GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH. SOLVE. CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 56 LUBUKLINGGAU Via Indriana Putri1. Yeni Asmara2. Sujarwo3 1,2,3Universitas PGRI Silampari. Jl. Mayor Toha Taba Pingin. Lubuklinggau, 31626. E-mail:viaindriana31@gmail. com, yeni. stkip@gmail. sujarwokusumo@gmail. Abstrak Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar IPA siswa kelas IV setelah diterapkan model search, solve, create, and share (SSCS). Jenis penulisan yang digunakan yaitu kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes . re-test dan post-tes. Metodenya Pre-Experimental Design. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada tes awal sebesar 42,58 dan pada tes akhir menjadi 77,08 dan siswa mengalami peningkatan rata-rata sebesar 34,50. Pada data post-test siswa yang tuntas mencapai KKM 65 dari total siswa kelas IV dengan 19 siswa mengalami tuntas dan 5 mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis Uji Post-test dengan nilai zhitung . Ou ztabel . Dari data rata-rata nilai posttest mengalami peningkatan dengan jumlah siswa kelas IV yaitu 24. Dapat disimpulkan bahwa setelah diterapkan model search, solve, create, and share (SSCS) pada pembelajaran IPA siswa kelas IV secara signifikan tuntas. Kata kunci : Search. Solve. Create, and Share. Hasil Belajar IPA PENDAHULUAN Pendidikan merupakan unsur sangat penting karena pendidikan adalah proses utama dalam menunjukan suatu peradapan untuk menjamin ke langsungan hidup suatu bangsa (Bonatua, dkk. 2021: 3. Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan syarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Penerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Via Indriana Putri pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan masyarakat dan dunia kerja, karna yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk menghadapi masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari saat ini maupun yang akan datang. Pendidikan juga pada dasarnya ialah suatu interaksi dua arah antara Guru dengan siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yang berlangsung dalam proses pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi yang dilakukan antara peserta didik dengan pendidik dan peserta didik dengan sumber belajar (Putri, dkk. 2022: . Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga ialah bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik khususnya pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan bagian dari kehidupan, secara singkat IPA dapat diartikan pengetahuan yang rasional tentang alam semesta dengan segala isinya. Hal ini sejalan dengan pendapat Samatowa . 6: . menyatakan bahwa IPA atau science dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan alam, atau ilmu yang mempelajari peristiwa-peristwa yang terjadi di alam. Berdasarkan hal tersebut pembelajaran IPA hendaknya membuka kesempatan untuk siswa membangun pengetahuan sendiri dengan aktif melalui pengamatan maupun percobaan-percobaan dalam proses pembelajaran. Hasil belajar merupakan salah satu tujuan yang ingin Hasil belajar juga dapat dipengaruhi model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Hasil belajar juga dipengaruhi oleh faktor-faktor belajar baik faktor internal, faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi faktor fisik kesehatan dan faktor psikologis, misalnya motivasi, . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Via Indriana Putri kemampuan awal, kesiapan, bakat, minat dan lain-lain (Sari, dkk. Menurut Reigeluth (Suprihatiningrum, 2016:. berpendapat bahwa hasil belajar atau pembelajaran dapat juga dipakai sebagai pengaruh yang memberikan suatu ukuran nilai dari metode . alternatif dalam kondisi yang berbeda. Ia juga mengatakan secara psesifik bahwa hasil belajar adalah suatu kinerja . yang diindikasikan sebagai suatu kapabilitas . yang telah diperoleh. Menurut Ngalimun . Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Dengan kata lain, model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dapat kita gunakan untuk mendesain pola-pola mengajar secara tatap muka di dalam kelas. Hal ini diharapkan melalui model pembelajaran dapat mengarahkan kita mendesain pembelajaran untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang menekankan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan dari berbagai permasalahan yang ada disekitar siswa khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan pada tanggal 10 Oktober 2022 di kelas IV SD Negeri 56 Lubuklinggau dengan Ibu Yenny Triastuti. Pd. , diperoleh bahwa hasil Ujian Tengah Semester IPA belum sepenuhnya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 65. Hal ini terlihat dari hasil Ujian Akhir Semester pelajaran IPA siswa semester ganjil pada tahun 2022/2023 yang berjumlah 24 siswa, yaitu 21 siswa . %) yang belum mencapai KKM dan 3 siswa . %) yang sudah mencapai KKM. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa masih kurang maksimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV Ibu Yenny Triastuti. Pd. , bahwa model pembelajaran yang digunakan model yang mana siswa hanya mendengarkan penjelasan guru di depan kelas. Faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar ialah penggunaan model Pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat tentu akan mengakibatkan kegagalan hasil belajar, khususnya yang melibatkan keaktifan siswa dalam belajar IPA. Model pembelajaran ialah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Via Indriana Putri melaksanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS). Dipilihnya model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) dalam penulisan ini, dikarenakan model pembelajaran ini menurut siswa lebih cermat terhadap kondisi, masalah yang diketahuinya, siswa lebih aktif untuk belajar karena siswa diminta untuk mampu dan berani menyampaikan pendapat. Seacrh. Solve. Create, and Share (SSCS) bertujuan agar siswa tidak hanya berpatokan pada pengetahuan yang ada, melainkan lebih mengutamakan proses pemerolehan pengetahuan siswa diharapkan tidak menghafal materi semata, melainkan memahami pula ilmu yang dipelajari secara lebih mendalam dan bersifat permanen. Hal ini diperkuat oleh Satriani, dkk . 