Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. Desember 2019 . e-ISSN 2685-5607 THE ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF CURRENT RATIO. TOTAL DEBT TO EQUITY RATIO, INVENTORY TURNOVER. TOTAL ASSET TURNOVER. RECEIVABLE TURNOVER AND COMPANY SIZE ON PROFIT GROWTH IN FOOD AND BEVERAGE COMPANIES LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE PERIOD 2013 Ae 2017 Suyono1. Yusrizal2. Septi Solekhatun3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia Email : suyono@lecturer. 1,2,&3 ABSTRACT The aims of this research is to determine the influence 7of Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Riceivable Turnover and Company Size on Profit Growth in Food and Beverage companies that listed in Indonesia Stock Exchange for the Period 2013 Ae 2017. The sampling collection technique is used Purposive Sampling and obtained sample about 10 companies. The research method used was multiple linier regression analysis technique by using SPSS 19. The result of this study shows that in partial, the variabel of Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Riceivable Turnover and Company Size have no significant effect toProfit Growth. In simultan, the independent variabels have no significant effect to dependent variabel. Keywords: CR. DER. ITO. TATO. Receivable Turnover. Company Size and Profit Growth ANALISIS PENGARUH CURRENT RATIO. TOTAL DEBT TO EQUITY RATIO. INVENTORY TURNOVER. TOTAL ASSET TURNOVER. RECEIVABLE TURNOVER DAN SIZE PERUSAHAAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Riceivable Turnover dan Size perusahaan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 Ae 2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 10 perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, variabel. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Riceivable Turnover dan Size perusahaantidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba. Secara Simultan, seluruh variabel independen tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan Kata Kunci: CR. DER. ITO. TATO. Receivable Turnover. Size perusahaan dan Pertumbuhan Laba Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index e-ISSN 2685-5607 PENDAHULUAN Perusahaan food and beverage merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan Dimana produk dalam sektor ini selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-sehari yang harus Selain itu potensi yang kaya akan sumber daya dan permintaan domestik yang besar menjadikan pertumbuhan sektor food and beverage meningkat sehingga sektor ini banyak diminati oleh para investor dan Perusahaan food and beverage jumlahnya juga cukup banyak, tidak hanya perusahaan skala besar tetapi juga perusahaan kecil hingga perusahaan menengah. Maka dari itu, pemerintah terus berupaya untuk mendorong industri food and beverage dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional dimasa depan. Sektor food and beverage merupakan termasuk salah satu sektor yang mempengaruhi pertumbuhan industri manufaktur. Sektor ini juga merupakan salah satu industri yang pertumbuhannya tinggi daripertumbuhan industri non migas dan ekonomi nasional. Hal ini didukung oleh data dari Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia yang di dapat dari Badan Pusat Statistik (BPS). Berikutini adalah Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas Sumber :w. Gambar 1. PDB Industri Di Indonesia Tahun 2018 Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa industri manufaktur memiliki PDB terbesar dibandingkan industri lainnya yaitu sebesar Rp. 947,3 triliun dengan indeks sebesar 19. Sumber :w. Gambar 2. PDB Industri Pengolahan Nonmigas Indonesia Tahun 2018 Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa industri makanan dan minuman memiliki PDB terbesar dibanding industri nonmigas lainnya yaitu sebesar Rp 205,91(Triliu. dengan indeks sebesar 34,99%. Data tersebut dapat dijelaskan bahwa industri pengolahan nonmigas merupakan penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi yang ada di Indonesia. Namun perekonomian yang ada di indonesia selalu mengalami fluktuasi,dan dari semua industri yang ada, industri food and beverage memiliki pertumbuhan yang masih cukup cepat dan masih stabil dibandingkan dengan industri lain dikarenakan pertumbuhan permintaan dan daya beli masih tinggi mengingat jumlah penduduk yang ada diindonesia lebih dari 250 juta jiwa. Seiring dengan permintaan dan daya beli masyarakat yang tinggi, maka dapat dipastikan bahwa penjualan akan meningkat dan kemampuan akan memperoleh laba pun semakin besar. Perusahaan food and beverage mengalami peningkatan Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 laba disetiap tahunnya dan ada juga perusahaan yang mengalami penurunan laba. Bahkan ada beberapa perusahaan yang labanya mengalami fluktuasi atau berubah-ubah di setiap tahunnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi naik atau turunnya laba adalah rasio keuangan. Rasio keuangan terdiri dari rasio likuiditas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan (Kasmir, 2015:. Rasio likuiditas diwakili oleh current ratio. Current ratiomerupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan . argin of safet. suatu perusahaan (Kasmir, 2010:. Menurut Kuswadi . Semakin besar aktiva lancar semakin mudah perusahaan itu membayar hutang dansemakin tinggi Current Ratio menunjukkan pertumbuhan laba yang tinggi. Hasil penelitian Mahaputra . menyatakan bahwa current ratio (CR)berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian Gunawan &Wahyuni . , dan Sayekti & Saputra . yang mengatakan bahwa tidak adanya pengaruh signifikan antara current ratio terhadap pertumbuhan laba. Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utang (Kasmir, 2015:. Rasio solvabilitas diwakili oleh Total Debt to EquityRatio. Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh hutang, termasuk hutang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini digunakan untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan hutang. (Kasmir, 2010:. Menurut Gunawan dan Wahyuni . Debt to Equity Ratio yang tinggi mempunyai dampak yang buruk bagi kinerja perusahaan karena tingkat utang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang berarti mengurangi keuntungan. Sebaliknya tingkat Debt to Equity Ratio yang rendah menunjukkan kinerja yang semakin baik karena menyebabkan tingkat pengembalian yang semakin tinggi. Hasil penelitian Mahaputra . menyatakan bahwa Total Debt to Equity Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian dari Gunawan dan Wahyuni . menyatakan bahwa Total Debt to Equity Ratiotidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan . enjualan, sediaan, penagihan utang, dan lainny. atau untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari (Kasmir, 2015:. Rasio aktivitasdiwakili oleh rasio inventory turnover, total asset turnoverdan receivable turnover. Inventory turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam persediaan ini berputar dalam satu periode. Inventory turnover . erputaran persediaa. yang tinggi menandakan semakin tingginya persediaan berputar dalam satu tahun dan ini menandakan efektivitas manajemen persediaan. Hal ini berarti bahwa efektivitas perputaran persediaan yang dimiliki perusahaan sangat baik, sehingga persediaan yang dimiliki dapat meningkatkan aktivitas operasional perusahaan terutama dalam hal kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan. Sebaliknya, perputaran persediaan yang rendah menandakan tanda-tanda mis-manajeman seperti kurangnya pengendalian persediaan yang efektif, (Hanafi dan Halim, 2. Hasil penelitian Gunawan dan Wahyuni . menyatakan bahwa inventory turnover berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian Nurvigia . , dan Wahyuni dkk . menyimpulkan bahwa inventory turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Total Assets Turnover merupakan ukuran efektifitas pemanfaatan aktiva dalam menghasilkan penjualanAy. Semakin besar perputaran aktiva semakin efektif perusahaan mengelola aktivanya. Dan rasio ini juga menunjukkan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal (Sutrisno, 2009:. dalam Gunawan dan Wahyuni . Menurut Toto Prihadi . meningkatnya rasio Total Assets Turnover yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan laba, menunjukkan efisiensi penggunaan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan, jika perusahaan menghasilkan penjualan yang lebih banyak maka rasio Total Asset Turnover semakin baik karena kemampuan memperoleh laba pun semakin besar. Hasil penelitian Mahaputra . menyatakan bahwa Total assets turnover berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian Sulfida . menyatakan bahwa Total Assets Turnover (TATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Receivable turnover . erputaran piutan. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode (Kasmir, 2010:. Semakin tinggi perputaran piutang suatu perusahaan semakin baik pengelolaan piutangnya menandakan pengembalian laba yang baik (Damanik 2017:. Hasil penelitian Damanik . menyatakan bahwa perputaran piutang berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian Widasari . menyatakan bahwa perputaran piutang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Size perusahaan atau biasa disebut dengan ukuran perusahaan yaitu besar kecilnya perusahaan dapat diukur berdasarkan total nilai aset yang dimiliki perusahaan. Suatu ukuran perusahaan dapat menentukan baik tidaknya kinerja perusahaan. Investor biasanya lebih memiliki kepercayaan pada perusahaan besar, karena Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 perusahaan besar mampu untuk meningkatkan kinerja perusahaan guna menghasilkan laba setiap tahunnya (Yohanas, 2. Semakin besar laba yang dihasilkan perusahaan dari tahun sebelumnya, maka akan semakin meningkat pula pertumbuhan labanya (Puspasari dkk, 2. Hasil penelitian Puspasari dkk . menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian Yohanas . menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan pengertian diatas, menjadi penting masing-masing rasio bagi perusahaan dan antara hubungan rasio keuangan dengan pertumbuhan laba serta adanya perbedaan penelitian sebelumnya maka perlu dilakukan penelitian variabel keuangan dengan menyatakan judulAuAnalisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Food and Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2013-2017Ay. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas. Maka terdapat beberapa perumusan masalah yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : . Apakah Current Ratio berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? . Apakah Total Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? . Apakah Inventory Turnover berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? . Apakah Total Asset Turnover berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? . Apakah Receivable Turnover berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? . Apakah size perusahaanberpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? Tujuan Penelitian Adapun beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : . Untuk menganalisis pengaruh Current Ratio terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk menganalisis pengaruh Total Debt to Equity Ratio terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk menganalisis pengaruh Inventory Turnover terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk menganalisis pengaruh Total Asset Turnover terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk menganalisis pengaruh Receivable Turnoverterhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk menganalisis pengaruh size perusahaan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Manfaat Penelitian Adapun beberapa manfaat yang ada dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Bagi perusahaan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam mengevaluasi dan memperbaiki kinerja manajemen keuangan yang akan datang dan sebagai pedoman bagi manajemen dalam memprediksi pertumbuhan laba yang akan datang. Bagi investor dan kreditur. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi dan dalam memberikan kredit pada suatu perusahaan. Bagi akademis. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam penelitian yang akan datang dan untuk manambah pengetahuan yang berkaitan dengan rasio keuangan. TINJAUAN PUSTAKA Laporan Keuangan Menurut Sutrisno . 8: . laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang meliputi dua laporan utama yaitu neraca dan laporan laba rugi. Setiap perusahaan mempunyai laporan keuangan yang bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan secara ekonomi. Jenis-jenis Laporan Keuangan Menurut Kasmir . secara umum terdiri dari komponen-komponen berikut: . Neraca, merupakan laporan yang menunjukkan jumlah aktiva . , kewajiban . dan modal perusahaan . perusahaan pada saat tertentu. Laporan laba rugi, menunjukkan kondisi suatu usaha dalam suatu periode tertentu. Laporan laba rugi harus dibuat dalam suatu siklus operasi atau periode tertentu untuk mengetahui jumlah perolehan pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui apakah perusahaan dalam kedaan laba atau rugi. Laporan perubahan modal, menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 saat ini. Laporan arus kas, adalah laporan yang menunjukkan arus kas masuk dan arus kas keluar di perusahaan pada periode tertentu. Catatan atas laporan keuangan, adalah laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Rasio Keuangan Pengertian Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja Dari hasil keuangan akan kelihatan kondisi kesehatan perusahaan yang bersangkutan (James C. Van Horne dalam buku Kasmir, 2. Jenis-Jenis Rasio Keuangan Menurut kasmir . jenis-jenis rasio keuangan yaitu sebagai berikut:. Rasio Likuiditas menyatakan rasio likuiditas . asio modal kerj. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio Solvabilitas menyatakan leverage ratio . asio solvabilita. adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utang. Rasio Aktivitas menyatakan rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan . enjualan, sediaan, penagihan utang, dan lainny. atau untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Rasio Profitabilitas menyatakan rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio Pertumbuhan merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya ditengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya. Rasio Penilaian merupakan rasio yang memberikan ukuran kemampuan manajemen dalam menciptakan nilai pasar usahanya diatas biaya investasi seperti rasio harga saham terhadap pendapatan dan rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku. Penelitian Terdahulu Adapun beberapa penelitian terdahulu yaitu sebagai berikut: . I Nyoman Kusuma Adnayana Mahaputra . dengan judul pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. hasil penelitian menyatakan bahwa CR. DER. TATO, dan profit margin berpengaruh signifikan terhadap partumbuhan laba. Zainal Abidin dan Nur Fadjrih Asyik . dengan judul pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan laba pada perusahaan go public di BEI. Hasil penelitian menyatakan bahwa CR,DER. TATO. ROE. ROA dan Profit Margin secara simultan berpengaruh terhadap partumbuhan laba. dan CR. ROE. ROA secara parsial tidak berpengaruhterhadap partumbuhan laba. DER. TATO. Gross Profit Margin secara parsial tidak berpengaruh terhadap partumbuhan laba. Ade Guanawan dan Wahyuni. Sri Fitri . dengan judul pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan perdagangan di indonesia. Hasil penelitian menyatakan bahwa TATO. FATO dan ITO berpengaruh signifikan terhadap partumbuhan laba. DanCR. DAR dan DER tidak berpengaruhsignifikan terhadap partumbuhan laba . Tri Wahyuni. Sri Ayem dan suyanto . dengan judul quick ratio. DER. ITO dan NPM terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Hasil penelitian menyatakan bahwa Quick Ratio. DER. ITO dan NPM secara simultan berpengaruh positif signifikan terhadap partumbuhan laba. Quick Ratio. DER. ITO tidak berpengaruh signifikan terhadap partumbuhan laba. dan NPM berpengaruh positif signifikan terhadap partumbuhan laba . Mita Febriana Puspasari. Djoko Suseno dan Untung Sri Widodo . dengan judul pengaruh CR. DER. TATO. NPM dan ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan laba. hasil penelitian menyatakan bahwaCRtidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. DER dan TATO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. NPM dan Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. Wendy Yohanas . Pengaruh ukuran Perusahaan. Solvabilitas dan Profitabilitas Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI Tahun 2008-2. Hasil penelitian menyatakan bahwa ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan DER tidak berpengaruh signifikan negatif terhadap pertumbuhan laba. dan ROE berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan laba. Melani Damanik . Pengaruh perputaran kas dan perputaran piutang dalam meningkatkan laba bersih pada PT. Indofood Suka Makmur Tbk. Hasil penelitian menyatakan bahwa perputaran kas berpengaruh dalam meningkatkan laba. Perputaran piutang berpengaruh dalam meningkatkan laba Perputaran kas dan perputaran piutang secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas. Perumusan Hipotesis Pengaruh Current Ratio terhadap Pertumbuhan Laba Menurut Kuswadi . Current Ratio menunjukkan tingkat keamanan kreditor jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut. Perusahaan menghasilkan laba, laba perusahaan yang dibagikan dinamakan deviden, dan yang tidak dibagikan yaitu laba ditahan. Laba ditahan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 masuk di aktiva lancar. Semakin besar aktiva lancar semakin mudah perusahaan itu membayar hutang. Dan semakin tinggi Current Ratio menunjukkan pertumbuhan laba yang tinggi. Hal ini didukung oleh hasil penelitian I Nyoman Kusuma Adnayana Mahaputra . menyatakan bahwa current ratio (CR)berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Total Debt to Equity Ratio terhadap Pertumbuhan Laba Menurut Gunawan dan Wahyuni . Debt to Equity Ratio yang tinggi mempunyai dampak yang buruk bagi kinerja perusahaan karena tingkat utang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang berarti mengurangi keuntungan. Sebaliknya tingkat Debt to Equity Ratio yang rendah menunjukkan kinerja yang semakin baik karena menyebabkan tingkat pengembalian yang semakin tinggi. Hal ini didukung oleh hasil penelitian I Nyoman Kusuma Adnayana Mahaputra . menyatakan bahwa debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Inventory Turnover terhadap Pertumbuhan Laba Inventory turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam persediaan ini berputar dalam satu periode. Inventory turnover. erputaran persediaa. yang tinggi menandakan semakin tingginya persediaan berputar dalam satu tahun dan ini menandakan efektivitas manajemen Hal ini berarti bahwa efektivitas perputaran persediaan yang dimiliki perusahaan sangat baik, sehingga persediaan yang dimiliki dapat meningkatkan aktivitas operasional perusahaan terutama dalam hal kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan. Sebaliknya, perputaran persediaan yang rendah menandakan tanda-tanda mis-manajeman seperti kurangnya pengendalian persediaan yang efektif, (Hanafi dan Halim, 2. Hasil penelitian Gunawan dan Wahyuni . menyatakan bahwa inventory turnover berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Pertumbuhan Laba Menurut Toto Prihadi . meningkatnya rasio Total Assets Turnover yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan laba, menunjukkan efisiensi penggunaan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan, jika perusahaan menghasilkan penjualan yang lebih banyak maka rasio Total Asset Turnover semakin baik karena kemampuan memperoleh laba pun semakin besar. Ini didukung oleh hasil penelitian I Nyoman Kusuma Adnayana Mahaputra . menyatakan bahwa Total assets turnover berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Receivable Turnover terhadap Pertumbuhan Laba Menurut Martono dan Harjito . Perputaran piutang adalah periode terikatnya piutang sejak terjadinya piutang sampai piutang tersebut dapat ditagih dalam bentuk uang dan kas dan akhirnya dapat di belikan kembali menjadi persediaan dan di jual secara kredit menjadi piutang kembali. Perputaran piutang mempengaruhi tingkat laba perusahaan dimana apabila perputaran piutang naik maka laba akan naik dan akhirnya akan mempengaruhi perputaran dari operating asset (Riyanto, 2001:. Semakin tinggi perputaran piutang suatu perusahaan semakin baik pengelolaan piutangnya menandakan pengembalian laba yang baik (Damanik 2017:. Hasil penelitian Damanik . menyatakan bahwa perputaran piutang berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Size perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba Ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya perusahaan dapat diukur berdasarkan total nilai aset yang dimiliki dalam penelitian ini ukuran perusahaan diukur menggunakan total aset. Semakin besar jumlah aset yang dimiliki maka perusahaan tersebut akan digolongkan pada perusahaan yang besar dan diindikasikan mempunyai pertumbuhan laba yang tinggi, sebaliknya jika suatu perusahaan memiliki jumlah aset yang kecil maka akan digolongkan pada ukuran perusahaan kecil dan diindikasikan mempunyai perumbuhan laba yang Perusahaan yang memiliki total aset yang besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tingkat kedewasaan, dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan telah menjadi positif dan dianggap telah memiliki prospek yang baik untuk jangka waktu yang relative lama, selain itu perusahaan dengan total asset yang besar mencerminkan bahwa perusahaan relatif stabil dan lebih mampu dalam menghasilkan laba dibandingkan perusahaan yang memiliki total aset yang kecil (Sudarsono, 2010:. dalam Puspasari dkk . Hipotesis dan Kerangka Pemikiran Berdasarkan penjelasan pengaruh antar variabel yang diuraikan diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1. Current Ratio berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). H2. Total Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 H3. Inventory Turnover berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). H4. Total Asset Turnover berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beveragesyangterdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). H5. Receivable Turnover berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). H6. Size Perusahaan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kerangka Pemikiran Berdasarkan penjelasan dari pemikiran-pemikiran dan hipotesis diatas maka terbentuklah suatu kerangka pemikiran dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: Current Ratio (X. Total Debt to Equity Ratio (X. Pertumbuhan Laba (Y) Inventory Turnover (X. Total Assets Turnover (X. Receivable Turnover (X. Size Perusahaan (X. Sumber: Jurnal pendahulu yang dikembangkan 2019 Gambar 3. KerangkaPemikiran METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan pengamatan 5 . dalam periode 2013-2017. Penelitian ini dilakukan mulai Agustus 2018 sampai Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2015:. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan tahunan perusahaan periode 2013-2017. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari Indonesian data exchange (IDX) berupa laporan tahunan yang diakses melalui situs resmi yaitu w. Definisi Operasional Variabel Operasional variabel merupakan suatu definisi yang memberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti kegiatan ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Nazir, 2003:. Variabel Independen (X) Variable bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya dependen . (Sugiyono, 2015:. Variabel independen dalam penelitian ini adalah rasio keuangan yang terdiri atas current ratio, total debt to equity ratio, inventory turnover, total asset turnover, receivable turnover dan size perusahaan. Variabel Dependen (Y) Variable terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2015:. Variable dependen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang meliputi obyekatausubyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015:. Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode 2013-2017 yaitu sebanyak 18 perusahaan. Pengertian Sampel Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2015:. Sampel penelitian yang dipilih yaitu melaui metode purposive sampling. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang terpilih yaitu 10 perusahaan dari 18 perusahaan. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Menurut Sanusi . Regresi linear berganda menyatakan hubungan antara variabel independen terhadap variabel Analisis Deskriptif Menurut Andriyani . statistik deskriptif merupakan analisis yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambaran data yang telah terkumpul. Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata . , dan standar deviasi dari data yang Analisis Regresi Berganda Menurut Sanusi . regresi linear berganda merupakan analisis yang ditujukan untuk menunjukkan pengaruh hubungan kualitas antara variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun model regresi linear berganda yang digunakan sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 b6X6 e b1-b6 Keterangan: =Pertumbuhan Laba = Konstanta = Koefisien regrensi variabel independen = Current Ratio = Total Debt to Equity Ratio = Inventory Turnover = Total Asset Turnover = Receivable Turnover = Size Perusahaan = Error / Faktor lain Uji Normalitas Data Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi,variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali,2011:. Untuk melihat model regresi yang berdistribusi normal atau mendekati normal yaitu menggunakan uji statistik dengan dilihat dari normal propability plot atau uji grafik PP Plot. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang kuat antara variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel bebas. Metode yang digunakan untuk uji ini adalah Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance (TOL). kriteria yang digunakan adalah nilai VIF yaitu dengan membandingkan nilai VIF dengan angka 10. Jika VIF lebih rendah dari 10, maka dalam model regresi tidak terjadi gejala multikolinearitas. Namun, jika VIF lebih tinggi dari 10, maka model dinyatakan terdapat gejala multikolinearitas (Suliyanto, 2011:. Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Uji Heterokedastisitas Bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaanvarians dari residual dari satu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varians dariresidual dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap maka disebut homoskedastisitas,dan jika varians berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2011:. Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . , uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara anggota-anggota serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu . ime serie. Jika terjadi korelasi berarti terdapat progam autokorelasi. Menurut Santosa dan Ashari . model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk menguji autokorelasi ini dilakukan dengan pengujian terhadap nilai uji Durbin Watson. Dasar analisis yaitu : du < d hitung < 4-du. Uji Kelayakan Model Uji Simultan (Uji F) Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama sama terhadap variabel dependen dengan melihat nilai signifikan F (Ghozali, 2005:. Menurut Ghozali . Langkah-langkah pengujian simultan sebagai berikut : . H0 = b1 b1 = b2 = b3 = b4 = 0, berarti tidak ada pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. H1 = b1 O b2 O b3O b4 O 0, berarti ada pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Tingkat signifikan adalah = 5 % dan Kriteria keputusan : Jika F hitung > F tabel atau nilai signifikan < 0. 05, maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Sebaliknya Jika F hitung < F tabel atau nilai signifikan < 0. 05, maka Ho diterima dan H1 ditolak, berarti variabel independen secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Koefisien Determinasi Menurut Ghozali . , koefisien determinasi (R. pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan modeldalam menerangkan variasi variabel dependen. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi linear, variabel independen secara parsial mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel masing-masing variable (Ghozali, 2. Menurut Ghozali . Langkah-langkah pengujian parsial adalah sebagai berikut : . H0 : b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. H1 : b1 O b2 = 0, artinya ada pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Kriteria keputusan : Jika t hitung > t tabel atau nilai signifikan < 0. 05, maka Ho ditolak H1 diterima, yang berarti variabel independen mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika t hitung < t tabel atau nilai signifikan < 0. 05, maka Ho diterima H1 ditolak, yang berarti variabel independen tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Variabel Bebas (X) Variabel indenpenden yang diteliti dalam penelitian ini adalah: Current Ratio Rasio lancar . urrent rati. merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan (Kasmir, 2010:. Rata-rata sampel tertinggi adalah PT. Delta Djakarta Tbk yaitu sebesar 6. 35 kali dan rata-rata sampel terendah adalah PT. Sekar Laut Tbk yaitu sebesar 1. 24 kali. Sementara rata-rata Current Ratio dari tahun 20132017 yaitu sebesar 2. 467 kali. Pada tahun 2017 adalah rata-rata Current Ratio tertinggi yaitu sebesar 2. 