Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . Pengaruh Pembelajaran Berbasis Resitasi dengan Media Benda Nyata terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas II Fifi Fitriana Sari1. Leni Marlina2, *Mimin Andrianin3 1,2,3STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: miminandrianin@gmail. Article Info Article History Submission: 2024-10-13 Accepted: 2025-01-02 Published: 2025-01-25 Keywords: Recitation. Real Objects. Learning outcomes. Mathematics. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2024-10-13 Diterima: 2025-01-02 Dipublikasi: 2025-01-25 Kata kunci: Resitasi. Benda Nyata. Hasil Belajar. Matematika. Abstract This research was motivated by the lack of variety in learning methods used in the classroom so that student learning outcomes were less than optimal. Researchers offer the application of a new learning method, namely the recitation learning method. The recitation learning method is a learning method in the form of assignments given by teachers to students where students are guided to carry out a given assignment in the form of questions that must be completed to achieve learning objectives. The aim of this research is to determine the effect of the recitation learning method using real object media on mathematics learning. This research method uses a pre-experimental research method with a quantitative approach and uses a one group pretest-posttest research The data collection techniques used in this research are tests and The data analysis technique in this research includes a normality test using Shapiro Wilk with a pretest significance result of 0. 014 and a posttest significance of 025, the test result is more than a significance of 0. 05, so the sample data is normally distributed and a homogeneity test with a pretest and posttest significance result of 0. the test result is more than a significance of 0. 05 then the sample data is homogeneous. The data was analyzed using the T test (One Sample T tes. with a significance level of 000 - 0. 005 so it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected. So there is an influence of the recitation learning method using real object media on mathematics learning for class II students at SDN 30 Dompu. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang bervariasinya motode pembelajaran yang digunakan dalam kelas sehingga hasil belajar siswa kurang optimal. Peneliti menawarkan penerapan metode pembelajaran baru yaitu berupa metode pembelajaran resitasi. Metode pembelajaran Resitasi merupakan metode pembelajaran berupa tugas yang diberikan oleh guru terhadap siswa dimana peserta didik dituntun untuk mengerjakan sebuah tugas yang diberikan berupa soal yang harus dilesaikan dalam mencapai tujuan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran resitasi dengan menggunakan media benda nyata terhadap pembelajaran Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain penelitian one group pretestposttest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dengan hasil signifikansi pretets 0,014 dan posttest 0,025 hasil pengujian lebih dari signifikansi 0,05 maka data sampel berdistribusi normal dan uji homogenitas dengan hasil signifikasnsi pretest dan posttest 0,314 hasil pengujian lebih dari signifikansi 0,05 maka data sampel homogen. Data dianalisis menggunakan uji T (One Sampel T tes. dengan taraf signifikansi 0,000<0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Jadi terdapat pengaruh metode pembelajaran resitasi dengan menggunakan media benda nyata pada pembelajaran matematika siswa kelas II SDN 30 Dompu. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan adalah fondasi utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi dinamika perkembangan zaman di era globalisasi. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk menciptakan suasana belajar yang memungkinkan peserta didik aktif mengembangkan potensinya, http://journal. org/index. php/jekas baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun Pendidikan berperan penting dalam membentuk pribadi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta berkontribusi bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara (Ayu Rachmawati. Lara Syaflin, & Prasrihamni, 2. Pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga berperan dalam mengubah sikap, nilai, dan kepribadian peserta didik. Agar proses Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . pendidikan berjalan efektif, diperlukan panduan dan pedoman yang diwujudkan melalui kurikulum dan proses pembelajaran. Kurikulum merupakan inti dari sistem pendidikan, sedangkan pembelajaran adalah implementasi dari kurikulum tersebut. Sejalan dengan itu. Naja . menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses pengaturan lingkungan belajar agar peserta didik terdorong untuk melaksanakan proses pembelajaran secara Keberhasilan bergantung