Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Hubungan Antara Kecepatan Dan Kelincahan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Pada Permainan Sepak Bola Siswa Kelas XI SMK Taruna Timika Habibi Sutirta Program Studi Pendidikan Jasmani. STKIP Hermon Timika Sutirta. habibi@yahoo. Submitted: 19-01-2023 | Reviewed: 19-01-2023 | Accepted: 20-01-2023 ABSTRAK Keterampilan dasar bermain sepak bola erat kaitannya dengan kemampuan mengkoordinasikan gerakan fisik dan taktik. Diantara sekian banyak teknik dasar dalam sepak bola, dribbling merupakan teknik dasar yang harus dikuasai karena merupakan teknik yang paling dominan dalam permainan. Unsur kebugaran jasmani yang berperan penting dalam lemparan bola adalah kecepatan dan Kecepatan dan kelincahan adalah elemen yang berperan penting dalam melakukan teknik dasar dribbling. Jika seorang ingin memiliki gerakan yang indah dan cepat dalam permainan sepakbola, ia harus melatih elemen kecepatan dan kelincahan. Penelitian ini termasuk penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 30 siswa yang dipilih secara acak dari seluruh siswa kelas XI SMK Taruna Timika. Hasil penelitian menunjukkan: . Perhitungan korelasi parsial variabel kecepatan adalah 0,527 probabilitas 0,003 < 0,05. Perhitungan korelasi parsial variabel kelincahan sebesar 0,814 probabilitas 0,005 < 0,05. Perhitungan korelasi berganda sebesar 0,538 diuji signifikansinya dengan uji F diperoleh Fhitung sebesar 5,494 dengan probabilitas 0,001 < 0,05. Dari sini ditarik kesimpulan, terdapat korelasi yang signifikan antara kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan teknik menggiring bola dalam permainan sepak bola siswa kelas XI SMK Taruna Timika. Kata Kunci: Kecepatan. Kelincahan. Teknik Menggiring Bola ABSTRACT The basic skills of playing soccer are closely related to the ability to coordinate physical and tactical Among the many basic techniques in soccer, dribbling is a basic technique that must be mastered because it is the most dominant technique in the game. Elements of physical fitness that play an important role in throwing the ball are speed and agility. Speed and agility are elements that play an important role in performing basic dribbling techniques. If a soccer player wants to have beautiful and fast movements, he must train the elements of speed and agility. This was a correlational research. The sample used in this study consisted of 30 students who were randomly selected from all students of class XI at SMK Taruna Timika. The results showed: . The results of the analysis of the partial correlation coefficient of velocity is 0. 527 with a probability of 0. 003 <0. The results of the analysis of the partial correlation coefficient of agility is 0. 814 with a probability of 0. 005 <0. The results of multiple correlation analysis of 0. 538 were tested for significance with the F test obtained Fcount of 5. 494 with a probability of 0. 001 <0. From this it can be concluded that there is a significant relationship between speed and agility on dribbling technique skills in soccer games for class XI students of SMK Taruna Timika. Keywords: Agility. Dribbling. Speed. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Sepak bola membutuhkan lebih banyak keterampilan pemain daripada olahraga lainnya, seorang pemain harus bermain dengan baik dengan keterampilannya, mampu menahan tekanan permainan di lapangan sampai batas tertentu, tidak kenal lelah secara fisik, dan menjadi lawan yang tangguh. Selain pemahaman tentang teknik, taktik dan strategi karena itu sangat penting. Perhatian pemain dalam pengambilan keputusan harus terus diuji, karena pemain harus peka terhadap perubahan situasi yang sangat sering terjadi selama Dalam mengembangkan keterampilan bermain sepakbola, keterampilan berhubungan erat pada berbagai kemampuan koordinasi gerak tubuh, taktis, dan mental. Ketika akan meningkatkan kualitas gerak seseorang, diperlukan pembelajaran dan keterampilan dasar sejak usia dini. Sepak bola didefinisikan juga sebagai permainan yang dimainkan oleh dua regu, dimana setiap regu berjumlah 11 orang, sementara yang lainnya duduk di bangku yang saling berhadapan untuk mencetak gol melawan lawannya (Aprianova & Hariadi, 2. Aspek terpenting di olahraga sepak bola adalah menguasai berbagai teknik dasar dalam olahraga sepak bola (Irawan & Hariadi, 2. Teknik dasar itu sendiri terdiri dari menggiring bola, mengoper, menerima, menyundul, melempar, mengatur, dan keeper (Yunus M, 2. Diantara sekian banyak keterampilan dasar, dribbling adalah keterampilan yang wajib karena penguasaan Dribbling ini adalah teknik paling dominan dalam permainan. Dribbling adalah keterampilan penanganan bola yang dibutuhkan pemain saat bergerak, berdiri untuk mengoper atau menembak. Dengan menguasai teknik dasar dribbling, pemain tidak hanya bisa memberi ruang kepada pemain lain, tapi juga menciptakan peluang mencetak gol dengan melewati lawan dan menciptakan ruang untuk menembak (Gunawan et al. , 2. Keterampilan dribbling adalah hal yang sangat penting, namun pemain top tidak boleh lupa bahwa dribbling sangat menguras tenaga selain itu juga seringkali memperpanjang waktu pertandingan (Timo, 2. Teknik dribbling adalah salah satu cara membawa bola dari satu tempat ke tempat lainnya. Dribbling yaitu proses menggunakan kaki ketika memindahkan bola dari berbagai tempat di lapangan. Selain itu, dribbling merupakan keterampilan dasar yang dimana masing-masing pemain harus bisa mengontrol bola ketika JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 bergerak, berdiri, bahkan bersiap untuk mengoper dan menembak (Mielke D, 2. Pemain yang telah menguasai keterampilan dribbling secara efektif, kontribusinya terhadap permainan akan sangat besar. Jika seseorang mempunyai skill dribbling terbaik, maka dari itu pemain tersebut lebih cepat mendahului lawan, mengontrol jalannya pertandingan, serta mempermudah menjebol sistem pertahanan lawan, hal iti tentu dapat menciptakan peluang untuk menang (Lhaksana, 2. Teknik dasar dribbling yang baik sangat dipengaruhi secara fungsional oleh kondisi Faktor fisik yang berperan penting dalam dribbling adalah kecepatan dan kelincahan. Teknik bermain yang paling membutuhkan kecepatan adalah dribbling (Sutirta H & Abdurrauf A, 2. Kecepatan juga bisa didefinisikan sebagai kemampuan bergerak dalam waktu singkat dengan melatih kecepatan maksimum yang dimiliki (Adil, 2. Kelincahan, di sisi lain, salah satu bentuk keterampilan kompleks yang berfungsi untuk merespons rangsangan dari luar dengan memperlambat, mengubah posisi, serta mempercepat lagi (Lubis, 2. Kelincahan memungkinkan pemain bergerak dengan mudah dan mengubah arah posisinya saat menggiring bola dengan cepat. Misalnya, seorang pemain dapat menghindar melalui gerak tipu atau bergerak tiba-tiba menyerang dan berlari lebih cepat dari lawan dan menghindari kendali mereka, mencetak gol atau memberikannya kepada teman yang tidak dijaga (Akmal I & Lesmana H, 2. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kecepatan dan kelincahan adalah komponen yang berperan penting dalam pelaksanaan dribbling. Kecepatan dan mobilitas bisa dilatih bersama menggunakan dan tanpa bola. Seorang pemain selalu menghadapi keadaan berbeda-beda di setiap pertandingan sepakbola, bahkan seorang pemain sepak bola yang menginginkan kondisi fisik yang bagus dan cepat perlu melatih kecepatan dan keterampilannya. Kecepatan maupun Agility . adalah komponen-komponen yang tentunya dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keterampilan dribbling seseorang (Purnomo & Irawan. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Berikut skema penelitiannya: Gambar 1. Skema Penelitian Sumber: (Arikunto, 2. Keterangan: = Kecepatan (Depende. = Kelincahan (Depende. = Keterampilan Teknik Menggiring Bola (Independe. = Koefisien Korelasi Kecepatan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola = Koefisien Korelasi Kelincahan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Ry. = Koefisien korelasi Kecepatan dan Kelincahan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Sebanyak 30 orang dari kelas XI SMK Taruna Timika diambil sebagai sampel. Untuk pengambilan sampel itu sendiri diambil secara acak secara random dari keseluruhan siswa Kelas XI tahun pelajaran 2022/2023 sesuai dengan pedoman pengacakan sederhana. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: Mengukur Kecepatan dengan Lari 40 Meter Tes : Kecepatan lari 40m Peralatan : Lintasan lari, stopwatch, peluit . endera star. , balok start, pita pengukur, lembar skor, alat tulis. Penerapan : Setelah tanda AuyaAy, siswa berdiri di belakang garis start dan memulai Siswa berlari 40 meter secepat yang dia bisa, kemudian menghentikan stopwatch ketika dia melewati garis finish. Evaluasi : Nilai yang dicatat dalam format penilaian adalah waktu tempuh lari 40 m. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Gambar 2. Lari 40 m untuk pengukuran kecepatan Pengukuran Kelincahan Tes : lari bolak balik atau Shuttle run test Peralatan : Stopwatch. Skoon / marka, formulir evaluasi, alat tulis, lapangan. Evaluasi : Siswa bersiap untuk berdiri di posisi awal. Pada sinyal "Siap", siswa mengambil posisi startnya. Kemudian, pada peringatan "ya", siswa dengan cepat mengambil balok lalu memindahkannya, dan meletakkannya di garis start di tempat untuk menyelesaikannya. Bersamaan dengan sinyal "ya", pengukur waktu diaktifkan. Ulangi hal tersebut hingga balok habis kemudian hentikan pengukur waktu jika balok telah habis. Evaluasi Gambar 3. Tes Kelincahan (Shuttle Run Test ) 4 x 10 m Sumber: (Halim, 2. : Untuk pengambilan data adalah waktu dibutuhkan siswa tersebut selama melakukan shuttle run test. Tes Menggiring Bola (Dribblin. Tes : Dribbling Melewati Rintangan dengan Jarak yang Telah Ditentukan. Peralatan : Bola. Rintangan 6 Buah. Format penilaian. Kapur. Stopwatch, dan Pencatat Penerapan : Siswa berdiri di belakang garis start menghadap ke arah rintangan yang harus ditempuh JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 . Ketika ada kata AuYaAy siswa membawa bola dengan Teknik dribbling melalui rintangan yang telah terpasang secara berurut. Bersamaan dengan itu juga stopwatch dijalankan kemudian dihentikan setelah peserta tes sampai pada garis finish. Evaluasi : Pengambilan data pada tes ini yaitu adalah waktu yang dilewati siswa selama melakukan tes berawal dari start hingga finish. Kesempatan tes diberikan kepada siswa sebanyak 2 kali. Adapun waktu yang dicatat adalah waktu tercepat dari 2 kali tes yang dilakukan. Gambar 4. Lintasan rintangan yang dilewati saat dribbling Setelah data hasil tes terkumpul, data tersebut kemudian dianalisis dengan Program SPSS Versi 22. Dari hasil anylisis tersebut kemudian dapat ditarik kesimpulan akhir dari HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Deskriptif Kecepatan (X. Rangkuman anylisis deskriptif berdasarkan tes lari 40 m siswa sebagai berikut: JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Tabel 1. Analisis statistik Variabel X1 (Kecepata. Statistik Ukuran Sampel Waktu