Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pencegahan Hipertensi Melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir Di Desa Wali Kecamatan Namrole Suryanti Tukiman1. Herlien Sinay2*. Edy Sugiarto3. Syariefah H Waliulu4. Abd. Rijali Lapodi5. Hemilia6 1,2,3,4,5,6 Program Sudi Kesehatan Masyarakat. STIKes Maluku Husada Email: herliensinay@gmail. com 2* Abstrak Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular. Masyarakat pesisir seperti di Desa Wali. Kecamatan Namrole. Kabupaten Buru Selatan, memiliki kerentanan tinggi terhadap hipertensi akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya pengetahuan, serta faktor sosial ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan melakukan deteksi dini melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah. Program dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa STIKes Maluku Husada bersama Puskesmas Pembantu Desa Wali. Kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta dengan usia mayoritas di atas 40 tahun. Metode kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang gejala, faktor risiko, dan pencegahan hipertensi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 58% peserta mengalami tekanan darah tinggi dan sebagian besar belum pernah melakukan pemeriksaan sebelumnya. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 58% menjadi 86%. Selain itu, 80% peserta menunjukkan perubahan perilaku dengan bersedia melakukan pemeriksaan rutin dan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif berupa penyuluhan dan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran pengetahuan, serta motivasi dalam Upaya pencegahan hipertensi. Partisipasi tokoh masyarakat, pendekatan budaya lokal, dan distribusi media edukatif memperkuat dampak kegiatan. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengendalian penyakit tidak menular di wilayah pesisir. Keywords: Hipertensi. Masyarakat pesisir. Penyuluhan kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah PENDAHULUAN Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang mendunia dan telah menjadi penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 1,28 miliar orang di dunia hidup dengan hipertensi dan sebagian besar dari mereka tidak menyadari kondisi tersebut karena gejalanya yang tidak tampak jelas (WHO, 2. Di Indonesia, prevalensi hipertensi juga menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Data Riskesdas tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada penduduk berusia Ou18 tahun mencapai 34,1%. Masyarakat pesisir termasuk kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit tidak menular, termasuk hipertensi. Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, kurangnya Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 pengetahuan tentang gaya hidup sehat, serta faktor ekonomi dan geografis menjadikan masyarakat pesisir sering kali luput dari perhatian dalam program pencegahan penyakit Penelitian oleh Pujianti et al . , menunjukkan bahwa masyarakat pesisir cenderung memiliki tingkat pendidikan rendah dan akses informasi kesehatan yang minim, hal itulah yang mempengaruhi perilaku hidup sehat. Desa Wali yang terletak di Kecamatan Namrole. Kabupaten Buru Selatan merupakan salah satu wilayah pesisir dengan karakteristik geografis terpencil. Kondisi ini mengakibatkan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, termasuk deteksi dini dan edukasi mengenai hipertensi. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar masyarakat Desa Wali belum memiliki pemahaman yang cukup tentang penyebab, bahaya, dan pencegahan Mereka juga belum secara rutin memeriksakan tekanan darahnya. Hipertensi dikenal sebagai Ausilent killerAy karena sering kali tidak menimbulkan gejala hingga mencapai tahap lanjut. Oleh karena itu, upaya pencegahan primer sangat penting dilakukan melalui peningkatan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko dan pentingnya deteksi dini. Studi oleh Istiqomah et al . , menyebutkan bahwa penyuluhan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya hipertensi dan cara-cara pencegahannya secara signifikan. Pentingnya penyuluhan dalam upaya preventif terhadap hipertensi juga ditegaskan dalam penelitian oleh Ramadhani et al . , menyatakan bahwa program edukasi masyarakat berbasis pendekatan komunitas terbukti efektif dalam mengubah perilaku masyarakat terkait pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok. Pendekatan ini sangat cocok diterapkan pada masyarakat pesisir yang memiliki budaya komunal dan ikatan sosial yang kuat. Selain penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga menjadi strategi penting dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi. Menurut