaikan bahwa. AuPAUD diajarkan melalui cara bermain, dengan begitu tidak akan merampas haknya, dengan bermain dapat melejitkan semua potensi dari motorik, bahasa, kognitif, emosional dan sosialnyaAy. 7 Dari kedua pendapat diatas diketahui bahwa dengan melalui permainan dapat meningkatkan 6 aspek perkembangan pada anak usia dini, tanpa merampas hak mereka/ memberatkan dalam memenuhi kodratnya sebagai anak. Dalam permainan ada tahapan yang dapat dijadikan pendidik dalam mengobservasi tahapan perkembangan anak saat bermain. 8 Tahapan tertinggi dalam sebuah permainan anak usia 5-6 tahun adalah bermain secara kooperatif dan terorganisir atau dapat dikatakan dengan permainan bekerjasama. Kautsar Eka Wardhana. AoPengaruh Kematangan Anak Usia Dini Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 1 Sekolah DasarAo. Sultan Idris Journal of Psychology and Education, no. Sultan Idris Journal of Psychology and Education. Vol. No. Maret 2022 . : 56Ae66, https://doi. org/10. 21093/sijope. Mursid. Pengembangan Pembelajaran PAUD. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Undang- undang No 20. Sistem Pendidikan Nasional. (Jakarta: Mendikbudristek,2. Yuliani. Nurani Sujiono. Konsep Dasar PAUD, (Jakarta: Permata Puri Media, 2. , h. Dadan. Pendidikan AUD. Teori dan Praktik Pembelajaran, (Jakarta: PT Kencana, 2. , h. Wuri Hartanti and Kautsar Eka Wardhana. AoMembangun Literasi Lingkungan Dengan Menggunakan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Di TK Nasional KPS BalikpapanAo. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal 2, no. : 17Ae29. Mursyid. Manajemen Lembaga AUD, (Semarang: AKFI Media, 2. , h. Muliyana Muliyana and Kautsar Eka Wardhana. AoMeningkatan Kemampuan Berbahasa Dengan Bermain Peran Pada Anak Usia DiniAo. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal 1, no. 125Ae34. Dadan. Pendidikan AUD. Teori dan Praktik Pembelajaran, (Jakarta: PT Kencana, 2. , h. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Penerapan Permainan Team Building untuk Meningkatkan Kerjasama Kelompok B1 di TK Nasional KPS Balikpapan Ketika Peneliti mengobservasi aktivitas belajar anak kelompok B1 di TK Nasional KPS Balikpapan, anak menunjukkan susah untuk bermain bekerjasama, guru telah berupaya dalam meminta anak bekerjasama dengan teman, namun beberapa anak menolak karena temannya tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Mereka lebih nyaman dengan sebangkunya saja, dan cemberut atau menunjukkan ekspresi marah ketika guru meminta anak berpindah tempat duduk. Kelompok B1 berjumlah 12 anak, dan hanya 2 anak yang mau bertukar tempat duduk untuk bermain bekerjasama dengan teman lainnya. Di sekolah TK Nasional KPS menggunakan metode BCCT dalam pembelajarannya. Masing-masing sentra memfasilitasi anak dengan banyak pilihan alat main. Dari pengamatan yang dilakukan peneliti dan guru didapat bahwa ketika main di kelas, anak hanya bermain bersama dan bukan bekerjasama. Hal ini terlihat ketika mereka asyik bermain dengan pilihan mainan mereka masing-masing. Melihat kurang efektifnya pembelajaran di kelas, maka peneliti bekerjasama untuk memberikan permainan berbeda dari yang biasa anak mainkan di kelas yaitu permainan yang biasa digunakan dalam permainan Team Building. Dengan permainan yang menuntut kerjasama, harapannya seluruh anak dapat bekerjasama dengan seluruh temannya. Adapun penelitian serupa dengan penelitian ini pernah dilakukan oleh Wahyu Hidayati dan penelitiannya memiliki judul AuUpaya Meningkatkan Kerjasama melalui Permainan Tradisional Pada Kelompok A TK ABA Ledok 1 Kulon ProgoAy. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama kelompok A. Hal ini selaras dengan penelitian saya yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama, namun perbedaannya adalah penelitian ini berfokus pada kelompok B dan menggunakan permainan Team building sebagai metodenya. Dengan dilakukan secara kontinyu, diharapkan kerjasama anak kelompok B1 dapat Dari penjelasan diatas, peneliti termotivasi dalam melakukan penelitian dengan Judul AuPenerapan Permainan Team Building Dalam Meningkatkan Kerjasama Kelompok B1 di TK Nasional KPS BalikpapanAy. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini akan menggunakan 2 rumusan masalah, yaitu: . Apakah dengan permainan Team Building. Kemampuan kerjasama Kelompok B1 akan meningkat? . Bagaimanakah penerapan permainan Team Building dalam meningkatkan kemampuan kerjasama Kelompok B1? Tinjauan Pustaka Aspek Perkembangan Sosial Perkembangan sosial merupakan faktor yang penting dikembangkan guna membekali diri anak untuk tumbuh sebagai anak yang berani dan percaya diri. Pada kecerdasan manusia. Howard Gardner di dalam buku Roudhatul jannah dkk menyampaikan bahwa perkembangan sosial tumbuh sebagai salah satu bagian dari kecerdasan interpersonal. 10 Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan untuk berempati dan peka terhadap perasaan orang lain. 11 Kecerdasan interpersonal juga dapat diartikan kemampuan sosial dari kecerdasan majemuk. 12 Selain itu di dalam artikelnya Saufi mengatakan bahwa merupakan kecerdasan dalam interaksi dengan orang lain, merupakan bagian kecerdasan majemuk dan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bekerjasama serta erat kaitannya dengan emosi dan kepercayaan diri. 13 Dari Roudhatul Jannah. Amin SabiAoati. Aning Pudjiastuti dkk. 144 Strategi Pembelajaran Anak usia Dini Berbasis Multiple Intelligences, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. , h. Anita Indria. AoMultiple IntelligenceAo 3, no. : 16. Farida Juniarti. Dedah Jumiatin, and Arifah A Ariyanto. AoMengembangkan Kecerdasan Interpersonal Melalui Metode Bermain Peran Pada Anak Usia Dini Di Ra Al Hidayah BandungAo. Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adapti. 1, no. March 2. : 1, https://doi. org/10. 22460/ceria. M Saufi and M Royani. AoMengembangkan Kecerdasan Interpersonal Dan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Efektivitas Model Pembelajaran PBLAo. Jurnal Pendidikan Matematika 2, no. : 10. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Muhammad Syaifuddin Zuhri beberapa pendapat tentang kecerdasan interpersonal diatas, dapat dikatakan kecerdasan interpersonal berperan penting dalam membangun Kerjasama pada anak. Semakin tinggi kecerdasan interpersonal semakin mudah pula anak dapat terbangun aspek Dalam menunjukkan kemampuan sosialnya, anak perlu rangsangan sosial yang berisi tuntunan sosial yang disesuaikan dengan norma yang ada di lingkungannya. Adapun tuntunan sosial yang dimaksud adalah bersikap dan bertingkah laku sesuai nilai yang di sepakati masyarakat, terbiasa terlibat dalam peran sosial bermasyarakat dan juga melakukan kegiatan-kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. 14 Kemampuan sosial sangat penting untuk distimulasi karena akan meningkatkan kemampuan anak saat menjalin komunikasi atau juga berinteraksi dengan lingkungannya. 15 Dalam berinteraksi dengan lingkungan ada hal yang perlu diperhatikan yaitu lingkungan mendukung ke hal positif, perlu adanya timbal balik dalam hal keterlibatan saat berkomunikasi, menciptakan keakraban serta adanya perusakan/ pemutusan hubungan ketika hubungan tidak sepenting sebelumnya. Dalam meningkatkan sosial anak, bukan hanya tanggungjawab seorang pendidik, melainkan perlu adanya peran serta dari orangtua dan lingkungan masyarakat di sekitar 17 Aspek ini dapat terbangun melalui bermain, melalui bermain anak akan lebih mudah dalam bersosialisasi. 