881 kali. Dan rata-rata Current Ratio terendah yaitu pada tahun 2013 sebesar 2. 017 kali. Debt to Equity Ratio Debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai hutang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh hutang, termasuk hutang lancar dengan seluruh ekuitas (Kasmir, 2010:. Rata-rata sampel tertinggi adalah PT. Mayora Indah Tbk yaitu sebesar 1. 26 kali dan rata-rata sampel terendah adalah PT. Delta Djakarta Tbk yaitu sebesar 0. 23 kali. Sementara rata-rata Debt to Equity Ratio dari tahun 2013-2017 yaitu sebesar 0. 910 kali. Pada tahun 2014 adalah rata-rata Debt to Equity Ratio tertinggi yaitu 022 kali. Dan rata-rata Debt to Equity Ratio terendah yaitu pada tahun 2017 sebesar 0. 706 kali. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Inventory Turnover Perputaran sediaan . nventory turnove. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam sediaan . ini berputar dalam suatu periode (Kasmir, 2010:. Rata-rata sampel tertinggi adalah PT. Nippon Indosari Corporindo Tbk yaitu sebesar 23. 46 kali dan rata-rata sampel terendah adalah PT. Sekar Bumi Tbk yaitu sebesar -9. 32 kali. Sementara rata-rata Inventory Turnoverdari tahun 20132017 yaitu sebesar 1. 258 kali. Pada tahun 2016 adalah rata-rata Inventory Turnover tertinggi yaitu sebesar 1. Dan rata-rata Inventory Turnover terendah yaitu pada tahun 2013 sebesar 0. 787 kali. Total Assets Turnover Total Assets Turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki Kemudian juga mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva (Kasmir, 2010:. Rata-rata sampel tertinggi adalah PT. PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk . h Cahaya Kalbar Tb. yaitu sebesar 2. 71 kali dan rata-rata sampel terendah adalah PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yaitu sebesar 0. Sementara rata-rata Total Assets Turnover dari tahun 2013-2017 yaitu sebesar 1. 346 kali. Pada tahun 2014 adalah rata-rata Total Assets Turnover tertinggi yaitu sebesar 1. 482 kali. Dan rata-rata Total Assets Turnover terendah yaitu pada tahun 2017 sebesar 1. 199 kali. Receivable Turnover Receivable Turnover (Perputaran piutan. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode (Kasmir, 2010:. Rata-rata sampel tertinggi adalah PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk yaitu sebesar 20 kali dan rata-rata sampel terendah adalah PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yaitu sebesar 3. 781 kali. Sementara rata-rata Receivable Turnover dari tahun 2013-2017 yaitu sebesar 8. 613 kali. Pada tahun 2013 adalah rata-rata Receivable Turnover tertinggi yaitu sebesar 8. 952 kali. Kemudian, rata-rata Receivable Turnover terendah yaitu pada tahun 2017 sebesar 8. 011 kali. Size Perusahaan Size perusahaan yaitu besar kecilnya perusahaan dapat diukur berdasarkan total nilai aset yang dimiliki perusahaanRata-rata sampel tertinggi adalah PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yaitu sebesar 17. 09 kali dan rata-rata sampel terendah adalah PT. Delta Djakarta Tbk yaitu sebesar 6. 98 kali. Sementara rata-rata Size Perusahaandari tahun 2013-2017 yaitu sebesar 14. 127 kali. Pada tahun 2017 adalah rata-rata Size Perusahaantertinggi yaitu sebesar 14. 424 kali. Dan rata-rata Size Perusahaanterendah yaitu pada tahun 2013 824 kali. Variabel Terikat (Y) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pertumbuhan laba Rata-rata sampel tertinggi adalah PT. Sekar Bumi Tbk yaitu sebesar 0. 66 kali dan rata-rata sampel terendah adalah PT. Tiga Pilar Sejahtera food Tbk yaitu sebesar 161 kali. Sementara rata-rata pertumbuhan laba dari tahun 2013-2017 yaitu sebesar 0. 288 kali. Pada tahun 2013 adalah rata-rata Pertumbuhan Laba tertinggi yaitu sebesar 0. 569 kali. Dan rata-rata Pertumbuhan Laba terendah yaitu pada tahun 2017 sebesar -0. 251 kali. Pengujian Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Gambar 4. Histogram Normalitas Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa data dalam penelitian ini masih membentuk kurva seperti lonceng, walaupun ada beberapa data yang masih melenceng. Namun data tersebut masih bisa dinyatakan masih Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Gambar 5. Plot Normalitas Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa titik-titik menyebar di sekitar dari garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini terdistribusi Uji Multikolinearitas Tabel 1. Hasil Uji Multikolinearitas Data Variabel TOL DER ITO TATO Receivable Turnover Size Perusahaan VIF Keterangan Tidak Ada Multikolinearitas Tidak Ada Multikolinearitas Tidak Ada Multikolinearitas Tidak Ada Multikolinearitas Tidak Ada Multikolinearitas Tidak Ada Multikolinearitas Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa bahwa nilai VIF untuk setiap variable yang diteliti < 10, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Gambar 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Berdasarkan gambar diatas, dapat dilihat bahwa titik-titik yang ada digrafik scatter plot menyebar dari 0 keatas dan 0 kebawah. Dan tidak membentuk pola tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 2. Hasil Uji Autokorelasi Variabel CR. DER. ITO. TATO. Receivable Turnover dan Size Perusahaan Keterangan Tidak Ada Autokorelasi Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa hasil uji autokorelasi yang dilakukan dengan metode DurbinWatson menghasilkan nilai d hitung sebesar 1. 873 berdasarkan tabel Durbin-Watson dengan jumlah sampel 50 . dan variable independen sebanyak 6 . , maka diperoleh nilai du sebesar 1. 8220 dan nilai dl sebesar maka hasil perhitungan uji autokorelasi dari tabel diatas adalah : Du < d hitung < 4-du= 1. 8220 < 1. < 2. 1778 Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi. Uji Regresi Tabel 3. Hasil Regresi Linear Berganda Variabel Unstandardized coefficients Constant DER ITO TATO Receivable Turnover Size Perusahaan Keterangan Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Sumber : Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut : Y = -1. 135X1 0. 290X2 Ae 0. 001X3 0. 416X4 0. 017X5 0. Hasil persamaan regresilinear berganda tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : . Konstanta sebesar 330 dan bertanda negatif. menunjukkan bahwa nilai keputusan pembelian sebesar 1. 330 dan bertanda negatif apabila semua nilai variable independen dianggap konstan atau nol. Variabel Current Ratio memiliki koefisien sebesar 0. 135 dan bertanda positif. Artinya terjadi pengaruh positif antara Current Ratio dengan pertumbuhan laba, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Current Ratio maka akan diikuti oleh kenaikan pertumbuhan laba sebesar 0. 135 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Variabel Debt to Equity Ratio memiliki koefisien sebesar 0. 290 dan bertanda positif. Artinya terjadi pengaruh positif antara Debt to Equity Ratio dengan pertumbuhan laba, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Debt to Equity Ratio maka akan diikuti oleh kenaikan pertumbuhan laba sebesar 0. 290 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Variabel Inventory Turnover memiliki koefisien sebesar 001 dan bertanda negatif. Artinya terjadi pengaruh negatif antara Inventory Turnover dengan pertumbuhan laba, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Inventory Turnover maka akan diikuti oleh penurunan pertumbuhan laba sebesar 0. 001 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Variabel Total Asset Turnover memiliki koefisien sebesar 0. 416 dan bertanda positif. Artinya terjadi pengaruh positif antara Total Asset Turnover dengan pertumbuhan laba, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Total Asset Turnover maka akan diikuti oleh kenaikan pertumbuhan laba sebesar 0. 416dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Variabel Receivable Turnover memiliki koefisien sebesar 0. 017 dan bertanda positif. Artinya terjadi pengaruh positif antara Receivable Turnover dengan pertumbuhan laba, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Receivable Turnover maka akan diikuti oleh kenaikan pertumbuhan laba sebesar 0. 017 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Variabel Size Perusahaan memiliki koefisien sebesar 0. 018 dan bertanda positif. Artinya terjadi pengaruh positif antara Size Perusahaan memiliki dengan pertumbuhan laba, hal ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 satuan Size Perusahaan memiliki maka akan diikuti oleh kenaikan pertumbuhan laba sebesar 0. 018 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan. Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Uji Kelayakan Model Uji Simultan (Uji F) Tabel 4. Hasil Uji Simultan (Uji F) Variabel F hitung CR. DER. ITO. TATO, Receivable Turnover dan Size Perusahaan F tabel Sig Alpa Keterangan Model Tidak Layak Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan hasil uji statistic pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 1. 031 < nilai F tabel 32 dan nilai signifikan sebesar 0. 418> 0. maka hipotesis ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan tidak berpengaruh dan tidak signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Koefisien Determinasi ( R2 ) Tabel 5. Hasil Koefisien Determinasi Variabel Adjusted R Square CR. DER. ITO. TATO. Receivable Turnover dan Size Perusahaan Persen Keterangan Model Tidak Layak Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0. 004 atau 0. 4% maka dapat disimpulkan bahwa bahwa Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size perusahaan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba sebesar 0. 4%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat pada penelitian sebesar 99. Uji Hipotesis Tabel 6. Hasil Uji Parsial (Uji . Variabel Constant Current_Ratio DER ITO TATO Receivable Turnover Size Perusahaan Sig Keterangan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Tidak Signifikan Sumber: Data Olahan SPSS, 2019 Berdasarkan tabel hasil uji t diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : . Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa t hitung < t tabel . 939 < 1. dan hasil signifikan . 353 > 0. Sehingga hipotesis Maka dapat disimpulkan bahwa Current Ratio tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa t hitung < t tabel . 639 < 1. dan hasil signifikan . Sehingga hipotesis ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa t hitung < t tabel . 044 < 1. dan hasil signifikan . 965 > 0. Sehingga hipotesis ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Inventory Turnover tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa t hitung < t tabel . 396 < 1. dan hasil signifikan . 170 > 0. Sehingga hipotesis ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Total Asset Turnover tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa t hitung < t tabel . 289 < 1. dan hasil signifikan . 774 > 0. Sehingga hipotesis ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Receivable Turnover tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa t hitung < t tabel . 328 < 1. dan hasil signifikan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 . 745 > 0. Sehingga hipotesis ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Size Perusahaan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pembahasan Pengaruh Current Ratio terhadap Pertumbuhan Laba Current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan . argin of safet. suatu perusahaan (Kasmir, 2010:. Secara rata-rata pada tahun 2013 menuju ke tahun 2014 current ratio mengalami peningkatan dan untuk pertumbuhan laba mengalami penurunan di tahun yang sama. Pada tahun 2014-2015 current ratio mengalami kenaikan dan diikuti dengan kenaikan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Tahun 2015-2016 current ratio mengalami kenaikan dan dikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang Current ratio pada tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dan diikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Dalam penelitian ini. Koefisien regresi Current Ratio bertanda positif terhadap pertumbuhan laba yang artinya pertumbuhan laba mengalami kenaikan. Dan untuk hasil uji hipotesis secara parsial . menunjukkan bahwa Current Ratio tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berarti sejalan dengan penelitian Gunawan & Wahyuni . , dan Sayekti & Saputra . yang mengatakan bahwa tidak adanya pengaruh signifikan antara current ratio terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Total Debt to Equity Ratio terhadap Pertumbuhan Laba Menurut Gunawan dan Wahyuni . Debt to Equity Ratio yang tinggi mempunyai dampak yang buruk bagi kinerja perusahaan karena tingkat utang yang semakin tinggi berarti beban bunga akan semakin besar yang berarti mengurangi keuntungan. Sebaliknya tingkat Debt to Equity Ratio yang rendah menunjukkan kinerja yang semakin baik karena menyebabkan tingkat pengembalian yang semakin tinggi. Secara rata-rata pada tahun 2013 menuju ke tahun 2014 debt to equity ratiomengalami peningkatan dan untuk pertumbuhan laba mengalami penurunan di tahun yang sama. Pada tahun 2014-2015 debt to equity ratiomengalami penurunan dan diikuti dengan kenaikan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Tahun 2015-2016 debt to equity ratiomengalami penurunan dan dikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. debt to equity ratiopada tahun 2016-2017 mengalami penurunan dan diikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Berdasarkan hasil Koefisien regresi debt to equity ratio bertanda positif terhadap pertumbuhan laba yang artinya pertumbuhan laba mengalami kenaikan. Dan untuk hasil uji hipotesis secara parsial . menunjukkan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berarti sejalan dengan hasil penelitian dari Gunawan dan Wahyuni . menyatakan bahwa Total Debt to Equity Ratiotidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Inventory Turnover terhadap Pertumbuhan Laba Inventory turnovermerupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam persediaan ini berputar dalam satu periode. Inventory turnover . erputaran persediaa. yang tinggi menandakan semakin tingginya persediaan berputar dalam satu tahun dan ini menandakan efektivitas manajemen Hal ini berarti bahwa efektivitas perputaran persediaan yang dimiliki perusahaan sangat baik, sehingga persediaan yang dimiliki dapat meningkatkan aktivitas operasional perusahaan terutama dalam hal kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan. Sebaliknya, perputaran persediaan yang rendah menandakan tanda-tanda mis-manajeman seperti kurangnya pengendalian persediaan yang efektif, (Hanafi dan Halim, 2. Secara rata-rata pada tahun 2013 menuju ke tahun 2014 inventory turnovermengalami peningkatan dan untuk pertumbuhan laba mengalami penurunan di tahun yang sama. Pada tahun 2014-2015 inventory turnovermengalami peningkatan dan diikuti dengan kenaikan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Tahun 2015-2016 inventory turnover mengalami peningkatan dan dikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Inventory turnover pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan dan diikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Berdasarkan hasil koefisien regresi inventory turnover bertanda negatif terhadap pertumbuhan laba yang artinya pertumbuhan laba mengalami penurunan. Dan untukhasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa Inventory Turnover tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berarti sejalan dengan hasil penelitian Nurvigia . , dan Wahyuni dkk . menyimpulkan bahwa inventory turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Pengaruh Total Asset Turnover terhadap Pertumbuhan Laba Total Assets Turnover merupakan ukuran efektifitas pemanfaatan aktiva dalam menghasilkan penjualanAy. Semakin besar perputaran aktiva semakin efektif perusahaan mengelola aktivanya. Dan rasio ini juga menunjukkan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal (Sutrisno, 2009:. dalam Gunawan dan Wahyuni . Menurut Toto Prihadi . meningkatnya rasio Total Assets Turnover yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan laba, menunjukkan efisiensi penggunaan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan, jika perusahaan menghasilkan penjualan yang lebih banyak maka rasio Total Asset Turnover semakin baik karena kemampuan memperoleh laba pun semakin besar. Secara rata-rata pada tahun 2013 menuju ke tahun 2014 Total Asset Turnover mengalami peningkatan dan untuk pertumbuhan laba mengalami penurunan di tahun yang sama. Pada tahun 2014-2015 Total Asset Turnover mengalami penurunan dan diikuti dengan kenaikan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Tahun 2015-2016 Total Asset Turnover mengalami penurunan dan dikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Total Asset Turnover pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan dan diikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Berdasarkan hasil Koefisien regresi Total Asset Turnover bertanda positif terhadap pertumbuhan laba yang artinya pertumbuhan laba mengalami kenaikan. Dan untuk hasil uji hipotesis secara parsial . menunjukkan bahwa Total Asset Turnover tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berarti sejalan dengan hasil penelitian Sulfida . menyatakan bahwa Total Assets Turnover (TATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Receivable Turnover terhadap Pertumbuhan Laba Receivable turnover . erputaran piutan. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode (Kasmir, 2010:. Semakin tinggi perputaran piutang suatu perusahaan semakin baik pengelolaan piutangnya menandakan pengembalian laba yang baik (Damanik 2017:. Secara rata-rata pada tahun 2013 menuju ke tahun 2014 Receivable Turnover mengalami penurunan dan untuk pertumbuhan laba mengalami penurunan di tahun yang sama. Pada tahun 2014-2015 Receivable Turnover mengalami penurunan dan diikuti dengan kenaikan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Tahun 2015-2016 Receivable Turnover mengalami kenaikan dan dikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Receivable Turnover pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan dan diikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Bersarakan hasil koefisien regresi Receivable Turnover bertanda positif terhadap pertumbuhan laba yang artinya pertumbuhan laba mengalami kenaikan. Dan untuk hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa Receivable Turnover tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berarti sejalan dengan hasil penelitian Widasari . menyatakan bahwa perputaran piutang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba Menurut Suryani, . dalam Warianto dan Rusiti . Ukuran perusahaan dinyatakan dengan total aset. Jika semakin besar total aset perusahaan maka akan semakin besar pula ukuran perusahaan tersebut. Perusahaan yang memiliki total aset besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut relatif lebih stabil dan mampu menghasilkan laba yang lebih besar dibandingkan perusahaan yang memiliki total aset sedikit atau rendah. Semakin besar laba yang dihasilkan perusahaan dari tahun sebelumnya, maka akan semakin meningkat pula pertumbuhan labanya (Puspasari dkk, 2. Secara rata-rata pada tahun 2013 menuju ke tahun 2014 size perusahaan mengalami peningkatan dan untuk pertumbuhan laba mengalami penurunan di tahun yang sama. Pada tahun 2014-2015 size perusahaan mengalami peningkatan dan diikuti dengan kenaikan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Tahun 2015-2016 size perusahaan mengalami kenaikan dan dikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Sizeperusahaan pada tahun 2016-2017 mengalami peningkatan dan diikuti dengan penurunan pertumbuhan laba pada tahun yang sama. Berdasarkan hasil Koefisien regresi size perusahaan bertanda positif terhadap pertumbuhan laba yang artinya pertumbuhan laba mengalami kenaikan. Dan untuk hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa Size Perusahaan tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini berarti sejalan dengan hasil penelitian Yohanas . menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan PENUTUP Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah bahwa Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size perusahaan terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2013-2017 dengan sampel sebanyak 10 perusahaan. Hasil pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 yang menunjukkan bahwa :. Current Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017 Hal ini berarti H1 ditolak. Total Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Hal ini berarti H1 ditolak. Inventory Turnover tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba laba Pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Hal ini berarti H1 ditolak . Total Asset Turnover tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba laba pada Perusahaan Food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Hal ini berarti H1 ditolak . Receivable Turnover tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba aba pada perusahaan food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2013-2017. Hal ini berarti H1 ditolak . Size perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba laba pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Hal ini berarti H1 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang telah dijelaskan tentang Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size perusahaan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Maka adapun beberapa saran yaitu sebagai berikut : . Bagi perusahaan dengan Current Ratio yang tinggi sebaiknya terus menjaga dan meningkatkan pengelolaan aktiva perusahaan supaya dapat memenuhi kewajiban jangka pendek dan kepentingan yang lainnya dan juga agar dapat meningkatkan laba perusahaan. Sebaliknya bagi perusahaan yang memiliki Current Ratio yang rendah sebaiknya perusahaan harus lebih memperhatikan pengelolaan aktiva karena jumlah aktiva yang dimiliki beserta pengelolaannya akan mempengaruhi terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Bagi perusahaan dengan Total Debt to Equity Ratio yang tinggisebaiknya perusahaan mengubah aktiva lancar seperti menjual persediaan menjadi kas untuk membayar hutang