Vol. No. Oktober 2025. DOI: https://doi. org/10. 60011/jumpa. THE RELEVANCE OF EVANGELIUM GAUDIUM TO THE PASTORAL CARE OF CATHOLIC SCHOOLS: REFLECTIONS ON THE ROLE OF SCHOOLS IN PROCLAIMING THE GOSPEL Yohanes Hego Mukin. Gerardis Mayela Barek Bala. Elisabeth Wesan Raring. Noviana Boleng Lamarobek. Krisantus Minggu Kwen. 1-2-3-4-5 Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka. Indonesia jimmymukin259@gmail. gerardismayelabarekbala16@gmail. imellraring@gmail. novianaboleng14@gmail. kwen@gmail. Abstrak Pastoral sekolah menjadi bagian penting dalam pendidikan Katolik guna meningkatkan pengembangan iman anak secara dewasa dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih ditemukan persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan pastoral sekolah dalam mewartakan Injil dalam setiap institusi sekolah-sekolah. Tujuan penelitian ini adalah Kaitan Evangelium Gaudium Dengan Pastoral Sekolah Katolik: Refleksi Tentang Peran Sekolah Dalam Mewartakan Injil. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil yang ditemukan yakni. Pertama. Relasi EG-Sekolah Simbiosis. EG sebagai landasan teologis, sekolah sebagai lapangan operasional. Kedua. Problem Kunci. Elitisme akademis, fragmentasi pastoral, respons lemah terhadap zaman. Ketiga. Solusi. Model integratif berbasis 3 pilar . urikulum inkulturatif, komunitas perjumpaan, kemitraa. Keempat. Identitas Sekolah. Ruang profetis: agen perubahan, laboratorium nilai, komunitas Kelima. Tantangan ke Depan. Reformasi kebijakan inklusif dan formasi guru-misioner. Dengan demikian pentingnya penerapan Evangelium Gaudium dalam pendidikan Katolik melalui pastoral sekolah sebagai pewartaan Injil yang lebih mendalam dan konkret bagi peserta didik. Kata Kunci : Pendidikan Katolik. Evangelium Gaudium. Pastoral Sekolah. Abstract School pastoral care is an important part of Catholic education to increase the development of children's faith as adults and able to implement it in daily life. However, there are still problems that occur in the implementation of school pastoral in preaching the Gospel in every school institution. The purpose of this research is the Relationship of Evangelium Gaudium with the Pastoral of Catholic Schools: Reflections on the Role of Schools in Proclaiming the Gospel. The research method used is a qualitative research type with a literature review approach. The results found were. First, the EG-School Symbiotic Relationship. EG as a theological foundation, schools as an operational Second, the key problem. Academic elitism, pastoral fragmentation, weak response to the times. Third. Solutions. Integrative model based on 3 pillars . nculturative curriculum, encounter community, partnershi. Fourth. School Identity. Prophetic space: agents of change, laboratories of values, communities of hope. Fifth. Future Challenges. Reform of inclusive policies and teacher-missionary formation. Thus the importance of the application of Evangelium Gaudium in Catholic education through school pastoral care as a deeper and more concrete proclamation of the Gospel for students. Keywords: Catholic Education. Evangelium Gaudium. School Pastoral PENDAHULUAN Dunia pendidikan, khususnya di era globalisasi yang ditandai oleh pluralisme, relativisme, dan percepatan perubahan yang tak tertandingi, menghadapi tantangan sekaligus peluang yang unik. Pendidikan merupakan fondasi utama bagi manusia untuk menghadapi berbagai tantangan hidup, dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia serta memastikan kelangsungan hidup yang lebih baik di masa depan (Harisa US. Asiah, and Hamdani 2. Pendidikan mampu membawa manusia Page | 57 ke dalam kehidupan yang bernilai (Bhakti, 2. Proses pendidikan dilakukan sehingga peserta didik memahami, menghayati, menyadari dan