ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 JANUARI 2022 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA SISWI KELAS XII SMA NEGERI 1 BATAM Cevy Amelia1. Acholder2. Syarifah Balqis Shahab3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, cevyamelia@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, acholder@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, syarifahbalqiss@gmail. ABSTRACT Background: Students are demanded by academic achievement in a timely manner, especially class XII students which can be a point of stress, causing menstrual cycles to become irregular. The menstrual cycle can be said to be normal if it is regular every month with a span of about 21-35 days. This study aims to determine the relationship between stress levels and menstrual cycles in class XII students of SMA Negeri 1 Batam in 2021. Methods: This type of research is quantitatifewith research design use a cross sectional approach. The number of samples as many as 66 students, samples were taken using simple random sampling. This research was conducted by giving a questionnaire. The results of the study were analyzed using the Spearman rank test. Results: Data were analyzed by Spearman rank test. There is a level of stress in class XII students with criteria . 8%) normal stress level, . 7%) mild stress level, . 8%) moderate stress level, . 6%) severe stress level, ( 3. 0%) the stress level is very heavy, . 0%) the menstrual cycle is normal, . 0%) the menstrual cycle is not In class XII students of SMA Negeri 1 Batam. With a p value of 0. <0. Conclusion: there is a relationship between stress levels and menstrual cycles in class XII students of SMA Negeri 1 Batam in 2021. Keywords: Stress Level. Menstrual Cycle. Schoolgirls ABSTRAK Latar Belakang: Siswa-Siswi dituntut oleh pencapaian akademik dengan tepat waktu terutama siswi kelas XII yangdapat menjadi titik stress sehingga menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak Siklus mensturasi dapat dikatakan normal apabila teratur setiap bulan dengan rentang waktu sekitar 21-35 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan sikus menstrusi pada remaja siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam Tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66 siswi, sampel diambil menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji spearman Hasil: Data dianalisa dengan uji Spearman rank. Terdapat tingkatan stres pada siswi kelas XII dengan kriteria . ,8%) tingkat stress normal, . ,7%) tingkat stress ringan, . ,8%) tingkat stress sedang, . ,6%) tingkat stress berat, . ,0%) tingkat stress sangat berat, . ,0%) siklus menstruasi normal, . ,0%) siklus menstruasi tidak normal Pada siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam. Dengan p value 0,002 . <0,. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan sikus menstrusi pada remaja siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam Tahun 2021. Kata Kunci: Tingkat Stres. Siklus Menstruasi. Siswi PENDAHULUAN Menstruasi ditandai dengan perdarahan akibat dari luruhnya dinding sebelah dalam rahim . Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima implantasi Jika tidak terjadi implantasi embrio lapisan ini akan luruh. Perdarahan ini terjadi secara periodik, jarak waktu antar menstruasi dikenal dengan satu siklus menstruasi (Purwoastuti & Walyani, 2. Menstruasi Universitas Batam biasanya berlangsung antara 4-6 hari, beberapa ada yang 2-8 hari dan masih dapat dianggap normal dengan interval setiap bulan yang disebut siklus menstruasi (Trisetya Restiwi & Yulita, 2. Adapun siklus menstruasi yang terjadi bervariasi pada masing-masing wanita, namun siklus mensturasi dapat dikatakan normal apabila teratur setiap bulan dengan rentang waktu sekitar 21-35 hari, dengan rata-rata Page 10 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 JANUARI 2022 durasi siklus ialah 28 hari (Masturi, 2. remaja yang sudah mengalami menstruasi, umumnya sering mengalami gangguan terkait siklus menstruasi. Dimana remaja akan merasa perubahan, terutama bila mestruasi tidak teratur atau berubah-ubah . engalami siklus pendek dan siklus panjan. bahkan tidak menstruasi sama sekali. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Nurfebrianna et al. , 2. yang berjudul Stress levels with the menstrual cycle of advertising class X in SMK Negeri 2 Batam pada 83 remaja putri kelas X menunjukkan lebih darisetengah responden mengalami siklus menstruasi yang tidak normal . ,2%). menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wanita memiliki siklus 25-35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki siklus28 hari (Nurfebrianna et al. , 2. Masa remaja dikenal sebagai masa transisi yang menghubungkan masa anak-anak dan masa dewasa, dimana pada masa ini banyak terjadi pacu tumbuh yang ditandai dengan perubahan-perubahan psikologis dan kognitif serta timbul ciri-ciri seks sekunder, salah satunya menstruasi yang merupakan proses perdarahan alamiah yang teratur sebagai tanda dari kematangan organ dan fungsi reproduksi wanita. Perbedaan siklus menstruasi ini terjadi dikarenakan beberapa faktor, salah satunya ialah stres. Stres berpengaruh pada kegagalan produksi Follicle Stimulating HormoneLuitenizing Hormone (FSH-LH) gangguan produksi estrogen dan progesteron yang menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi (Wahyuningsih, 2. Stres terjadi karena perasaan ketidaknyamanan mental dan batin yang disebabkan oleh perasaan tertekan. Stres disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungan, menimbulkan persepsi tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang. Secara umum orang yang mengalami stres merasakan tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri Stres yang berkelanjutan dapat menyebabkan depresi yaitu apabila sense of control atau kemampuan untuk mengatasi stres pada seseorang kurang baik (Duri Kartika et , 2. Universitas Batam Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Kemenkes, 2. prevalensi kejadian stres pada remaja meningkat dari tahun ketahun. Pada tahun . sebesar 6,0% dan di tahun . 8% masyarakat Indonesia yang berumur lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional berupa stres, kecemasan, dan depresi (Kemenkes, 2. Penelitian tentang tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas x SMK yang dilakukan oleh Nurfebriana di Batam. Hasil penelitian didapatkan dari 83 remaja menunjukkan lebih dari setengah responden mengalami tingkat stres yang sangat berat . ,3%) dan juga siklus menstruasi yang tidak normal (Nurfebrianna et al. , 2. Sekolah SMA Negeri 1 merupakan SMA favorit di Batam sehingga siswi disana berlomba-lomba Kemungkinan adanya tekanan- tekanan akademik tersebut siswi disana berjuang lebih keras dari sekolah lainnya. Hal ini lah salah satu yang bisa menyebabkan pemicu siswi siswi kelas XII lebih menghadapi banyak tuntutan akademik yang tidak hanya ujian sekolah, menjawab pertanyaan dikelas dan memperlihatkan progres mata pelajaran, melainkan dituntut untuk memenuhi standar menjelangkelulusan, ikut les tambahan, waktu tambahan yang dipakai untuk latihan mengerjakan soal ujian akhir sekolah, pemilihan karir setelah lulus, memilihprogram pendidikan lanjutan dan tuntutan dari orang sekitar agarmendapatkan hasil yangbaik. Berdasarkan hasil studi latar belakang di atas, maka peneliti tertarik mengadakan penelitian lebih dalam untuk meneliti hubungan antara tingkatstres dengan siklus menstruasipada siswi kelas XII SMA Negeri 1Batam. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah remaja siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam Tahun 2021. Sampel penelitian ini adalah 66 responden yang di ambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitianinidilaksanakandi SMA Negeri 1 Batam pada bulan November 2021. Variabel bebas dari penelitian ini adalah Page 11 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 JANUARI 2022 Tingkat Stres. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Siklus Menstruasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan Tingkat Stres Adapun responden berdasarkan tingkat stres dapat dilihat pada tabel berikut ini: Responden Tabel 1 Distribusi Frekuensi BerdasarkanTingkat Stres Pada Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Batam Frekuensi Persentase Tingkat Stres . (%) Normal Stress Ringan Stres Sedang Stres Berat Stres Sangat Berat Total Berdasarkam hasil tabel 1 dapat dijelaskan bahwa dari 66 responden ada 21 responden dengan presentase . ,8%) yangtermasuk dalam kategori tingkat stress normal, ada 11 respondendengan presentase . ,7%) yang termasuk dalam kategori tingkat stres ringan, ada 23 responden dengan presentase . ,8%) yang termasuk dalam kategori tingkat stres sedang, ada 9 responden dengan pesentase . ,6%) yang termasuk dalam kategori tingkatstres berat, ada 2 responden dengan presentase . ,0%) yang termasuk dalam kategori tingkat stres sangat berat. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Siklus Menstruasi Adapun distribusi frekuensi menstruasi dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Siklus Menstruasi Pada Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Batam Siklus Frekuensi Presentase No. (%) Normal 2 Tidak Normal Total Berdasarkan hasil tabel 2 dapat dijelaskan bahwa dari 66responden ada 31 responden dengan presentase . ,0%) yang termasuk dalam kategori siklus menstruasi normal, ada 35responden dengan presentase . ,0%) yang termasuk dalam kategori siklus menstruasi tidak Analisis Bivariat Dalam analisis bivariat peneliti menggunakan uji statistik dengan Uji Spearman mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja siswi kelas XII SMA Negri 1 Batam Universitas Batam Apabila di peroleh nilai p value < 0,05 hubungan antar variabel dikatakan bermakna. Arah dan tingkat kekuatan hubungan antar variabel dapat dilihat melalui nilai koefisien. Kekuatan hubungan antar variabel dikatakan lemah apabila nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,00-0,25, cukup apabila 0,26-0,50, kuat apabila 0,51-0,75, sangat kuat apabila 0,76-0,99 dan memiliki hubungan sempurna apabila mencapai 1. Jika koefisien korelasi bernilai positif maka hubungan antar variabel dikatakan Sebaliknya bila koefisien korelasi negatif maka hubungan antar variabel Page 12 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 JANUARI 2022 tersebut tidak searah. Hasil penelitian dapat dijelaskan pada tabel di bawah ini. Tabel 3 Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Batam Siklus Menstruasi Tingkat Stres Normal Tidak normal Total Pvalue Normal Ringan Sedang Berat 0,002 Sangat Berat Total Koefesien Korelasi 0,382 Berdasarkan tabel 3 mempreoleh hasil bahwa dari 66 responden diketahui terdapat responden yang tingkat stres normal dengan siklus menstruasi normal sebanyak 17 dengan presentase . ,8%), responden yang tingkat stres ringan dengan siklus menstruasi normal sebanyak 7 dengan presentase . ,6%), responden yang tingkat stres sedang dengan siklus menstruasi normal sebanyak 11 dengan presentase . ,7%), responden yang tingkat stres berat dengan siklus menstruasi normal sebanyak 2 dengan presentase . ,0%), dan responden yang tingkat stres sangat berat dengan siklus menstruasi normal sebanyak 1 dengan presentase . ,5%). Berdasarkan tabel 3 mempreoleh hasil bahwa dari 66 responden diketahui terdapat responden yang tingkat stres normal dengan siklusmenstruasi tidak normal sebanyak 4 dengan presentase . ,1%), responden yang tingkat stres ringan dengan siklus menstruasi tidaknormal sebanyak 4 dengan presentase . ,1%), responden yang tingkat stres sedang dengan siklus menstruasi tidak normal sebanyak 12dengan presentase . ,2%), responden yang tingkat stres berat dengan siklus menstruasi tidak normal sebanyak 7 dengan presentase . ,6%),dan responden yang tingkat stres sangat berat dengan siklus menstruasitidak normal sebanyak1 dengan presentase . ,5%). Dari hasil penghitungan uji statistik spearman didapatkan nilai p value 0,002 (<0,. dan korelasi koefisien 0,382 dengan demikianterdapat hubungan bermakna dan korelasi hubungan yang cukup antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remajasiswi kelas XIISMA Negeri 1 Batam Universitas Batam Tahun 2021. Distribusi Frekuensi Tingkat Stres Menurut peneliti dari data umum umur responden dengan jumlah 66 siswi seluruhnya berumur 16-19 tahun. Usia berkaitan dengan