18 Bermain bagi anak usia dini adalah kegiatan yang melibatkan gerak fisik dan juga melibatkan seluruh indra, kegiatan ini menyenangkan dan membangun kreativitas dengan cara yang disenangi anak. 19 Menurut Denok, bermain dapat berperan penting pada seluruh aspek perkembangan anak dan meliputi tahap sensorimotor, praoperasional, konkret operasional dan juga formal operasional. Dari beberapa pendapat diatas dapat dikatakan bahwa bermain sangat bermanfaat bagi perkembangan anak dan penerapannya disenangi oleh anak. Kerjasama pada usia 5-6 Tahun Dalam meningkatkan aspek sosial anak, perlu adanya beberapa stimulus yang dapat dilakukan oleh orang dewasa. Salah satunya dengan memberikan kesempatan anak untuk bermain bekerjasama. Kerjasama dapat diartikan sebagai kemampuan untuk dapat menyelesaikan kegiatan secara bersama dalam suatu kelompok. 21 Kerjasama juga dapat diartikan sebagai interaksi sosial dalam 1 kelompok yang secara terorganisir memiliki kemauan dalam mencapai 1 tujuan bersama. 22 Kerjasama merupakan tindakan Dadan Suryana. Pendidikan Anak Usia Dini Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak. (Jakarta: Kencana, 2. , h. Suci Lia Sari and Nova Adi Kurniawan. AoPerkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia DiniAo, n. , 12. Cecep Darmawan et al. AoPengembangan hubungan interpersonal remaja dalam penggunaan media sosial di Kota BandungAo. Jurnal Kajian Komunikasi 7, no. December 2. : 159, https://doi. org/10. 24198/jkk. mira Yanti Lubis. AoMengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui BermainAo. Generasi Emas 2, no. May 2. : 47, https://doi. org/10. 25299/ge. Dewi Retno Suminar. Psikologi Bermain Bermain & Permainan Bagi Perkembangan Anak. (Surabaya: Airlangga University Press. , h. Indah Rinukti Prabandari and Fidesrinur Fidesrinur. AoMeningkatkan Kemampuan Bekerjasama Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain KooperatifAo. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) 1, no. January 2. : 96, https://doi. org/10. 36722/jaudhi. Denok Dwi Anggraini. AoPeningkatan Pengembangan Nilai Agama Dan Moral Melalui Metode BerceritaAo, , 10. Prabandari and Fidesrinur. AoMeningkatkan Kemampuan Bekerjasama Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain KooperatifAo, 20 January 2021. Hanna Choirunnisa Aziz. AoPenerapan Permainan Kooperatif terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia DiniAo 5 . : 11. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Penerapan Permainan Team Building untuk Meningkatkan Kerjasama Kelompok B1 di TK Nasional KPS Balikpapan dalam satu tim yang didalamnya terdapat komunikasi antar anggotanya dan mendorong adanya kebersamaan, saling membantu dan mengerjakan satu pekerjaan dengan bersama-sama. 23 Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kerjasama merupakan interkasi sosial dalam satu kelompok yang didalamnya ada keterlibatan komunikasi, saling membantu dan bekerja dalam mencapai satu tujuan bersama. Dengan terjalinnya suatu kerjasama maka memungkinkan anak-anak untuk mengekspresikan diri serta mengurangi rasa takut, rasa takut anak dapat menurun ketika dia mendapatkan teman main yang dapat membantu pekerjaannya hingga selesai. 24 Pada usia 0-6 tahun perkembangan sosial terlihat dari meluasnya lingkungan, pertemanan meningkat serta mampu menunjukkan keterampilan bermain bekerjasama dengan 25 Kegiatan nyatanya dapat terlihat ketika anak tidak menangis ketika di lingkungan baru, merasa aman di sekolah dan dapat bermain bekerjasama dengan banyak teman. Kerjasama melatih anak untuk belajar kepemimpinan, pemecahan masalah, berkomunikasi, negoisasi mencari solusi dan berperilaku kooperatif. 