COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DISTRIBUSI BARANG MENGGUNAKAN METODE PROTOTYPE STUDI KASUS BAKSO KULINER Verry Fernando . Edy Rahman Syahputra 1,. Sistem Informasi. Fakultas Teknik dan Komputer. Universitas Harapan. Indonesia *Coresponding Email: ydeaja@yahoo. Abstrak Perkembangan teknologi informasi memberikan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi operasional, termasuk dalam pengelolaan distribusi barang. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi distribusi barang menggunakan metode prototype pada studi kasus Bakso Kuliner yang telah beroperasi sejak 2010 di Medan. Sumatera Utara. Permasalahan utama yang dihadapi adalah sistem distribusi manual yang rentan kesalahan pencatatan, kesulitan monitoring stok real-time, dan lambatnya pengambilan keputusan distribusi. Metode prototype dipilih karena memungkinkan pengembangan sistem secara iteratif dengan melibatkan pengguna dalam evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Sistem dikembangkan berbasis web menggunakan PHP. MySQL, dan XAMPP dengan pemodelan UML (Use Case. Activity. Sequence, dan Class Diagra. Hasil penelitian menunjukkan sistem dapat meningkatkan akurasi pengelolaan stok, memungkinkan monitoring distribusi real-time, dan mempermudah pengambilan keputusan operasional melalui laporan yang akurat dan tepat waktu. Kata Kunci: Sistem Informasi. Distribusi Barang. Metode Prototype. UMKM. Bakso Kuliner Abstract The rapid advancement of information technology presents significant opportunities for small and medium enterprises (SME. to enhance operational efficiency, particularly in goods distribution management. This study focuses on designing a goods distribution information system utilizing the prototype methodology through a case study of Bakso Kuliner, a culinary business established in 2010 in Medan. North Sumatra. The primary challenges identified include manual distribution processes susceptible to recording inaccuracies, inadequate real-time inventory monitoring capabilities, and delays in distribution-related decision making. The prototype approach was selected for its capacity to facilitate iterative system development through continuous user engagement in evaluation and refinement processes. The web-based system was developed employing PHP. MySQL, and XAMPP platforms, incorporating Unified Modeling Language (UML) specifications including Use Case. Activity. Sequence, and Class Diagrams. Research findings demonstrate that the implemented system successfully enhances inventory management precision, enables real-time distribution oversight, and streamlines operational decision-making through comprehensive and timely reporting mechanisms. Keywords: Information Systems. Goods Distribution. Prototype Methodology. Small Medium Enterprises. Culinary Business PENDAHULUAN Di era digital saat ini, teknologi informasi telah menjadi elemen penting dalam mendukung efisiensi dan efektivitas operasional bisnis. Perusahaan dari berbagai skala. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dituntut untuk beradaptasi dengan sistem berbasis teknologi guna meningkatkan daya saing dan kualitas layanan. Salah satu aspek krusial yang sering kali terabaikan dalam pengelolaan UMKM adalah sistem distribusi barang, yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan seperti keterlambatan pengiriman, ketidaksesuaian stok, dan kesalahan pencatatan. Bakso Kuliner, sebuah UMKM yang bergerak di bidang kuliner dan telah beroperasi sejak tahun 2010 di Medan, menghadapi tantangan tersebut dalam proses distribusi barang antar outlet. Sistem yang digunakan masih bersifat manual, mengandalkan pencatatan konvensional dan komunikasi verbal antar staf. Hal ini menyebabkan proses permintaan barang menjadi lambat, data distribusi tidak terdokumentasi dengan baik, serta sulitnya melakukan monitoring stok secara akurat dan real-time. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sistem informasi distribusi barang yang terintegrasi dan berbasis web, yang mampu mengotomatisasi proses pencatatan, pelacakan, dan pelaporan distribusi. Sistem semacam ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap alur distribusi barang, sehingga memudahkan pengambilan keputusan strategis oleh manajemen. Dalam pengembangan sistem informasi ini, metode prototype dipilih sebagai pendekatan utama karena memungkinkan proses iteratif yang melibatkan pengguna secara langsung. Dengan metode ini, rancangan sistem dapat diuji dan disempurnakan berdasarkan umpan balik dari pengguna akhir, sehingga hasil akhir lebih sesuai dengan kebutuhan operasional yang Pendekatan ini juga mempercepat proses pengembangan dan meminimalkan risiko kegagalan implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi distribusi barang berbasis web menggunakan metode prototype pada studi kasus Bakso Kuliner. Fokus utama dari sistem ini adalah pada pengelolaan permintaan barang, pencatatan distribusi, dan pelaporan stok secara terpusat. Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan proses distribusi barang antar outlet dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data, dengan menyediakan informasi yang akurat dan real-time kepada pemilik usaha. Hal ini A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech penting dalam konteks UMKM yang sering kali memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga keputusan yang tepat dan cepat menjadi kunci keberhasilan operasional. Dengan adanya sistem informasi yang handal. Bakso Kuliner dapat meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan bisnisnya secara lebih terstruktur. Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sistem informasi distribusi barang untuk UMKM, serta menjadi referensi bagi usaha sejenis yang ingin bertransformasi ke arah digital. Implementasi sistem berbasis prototype ini menunjukkan bahwa pendekatan teknologi yang tepat dapat menjadi solusi efektif bagi permasalahan operasional yang selama ini dihadapi oleh pelaku usaha kecil di Indonesia. KAJIAN TEORI Sistem Informasi Sistem informasi adalah gabungan dari berbagai komponen teknologi informasi yang saling bekerjasama dan menghasilkan suatu informasi guna untuk memperoleh satu jalur komunikasi dalam suatu organisasi atau kelompok Sistem informasi memuat sejumlah komponen yang dimana komponen itu saling berhubungan satu sama lainnya guna untuk mencapai sebuah tujuan yang diharapkan(Maydianto & Ridho, 2. UMKM Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian banyak negara di dunia. Mereka tidak hanya menjadi sumber utama lapangan kerja, namun juga berperan dalam memperluas basis ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 1 Sebagai sektor yang sangat heterogen. UMKM mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kecil hingga bisnis keluarga yang berkembang pesat. Namun, meski berperan penting. UMKM masih menghadapi berbagai tantangan yang membatasi potensi pertumbuhan dan keberlanjutannya. (Nugroho & Susilo. Protoptype Prototyping merupakan teknik pengembangan sistem yang banyak digunakan dan teknik ini juga memberikan fasilitas bagi pengembang dan pemakai untuk saling berinteraksi selama A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech proses pembuatan, sehingga pengembang dapat dengan mudah memodelkan perangkat lunak yang akan dibuat (Darma, 2. Prototyping melewati lima proses, yaitu communication, quick plan, quick design, prototype contruction dan delivery & feedback. Setiap tahap dalam metode prototype memiliki tujuan spesifik yang selalu berfokus pada permasalahan dan kebutuhan pengguna Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penerapan metode prototype adalah Analisa kebutuhan, desain prototype, evaluasi prototype, analisa dan perbaikan, iterasi, pengkodean sistem, dan implementasi sistem. (Kustanto et al. , 2. Gambar 1. Metode Prototype Blackbox Testing Black Box Testing adalah metode pengujian perangkat lunak yang berfokus pada verifikasi fungsionalitas dari sistem perangkat lunak tanpa memeriksa atau mengetahui struktur kode Validitas pengujian dalam Black Box Testing dijamin melalui pemetaan yang konsisten antara spesifikasi sistem dan hasil yang diharapkan. Selain itu, reliabilitas pengujian dapat diukur dengan cara mengulang pengujian dengan skenario yang sama untuk memastikan konsistensi hasil. Pendekatan ini juga berguna untuk mengidentifikasi kesalahan dari perspektif pengguna, karena penguji berperan sebagai pengguna akhir yang hanya berinteraksi dengan antarmuka perangkat lunak. (Kartono et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode Metode penelitian dilakukan untuk mendapatkan penjelasan berupa langkah-langkah dalam menganalisis distribusi barang ke beberapa outlet-outlet menggunakan metode A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech prototype pada tahap pertama metode penelitian terdapat identifikasi masalah yang telah di jelaskan pada bagian latar belakang dari penelitian ini. Gambar 2. Alur Metode Penelitian Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan suatu cara yang sistematik untuk mengerjakan suatu permasalahan. Penelitian ini akan melaui beberapa tahapan. Adapun beberapa tahapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Pengamatan Langsung (Observatio. Melakukan pengamatan secara langsung ke tempat objek pembahasan usaha bakso yang telah beroperasi sejak tahun 2010 di Jl. Jembatan kanal stm. Suka Maju. Kec. A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Medan Johor. Kota Medan. Sumatera Utara 20144. Untuk mengetahui lokasi dan masalah yang terjadi terkait. Sampel Data Meneliti dan memilih data-data yang tersedia dan sesuai dengan bidang yang di pilih sebagai berkas lampiran yaitu data penjualan bakso dan outlet. Penelitian Perpustakaan (Library Researc. Pada tahapan ini penulis mengutip beberapa jurnal yang berkaitan dengan pemesanan Analisis Kebutuhan Sebelum menuju tahap perancangan, hal yang dilakukan yaitu menganalisis kebutuhan. Analisis ini dibutuhkan untuk menentukan perangkat lunak seperti apa yang akan dihasilkan. Analisis kebutuhan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Metode Analisis, mengumpulkan data terkait inventori bakso, penjualan harian, dan distribusi antar outlet untuk mendukung pengelolaan sistem distribusi barang. Dari data yang diperoleh yaitu data inventori bakso, data penjualan, dan data distribusi, kemudian dilakukan proses analisis yang terdiri dari kebutuhan proses, kebutuhan input dan kebutuhan output, yaitu sebagai berikut: Analisis Kebutuhan Proses, pengelolaan stok bahan baku, pencatatan penjualan harian, dan monitoring distribusi antar outlet. Proses bisnisnya: Admin outlet menginput stok bahan baku. Admin mencatat penjualan harian secara real-time. Sistem mengupdate stok otomatis setelah penjualan. Pemilik usaha memantau ketersediaan stok di outlet. Sistem memberikan notifikasi jika stok mencapai batas minimum. Pemilik usaha dapat membuat laporan distribusi dan penjualan. Analisis Kebutuhan Masukan, data yang diperlukan meliputi inventori bakso dan bahan baku, yang akan disortir untuk pengelolaan distribusi barang dengan lebih A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Analisis Kebutuhan Output, sistem akan menghasilkan output untuk dua sisi Outlet: Mengelola data stok, pencatatan penjualan, dan monitoring inventori untuk memastikan data tersimpan sistematis. Admin: Memantau distribusi barang antar outlet, mengatur stok minimum, serta mencetak laporan distribusi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengujian terhadap sistem bertujuan untuk memastikan bahwa sistem sudah berada pada kondisi siap pakai. Instrumen yang di gunakan untuk melakukan pengujian ini yaitu dengan menggunakan Blackbox Testing : Tabel 1. Blackbox Testing Pengujian Navigasi Menu Admin Tabel 2. Blackbox Testing Fitur Statik dan Data A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Tabel 3. Blackbox Testing Kelola Outlet Tabel 4. Blackbox Tabel 5. Blackbox Testing Navigasi Menu Admin A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech Tabel 6. Blackbox Testing Dashboard Admin Tabel 7. Blackbox Testing Login System Pembahasan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, sistem distribusi bakso yang dikembangkan menunjukkan keseimbangan antara kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan untuk pengembangan selanjutnya. Dari segi kelebihan, sistem ini berhasil memberikan solusi yang