HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING DI DESA HILIGAMBUKHA KECAMATAN LAHUSA Haratoli Buulolo1. Thomas Dermawan Buulolo2. Menni Asria Duha3. Pengalaman Hulu4. Riska J. W Telaumbanua5. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa7. Guslina Laia8. Aswandi Zamili9. Niaswati Wau10. Desniar Loi11. Erasma Fitilia Zalogo12 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12 Universitas Nias Raya . aratolibuulolo08@gmail. com1, thomasdbll4@gmail. com2, menniduha@gmail. pengalaman02hulu@gmail. com4, riskatelaumbanua2004@gmail. marianagrace1209@gmail. com6, krisdayantigaurifa03@gmail. guslinalaia500@gmail. com8, aswanzamili2@gmail. com9, watiwau7@gmail. desniarloi868@gmail. com11, erasmafau@gmail. Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan dan kemandirian warga, khususnya di pedesaan. Upaya ini dapat diwujudkan melalui kegiatan pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari serta membuka peluang usaha baru. Artikel ini membahas program pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang dilaksanakan di Desa Hiligambukha sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Program ini tidak hanya menekankan aspek teknis pembuatan sabun, tetapi juga mengedepankan penguatan jiwa wirausaha dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung oleh peserta, evaluasi hasil, serta pendampingan pascapelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi sabun cuci piring secara mandiri. Produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik untuk kebutuhan rumah tangga dan berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai jual. Selain memberikan manfaat ekonomi berupa penghematan biaya dan peluang usaha baru, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, dan semangat kebersamaan di kalangan masyarakat. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini dapat dijadikan model bagi desa lain untuk mengembangkan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lokal Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat. Pelatihan. Sabun Cuci Piring. Abstract Community empowerment plays an important role in improving the capacity, skills, and independence of rural communities. One of the effective approaches is through training programs that equip people with practical skills and entrepreneurial opportunities. This article focuses on a community empowerment program carried out in Hiligambukha Village through dishwashing soap-making training. The activity was designed not only to encourage creativity, innovation, and economic independence at the village level. The implementation method consisted of several stages, including preparation, socialization, delivery of theoritical material, live demonstration, participant practice, evaluation, and post-training mentoring. The results of the training showed significant improvement in both knowledge and skilss. Participants successfully produced dishwashing soap independently and demonstrated the ablity to follow production procedures Beyond meeting household needs, the training opened oppurtunities for participants to market their products and generate additional income. The findings indicate that such training contributes to multiple aspects of community empowerment. It not only provides economic benefits, such as cost savings and income generation, but also fosters self-reliance, teamwork, and enterpreneurial spirit among participants. Therefore, this program can serve as a model for other villages aiming to develop community-based economic initiatives. Keyword : Communtiy Empowerment. Dishwashing Soap. Rural Development. Pendahuluan kebutuhan local pada masyarakat. Hal ini Pemberdayaan masyarakat merupakan meningkatkan kemampuan penting mengingat bahwa pelatihan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat masyarakat dan mampu memberikan kemandirian, dan daya saing warga dalam mengelola potensi yang mereka miliki. maupun peningkatan suatu ekonomi Melalui pemberdayaan ini, masyarakat