2: . Model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) merupakan salah satu bentuk pembelajaran menggunakan metode memecahkan permasalahan serta dirancang untuk mengoptimalkan dan mengimplementasikan sains dan meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengintegrasikan siswa dalam setiap aktivitasnya. Sedangkan menurut Prawindaswari, dkk. mengungkapkan bahwa, dalam menggunakan model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS), siswa tidak hanya berpatokan pada pengetahuan yang ada, melainkan lebih mengutamakan proses pemerolehan pengetahuan siswa diharapkan tidak menghafal materi semata, melainkan memahami pula ilmu yang dipelajari seraca lebih mendalam dan bersifat permanen. Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis perlu mengangkat judul penulisan yaitu AuPenerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 56 LubuklinggauAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Via Indriana Putri pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali Sugiyono . Pada penelitian ini eksperimen peneliti memilih design One Group Pretest Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Tes merupakan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2013: . Tes dalam penelitian ini akan dilakukan dua kali yaitu pre-test . es awa. dan Post-test . es akhi. Tes ini digunakan untuk menilai kemampuan dan untuk mengetahui hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS). HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberian pre-test atau tes awal dilaksanakan pada pertemuan Soal pre-test yang digunakan dalam bentuk essay yang terdiri dari 12 butir soal yang harus dikerjakan oleh siswa secara mandiri. Data hasil analisis belajar siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) dapat dilihat pada tabel . Tabel . Distribusi frekuensi nilai pre-test Nilai Keterangan Frekuensi Ou65 Tuntas <65 Tidak tuntas Jumlah 24 siswa Nilai rata-rata 42,58 Berdasarkan tabel 1 di atas, maka dapat disimpulkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai Ou dengan kriteria tuntas 1 siswa dan siswa 23 yang mendapatkan nilai < 65. Pelaksanaan post-test dilakukan untuk mengetahui hasil belajar akhir siswa terhadap muatan IPA pada materi hubungan antara gaya dan gerak setelah penerapan pembelajaran dengan menggunakan model GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Via Indriana Putri pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 56 Lubuklinggau. Soal post-test yang digunakan terdiri dari 12 soal berbentuk essay. Data hasil post-test siswa dapat dilihat pada tabel . Tabel . Distribusi frekuensi nilai post-test Nilai Keterangan Frekuensi Ou65 Tuntas <65 Tidak tuntas Jumlah 24 siswa Nilai rata-rata 77,08 Pada tes akhir yaitu post-test untuk siswa yang mendapatkan nilai tertinggi yaitu 95 dan nilai terendah yaitu 25. Diperoleh data bahwa 19 siswa yang mendapatkan nilai Ou 65 dan 5 siswa yang mendapatkan nilai < Untuk mengetahui ketuntasan secara signifikan siswa kelas IV SD Negeri 56 Lubuklinggau setelah diterapkan model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) menggunakan rumus rata-rata dan simpangan baku. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan di dapatkan nilai rata-rata dan simpangan baku pada tes awal dan tes akhir yaitu dapat dilihat pada tabel . Tabel . Hasil perhitungan rata-rata dan simpangan baku Variable Rata-rata Simpangan baku Pre-test 42,58 12,61 Post-test 77,08 16,91 Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa perhitungan ratarata dan simpangan baku didapatkan hasil pre-test yaitu dengan rata-rata 42,58 dan dengan simpangan baku yaitu 12,61. Sedangkan post-test didapatkan nilai rata-rata 77,08 dan simpangan baku 16,91. Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui kenormalan suatu Maka dapat digunakan uji normalitas data dengan taraf = 0,05 jika . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Via Indriana Putri X2hitung < X2tabel, maka data terdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas data tes awal dan tes akhir dapat di lihat pada tabel . Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Data Tes X2hitung X2tabel Kesimpulan Keterangan Post-test 9,4556 11,070 X2hitung < X2tabel Normal Berdasarkan tabel di atas kriteria pengujian yaitu jika X2hitung < X2tabel maka dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal. Hasil analisis uji normalitas data dilakukan pada tes akhir atau post-test. Data post-test yaitu data kemampuan akhir siswa, data post-test dihitung untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pada data post-test didapatkan X2hitung < X2tabel sehingga post-test dapat dikatakan berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh z hitung = 3,50 dan ztabel = 1,64, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya. Artinya, model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) dapat menuntaskan hasil belajar siswa pada muatan IPA Kelas IV SD Negeri 56 Lubuklinggau. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penulisan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa setelah diterapkan model pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri 56 Lubuklinggau signifikan tuntas. Dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada tes awal sebesar 42,58 dan pada tes akhir menjadi 77,08. Sedangkan nilai simpangan baku pada tes awal sebesar 12,61 dan pada tes akhir menjadi 16,91. Untuk hasil uji z dengan nilai z hitung . Ou ztabel . , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dan hasil nilai akhir siswa yang mencapai KKM 65 signifikan tuntas. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Penerapan Model Pembelajaran Search. Solve. Create, and Share (SSCS) Terhadap Hasil Belajar IPA Via Indriana Putri DAFTAR PUSTAKA