Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Pengertian. Tujuan, dan Dampak Pendidikan Global Risna Peramita1. Nia Amelia2. Sriati3. Alfroki Martha4 1,2,3,4 Universitas Adzkia. Indonesia Corresponding Author: risnapera06@gmail. ABSTRACT Key Word Pendidikan global dapat mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang otonom, dan bertanggung jawab. Pendidikan global merupakan proses pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab, pendidikan global memegang peranaan yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkwalitas. Globalisasi membawa tantangan dan perubahan dalam pengelolan hidup dan masyarakat termasuk dalam dunia pendidikan. Sebagai seorang pendidik yang mempunyai tanggung jawab dalam mencerdaskan peserta didik harus dapat membuka diri untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta melek terhadap perkembangan tekonologi sehingga dapat bersaing dengan Negara Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan budaya serta kearifan lokal harus tetap dijaga sebagai pondasi agara tidak terkikisannya kebudaya yang ada di Indonesia. Pendidikan. Tujuan. Dampak Pendidikan Global. How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 05 August 2024 Revised 15 August 2024 Accepted 07 September 2024 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Isu-isu yang berkaitan dengan pendidikan global dan globalisasi mendorong kita untuk melakukan identAkasi dan mencari titik-titik simetris sehingga bisa mempertemukan dua hal yang tampaknya paradoksial. Pendidikan adalah sistem, yaitu tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode, atau media pembelajaran, serta lingkungan pendidikan. Setiap komponen memiliki fungsi yang unik, dan setiap komponen bermanfaat bagi komponen lainnya. Di dunia sekarang ini, banyak sekali permasalahan yang disebabkan oleh berbagai perubahan, seperti perubahan sosial dan agama, serta perubahan teknologi, yang semuanya berdampak negatif terhadap pendidikan dan pembelajaran. Kehidupan globalisasi telah terbawa pada suatu arus yang mengharuskan kita mengubah cara pandang terhadap diri sendiri maupun orang lain. Pandangan suatu bangsa atau negara yang berpaling dari pandangan global hanya akan membuat negara atau bangsa itu terisolir. Dalam era globalisasi tak ada satu bangsa atau negara pun di dunia ini yang dapat bersembunyi dari pengaruh era globalisasi. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 92-98 Globalisasi memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan (Basri, 2. Globalisasi memberi dampak positif bagi bidang pendidikan sekaligus memberi dampak negatif yang perlu Lalu apa saja dampak pada bidang pendidikan yang ditimbulkan oleh globalisasi? Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan merupakan wadah bagi anakanak untuk mengembangkan potensi diri, baik mengembangkan kecerdasan emosional maupun keahlian teknis. Pendidikan merupakan kunci bagi perkembangan suatu bangsa, karena dengan pendidikan generasi di suatu negara bisa terdidik dan terlatih dengan baik (Listiana, 2. Oleh karena itu, di era globalisasi ini hendaknya Indonesia mampu menyiapkan manusia yang mampu berkompetisi dan mampu menghadapi akulturasi budaya yang luar biasa terutama dari budaya Barat. Selain itu, pendidikan di era globalisasi di abad 21 juga harus mampu menerapkan pembelajaran global dan menjadikan peserta didiknya memiliki pelajaran kepada peserta didik untuk cerdas berperan dan menyesuaikan diri terhadap situasi kehidupan nyata yang memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah. METODE PENELITIAN Kajian dari penelitian ini menggunakan jenis penelitian bersifat analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan . ibrary researc. (Leu, 2. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan berupaya untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada dan berlangsung saat ini maupun yang terjadi masa lalu. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini menulis mendeskripsikan bagaimana pendidikan global, tujuan pendidikan global dan dampak dari pendidikan global. Adapun langkah yang peneliti lakukan sesuai dengan pendapat Arikonto (Meliani, dkk 2020 Au(Hamdina et al. angkah penelitian diantaranya yaitu . membaca buku dan jurnal terkait pendidikan global, . menguasai teori, . menguasai metode, . mencari data dan menemukan data, . menganalisis data yang ditemukan secara mendalam, . melakukan perbaikan secara menyeluruh, dan . membuat simpulan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pendidikan Global Pendidikan global adalah salah satu fenomena yang muncul di era globalisasi. Globalisasi merupakan kondisi dimana seluruh dunia menjadi satu kesatuan yang tidak memiliki batasan yang disebabkan oleh jarak ataupun akses untuk terhubung (Yani & Martha, 2023. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 92-98 Al Qardhawi dalam Uus & Muhammad (Hamdina et al. , 2. globalisasi juga bermakna politik, ekonomi, pendidikan, dan lainnya ada dalam satu panduan. Pendidikan global merupakan upaya untuk memberikan pemahaman atau pandangan mengenai dunia yang diajarkan kepada peserta didik. Pemberian pemahaman ini dilakukan dengan memberikan pandangan dengan mengaitkan antar budaya, manusia, dan planet bumi. Selanjutnya Bassar et al (Hamdina et al. , 2. Pendidikan global adalah pendidikan yang dilaksanakan di era saat semua saling ketergantungan sehingga menghilangkan semua batas yang ada di negara, kemajuan teknologi semakin terbuka , era pasar bebas serta terjadinya persaingan yang sangat ketat dan mengglobal. Hal ini menjadikan bahwa peserta didik harus dibekali dengan kemampuan untuk menghadapii hal tersebut. Pendidikan global merupakan upaya sistematis untuk membentuk wawasan dan perspektif mahasiswa dan perspektif siswa, karena melalui pendidikan global siswa dibekali materi secara utuh dan menyeluruh berkaitan dengan masalah global (Hamdina et al. , 2. Pendidikan global menawarkan suatu makna bahwa kita hidup di dalam masyarakat manusia . erkampungan globa. di mana manusia saling terhubung, baik suku, agama, bangsa dan batas Negara tidak menjadi penghalang dan merupakan komunitas dari perbedaan diantara orang-orang yang berbeda bangsa. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan global adalag pendidikan yang diselenggarakan di era global dengan fokus memberikan pembekalan kepada peserta didik untuk memiliki wawasan global namun tetap bertindak sesuai dengan nilai kebudayaannya. Tujuan Pendidikan Global Mempelajari pendidikan global dapat mendorong peserta didik berpikir kritis namun juga dapat berpikir lebih maju terhadap era globalisasi yang semakin menjamur di dunia dan tidak dapat dihindari lagi karena dunia semakin berkembang setiap Kita bisa menarik kesimpulan bahwa mempelajari pendidikan global sangat penting apalagi bagi seorang calon pendidik bagi generasi yang akan datang. Pendidikan global juga bertujuan untuk membantu peserta dan calon pendidik menghadapi era globalisasi yang semakin meluas di dunia. Menurut (Yani & Martha, 2023. Pendidikan global memiliki tiga tujuan yaitu: Memberikan pengalaman yang mengurangi rasa kedaerahan dan kesukuan. Tujuan ini dapat dicapai melalui mengajarkan bahan dan menggunakan metode yang memberikan relatifisme budaya. Memberikan pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk mendekatkan diri dengang keragaman global. Kegunaan dari tujuan ini adalah untuk mendiskusikan tentang relatifisme budaya dan keutamaan etika. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 92-98 Memberikan pengalaman tentang mengajar siswa untuk berpikir tentang mereka sendiri sebagai individu, warga negara dan masyarakat secara keseluruhan. Dampak Pendidikan Globalisasi Dampak Positif Pendidikan Global Berikut ini adalah beberapa poin positif yang ditimbulkan dari adanya globalisasi di dunia pendidikan: Sistem Belajar Mengajar yang Tidak Selalu Tatap Muka Sistem pembelajaran secara online atau biasa disebut e-learning. Sistem pembelajaran ini tidak mengharuskan pendidik dan peserta didik untuk saling bertatap muka secara langsung. Tentu hal ini bisa menjadi opsi bagi peserta didik yang mempunyai kesibukan yang tinggi, karena sistem elearning biasanya dapat diakses kapan saja dan bersifat fleksibel. Kemudahan dalam Mengakses Informasi Pendidikan Dampak positif globalisasi selanjutnya dalam bidang pendidikan adalah mudahnya mengakses informasi pendidikan. Internet memberi kemudahan bagi pendidik dan peserta didik untuk mengakses materi belajar, katakanlah hadirnya situs-situs yang menyediakan buku dalam bentuk digital yang dapat diunduh dan dijadikan referensi dalam proses belajar mengajar. Buku-buku elektronik atau e-book ini bisa diunduh dan langsung dibaca tanpa harus mencetaknya terlebih dahulu, sehingga bisa menghemat pemakaian kertas. Meningkatnya Kualitas Pendidik Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan secara langsung bisa meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik. Kemudahan di era globalisasi ini seyogyanya harus dimanfaatkan secara maksimal oleh guru, karena saat ini guru bisa leluasa melihat trend pembelajaran di dunia, serta mencari referensireferensi dari negara termaju di dunia yang berguna dalam proses belajar Dengan memaksimalkan teknologi dan informasi di era globalisasi, kualitas pengajar akan terus meningkat. Meningkatnya Kualitas Pendidikan Kemajuan teknologi yang semakin canggih ternyata memberi dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan. Sebagai contoh, pada zaman dahulu seorang guru harus menulis di papan tulis dengan menggunakan kapur. Kini dengan adanya teknologi, guru bisa memanfaatkan komputer dan internet untuk menggabungkan tulisan, gambar, suara, video bahkan film untuk mempermudah dalam penyampaian ilmu, termasuk dalam pengajaran ilmu . Pertukaran Pelajar Pertukaran pelajar di dunia pendidikan sering terjadi di era globalisasi. Pelajar dalam sebuah negara bisa memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 92-98 di luar negeri atau sebaliknya. Siswa yang berkesempatan belajar ke negara dengan pendidikan terbaik dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan bisa mengetahui serta mengerti budaya di luar negeri, sehingga siswa diharapkan bisa memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Mendorong Siswa untuk Menciptakan Karya Inovatif Perkembangan IPTEK pada era globalisasi bagi sebuah instansi pendidikan seyoganya bisa dimanfaatkan untuk mendorong siswa-siswanya agar bisa menciptakan suatu karya yang inovatif. Sistem pembelajaran tradisional yang hanya bersifat satu arah agaknya dapat menghambat perkembangan siswa, oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran baru seperti metode student oriented yang nantinya bisa merangsang daya pikir siswa dan juga meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar. Dampak Negatif Globalisasi bagi Pendidikan Berikut ini adalah beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh globalisasi bagi dunia pendidikan: Menurunnya Kualitas Moral Siswa Menurunnya kualitas moral para siswa. Informasi di internet yang dapat diakses secara leluasa sangat rawan dalam mempengaruhi moral siswa, sebagai contoh situs-situs yang berbau pornografi, serta adanya foto dan video yang tidak pantas sangat mudah diakses dan merajalela di media sosial tanpa adanya filterisasi. Adanya konten-konten yang tidak baik tersebut bisa mempengaruhi perilaku siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu, agar moral siswa tidak semakin rusak diperlukan kontrol dan perhatian dari orang tua siswa, guru dan negara. Meningkatnya Kesenjangan Sosial Meningkatnya kesenjangan sosial di masyarakat. Metode pendidikan berbasis teknologi bisa menjadi kesempatan bagi sebuah negara untuk meningkatkan pendidikannya, namun nyatanya kemajuan teknologi dan informasi di dunia pendidikan perlu dibarengi dengan kesiapan mental dan modal yang tentunya tidak sedikit. Di beberapa negara di dunia khususnya negara berkembang, perkembangan teknologi hanya bisa dinikmati sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, sementara sekolah yang berada di wilayah pedalaman terus tertinggal karena sulitnya akses dan kurangnya modal. Akibatnya kesenjangan sosial di bidang pendidikan tidak dapat dibendung lagi. Tergerusnya Kebudayaan Lokal Arus globalisasi yang sangat