didesa secara menyeluruh. didorong untuk tidak hanya menjadi Desa Hiligambukha merupakan salah penerima manfaat dari pembangunan, satu desa yang memiliki potensi besar untuk diberdayakan melalui pelatihan- menciptakan suatu solusi atas kebutuhan pelatihan keterampilan. Masyarakat di dalam kehidup sehari-hari. Salah satu desa ini mayoritas berprofesi sebagai strategi yang sering digunakan dalam petani dan pelaku usaha kecil seperti membutuhkan tambahan keterampilan Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya yang dapat mendukung perekonomian yang dipasarkan ke lingkungan sekitar atau diantar desa yang berdekatan Didesa masyarakat tersebut dapat stabil dan Hiligambukha. dapat mensejahterahkan perekonomian Pelatihan pembuatan sabun cuci piring pada masyarakat desa hiligambukha. tidak hanya memberikan keterampilan Ditengah kondisi ekonomi tersebut yang teknis mengenai cara mencampur bahan, kemandirian, maka masyarakat yang ada produk yang aman dan berkualitas, tetapi didesa memerlukan alternatif usaha yang juga memberikan wawasan mengenai tidak hanya mudah dilakukan, tetapi juga aspek kewirausahaan dan pengalaman memiliki peluang pasar yang luas dan bukan hanya sekedar dipasarkan oleh satu Peserta pelatihan ini dapat belajar atau dua keluarga yang melakukannya tentang cara menghitung biaya produksi, tetapi pula oleh masyarakat warga didesa menentukan harga jual yang sesuai, serta Maka salah satu bentuk usaha strategi pemasaran, hingga pengemasan tersebut walaupun bentuknya kecil tetapi produk sabun cuci piring ini agar lebih menarik lagi bagi konsumen. Dengan pembuatan sabun cuci piring ini. Sabun begitu, kegiatan ini tidak hanya bersifat kebutuhan pokok rumah tangga yang berpotensi meningkatkan taraf hidup selalu digunakan hamper setiap hari. Hampir setiap juga keluarga sangat Hiligambukha. Oleh Didesa Selain itu, kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan prinsip pemberdayaan yang mnegutamakan partisipasi aktif permintaan terhadap sabun cuci piring Hiligambukha tidak hanya menjadi objek dengan bertambahnya jumlah penduduk Peluang ini dapat dimanfaatkan Masyarakat Desa Hal oleh masyarakat Didesa Hiligambukha diharapkan mampu menumbuhkan rasa untuk memproduksi suatu jenis sakah percaya diri dari masyarakat dalam satu usaha seperti sabun cuci piring ini secara mandiri, baik kebutuhan sendiri maupun untuk dijadikan produk usaha Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya kemandirian dalam mengelola usaha berbasis kebutuhan sehari-hari. berbasis mini ini oleh warga atau pun membuka kesempatan bagi masyarakat masyarakat yang mengelola usaha rumah untuk mengembangkan usaha kecil dan Dengan adanya keterlibatan aktif tersebut, hasil dari pelatihan tidak hanya meningkatkan perekonomian desa. berhenti pada pengetahuan teoritis, tetapi mendorong tumbuhnya jiwa wirausaha juga dapat diaplikasikan secara nyata dikalangan masyarakat, terutama ibu dalam kehidupan sehari-hari. rumah tangga dan pemuda, sehingga Pelatihan pembuatan sabun cuci piring (UKM) mereka dapat lebih produktif. ini juga memiliki dimensi sosial yang Suatu produk yang dihasilkan masyarakat didesa Hiligambukha agar dapat dijual dengan harga yang lebih terdorong untuk memulai usaha atau terjangkau dibandingkan dengan produk pabrikan, sehingga masyarakat dapat masyarakat desa Hiligambukha memperoleh manfaat ganda : seperti Menciptakan masyarakat yang mampu menghasilkan sabun cuci piring. Untuk Serta Selain itu, jika dikelola dengan baik, usaha masyarakat atau pun warga yang kuat, ini berpotensi membuka lapangan kerja yang lebih produktif dan, kreatif serta baru bagi warga sekitar, terutama ibu rumah tangga dan pemuda desa yang A Manfaat : membutuhkan aktivitas produktif. Pelatihan ini diharapkan memberikan A Tujuan berbagai manfaat, antara lain : Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini di Desa Hiligambukha adalah sebagai berikut : pengeluaran rumah tangganya sekaligus memperoleh peluang usaha baru dengan keterampilan