bertingkah laku sesuai dengan apa yang diajarkan baik kepada peserta didik (Tibo, 2. Pada intinya, pendidikan merupakan upaya untuk mengembangkan potensi manusia dan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Mohammad Roni et al. Maka pendidikan menurut Piaget, pendidikan merupakan proses yang menghubungkan antara individu yang sedang tumbuh dan berkembang dengan tanggung jawab para pendidik untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan tersebut secara intelektual, moral, dan sosial (Mirnawati et al. Pendidikan Katolik dengan adanya sekolah-sekolah sebagai institusi yang terpanggil untuk mengintegrasikan iman, ilmu pengetahuan, dan pembentukan manusia utuh . uman formatio. , berdiri di persimpangan jalan yang kritis. Menurut salah satu dokumen gereja Katolik tentang Gravissimum Educationis art. 1 menyatakan bahwa panggilan Gereja dalam ladang pendidikan mencakup semuan kondisi dan lapisan masyarakat (KWI, 1. Maka pendidikan agama Katolik berfungsi sebagai medium untuk mengenal dan memahami iman Katolik. Sekolah, khususnya melalui pelajaran agama, menjadi lokus vital dalam proses pengenalan iman ini. Gereja perlu memberi perhatian khusus pada pengembangan ini, terutama di sekolah-sekolah yayasan (Muaja. Sunlety, and Ruban 2. Di satu sisi, mereka mewarisi tradisi panjang pelayanan pendidikan yang berakar pada misi Gereja. Di sisi lain, peserta didik ditantang untuk tetap relevan, autentik, dan efektif dalam mewartakan Kabar Baik Yesus Kristus di tengah kompleksitas zaman modern. Dalam konteks pencarian identitas dan misi inilah Evangelium Gaudium (EG) (Fransiskus 2. Ensiklik Apostolik Paus Fransiskus yang diterbitkan pada tahun 2013, muncul bukan sekadar sebagai dokumen, melainkan sebagai paradigma baru, semangat pembaruan, dan kompas pastoral yang sangat relevan bagi kehidupan dan pelayanan sekolah-sekolah Katolik. Evangelium Gaudium, yang berarti "Sukacita Injil", adalah dokumen landasan bagi Paus Fransiskus mengenai "pemberitaan Injil dalam dunia dewasa ini". Ia menggambarkan visi Gereja yang "keluar" . Church that goes fort. , misioner, inklusif, penuh belas kasih, dan berfokus pada perjumpaan personal dengan Kristus yang membebaskan serta membahagiakan (Fransiskus, 2013: A1, 20-. Dokumen ini menyerukan "perubahan pastoral dan misioner" yang menyeluruh di semua struktur dan aktivitas Gereja, menekankan bahwa status quo tidak lagi memadai dalam menghadapi realitas kontemporer (Fransiskus, 2013: A25-33 ). Seruan ini memiliki resonansi yang mendalam dan langsung bagi lembaga pendidikan Katolik. Sekolah-sekolah Katolik, jauh dari sekadar menjadi penyedia layanan akademis biasa, dipanggil untuk menjadi "komunitas evangelisasi" yang dinamis, tempat di mana Injil dihidupkan, dialami, dan dibagikan dalam keseluruhan proses pendidikan (KWI, 2015: A34. Miller, 2. Untuk mengupayakan Evangelium Gaudium agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka perlu dilakukan dalam pendidikan salah satu upayanya yakni melalui pastoral sekolah. Pelayanan pastoral menjadi sebuah media penuntas kerinduan dalam hati untuk lebih mendalam melalui hubungan secara horisontal dengan Tuhan maupun secara vertikal bagi sesama manusia dan alam (Srie. Gunawan, and Sihombing, 2. Dalam kerinduan inilah pastoral sekolah menjadi celah yang baik bagi gereja Katolik dalam melakukan pewartaan Injil sukacita yang lebih mengakar pada dasar pendidikan iman bagi peserta didik akan semakin lebih matang hingga dewasa. Pastoral Sekolah adalah upaya sistematis sekolah dalam membina iman peserta didik sesuai ajaran Gereja Katolik, sehingga mereka memiliki spiritualitas yang kokoh dan mampu menerapkannya di sekolah. Gereja, dan masyarakat (Amsikan, 2. Menurut Panda dalam Kurnia Saputra . bahwa pelaksanaan pastoral sekolah, yang pada hakikatnya adalah bentuk penggembalaan rohani dan karakter peserta didik, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan standar mutu dan penguatan kualitas identitas sekolah Katolik sebagai lembaga pendidikan yang unggul. Namun, berdasarkan studi pustaka mengungkap disonansi konseptual-operasional antara visi radikal Evangelii Gaudium (Fransiskus 2013: A20-. tentang sekolah sebagai 'ladang misi' dan 'laboratorium transformasi' dengan praktik pastoral sekolah Katolik dalam literatur. Analisis dokumen magisterial, kurikulum, dan penelitian terdahulu menunjukkan: . lemahnya elaborasi teologis prinsip EG . nklusivitas, dialog, preferensi kaum margina. dalam model pastoral sekolah. absennya kerangka integratif yang menghubungkan nilai-nilai EG dengan desain kurikulum holistik. minimnya literatur tentang formasi pendidik sebagai agen evangelisasi berbasis paradigma 'Gereja yang keluar' . oing fort. Page | 58 . ketiadaan instrumen evaluasi pastoral yang mengukur dampak transformatif sesuai indikator EG . erjumpaan, kegembiraan iman, keberpihakan sosia. respons parsial terhadap tantangan zaman . igitalisasi, ekologi, pluralism. tanpa fondasi teologis EG (Fransiskus 2013. A104-109 dan A216. Kesenjangan ini menciptakan praktik pastoral yang terjebak dalam rutinitas seremonial, kehilangan daya transformatif sebagai sarana mewartakan Injil, dan gagal menjawab tuntutan EG akan sekolah sebagai ruang evangelisasi yang relevan dan membumi. Adapun penelitian ini relevan dengan penelitian terdahulu dari Kurnia Saputra . dengan judul penelitiannya tentang AuEsensi Pastoral Sekolah dalam Membangun Komunitas Kristiani di Sekolah KatolikAy. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa pastoral sekolah merupakan program esensial yang sungguh efektif dalam upaya membangun komunitas Kristiani di sekolah Katolik. Sedangkan, penelitian dari Poto dan Permana . tentang AuPenguatan Identitas Sekolah Katolik Melalui Penerapan Program Pastoral Sekolah di SMAK St. Thomas Aquino MojokertoAy. Hasilnya menunjukkan bahwa program pastoral sekolah merupakan sarana penguatan identitas sekolah Katolik di SMAK St. Thomas Aquino Mojokerto. Melalui program pastoral sekolah ini, nilai-nilai Katolik dalam bentuk iman kepada Tuhan, nilai sosial keadilan, moralitas, nilai intelektual, dan kasih telah diajarkan kepada siswa di SMAK St. Thomas Aquino Mojokerto dengan tujuan penguatan identitas sekolah Katolik ini. Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Amsikan . mengenai AuPengaruh Pastoral Sekolah bagi Pembinaan dan Perkembangan Iman Remaja SMPK di Kota KefamenanuAy. Hasil menunjukkan bahwa 85,71% responden mampu melihat pengaruh pastoral sekolah terhadap perkembangan iman anak, selain itu ada 1 responden 14,28% mengatakan bahwa pastoral sekolah memiliki dampak kecil terhadap perkembangan iman anak karena masih banyak anak yang tidak ingin terlibat dalam kegiatan spiritual. Berdasarkan penelitian terdahulu di atas, maka peneliti menawarkan fokus dan pendekatan yang berbeda terletak pada: . objek fokus yang dikaji, yakni implementasi prinsip-prinsip inti Evangelii Gaudium (EG) dalam dinamika pastoral sekolah. pendekatan analisis yang digunakan, yaitu mengeksplorasi secara mendalam hubungan simbiosis antara visi misioner EG dan praktik konkret pastoral sekolah sebagai 'ladang misi' dan 'laboratorium' transformatif. konteks penerapan yang dianalisis, tidak hanya pada aspek komunitas, identitas, atau perkembangan iman secara terpisah, melainkan pada integrasi ketiganya dalam kerangka teologis-pastoral EG yang menyeluruh. Dengan demikian, penelitian ini tidak sekadar mengonfirmasi pentingnya pastoral sekolah atau dampaknya pada aspek tertentu, melainkan menyajikan kerangka pembaruan dan evaluasi berbasis EG untuk