Kementerian Kesehatan RI . , pemeriksaan tekanan darah minimal satu kali setiap tahun bagi individu dewasa sangat dianjurkan untuk mendeteksi hipertensi sejak dini. Hal ini penting karena pengendalian hipertensi lebih efektif apabila dilakukan sejak awal sebelum menimbulkan komplikasi. Masyarakat desa, termasuk di Desa Wali, belum terbiasa melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas, keterbatasan tenaga kesehatan, dan minimnya pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini. Penelitian oleh Hasibuan et al . , menyatakan bahwa intervensi berupa penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah secara berkala di daerah terpencil mampu menurunkan prevalensi hipertensi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Pendekatan integratif antara edukasi dan pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan untuk menangani masalah hipertensi secara komprehensif di wilayah pesisir. Pengabdian masyarakat yang menggabungkan kedua pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat kesadaran akan pentingnya pencegahan Studi oleh Athiyya & Fitriani . , menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan yang disertai dengan tindakan nyata seperti pemeriksaan kesehatan mampu meningkatkan efektivitas program promotif dan preventif. Program ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung tujuan pembangunan kesehatan nasional yang menekankan pada penguatan layanan primer dan pemberdayaan Pemerintah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) telah menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan, termasuk pencegahan hipertensi melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan Pengabdian ini juga sejalan dengan upaya pemenuhan hak masyarakat atas informasi dan pelayanan kesehatan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan promotif dan preventif yang berperan penting dalam menurunkan beban penyakit tidak menular di tingkat komunitas. Melalui program pengabdian ini, diharapkan masyarakat pesisir di Desa Wali dapat memiliki pengetahuan yang memadai tentang hipertensi, mengenal faktor risiko, serta memiliki motivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Perubahan perilaku ini akan berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan penurunan angka morbiditas akibat hipertensi. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi stimulus bagi tenaga kesehatan lokal dan pemerintah desa untuk lebih aktif dalam melakukan kegiatan promotif dan preventif secara berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi kunci keberhasilan, sehingga pendekatan partisipatif akan diterapkan dalam Dengan mempertimbangkan seluruh aspek tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi sangat relevan dan strategis untuk dilaksanakan di Desa Wali. Kecamatan Namrole. Kabupaten Buru Selatan. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan deteksi dini hipertensi, tetapi juga menciptakan perubahan jangka panjang dalam perilaku dan budaya hidup sehat masyarakat pesisir. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian pada Masyarakat Pesisir Desa Wali. Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan yaitu berupa penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada tanggal 28 Mei 2025. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab . tentang pencegahan hipertensi. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara dosen dan mahasiswa STIKes Maluku Husada bekerjasama dengan pihak Puskesmas Pembantu Desa Wali, perawat dan dokter. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat pesisir Desa Wali berjumlah 125 orang. Yang dibagi menjadi 3 tahapan yaitu : Tahap 1 Perencanan Sebelum melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan tentang pencegahan hipertensi, terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah setempat yakni pemerintah desa wali. Dinas Kesehatan Namrole. Kepala Dusun. Ketua RT. Pihak Puskesmas Pembantu Desa Wali, dokter, apoteker dan pihak - pihak terkait lainnya. Selanjutnya mempersiapkan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan pengabdian. Untuk alat - alat kesehatan, persiapan obat-obatan kami melakukan kerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan Namrole dan Puskesmas Pembantu Desa Wali selanjutnya menyiapkan sarana prasarana pendukung kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan tentang pencegahan Tahap 2 Tahap dilakukan kegiatan pengabdian Masyarakat pada tanggal 28 Mei 2025 setelah melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dimulai dengan dengan melakukan regristrasi bagi masyarakat yang datang dengan menanyakan identitas dan keluhan yang Dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan hipertensi serta pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah. Setelah itu, pasien diarahkan menuju ruang dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah diperiksa oleh dokter jika hasil pengukuran ditemukan bahwa masyarakat memiliki tekanan darah tidak normal atau adanya keluhan-keluhan yang abnormal, dokter akan meresepkan obat dan pengambilan obat dilakukan di ruang apoteker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pukul 09. 