teknis kepada masyarakat menjual produk sabun cuci piring dan tentang cara pembuatan sabun cuci piring serta membuka peluang pekerjaan baru yang aman. Memberikan berkualitas, dan Manfaat Ekonomi Membantu Meningkatkan kesadaran masyarakat Manfaat sosial : menciptakan lapangan akan pentingnya kemandirian ekonomi Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 meningkatkan solidaritas sosial melalui E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif bersama. pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini Manfaat pendidikan : meningkatkan di Desa Hiligambukha merupakan salah keterampilan praktis dan pengetahuan satu upaya strategis untuk meningkatkan Kegiatan mereka lebih siap menghadapi tantangan warga desa. ekonomi yang terjadi didesa. masyarakat melalui pelatihan pembuatan Manfaat lingkungan : dengan pelatihan sabun cuci piring di Desa Hiligambukha dilaksanakan melalui beberapa tahapan menghasilkan sabun cuci piring yang sebagai berikut : Persiapan . Mahasiswa KKN Melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat yang ada didesa untuk mendapatkan dukungan serta menentukan waktu dan tempat . Menyusun rencana kegiatan, termasuk jadwal, materi pelatihan dan daftar . Setelah mendapatkan waktu yang tepat langkah berikutnya yaitu . Menyiapkan perlatan dan bahan yang dibutuhkan pada hari yang telah Gambar. Persiapan Kegiatan merusak ekosistem ketika digunakan sehari-harinya. Manfaat memberdayakan warga masyarakat desa Ibu-ibu perempuan yang ada dilingkungan desa keluarga yang ada Didesa Hiligambukha. Dengan demikian, kegiatan pelatihan pembuatan sabun cuci piring di Desa Hiligambukha transfer keterampilan teknis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik dalam desa-desa mengembangkan potensi lokal melalui pelatihan keterampilan yang sederhana namun memiliki nilai manfaat yang sangat tinggi dalam memberdayakan ekonomi masyarakat didesa. Metode Pelaksanaan Sosialisasi Kegiatan Dalam kegiatan sosialisasi ini ada beberapa tunjuan dan langkah yang dilakukan Tujuan yang utuma yaitu agar Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 masyarakat mengetahui bagaimana cara membuat sabun cuci piring ini dan agar masyarakat mampu memberdayakan Ada pelaksanaan kegiatan ini : Menginformasikan tujuan, manfaat, dan jadwal pelatihan kepada warga melalui pertemuan dibalai desa . Mengundang peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Setelah mengundang masyarakat maka dalam kegiatan sosialisasi ini kepala desa serta pengurus desa lainnya mengutus beberapa peserta dari empat dusun untuk mengikuti sosialisasi pembuatan sabun cuci piring. Gambar. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan ini dihari yang sudah ditetntukan ada beberapa yang dilakukan seperti pemaparan teori awal dalam pembuatan sabun cuci piring dan kedua yaitu mempersiapkan alat ditempat pembuatan, ketiga yaitu pembuatan sabun cuci piring dan langsung memperagakannya kepada . Pemaparan bahan-bahan E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya digunakan, prosedur pembuatan, serta aspek keamanan kerja. Demonstrasi langsung, memperagakan langkah-langkah pembuatan sabun cuci piring mulai dari pencampuran . Praktik peserta, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mempraktikkan pembuatan sabun cuci menggunakan alat dan bahan yang sudah disediakan. Adapun alat, bahan dan prosedur dalam pembuatan sabun cuci piring adalah sebagai berikut : Alat : Wadah atau baskom besar . Kompor atau sumber panas . Pengaduk . endok kayu atau spatula besa. Ember ukuran sedang . Botol bekas . Corong . Bahan : Texapone . SLS . Garam . Pewarna hijau . Komposter . Pewangi . Air Cara Membuat : Masak 2 liter air sampai mendidih . Air yang sudah mendidih dimasukkan ke dalam ember, lalu larutkan Garam dan SLS ke dalam air panas tersebut . Aduk terus sampai tercampur rata dan tidak ada yang menggumpal . Kemudian, campurkan Texapone, komposter, pewangi dan pewarna hijau kedalam baskom. Aduk sampai tercampur dan