P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. PELATIHAN PEMIKIRAN BERBASIS RISIKO MENGGUNAKAN TEKNOLOGI KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN AKUNTABILITAS KANTOR DISTRIK NAVIGASI PALEMBANG Hans Victor Sitepu1* 1Program Studi Akuntansi. STIE GICI Business School Jalan Raya Citayam No. 123 Permata Depok Regency. Depok. Indonesia sitepu@gmail. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract With its strategic role, the Palembang Navigation District Office has made substantial efforts to improve the quality of its services, particularly by conducting initiatives to develop Standard Operating Procedures for the many types of services it offers. One of the main activities in this series of activities is providing training entitled Risk-Based Thinking - Identifying Risk Aspects in Processes that can support Accounting and Management Information Systems. The author explains to the participants using three methods: the Lecture Method, the Question-and-Answer Method, and the Case Study Discussion Method, all of which are conducted face-to-face and divided into five sessions, beginning with the opening session, material presentation session, illustration session, question and answer session, and closing session. It is hoped that by participating in this training activity, participants will gain a better understanding of the concept and application of risk-based thinking, as well as skills in using various types of tools, techniques and computer technology commonly used in risk management, which will be integrated into the process of developing the new service procedures. According to the results of the post-activity interview, the Head of the Palembang Navigation Office was satisfied with the training results and his team's absorption of the content. Keywords: Accounting Information Systems. Management Information Systems. Public Sector Accounting. Risk Management. Risk-Based Thinking. Abstrak Dengan perannya yang cukup strategis. Kantor Distrik Navigasi Palembang melakukan upaya yang signifikan untuk memperbaiki kualitas pelayanannya, yaitu dengan mengadakan kegiatan penyusunan Standar Operasional Prosedur atas berbagai jenis pelayanan yang diberikannya. Salah satu aktifitas utama yang berada dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pemberian pelatihan bertajuk Risk-Based ThinkingMengidentifikasi Aspek Risiko Dalam Proses yang dapat mendukung Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Informasi Manajemen. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari dengan mengundang penulis sebagai pemberi materi. Penulis memberikan penjelasan kepada para peserta dengan menggunakan 3 metode, yaitu Metode Ceramah. Metode Tanya Jawab dan Metode Pembahasan Studi Kasus, yang semuanya dilakukan secara tatap muka langsung, dan dibagi ke dalam 5 sesi, mulai dari sesi pembuka, sesi pemaparan materi, sesi pemberian ilustrasi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup. Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan para peserta training dapat memperoleh dan mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep dan penerapan pemikiran berbasis risiko, serta keterampilan menggunakan berbagai jenis alat, teknik dan teknologi komputer yang biasa digunakan dalam pengelolaan risiko untuk diintegrasikan dalam proses penyusunan prosedur pelayanan yang baru yang sedang dilakukannya. Dari hasil wawancara setelah kegiatan berakhir. Kepala Kantor Navigasi Palembang mengaku puas atas hasil dari pemberian pelatihan dan penyerapan materi yang dialami oleh timnya. Kata kunci: Sistem Informasi Akuntansi. Sistem Informasi Manajemen. Akuntansi Sektor Publik. Manajemen Risiko. Risk-Based Thinking. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. PENDAHULUAN Prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan atau organisasi, tak terkecuali instansi publik, seperti instansi pemerintahan daerah hingga di level yang terkecil sekalipun . Di instansi kementerian atau lembaga pun prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen telah menjadi hal serius yang menjadi perhatian. Hal ini terlihat jelas, seperti misalnya di instansi perhubungan. Prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen juga telah digunakan, seperti di instansi perhubungan, baik yang berada di level daerah yang menggunakan teknologi web . , maupun di instansi yang berada di pusat yang menggunakan prosedur aplikasi sistem informasi akuntansi yang terpasang di komputer pribadi . Di sektor swasta, seperti di industri perbankan . , prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen justru telah lama menjadi perangkat utama yang dapat digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. Prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen memang menjadi suatu komponen yang tak terpisahkan di dalam sebuah tata kelola organisasi yang baik . Melalui prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen, maka sumber daya manusia organisasi tersebut memiliki panduan dan informasi yang valid untuk tahapan pelaksanaan setiap kegiatan di dalam organisasi . Prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen memberikan arahan yang jelas bagi setiap personel di dalam organisasi untuk memastikan bahwa hasil pekerjaannya telah memenuhi ekspektasi dari para pemangku kepentingan yang ada. Dengan kata lain, ketiga hal tersebut pada akhirnya akan sangat menentukan hasil dari seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi demi pencapaian sasaran akhirnya. Mengingat betapa pentingnya hal ini, setiap organisasi di manapun di seluruh dunia, apapun sektor industrinya, telah dan akan memiliki prosedur dan sistem tersendiri yang disusun sedemikian rupa dengan seksama, dengan maksud untuk memberikan keamanan bagi organisasi tersebut, mendukung pengambilan keputusan, meminimalisir terjadinya kesalahan dalam melaksanakan sebuah kegiatan, mengantisipasi risiko, serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional . Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat membantu organisasi mencapai sasarannya dan mendukung keberlanjutan bisnisnya . Bentuk prosedur dan sistem ini dapat berupa aturan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. formal yang baku, ataupun berupa norma tingkah laku yang hanya disepakati secara informal. Bahkan organisasi dengan ruang lingkup aktifitas yang terkecilpun, seperti Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) ataupun organisasi nirlaba sederhana, sangat membutuhkan prosedur dan sistem informasi akuntansi untuk dapat memantau perkembangan dan pertumbuhannya selama organisasi tersebut masih berdiri. Demi memastikan implementasinya yang efektif dan efisien, dengan adanya prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen, maka organisasi memiliki kesempatan untuk mendukung sumber daya manusia pelaksananya dengan memberikan pelatihan khusus kepada mereka terkait dengan pembuatan ataupun penerapan prosedur dan sistem informasi akuntansi yang telah ada. Hal ini karena pada dasarnya organisasi memang memiliki harapan yang tinggi terhadap sumber daya manusia yang menjalankan setiap prosedur kegiatan yang ada, demi mendukung terciptanya sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas pekerjaan mereka, melalui kepatuhan terhadap prosedur dan sistem informasi . kuntansi dan manajeme. yang telah ditetapkan sebelumnya dalam pengambilan keputusan yang diperlukan oleh manajemen organisasi, terlebih di era penggunaan visualisasi data saat ini . Di sisi lain, pencapaian sasaran organisasi juga terancam oleh adanya berbagai risiko yang Dinamika perkembangan dunia bisnis dan geopolitik telah menghadirkan berbagai jenis risiko baru yang belum pernah ada sebelumnya. Jika sebelumnya organisasi hanya menghadapi risiko kegagalan operasional internal serta risiko kegagalan penetrasi pasarnya, saat ini risiko yang lebih besar dan semakin besar lagi akan terus mengancam keberadaan setiap organisasi . Mulai dari risiko hukum, risiko politik, risiko lingkungan, risiko volatilitas mata uang dan harga komoditas, risiko disrupsi teknologi, hingga risiko stakeholdernya, semuanya jelas semakin intens dihadapi oleh organisasi masa kini, terlebih di era disrupsi digital seperti saat ini . Setiap organisasi yang ingin bertahan dan terus berkembang diharapkan dapat mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko ini hingga pada tahap di mana organisasi dapat menerima risiko residual yang masih ada. Instansi ataupun Organisasi sektor publik seperti Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang juga memiliki tujuan yang sama dalam kaitannya dengan upaya pembentukan dan P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. penerapan prosedur, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen, serta upaya mengintegrasikannya dengan pengelolaan risiko yang ada dengan menggunakan pendekatan proses . rocess approac. Terlebih dengan adanya fakta bahwa instansi sektor publik diperhadapkan pada risiko, harapan, tanggungjawab dan akuntabilitas publik yang lebih kompleks dibandingkan dengan organisasi yang berorientasi laba seperti perusahaan pada umumnya . Sifat, fungsi dan peran instansi publik pengelola infrastruktur transportasi, seperti Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, sangat rentan untuk disoroti oleh Masyarakat jika pelaksanaan pemberian layanan yang dilakukannya ternyata tidak memenuhi ekspektasi masyarakat luas, terutama pada cakupan lokasi di mana institusi ini beroperasi . Di sinilah pentingnya implementasi dan pembuatan prosedur yang mempertimbangkan juga pemikiran berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. dalam mengidentifikasi berbagai aspek risiko yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan setiap prosedur tersebut. Saat sebuah prosedur disusun, sangat penting bagi organisasi untuk mengidentifikasi dan memitigasi berbagai jenis risiko yang melekat pada setiap tahapan proses yang termasuk dalam prosedur yang dimaksud. Suatu kekhawatiran yang sering kali alpa dipertimbangkan oleh para penyusun prosedur adalah bahwa setiap komponen yang terlibat dalam pelaksanaan setiap tahapan proses ternyata memiliki risikonya masing-masing. Jika hal ini dapat diidentifikasi dan dipertimbangkan mitigasinya sedari awal, maka organisasi akan dapat mengantisipasi dan bahkan menekan potensi negatif yang mungkin muncul dari pelaksanaan prosedur tersebut setelah disahkan oleh otoritas yang berwenang, sekaligus menempuh strategi yang memenangkan persaingan . Pemikiran berbasis risiko yang diterapkan dalam penyusunan dan pelaksanaan setiap prosedur sebaiknya memang diterapkan pada organisasi masa kini. Jika organisasi mampu menerapkan Teknik ini, maka manajemen akan sangat terbantu dalam memperoleh informasi yang diperlukan dalam setiap proses pengambilan keputusan nya sehingga dapat mendukung aktifitas pengendalian risiko, baik yang baru ataupun yang sudah ada, dengan cara yang terintegrasi dan dinamis . Melalui pemikiran berbasis risiko, penerapan sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen di dalam organisasi pun akan menjadi lebih efisien dan efektif, yang didukung dengan kemampuan organisasi mengelola risikonya dengan baik . Hal ini tentunya dapat tercermin dalam hasil kinerja dan laporan keuangan yang dihasilkan oleh organisasi . Dengan demikian, pemikiran berbasis risiko di dalam organisasi mampu mendukung penerapan sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang baik dalam organisasi, sekaligus mendorong terciptanya pelaporan kinerja dan keuangan yang handal bagi organisasi tersebut sesuai harapan Melalui upaya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada Masyarakat. Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang Standar Operasional Prosedur yang baru atas berbagai jenis pelayanan yang diberikannya. Hal ini dilakukan dengan maksud agar terhadap setiap jenis pelayanan tersebut telah tersedia prosedur yang kuat dan valid demi tercapainya kepuasan optimal atas layanan berkualitas yang dirasakan oleh Masyarakat dan para stakeholder lainnya, terlebih adanya peran Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang salah satu sebagai penggerak utama perekonomian daerah dan nasional. Sebagai bagian dari penyusunan prosedur yang baru ini. Kepala Kantor Distrik Navigasi TipeA Kelas 1 Palembang melihat bahwa permasalahan utama yang selama ini mengemuka di organisasinya adalah bahwa seluruh prosedur yang telah ada selama ini masih belum mempertimbangkan setiap risiko yang berpotensi mengganggu penerapan sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang telah dimilikinya, sekaligus juga berpotensi menurunkan akuntabilitas organisasi tersebut selaku institusi pelayanan publik. Selain itu. Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang juga menyadari betapa pentingnya pemahaman para pimpinan beserta jajaran staf yang berada di bawah koordinasinya mengenai integrasi penerapan dan pengelolaan risiko di Dengan demikian, tujuan dari kegiatan pemberian pelatihan . mengenai Riskbased Thinking kepada personil Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang ini terdiri dari 4 hal utama. Yang pertama adalah untuk mensosialisasikan pentingnya pertimbangan risiko dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur yang baru demi mendukung sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang Yang kedua adalah untuk mengenalkan pentingnya penggunaan teknologi komputer dalam implementasi pengelolaan risiko organisasi. Yang ketiga adalah untuk mendorong peningkatan akuntabilitas kegiatan operasional dan pelayanan yang diberikan oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Sedangkan yang terakhir dan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. yang terutama adalah untuk membantu segenap insan Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang dalam memahami dan melakukan pemikiran berbasis risiko (Risk-based thinkin. , serta mengidentifikasi berbagai aspek risiko dalam setiap proses kerja dan pelayanannya dalam rangka Standar Operasional Prosedur yang baru di akhir tahun 2023 yang lalu. Sedangkan tujuan dari penulisan laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara mendokumentasikan secara rinci mengenai metode dan rangkaian kegiatan pemberian pelatihan . mengenai Risk-based Thinking yang telah komputer kepada segenap personil Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, beserta Selain itu juga untuk menyebarkan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya penerapan manajemen risiko dan Risk-based Thinking bagi implementasi sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang handal demi organisasi yang lebih akuntabel. Oleh karena itu, inisiatif pemberian Risk-Based ThinkingMengidentifikasi Aspek Risiko Dalam Proses ini kemudian diajukan untuk dilakukan dengan mengundang penulis sebagai narasumber untuk Pelatihan seperti ini memang telah terbukti dapat memberikan dampak berupa peningkatan aspek kognitif bagi para peserta dalam bentuk perolehan dan peningkatan pemahaman pemikiran berbasis risiko . , . , serta keterampilan menggunakan berbagai jenis alat dan teknik yang biasa digunakan dalam pengelolaan risiko untuk diintegrasikan dalam proses penyusunan prosedur pelayanan yang baru yang akan dan sedang dilakukan oleh setiap oroganisasi. Penyelenggara beserta penulis memiliki harapan yang sama terhadap hasil dari pelatihan ini bagi para pimpinan dan jajaran staf Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT alur dan perlintasan dengan menggunakan sarana instalasi untuk kepentingan keselamatan pelayaran. Instansi ini berdomisili di Kota Palembang, tepatnya berada di Jl. Blinyu No. 9 Boombaru. Lawang Kidul. Kec. Ilir Tim. II. Kota Palembang. Sumatera Selatan. Kode Pos 30115. Kegiatan pelatihan dilakukan pada tanggal 1 Desember 2023 dengan mengundang pengalaman penulis di bidang pengelolaan dan implementasi manajemen risiko, sistem informasi akuntansi, serta sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015 di PT Antam. Tbk. pada kurun waktu 2011 Ae 2014. PT United Equipment Indonesia pada kurun waktu 2021 Ae 2022, serta di PT Pelabuhan Tanjung Priok sejak tahun 2022 hingga kini. Penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan metode secara tatap muka langsung pada Lokasi kerja instansi penyelenggara . n-house trainin. Hal ini mengingat adanya bahwa seluruh peserta pelatihan bekerja pada instansi yang sama, serta berada pada Lokasi tempat yang sama, sehingga cukup penulis saja sebagai pemateri yang mendatangi para peserta. Untuk pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan beberapa metode, termasuk di antaranya adalah Metode Ceramah. Metode Tanya Jawab dan Metode Pembahasan dan Diskusi Studi Kasus. Sedangkan untuk proses pelaksanaannya dibagi menjadi 3 bagian besar, yang terdiri dari: Pertama adalah Tahapan Persiapan Pelatihan. Pada tahapan persiapan pelatihan ini, terdapat beberapa hal yang dilakukan oleh penyelenggara dan pemateri, yang terdiri dari penentuan tujuan pelatihan, penentuan metode penyampaian pelatihan, penentuan target peserta pelatihan, penyusunan materi pelatihan dan alokasi waktu yang pelaksanaannya dan penentuan waktu dan tempat