Original Research Paper Morfometri Tubuh Dan Indeks Organ Ayam Broiler [Gallus gallus gallus (Linnaeus, 1. ] Setelah Pemberian Ampas Kelapa Fermentasi Menggunakan Kapang Mucor irregularis Body Morphometrics and Organ Index of Broiler Chicken [Gallus gallus gallus (Linnaeus, 1. ] After Feeding Fermented Coconut Pulp Using Mucor irregularis Aileen Arhand Salsabila1. ArbaAo Ramadhani Artik1. Priscilla Megantari1. Miftahul Ilmi1. Hendry Saragih1* Fakultas Biologi. Universitas Gadjah Mada. Jl. Teknika Selatan. Sinduadi. Mlati. Sleman Yogyakarta, 55281. Indonesia. *Corresponding Author: saragihendry@ugm. Abstrak: Komoditas peternakan paling diminati adalah ayam broiler karena kandungan protein yang tinggi. Peningkatan kualitas pemeliharaan ayam diperlukan untuk menghasilkan ayam yang berkualitas. Pakan merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan ayam broiler. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari potensi penambahan pakan ayam broiler dengan fermentasi ampas kelapa Mucor irregularis terhadap perkembangan morfometri dan organ limfoid . ursa fabricius dan lie. , pertumbuhan otot pektoralis mayor, dan panjang usus halus. Sebanyak 180 ekor ayam broiler jantan (Gallus gallus gallu. pasca menetas (DOC) dipisahkan ke 5 kelompok, 3 ulangan, dan tiap ulangan berjumlah 12 ekor ayam. Kelompok kontrol (K) mendapat pakan basal, perlakuan 1 (P. dan P2 diberikan ampas kelapa non fermentasi . % dan 2%), sedangkan P3 dan P4 diberikan ampas kelapa fermentasi . % dan 2%), perawatan dilakukan hingga umur 16 hari . hari aklimas. Morfometri tubuh diukur dan 3 ekor ayam dari tiap kelompok dibedah untuk diukur indeks organ otot, bursa fabricius dan lien, serta pengukuran panjang usus halus. Data dianalisis menggunakan One-way ANOVA dengan uji Duncan ( = 0. Peningkatan morfometri tubuh ayam, indeks organ bursa fabricius, lien, otot pektoralis mayor, dan panjang usus halus tertinggi dimiliki oleh ayam kelompok P4. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui penambahan ampas kelapa fermentasi dalam pakan berdampak baik bagi pertumbuhan morfometri tubuh ayam, peningkatan berat dan indeks organ limfoid . ursa fabricius dan lie. dan otot pektoralis mayor, serta pemanjangan usus halus. Kata kunci: ampas kelapa. ayam broiler. morfometri tubuh. otot pektoralis mayor. Abstract: Broiler chickens are the most popular livestock commodity due to their high protein content. Improving chicken rearing quality is needed to produce high quality chickens. Feed is one of the determining factors for broiler growth. This research was conducted to study the potential of adding broiler feed with fermented coconut pulp using Mucor irregularis on morphometric development and lymphoid organs . ursa fabricius and lie. , pectoralis major muscle growth, and small intestine length. Total 180 male broiler chickens (Gallus gallus gallu. post-hatch (DOC) were separated into 5 groups with 3 replicates and each replicate amounted to 12 chickens. The control group (K) was given basal feed, treatment 1 (P. and P2 were given non-fermented coconut pulp . % and 2%), while P3 and P4 were given fermented coconut pulp . % and 2%), chickens rearing were done until 16 days old . days of acclimatio. Body morphometry measurements were taken and 3 chickens from each group were dissected to measure muscle organ index, bursa fabricius and lien, and small intestine length. Data were analyzed using One-way ANOVA with Duncan's test ( = 0. The highest increase in chicken body morphometry, organ index of bursa fabricius, lien, pectoralis major muscle, and length of small intestine is owned by P4 group Based on the results of this study, it can be seen that the addition of fermented coconut pulp in feed has a good impact on the growth of chicken body morphometry, increased weight and index of lymphoid organs . ursa fabricius and lie. and pectoralis major muscle, and lengthening of the small intestine. Keywords: broiler chicken. coconut pulp. major pectoralis muscle. body morphometry A 2025 Salsabila . This article is open access Salsabila, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 1 Ae 8 DOI: 10. 