00 WIT dengan jumlah peserta 125 orang. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini mayoritas umur 40 tahun ke atas. Tahap 3 Evaluasi Pada Tahap terakhir yaitu evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berdampak baik pada kesehatan masyarakat di Desa Wali Kecamatan Namrole. Selama Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 kegiatan berlangsung masyarakat aktif memeriksakan kesehatannya diawali dengan mengukur tekanan. Kegiatan ini dimulai dari pukul 09. 00 sampai 15. 00 WIT dengan jumlah pasien sebanyak 125 orang. Sebagian besar masyarakat datang untuk pengukuran tekananan Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Dalam kegiatan penyuluhan kesehatan peserta antusias dalam mendengarkan materi yang Hal ini dapat dilihat dari pertanyaan yang diajukan oleh peserta tentang upaya yang dilakukan agar tidak mengalami stress sehingga tidak hipertensi. Hasil evaluasi kegiatan penyuluhan diperoleh nilai rata-rata 80. 98 peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang faktor resiko dan upaya pencegahan hipertensi, pengetahuan peserta meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan yang sebelumnya diperoleh nilai rata-rata 73. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 1 . hari, dengan dua fokus utama yaitu penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan hipertensi dan pemeriksaan tekanan darah kepada masyarakat pesisir di Desa Wali. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 125 orang. Kegiatan berjalan dengan antusias dan partisipatif, di mana masyarakat secara aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tanda dan gejala yang mereka alami. Pada sesi penyuluhan, materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar tentang definisi hipertensi, gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah dalam upaya pencegahan hipertensi. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test yang dilakukan terhadap 125 peserta, terjadi peningkatan nilai rata-rata didapatkan 73. 23 sebelum diberikan penyuluhan dan nilai rata-rata 98 setelah diberikan penyuluhan. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi tentang upaya pencegahan hipertensi. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Yulianingsih et al . , yang menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang penyakit tidak menular di komunitas terpencil termasuk penyakit hipertensi. Selain itu, kegiatan pemeriksaan tekanan darah dilakukan pada seluruh peserta dengan menggunakan alat tensimeter yang telah dikalibrasi sebelumnya. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa responden yang memiliki tekanan darah normal sebesar 14. 8%, menderita hipertensi tingkat 1 sebesar 53. 6% dan hipertensi tingkat 2 Masyarakat sebagian besar tidak menyadari sebelumnya bahwa mereka mengalami hipertensi. Hal ini memperkuat pernyataan Wulandari et al . , bahwa kegiatan skrining hipertensi dapat menemukan kasus hipertensi tersembunyi . ndiagnosed hypertensio. di masyarakat yang belum terjangkau layanan kesehatan. Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Sebagian besar responden ditemukan memiliki tekanan darah tinggi tingkat 1, hal ini dikarenakan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir sebagian besar banyak mengkonsumsi ikan dan hasil laut. Selain itu, sebagian dari mereka juga memiliki riwayat merokok dan kurang aktivitas fisik. Hal ini konsisten dengan penelitian Siti Fatimah & Apriadi Siregar . yang menyatakan bahwa pola konsumsi tinggi natrium dan rendah serat berkontribusi besar terhadap kejadian hipertensi di masyarakat pesisir. Faktor usia juga menjadi pertimbangan, di mana mayoritas peserta yang mengalami tekanan darah tinggi berusia di atas 45 tahun. Penelitian oleh Siregar et al . menyatakan bahwa prevalensi hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia akibat penurunan elastisitas pembuluh darah dan perubahan metabolik. Temuan ini juga diperkuat oleh hasil kegiatan kami, di mana lebih dari 63% kasus hipertensi ditemukan pada kelompok usia lanjut dan 37% pra lansia. Partisipasi tokoh masyarakat, pemerintah terkait dan tenaga kesehatan dalam kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap keterlibatan warga. Kehadiran tokoh masyarakat meningkatkan rasa percaya masyarakat terhadap pentingnya kegiatan yang Studi oleh Nelish . menyebutkan bahwa keberhasilan program penyuluhan sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif tokoh masyarakat dan kader kesehatan yang mampu menjembatani sehingga kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Salah satu keberhasilan dalam kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah. Beberapa masyarakat bahkan meminta agar kegiatan serupa dilakukan secara berkala setiap bulan. Respons positif ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang langsung menjangkau wilayah mereka, sesuai dengan yang diungkapkan Kendari et al . mengenai pentingnya aksesibilitas layanan kesehatan di daerah pesisir. Pembahasan dalam kelompok kecil selama sesi penyuluhan juga memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman pribadi terkait tekanan darah dan pengobatan tradisional yang biasa mereka gunakan. Ini menjadi sarana untuk mengintegrasikan pendekatan budaya lokal dalam penyuluhan, sebagaimana disarankan oleh (Maulidiyanti et al. , 2. bahwa pendekatan berbasis budaya dapat meningkatkan efektivitas komunikasi kesehatan di masyarakat. Sebagian masyarakat mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya jarang atau bahkan belum pernah memeriksakan tekanan darah karena fasilitas kesehatan berada cukup jauh dari Hal ini mencerminkan tantangan geografis yang dihadapi oleh wilayah pesisir, seperti dikemukakan oleh (Calundu, 2. yang menemukan bahwa hambatan akses geografis menjadi faktor utama rendahnya pemeriksaan kesehatan preventif di daerah kepulauan dan Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Dari kegiatan ini juga terlihat bahwa edukasi tentang pentingnya mengurangi konsumsi garam masih perlu ditingkatkan. Beberapa peserta mengaku sulit mengurangi makanan asin karena telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dan ketergantungan terhadap sumber pangan laut yang diawetkan. Oleh karena itu, strategi komunikasi kesehatan di masa depan harus mempertimbangkan alternatif lokal yang realistis dan edukasi Dalam diskusi evaluatif, beberapa peserta mengusulkan pembentukan kelompok "Sadar Hipertensi" yang terdiri dari warga yang telah diperiksa dan bersedia menjadi agen perubahan dalam mengedukasi sesama. Gagasan ini sangat potensial untuk memperkuat keberlanjutan program, mengingat pendekatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam pengendalian penyakit tidak menular (Faradila, 2. Pembahasan ini menunjukkan bahwa intervensi sederhana seperti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan memiliki dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran dan deteksi dini hipertensi. Efektivitas kegiatan diperkuat oleh pendekatan partisipatif, dukungan tokoh lokal, dan penggunaan media edukasi yang sesuai dengan konteks lokal. Ini menjadi model pendekatan promotif-preventif yang relevan bagi wilayah pesisir dan terpencil. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, mengidentifikasi kasus hipertensi tersembunyi, dan membangun motivasi warga untuk menjaga kesehatan. Namun, dibutuhkan kesinambungan dan dukungan lintas sektor agar hasil yang diperoleh tidak bersifat sementara. Perlibatan puskesmas, kader posyandu, serta kelompok masyarakat perlu diprioritaskan dalam program lanjutan. Gambar 1. Screening Pemeriksaan Kesehatan Gambar 2. Pemeriksaan dan Pengambilan Obat Vol. No. 2 Juni 2025 JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://jurnal. com/index. php/jpabdi e-ISSN: 2828-819X p-ISSN: 2828-8424 Gambar 3. Penyuluhan Pencegahan Hipertensi Gambar 4. Tim Pengbadian Masyarakat KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wali. Kecamatan Namrole. Kabupaten Buru Selatan berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pesisir tentang pencegahan hipertensi melalui penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah. Penyuluhan berbasis budaya lokal dan dukungan tokoh masyarakat terbukti efektif meningkatkan partisipasi dan pemahaman warga. Program ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan edukasi kesehatan di wilayah pesisir, serta perlunya keberlanjutan melalui kolaborasi dengan puskesmas, kader dan pemerintah daerah UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terimakasih terhadap Ketua STIKes, seluruh staf dosen kesehatan masyarakat, pemerintah desa Wali serta puskesmas pembantu desa Wali, kecamatan Namrole, kabupaten Buru Selatan yang sudah memberikan dukungan baik moral dan material sehingga pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan baik. DAFTAR PUSTAKA