pelaksanaannya Kedua adalah Tahapan Pelaksanaan. Untuk mencapai maksud penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini, penulis bersama penyelenggara telah membagi materi pelatihan ke dalam 4 topik . ermasuk Case Stud. yang penyampaiannya dilakukan sebelum dan sesudah makan siang selama 1 hari pelaksanaan, yang rinciannya seperti ditunjukkan pada Tabel 1 berikut ini: Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan dan dikelola oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, sebuah instansi di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan yang bertugas untuk pengadaan, dan pengawasan sarana bantu navigasi pelayaran, telekomunikasi pelayaran, serta kegiatan pengamatan laut, survey hidrografi, pemantauan Tabel 1. Detail Jadwal Penyelenggaran Pelatihan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Kegiatan Registrasi Peserta Pembukaan oleh MC Doa Bersama Sambutan Kepala Kantor Topik 1 A Glance about Risk Management. Topik 2 Identifying Risk in Process Assessing. Waktu (WIB) 00 Ae 08. 30 Ae 08. 35 Ae 08. 40 Ae 09. 00 Ae 10. 00 Ae 11. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Kegiatan ISHOMA Topik 3 Risks in Document Control. Coffee Break Topik 4 Case Study Sesi Tanya Jawab Foto Bersama Penutup oleh MC Waktu (WIB) 30 Ae 13. 00 Ae 15. 00 Ae 15. 30 Ae 16. 15 Ae 16. 45 Ae 16. 55 Ae 17. Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Ketiga adalah Tahapan Evaluasi. Tahapan ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tingkat penyerapan peserta terhadap materi yang disampaikan oleh pemateri. Hal ini sangat penting bagi instansi penyelenggara untuk menilai tingkat fokus dan keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan ini, serta menilai tingkat penyerapan materi yang telah diberikan oleh penulis. Tahapan ini terbagi atas tiga proses yang terdiri dari pengamatan langsung terhadap fokus dan konsentrasi para peserta selama pelatihan berlangsung, pencatatan jumlah pertanyaan yang diajukan oleh para peserta pada sesi Tanya Jawab, dan terakhir adalah wawancara langsung dengan Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang mengenai output yang dirasakan setelah kegiatan pelatihan selesai diselenggarakan. Penulis selaku pemateri dalam kegiatan ini menggunakan metode pengajaran umum dengan alur sesi sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1 untuk mencapai maksud penyelenggaraan sesuai yang diharapkan melalui kegiatan pelatihan ini. Sesi Pembukaan Sesi Penjelasan Materi Sesi Pemberian Ilustrasi Sesi Tanya Jawab Sesi Penutup Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Gambar 1. Alur Sesi Pelaksanaan Pelatihan Kegiatan dimulai dengan sesi Pembukaan. Kegiatan pembukaan ini terdiri dari Registrasi Peserta. Pembukaan oleh MC. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Doa Bersama. Laporan Panitia Kegiatan, serta Opening Speech oleh Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Sesi ini berlangsung dengan dengan durasi selama 60 Setelah sesi Pembukaan dilaksanakan, maka tahapan berikutnya adalah sesi Penjelasan Materi pelatihan, yang dimulai dengan pemaparan berbagai prinsip, konsep dasar dan teknik penggunaan komputer sesuai topik bahasan yang telah disepakati. Sesi ini berlangsung mulai pukul 00 Ae 15. 30 WIB, dengan diselingi ISHOMA dan Coffee Break, sehingga total durasi bersih untuk penjelasan materi adalah 270 menit. Adapun materi prinsip dan konsep dasar yang diberikan terdiri dari 3 topik. Topik 1 yang berjudul A Glance about Risk Management. Materi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman awal kepada para peserta mengenai konsep dasar manajemen risiko dan prinsip Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. , termasuk di antaranya adalah definisi, kerangka kerja, proses, fungsi dan siklus manajemen risiko, pengukuran, mitigasi dan evaluasi risiko, serta tindakan pencegahan sebagai elemen dasar dari ide pemikiran berbasis risiko. Konsep ini diharapkan menjadi landasan utama yang dapat digunakan oleh para peserta sebelum mulai masuk ke dalam konsep yang lebih dalam di materi yang kedua. Topik 2 yang berjudul Identifying Risk in Process. Materi memperdalam pengetahuan para peserta terkait konsep penting mengenai Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. , termasuk di antaranya adalah peran pemikiran berbasis risiko bagi keberhasilan organisasi dan penggunaan berbagai perangkat dalam menerapkan pemikiran berbasis risiko bagi organisasi, seperti analisa SWOT, analisa PESTLE, penggunaan alat penilaian risiko (Risk Assessment Tool. , seperti PRA (Preliminary Risk Assessmen. & FMEA (Failure Mode Effect Analysi. , penggunaan daftar risiko (Risk Registe. , serta penggunaan teknologi komputer . eperti Ms. Wor. Ms. Excel dan Ms. Visi. dalam melakukan berbagai hal tersebut. Terakhir. Topik 3 yang berjudul Assessing Risks in Document Control. Materi ini dimaksudkan untuk memberikan keterampilan teknis bagi para peserta dalam menerapkan prinsip Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru di Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Beberapa hal yang dibahas pada sesi ini antara lain adalah mengenai konsep Standar Operasional Prosedur, peran dokumen dalam prosedur, pengelolaan, penilaian dan pengendalian risiko pada penerapan prosedur, serta pelaksanaan Risk & Control Self-Assessment (RCSA) sebagai suatu langkah penting dalam menilai dan memeriksa bahaya operasional serta kemanjuran pengendalian manajemen risiko yang telah diterapkan pada setiap Standar Operasional Prosedur yang diterbitkan. Selain pembekalan materi berupa teori dan konsep aplikasi, kegiatan pelatihan juga dilengkapi dengan sesi Pemberian Ilustrasi, yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman penting bagi para Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. peserta dalam menerapkan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. dalam mendukung Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru di Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Sesi Pemberian Ilustrasi ini berupa berbagai contoh nyata yang mengilustrasikan implementasi konsep dasar yang sudah dijelaskan sebelumnya. Ilustrasi contoh yang diberikan oleh penulis berdasarkan praktek terbaik yang pernah diimplementasikan oleh penulis pada industri perkebunan, pertambangan dan industri lainnya di mana penulis pernah berkarya selama ini. Sesi ini berlangsung mulai pukul 15. 