22146/bib. Dikumpulkan: 26 Juni 2024 Direvisi: 20 Januari 2025 Pendahuluan Ayam broiler merupakan salah satu komoditas paling diminati oleh masyarakat wilayah Yogyakarta. Tingginya minat tersebut terbukti pada peningkatan jumlah konsumsi daging dari tahun 2019 ke 2020 mencapai 6,42% (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2. Preferensi terhadap ayam broiler disebabkan oleh kandungannya yang tinggi akan protein dan rendah lemak (Maurer, 2. Upaya untuk memenuhi preferensi masyarakat harus pemeliharaan ayam. Kualitas pemeliharaan yang optimal menjadi faktor penting untuk menentukan pertumbuhan ayam broiler (Ajmal et , 2. Pemberian pakan merupakan faktor utama yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan laju pertumbuhan ayam broiler (Lalisuk et al. Kualitas dan nutrisi dalam pakan perlu diperhatikan, terutama kandungan proteinnya. Kandungan protein yang tinggi akan meningkatkan laju pertumbuhan bobot badan dan morfometri ayam broiler (Kuietche et al. , 2. Selain itu, perkembangan organ limfoid, berupa bursa fabricius dan lien, pertumbuhan otot pektoralis mayor, serta pertambahan panjang usus halus juga dapat terpengaruh (Panda et al. Budiartawan et al. , 2018. Wati et al. Pakan juga menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi peternak ayam broiler karena harganya yang mahal. Penggunaan dana untuk membeli pakan mencapai 70% dari keseluruhan dana yang diperlukan dalam memelihara ayam. Kerugian akan tampak jika kandungan nutrisi pakan tidak sesuai dengan harga pakan karena penyerapan nutrisi yang optimal pada ayam broiler dipengaruhi oleh kandungan nutrien yang terkandung di pakan (Sugiharto & Ranjitkar, 2. Maka dari itu, perlu dikembangkan alternatif pembuatan pakan ayam broiler yang lebih ekonomis tanpa mengesampingkan kandungan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Diterima: 15 April 2025 Dipublikasi: 26 April 2025 Ampas kelapa dikategorikan ke dalam limbah organik yang memiliki potensi sebagai pakan ternak alternatif. Kandungan gizi yang terdapat dalam ampas kelapa meliputi protein, karbohidrat, lemak, dan tinggi serat (Yulvianti et , 2. Namun, penggunaan limbah ampas kelapa sebagai pakan tambahan belum maksimal. Hal ini diakibatkan komponen seperti lemak dan serat tinggi dalam ampas kelapa sulit dicerna oleh ayam broiler. Proses fermentasi terhadap ampas kelapa dengan kapang dapat mengubah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga komponen yang terkandung dapat lebih mudah tercerna (Syahri, 2. Hal ini dibuktikan oleh penelitian Miskiyah et al. terkait pengaplikasian proses fermentasi terhadap ampas kelapa dengan menggunakan Rhizopus menghasilkan peningkatan kadar protein dari 11,35% meningkat menjadi 26,09%, penurunan kadar lemak sebesar 11,97%, dan penurunan serat kasar 2,97%. Penelitian terkait potensi penambahan pakan ayam broiler dengan fermentasi ampas kelapa Mucor irregularis terhadap pengaruh perkembangan morfometri dan organ limfoid berupa bursa fabricius dan lien, pertumbuhan otot pektoralis mayor, serta pertambahan panjang usus halus belum dilakukan. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penambahan fermentasi ampas kelapa pada pakan ayam broiler. Bahan dan Metode Bahan Penelitian Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 180 ekor ayam broiler jantan (Gallus gallus gallu. dari pasca menetas (DOC) sampai umur 16 hari, pakan basal, ampas kelapa, fermentasi ampas kelapa dengan Mucor irregularis, pasir, dan medline. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai April 2024. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Stasiun Penelitian Sawitsari Fakultas Biologi Universitas Gadjah A 2025 Salsabila . This article is open access Salsabila, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 1 Ae 8 DOI: 10. 22146/bib. Mada untuk pemeliharaan ayam broiler. Proses inokulasi kapang dan fermentasi ampas kelapa dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Sampel berupa lien, bursa fabricius, usus halus, dan otot pectoralis mayor ayam broiler yang diawetkan tersebut akan diteliti di Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Formulasi Pakan Pembuatan fermentasi ampas kelapa dengan Mucor irregularis dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada. Pembuatan subkultur isolat Mucor irregularis berasal dari stok kultur yang tersedia di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada. Hasil dari fermentasi ampas kelapa menggunakan Mucor irregularis diperoleh dari tim penelitian Dr. Miftahul Ilmi. Si. Fermentasi ampas kelapa diproduksi dengan metode Solid State Fermentation (SSF). Ampas kelapa di sangrai hingga kering dan sebanyak 40 gram ampas kelapa sangrai dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 ml untuk proses sterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 121AC selama 20 menit. Tahap selanjutnya adalah proses sterilisasi medium produksi cair dengan komposisi . KHCCPOCE 2,5. MgSOCEOo7HCCO 0,5. FeSOCEOo7HCCO 0,02. CaClCC 0,1. KNOCE 1,0. dan yeast extract (Somashekar et al. Medium cair yang telah disterilisasi dituang ke dalam ampas kelapa steril dan diinokulasikan inokulum berupa suspensi spora . A spora/m. Kemudian, diinkubasi pada suhu ruang selama 5 hari. Pada hari ke-5 dilakukan pemanenan produk hasil fermentasi. Pemeliharaan Ayam Pemeliharaan ayam broiler DOC sampai umur 16 hari dilakukan di kandang box container ukuran 60x50x50 cmA yang berada di Stasiun Penelitian Sawitsari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Ayam broiler yang telah dipindahkan ke kandang dilakukan proses aklimasi selama tiga hari dan pemberian pakan setelah proses aklimasi. DOC ayam broiler yang telah sampai diberikan minuman campuran berupa air dengan gula merah. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan asupan karbohidrat sebagai sumber energi bagi ayam akibat dari proses pengiriman yang memungkinkan terjadinya proses dehidrasi (Aryanti et al. , 2. Setelah 24 jam, ayam mulai diberikan minum berupa air biasa. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 pengulangan, dimana setiap ulangan/unit percobaan terdiri dari 12 ekor ayam, sehingga total ayam yang digunakan adalah 180 Ayam broiler tersebut dipelihara dengan diberikan perlakuan pakan sesuai dengan kelompok perlakuan yaitu perlakuan kontrol (K) pemberian pakan basal, perlakuan 1 (P. pemberian pakan basal dengan 1% ampas kelapa, perlakuan 2 (P. pemberian pakan basal dengan 2% ampas kelapa, perlakuan 3 (P. pemberian pakan basal dengan 1% fermentasi ampas kelapa, dan perlakuan 4 (P. pemberian pakan basal dengan 2% fermentasi ampas kelapa. Koleksi Data Pada umur 1 hari ayam broiler dilakukan Morfometrik merupakan indikator yang memiliki nilai korelasi cukup erat dengan parameter bobot hidup. Pengukuran morfometri ayam dapat mengetahui manfaat penambahan fermentasi ampas kelapa terhadap performa pertumbuhan ayam (Rahayu et al. , 2. Pada penelitian ini, pengukuran morfometri tubuh meliputi panjang paruh, panjang kepala, panjang leher, lebar dada, panjang sayap, dan panjang sayap. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan berat badan ayam tanpa menimbang langsung dengan alat timbang (Putri et al. , 2020. Tamzil et al. , 2. Selain pengukuran morfometri, terdapat perhitungan indeks organ bursa fabricius, lien, dan otot pectoralis mayor. Perhitungan indeks organ dapat dilakukan menggunakan rumus sebagai berikut: yaycuyccyceycoyc ycCycyciycaycu (%) yaAyceycycayc ycCycyciycaycu . ycu100% yaAyceycycayc yaycycayco yaycCya . (Hidayat et al. , 2. Analisis Data Pencuplikan data menerapkan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana tiap ulangannya diwakilkan oleh 3 ekor ayam. Hasil koleksi data meliputi morfometri tubuh ayam, indeks organ . ursa fabricius, lien, dan otot pektoralis mayo. , serta panjang usus halus. A 2025 Salsabila . This article is open access Salsabila, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 1 Ae 8 DOI: 10. 22146/bib. selanjutnya dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS 25. Metode analisis yang digunakan adalah One-way ANOVA dan penentuan signifikansi menggunakan uji Duncan . = 0,. penambahan pakan ampas kelapa fermentasi 2% (P. Akan tetapi, tidak tampak adanya perbedaan nyata pada keseluruhan kelompok dalam penelitian ini. Indeks organ lien menunjukkan kelompok kontrol (K) tidak Hasil dan Pembahasan berbeda nyata dengan kelompok perlakuan Hasil penambahan ampas kelapa non fermentasi 1% Morfometri Tubuh Ayam dan 2% (P1 dan P. , serta dengan kelompok Variabel morfometri tubuh ayam broiler penambahan ampas kelapa fermentasi 1% (P. yang diukur dalam penelitian ini meliputi Perbedaan signifikan terlihat antara kelompok K panjang paruh, panjang kepala, panjang leher, dan kelompok P4. panjang sayap, lingkar dada, panjang badan. Sementara itu, indeks otot pektoralis yang panjang paha, dan tinggi badan. Hasil ditunjukkan pada Tabel 3 tidak memiliki beda pengukuran morfometri tubuh ayam dituliskan signifikan yang nyata antar perlakuan. Nilai dalam Tabel 1 pengukuran morfometri tubuh tertinggi indeks otot pektoralis mayor terdapat ayam di umur 1 hari dan 4 hari tidak pada kelompok perlakuan pemberian pakan menunjukkan hasil yang berbeda secara dengan penambahan 1% ampas kelapa signifikan antara masing-masing perlakuan fermentasi (P. dengan nilai 7,735 A 0,403ns. dalam penelitian ini. Sementara, peningkatan Panjang Usus Halus morfometri tubuh ayam broiler pada umur 16 Pada Tabel 3 menunjukkan perlakuan hari tidak memiliki nilai signifikansi nyata antar kontrol secara signifikan (P O 0,. memiliki Namun, kelompok perlakuan 4 (P. nilai panjang usus halus yang rendah dibanding memiliki nilai tertinggi dibandingkan kelompok kelompok perlakuan lainnya, yaitu 103,57 A perlakuan lainnya pada ayam broiler umur 16 3,09a cm. Kelompok perlakuan yang memiliki Namun, kelompok perlakuan 4 nilai panjang usus halus tertinggi adalah (P. memiliki nilai tertinggi dibandingkan perlakuan 4 (P. dengan nilai 119,47 A 1,36b cm. kelompok perlakuan lainnya pada ayam broiler Kelompok penambahan 1% dan 2% ampas umur 16 hari. kelapa tidak berbeda nyata dengan kelompok Indeks Organ penambahan 1% dan 2% fermentasi ampas Perhitungan indeks organ bursa fabricius. Perbedaan signifikan terlihat antara lien, dan otot pektoralis mayor dapat dilihat pada kelompok perlakuan kontrol (K) dengan Tabel 2 nilai indeks organ bursa fabricius perlakuan 1 (P. , perlakuan 2 (P. , perlakuan 3 tertinggi dimiliki oleh kelompok dengan (P. , dan perlakuan 4 (P. Tabel 1. Morfometri tubuh ayam broiler setelah pemberian perlakuan