Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. e ISSN: 2809-378X Journal of Economics Review https://jurnal. id/index. php/joer This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International Peran Masyarakat Nelayan Dalam Meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga: Perspektif Ekonomi Islam Muhammad Sabillah . *) Mulyati . Lilis Marlina . Prodi Manajemen. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis. Dompu. Indonesia . Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis. Dompu. Indonesia Corresponding author. Muhammad Sabillah muhammadsabil53@gmail. Pernyataan Penulis Penulis menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan tanpa adanya hubungan komersial atau keuangan sebagai potensi konflik Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga berdasarkan perspektif ekonomi Islam di Desa Kramat. Kecamatan Kilo. Kabupaten Dompu. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang bekerja sebagai nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para nelayan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti kejujuran, syukur, kerja sama . aAoawu. , dan keadilan dalam distribusi pendapatan rumah tangga. Kesejahteraan dipahami secara non-material, dengan mengedepankan keberkahan dan keharmonisan keluarga meskipun dalam kondisi penghasilan yang tidak menentu. Faktor pendukung meliputi nilai-nilai keagamaan, solidaritas sosial, dan budaya hidup sederhana, sementara faktor penghambat antara lain adalah cuaca ekstrem, fluktuasi hasil laut, dan keterbatasan teknologi serta modal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai Islam dalam praktik ekonomi rumah tangga nelayan dapat menjadi solusi keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Kata Kunci: Nelayan. Pendapatan Rumah Tangga. Ekonomi Islam. Keberkahan. Kesejahteraan. Pendahuluan Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya agar dapat dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan manusia. Allah SWT telah memberikan anugerah dan karunia yang besar kepada manusia melalui penciptakan langit dan bumi beserta isinya dan seluruhnya diambil manfaatnya sehingga manusia dapat menjaga kelangsungan hidupnya dan agar berbakti kepada Allah SWT penciptanya, kepada keluarga dan masyarakat. Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau baik pulau kecil maupun pulau-pulau besar yang terkenal. Dengan keadaan sedemikian rupa. Indonesia memungkinkan timbulnya struktur kehidupan perairan yang memunculkan pemukiman-pemukiman penduduk yang berada di sekitar pantai. Kemiskinan merupakan suatu permasalahan yang banyak dihadapi oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut Cahyat et al. dalam Maulana Firdaus, dkk . kemiskinan adalah suatu situasi dimana seseorang atau rumah tangga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, sementara lingkungan pendukungnya kurang memberikan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan atau untuk keluar dari kerentanan. Nelayan selalu identik Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. dengan kemiskinan, menurut Budiastuti . , nelayan merupakan masyarakat tradisional dengan kondisi sosial ekonomi yang memprihatinkan. Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup tinggi dengan luas wilayah perairan laut 29. 159,04 km2 . Panjang pesisir pantai mencapai 2,333 km2 dan luas wilayah perairan terumbu karang sekitar 3,601 km2, selajutnya wilayah Kabupaten Lombok Timur khususnya daerah pantai yang dihitung luas wilayahnya 4 mil dari garis pantai tercatat 679,99 km2 (DKP LOTIM, 2. Pendapatan nelayan sangat tergantung pada beberapa faktor seperti cuaca dan musim, sehingga berdampak pada pendapatan yang tidak menentu. Hasil kajian dari beberapa peneliti (Bahri, 1995. Wijaya et al. , 2010. Firdaus et al. , 2. menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan skala kecil sangat tergantung pada cuaca, musim, keterbatasan aset dan permodalan. Pada struktur masyarakat pesisir, mayoritas kepala keluarga bekerja sebagai nelayan. Hasil penelitian terdahulu menunjukan pertama (Putri & Eriyanti, 2. dengan judul peran istri nelayan tradisional dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui kewirausahaan di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri nelayan tradisional di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang mempunyai peran ganda selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai ibu pekerja diluar rumah tangga keluarga. Kedua (Komariah, 2. dengan judul Peran Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat UMKM Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Hasil penelitian dilapangan bahwa dengan adanya Peranan Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat UMKM Mikro. Kecil serta Menengah Menurut Persfektif Ekonomi Islam merupakan daya tarik tersendiri terutama bagi masyarakat di Desa Tanjung Jone Kecamatan Jempang Kutai Barat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya sangat membantu dalam menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya juga mempertahankan dan menjaga kelangsungan hidup keluarganya. Ketiga penelitian yang dilakukan oleh (Suib, 2. dengan judul tantangan nelayan dalam menghadapi era globalisasi ekonomi perspektif ekonomi islam (Studi di Desa Sumberanyar Kec. Paiton Probolingg. Hasil penelitian ini, pertama. Kemiskinan nelayan disebabkan oleh perubahan musim, sistem bagi hasil antara pemilik kapal dan nelayan yang kurang berimbang, perilaku masyarakat yang kurang memperhitungkan ekonomi. Kedua. Islam telah memberikan gambaran yang jelas terhadap perilaku ekonomi dalam berinteraksi dengan sesama melalui prinsip-prinsip syariah yang harus dilakukan oleh manusia, demi sustainable usahanya. Kabupaten Dompu merupahkan salah satu kabupaten di bagian tengah Pulau Sumbawa. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Indonesia. Ibu kotanya bernama sama. Wilayahnya seluas 321,55 kmA dan jumlah penduduknya sekitar 241. 836 jiwa . Kabupaten Dompu berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa dan Teluk Saleh di sebelah Barat. Kabupaten Bima di sebelah Utara dan Timur serta Samudra Hindia di bagian Selatan. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah di Desa Kramat. Desa kramat pada dasarnya merupakan salah satu wilayah yang terdapat dari kuburan kuno yang dikeramatkan oleh masyarakat, serta merupakan kuburan dari orang yang sakti mandar guna yang taat menjalankan syariAoat agama serta sebagai penyampaian syiar agama Islam sehingga wilayah desa ini dapat dinamakan sebagai Kramat. Desa Kramat yaitu salah satu desa yang terdiri dari 6 desa yang terletak di Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, desa ini merupakan desa baru yang dimekarkan dari desa Malaju pada tahun 1998. Masyarakat di desa kramat ada beberapa yang bekerja atau berprofesi sebagai nelayan dan menggantungkan hidupnya dilaut. Masalah yang terjadi banyak nelayan buruh bekerja tanpa kontrak yang jelas, membuat mereka rentan terhadap eksploitasi dan ketidakadilan, sedangkan perspektif islam: islam menekankan pentingnya transparansi dan kesepakatan yang jelas dalam hubungan kerja. Kontrak kerja harus mencakup syarat-syarat yang adil dan disepakati oleh kedua belah pihak. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Kaum Muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka" (HR. Abu Dawu. , yang menunjukkan pentingnya memenuhi perjanjian. Berdasarkan observasi awal peneliti melihat adanya peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Apakah diikuti juga dengan peningkatan penerapan Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. menurut perspektif ekonomi islam oleh karena itu penelitian semacam ini perlu dilakukan karena dapat memberikan informasi tentang apa saja yang harus dilakukan oleh masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga: perspektif ekonomi islam di Desa Kramat Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu Masyarakat Nelayan Masyarakat nelayan memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari masyarakat lainnya, yaitu karakteristik yang terbentuk dari kehidupan di lautan yang sangat keras dan penuh dengan resiko, terutama resiko yang berasal dari faktor alam. Wilayah pesisir diketahui memiliki karakteristik yang unik dan memiliki keragaman potensi sumberdaya alam, baik hayati maupun non-hayati yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, laju pertambahan jumlah nelayan di Indonesia sangat pesat. Hal ini disebabkan, hasil perikanan laut merupakan sumberdaya yang besar. Namun banyak juga kendala yang dialami oleh para nelayan, sehingga hasil tangkapan yang didapat hanya sedikit. Kondisi seperti ini yang mengakibatkan nelayan menjadi miskin. (Mulyani. et al. Masyarakat Nelayan disebut juga orang yang mata pencahariannya menangkap ikan dilaut. Nelayan adalah orang yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Nelayan yang dimaksud disini adalah orang yang menangkap ikan dilaut bukan orang yang membudidayakan hasil laut seperti penambak Indikator masyarakat nelayan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu: . Nelayan pemilik yang dapat dibagi lagi menjadi nelayan pemilik perahu tak bermotor dan nelayan pemilik kapal motor . Nelayan juragan adalah pengemudi para perahu bermotor atau sebagai kapten kapal motor. Nelayan buruh adalah orang yang bertugas sebagai penangkap ikan pada perahu motor yang sering disebut anak buah kapal. Pendapatan Rumah Tangga Ekonomi keluarga merupakan kebutuhan ekonomi dalam keluarga yang lingkupnya dari keluarga itu sendiri baik individu maupun kelompok yang terdiri dari seluruh anggota keluarga. Dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi, rumah tangga membutuhkan barang dan jasa untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tersebut pastinya memerlukan penghasilan yang digunakan untuk membeli segala keperluan dalam rumah tangga, baik yang berupa kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Menurut Pusat Badan Statistik, pendapat keluarga adalah seluruh pendapatan dan penerimaan oleh seluruh anggota rumah tangga. Kebutuhan rumah tangga merupakan jumlah keseluruhan dari pendapatan formal . ekerjaan poko. , dan pendapatn subsistem . ektor produksi yang dinilai dengan uan. (Li Fentia, 2020: 12,. dalam (Kusrini & Suryani, 2. Indikator pendapatan rumah tangga mencakup berbagai faktor yang mencerminkan kemampuan ekonomi rumah tangga, sepertijumlah total pendapatan, sumbersumber pendapatan, dan alokasi pengeluaran. Konsep Ekonomi Islam Pemahaman Islam mengajarkan bahwa merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk berusaha semaksimal mungkin melaksanakan semua syariAah . Islam di segala aspek kehidupan, termasuk dalam pencaharian kehidupan . Demikian pula aspek ekonomi Islam yang merupakan bagian ilmu sosial, tidak lepas dari konsep-konsep Islam . yariAa. yang harus dilaksanakan dalam bidang tersebut. Hubungan Islam komprehensif dengan ekonomi Islam, yaitu bahwa kajian ekonomi Islam mencakup aspek muAamalah, muAasyarah, akhlak, dan sebagai landasannya adalah aqidah dan ubudiah. (Wahdaniyah, 2. Ekonomi Islam adalah ilmu dan aplikasi petunjuk dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memenuhi kebutuhan manusia dan agar dapat menjalankan kewajiban kepada Allah dan masyarakat. Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa Ekonomi Islam adalah Auilmu sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat dalam perspektif IslamAy. Dari berbagai pengertian mengenai Ekonomi Islam, dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Islam adalah ilmu dan praktek kegiatan ekonomi yang didasarkan pada ajaran Islam yang mencakup cara memandang permasalahan ekonomi, menganalisis, dan mengajukan alternatif solusi atasberbagai masalah ekonomi untuk mencapai falah. Adapun yang dimaksud dengan falah adalah kebahagiaan dunia dan Indikator ekonomi islam : pertumbuhan ekonomi, kesejateraan, lapangan kerja dam penerapan praktek ekonomi dan keungan islam. Metode Penelitian Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji secara mendalam peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga menurut perspektif ekonomi Islam. Pengambilan data akan difokuskan di Desa Kramat. Kecamatan Kilo. Kabupaten Dompu, sebuah lokasi yang dipilih secara purposif karena relevansinya dengan topik penelitian. Untuk memperoleh data yang kaya dan holistik, peneliti akan menggabungkan beberapa teknik pengumpulan data. data primer akan digali melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas ekonomi nelayan sehari-hari dan wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci yang terdiri dari nelayan pemilik, juragan, buruh, serta istri mereka. Sementara itu, data sekunder akan dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap arsip desa, catatan terkait, serta literatur ilmiah untuk melengkapi dan memperkuat temuan dari lapangan. Seluruh data yang telah terkumpul dari lapangan maupun studi literatur akan dianalisis menggunakan model analisis interaktif dari Miles. Huberman, dan Saldaya. Proses ini dimulai dengan tahap reduksi data, di mana peneliti secara cermat merangkum, memilih hal-hal pokok, dan memfokuskan data pada tema-tema yang relevan dengan peran nelayan dan prinsip ekonomi Islam. Selanjutnya, data yang telah tereduksi akan disajikan dalam bentuk narasi deskriptif yang sistematis untuk memaparkan pola-pola temuan. Pada akhirnya, peneliti akan melakukan penarikan kesimpulan dan verifikasi secara terus-menerus. Kesimpulan awal yang muncul dari data akan diuji kembali hingga menghasilkan temuan akhir yang kredibel dan mampu menjawab rumusan masalah penelitian secara utuh dan mendalam. Hasil dan Pembahasan Hasil Kramat adalah salah satu dari enam desa di Kecamatan Kilo. Kabupaten Dompu. Nusa Tenggara Barat. Desa ini merupakan pemekaran dari Desa Malaju sejak tahun 1998. Letaknya sangat strategis, berbatasan langsung dengan laut di bagian barat yaitu Laut Flores, dan berbatasan darat dengan beberapa desa lain seperti Desa Malaju . Desa Mbuju . , dan Desa Saneo. Kecamatan Woja . Penduduk Desa Kramat mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Aktivitas perekonomian masyarakat bergantung pada hasil laut sebagai sumber penghidupan utama. Sistem kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai agama, khususnya ajaran Islam. Hal ini terlihat dari pola hidup sederhana, semangat gotong royong, dan pengelolaan pendapatan yang berbasis nilai-nilai syariah. Objek penelitian ini adalah para nelayan di Desa Kramat yang berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Dalam konteks ini, peneliti menyoroti bagaimana prinsip ekonomi Islam diterapkan oleh nelayan dalam kehidupan sehari-hari, serta faktorfaktor yang mendukung dan menghambat peningkatan pendapatan rumah tangga. Deskripsi Karakteristik Informan Pada penelitian ini yang menjadi informan adalah merupakan para nelayan yang berasal dari Desa Kramat Adapun nama informan dan instrument wawancara penelitian sebagai berikut: Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. Tabel 1. Informan Penelitian Nama Pekerjaan Amin Nelayan Naser Nelayan Hasan Nelayan Anwar Nelayan Irwan Nelayan Dahlan Nelayan Firdaus Nelayan Sumber. Data Primer 2025 