THE INFLUENCE OF POSYANDU CADRE SERVICE QUALITY ON THE EFFECTIVENESS OF THE NON-COMMUNICABLE DISEASE RISK FACTOR CONTROL PROGRAM IN SUNGAI PINANG VILLAGE. SUNGAI PANDAN SUB-DISTRICT. HULU SUNGAI UTARA REGENCY Ramona Handayani1. Mahdalina2 Program Studi Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai e-mail: monawafiq13@gmail. Submitted: 5/8/2025. Revised: 15/8/2025. Accepted: 19/8/2025. ABSTRAK Penelitian ini mengungkap sejumlah permasalahan mendasar, antara lain rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, keterbatasan anggaran, serta belum optimalnya pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan kader posyandu terhadap efektivitas pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Seluruh item dalam kuesioner dinyatakan valid karena memiliki nilai korelasi di atas r tabel . dinyatakan valid karena nilai r hitung melebihi r tabel . ebih dari 0,2. Instrumen penelitian juga terbukti reliabel, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,97. Data terdistribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov dengan nilai signifikansi > 0,05. Selanjutnya, uji linearitas menunjukkan adanya hubungan linear yang signifikan antara variabel independen dan dependen. Hasil uji heteroskedastisitas melalui scatter plot memperlihatkan adanya pola penyebaran data yang mengindikasikan gejala heteroskedastisitas. Uji hipotesis, diperoleh nilai t hitung sebesar 26,718 yang lebih besar daripada nilai t tabel sebesar 2,402 . engan derajat kebebasan . , sehingga hipotesis alternatif (H. Temuan ini diperkuat oleh Uji linearitas menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. , menandakan hubungan linear yang kuat antara variabel yang diteliti. Kualitas pelayanan terbukti berkontribusi sebesar 94% terhadap efektivitas program, sebagaimana dalam persamaan regresi linear sederhana berikut: Y = 5,486 1,168X. Kata Kunci : Kualitas pelayanan. Efektivitas program ABSTRACT This study reveals several fundamental issues, including the low level of public awareness, limited budget, and the suboptimal use of available facilities and infrastructure. The research aims to analyze the influence of posyandu cadre service quality on the effectiveness of program implementation. A quantitative approach with an associative research type was employed. All questionnaire items were deemed valid, as their correlation values exceeded the critical r-value . ore than 0. The research instrument also proved to be reliable, as indicated by a CronbachAos Alpha value of 0. The data were normally distributed based on the Kolmogorov-Smirnov test, with a significance value greater than 0. Furthermore, the linearity test showed a significant linear relationship between the independent and dependent variables. The heteroscedasticity test using a scatter plot indicated a data distribution pattern suggestive of heteroscedasticity symptoms. In the hypothesis test, the calculated t-value was 26. 718, which was higher than the critical t-value of 2. ith 48 degrees of freedo. , thus the alternative hypothesis (H. was This finding was supported by the linearity test, which yielded a significance value of 0. 000 (< , indicating a strong linear relationship between the variables studied. Service quality was proven to contribute 94% to program effectiveness, as reflected in the following simple linear regression equation: Y = 5. Keywords: Service quality. Program effectiveness Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 41 PENDAHULUAN Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) telah dikenal secara luas oleh masyarakat meskipun masih tergolong sebagai program baru. Pembentukan kader Posbindu PTM mengikuti pola rekrutmen yang serupa dengan kader kesehatan yang telah lebih dahulu ada, seperti kader posyandu balita maupun kader posyandu lansia. Dalam pelaksanaannya, kader Posbindu PTM berperan aktif dalam kegiatan pemantauan kesehatan masyarakat, dengan dukungan pelatihan dan pembinaan dari pemerintah daerah serta dinas atau lembaga terkait. Kader kesehatan pada dasarnya menjalankan tugasnya secara sukarela, didasari oleh motivasi dan keinginan pribadi untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat di sekitarnya. Dalam konteks ini, kader Posbindu PTM memiliki peranan penting dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Selain menjadi pelaksana