toleransi seseorang terhadap stres. Pada usia remaja seringkali rawan terhadap stres dan emosinya sangat kuat, namun dari tahap remaja awal ke remaja akhir terjadinya perbaikan pada perilaku emosionalnya dan lebih mampu mengontrol stres sehingga bisa mencegah terjadinya stresyang lebih berkelanjutan. Dalam penelitian ini terdapat 11 responden mengalami stres ringan, karena siswa-siswi cenderung bisa mengatasi hal sulit yang sebelumnya dialami, seperti merasa berdebar-debar ingin berbicara didepan kelas, takut dimarahi guru, kelelahan setelah mengerjakan tugas. Responden yang mengalami stres dalam kategori sedang sebanyak 23 responden, hal ini dikarenakan siswi banyak menghadapi tuntutan akademik yang meliputi ujian sekolah, menjawab pertanyaan di kelas, memperlihatkan progres mata pelajaran, pemilihan karir setelah lulus, peralihan dari masa SMA ke program pendidikan lanjutan, sehingga siswi mudah merasa letih, mudahmarah. Terdapat mengalami stres berat, hal ini dikarenakan siswi tidak dapat mengatasi stressor atau beban fikiran yang datang seperti tuntutan-tuntutan dari orang tua untuk mendapatkan nilai yang baik, merasa tidak di hargai, dan mudah putus asa. Page 13 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 JANUARI 2022 terutama siswi kelas XII SMA yang akan menghadapi banyaknya ujian-ujian di sekolah sering mengalami ketegangan dan kecemasan, sulit untuk berkonsentrasi di dalam kelas, mudah marah dengan halhalkecil. Distribusi Frekuensi Siklus Menstruasi Menurut peneliti responden yang mengalami siklus menstruasi yang tidak normal dipengaruhi oleh beberapa faktor, seiring bertambahnya usia, siklus karenaterjadi perubahan hormonal terkait faktor usia dan faktor aktivitas remaja yang berlebih sehingga mengakibatkan stres yang bisa menjadikan lama menstruasi tidak menentu. Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Berdasarkan terlihat bahwa dari 66 respondendiketahui terdapat responden yang tingkat stress normal dengan siklus menstruasi tidak normal sebanyak 4 dengan presentase . ,1%), responden yang tingkat stres ringan dengan siklus menstruasi tidak normal sebanyak 4 dengan presentase . ,1%), responden yang tingkat stres sedang dengan siklus menstruasi tidak normal sebanyak 12 dengan presentase . ,2%), responden yang tingkat stres berat dengan siklus menstruasi tidak normal sebanyak 7 dengan presentase . ,6%),danrespondenyangtingkatstressan gatberatdengan siklus menstruasi tidak normal sebanyak 1 dengan presentase . ,5%). Dari hasil penghitungan uji statistik spearman didapatkan nilai p value 0,002 (<0,. dan korelasi koefisien 0,382 dengan demikian terdapat hubungan bermakna dan korelasi hubungan yang cukup antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam Tahun 2021. KESIMPULAN Distribusi frekuensi Tingkat stres pada siswi kelas XII SMA Negeri Batam yaitu stres ringan 16,7 %, stres sedang 34,8%, stres berat 13,6%, dan stres sangat berat sebesar3,0%. Distribusi Universitas Batam gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam yaitu 53,0% menstruasi tidaknormal. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja siswi kelas XII SMA Negeri 1 Batam tahun 2021 p = 0,002 (<0,. SARAN Bagi Responden Penelitian Diharapkan bagi responden mendapat pemahaman cara menghitung siklus menstruasi serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang tingkat stres dan bagi responden yang memiliki tingkat stres berat di harapkan untuk konsultasi kepada psikolog atau psikiatri. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan hasil-hasil yang diperoleh dapat dijadikan sebagai bahan referensi perpustakaan fakultas. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini digunakan sebagai penambah wawasan peneliti tentang hubungan antara tingkat stres dengan siklus Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai cara, masukan pengetahuan dan informasi untuk penelitian selanjutnya dengan variabel berbeda. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada dr. Thamrin Azis. FETP. MBA. MM dan dr. Sukma Sahreni. Gizi yangtelah memberikan masukan dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA