Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. Mei 2024, pp. Analisis Dampak Kualitas Komite Audit. Kinerja Keuangan, dan Tata Kelola Perusahaan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan: Studi kasus pada Perusahaan Dagang di Wilayah Surabaya Nelly Ervina1. Septianti Permatasari Palembang2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung 2Universitas Pattimura Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini menginvestigasi dampak dari Kualitas Komite Audit. Kinerja Keuangan, dan Tata Kelola Perusahaan terhadap Kualitas Laporan Keuangan pada perusahaan perdagangan di wilayah Surabaya. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS) digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan dari sampel 170 perusahaan perdagangan. Temuan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Kualitas Komite Audit. Kinerja Keuangan. Tata Kelola Perusahaan, dan Kualitas Laporan Keuangan. Secara khusus, komite audit yang berkualitas tinggi, kinerja keuangan yang kuat, dan tata kelola perusahaan yang efektif ditemukan dapat meningkatkan keandalan dan transparansi pelaporan keuangan. Hasil ini memiliki implikasi penting bagi perusahaan perdagangan, menyoroti pentingnya berinvestasi dalam efektivitas komite audit, praktik manajemen keuangan, dan kerangka kerja tata kelola untuk memastikan pelaporan keuangan yang berkualitas tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan memberikan bukti empiris tentang hubungan ini dalam konteks perusahaan perdagangan di Surabaya. Received Mei, 2024 Revised Mei, 2024 Accepted Mei, 2024 Kata Kunci: Kualitas Komite Audit. Kinerja Keuangan. Tata Kelola Perusahaan. Kualitas Laporan Keuangan. Perusahaan Perdagangan. Wilayah Surabaya Keywords: Audit Committee Quality. Financial Performance. Corporate Governance. Financial Statement Quality. Trading Company. Surabaya Area ABSTRACT This study investigates the impact of Audit Committee Quality. Financial Performance, and Corporate Governance on the Quality of Financial Statements in trading companies in the Surabaya area. quantitative approach using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) was used to analyze data collected from a sample of 170 trading firms. The findings show a significant positive relationship between Audit Committee Quality. Financial Performance. Corporate Governance, and Financial Statement Quality. In particular, high-quality audit committees, strong financial performance, and effective corporate governance were found to improve the reliability and transparency of financial reporting. These results have important implications for trading firms, highlighting the importance of investing in the effectiveness of audit committees, financial management practices, and governance frameworks to ensure high-quality financial reporting. This research contributes to the existing literature by providing empirical evidence of this relationship in the context of trading companies in Surabaya. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Nelly Ervina Institution: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung Email: nellyervinastie@gmail. PENDAHULUAN Dalam lanskap bisnis global, integritas dan transparansi pelaporan keuangan sangat penting untuk menumbuhkan kepercayaan investor, memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat, dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Komite audit, seperti yang disoroti dalam (Sabry & Hussein, 2. , secara signifikan berdampak pada kualitas pelaporan keuangan dengan meningkatkan reaksi pasar melalui faktor-faktor seperti kepemilikan saham, keahlian anggota komite, dan frekuensi pertemuan. Indikator kinerja keuangan, seperti yang dibahas dalam (Wahhab et al. , 2. dan (King & McKennie, 2. , seperti indeks S&P500, digunakan untuk menilai transparansi dan risiko informasi akuntansi di bank dan perusahaan, yang mempengaruhi kepercayaan pemangku kepentingan. Mekanisme tata kelola perusahaan, seperti yang ditekankan dalam (Park, 2. , memainkan peran penting dalam meningkatkan rekomendasi analis, akurasi perkiraan, dan efisiensi target harga, terutama di perusahaan-perusahaan yang diatur dengan baik di Bursa Efek New York. Secara keseluruhan, elemen-elemen ini secara kolektif berkontribusi untuk memastikan keandalan dan kualitas laporan keuangan, sehingga memperkuat kepercayaan investor dan stabilitas pasar. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi hubungan yang rumit antara kualitas komite audit, kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, dan kualitas laporan keuangan, khususnya dalam domain perusahaan perdagangan yang berada di wilayah Surabaya. Perusahaan perdagangan memainkan peran penting dalam lanskap ekonomi, sehingga membutuhkan pemahaman yang mendalam dan peningkatan mekanisme pelaporan keuangan mereka (Svitlana, 2. Aktivitas audit di perusahaan dagang sangat penting untuk menentukan area audit yang efektif dan memastikan keakuratan laporan keuangan (Budko & Khyzhniak, 2. Potensi keuangan perusahaan dagang tidak hanya mencakup sumber daya tetapi juga kemungkinan pengelolaannya, yang menekankan pentingnya manajer keuangan yang kompeten dalam menciptakan nilai dan mencapai tujuan strategis . arbar, 2. Mempertahankan sistem informasi akuntansi yang kuat untuk piutang usaha sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan, terutama selama masa-masa sulit seperti wabah Covid-19, untuk meningkatkan kinerja keuangan dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan (Biantara et al. , 2. Analisis historis krisis keuangan yang berasal dari perdagangan spekulatif menggarisbawahi pentingnya standar peraturan dan praktik tata kelola untuk mencegah risiko keuangan global dan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dalam lingkungan bisnis global saat ini (Sapuntsov, 2. Meskipun kualitas pelaporan keuangan telah diakui pentingnya, masih terdapat kesenjangan dalam literatur mengenai faktor-faktor spesifik yang mempengaruhinya, terutama dalam konteks perusahaan perdagangan yang beroperasi di wilayah Surabaya. Meskipun penelitian yang ada telah meneliti peran komite audit, metrik kinerja keuangan, dan tata kelola perusahaan dalam membentuk praktik pelaporan keuangan, masih ada kekurangan bukti empiris yang disesuaikan dengan karakteristik unik dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan perdagangan di wilayah geografis ini. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengatasi kesenjangan ini dengan melakukan analisis kuantitatif yang menggali interaksi antara kualitas komite audit, kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, dan kualitas laporan keuangan di sektor perdagangan di wilayah Surabaya. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas komite audit dan kualitas laporan keuangan dalam perusahaan perdagangan, menyelidiki dampak berbagai ukuran kinerja keuangan terhadap kualitas laporan keuangan dalam konteks perusahaan perdagangan, serta menilai pengaruh praktik tata kelola perusahaan terhadap kualitas laporan keuangan di perusahaan perdagangan yang beroperasi di wilayah Surabaya. TINJAUAN PUSTAKA Literatur mengenai kualitas komite audit, kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, dan kualitas laporan keuangan memberikan wawasan yang berharga mengenai hubungan yang beraneka ragam di antara konstruk-konstruk tersebut. Bagian ini mensintesis penelitian yang ada untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang dasar-dasar teoritis dan temuan empiris yang relevan dengan penelitian ini. Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian 1 Kualitas Komite Audit dan Pelaporan Keuangan Komite audit memainkan peran penting dalam memastikan integritas dan kualitas pelaporan keuangan di dalam perusahaan. Penelitian dari berbagai studi (Leng, 2023. Mohammed. Park, 2022. Pathiraja et al. , 2022. Shika & Kantiyok, 2. Park. Y secara konsisten menyoroti pentingnya karakteristik komite audit seperti independensi, keahlian, dan ketekunan dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Anggota komite audit yang independen dan melek keuangan terbukti lebih efektif dalam memenuhi tanggung jawab pengawasan mereka, yang mengarah pada peningkatan kualitas pelaporan keuangan. Selain itu, keberadaan komite audit independen terkait dengan peningkatan transparansi dalam pelaporan keuangan dan penurunan insiden manajemen laba. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya memiliki komite audit yang terstruktur dengan baik dan independen dengan keahlian yang diperlukan untuk menegakkan kredibilitas dan keandalan laporan keuangan, yang pada akhirnya bermanfaat bagi organisasi dan para pemangku kepentingan. 2 Kinerja Keuangan dan Kualitas Pelaporan Keuangan Metrik kinerja keuangan memainkan peran penting dalam menilai efisiensi operasional, profitabilitas, dan kesehatan perusahaan secara keseluruhan. Literatur menyajikan berbagai perspektif tentang hubungan antara kinerja keuangan dan kualitas pelaporan keuangan. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan positif antara kinerja keuangan yang kuat dan pelaporan keuangan berkualitas tinggi (Aydoan & Kara, 2. , sementara yang lain menimbulkan kekhawatiran tentang konflik keagenan dan oportunisme manajerial yang mempengaruhi hasil pelaporan keuangan (Sedovandara & Mahardika, 2. Penting untuk membedakan antara manajemen laba sementara dan ukuran kinerja keuangan yang berkelanjutan ketika mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pelaporan keuangan. Dengan mempertimbangkan perbedaan ini, para pemangku kepentingan dapat lebih memahami nuansa praktik pelaporan keuangan dan implikasinya terhadap transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam jangka panjang. 3 Tata Kelola Perusahaan dan Kualitas Pelaporan Keuangan Mekanisme tata kelola perusahaan sangat penting dalam mempengaruhi perilaku perusahaan dan menjaga kepentingan pemangku kepentingan. Penelitian menunjukkan bahwa praktik tata kelola yang efektif, seperti independensi dewan, penyelarasan kompensasi eksekutif, dan perlindungan hak-hak pemegang saham, berkaitan dengan peningkatan kualitas pelaporan Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A keuangan dan peningkatan kepercayaan investor (Abed Hameed, 2022. Vyas, 2. Sebaliknya, struktur tata kelola yang tidak memadai dan kesenjangan peraturan dapat memperburuk konflik keagenan, yang mengarah pada integritas pelaporan keuangan yang dikompromikan (Bouteska & Mili, 2022. Omimakinde & Adejuwon, 2. Literatur menggarisbawahi pentingnya penegakan peraturan, kerangka kerja institusional, dan pengawasan dewan dalam mendorong praktik pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel (Rajendran & Vethirajan, 2. Dengan mematuhi praktik tata kelola yang kuat dan standar peraturan, perusahaan dapat meningkatkan kredibilitas pelaporan keuangan mereka dan memperkuat kepercayaan investor. 4 Kerangka Teori Teori Keagenan dan Teori Stewardship memberikan lensa teoritis untuk memahami dinamika kualitas komite audit, kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, dan kualitas pelaporan Teori Keagenan menyatakan bahwa konflik kepentingan antara prinsipal . emegang saha. dan agen . dapat dimitigasi melalui mekanisme pengawasan yang efektif seperti komite audit dan praktik tata kelola perusahaan. Sebaliknya. Stewardship Theory menyatakan bahwa manajer bertindak sebagai steward yang memprioritaskan kepentingan para pemangku kepentingan dan menjunjung tinggi standar etika dalam pelaporan keuangan ketika diberdayakan oleh struktur tata kelola yang mendukung. METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif untuk menginvestigasi hubungan antara kualitas komite audit, kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, dan kualitas laporan keuangan pada perusahaan perdagangan yang berada di wilayah Surabaya. Analisis kuantitatif memungkinkan untuk pemeriksaan variabel secara sistematis dan pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik statistik. Secara khusus, pendekatan survei cross-sectional akan digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel perusahaan dagang yang beroperasi di Surabaya. 2 Teknik Pengambilan Sampel Kerangka sampel akan terdiri dari perusahaan dagang yang terdaftar di wilayah Surabaya. Teknik pengambilan sampel acak berstrata akan digunakan untuk memastikan keterwakilan dari berbagai industri dan ukuran perusahaan. Ukuran sampel akan ditentukan berdasarkan pertimbangan statistik untuk mencapai kekuatan yang memadai untuk analisis. Ukuran sampel minimum 170 perusahaan ditargetkan untuk memastikan ketahanan statistik. 3 Pengumpulan Data Data untuk penelitian ini akan dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan kepada para pemangku kepentingan utama di dalam perusahaan-perusahaan perdagangan yang Kuesioner akan mencakup pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk mengukur kualitas komite audit, metrik kinerja keuangan, praktik tata kelola perusahaan, dan persepsi kualitas pelaporan keuangan. Tanggapan akan dicatat dalam skala Likert mulai dari 1 hingga 5, dengan 1 menunjukkan "Sangat Tidak Setuju" dan 5 menunjukkan "Sangat Setuju. " Selain itu, data sekunder dari laporan tahunan, laporan keuangan, dan pengungkapan tata kelola perusahaan akan digunakan untuk melengkapi data kuesioner. 4 Analisis Data Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3. SEMPLS merupakan teknik statistik yang kuat yang sesuai untuk menganalisis hubungan yang kompleks antara konstruk laten dan variabel teramati. Teknik ini memungkinkan pengujian model pengukuran dan model struktural secara simultan, cocok untuk menganalisis hubungan multidimensi antara kualitas komite audit, kinerja keuangan, tata kelola perusahaan, dan kualitas laporan keuangan. Analisis akan mencakup penilaian reliabilitas dan validitas instrumen pengukuran melalui analisis faktor, uji reliabilitas konsistensi internal seperti Cronbach's alpha, dan Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A uji validitas konvergen dan diskriminan. Selain itu, akan dilakukan estimasi hubungan struktural antara konstruk laten menggunakan analisis jalur dan teknik bootstrapping untuk mengevaluasi signifikansi dan kekuatan pengaruh langsung dan tidak langsung. Evaluasi model akan mempertimbangkan kecocokan dan relevansi prediktif untuk menilai kesesuaian model teoritis secara keseluruhan. Interpretasi hasil akan didasarkan pada tujuan penelitian, kerangka teori, dan literatur sebelumnya, dengan fokus pada identifikasi implikasi praktis dan wawasan yang dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik Sampel Penelitian ini mensurvei 170 perusahaan perdagangan yang beroperasi di wilayah Surabaya. Sampel dirancang untuk memastikan distribusi yang representatif di berbagai segmen industri dan ukuran perusahaan. Karakteristik perusahaan yang menjadi sampel dirangkum dalam Tabel 1. Tabel 1: Karakteristik Sampel Characteristic Category Frequency Percentage (%) Industry Manufacturing Retail Wholesale Distribution Company Size Small . -50 employee. Medium . -200 employee. 70 Large (>200 employee. Years of Operation < 5 years 5-10 years > 10 years Analisis distribusi industri menunjukkan lanskap yang beragam dalam sektor perdagangan di Surabaya. Perusahaan manufaktur mencakup 26,5% dari sampel, yang menunjukkan keberadaan yang signifikan, sementara perusahaan ritel mencapai 29,4%, yang menunjukkan sektor yang kuat di wilayah ini. Selain itu, perusahaan grosir dan perusahaan distribusi masing-masing menyumbang 23,5% dan 20,6% dari sampel, menyoroti keragaman lebih lanjut. Dalam hal ukuran perusahaan, perusahaan berukuran kecil . -50 karyawa. mewakili 35,3%, yang mengindikasikan prevalensi entitas perdagangan yang lebih kecil, sedangkan perusahaan menengah . -200 karyawa. merupakan kelompok terbesar dengan 41,2%, yang menggarisbawahi peran penting mereka. Perusahaan besar (>200 karyawa. terdiri dari 23,5%, yang mencerminkan keberadaan pemain korporat yang signifikan. Dalam hal masa operasional, perusahaan yang beroperasi kurang dari 5 tahun merupakan 11,8% dari sampel, sementara yang beroperasi selama 5-10 tahun terdiri dari 32,4%, yang mengindikasikan adanya campuran antara bisnis baru dan bisnis yang sudah mapan. Mayoritas perusahaan . ,8%) telah beroperasi selama lebih dari 10 tahun, menunjukkan keberadaan entitas berpengalaman yang kuat di pasar perdagangan kawasan ini. 2 Penilaian Model Pengukuran Penilaian model pengukuran mengevaluasi reliabilitas dan validitas dari konstruk yang digunakan dalam penelitian. Konstruk-konstruk tersebut meliputi Audit Committee Quality (Kualitas Komite Audi. Financial Performance (Kinerja Keuanga. Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaa. , dan Quality of Financial Statements (Kualitas Lapora. Tabel 2 menyajikan hasil penilaian model pengukuran. Tabel 2: Penilaian Model Pengukuran Loading Cronbach's Composite Average Variable Code Factor Alpha Reliability Variance Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Extracted (AVE) KKA. KKA. KKA. KK. Kinerja Keuangan KK. KK. TKP. Tata Kelola TKP. Perusahaan TKP. KL. Kualitas Laporan KL. KL. Penilaian reliabilitas dari skala pengukuran menunjukkan konsistensi dan reliabilitas internal yang tinggi di semua konstruk. Nilai Cronbach's Alpha, mulai dari 0. 775 hingga 0. melampaui ambang batas 0. 