rata Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 . Masukkan air 13 liter secara bertahap ke dalam baskom, sambil di aduk terus . Ketika bahan dalam baskom sudah tercampur, kemudian tuang larutan garam dan SLS ke dalam baskom . Aduk terus menerus sampai semua bahan tercampur rata . Lalu diamkan selama kurang lebih 6 . Setelah didiamkan selama kurang lebih 6 jam maka sabun cuci piring yang telah dibuat siap di pakai dan dikemas dalam Gambar. Selesai Kegiatan E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya Universitas Nias Raya sebagai salah satu pengabdian masyarakat. Yang dimana Kuliah Kerja Nyata (KKN) berjumlah sebelas orang dan Kehadiran peserta yang didominasi oleh parah ibu Kegiatan antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, mengenai peluang usaha produk yang dihasilkan dan hasil yang benar-benar dapat diikuti oleh masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan. Kegiatan keterampilan praktis. Mahasiswa KKN Gambar. Pembagian Hasil Kegiatan menjelaskan bahwa sabun cuci piring rumah tangga yang setiap hari digunakan, sehingga memiliki potensi besar jika Pengetahuan ini pun membuka wawasan peserta yang terpilih dan ikut kegiatan, karena sebelumnya sebagian besar ibu-ibu hanya melihat sabun cuci piring sebagai produk konsumsi dan mengeluarkan Hasil Kegiatan Dan Pembahasan Kegiatan uang yang besar dalam membeli sabun sabun cuci piring dilaksanakan pada 10 Agustus Balai peluang usaha. Desa Hiligambukha. Pelatihan ini dipandu oleh Pada diperkenalkan dengan bahan-bahan dasar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya pembuatan sabun, seperti sodium Laury pembuatan sabun cuci piring, seperti Ether Sulfate (SLES) sebagai bahan utama takaran bahan yang kurang tepat atau pembersih. NaCl sebagai pengental, serta teknik pengadukan yang masih belum texapone, pewarna dan pewangi untuk Hasil dari praktik kelompok sangat menambah kualitas produk. Penjelasan Sehingga semua kelompok diberikan oleh anggota kuliah kerja nyata berhasil menghasilkan sabun dengan tekstur kental, busa melimpah, serta aroma yang segar. peserta ataupun warga. Pelatihan ini memberikan berbagai Setelah penjelasan teori, mahasiswa Demonstrasi Pertama, memberikan gambaran nyata kepada sebelumnya pernah diketahui tapi tak peserta langkah-langkah praktis dalam pernah membuat sehingga karna telah mencampur bahan, mengaduk larutan, mengikuti kegiatan ini ibu-ibu dapat pengetahuan baru mengenai pembuatan sabun cuci piring kurang lebih enam jam sabun cuci piring. Kedua, dari sisi hingga pengemasan produk kedalam Para ibu rumah tangga tampak mempraktikkan pembuatan sabun cuci serius memperhatikan setiap langkah, piring dan menghasilkan produk yang bahkan beberapa mencatat komposisi layak digunakan dan produk yang sangat bahan-bahan yang digunakan agar bisa Ketiga, dari sisi ekonomi, muncul Sesi inti dari kegiatan ini adalah keterampilan ini bisa menjadi sumber praktik langsung oleh peserta kuliah penghasilan tambahan bagi masyarakat. kerrja nyata yang berjumlah sebelas Dengan modal yang relatif kecil, sabun Para ibu dibagi menjadi beberapa cuci piring buatan sendiri dapat di kelompok dan diberi kesempatan untuk produksi dalam jumlah banyak dan dijual memproduksi sabun cuci piring secara dengan harga yang lebih terjangkau mandiri dengan bimbingan mahasiswa. dibandingkan produk pabrikan yang Pada tahap ini, susasana menjadi lebih selema ini mereka beli. Peserta terlihat antusias, saling Kegiatan ini menumbuhkan jiwa bekerja sama, dan tidak ragu bertanya ibu-ibu Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya menambahkan penghasilan bagi ibu-ibu dan keluarga didesa. Mereka mulai menyadari bahwa kegiatan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. dapat diubah menjadi peluang usaha. Penutup Beberapa peserta bahkan menyatakan Kesimpulan ketertarikan untuk memproduksi sabun Pelatihan pembuatan sabun cuci cuci piring secara rutin, baik untuk piring yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2025 