Tertinggi Waktu Terendah Rata-Rata Standar Deviasi Varians Data Hasil Tes Kecepatan 8,98 5,35 6,88 1,02 1,04 Kelincahan (X. Rangkuman anylisis deskriptif kelincahan berdasarkan hasil lari shuttle Run 4 x 10 Meter: Tabel 2. Analisis Deskriptif Variabel X2 (Kelincaha. Statistik Data Hasil Tes Kelincahan Ukuran Sampel Waktu Tertinggi 10,93 Waktu Terendah 5,95 Waktu Rata-Rata 8,02 Standar Deviasi 1,23 Varians 1,52 Keterampilan Tekhnik Menggiring Bola (Y) Adapun gambaran skor kelincahan berdasarkan hasil dribbling melalui Tabel 3. Analisis Statistik Variabel Y (Dribblin. Statistik Ukuran Sampel Waktu Tertinggi Waktu Terendah Waktu Rata-Rata Standar Deviasi Varians Keterampilan Menggiring Bola 27,98 17,55 21,82 3,13 9,78 Hasil Uji Syarat Sebelum menuji hipytesis, apakah hipytesis penelitian diterima atau ditolak maka terlebih dahulu dilakukan uji syarat. Uji Normalitas Hasil perhitungan dapat terlihat seperti dibawah: JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Tabel 4. Uji Normalitas Variabel Kecepatan (X. Kelincahan (X. Keterampilan Menggiring Bola (Y) KolmogorofSmirnof Asymp. Sig . Ket. Normal Normal Normal Uji Linearitas Hubungan Setelah pengujian normalitas selesai, maka langkah selanjutnya adalah uji Persamaan Regresi Y = 10,823 1,609 Y = 20,243 0,203 Uji Hipotesis Tabel 5. Uji Linearitas Fhitung Ftabel ( = 0,. Kesimpulan 1,83 2,94 Linear 1,80 2,94 Linear Hubungan Kecepatan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola Siswa Kelas XI SMK Taruna Timika Dari anylisis uji hipotesis diperoleh korelasi kecepatan (X. dengan keterampilan teknik dribbling (Y) adalah rxy = 0,527 dengan p = 0,003 sedangkan r. = 0,374. Karena rxy . = 0,527 > r tabel = 0,374 dan p = 0,003 < alpha . ingkat signifikans. sebesar 0,05, hal ini berarti ada korelasi signifikan antara variabel kecepatan terhadap variabel teknik dribbling pada permainan sepak bola untuk kelas siswa XI SMK Taruna Timika. Hubungan lebih jelas juga terlihat pada garis regresi Y = 10,823 1,609 X1 dimana koefisien X1 = 1,609 bertanda positif, hal ini berarti ada hubungan yang Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan terdapat korelasi atau hubungan variabel kecepatan dengan teknik dribbling sepak bola siswa kelas XI SMK Taruna Timika. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Hubungan Kelincahan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola Siswa Kelas XI SMK Taruna Timika Setelah anylisis uji hipytesis terlihat nilai korelasi variabel kelincahan (X. dengan keterampilan dribbling (Y) dalam permainan sepak bola adalah rxy = 0,814 pada p = 0,005 dan r. = 0,374. = 0,814 > r tabel = 0,374 dan p = 0,005 < 0,05, sehingga dapat disimpulan bahwa ada korelasi signifikan pada variabel kelincahan dengan teknik dribbling siswa kelas XI SMK Taruna Timika. Sama dengan hipotesis pertama, untuk lebih memperkuat kesimpulan, menghasilkan garis regresi Y = 20,243 0,203 X2. Dari persamaan regresi dapat dilihat bahwa koefisien beta X2= 0,203 bertanda positif, yaitu terdapat hubungan yang Oleh karena itu, diperoleh kesimpulan yaitu ada hubungan penting variabel agility . dengan keterampilan dribbling pada permainan sepak bola siswa kelas XI SMA Taruna Timika. Hubungan Kecepatan dan Kelincahan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Siswa Kelas XI SMK Taruna Timika Uji hipotesis dua variabel X dapat dilakukan dengan anylisis regresi berganda yaitu: kecepatan (X. dan kelincahan (X. serta sebagai variabel Y keterampilan teknik menggiring bola. Setelah dianalisis maka diperoleh ringkasan anylisis seperti Tabel 6. Ringkasan Analisis Koefisien Korelasi Ganda dan Determinan Prediktor Korelasi rxy Korelasi Ganda r y. 1,x. Koefisien Determinan R2 0,527 0,538 0,289 0,814 Dari tabel diatas diperoleh koefisien korelasi ganda ry. 1,x. = 0,538 > r tabel = 0,374 dan p = 0,000 < 0,05. Selanjutnya dibawah ini terlihat ringkasan analisis JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Tabel 7. Ringkasan Analisis Regresi Ganda antara kecepatan dan kelincahan terhadap Kriterium keterampilan teknik menggiring bola ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Keterampilan Menggiring Bola (Y) Predictors: (Constan. Kelincahan (X. Kecepatan (X. Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat harga Fregresi = 5,494 > F. = 3,35 dengan p = 0,000 < 0,05. Sehingga. Hipotesis nol ditolak dan Hipotesis alternatif diterima dengan kata lain Auada korelasi signifikan antara kecepatan dan kelincahan terhadap keterampilan teknik menggiring bola pada permainan sepakbola siswa kelas XI SMK Taruna Timika. Pembahasan Hubungan Kecepatan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola Siswa Kelas XI SMK Taruna Timika Penelitian menemukan adanya korelasi signifikan antara variabel X 1 terhadap Y, dimana variabel X1 adalah kecepatan dan untuk variabel Y adalah keterampi hubungan yang signifikan antara kecepatan terhadap kemampuan dribbling pada kelas XI SMK Taruna Timika dengan nilai rx1y = 0,527 > r. = 0,349. Ketika seseorang cepat dalam bergerak maka lebih cepat pula saat menggiring bola begitupun sebaliknya, sehingga dapat dikatakan bahwa kecepatan itu merupakan salah satu faktor kondisi fisik yang memegang peranan penting dalam bergerak khususnya membawa atau menggiring bola dalam sebuah pertandingan sepak bola. Kemampuan untuk bergerak dengan kecepatan maksimum dengan tempo singkat disebut juga kecepatan (Adil, 2. Bagian dari gerakan yang dibutuhkan pemain sepak bola adalah kecepatan. Pemain yang memiliki kemampuan dribbling yang cepat maka akan dengan mudah memasuki lawan. Daya ledak juga mendukung kecepatan seseorang, yang cocok untuk serangan balik cepat, dribbling, dan passing. Kecepatan tidak hanya mengandalkan gerak badan dengan cepat, tetapi kecepatan juga berguna untuk melakukan gerakan anggota badan dengan tempo singkat. Kecepatan anggota tubuh seperti kaki juga sangat penting untuk mempercepat percepatan benda luar saat melakukan teknik dribbling. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Kecepatan adalah kerjasama otot tubuh ketika melakukan gerakan. Hampir semua olahraga dilakukan dengan kecepatan, termasuk gerak kaki dan posisi tubuh. Mereka bisa bergerak dengan cepat dan akurat dengan penyesuaian di atas akan memiliki kecepatan yang akan mempengaruhi hasil dribbling mereka. Hubungan Kelincahan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Pada Permainan Sepakbola Siswa Kelas XI SMK Taruna Timika Berdasarkan hasil penelitian, terlihat adanya korelasi signifikan antara variabel X2 kelincahan terhadap teknik dribbling dengan nilai rx2y = 0,814 > r. = 0,349. Kelincahan adalah faktor kunci yang mempengaruhi gerakan. Salah satu komponen utama yang penting untuk dikuasai oleh seorang atlet atau pemain sepakbola adalah kelincahan dan pemain yang memiliki gerakan lincah tentu memberikan kontribusi saat pertandingan berlangsung. Selain itu, dibutuhkan Gerakan lincah untuk keluar dari penguasaan bola, menggiring bola melewati lawan, mencetak gol dan meraih Pemain yang tidak lincah dalam mengeksekusi gerakannya akan kesulitan menghindari sentuhan lawan dan bisa saja kalah. Kelincahan diukur dengan beberapa aktivitas motorik utama, seperti gerak kaki dan gerak tubuh. Jika seseorang dapat mengubah gerakan dengan cepat berarti memiliki kelincahan yang tinggi. Seseorang yang dapat berpindah-pindah posisi dengan sangat cepat dengan koordinasi