kegiatan Posbindu PTM, kader juga memegang peran sebagai koordinator penyelenggaraan kegiatan, penggerak partisipasi masyarakat, pemantau faktor risiko PTM, konselor sesuai kondisi masyarakat, serta pencatat dan pendokumentasi kegiatan. Di Desa Sungai Pinang. Kecamatan Sungai Pandan. Kabupaten Hulu Sungai Utara, kegiatan Posbindu mencakup lima peran utama kader, yaitu: pemeriksaan mencakup wawancara riwayat PTM keluarga serta pengukuran antropometri dan fisiologis, seperti berat dan tinggi badan. IMT, lingkar perut, komposisi lemak tubuh, dan tekanan darah. yang idealnya dilaksanakan setiap bulan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk provinsi menunjukkan asma 2,4%, kanker 1,79%, diabetes 1,5%, penyakit jantung 1,5%, hipertensi 8,36%, stroke 10,9%, penyakit gagal ginjal kronis 0,38%, penyakit sendi 7,30%. Melihat kenaikan prevalensi penyakit tidak menular, membuat peran kader kader Posbindu PTM sangat penting untuk 1 2 melakukan deteksi dini di masyarakat. prevalensi penyakit tidak menular dimasa pandemi terdapat pengaruh karena pihak puskesmas tidak bisa menskrining secara awal terkait penyakit tidak menular yang ada di wilayah Hulu Sungai Utara. Kader Posbindu PTM ikut serta dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui program Posbindu PTM kader dapat berperan dan berfungsi sebagai pengendalian faktor risiko PTM di masyarakat. Kegiatan Posbindu di desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara terdapat ada 5 peran kader yaitu: Kegiatan penggalian informasi faktor risiko dengan wawancara sederhana tentang riwayat PTM pada keluarga. Kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan. Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar perut, analisis lemak tubuh, dan tekanan darah sebaiknya diselenggarakan 1 bulan sekali. Kegiatan pemeriksaan fungsi paru sederhana diselenggarakan 1 tahun sekali. Kegiatan penggalian informasi faktor risiko dengan wawancara sederhana tentang riwayat PTM pada keluarga. Kegiatan pemeriksaan kolesterol total dan Kegiatan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Aseta. dilakukan sebaiknya minimal 5 tahun sekali. Kegiatan pemeriksaan kadar alkohol pernafasan dan tes amfemin 3 urin bagi kelompok pengemudi umum. Kegiatan konseling dan penyuluhan, harus dilakukan setiap pelaksanaan Posbindu PTM. Kegiatan aktifitas fisik dan atau olah raga bersama. Kegiatan rujukan ke fasilitas layanan kesehatan dasar di wilayahnya dengan pemanfaatan sumber daya tersedia termasuk upaya respon cepat sederhana dalam penanganan pra-rujukan Namun, berdasarkan hasil observasi awal di wilayah tersebut, ditemukan beberapa permasalahan utama, antara lain: rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. masyarakat kurang antusias karena peralatannya kurang memadai sehingga tidak terdorong untuk datang ke posbindu. kurangnya minat masyarakat untuk menghadiri kegiatan Posbindu akibat keterbatasan sarana dan prasarana. keterbatasan anggaran. serta kurangnya pemahaman kader terhadap tugas dan tanggung jawabnya akibat minimnya pelatihan yang diterima. Di samping itu, penguatan kapasitas kader dalam mendeteksi dini risiko PTM dinilai belum berjalan secara optimal. Permasalahan inilah yang menjadi dasar perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut terkait "Pengaruh Kualitas Pelayanan Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 42 Kader Posyandu terhadap Efektivitas Program Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Sungai Pinang. Kecamatan Sungai Pandan. Kabupaten Hulu Sungai UtaraAy. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan dan menguji hubungan antar variabel, menilai kualitas suatu variabel, menguji teori, serta memperoleh generalisasi yang memiliki nilai prediktif terhadap suatu gejala. Pendekatan ini mengandalkan alat pengumpul data . yang menghasilkan data berupa angka . Analisis data dillaksanakan dengan menggunakan statistik yang bertujuan untuk menyederhanakan, mengelompokkan data, menilai hubungan, dan mengetahui apakah ada perbedaan dalam data kelompok. Proses ini dilakukan secara terkontrol, menggunakan instrumen yang tepat, serta analisis statistik agar hasil penelitian diperoleh secara akurat. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih tanpa melakukan manipulasi terhadap variabelvariabel tersebut. Menurut Muhammad Buchori Ibrahim . , penelitian asosiatif dimaksudkan untuk menggali hubungan antar variabel sebagaimana adanya, tanpa intervensi. Pernyataan ini didukung oleh pendapat Misna Ariani dan rekan-rekan . alam Sugiyono, 2017:. , yang menyatakan bahwa populasi adalah sekumpulan objek atau subjek dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulannya. Populasi yang digunakan ini mencakup masyarakat yang berada di sekitar POSBINDU Desa Sungai Pinang, dengan jumlah keseluruhan sebanyak 50 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta POSBINDU yang berjumlah 50 orang, yang dipilih dengan total sampling method, sebab jumlah populasi sedikit dan memungkinkan untuk dijadikan sampel secara Dengan demikian, sampel dianggap dapat merepresentasikan seluruh populasi secara tepat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner . , observasi dan Teknik penentuan skor menggunakan skala likert dnegan 5 kategori Alternatif jawaban (SANGAT SETUJU), di beri skor 5, yang menunjukkan kategore sangat tinggi. Alternatif jawaban (SETUJU), di beri skor 4, yang menunjukkan kategori tinggi. Alternatif jawaban (NETRAL) di beri skor 3, yang menunjukkan kategore tinggi. Alternatif jawaban (TIDAK SETUJU), di beri skor 2, yang menunjukkan kategore rendah. Alternatif jawaban (SANGAT TIDAK SETUJU), di beri skor 1. PEMBAHASAN Hasil analisis uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item dalam instrumen kuesioner memiliki nilai r hitung yang lebih tinggi dibandingkan dengan r tabel. Dengan demikian, seluruh butir pertanyaan pada variabel X maupun variabel Y dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Rincian nilai validitas masing-masing item disajikan pada tabel berikut. Tabel 1 Variabel X (Kualitas Pelayana. r Hitung r tabel Status 0,884 0,2732 Valid 0,932 0,2732 Valid 0,2732 Valid 0,889 0,2732 Valid Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 43 0,901 0,2732 Valid 0,879 0,2732 Valid 0,871 0,2732 Valid 0,936 0,2732 Valid 0,889 0,2732 Valid Variabel Y Status Hitung tabel Efektivitas Progra. Y10 0,813 0,2732 Valid Y11 0,872 0,2732 Valid Y12 0,874 0,2732 Valid Y13 0,866 0,2732 Valid Y14 0,801 0,2732 Valid Y15 0,890 0,2732 Valid Y16 0,870 0,2732 Valid Y17 0,859 0,2732 Valid Y18 0,841 0,2732 Valid Y19 0,859 0,2732 Valid Y20 0,812 0,2732 Valid Y21 0,878 0,228 Valid Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 44 Hasil uji reliabilitas menggambarkan hasil yang reliabel karena nilai Cronbach's Alpha yang diperoleh melebihi angka 0,6. Rincian nilainya dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel 2 Tabel 3 Uji reliabilitasVariabel X Uji reliabilitas Variabel Y Reliability Statistics Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha N of Items N of Items Sumber : Hasil output SPSS 22, 2025 Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal berdasarkan uji KolmogorovSmirnov, dengan nilai signifikansi sebesar 0,145 yang melebihi batas 0,05. Rincian hasil uji bisa diamati pada table dibawah ini: Tabel 4 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 45 Sumber : Hasil output SPSS Versi 22, 2025 Hasil uji linearitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000, yang berada di bawah ambang batas 0,05. Ini mengindikasikan adanya hubungan linear antara kualitas pelayanan dengan efektivitas program. Oleh karena itu, dapat mengindikasikan bahwa kedua hal tersebut saling berhubungan linear secara Detail hasilnya dapat digambarkan di bawah ini: Tabel 5 Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares (Combine. Linearity Deviation from Within Groups Total Efektivitas program Between ( Y) * kualitas Groups pelayanan (X) Mean Square Sig. Linearity Sumber : Hasil output SPSS Versi 22, 2025 Hasil pengujian heteroskedastisitas dengan metode scatter plot mengindikasikan adanya gejala heteroskedastisitas. Indikasi ini terlihat dari penyebaran titik-titik yang tidak acak . di antara sumbu 0 dan 1, di mana titik-titik tersebut membentuk pola tertentu seperti gelombang, menyebar, atau menyempit. Visualisasi dari pengujian ini ditampilkan pada gambar di Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 46 Gambar 1 Sumber : Hasil output SPSS versi 22, 2025 Perhitungan pengujian hipotesis, diperoleh bahwa nilai t hitung melebihi dibandingkan nilai t tabel, sehingga hipotesis alternatif (H. diindikasikan diterima. Dengan jumlah responden sebanyak 50 orang, nilai t tabel pada derajat kebebasan . 