di balai desa Hiligambukha oleh dipasarkan kelingkungan sekitar. Hal ini mahasiswa KKN Universitas Nias Raya menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, memberikan hasil yang positif. Para ibu rumah tangga dan warga desa sebagai peserta tidak hanya berhasil membuat peluang ekonomi. sabun cuci piring yang layak digunakan. Secara umum, kegiatan ini berhasil tetapi juga mulai memahami nilai ekonomis Pelatihan masyarakat Desa Hiligambukha. Melalui pelatihan ini, para ibu rumah tangga tidak Hiligambukha memiliki potensi besar untuk hanya memperoleh keterampilan teknis dalam membuat sabun cuci piring, tetapi keterampilan sederhana namun aplikatif mereka mampu berperan aktif dalam sehari-hari masyarakat desa. Kegiatan ini berkontribusi pada 3 perekonomian keluarga. Antusiasme yang aspek penting, yaitu : ditunjukkan oleh peserta menjadi modal 1 Peningkatan sosial penting bagi keberlanjutan program pemberdayan di desa Hiligambukha tangga secara mandiri yang dilakukan Jika didukung dengan tindak lanjut berpotensi melahirkan usaha mikro yang 2 Pemberdayaan ekonomi, karena sabun berbasis pada produk rumah tangga dan cuci piring ini dapat dijadikan produk dapat juga sebagi produk usaha desa. usaha dengan modal kecil namun Dengan bernilai jual dan karna sabun cuci sederhana ini dapat menjadi titik awal piring ini juga tidak lagi dibeli dengan tumbuhnya ekonomi kreatif desa yang harga jual mahal dipasaran seperti Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya yang dilakukan sebelum mengetahui desa yyang akan membantu dalam pembuatan sabun cuci piring ini maka pemasaran produk. dapat memberdayakan perekonomian 3 Pengemasan produk : Perlu diberikan pelatihan tambahan mengenai teknik 3 Penguatan sosial, melalui kerja sama, pengemasan modern agar produk lebih menarik dan mampu bersaing dengan produk pabrikan lainnya. ataupun ibu-ibu warga desa, yang 4 Pembentukan muncul selama pelatihan. Dengan demikian, pelatihan ini telah desa dapat Saran 5 Dukungan kebijakan desa : Pemerintah kesejahteraan warga desa. distribusi lebih terorganisir. meningkatkan kemandirian, kreatifitas, dan Agar bersama: Disarankan agar masyarakat pelatihan ini kedalam agenda rutin dampak yang lebih berkelanjutan, beberapa hal perlu diperhatikan : memberikan dukungan dana untuk 1 Pendampingan lanjutan : Diperlukan dari pihak Universitas. Hiligambukha. pemerintah desa, maupun lembaga terkait untuk membantu masyarakat dalam aspek teknis lanjutan terlebih- Dengan adanya tindak lanjut yang lebih dukungan oleh pemerintah desa terarah, kegiatan ini tidak hanya berhenti Hiligambukha, pada transfer keterampilan, tetapi juga biaya pruduksi, penentuan harga jual, dan inovasi produk. 2 Penguatan pemasaran : Produk sabun Harapannya. Desa Hiligambukha mampu cuci piring hasil produksi masyarakat menjadi contoh desa yang mandiri melalui perlu dipasarkan secara lebih luas. Oleh produk rumah tangga yang dikelola secara karena itu, strategi promosi melalui produktif dan berdaya saing ini. media sosial, pasar desa, maupun Dengan koperasi desa harus dikembangkan dan serta bantuan dari pihak pemerintah pengadaan tempat sampah di tempat Copyright . Haratoli Buulolo. Thomas Dermawan Buulolo. Menni Asria Duha. Pengalaman Hulu. Riska J. W Telaumbanua. Grace Mariana Gulo6. Krisdayanti Gaurrifa. Guslina Laia. Aswandi Zamili. Niaswati Wau. Desniar Loi. Erasma Fitilia Zalogo. This work is licensed undera Creative Commons AttributionShare Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 E-ISSN: 2828-7037 Universitas Nias Raya lingkungan menjadi lebih bersih sehingga Education Based On The Local berbagai dampak negatif dari sampah Wisdom Of South Nias: Integration dapat ditanggulangi dan desa dapat lebih Of Traditional Concepts In Modern bersih lagi. Dengan demikian siapa saja Education. Haga : Jurnal Pengabdian yang berada di tempat ini akan merasa Kepada https://doi. org/10. 57094/haga. Harefa. Forilina Laia. Vira Febrian Dakhi. Pendidikan Dan Rencana Daftar Pustaka