EduMatika: Jurnal MIPA Vol. No. September 2022, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. The Effect of Time Token Learning Model on Students' Interest in Learning Mathematics Farida Hanum1. Elfrianto 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Indonesia ABSTRACT This study aims to determine whether there is an effect of the time token learning model on the students' interest in learning mathematics at SMP Muhammadiyah 7 Medan in the 2022/2023 academic year. The population of this study were all students of SMP Muhammadiyah 7 Medan, totaling 142 students. While the samples used in this study were students of SMP Muhammadiyah 7 Medan class Vi-1, amounting to 34 students. This research uses quantitative research with a one-group pretest-posttest design. The data analysis technique used in this study is the normality test using the Kolmogorov Smirnov test and hypothesis testing using the t test. the tested data will be processed using the SPSS program. The results of this study indicate that there is an effect of the time token learning model on students' interest in learning mathematics at SMP Muhammadiyah 7 Medan class Vi-1. This can be seen from the results of hypothesis testing using t-test with tcount > ttable at level =0. 05, namely 9. 595> 2. It can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. Keyword: Time Token Learning Model. Interest in Learning Corresponding Author: Farida Hanum. FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Indonesia Email: faridahanum400@gmail. PENDAHULUAN Minat belajar di dalam proses belajar matematika sangatlah berpengaruh. Siswa yang memiliki keinginan kuat untuk belajar dapat mencapai hasil belajar yang diinginkan serta pengetahuan dan wawasannya. Kecenderungan siswa untuk mempelajari sesuatu tanpa dipaksa dapat menimbulkan minat (Charli et al. , 2. Dilihat dari hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh peneliti di sekolah mitra, tepatnya di sekolah SMP Muhammadiyah 7 Medan kelas VII-1, dengan banyak 34 peserta didik yaitu 15 siswi dan 19 siswa menunjukkan bahwasannya minat belajar matematika di kelas sangatlah rendah. Keadaan ini dikarenakan cara pengajaran yang dilakukan di dalam kelas menerapkan atau memakai metode yang tidak tepat dengan kebutuhuhan siswa serta kondisi yang ada dalam kelas, sehingga dalam kegiatan pembelajaran, tujuan pembelajaran yang harus dipenuhi tidak sesuai dengan harapan. Kondisi ini diperkuat dari hasil tanya jawab peneliti yang dilangsungkan oleh pengajar mata pelajaran matematika SMP muhammadiyah 7 Medan, dalam wawancara ini disimpulkan bahwa dalam kegiatan pembelajarann yang dilaksanakan saat dikelas tidak seluruhnya anak didik aktif untuk menelaah matematika. Siswa cenderung hanya sekedar memperhatikan papan tulis tanpa memahami materi yang telah di pelajari. Hal ini dikarenakan dalam proses belajar ketika guru menjelaskan siswa cenderung diam, ketika ditanya guru Auapakah sudah mengerti?Ay mereka menjawab Ausudah pakAy tetapi ketika diberi beberapa soal evaluasi kebanyakkan siswa yang tidak bisa menjawab dengan kemampuan diri sendiri. Mereka cenderung mencontek satu sama lain. Serta peneliti mengadakan observasi langsung pada anak didik di dalam kelas. Peneliti menanyakan kepada peserta didik AuApakah adik-adik menyukai belajar matematika?Ay kebanyakan dari siswa tersebut dengan kuat dan cepat berkata Autidak suka MissAy. Alasan dari beberapa siswa mengatakan bahwa matematika tidak asik dan matematika sangat sulit untuk mereka pahami. Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/EMJU A EduMatika: Jurnal MIPA Namun, hal itu dapat berdampak negatif pada semangat anak-anak dalam belajar bersama dengan kemajuan teknologi yang pesat. Beragamnya bentuk hiburan, permainan, dan acara TV yang dapat mengalihkan siswa dari buku bacaan ialah bagian dari faktor yang menyebabkan rendahnya minat anak didik dalam belajar (Charli et al. , 2. Belajar adalah modifikasi perilaku yang umumnya bertahan lama yang dihasilkan dari pengulangan suatu peristiwa. Keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar dan belajar sedikit banyak menunjukkan seberapa baik yang akan mereka lakukan di sekolah (Sutiah, 2. Matematika ialah ilmu yang menantang bagi siswa untuk dipelajari dan dipahami karena objek studinya abstrak. Untuk itu, prestasi siswa dalam matematika merupakan salah satu indikator seberapa baik proses belajar mengajar matematika, dan guru dituntut untuk menggunakan teknik terbaik untuk membangkitkan minat siswa dalam mempelajari matematika (Elfrianto, 2. Guru harus menggunakan berbagai strategi dalam kegiatan belajar mengajar mereka daripada hanya berpegang pada satu strategi untuk menjaga agar pelajaran tetap menarik. Jika pendekatan yang berbeda tidak digunakan dengan cara yang disesuaikan dengan psikologis dan lingkungan yang mendukung siswa, kegiatan belajar tidak akan meningkat (Sulfemi, 2. Sebuah strategi