penambahan ampas kelapa dalam pakan sampai umur 16 hari. Hari Perlakuan 5,43A0,10ns 5,93A0,14ns 5,58A0,17ns 0,205 Lingkar dada 11,61A0,61ns 11,28A0,14ns 11,73A0,31ns 11,82A0,14ns 11,79A0,16ns 0,311 Panjang paha 4,32A0,18ns 4,06A0,27ns 4,27A0,22ns 4,47A0,07ns 4,13A0,13ns 0,597 Panjang sayap 6,07A0,03ns 6,24A0,04ns 6,38A2,58ns 6,66A2,3ns 7,09A0,94ns 0,940 Lingkar dada 11,5A0,01ns 12,7A2,33ns 13,16A2,74ns 13,26A3,01ns 14,62A0,04ns 0,521 Panjang paha 5,14A0,19ns 5,72A0,07ns 5,49A0,35ns 0,224 Panjang sayap 15,06A0,29a 15,65A0,44ab 15,77A0,53ab 16,25A0,34bc 16,65A0,59c 0,014 Lingkar dada 24,06A0,28a 24,58A0,35ab 24,74A0,44ab 24,84A0,47bc 25,27A0,10c 0,022 Variabel Panjang sayap 5,44A0,24ns 5,72A0,08ns Panjang paha 9,00A0,41a 9,27A0,14ab 5,44A0,37ns 9,42A0,24ab 5,71A0,43ns 9,64A0,34b 9,83A0,33b p-value 0,056 A 2025 Salsabila . This article is open access Salsabila, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 1 Ae 8 DOI: 10. 22146/bib. Keterangan: K = Kontrol. P = Perlakuan. P1 = Ampas kelapa non fermentasi 1%. P2 = Ampas kelapa non fermentasi 2%. P3 = Ampas kelapa fermentasi M. irregularis 1%. P2 = Ampas kelapa fermentasi M. (RerataASD): SD = Standar deviasi not significant huruf yang berbeda pada satu kolom sama menunjukkan signifikansi = 0. Tabel 2. Indeks organ bursa fabricius, lien, dan otot pektoralis mayor ayam broiler setelah pemberian perlakuan penambahan ampas kelapa dalam pakan basal sampai umur 16 hari. Variabel Perlakuan 0,093A0,002 0,080A0,006 0,070A0,005 0,099A0,011c Indeks Lien 0,075A0,005 Indeks Bursa 0,310A0,012ns 0,274A0,007ns 0,275A0,022ns 0,243A0,026ns 0,313A0,040ns Indeks Otot Pektoralis 6,705A1,113ns 7,118A0,249ns 7,234A0,976ns 7,735A0,403ns 6,673A0,833ns Keterangan: K = Kontrol. P = Perlakuan. P1 = Ampas kelapa non fermentasi 1%. P2 = Ampas kelapa non fermentasi 2%. P3 = Ampas kelapa fermentasi M. irregularis 1%. P2 = Ampas kelapa fermentasi M. (RerataASD): SD = Standar deviasi not significant huruf yang berbeda pada satu kolom sama menunjukkan signifikansi = 0. Tabel 3. Panjang usus halus ayam broiler setelah pemberian perlakuan penambahan ampas kelapa dalam pakan basal sampai umur 16 hari. Variabel Panjang usus halus . Perlakuan 103,57A3,09a 113,83A4,86b 115,13A1,20b 117,90A2,76b 119,47A1,36b p-value 0,001 Keterangan: K = Kontrol. P = Perlakuan. P1 = Ampas kelapa non fermentasi 1%. P2 = Ampas kelapa non fermentasi 2%. P3 = Ampas kelapa fermentasi M. irregularis 1%. P2 = Ampas kelapa fermentasi M. (RerataASD): SD = Standar deviasi not significant huruf yang berbeda pada satu kolom sama menunjukkan signifikansi = 0. Pembahasan Morfometri Tubuh Ayam Morfometri tubuh ayam memiliki korelasi positif dengan pertambahan bobot tubuh ayam. Fase starter pada ayam mendominasi tingkat pertumbuhan ayam, sehingga kenaikan ukuran morfometri tubuh ayam terbesar terjadi pada fase ini (Payte et al. Kecukupan protein menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan morfometri tubuh ayam broiler (Kuietche et al. Hasil pengukuran morfometri tubuh ayam dalam penelitian ini memperlihatkan pertumbuhan panjang sayap dan panjang paha hari ke-16 mengalami peningkatan terbesar dari hari ke-1 dan ke-4. Paha dan sayap ayam menjadi bagian dominan yang mengontrol pergerakan tubuh ayam, sehingga pertumbuhan yang cepat akan terjadi pada anggota tubuh tersebut (Fortomaris et al. , 2. Indeks Organ Kisaran indeks organ bursa fabricius pada penelitian ini adalah 0,243% - 0,313%. Sementara itu, indeks organ lien adalah 0,070% - 0,099%. Namun, merujuk pada penelitian oleh Aprillia et al. , kisaran indeks bursa fabricius dan lien secara berturut-turut adalah 0,07% - 0,11%. dan 0,11% - 0,15%. Hasil A 2025 Salsabila . This article is open access Salsabila, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 16 . : 1 Ae 8 DOI: 10. 