27 Dalam artikelnya. Ali menjelaskan bahwa kemampuan kooperatif anak sangat efektif dalam membangun lingkungan yang positif, lingkungan positif akan berelasi dengan personal Keterampilan bekerjasama muncul ketika anak memahami bahwa adanya kepentingan yang sama dan secara bersamaan terlibat pengendalian diri dan penggabungan pengetahuan dalam memenuhi kepentingan tersebut. 29 Sedangkan ada beberapa ciri yang dapat diamati pendidik ketika anak mulai menunjukkan kemampuan kerjasama, yaitu: ketika anak dapat tergabung dalam cooperatif play, terlibat aktif dalam permainan tersebut, dapat menunjukkan kemampuan berbagi, dapat menunjukkan kemampuan tolong menolong dan mengarahkan teman untuk menolong lainnya, serta dapat menanggapi ketika ada yang menawarkan bantuan. 30 Dengan penjelasan diatas pendidik dapat mndesain permainan kooperatif di sekolah sehingga dengan stimulus yang tepat dapat meningkatkan aspek sosial anak terutama di kemampuan bekerjasama. Johnson berpendapat dengan bermain berkumpul bersama teman menjadi salah satu awal dari sebuah kemajuan pada nilai sosial anak, kemajuan pada nilai sosial dapat berdampak kepada kesuksesan anak di masa depan. Penerapan Permainan Team Building dalam Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Pada Kelompok Usia 5-6 Tahun Sesuai kondrat alamnya, anak usia 5-6 Tahun belajar melalui bermain. Dengan bermain akan mendorong kemampuan sosial dalam hal berinteraksi dengan teman. Dwi Hastuti and Hadi Mulyono. AoPenerapan Permainan Kooperatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelompokkan Benda Sesuai Dengan Ukuran Pada Anak Kelompok B Tk Dharma Wanita Mlopoharjo I Tahun Ajaran 2013/2014Ao, n. , 8. Lubis. AoMengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui BermainAo. Monks dkk. Psikologi Perkembangan (Pengantar berbagai Bagianny. (Terj. Chusairi dan Damani. (Yogjakarta: Gajah Mada University Press. , h 183 Aziz. AoPenerapan Permainan Kooperatif terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia DiniAo. John. Santrock. Perkembangan Anak (Terj. Mil. (Jakarta: Erlangga, 2. , hal 205 Ali Nugraha dkk. Metode Pengembangan Sosial Emosional. (Jakarta: Universitas Terbuka, 2. , h. Indah Rinukti Prabandari and Fidesrinur Fidesrinur. AoMeningkatkan Kemampuan Bekerjasama Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain KooperatifAo. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) 1, no. January 2. : 96, https://doi. org/10. 36722/jaudhi. Slavin. Robert E. Cooperative Learning: Teori. Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media. David. Johnson dkk. Colaborative Learning (Strategi Pembelajaran untuk Sukses Bersam. (Terj. Ellen Gunawan dan Imam Nurmawa. (Bandung: Nusa Media. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Muhammad Syaifuddin Zuhri orang dewasa di sekitar anak dan melatih anak dalam memecahkan masalah. 32 Dengan bekerjasama melatih anak untuk untuk saling membantu, menghemat sumber daya dan melatih kepedulian kepada sesama. Penerapan kooperatif dalam permainan dapat dilakukan melaui kegiatan team Team building sebelumnya dipergunakan oleh instansi-instansi dalam mendorong kinerja pegawainya supaya produktivitas meningkat selaras kemampuan kerjasama diantara mereka juga meningkat melalui kegiatan team building. Teambuilding memenuhi kriteria suatu permainan yang sifatnya menyenangkan, tanpa unsur paksaan dan memiliki tujuan meningkatkan aspek sosial anak. 35 Permainan dilakukan dengan adanya aturan yang disepakati. 