efektif untuk pengelolaan distribusi bakso ke berbagai outlet. Dashboard yang informatif dan user-friendly menjadi salah satu keunggulan utama, memberikan interface yang mudah A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech dipahami dengan visualisasi data yang jelas. Hal ini sangat membantu admin dalam mengelola data outlet, produk, dan laporan distribusi dengan lebih efisien. Sistem monitoring real-time yang tersedia memungkinkan pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat berdasarkan data performa outlet yang up- to-date. Aspek keamanan juga telah dipertimbangkan dengan baik melalui sistem autentikasi yang aman dengan pemisahan role, yang membedakan akses antara admin dan outlet. Keunggulan lainnya adalah kemampuan sistem untuk menampilkan perubahan data outlet secara langsung di dashboard admin tanpa adanya delay, memastikan informasi yang selalu terkini. Namun demikian, sistem ini juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu menjadi perhatian untuk pengembangan masa depan. Ketergantungan pada koneksi internet yang stabil menjadi kendala utama, karena sistem tidak dapat diakses secara offline oleh outlet, yang dapat mengganggu operasional di area dengan koneksi internet yang tidak stabil. Sistem mengakomodasi diversifikasi produk lainnya. Dari segi support, sistem belum dilengkapi dengan tim khusus untuk menangani masalah teknis yang mungkin dialami oleh admin atau Keterbatasan komunikasi juga menjadi kekurangan, karena sistem belum memiliki fitur chat atau komunikasi langsung antara admin dan outlet untuk koordinasi yang lebih Aspek pembayaran antara admin dan outlet masih dilakukan secara manual, yang dapat menjadi potensi inefisiensi dalam operasional. Terakhir, sistem belum memiliki fitur mobile app khusus untuk outlet. Kelebihan dan kekurangan yang telah diidentifikasi ini memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi sistem saat ini dan arah pengembangan yang diperlukan untuk meningkatkan fungsionalitas dan efektivitas sistem distribusi bakso di masa mendatang. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembangunan sistem informasi distribusi barang dengan menggunakan metode prototype untuk Bakso Kuliner, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Sistem informasi distribusi barang berbasis web telah berhasil dirancang dan A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual yang diterbitkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. COMPTECH Jurnal Ilmu Komputer Dan Teknologi Vol. 2 No. 1 September 2025, pp. https://jurnal. com/index. php/comptech dibangun menggunakan metode prototype. MySQL, dan XAMPP. Sistem dapat menampilkan semua aktivitas distribusi barang serta laporan penjualan dan stok Admin dan outlet dapat dengan mudah mengakses sistem melalui website untuk mengelola distribusi produk secara terpusat. Proses distribusi barang dan pengelolaan inventori menjadi lebih cepat dan praktis dibandingkan metode manual sebelumnya. Outlet tidak perlu lagi menghubungi pusat produksi melalui telepon untuk permintaan stok. Sistem menggunakan 11 tabel database terintegrasi yang memungkinkan real-time tracking dari permintaan hingga penerimaan barang. Akurasi pengelolaan stok telah meningkat signifikan melalui otomatisasi sistem Sistem mengurangi kesalahan pencatatan manual dengan fitur update stok otomatis dan notifikasi alert stok minimum. Data tersimpan sistematis dalam database yang meminimalisir human error dalam pencatatan dan koordinasi Sistem memiliki akses berbasis peran untuk admin pusat dan outlet dengan hak akses dan fitur yang berbeda sesuai kebutuhan. Admin dapat mengelola data outlet, produk, dan monitoring distribusi secara terpusat, sedangkan outlet dapat mengajukan permintaan stok dan memantau status distribusi barang. Hasil pengujian menunjukkan semua fitur sistem berjalan sesuai fungsi yang diharapkan dan mudah digunakan. Fitur login, dashboard admin . engelolaan outlet, produk, distribusi, lapora. , dashboard outlet . ermintaan stok, tracking statu. , hingga logout berfungsi optimal dan memenuhi kebutuhan operasional distribusi Bakso Kuliner. DAFTAR PUSTAKA