pesat juga bisa menggerus kebudayaan lokal di sebuah negara. Perkembangan teknologi memungkinkan kontak budaya terjadi melalui media massa, akibatnya pengaruh luar negeri dapat masuk dengan leluasa ke sebuah negara. Akibat dari arus globalisasi ini, budaya di Indonesia Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 92-98 dikhawatirkan akan hilang karena pudarnya rasa nasionalisme, berkurangnya sifat kekeluargaan, serta gaya hidup masyarakat yang kebarat-baratan. Sebagai contoh dapat kita lihat dari gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan seharihari, remaja-remaja di Indonesia banyak yang berdandan meniru selebritis Korea maupun Amerika. Remaja ini mengenakan pakaian yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan kebudayaan yang ada di Indonesia. Munculnya Tradisi Serba Cepat dan Instan Munculnya tradisi serba cepat dan instan. Penyikapan arus globalisasi yang tidak tepat bisa menjadikan pendidikan kehilangan orientasi idealnya yaitu proses pembelajaran. Orientasi pendidikan yang awalnya menekankan pada proses telah berubah ke ranah pencapain hasil. Akibatnya banyak orang yang hanya menekankan pada hasil akhir ketika menempuh sebuah pendidikan, bahkan kini makin marak adanya jual beli ijazah palsu karena banyak orang yang ingin cepat mendapatkan keuntungan secara cepat dan instan. Tentu hal ini bisa menjadi masalah yang besar dan merugikan negara jika tidak segera ditangani dengan cepat. Globalisasi di dunia pendidikan perlu disikapi dengan bijak agar nantinya tidak salah arah. Komersialisasi Pendidikan Dampak negative dari globalisasi selanjutnya adalah terancamnya kemurnian tujuan dalam pendidikan akibat dari komersialisasi pendidikan. Saat ini banyak instansi pendidikan yang didirikan dengan tujuan utama sebagai tempat bisnis. Sebuah lembaga pendidikan bisa disebut sebagai komersialisasi pendidikan jika mementingkan biaya pendaftaran dan uang gedung, tetapi kewajibankewajiban pendidikannya sering diabaikan. Komersialisasi pada dunia pendidikan terjadi ketika sebuah instansi pendidikan menetapkan biaya pendidikan yang tidak sebanding dengan pelayanan pendidikannya, sehingga instansi tersebut hanya mengedepankan laba yang diperoleh. Bahkan ada pula sebuah lembaga pendidikan yang melaksanakan praktik pendidikan hanya untuk mendapatkan gelar akademik tanpa melalui proses pendidikan yang ideal, akibatnya biaya pendidikan di lembaga semacam ini sangatlah tinggi. KESIMPULAN Pendidikan merupakan dari upaya untuk membantu manusia memperoleh kehidupan yang bermakna, sehingga diperoleh suatu kebahagiaan hidup baik secara individu maupun kelompok. Sebagai proses, pendidikan memerlukan sebuah sistem yang terprogram dan mantap, serta tujuan yang jelas agar arah yang dituju mudah Pendidikan adalah upaya sengaja, pendidikan merupakan suatu rancangan dari proses suatu kegiatan yang memiliki landasan dasar yang kokoh, dan arah yang jelas sebagai tujuan yang hendak dicapai. Globalisasi adalah proses integrasi dan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 92-98 interaksi yang terjadi secara bertahap antara individu, entitas dan negaras sehinggal mengakibatkan perubahan tata nlai dan sikap yang ada. pendidikan global adalag pendidikan yang diselenggarakan di era global dengan fokus memberikan pembekalan kepada peserta didik untuk memiliki wawasan global namun tetap bertindak sesuai dengan nilai kebudayaannya. Tujuan dari pendidikan global adalah pendidikan yang melaksanakan pembelajaran yang mendukung peserta didik untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global dengan menguasai IPTEK dan berpegang pada nilainilai budaya. Pendidikan global memberikan dampak positif dan negatif diantaranya: Dampak positif sistem belajar mengajar yang tidak selalu tatap muka. Kemudahan dalam mengakses informasi pendidikan, meningkatnya kwalitas pendidikan, pertukaran pelajar, mendorong siswa untuk menciptakan karya inovatif. Dampak negatif menurunnya kwalitas moral siswa, meningkatnya kesenjangan sosial, tergriusnya budaya lokal, munculnya tradisi serba cepat dan instan, dan komersialisasi DAFTAR PUSTAKA