7, yang mengindikasikan konsistensi internal yang kuat. Selain itu, nilai Composite Reliability (CR) yang berkisar antara 0,863 hingga 0,940 semakin menegaskan reliabilitas konstruk, melebihi ambang batas yang direkomendasikan yaitu 0,7. Dalam hal validitas, nilai Average Variance Extracted (AVE) untuk konstruk, berkisar antara 0,677 hingga 0,840, melebihi ambang batas 0,5, yang mengindikasikan validitas konvergen yang memuaskan. Selain itu, muatan faktor di atas 0,7 untuk semua item, mulai dari 0,785 hingga 0,937, menunjukkan hubungan itemkonstruk yang kuat, yang menegaskan keandalan dan validitas skala pengukuran. 3 Validitas Diskriminan Validitas diskriminan menilai sejauh mana sebuah konstruk berbeda dari konstruk lain dalam model. Hal ini memastikan bahwa konstruk mengukur konsep yang berbeda. Fornell dan Larcker . merekomendasikan bahwa akar kuadrat dari Average Variance Extracted (AVE) setiap konstruk harus lebih besar daripada korelasi antara konstruk tersebut dengan konstruk lainnya dalam model. Metode ini membantu mengkonfirmasi bahwa setiap konstruk memiliki lebih banyak varians dengan indikator-indikatornya sendiri dibandingkan dengan konstruk lainnya. Tabel 3: Validitas Diskriminan (Kriteria Fornell-Larcke. Kinerja Kualitas Kualitas Tata Kelola Keuangan Komite Laporan Perusahaan Audit Kinerja Keuangan Kualitas Audit Komite Kualitas Komite Audit Kualitas Laporan Tata Perusahaan Kelola Penilaian validitas diskriminan berdasarkan kriteria Fornell-Larcker mengindikasikan bahwa setiap konstruk dalam penelitian ini berbeda dengan konstruk lainnya. Akar kuadrat dari nilai Average Variance Extracted (AVE) untuk Kinerja Keuangan. Kualitas Komite Audit. Kualitas Laporan, dan Tata Kelola Perusahaan masing-masing sebesar 0,845, 0,917, 0,871, dan 0,823. Nilainilai ini melebihi korelasi antara masing-masing konstruk dengan konstruk lainnya . erkisar antara 0,644 hingga 0,. , yang mengonfirmasikan validitas diskriminan yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa setiap konstruk memiliki lebih banyak varians dengan indikator-indikatornya sendiri dibandingkan dengan konstruk lainnya, yang memperkuat kekhasan setiap konstruk dalam model. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Gambar 2. Penilaian Model Internal 4 Penilaian Kecocokan Model Indeks kecocokan model memberikan evaluasi seberapa baik model yang diusulkan merepresentasikan data. Dalam Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), beberapa indeks digunakan untuk menilai kecocokan model. Indeks-indeks tersebut antara lain Standardized Root Mean Square Residual (SRMR), d_ULS (Unweighted Least Squares Discrepanc. , d_G (Geodesic Discrepanc. Chi-Square, dan Normed Fit Index (NFI). Tabel 4 menyajikan indeks kecocokan model untuk model jenuh dan model yang diestimasi. Tabel 4: Indeks Kecocokan Model Saturated Estimated Model Model SRMR d_ULS ChiSquare NFI Penilaian kecocokan model mencakup beberapa indeks: Standardized Root Mean Square Residual (SRMR), d_ULS dan d_G. Chi-Square, dan Normed Fit Index (NFI). Nilai SRMR, yang mengukur besaran rata-rata perbedaan antara korelasi yang diamati dan yang diharapkan, adalah 0,103, sedikit di atas ambang batas yang direkomendasikan, yaitu 0,08. Hal ini menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan dalam kecocokan model tetapi tetap dapat diterima untuk model PLS-SEM. Mengenai d_ULS dan d_G, dengan nilai masing-masing 0,822 dan 0,430, model menunjukkan kecocokan yang wajar tanpa perbedaan yang signifikan antara matriks kovarians yang diobservasi dan yang tersirat dalam model. Meskipun tidak ada nilai ambang batas khusus untuk indeks-indeks ini, nilai yang lebih rendah mengindikasikan kecocokan yang lebih baik. Nilai Chi-Square, meskipun 332 untuk model jenuh dan model estimasi, kurang mendapat penekanan dalam PLS-SEM karena prosedur estimasi yang berbeda. Meskipun demikian, nilai Chi-Square yang lebih rendah secara umum menandakan kecocokan yang lebih baik, yang mengindikasikan kecocokan yang wajar mengingat ukuran sampel dan kompleksitas model. Terakhir. Normed Fit Index (NFI) berada di angka 0,730, di bawah ambang batas ideal 0,90 tetapi masih dianggap dapat diterima, terutama dalam penelitian eksploratif dalam konteks PLS-SEM. Meskipun mengindikasikan potensi untuk perbaikan, nilai di atas 0,7 tetap menunjukkan kecocokan yang dapat diterima, dengan mempertimbangkan fokus untuk memaksimalkan varians yang dijelaskan daripada mencapai indeks kecocokan yang sempurna. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 5 R Square dan R Square Adjusted R Square (RA) dan Adjusted R Square (RA yang disesuaika. adalah indikator utama dalam menilai kekuatan penjelasan dari model struktural. Keduanya menunjukkan proporsi varians dalam variabel dependen yang dapat diprediksi dari variabel independen. Tabel 5: Nilai R Square R Square Square Adjusted Kualitas Laporan Nilai R Square (RA) untuk Kualitas Laporan sebesar 0. 602, menunjukkan bahwa 60. varians dari kualitas laporan keuangan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model, yaitu Kualitas Komite Audit. Kinerja Keuangan, dan Tata Kelola Perusahaan. Kekuatan penjelas yang besar ini menyoroti relevansi dan dampak dari variabel independen, karena model menjelaskan sebagian besar variabilitas kualitas laporan keuangan. Selain itu, nilai Adjusted R Square untuk Kualitas Laporan adalah 0,592, memberikan ukuran yang lebih akurat dengan menyesuaikan jumlah prediktor dalam model. Meskipun sedikit lebih rendah dari nilai RA, hal ini masih menunjukkan bahwa sekitar 59,2% dari varians dalam kualitas laporan keuangan dijelaskan oleh model, yang mengkonfirmasi kekuatan daya penjelasnya. 6 Koefisien Jalur dan Pengujian Signifikansi Koefisien jalur menunjukkan kekuatan dan arah hubungan antara variabel independen dan dependen dalam model struktural. Signifikansi dari hubungan-hubungan ini dinilai dengan menggunakan Statistik T dan Nilai P. Hasil untuk hubungan antara Financial Performance (Kinerja Keuanga. Audit Committee Quality (Kualitas Komite Audi. Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaa. , dan Quality of Financial Statements (Kualitas Lapora. disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Uji Hipotesis Original Sample Standard Statistics P Sample (O) Mean (M) Deviation (|O/STDEV|) Valu (STDEV) Kinerja Keuangan -> 0. Kualitas Laporan Kualitas Komite Audit -> 0. Kualitas Laporan Tata Kelola Perusahaan -> 0. Kualitas Laporan Hubungan antara Kinerja Keuangan dan Kualitas Laporan Keuangan, yang ditunjukkan oleh koefisien jalur sebesar 0,348, menunjukkan hubungan yang positif. Dengan statistik T sebesar 2,385 dan nilai P sebesar 0,003, keduanya melebihi ambang batas konvensional untuk signifikansi, hubungan ini kuat secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menunjukkan kinerja keuangan yang lebih kuat cenderung menghasilkan laporan keuangan yang lebih berkualitas, menggarisbawahi peran penting kesehatan keuangan dalam memastikan pelaporan yang akurat dan dapat diandalkan. Demikian pula, hubungan positif yang kuat antara Kualitas Komite Audit dan Kualitas Laporan Keuangan, dengan koefisien jalur sebesar 0,442, adalah signifikan. Didukung oleh statistik T sebesar 3,265 dan nilai P sebesar 0,000, hubungan ini menggarisbawahi fungsi penting komite audit dalam pengawasan keuangan. Investasi dalam meningkatkan kompetensi dan efektivitas komite audit dengan demikian dapat meningkatkan integritas pelaporan keuangan. Selain itu, hubungan positif yang sangat kuat antara Tata Kelola Perusahaan dan Kualitas Laporan Keuangan, yang diwakili oleh koefisien jalur sebesar 0,686, menggarisbawahi pentingnya Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A praktik tata kelola yang kuat. Didukung oleh statistik T sebesar 5,264 dan nilai P sebesar 0,000, temuan ini menyoroti peran kerangka kerja tata kelola yang efektif dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan perilaku etis. Praktik-praktik tersebut sangat penting untuk mempertahankan standar pelaporan keuangan yang berkualitas tinggi. PEMBAHASAN Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak dari Kualitas Komite Audit. Kinerja Keuangan, dan Tata Kelola Perusahaan terhadap Kualitas Laporan Keuangan di antara perusahaan-perusahaan perdagangan di wilayah Surabaya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS), penelitian ini memberikan wawasan yang kuat mengenai hubungan tersebut. Kualitas Komite Audit (Kualitas Komite Audi. Studi ini menemukan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara Kualitas Komite Audit dan Kualitas Laporan Keuangan, dengan koefisien jalur sebesar 0,442 dan statistik T sebesar 3,265. Temuan ini menggarisbawahi peran penting komite audit dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan. Komite audit yang berkualitas tinggi, yang ditandai dengan anggota yang kompeten dan independen, pengawasan yang