22146/bib. Perhitungan indeks organ bursa fabricius dan lien merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengetahui kualitas imun ayam (Aprillia et al. , 2. Peningkatan bobot tubuh ayam dan berat organ limfoid . ursa fabricius dan lie. saling berhubungan, pada fase starter perkembangan tubuh ayam terjadi hal tersebut adalah pertumbuhan organ limfoid primer terjadi sejak fase sebelum menetas dan memuncak di fase starter ayam . mur 1-7 har. , sedangkan lien memiliki pertumbuhan yang lebih lambat di fase sebelum menetas (Udoumoh et al. , 2. Di samping itu, secara umum pertumbuhan organ bursa fabricius dan lien dipengaruhi oleh konsumsi nutrisi ayam. Menurut Houshmand et al. , nutrien penting berupa protein mampu meningkatkan berat organ lien dan bursa fabricius, walaupun tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap indeks kedua organ tersebut. Indeks organ bursa fabricius mengalami peningkatan pada penambahan ampas kelapa fermentasi dibandingkan dengan ayam yang hanya diberikan pakan basal. Meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dipengaruhi oleh peningkatan berat badan yang digunakan sebagai pembagi seiring dengan peningkatan berat organ sebagai pembilang dalam penentuan indeks organ (Hidayat et al. , 2. Peningkatan bobot otot pektoral . tot dad. berhubungan erat dengan pertambahan bobot badan ayam broiler. Berdasarkan studi Erensoy et al. , tingkat korelasi antara bobot otot pektoral dengan berat badan berturut-turut 0,83 dan 0,80. Bobot badan akan ikut meningkat seiring dengan pertambahan bobot otot pektoral Panjang Usus Halus Pemberian fermentasi ampas kelapa dengan Mucor irreggularis menunjukkan pengaruh terhadap panjang usus halus. Peningkatan panjang usus halus tersebut tidak terlepas dari kandungan nutrisi protein yang terkandung pada fermentasi ampas kelapa. Protein memiliki kandungan asam amino essensial yang berfungsi dalam pembentukan jaringan tubuh dan mendukung pertumbuhan usus ayam broiler, sehingga terjadi peningkatan panjang usus halus. Hal tersebut juga menyebabkan penyerapan nutrisi di usus halus menjadi semakin optimal (Wang et al. , 2. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang secara cepat, sehingga pertumbuhan organ bursa fabricius dan lien juga meningkat dengan cepat (Panda et al. , 2. Hasil indeks organ bursa fabricius di Tabel 2 menunjukkan nilai (%) yang lebih tinggi dibandingkan indeks organ lien. Faktor yang dapat mempengaruhi dilakukan oleh Sari et al. menyatakan bahwa peningkatan bobot badan ayam broiler ditunjang oleh panjang usus halus dan bobot usus halus akibat pemberian ransum yang mengandung 18% protein. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah ampas kelapa fermentasi dalam pakan memiliki potensi meningkatkan pertumbuhan ayam Proses fermentasi dalam pembuatan kandungan nutrisi di dalamnya, terutama kandungan protein. Selama perlakuan 16 hari, kelompok ayam yang diberikan ampas kelapa fermentasi mengalami peningkatan morfometri tubuh . anjang paruh, panjang kepala, panjang leher, panjang sayap, lingkar dada, panjang badan, panjang paha, dan tinggi bada. , indeks organ limfoid . ursa fabricius dan lie. dan otot pektoralis mayor, serta pemanjangan usus jejunum dan duodenum. Melalui hasil yang diperoleh ini, penambahan ampas kelapa diterapkan secara lokal oleh para peternak guna meningkatkan kualitas pertumbuhan ayam Ucapan terima kasih Ucapan terimakasih kepada pihak Stasiun Penelitian Sawitsari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang telah memfasilitasi penelitian ini. Referensi