memperkuat landasan teologis, menyelaraskan praktik, dan meningkatkan relevansi pastoral sekolah Katolik dalam menjawab tantangan zaman, yang belum menjadi sorotan utama pada penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan melakukan refleksi teologis-pastoral mendalam mengenai kaitan Evangelii Gaudium (EG) dengan misi pastoral sekolah Katolik, dengan mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip inti EG-Gereja yang "keluar", evangelisasi transformatif, perjumpaan-dialog, dan pilihan preferensial bagi kaum marginal-memberikan landasan teologis, arah operasional, dan semangat pembaruan bagi praktik pendidikan Katolik. Urgensi penelitian ini muncul dari disonansi konseptual dan praktis yang teridentifikasi dalam studi pustaka: . lemahnya internalisasi visi EG (Fransiskus 2013. A20-. tentang sekolah sebagai "ladang misi" dan "laboratorium transformasi". program pastoral yang terjebak dalam rutinitas seremonial tanpa integrasi holistik. ketidaksiapan sekolah merespons tantangan zaman . luralisme, digitalisasi, krisis ekologi. berlandaskan kerangka teologis EG. Melalui analisis ini, penelitian berargumen bahwa penerapan sadar dan kreatif semangat EG akan memampukan sekolah Katolik menempa diri kembali menjadi ruang publik otentik pewartaan Sukacita Injil-komunitas di mana pengetahuan, iman, belas kasih, dan pengharapan akan Kerajaan Allah dihidupi secara integral. Dengan demikian, penelitian ini mendesak dilakukan untuk mengatasi gap antara visi magisterial Gereja dan realitas pastoral, sekaligus menawarkan model evangelisasi pendidikan yang relevan, transformatif, dan berakar kuat pada paradigma EG. Page | 59 KAJIAN PUSTAKA Lahirnya ensiklik Evangeli Gaudium menjadi upaya dalam mengatasi perubahan dunia yang semakin maju serta bisa menghalangi tantangan yang menjadi penghalang pewartaan sukacita Injil. Hal ini ditegaskan oleh Paus Fransiskus dalam ensiklik Evangeli Gaudium art. 2 bahwa dunia yang dikungkung konsumerisme menciptakan tragedi spiritual: kecemasan dari hati yang tamak, kebahagiaan semu, dan nurani yang mati. Ketika manusia terpenjara dalam egonya, ia kehilangan ruang untuk Tuhan dan kaum Imbasnya: gairah iman padam, sukacita Ilahi hilang, dan banyak orang tenggelam dalam kebenciansebuah krisis nyata bagi kaum beriman (Fransiskus 2. Melihat kondisi ini maka pentingnya kegiatan pastoral sekolah untuk melakukan pewartaan sukacita Injil dalam pendidikan Katolik. Menurut Abineno bahwa sebagai inti dari misi sekolah Katolik, pastoral sekolah berfungsi mengembangkan, meningkatkan, dan membina kehidupan iman peserta didik. Menyadari urgensi peran ini, setiap sekolah Katolik dituntut merancang program pastoral yang sistematis guna mendampingi pertumbuhan spiritual siswa secara berkelanjutan (Poto and Permana 2. Berjalannya kegiatan pastoral sekolah tersebut tentunya membutuh tenaga pendidikan yang mampu memobilisasi semua program kegiatan pastoral sekolah. Dengan kata lain, sebagai gembala yang bertanggungjawab dalam mengelola dan mengarahkan peserta didik semakin beriman dan mampu menerapkan ke dalam kehidupan sehariharinya (Haru, 2. Dengan demikian, pastoral sekolah Katolik, pendekatan "berdaya sapa" mewujud sebagai dinamika pendidikan iman yang transformatif. Ia dibangun bukan melalui indoktrinasi, melainkan melalui daya tarik intrinsik dari pengalaman hidup berkomunitas yang otentik-di mana liturgi kreatif, dialog kritis, dan pelayanan nyata menjadi ruang perjumpaan yang membangkitkan kerelaan siswa untuk terlibat (Kawi and Batlyol, 2. Kekuatan daya sapanya terletak pada kemampuan sekolah menghadirkan spiritualitas yang relevan. Hubungan antara Evangelium Gaudium (EG) dan pastoral sekolah Katolik bersifat simbiosis mendasar. Sekolah Katolik adalah sarana istimewa . rivileged mean. untuk mewujudkan visi evangelisasi yang digambarkan oleh EG. Sebaliknya, semangat dan prinsip-prinsip EG memberikan kerangka teologis dan pastoral yang segar dan mendesak untuk memperbarui, meneguhkan, dan mengarahkan kembali misi pendidikan Katolik. Sekolah bukanlah menara gading yang terpisah dari Gereja yang misioner. ia adalah "ladang misi" . ission territor. itu sendiri dan sekaligus "laboratorium" di mana model-model perjumpaan, dialog, dan transformasi sosial yang dikehendaki EG dapat diujicobakan dan dibentuk (Fransiskus 2013: 20, 24. Groome, 2011: 132 ). Oleh karena itu, implementasi konkret prinsip-prinsip inti EG-seperti menjadikan sekolah sebagai ruang perjumpaan yang inklusif, mempromosikan budaya dialog yang menghargai keberagaman, menumbuhkan belas kasih dan perhatian pada kaum marginal, serta menanamkan kegembiraan iman-menjadi tugas mendesak pastoral sekolah. Hal ini pun memberikan ruang bagi peserta didik untuk melakukan intropeksi diri dan merefleksikan kehidupan berimannya (Rosmini and Supriyadi, 2. Dengan demikian, pastoral sekolah adalah bagian dari pergerakan visi dari GE itu sendiri untuk berupaya mewartakan iman lewat sukacita Injil agar tetap terjadinya regenerasi peserta didik yang berkualitas baik pengetahuan maupun pemahaman mengenai sukacita Injil yang dipelajari dalam kegiatan pastoral sekolah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Studi pustaka adalah metode penelitian yang menggunakan sumber-sumber tertulis sebagai data primer (Creswell, 2018: Dalam penelitian ini, sumber-sumber tertulis yang digunakan adalah dokumen-dokumen Gereja Katolik, buku-buku, dan artikel-artikel ilmiah yang terkait dengan topik penelitian. Desain penelitian kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kaitan antara Evangelium Gaudium dengan pastoral Sekolah Katolik dan refleksi tentang peran Sekolah Katolik dalam mewartakan Injil. Sumber data dalam penelitian ini adalah dokumen-dokumen Gereja Katolik, buku-buku, dan artikel-artikel ilmiah yang terkait dengan topik penelitian. Dokumen-dokumen Gereja Katolik yang digunakan adalah Evangelium Gaudium, dokumen-dokumen Konsili Vatikan II, dan dokumen-dokumen lainnya yang terkait dengan pendidikan Katolik. Buku-buku dan artikel-artikel ilmiah yang digunakan adalah karya-karya akademis yang terkait dengan topik penelitian. Sumber data ini dipilih karena memiliki relevansi yang tinggi dengan topik penelitian dan dapat memberikan informasi yang akurat dan kredibel. Page | 60 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode studi pustaka. Peneliti akan mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber tertulis yang terkait dengan topik Peneliti juga akan menggunakan teknik analisis isi untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan (Krippendor 2004: . Teknik pengumpulan data ini dipilih karena dapat memberikan informasi yang mendalam dan akurat tentang topik penelitian. Analisis data dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi. Peneliti akan menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan menggunakan kategori-kategori yang terkait dengan topik penelitian. Peneliti juga akan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang terkait dengan topik penelitian (Braun and Clarke 2. Analisis data ini akan dilakukan secara sistematis dan akurat untuk memastikan bahwa hasil penelitian dapat dipercaya. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis teks Evangelii Gaudium (EG) dan literatur terkait pastoral sekolah Katolik, penelitian ini menemukan bahwa dokumen Paus Fransiskus ini menawarkan paradigma baru bagi pendidikan Katolik dengan menekankan tiga dimensi kritis: . Gereja yang "keluar" . oing fort. , . evangelisasi sebagai proses transformatif, dan . sekolah sebagai "ladang misi" dan "laboratorium" nilainilai Injil. Temuan ini sejalan dengan penelitian Kurnia Saputra . yang mengatakan bahwa pastoral sekolah merupakan program esensial yang sungguh efektif dalam upaya membangun komunitas Kristiani di sekolah Katolik. Sekolah Katolik harus bergerak melampaui fungsi akademis semata dan menjadi ruang pembentukan manusia utuh . olistic formatio. Hal ini pun didukung dengan penelitian terdahulu dari Amsikan . bahwa 85,71% responden mampu melihat pengaruh pastoral sekolah terhadap perkembangan iman anak. Selain itu, ada 1 responden 14,28% mengatakan bahwa pastoral sekolah memiliki dampak kecil terhadap perkembangan iman anak karena masih banyak anak yang tidak ingin terlibat dalam kegiatan spiritual. Namun, studi ini juga mengungkap kesenjangan serius antara visi EG dengan praktek pastoral di banyak sekolah Katolik, yang masih cenderung bersifat reaktif, birokratis, dan kurang berdialog dengan konteks sosio-kultural peserta didik (Groome 2. Salah satu temuan kunci penelitian adalah pentingnya pendekatan "perjumpaan" EG (Fransiskus 2013. sebagai jantung pastoral sekolah. Hasil temuan ini didukung dengan penelitian terdahulu dari Poto dan Permana . yang mengatakan bahwa program pastoral sekolah merupakan sarana penguatan identitas sekolah Katolik di SMAK St. Thomas Aquino Mojokerto. Melalui program pastoral sekolah ini, nilai-nilai Katolik dalam bentuk iman kepada Tuhan, nilai sosial keadilan, moralitas, nilai intelektual, dan kasih telah diajarkan kepada siswa di SMAK St. Thomas Aquino Mojokerto dengan tujuan penguatan identitas sekolah Katolik. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah berhasil menghidupi semangat EG adalah pelaku yang mengembangkan model pendampingan personal dan komunal, di mana pendidik tidak hanya mengajar tetapi juga berjalan bersama peserta didik dalam pergulatan iman sehari-hari. Hal ini memperkuat argumen EG (Fransiskus 2013. tentang "seni pendampingan" yang menuntut kesabaran dan kedekatan. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan struktural, seperti beban administratif guru dan tuntutan kurikulum nasional, yang sering menghambat terciptanya relasi pendampingan yang otentik (Miller 2. Lebih lanjut, penelitian ini membahas relevansi prinsip "pilihan preferensial bagi kaum miskin" EG (Fransiskus 2013. dalam konteks sekolah Katolik. Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah masih terjebak dalam paradoks elitisme-di satu sisi ingin membuka akses bagi kelompok marginal, tetapi di sisi lain terikat pada tuntutan finansial untuk bertahan di pasar pendidikan kompetitif. Temuan ini konsisten dengan laporan Catholic Education Australia . yang mencatat hanya 30% sekolah Katolik yang memiliki program beasiswa substansial bagi siswa kurang mampu. Padahal. EG dengan tegas menyerukan "Gereja yang miskin bagi orang miskin" (Fransiskus 2013. , yang seharusnya tercermin dalam kebijakan penerimaan siswa dan alokasi sumber daya. Dalam pembahasan akhir, penelitian ini menawarkan model integratif pastoral sekolah berbasis EG, dengan menekankan: Kurikulum yang menginkulturasi nilai-nilai EG . ialog, keadilan, ekolog. dalam semua mata pelajaran sejalan dengan penelitian terdahulu dari Poto dan Permana . Page | 61 Pembentukan komunitas edukatif yang mengutamakan kegembiraan iman (EG A. ketimbang formalisme religius. Kemitraan dengan keluarga dan Gereja lokal untuk menciptakan ekosistem evangelisasi yang Penelitian ini mengakui keterbatasan dalam hal ruang lingkup data empiris, karena berbasis studi Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji model integratif ini di konteks yang lebih beragam, termasuk sekolah Katolik di daerah pedesaan atau wilayah minoritas Katolik. Namun, temuan ini memberikan landasan teologis-pastoral yang kuat bagi pembaruan pastoral sekolah, khususnya dalam menjawab tantangan generasi Z/Alpha yang hidup di era digital dan pluralistik. Implikasi Praktis: Bagi Formasi Guru: Pengembangan modul pelatihan guru berbasis EG, khususnya tentang pedagogi dialogis dan pendampingan iman. Bagi Gereja: Sinergi lebih erat antara paroki dan sekolah dalam proyek evangelisasi bersama. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya mengonfirmasi relasi simbiosis antara EG dan pastoral sekolah, tetapi juga memberikan peta jalan konkret untuk mewujudkan sekolah Katolik sebagai "rumah Injil yang bersukacita" (Fransiskus 2013. Tabel 1. Sintesis hasil penelitian dan pembahasan Aspek Kontribusi Penelitian Relasi EG-Sekolah Simbiosis: EG sebagai landasan teologis, sekolah sebagai lapangan operasional. Problem Kunci Elitisme akademis, fragmentasi pastoral, respons lemah terhadap zaman. Solusi Model integratif berbasis 3 pilar . urikulum inkulturatif, komunitas perjumpaan. Identitas Sekolah Ruang profetis: agen perubahan, laboratorium nilai, komunitas pengharapan. Tantangan ke Depan Reformasi kebijakan inklusif dan formasi guru-misioner. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Evangelium Gaudium memiliki kaitan yang erat dengan pastoral Sekolah Katolik. Dokumen ini menekankan pentingnya Gereja yang keluar, yang berani meninggalkan zona nyaman dan terlibat dalam dunia nyata (Fransiskus 2013. Dalam konteks Sekolah Katolik, hal ini berarti bahwa sekolah harus menjadi komunitas yang beriman dan berdoa, yang bertujuan untuk membentuk siswa yang berkarakter dan berintegritas. Sekolah Katolik memiliki peran yang sangat penting dalam mewartakan Injil dan membentuk karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Oleh karena itu. Sekolah Katolik harus menjadi komunitas yang beriman dan berdoa, yang bertujuan untuk membentuk siswa yang berkarakter dan berintegritas. Dalam konteks ini, penting bagi Sekolah Katolik untuk mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan Katolik yang berakar pada tradisi Kristiani. Dengan demikian. Sekolah Katolik dapat menjadi saksi Injil yang efektif dan membentuk karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pendidikan Katolik. Pendidikan Katolik harus menjadi prioritas utama bagi Sekolah Katolik, dan sekolah harus menjadi komunitas yang beriman dan berdoa, yang bertujuan untuk membentuk siswa yang berkarakter dan berintegritas. Dalam konteks ini, penting bagi Sekolah Katolik untuk mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan Katolik Page | 62 yang berakar pada tradisi Kristiani. Dengan demikian. Sekolah Katolik dapat menjadi saksi Injil yang efektif dan membentuk karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bahwa penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada: Pengembangan model pendidikan Katolik yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang beriman dan berintegritas, . Analisis tentang peran Sekolah Katolik dalam mewartakan Injil di era digital, . Penelitian tentang dampak pendidikan Katolik terhadap karakter siswa yang beriman dan berintegritas, . Penelitian tentang peran guru Katolik dalam membentuk karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Rekomendasi untuk Sekolah Katolik bahwa Sekolah Katolik harus. Pertama. Meningkatkan kegiatan pastoral yang beragam untuk membentuk karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Kedua. Meningkatkan pendidikan yang menekankan nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, kejujuran, dan tanggung Ketiga. Meningkatkan dialog antaragama dan kerukunan antar umat beragama di sekolah. Kelima. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya identitas Sekolah Katolik sebagai lembaga pendidikan Katolik yang berakar pada tradisi Kristiani. DAFTAR PUSTAKA