Keterangan Informan 1 Informan 2 Informan 3 Informan 4 Informan 5 Informan 6 Informan 7 Penelitian ini menggali jawaban atas dua rumusan masalah, yaitu: Bagaimana peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga menurut perspektif ekonomi Islam di Desa Kramat? Apa saja faktor pendukung dan penghambat peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga menurut perspektif ekonomi Islam? Pertumbuha Ekonomi Berdasarkan hasil wawancara, nelayan di Desa Kramat memaknai pertumbuhan ekonomi bukan sekadar peningkatan penghasilan, tetapi lebih pada bagaimana menjaga keberkahan dalam Hal ini selaras dengan prinsip ekonomi Islam yang menekankan pada kehalalan cara memperoleh harta dan kebermanfaatan bagi keluarga. (Informan . "Dalam Islam, kekayaan itu bukan tujuan utama, yang penting adalah keberkahan dan kecukupan untuk keluarga. (Informan . "Ekonomi Islam mengajarkan hidup hemat dan tidak berlebihan, jadi kami tetap bisa bertahan meskipun hasil tidak besar. (Informan . "Dalam Islam, yang penting bukan jumlah kekayaan tapi bagaimana cara mencarinya dan penggunaannya yang halal. Nilai ini memberikan motivasi kepada para nelayan untuk tetap bekerja keras walaupun hasil yang didapatkan tidak selalu besar. Mereka percaya bahwa rezeki yang sedikit namun halal lebih membawa ketenangan dan keberkahan. Kesejahteraan Konsep kesejahteraan dalam pandangan para informan tidak terbatas pada kepemilikan materi, tetapi juga mencakup ketenangan batin, keharmonisan rumah tangga, dan syukur terhadap (Informan . "Walau penghasilan kecil, hidup kami cukup karena mengutamakan keberkahan. (Informan . "Saya merasa sejahtera karena bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang (Informan . "Saya merasa tenang dan bahagia, itu juga bentuk dari kesejahteraan menurut Islam. Sebagian besar nelayan di Desa Kramat merasa cukup meski penghasilan mereka fluktuatif. Pola konsumsi yang hemat, tidak konsumtif, serta semangat saling membantu dalam keluarga menjadi kekuatan dalam mempertahankan kesejahteraan rumah tangga. Lapangan Kerja dan Kerja Sama Nelayan di desa ini memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Kerja sama tidak hanya terjadi dalam melaut, tetapi juga dalam membagi hasil tangkapan dan perawatan alat tangkap. Nilainilai kekeluargaan ini mencerminkan prinsip ta'awun . olong-menolon. dalam Islam. Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. (Informan . "Kami para nelayan saling membantu dan bekerjasama supaya hasil tangkapan lebih (Informan . "Kami terbiasa bekerjasama dalam melaut agar semua bisa dapat hasil. (Informan . "Karna dalam bekerja sama itu akan mencapai rejeki yang baik. Hal ini memperkuat bahwa masyarakat nelayan di Desa Kramat berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja informal yang inklusif, di mana semua anggota komunitas punya kesempatan bekerja sesuai kemampuannya. Penerapan Praktik Ekonomi Islam Nelayan menunjukkan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari, seperti keadilan dalam distribusi hasil, syukur terhadap rezeki, dan tidak bersikap tamak. (Informan . "Tentu saja, karena rejeki itu milik Allah, kami selalu menerima dengan ikhlas apapun (Informan . "Penghasilan kami walaupun sedikit, tetap membuat kami merasa bersyukur. (Informan . "Apapun hasilnya selalu kami syukuri karena itu sudah rejeki dari Allah. Sikap ini membantu mereka menghindari konflik, menjaga hubungan sosial yang harmonis, dan menjadikan hasil usaha sebagai jalan ibadah. Keuangan Islam dan Distribusi Harta Mayoritas informan menerapkan prinsip keadilan dalam membagi hasil pendapatan kepada Tidak ada yang dominan dalam pengambilan keputusan keuangan, bahkan sebagian besar melibatkan istri dalam mengatur kebutuhan rumah tangga. (Informan . "Pembagian hasil untuk keluarga dilakukan dengan adil