lancar yang ada. Bagi perusahaan yang memiliki Inventory Turnover yang tinggi sebaiknya terus menjaga dan meningkatkan pengelolaan persediaan perusahaan agar tetap lancar dan nantinya dapat meningkatkan laba perusahaan. Sebaliknya bagi perusahaan yang memiliki Inventory Turnover yang rendah sebaiknya perusahaan harus lebih memperhatikan pengelolaan persediaan sehingga nantinya tidak akan memperbesar biaya pengurusan persedian dan juga supaya perusahaan tidak mengalami kerugian. Bagiperusahaan denganTotal Asset Turnover yang tinggi sebaiknya terus menjaga dan meningkatkan efektifitas pemanfaatan aktiva perusahaan dalam menghasilkan penjualan agar nantinya dapat meningkatkan laba Sebaliknya bagi perusahaan yang memiliki Total Asset Turnover yang rendah maka diperlukan adanya perhatian khusus dari pihak perusahaan dalam memaksimalkan efektifitas pemanfaatan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan perusahaan. Bagi perusahaan dengan Receivable Turnover yang tinggi sebaiknya menjaga dan meningkatkan efektifitas pengelolaan piutang supaya dapat meningkatkan laba Sebaliknya bagi perusahaan yang memiliki Receivable Turnover yang rendah maka perusahaan diharapkan lebih memperhatikan pengelolaan piutang sehingga dapat memperkecil adanya piutang yang tak tertagih dan juga dapat memperlancar arus kas. Bagiperusahaan yang memiliki Size Perusahaan yang besar sebaiknya terus menjaga dan meningkatkan pengelolaan kinerja manajemen perusahaan agar nantinya mendapatkan laba yang tinggi. Sebaliknya Bagi perusahaan yang memiliki Size Perusahaan yang kecil diperlukan adanya perhatian khusus dari pihak perusahaan dalam meningkatkan kinerja manajemen perusahaan dan juga harus memperluas akses kepasar modal. Bagi investor dan kreditur sebaiknya sebelum berinvestasi dan memberikan kredit pada suatu perusahaan harus terlebih dahulu melakukan analisis kinerja perusahaan untuk memprediksi laba yang akan datang dengan mengunakan rasio-rasio yang tepat untuk menilai kinerja perusahaan tersebut. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk mempertimbangkan dalam mengambil variabel yamemperluas jumlah sampel, waktu penelitian yang akan dilakukan. DAFTAR RUJUKAN Abidin. Zainal dan Asyik. Nur Fadjrih. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Go Public di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu & Riset Akuntasi. VOL. 2 No. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. Andriani. Ima. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya. Vol. No. September 2015. Damanik. Melani. Pengaruh Perputaran Kas dan Perputaran Piutang Dalam Meningkatkan Laba Bersih Pada PT. Indofood Suka Makmur Tbk. Skripsi. Universitas Islam Negreri Sumatera Utara. Medan. Ghozali. Imam. Analisis Multivariate Dengan progam SPSS. Edisi ke-3. Universitas Diponegoro. Semarang. Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan progam IBM SPSS 19. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Analisis Pengaruh Current Ratio. Total Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover. Total Asset Turnover. Receivable Turnover dan Size Perusahaan terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food And Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017 (Suyono. Yusrizal, dan Septi Solekhatu. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Gunawan. Ade dan Wahyuni. Sri Fitri. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Perdagangan Di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis. VOL. 13 NO. 01 APRIL 2013. ISSN 1693-7619. Hanafi. M dan Halim. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta :UPP. STIM YKPN. Hapsari. Epri Ayu. Analisis pengaruh Rasio keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba (Studi Kasus : perusahaan manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta Periode 2001 Sampai Dengan Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. Harahap. Sofyan Syafri. Analisisi Kritis Atas Laporan keuangan. PT. Raja Grafindo Persana. Jakarta. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Edisi pertama. Cetakkan ke-8. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta. Kasmir. Pengantar Manajemen Keuangan. Edisi Kedua. Jakarta. Kuswadi. Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo. Mahaputra. I Nyoman K. Pengaruh Rasio-Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI. Jurnal Akuntansi & Bisnis. Vol. Nomor 2,Juli Martono, dan Agus Harjito. Mana-jemen Keuangan. Edisi Kedua. Cetakan Pertama. Penerbit EKO-NISIA Yogyakarta Nazir. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta. Nurvigia Dwi Prabowo Putri. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Pembangunan Nasional. Jakarta. Prihadi. Toto. Memahami Laporan Keuangan Sesuai IFRS dan PSAK. Jakarta Pusat : PPM. Puspasari. Mita Febriana. Djoko Suseno dan Untung Sri Widodo. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Total Asset Turnover. Net Profit Margin dan Ukuran Perusahaan Terhadap Pertumbuhan Laba. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia. Volume 11. Nomor 1. Juni 2017. Riyanto. Bambang. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta : BPFE. Sanusi. Anwar. Metode Penelitian Bisnis. Salemba Empat. Jakarta. Sari. Linda Purnama. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba (Study Kasus : Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009 sampai dengan 2. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. Sayekti dan Sumarno Dwi Saputra. Analisis Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Industri Rokok Yang Terdaftar Di BEI. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan. VOL. Edisi Khusus April 2015. Sudana. I Made. Manajemen Keuangan Perusahaan. Ciracas: Erlangga Sugiyono. Metode Penelitian Manajemen. CV. Alfabeta. Bandung. Sujoko dan Ugy Soebiantoro. Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham. Leverage. Faktor Intern dan Faktor Eksteren Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Kewirausahaan. VOL. NO. Suliyanto, 2011. Ekonometrika Terapan : Teori dan Aplikasi dengan SPSS. ANDI. Yogyakarta. Sutrisno. Manajemen Keuangan Teori. Konsep. Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta : EKONISIA. Swardjono. Teori Akuntansi : Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta : BPFE. Wahyuni. Tri. Sri Ayem dan Suyanto. Pengaruh Quick Ratio. Debt to Equity Ratio. Inventory Turnover dan Net Profit Margin Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015. Akuntansi Dewantara VOL. 1 NO. Oktober 2017. p-ISSN: 2550-0376 | e-ISSN: 2549-9637. Warianto. Paulina dan Ch. Rusiti. PengaruhUkuran Perusahaan. Struktur Modal. Likuiditas, dan Investment Opportunity Set (IOS) Terhadap KualitasLabaPada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI. Modus Volume 26 . : 19-32. ISSN 0852-1875. Widasari. Merin. Pengaruh Tingkat Perputaran Kas. Perputaran Piutang. Perputaran Persediaan dan Perputaran Aktiva Tetap Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di BEI. Artikel Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Nusantara PGRI Kediri. Yohanas. Wendy. Pengaruh ukuran Perusahaan. Solvabilitas dan Profitabilitas Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Empiris PadaPerusahaan Manufaktur Di BEI Tahun 2008-2. Artikel Publikasi. Progam Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Agustus 2. Agustus 2. http://w. Agustus 2. http://w. Agustus 2. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019