dan kecepatan tinggi berarti memiliki kemampuan yang tinggi pada komponen kelincahan. Hal tersebut dapat diartikan, unsur kelincahan sangat erat hubungannya dengan kekuatan dan daya tahan. Saat menggiring bola, kelincahan adalah elemen yang berperan banyak karena dengan kelincahan dapat menipu lawan dengan mengontrol akurasi, kecepatan, dan akurasi. Hubungan Kecepatan dan Kelincahan Terhadap Keterampilan Teknik Menggiring Bola Pada Permainan Sepak Bola Siswa Kelas XI SMK Taruna Timika Berdasarkan hasil penelitian kami menemukan bahwa ada korelasi signifikan variabel X1 kecepatan dan variabel X2 kelincahan terhadap variabel Y keterampilan menggiring bola dengan nilai Ry. = 0,538 > R. = 0,349 pada permainan sepak Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa faktor kebugaran yang sangat berkontribusi saat melakukan dribbling adalah kelincahan. Kecepatan adalah JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 kemampuan melakukan gerakan dengan tempo singkat (Adil, 2. Kelincahan, di sisi lain, diartikan sebagai kemampuan melakukan gerak cepat untuk menghindari rangsangan eksternal, mengubah arah, dan mempercepat lagi (Lubis, 2. Kelincahan harus dimiliki oleh setiap pemain sepakbola karena kelincahan berperan penting untuk melakukan gerakan dengan sangat mudah dan merubah arah dengan gesit melakukan teknik dribbling. Dari sini dapat ditarik kesimpulan disimpulkan bahwa faktor yang berkontribusi besar pada permainan sepakbola adalah unsur kondisi fisik yaitu kecepatan dan kelincahan. Kecepatan dan ketangkasan, atau biasa disebut ketangkasan, bisa berjalan beriringan, dengan atau tanpa bola. Kecepatan dan ketangkasan dapat memicu alarm pada saat bersamaan, dengan atau tidak menggunakan bola. Untuk pemain sepak bola, selalu ada situasi yang berbeda di setiap pertandingan dan pemain sepak bola yang membutuhkan gerakan cepat yang hebat perlu melatih unsur kecepatan dan kelincahan. KESIMPULAN Berdasarkan perhitungan dan hasil penelitian yang kami lakukan, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa analisis koefisien korelasi kecepatan parsial menghasilkan 0,527 dengan nilai kemungkinan 0,003 < 0,003. 0,05 diterima untuk menyimpulkan hubungan antara variabel kecepatan dan kemampuan menggiring bola dalam pertandingan sepak bola siswa SMK Taruna Timika XI, analisis koefisien korelasi parsial Agility memberikan hasil sebesar 0,81 dengan probabilitas 0,005 < 0,05 atau H0 ditolak dan Ha diterima karena Ha diterima artinya dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel keterampilan dengan keterampilan teknik dribbling dalam pertandingan sepak bola yang dimainkan oleh siswa SMK Taruna Timika XI. Signifikansi hasil analisis korelasi ganda sebesar 0,538 diuji dengan uji F, dimana Fhitung sebesar 5,9 dengan probabilitas 0,001 > 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada korelasi yang signifikan antara kecepatan dan keterampilan dengan keterampilan menggiring bola siswa sepak bola kelas XI SMK Taruna Timika. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 1 . , 2023. Page 55-68 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih tak lupa kami ucapkan kepada berbagai pihak yang senantiasa memberikan support secara moril maupun material, terkhusus: Ibu Densemina Yunita Wabdaron. Pd selaku Ketua STKIP Hermon Timika, yang banyak mensupport penelitian ini. Kepala sekolah dan Guru-Guru SMK Taruna Timika yang dengan senang hati mengizinkan SMK Taruna Timika sebagai objek penelitian. Dosen serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani STKIP Hermon Timika atas partisipasi dan dukungannya serta turut membantu proses penelitian khususnya pada saat pengambilan data. DAFTAR PUSTAKA