supaya tidak ada yang (Informan . "Saya memastikan agar semua kebutuhan keluarga dipenuhi secara merata. (Informan . "Saya selalu berdiskusi dengan istri dalam penggunaan penghasilan agar semua adil. Hal ini menunjukkan bahwa sistem keuangan keluarga nelayan di Desa Kramat selaras dengan nilai-nilai Islam yang menekankan musyawarah dan keadilan dalam rumah tangga. Pengelolaan Keuangan dan Transparansi Selain keadilan dalam distribusi hasil, para nelayan juga menerapkan prinsip transparansi dan partisipasi keluarga dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Sebagian besar dari mereka menyatakan bahwa pengaturan pendapatan dilakukan bersama pasangan dan menyisihkan sebagian untuk tabungan atau keperluan mendesak. (Informan. AuSaya membagi hasil tangkapan untuk kebutuhan harian, tabungan, dan sedikit untuk Ay (Informan . AuSaya dan istri mengatur bersama. Kami pisahkan uang belanja, sekolah anak, dan Ay (Informan . AuPengelolaan uang saya sederhana, utamakan kebutuhan pokok dan simpan sisanya. Ay Selain itu, aspek transparansi dan rasa kekeluargaan juga terlihat kuat dalam pembagian hasil kerja. (Informan . AuTidak ada yang ditutupi, semua hasil diketahui bersama dan dibagi dengan adil. Ay (Informan . AuPrinsip kekeluargaan sangat terasa dalam setiap pembagian hasil. Ay Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. Kemandirian dan Perubahan Sosial Hasil iiwawancara iilanjutan iimenunjukkan iibahwa iisebagian iinelayan iimengalami iiperubahan iikondisi iisosial iidan iikemandirian iiekonomi iisecara iibertahap. iiBeberapa informan iimengungkapkan iibahwa iimereka iiyang iiawalnya iihanya iibekerja iisebagai iianak iibuah iikapal, iikini iitelah iimemiliki iiperahu iisendiri iidan iimampu iimengelola iihasil iitangkapan iisecara iiPerubahan ini iimencerminkan iiadanya iipertumbuhan iiekonomi iiyang iitidak iihanya iiberdampak iipada iiaspek iifinansial, iitetapi iijuga iistatus iisosial iidalam iikomunitas iinelayan. (Informan 4-M. Anwa. AuDulu saya hanya ikut orang, sekarang punya perahu sendiri. Itu tandanya ada pertumbuhan walaupun berlahan. Ay Selain itu, pekerjaan sebagai nelayan juga memberi kesempatan kerja yang berkelanjutan dan menjauhkan masyarakat dari pengangguran struktural. Hal ini ditegaskan oleh beberpa informan yang menyatakan bahwa profesi ini adalah sumber nafkah utama yang tidak tergantikan. (Informan 6-Dahla. Aumenjadi nelayan itu sumber utama pekerjaan saya, tidak ada kerja lain. Ay Nilai-nilai Islam tanpak kuat dalam sistem kerja mereka, khususnya dalam hal keterbukaan dan keadilan. Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan melaut mendapat bagian sesuai peran, tanpa ada yang merasa dirugikan. Ini menjadi praktik langsung dari prinsip musyawarah . dan keadilan . dalam ekonomi Islam. (Informan 3-Hasa. Auiya, tidak ada yang ditutupi, semua hasil diketahui bersama dan dibagi dengan Ay Dalam tahap wawancara ini juga diperoleh informasi bahwa manejemen keuangan dalam keluarga dilakukan dengan lebih tertib. Para nelayan menyadari pentingnya menabung, menyusun pengeluaran, dan melibatkan istri dalam setiap pengambilan keputusan terkait keuangan keluarga. (Informan2-M. Nase. Ausya dan istri mengatur bersama. Kami pisahkan uang belanja, sekolah anak, dan uang simpanan. Ay Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa peran masyarakat nelayan di Desa Kramat dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga sangat erat kaitannya dengan penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Prinsip seperti kejujuran, tolong-menolong, keadilan, dan syukur sangat mewarnai cara mereka bekerja dan mengelola hasilnya. Kejujuran dan Keberkahan: Nelayan memahami bahwa bekerja secara halal, meskipun hasilnya kecil, akan lebih menenangkan hati. Prinsip ini membuat mereka tidak mudah terjebak pada praktik yang tidak sesuai syariat seperti menjual ikan secara tidak jujur atau mengambil jalur pintas yang merugikan. Gotong Royong dan Solidaritas: Kerja sama antar nelayan menjadi salah satu kekuatan sosial yang menunjang produktivitas. Dalam Islam, nilai taAoawun adalah bagian penting dalam membangun ekonomi masyarakat. Distribusi yang Adil: Pembagian hasil secara adil, musyawarah keluarga dalam penggunaan pendapatan, serta keterbukaan antar pasangan mencerminkan praktik keuangan Islam yang sehat dan menghindarkan konflik rumah tangga. Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. Kesejahteraan Non-Material: Dalam ekonomi Islam, kesejahteraan tidak semata diukur dari materi, melainkan juga dari ketenangan, rasa syukur, dan keharmonisan keluarga. Inilah yang dirasakan oleh mayoritas informan. Transparansi dan Pengelolaan Keuangan Bersama: Nilai-nilai transparansi dan tanggung jawab dalam ekonomi Islam tampak nyata dalam pola keuangan para nelayan. Mereka terbiasa berdiskusi dengan pasangan dalam mengatur pendapatan dan kebutuhan rumah tangga. Hal ini sejalan dengan prinsip syura . dan amanah dalam Islam, yang memperkuat kepercayaan dan keharmonisan keluarga. Faktor Pendukung Nilai-nilai Islam yang tertanam kuat Solidaritas antar nelayan Kehidupan yang sederhana dan hemat Istri atau keluarga yang mendukung dalam pengelolaan keuangan Faktor Penghambat Cuaca ekstrem dan musim paceklik Fluktuasi hasil tangkapan laut Minimnya teknologi tangkap Tidak adanya koperasi berbasis syariah atau dukungan modal yang jelas Penelitian ini sejalan dengan temuan dari beberapa studi sebelumnya yang mengungkapkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam aktivitas ekonomi masyarakat kecil seperti nelayan dapat meningkatkan resiliensi ekonomi rumah tangga. Penelitian oleh Fadli . misalnya, menunjukkan bahwa kejujuran dan gotong royong merupakan modal sosial utama yang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir. Begitu pula studi oleh Maulana . , yang menekankan pentingnya distribusi keuangan keluarga yang adil dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan rumah tangga nelayan di wilayah pesisir Jawa. Oleh karena itu, penelitian ini memperkuat pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik ekonomi masyarakat akar rumput untuk menciptakan ekonomi rumah tangga yang berkelanjutan. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan di Desa Kramat memiliki peran yang besar dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dengan mengedepankan nilai-nilai ekonomi Islam. Mereka bekerja dengan prinsip kejujuran, gotong royong, dan mengutamakan keberkahan dalam penghasilan. Meskipun penghasilan tidak menentu, namun kehidupan yang sederhana, rasa syukur, dan prinsip keadilan dalam rumah tangga membuat kesejahteraan tetap terjaga. Selain itu, aspek pengelolaan keuangan rumah tangga yang dilakukan secara transparan dan partisipatif juga menjadi kekuatan tersendiri. Para nelayan terbiasa membagi penghasilan secara adil dan terbuka bersama pasangan mereka. Praktik ini menunjukkan penerapan nilai syura dan keadilan dalam lingkup domestik yang mendukung kestabilan ekonomi keluarga. Faktor pendukung seperti solidaritas, nilai agama, dan budaya hemat menjadi kekuatan Sementara faktor penghambat seperti kondisi cuaca, hasil laut yang tidak menentu, dan keterbatasan sarana masih menjadi tantangan yang perlu perhatian dari pihak pemerintah maupun lembaga keuangan berbasis syariah. Dengan memperkuat nilai-nilai ekonomi Islam dan memberikan dukungan fasilitas serta akses modal, maka peran masyarakat nelayan dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga bisa semakin optimal dan berkelanjutan. Journal of Economics Review, 5. , 2025. 71 - 79 DOI: https://doi. org/10. 55098/joer. Referensi