efektif, dan kontrol internal yang ketat, berkontribusi secara signifikan terhadap keandalan dan transparansi laporan keuangan. Komite audit yang berkualitas tinggi, yang terdiri dari anggota yang kompeten dan independen, memainkan peran penting dalam meningkatkan keandalan dan transparansi laporan Penelitian menunjukkan bahwa independensi, keahlian, dan aktivitas komite audit berdampak positif terhadap kualitas laporan keuangan (Leng, 2023. Park, 2022. Shika & Kantiyok. Komite audit yang efektif dengan anggota yang memiliki keahlian dan independensi di bidang keuangan dikaitkan dengan peningkatan kualitas pelaporan keuangan, karena mereka memastikan pengawasan dan pemantauan yang tepat terhadap proses pelaporan keuangan (Mohammed, 2. Lebih lanjut, kualitas pengendalian internal atas sistem pelaporan keuangan, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kualitas dewan direksi dan efektivitas komite audit, secara signifikan berkontribusi terhadap keandalan laporan keuangan (PobriN, 2. Oleh karena itu, dengan mempromosikan independensi, keahlian, dan ketekunan dalam komite audit, organisasi dapat meningkatkan kredibilitas dan transparansi proses pelaporan keuangan mereka. Kinerja Keuangan (Financial Performanc. Kinerja Keuangan juga ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan, dengan koefisien jalur sebesar 0,348 dan T statistik sebesar 2,385. Perusahaan dengan kinerja keuangan yang lebih baik cenderung menghasilkan laporan keuangan yang lebih Hal ini dapat dikaitkan dengan ketersediaan sumber daya yang lebih banyak untuk menerapkan kontrol keuangan yang efektif dan memelihara catatan yang akurat. Perusahaan yang sehat secara finansial cenderung mematuhi standar dan praktik akuntansi yang ketat, yang mengarah pada pengungkapan keuangan yang lebih berkualitas (Muhadzdzib & Leon, 2. Kualitas pelaporan keuangan memiliki dampak yang signifikan terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi, dengan hubungan sebab akibat antara kesalahan prediksi pertumbuhan PDB dan kualitas standar akuntansi dan laporan keuangan (Hammed, 2. Selain itu, pengungkapan akuntansi elektronik memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas informasi akuntansi, seperti yang terlihat pada perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Amman, di mana pengungkapan akuntansi elektronik berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi yang diberikan (Al-Roud et al. , 2. Selain itu, pengungkapan laporan nonkeuangan di samping laporan keuangan telah menjadi praktik yang umum dilakukan, memberikan pandangan yang komprehensif mengenai kinerja organisasi dan mempengaruhi reputasi dan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan (Valentin et al. , 2. Secara keseluruhan, penyelarasan kesehatan keuangan dengan praktik akuntansi yang ketat berkontribusi pada peningkatan kualitas pengungkapan keuangan dan prediksi pertumbuhan ekonomi. Corporate Governance (Tata Kelola Perusahaa. Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Tata Kelola Perusahaan menunjukkan hubungan positif terkuat dengan Kualitas Laporan Keuangan, dengan koefisien jalur sebesar 0,686 dan statistik T sebesar 5,264. Temuan ini menyoroti pentingnya struktur tata kelola yang kuat dalam memastikan kualitas laporan keuangan. Praktik tata kelola perusahaan yang efektif, seperti dewan direksi yang kuat, kebijakan tata kelola yang jelas, dan kepemimpinan yang beretika, menumbuhkan lingkungan yang akuntabel dan transparan. Praktik-praktik ini mengurangi risiko kesalahan pelaporan keuangan dan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Menerapkan komitmen etika perusahaan yang kuat, menekankan perilaku etis, dan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan melalui praktik-praktik etis merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko salah saji keuangan dan meningkatkan kredibilitas laporan keuangan (Hunt et al. , 2. Persepsi manajer keuangan terhadap praktik pengungkapan modal intelektual memainkan peran penting dalam meningkatkan kredibilitas laporan keuangan, karena mencerminkan realitas kinerja organisasi dan memastikan representasi yang akurat (Submitter et , 2. Selain itu, transparansi pelaporan keuangan dan mekanisme komunikasi yang efektif sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif dari hambatan komunikasi pada sistem akuntansi, sehingga meningkatkan