30 Ae 16. 15 WIB, sehingga total durasi bersih untuk penjelasan materi adalah 45 menit. Adapun materi ilustrasi yang diberikan terdiri dari: Pertama, ilustrasi penerapan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. pada Standar Operasional Prosedur Pelayanan kegiatan utama Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, yaitu SOP Perbaikan Mesin dan Pendukung. Ilustrasi ini membahas berbagai risiko dan pengendalian yang perlu diterapkan untuk memitigasi setiap hal berbahaya yang berpotensi berdampak pada setiap komponen dari proses Kegiatan Perbaikan Mesin dan Pendukung . ermasuk alat sonar, batimetri dan mesin berteknologi tinggi lainnya yang digunakan dalam pemberian layanan kenavigasian pelayara. , serta bagaimana penerapan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. dapat membantu organisasi dalam memastikan pelaksanaan SOP Perbaikan Mesin dan Pendukung dalam kegiatan operasional Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang telah memitigasi berbagai risiko yang dapat diterima. Dan materi ilustrasi yang kedua adalah penerapan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. pada Standar Operasional Prosedur Pelayanan kegiatan pendukung Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, yaitu SOP Pembukuan Kas Umum. Ilustrasi ini membahas berbagai risiko dan pengendalian yang perlu diterapkan untuk memitigasi setiap hal berbahaya yang berpotensi berdampak pada setiap komponen dari proses Kegiatan Pembukuan Kas Umum, serta bagaimana penerapan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. dapat membantu organisasi dalam memastikan pelaksanaan SOP Pembukuan Kas Umum dalam kegiatan operasional Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang telah memitigasi berbagai risiko yang dapat diterima untuk mendukung implementasi Sistem Informasi Akuntansi & Sistem Informasi Manajemen yang handal bari organisasi. Mendekati akhir dari kegiatan pelatihan ini, penulis juga menyediakan Sesi Tanya Jawab, yang terbuka bagi para peserta kegiatan. Sesi tanya jawab ini sengaja dibuka untuk memberikan kesempatan bertanya kepada para peserta, terutama untuk mengantisipasi jika sekiranya ada hal-hal tertentu yang masih belum dapat dipahami oleh peserta pada saat penjelasan konsep dasar beserta Sesi ini berlangsung mulai pukul 16. Ae 16. 45 WIB, sehingga total durasi bersih untuk penjelasan materi adalah 30 menit. Kegiatan pelatihan ini kemudian diakhiri dengan sesi Penutup, berupa Foto Bersama Penulis dan Seluruh Peserta, serta Penutupan oleh MC. Sesi ini berlangsung mulai pukul 16. 45 Ae 17. 00 WIB, sehingga total durasi bersih untuk penjelasan materi adalah hanyalah 15 menit, mengingat waktu penggunaan ruangan meeting yang juga terbatas. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan bertajuk Risk-Based Thinking-Mengidentifikasi Aspek Risiko Dalam Proses ini dilakukan sebagai bagian dalam acara Rapat Koordinasi Penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Kegiatan pelatihan ini berlangsung pada tanggal 1 Desember 2023 pukul 00 sampai dengan 17. 00 WIB secara tatap muka langsung di luar tempat kerja, mengingat adanya keterbatasan ruang meeting yang tersedia di tempat kerja dari pihak penyelenggara. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Zuri Hotel Palembang. Peserta pelatihan berjumlah 30 orang, terdiri dari Kepala Kantor, segenap pimpinan teras, hingga staff Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Penulis mengamati bahwa dinamika proses penyajian materi pelatihan ini dapat dikatakan cukup menarik. Pada setiap sesi pemberian materi yang ada, baik materi konsep maupun materi ilustrasi, terbukti setiap peserta aktif terlihat berkonsentrasi penuh dalam mencatat dan mengikuti berbagai materi yang disajikan oleh Selanjutnya, pada sesi tanya jawab pun, para peserta sangat aktif mengajukan pertanyaanpertanyaan yang relevan dan terkait erat dengan materi yang diberikan oleh penulis. Selama 1 hari pelatihan ini dilaksanakan, penulis mencatat adanya total 18 pertanyaan yang diajukan oleh seluruh peserta. Pertanyaan yang diajukan terkait dengan konsep, prinsip, maupun implementasi materi yang telah disampaikan oleh penulis. Hal ini menunjukkan antusiasme dan semangat peserta dalam mempelajari prinsip dan praktek Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. ini di tempat kerjanya saat ini. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Berikut pada Gambar 2 sampai dengan Gambar 5 disajikan foto-foto dokumentasi pelaksanaan kegiatan pelatihan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. Untuk Mengidentifikasi Aspek Risiko Dalam Prosedur yang diikuti oleh para peserta dari Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang sesuai materi yang dilaporkan oleh penulis melalui jurnal ini. Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Gambar 2. Sesi Pembukaan Acara dengan lebih hidup dan dinamis. Hal ini karena para peserta memiliki sikap skeptis dan rasa ingin tau yang tinggi secara umum, meskipun belum memiliki dasar pengetahuan yang memadai terkait dengan aktivitas kerja pengelolaan risiko yang selama ini Materi yang disajikan pun dirasa telah sejalan dengan kebutuhan para para peserta pelatihan, terlepas dari level dan posisi jabatannya masing-masing. Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Gambar 4. Sesi Tanya Jawab Untuk Topik Materi Kegiatan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan pelatihan Pemikiran Berbasis risiko (RiskBased Thinkin. Untuk Mengidentifikasi Aspek Risiko Dalam Prosedur yang diselenggarakan oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang ini telah terselenggara dengan suskes sesuai dengan harapan dan rencana yang telah ditetapkan Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Gambar 5. Sesi Tanya Jawab Untuk Studi Kasus Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Gambar 3. Sesi Penyampaian Materi Secara umum seluruh peserta pelatihan telah memberikan respon yang antusias, terbuka dan positif selama penyelenggaraan kegiatan ini. Latar belakang pendidikan dan keilmuan, pengalaman penugasan dan ritme kerja peserta yang cukup bervariasi menjadikan proses penyampaian materi pelatihan dapat terlaksana Melalui pembenahan dan perbaikan kegiatan operasionalnya. Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang memang telah mengagendakan kegiatan penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru ini di akhir tahun 2023 ini. Terkait dengan hal tersebut, pihak Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang juga telah menyadari pentingnya mempertimbangkan komponen risiko di dalam setiap prosedur yang akan disusunnya. Di sinilah peran penulis diperlukan dalam menyampaikan materi terkait pengelolaan risiko, pemikiran berbasis risiko (Risk-based thinkin. dan pengidentifikasian aspek risiko dalam setiap proses Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Risiko sebagai suatu ketidakpastian yang melingkupi kejadian dan hasil di masa depan perlu selalu mendapat perhatian di setiap organisasi Hal ini karena risiko merupakan ekspresi kemungkinan dan dampak suatu peristiwa yang berpotensi mempengaruhi pencapaian tujuan dari setiap organisasi tersebut . Dan cara terbaik untuk dapat menangani risiko ini adalah melalui penerapan pengelolaan atau manajemen risiko, yang meliputi suatu proses pengambilan keputusan yang sistematik dan terorganisir dengan baik, yang secara efisien dapat mengidentifikasi risiko, menganalisa risiko dan secara efektif mengurangi atau mengeliminasi risiko guna mencapai tujuan. Perihal manajemen risiko ini lah yang belum diterapkan selama ini di Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Dalam proses manajemen risiko, terdapat siklus penting yang akan terus terjadi di dalam organisasi, yang meliputi identifikasi risiko, pengukuran risiko, pemetaan risiko, pengelolaan risiko, serta pemantauan dan pengendalian risiko . Di dalam salah satu aktifitas dari kelima komponen siklus tersebut, yaitu pengukuran risiko, terdapat 2 faktor penting yang akan mempengaruhi aktifitas dari komponen lainnya di dalam siklus tersebut, yaitu kuantitas risiko . aitu berapa banyak nilai atau eksposur yang rentan terhadap risik. dan kualitas risiko . aitu yang terkait dengan kemungkinan terjadinya risiko tersebu. Metode yang digunakan untuk melakukan pengukuran risiko ini juga terdiri dari 2 yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Penulis memberikan pembekalan mengenai materi manajemen risiko ini hingga ke penggunaan metode kuantitatif dan kualitatif dalam pengukuran risiko dengan menggunakan teknologi komputer berupa aplikasi kertas kerja spreadsheet. Diharapkan bahwa melalui pelaksanaan pelatihan yang diberikan oleh penulis ini, proses pengukuran risiko yang akan dilakukan oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang juga menjadi lebih sistematik dan terorganisir dengan baik. Hal berikutnya yang juga menjadi materi pelatihan pada kegiatan ini adalah terkait dengan implementasi pemikiran berbasis risiko (Risk-based thinkin. sebagai tahapan lanjutan dari penerapan manajemen risiko. Implementasi pemikiran berbasis risiko ini sangat penting terkait dengan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru ini di akhir tahun 2023 ini, mengingat bahwa pada setiap prosedur yang akan disusun tersebut memiliki risikonya sendiri yang berbeda satu sama lain. Hal ini mengingat bahwa Risk-based Thinking memastikan bahwa seluruh risiko yang dihadapi oleh organisasi diharapkan telah diidentifikasi, dipertimbangkan dan dikendalikan melalui perancangan dan penggunaan prosedur yang ada, termasuk Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang sedang dan akan disusun di akhir tahun 2023 ini. Sejalan dengan pemikiran berbasis risiko (Risk-based thinkin. , penulis menyampaikan bahwa terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang pada tahapan awal, termasuk analisa SWOT (Strength. Weakness. Opportunity & Threa. dan analisa PESTLE (Political. Economical. Social. Technology. Legal & Environmen. Kedua metode analisa ini merupakan metode kualitatif yang dapat diterapkan untuk memetakan berbagai risiko, sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 6, yang terkait dengan kegiatan operasional Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Di tahap selanjutnya, penulis juga menjelaskan perangkat analisa yang bisa digunakan terdiri dari 2 hal, yaitu PRA (Preliminary Risk Assessmen. sebagai model analisa yang lebih sederhana dengan menggunakan tingkat kuantitas dan kualitas risiko di dalam Risk Register, dan FMEA (Failure Mode Effect Analysi. sebagai model modifikasi terkini dari model asesmen risiko yang menggunakan skala tingkat kuantitas, kualitas dan deteksi risiko yang diterjemahkan dalam bentuk Risk Priority Number dan telah digunakan di berbagai segmen industri manufaktur dan jasa . Kedua model ini merupakan metode kuantatif yang dapat digunakan oleh Kantor Distrik Navigasi TipeA Kelas 1 Palembang dalam pengukuran setiap risikonya, sehingga pada saat penjelasan hal ini, penulis menggunakan teknologi komputer berupa aplikasi kertas kerja spreadsheet. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Terkait Visi Organisasi Kepuasan Pelanggan Terkait Ruang Lingkup Pekerjaan RISIKO YANG DIHADAPI DISNAV PALEMBANG Terkait dengan Kebijakan & Tujuan Mutu Ketidaksesuaian Produk/Layanan Akhir Terkait dengan Proses Sumber: (Dokumentasi penulis, 2. Gambar 6. Risiko Yang Dihadapi Disnav Palembang P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Hal terakhir, dan menjadi hal terpenting yang mengelaborasi kedua materi yang telah dijelaskan sebelumnya, dan keterkaitannya dengan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang di akhir tahun 2023 ini adalah terkait dengan langkah pengidentifikasian aspek risiko dalam setiap proses kerja dan pelayanan yang akan dibuatkan Standar Operasional Prosedurnya. Pada materi ini, penulis mengintegrasikan konsep dan pemahaman manajemen risiko serta Risk-based Thinking yang telah disampaikan pada 2 topik sebelumnya, dengan tahapan penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru yang akan dilakukan. Pada langkah ini, penulis mengajarkan kepada para peserta mengenai bagaimana mengidentifkasi setiap risiko yang mungkin terdapat pada ataupun berdampak bagi setiap komponen dalam proses dan langkah kerja yang akan disusun Standar Operasional Prosedur. Setiap risiko tersebut mungkin terdapat pada ataupun berdampak bagi setiap komponen . ang meliputi manusia, peralatan, aset lainnya, bahan kimia, maupun makhluk hidup lainny. dalam prosedur tertulis yang akan disusun . Proses identifikasi ini kemudian diakhiri dengan pelaksanaan RCSA (Risk and Control Self Assessmen. sebagai suatu langkah untuk menilai dan memeriksa bahaya operasional dan kemanjuran pengendalian manajemen risiko. Melalui materi ini, diharapkan seluruh insan Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang dapat melakukan penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru yang telah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan risiko dan Risk-based Thinking yang komprehensif untuk memastikan bahwa setiap Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang disusun telah memitigasi setiap risiko yang mungkin terjadi pada Terdapat beberapa indikator kualitatif yang dapat menilai keberhasilan pelaksanaan pelatihan serta kepuasan para peserta atas penyelenggaraan pelatihan tersebut. Indikator pertama, terdapat kesesuaian antara materi yang disajikan dengan kebutuhan para peserta selaku Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru di Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, khususnya dalam peran mereka untuk dapat mendorong terciptanya pengelolaan Manajemen Risiko. Sistem Informasi Akuntansi dan Sistem Informasi Manajemen yang handal dan terpercaya bagi organisasi. Indikator kedua, respon yang ditunjukkan oleh peserta selama kegiatan berlangsung berupa intensitas dan kualitas pertanyaan serta respon yang diberikan secara langsung oleh pembicara dalam menanggapi pertanyaan yang diajukan. Kualitas jawaban yang diberikan oleh penulis pun dinilai telah memuaskan oleh para peserta sehingga terlihat peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti kegiatan pelatihan ini. Indikator ketiga, tingkat pemahaman peserta atas materi yang telah dipaparkan dan dijelaskan oleh penulis juga terbukti sangat baik, yang dapat terlihat pada hasil wawancara langsung yang dilakukan oleh penulis kepada Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang setelah kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan. Dari hasil wawancara. Kepala Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang menyatakan puas atas hasil dan materi pelatihan yang telah diberikan oleh penulis dalam kegiatan ini. Indikator terakhir, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi ajang penulis dalam melaksanakan sharing pengetahuan praktis dan konseptual hingga implementasi bagi para peserta, sekaligus sebagai kesempatan pagi penulis untuk memperkuat pemahamannya kembali sesuai dengan perkembangan penerapan manajemen risiko dan system informasi akuntansi terkini. Sehingga dengan demikian antara pemateri dan peserta sama-sama mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat dan keterampilan yang Untuk keempat indikator keberhasilan yang telah disebutkan ini, penulis memang tidak dapat mengukurnya secara langsung mengingat adanya keterbatasan waktu penyelenggaraan kegiatan ini. Hal ini dapat diukur lebih lanjut secara empiris jika penulis memiliki kesempatan lanjutan di masa mendatang untuk melakukan hal tersebut. Adapun manfaat yang diharapkan dapat diterima oleh masyarakat melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 5 hal. Pertama adalah manfaat bagi seluruh tim penyusun Standar Operasional Prosedur pelayanan Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, yang mengembangkan ilmu dan pengetahuan mengenai manajemen risiko dan Risk-based Thinking yang telah diterima dari penulis pada kegiatan training ini, dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur yang baru bagi setiap aktifitas operasional dan pelayanan mereka kepada masyarakat seharihari. Kedua adalah manfaat bagi pimpinan Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, yang diharapkan dapat memiliki perangkat Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. manajerial yang lebih tajam dan aplikatif dalam mengelola dan memimpin seluruh aktifitas operasional dan pelayanan yang diberikan berdasarkan Standar Operasional Prosedur yang telah disusun dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen risiko dan Risk-based Thinking yang telah diterima dari penulis pada kegiatan training Ketiga adalah manfaat bagi segenap insan Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, yang diharapkan dapat melakukan segala aktifitas operasional dan pelayanan mereka kepada masyarakat berdasarkan Standar Operasional Prosedur yang telah disusun dengan jelas, sistematis, komprehensif dan telah memenuhi kaidah-kaidah manajemen risiko dan Risk-based Thinking yang telah diterima dari penulis pada kegiatan training ini. Keempat adalah manfaat bagi masyarakat para pengguna jasa Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, baik itu perusahaan pelayaran, perusahaan logistik, pelabuhan, dan instansi ataupun perusahaan lainnya, yang diharapkan dapat menerima pelayanan yang prima dan akuntabel dari Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang berdasarkan Standar Operasional Prosedur pelayanan yang telah disusun dengan memenuhi kaidah-kaidah manajemen risiko dan Risk-based Thinking yang telah diterima dari penulis pada kegiatan training ini. Terakhir adalah manfaat bagi masyarakat umum di kota Palembang. Provinsi Sumatera Selatan dan Pulau Sumatera, yang diharapkan dapat merasakan geliat pertumbuhan ekonomi yang semakin positif sebagai dampak dari kelancaran lalu lintas laut dan sungai yang dihasilkan melalui pelayanan prima yang diberikan oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang berdasarkan Standar Operasional Prosedur yang telah disusun dengan jelas, sistematis, komprehensif dan telah memenuhi kaidah-kaidah manajemen risiko dan Risk-based Thinking yang telah diterima dari penulis pada kegiatan training ini. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini telah mampu memperkuat pemahaman akan konsep, pengetahuan dan praktek keterampilan peserta dalam mengimplementasikan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. untuk Mengidentifikasi Aspek Risiko dalam rangka penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru di Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Selain itu, melalui pelatihan ini diharapkan juga muncul perubahan kesadaran baru yang diharapkan terjadi pada para peserta mengenai kemampuan konseptual dan teknis yang wajib dimiliki oleh para peserta yang diberi tanggungjawab untuk melaksanakan penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan yang baru di Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Semua hal tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya implementasi, pengelolaan manajemen risiko, sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang kuat dan handal bagi instansi tempat mereka mengabdi, sekaligus meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi yang sangat berarti di masa yang akan datang, terutama dalam menyongsong berbagai tantangan pertumbuhan ekonomi global dan nasional. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. KESIMPULAN Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat (PkM) berupa penyelenggaraan kegiatan pelatihan Pemikiran Berbasis risiko (RiskBased Thinkin. Untuk Mengidentifikasi Aspek Risiko Dalam Prosedur yang diselenggarakan oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang ini telah dilaksanakan dengan baik. Penulis melihat bahwa pengimplementasian prinsip Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. untuk mengidentifikasi aspek risiko dalam penyusunan mendatangkan manfaat yang optimal bagi pembenahan sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen di Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Seluruh indikator keberhasilan yang diperoleh penulis setelah kegiatan ini berakhir masih bersifat kualitatif, sehingga membutuhkan pengukuran lebih lanjut secara empiris jika penulis memiliki kesempatan lanjutan di masa mendatang untuk melakukan hal Hal ini mengingat bahwa sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen memang sangat penting dalam mendukung akuntabilitas, sekaligus mendorong efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional sebuah instansi publik yang melayani berbagai kepentingan masyarakat luas, seperti peran yang diemban oleh Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang. Adapun rekomendasi yang dapat disarankan oleh penulis setelah memberikan pelatihan ini adalah agar Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang dapat terus mengembangkan dan mengimplementasikan prinsip Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. dalam mengidentifikasi aspek risiko dalam prosedur sebagaimana materi yang telah diberikan pada pelatihan ini . ermasuk penggunaan teknologi pada penerapanny. , sekaligus menjadi pelopor dan motor utama penggerak bagi penerapan Pemikiran Berbasis risiko (Risk-Based Thinkin. Untuk Mengidentifikasi P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 6 No. 2 Oktober 2024 | Hal. Aspek Risiko Dalam Prosedur di Indonesia, sehingga berbagai instansi lainnya yang serupa dapat mengikuti kebijakan yang sama dalam pengelolaan sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen di tempatnya masing-masing. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kami berikan kepada Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang yang telah berinisiatif untuk menyelenggarakan acara Rapat Koordinasi Penyusunan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kantor Distrik Navigasi Tipe-A Kelas 1 Palembang, sekaligus telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk memberikan pembekalan teori dan praktikal pada acara tersebut sebagai bagian dari upaya penulis untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan bidang keilmuan dan keahlian penulis. DAFTAR PUSTAKA