pengajaran yang disebut pembelajaran kooperatif mengharuskan anak didik untuk berpartisipasi dikelompoknya untuk menuntaskan pekerjaan mereka. untuk tujuan mengganti model pembelajaran tradisional dengan model pembelajaran ini sebagai alternatif. Materi pembelajaran yang digunakan di kelas akan sangat menarik bagi anak didik yang dapat memicu minat mereka dalam belajar Hal itu karena pembelajaran kooperatif memungkinkan adanya partisipasi aktif peserta didik dalam belajar. Pendekatan pembelajaran Time token ialah bagian dari jenis pembelajaran kooperatif agar mencegah murid mendominasi percakapan atau tetap diam, metode pengajaran ini menekankan keterampilan sosial kepada anak-anak. Setiap siswa akan menerima kupon bicara dengan waktu tidak lebih dari 30 detik sebagai bagian dari dasar model pembelajaran token Waktu. Dengan bantuan kupon ini, semua peserta didik di kelas akan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, yang akan meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar matematika. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimental, yang meliputi mencoba, mencari, dan mengkonfirmasi hasil. Hubungan kausal atau kausal merupakan inti dari penelitian ini. Sebuah studi yang dikenal sebagai penelitian eksperimental bertujuan untuk menentukan bagaimana beberapa faktor mempengaruhi variabel lain di bawah kontrol yang sangat spesifik (Elfrianto et al. , 2. Dalam penelitian ini, desain pretest-posttest one group digunakan. Sebelum memulai treat, pretest diberikan, dan setelah adanya treat posttest berikan. Keduanya dimasukkan ke dalam strategi penelitian karena dapat dibandingkan dengan situasi sebelum dan sesudah menerima terapi, temuan ini dapat diketahui lebih tepat sebagai hasilnya (Sugiyono, 2. Gambar Desain Penelitian O 1 y O2 O1 = Nilai Pretest . ebelum diberikan perlakuan model time toke. X = Treat yang diberikan (Variabel independe. O2 = Nilai Posttest (Sesudah mendapatkan perlakuan model time toke. HASIL DAN PEMBAHASAN Langkah awal di dalam penelitian ini yaitu dengan memberikan soal pretest kepada siswa sebelum dilakukan sebuah treatment, kemudian setelah diberikan treatment model pembelajaran time token siswa akan diberikan soal postest. Hasil dari pretest diperoleh hasil rata-rata siswa adalah 41,62 sedangkan hasil data postest diperoleh hasil rata-rata siswa 72,79. Dari hasil rata-rata nilai pretest dan postest diperoleh kesimpulan adanya ketertarikan siswa dalam belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran time token yang ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata hasil nilai tes siswa sebesar 42,83%. (Farida Hanu. A EduMatika: Jurnal MIPA Adapun hasil data statistik soal pretest dan postest dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel Data Pretest dan Postest kelas eksperimen Langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis setelah dilakukan uji normalitas. Untuk menentukan apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak, dilakukan pengujian hipotesis. Tujuan pengujian hipotesis adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran time token berpengaruh besar terhadap minat belajar matematika siswa. Uji-t digunakan dalam penelitian ini untuk menetapkan uji hipotesis. Berikut adalah rumusan hipotesis HO = Tidak ada pengaruh yang signifikan dalam model pembelajaran time token terhadap minat belajar matematika siswa. Ha = Ada pengaruh yang signifikan dalam model pembelajaran time token terhadap minat belajar matematika Pengujian hipotesis dapat dilakukan pada software SPSS yang mana hasilnya dilampirkan pada tabel sebagai berikut: Tabel Uji Hipotesis Dasar pengembalian keputusan dari uji hipotesis adalah: A Jika nilai sig < 0,05 atau t-hitung > t-tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. A Jikaa nilai sig > 0,05 atau t-hitung< t-tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan tabel diketahui nilai dari t-hitung = 9,595 sedangkan nilai df = 33 sehingga di dapatkan nilai t-tabel = 2,034 pada taraf signifikan 0,05 dan nilai signifikan=0,01 sehingga nilai signifikan < 0,05 atau t-hitung > t-tabel. Dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan dalam model pembelajaran time token terhadap minat belajar matematika siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil pretest dan posttest, dimana rata-rata nilai pretest peserta didik ialah 41,62 dan nilai rata-rata posttest peserta didik ialah 72,79, maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran time token lebih besar dari nilai rata-rata. diajarkan dengan menggunakan metode pengajaran tradisional. Adapun hasil dari uji hipotesis diperoleh nilai signifikan 0,01 dan nilai t sebesar 9,595 serta nilai df yaitu 33 sehingga didapatkan nilai t-tabel 2,034. Hal ini berarti nilai signifikan < 0,05 dan nilai t-hitung >ttabel. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran time token terhadap minat belajar matematika siswa. DAFTAR PUSTAKA