36 Team building sendiri merupakan aktivitas yang dapat dilakukan secara riang gembira, anak dapat mengekspresikan Gerakan, seperti berlari, melompat, melempar dan berteriak dengan penuh semangat. Adi dalam bukunya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Team Building adalah satu team yang bersatu dalam mencapai tujuan bersama. 38 Selaras dengan pendapat Adi. Stephen menyatakan bahwa Team building merupakan kinerja yang dihasilkan oleh kerjasama dari masing-masing anggota tim. 39 Dari dua pendapat diatas dapat dikatakan bahwa Team building adalah suatu aktivitas bekerjasama dari pada anggota tim yang memiliki kepentingan bersama dan bersatu untuk mencapai kepentingan tersebut. Dengan memahami pengertian Team building diatas, peneliti bermaksud mendesain kegiatan main dan menyederhanakan permainan-permainan yang ada saat Team Building menjadi permainan yang dapat dimainkan secara aman dan menyenangkan bagi anak usia 5-6 Tahun tanpa mengurangi esensi dari tujuan diadakannya Team building, yaitu meningkatkan kemampuan kerjasama. Adapun desain yang dipersiapkan adalah tiga permainan dengan jenjang kesulitan yang berbeda, mulai dari tingkatan mudah, sedang dan sulit. Permainan yang dipilih adalah permainan melempar bola ke keranjang, bermain kelompok dalam memindahkan gelas dengan tali serta bermain ular mencari makan. Metode Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kindakan kelas yang bertujuan menyelesaikan permasalahan di kelas, dalam hal ini terkait dengan permasalahan aspek Kerjasama. Tindakan kelas memiliki arti suatu Tindakan yang secara sadar dilakukan dalam mengatasi permasalahan dalam kelas secara bersamaan, penelitian ini difokuskan pada masalah kegiatan belajar mengajar. 40 Tindakan yang dimaksud dapat dilakukan berupa arahan dari guru maupun stimulus melalui kegiatan lain seperti penggunaan media maupun permainan yang dapat mengoptimalkan kegiatan belajar anak di dalam lubis. AoMengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui BermainAo. Sari and Kurniawan. AoPerkembangan Sosial dan Emosional Anak Usia DiniAo. Adi Soenarno. Team Building. (Yogjakarta: CV Andi Offset, 2. , h. Mayke S Tedjasaputra. Bermain dan Permainan untuk Anak Usia Dini. (Jakarta: Grasindo, 2. , h. Mayke S Tedjasaputra. Bermain dan Permainan untuk Anak Usia Dini. (Jakarta: Grasindo, 2. , h. Heru Kurniawan dkk. Bermain dan Permainan Anak Usia Dini. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2. Adi Soenarno. Team Building. (Yogjakarta: CV Andi Offset, 2. , h. Stephen P. Robbins. Perilaku Organisasi: Konsep. Kontroversi. Aplikasi Jilid 1. (Jakarta: PT Prehallindo,1. , h. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: Rineka Cipta. , h. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Penerapan Permainan Team Building untuk Meningkatkan Kerjasama Kelompok B1 di TK Nasional KPS Balikpapan Subjek Penelitian dan Objek Penelitian Adapun subjek penelitian pada penelitian kali ini adalah peserta didik di TK Nasional KPS dengan jumlah peserta didik sebanyak 12 anak dan berada di kelompok B1. Diketahui di kelas ini mengalami permasalahan dalam hal kerjasama. Permasalahan ini terlihat dari ketidakmauan mayoritas anak dalam berganti teman dan terbiasa duduk di tempat duduk yang itu-itu saja. Tempat dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian berada di TK Nasional KPS yang berada di Kota Balikpapan di jalan PU Komplek. Waktu pelaksanaan berada di bulan Oktober hingga November Tahun 2022. Desain Penelitian Desain yang dipilih dalam penelitian ini adalah desain penelitian kelas dengan versi Kemmis Mc Taggart dengan alur siklus