48 adalah 2,402, sedangkan hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 26,718. Karena nilai t hitung . melebihi nilai t tabel . , maka dapat diindikasikan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan kader posyandu terhadap efektivitas program pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM). Rincian hasil pengujian hipotesis disajikan pada Tabel 7 berikut. Hasil Uji Hipotesis Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. kualitas pelayanan (X) Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Efektivitas program ( Y) Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 47 Sumber : Hasil output SPSS versi 22, 2025 Tingkat pengaruh variabel X . ualitas pelayana. terhadap variabel Y . fektivitas progra. sebesar 94%. Angka ini diperoleh dari hasil analisis koefisien determinasi, yang mengindikasikan bahwa mayoritas perubahan dalam efektivitas program disebabkan oleh kualitas pelayanan yang diberikan Tabel 8 Koefisien Determinan Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. , kualitas pelayanan (X) Dependent Variable: Efektivitas program ( Y) Sumber : Hasil output SPSS Versi 22 , 2025 Persamaan regresi linier sederhana yaitu Y= 5. PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh item pertanyaan pada instrumen penelitian terbukti valid secara statistik, sehingga layak digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang dikaji secara akademik. angket dinyatakan valid karena nilai r hitung melebihi r tabel, yaitu lebih besar dari 0,2732. Begitu pula pada uji reliabilitas, semua item angket terbukti reliabel dengan nilai CronbachAos Alpha yang memenuhi kriteria. Berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,145 (> 0,. , sehingga data dapat dinyatakan berdistribusi normal. Karena nilai tersebut melebihi tingkat signifikansi 0,05. Selanjutnya, uji linearitas menunjukkan adanya hubungan linear antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y), dibuktikan dengan nilai signifikansi linearitas sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas melalui scatter plot, ditemukan adanya indikasi heteroskedastisitas, yang terlihat dari pola titik-titik yang tidak tersebar secara acak, serta membentuk gelombang yang melebar dan menyempit pada rentang antara sumbu 0 dan 1. Pada uji hipotesis, diperoleh angka t hitung 26,718 yang melebihi daripada t tabel dengan angka 2,402, sehingga hipotesis alternatif (H. Hal ini mengindikasikan terdapat pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan kader posyandu terhadap efektivitas program di Ramona Handayani. Mahdalin. The Influence of A | 48 Desa Sungai Pinang. Besarnya pengaruh ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi sebesar 94%, dan persamaan regresi linier sederhana yang diperoleh adalah Y = 5,486 1,168X. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul "Pengaruh Kualitas Pelayanan Kader Posyandu terhadap Efektivitas Program Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Sungai Pinang. Kecamatan Sungai Pandan. Kabupaten Hulu Sungai Utara". Berdasarkan hasil analisis, hipotesis alternatif (H. dapat diakui yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel-variabel yang diteliti antara kualitas pelayanan kader posyandu terhadap efektivitas pelaksanaan program pengendalian faktor risiko PTM. Besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y mencapai 94 %. Semua butir angket valid dan reliabel, data berdistribusi normal, terdapat gejala heteroskesdasitas, terdapat hubungan yang linier antara variabel Kualitas pelayanan kader dengan efektivitas program Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Dari hasil penelitian disarankan : Kepada Kepala Desa agar menghimbau masyarakat Desa Sungai Pimang lebih massif untuk mengikuti program Program Pengendalian Faktor Resiko tidak Menular (PTM). Kader posyandu diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan serta aktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik dan terdorong untuk berpartisipasi secara aktif dalam program ini. Kepada masyarakat agar bisa memahami dan mengetahui dampak program ini bagi mereka sehingga masyarakat proaktif berpartisipasi. Kepada Penyelenggara Program dan yang terkait agar bisa lebih maksimal melakukan upaya Program Pengendalian Faktor Resiko tidak Menular (PTM) . DAFTAR PUSTAKA