kualitas pelaporan keuangan secara keseluruhan dan mengurangi kemungkinan salah lapor (Zadorozhnyi et al. , 2. Selain itu, mempertimbangkan risiko insentif ekuitas dan langkah-langkah anti-korupsi dalam tata kelola perusahaan dapat membantu mengurangi kecenderungan salah lapor keuangan, terutama di perusahaan non-BUMN, dengan menyelaraskan motivasi manajer dengan praktik pelaporan yang etis (Su & Alexiou, 2. Implikasi untuk Praktik Temuan dari penelitian ini memiliki beberapa implikasi praktis untuk perusahaan perdagangan di wilayah Surabaya: Meningkatkan Kualitas Komite Audit Perusahaan harus memprioritaskan kompetensi dan independensi anggota komite audit Program pelatihan dan pengembangan yang teratur dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota komite audit, sehingga mereka dapat mengawasi proses pelaporan keuangan secara efektif. Selain itu, menjaga keseimbangan antara anggota internal dan eksternal dapat memberikan perspektif yang beragam dan memperkuat fungsi audit. Meningkatkan Kinerja Keuangan Mempertahankan kinerja keuangan yang kuat sangat penting untuk memastikan laporan keuangan yang berkualitas tinggi. Perusahaan harus fokus pada efisiensi operasional, manajemen biaya, dan inisiatif pertumbuhan strategis untuk meningkatkan kesehatan keuangan mereka. Praktik manajemen keuangan yang efektif, termasuk audit keuangan dan evaluasi kinerja secara berkala, dapat membantu menjaga catatan keuangan yang akurat dan dapat diandalkan. Memperkuat Tata Kelola Perusahaan Menerapkan kerangka kerja tata kelola perusahaan yang kuat sangat penting untuk pelaporan keuangan yang berkualitas tinggi. Perusahaan harus mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam tata kelola, seperti menetapkan peran dan tanggung jawab yang jelas bagi dewan dan manajemen, memastikan perilaku etis, dan mempromosikan transparansi. Penilaian rutin atas praktik tata kelola dapat membantu mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan peraturan. Kontribusi terhadap Literatur Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan memvalidasi secara empiris peran penting kualitas komite audit, kinerja keuangan, dan tata kelola perusahaan dalam menentukan kualitas laporan keuangan. Penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya dengan memberikan wawasan khusus pada perusahaan perdagangan di wilayah Surabaya, menyoroti faktor-faktor kontekstual yang dapat mempengaruhi hubungan ini. Penggunaan metodologi SEMPLS menambah ketelitian dalam analisis, memastikan ketangguhan dan keandalan temuan. Keterbatasan dan Penelitian di Masa Depan Vol. No. Mei 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Meskipun penelitian ini memberikan wawasan yang berharga, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Desain cross-sectional membatasi kemampuan untuk menyimpulkan hubungan sebab akibat antar variabel. Penelitian di masa depan dapat menggunakan desain longitudinal untuk menguji bagaimana perubahan kualitas komite audit, kinerja keuangan, dan tata kelola perusahaan dari waktu ke waktu mempengaruhi kualitas laporan keuangan. Selain itu, mengeksplorasi wilayah dan industri lain dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan ini. KESIMPULAN Kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan pada perusahaan perdagangan di wilayah Surabaya. Temuan ini menggarisbawahi peran penting Kualitas Komite Audit. Kinerja Keuangan, dan Tata Kelola Perusahaan dalam menentukan keandalan dan transparansi pelaporan keuangan. Perusahaan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan mereka dengan memprioritaskan kompetensi dan independensi komite audit mereka, mempertahankan kinerja keuangan yang kuat, dan menerapkan praktik tata kelola yang kuat. Inisiatif-inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pelaporan keuangan, tetapi juga menumbuhkan akuntabilitas dan kepercayaan yang lebih besar di antara para pemangku kepentingan. Dengan menangani area-area kunci ini, perusahaan-perusahaan perdagangan dapat memperkuat proses manajemen keuangan mereka dan meningkatkan transparansi dan integritas perusahaan secara keseluruhan. Temuan-temuan dari penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan yang ada dan memberikan dasar untuk penelitian di masa depan dan inisiatif praktis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di perusahaan perdagangan. DAFTAR PUSTAKA