yang terdiri dari rencana tindakan, tindakan, observasi dan refleksi Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan temuan hasil pengumpulan data, dapat diambil kesimpulan bahwa terjadi peningkatan dalam hal kerjasama sebelum tidakan dan setelah terjadinya siklus Berikut paparanan rekapitulasi pra tindakan dan setelah siklus 1. Tabel 1. Perbandingan Pra siklus dan Siklus 1 Perkembangan Kerjasama Kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan Kemampuan Kerjasama Anak Keterangan Kriteria Pra Siklus Siklus 1 Baik Meningkat Cukup Meningkat Kurang Meningkat Berdasarkan tabel diatas diketahui terjadi peningkatan kerjasama pada anak, terlihat dari kriteria baik dari 2 anak menjadi 8 anak, pada kriteria cukup dari 7 anak menjadi 4 anak sedang yang kurang/ belum mampu menjadi 0. Pada Siklus 1 diketahui 66,67% anak mampu bekerjasama dengan baik, sedangkan 33,33% lainnya masih perlu ditingkatkan dalam hal kerjasamanya. Berdasarkan paparan yang telah didapatkan, terjadi peningkatan yang cukup baik paska dilakukannya siklus 1. Ada 4 anak lagi yang masih perlu peningkatan untuk kemampuan kerjasamanya yang diamati dari indikator ketergantungan positif. Kemampuan berinteraksi dan kemampuan berkomunikasi. 4 anak tersebut diasumsikan belum terbiasa bekerjasa saat bekerja. Dengan demikian penelitian ini akan dilanjutkan ke siklus selanjutnya yaitu siklus 2 untuk memberikan pengalaman berkerjasama dalam bermain untuk kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan. Pada siklus 2 akan memberikan permainan yang sama kepada Kelompok B1 TK Nasional KPS guna memberi kesempatan untuk menggunakan pengalaman yang lalu sebagai salah satu srtategi yang dapat digunakan dalam siklus 2. Perbedaan di siklus 2 adalah adanya hadiah bagi seluruh anggota tim supaya lebih semangat dalam bermain BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Muhammad Syaifuddin Zuhri dan bekerjasama. Harapannya seluruh anak dapat menikmati dan bekerjasama dengan seluruh teman-temannya. Dari Paparan data diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan dalam hal kerjasama anak melalui team building di Kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan dari pra tindakan, siklus 1 dan siklus 2. Tabel 2. Perbandingan Pra siklus. Siklus 1 dan 2 Perkembangan Kerjasama Kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan Kemampuan Kerjasama Anak Keterangan Kriteria Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Baik Meningkat Cukup Meningkat Kurang Meningkat Untuk paparan data peningkatan kemampuan kerjasama kelompok B1 dari pra tindakan, siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat dalam grafik dibawah ini. Perbandingan Pra Tindakan. Siklus 1 dan 2 Pra Tindakan Siklus 1 Baik Siklus 2 Cukup Kurang Gambar 1. Perbandingan Kemampuan Kerjasama dari Pra Tindakan, siklus 1 dan 2 Berdasarkan Grafik diatas, dapat disimpulkan bahwa Kelompok B1 TK Nasional KPS dapat meningkatkan kemampuan kerjasama anak melalui team building hingga Pembahasan Penelitian ini serupa dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Wahyu Hidayati yaitu terkait aspek perkembangan kerjasama. Wahyu Hidayati menggunakan metode permainan tradisional dalam meningkatkan aspek tersebut. Pada penelitiannya Wahyu Hidayati berhasil meningkatkan aspek perkembangan bekerjasama pada kelompok A di TK ABA Ledok 1. Hal ini menarik bagi peneliti untuk meneliti hal serupa di tempat dan sasaran yang berbeda dan tentu dengan metode selain permainan tradisional. Pada penelitian yang dilakukan di Kelompok B1 TK Nasional KPS, peneliti menggunakan metode Team Building sebagai alat untuk meningkatkan kerjasama anak. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Penerapan Permainan Team Building untuk Meningkatkan Kerjasama Kelompok B1 di TK Nasional KPS Balikpapan Team building dibagi menjadi 3 permainan yaitu: lempar tangkap bola, memindahkan gelas dengan tali dan karet serta ular mencari makan. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus, ditiap siklus menggunakan 3 pertemuan. Maing-masing pertemuan memainkan 1 permainan. Pada setiap siklus menggunakan alur diantaranya adalah: perencanaan, tindakan dan pengamatan serta refleksi. Pengambilan data diperoleh dari pra tindakan, saat tindakan dan paska tindakan Diawal penelitian, peneliti dibantu oleh guru untuk merumuskan masalah dan pengambilan data sebagai analisis data awal. Hal ini diperlukan guna menentukan aspek perkembangan apa yang perlu ditingkatkan dan bagaimana cara meningkatknannya. Setelah mendapatkan data yang cukup, maka didapatkanlah data bahwa kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan mengalami kesulitan dalam bekerjasama, pada pra Tindakan terdapat . ,33%) anak yang tidak mau melakukan Kerjasama dengan teman selain teman pilihan si anak. Secara umum Team building dapat meningkatkan kerjasama dengan baik, terlihat pada hasil akhir di siklus 2, tercapai 100% anak mampu bekerjasama dengan permainan Siklus pun berhenti disini karena kerjasama anak sudah terlihat dengan baik. Dari analisis data yang di. roleh dari penelitian ini didapat kenaikan persentase yang sangat signifikan. Dari pra tindakan yang dapat bekerjasama hanya 16,67% saja, meningkat menjadi 66,67% di siklus 1 serta menjadi 100% di siklus 2. Beberapa hal menjadi keterbatasan dalam penelitian kali ini, peneliti bersama guru telah berkolaborasi dan mendesain pembelajaran dengan berbagai cara supaya optimal dalam memberi output pada aspek kerjasama. Berikut keterbatasan yang dapat disampiakan, diantaranya: penelitian ini masih berlaku di kelas B1 saja, belum dicobakan untuk kelas lain ataupun di jenjang TK A serta perlu adanya instrument lain, khususnya dalam hal merujuk kerjasama anak Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Team Building dapat meningkatkan kerjasama di Kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan. Hasil pelaksanaan pembelajaran melalui Team Building melalui aktivitas bermain lempar tangkap bola, memindahkan gelas dengan tali dan karet serta ular mencari makan. Kondisi awal kemampuan kerjasama anak dapat terlihat ada 16,67% saja anak yang dapat menunjukkan kerjasama saat bermain di kelas, setelah dilakukan tindakan di siklus I dapat meningkat menjadi 66,67% anak yang dapat bekerjasama saat bermain. Kemudian di siklus kedua seluruh anak . %) dapat mengikuti permainan dengan Dengan kenaikan persentase pada aspek kemampuan bekerjasama anak diatas, maka dapat dikatakan bahwa kemampuan kerjasama anak kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan meningkat dan berada di kriteria baik. Team building dapat meningkatkan aspek kemampuan bekerjasama dengan cara memberikan pembelajaran diluar kebiasaan di sekolah. Di kondisi awal, guru mendesain pembelajaran dengan duduk di kursi dan duduk berdasarkan teman yang disukai anak. Hal tersebut tidak memberikan kesempatan anak merasakan bermain dengan seluruh temannya. Melalui team building guru memberikan pengalaman main berbeda dengan sebelumnya yaitu dengan merotasi teman main dan memberikan permainan yang menuntut adanya kerjasama. Dengan hasil data yang diperoleh terbukti Team Building meningkatkan kemampuan bekerjasama anak kelompok B1 TK Nasional KPS Balikpapan. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Muhammad Syaifuddin Zuhri Referensi