pada penggunaan media dan metode yang tepat, yang dapat memfasilitasi penyampaian materi secara menarik dan efektif. Salah satu media pembelajaran yang dapat membantu mencapai tujuan pembelajaran, terutama pada siswa sekolah dasar, adalah Smart Box. Media ini dirancang untuk memfasilitasi proses pembelajaran pada anak usia dini dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif mereka. *Smart Box* adalah alat visual berbentuk persegi yang terdiri dari empat sisi yang memuat kartu bergambar dan kartu kata-kata. Menurut Basori . , media ini membantu siswa memproses informasi secara lebih aktif dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Media pembelajaran ini tidak hanya menarik perhatian siswa, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Berdasarkan hasil observasi di SDN 29 Woja pada Tahun Pembelajaran 2023/2024, ditemukan bahwa proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV masih didominasi oleh penggunaan buku paket. Meskipun buku paket penting dalam memfasilitasi proses belajar mengajar, penggunaan yang berlebihan dan kurangnya variasi media pembelajaran telah menyebabkan siswa menjadi kurang termotivasi dan cenderung pasif. Dalam wawancara dengan guru dan siswa, terungkap bahwa media pembelajaran yang menarik, seperti gambar dan audiovisual, jarang digunakan. Terbatasnya akses ke proyektor dan sumber daya lain juga menjadi kendala dalam penggunaan media yang lebih Kurangnya variasi dalam media pembelajaran berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari hasil Ulangan Tengah Semester Ganjil pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, di mana dari 20 siswa, hanya 8 siswa yang memperoleh nilai di atas KKM . , dengan ratarata nilai 79,80 hingga 85,20. Sebanyak 12 siswa lainnya memperoleh nilai di bawah KKM, dengan rata-rata nilai 50,78 hingga 65,68. Masalah ini menunjukkan perlunya solusi yang lebih inovatif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Berdasarkan masalah tersebut, penggunaan media *Smart Box* dianggap sebagai salah satu solusi Media memudahkan siswa dalam memahami materi, tetapi juga dapat menarik perhatian dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji http://journal. org/index. php/jekas pengaruh penggunaan media *Smart Box* terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV di SDN 29 Woja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama pendekatan inovatif seperti Pendidikan Pancasila. II. METODE PENELITIAN Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pre eksperimental design dengan design one-group pretest posttest design. Hal ini dikarenakan permasalahan penelitian memiliki cakupan yang terbatas hanya pada satu kelas. Desain penelitian ini menggunakan satu kelompok yang diawali dengan melakukan tes awal . yang diberikan kepada satu kelompok tersebut, kemudian diberikan perlakukan atau treatment berupa penerapan metode pembelajaran resitasi dengan menggunakan media benda nyata. Setelah pemberian treatment, kemudian diberikan tes akhir . pada kelompok tersebut. Populasi yang di ambil dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1-6 SDN 30 Dompu. Waktu pelaksanaan dimulai pada semester 1, tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 138 orang siswa dan peneliti hanya mengfokuskan dan membatasi penelitian pada kelas II dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data adalah suatu cara untuk mengumpulkan suatu data. Beberapa cara/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data peneliti berupa observasi. Dokumentasi dan pemberiana tes. Teknik analisis menggunakan uji normalitas adalah uji yang dilakukan sebagai prasyarat untuk melakukan analisis data. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data baik dan layak untuk membuktikan data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilihat dari nilai data hasil pretest dan posttest. Uji normalitas hasil data pretest dan posttest dalam penelitian ini menggunakan metode Shapiro-wilk berdasarkan pada besaran nilai signifikansi dengan menggunakan program SPSS 25. Data dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikasinya > 0,05 dan tidak berdistribusi signifikasinya < 0,05 (Arikunto 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2024 sampai dengan 07 Juli dengan jumlah pertemuan sebanyak 4 kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 30 Dompu dengan mengambil sampel siswa kelas II yang berjumlah 21 siswa. Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu pengaruh metode pembelajaran resitasi sebagai variabel bebas dan hasil belajar matematika siswa sebagai variabel terikat. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen penelitian seperti yang Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . dijelaskan pada Bab menggunakan instrumen lembar tes. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Tabel 1. Data Pretest dan Posttest Inisial APA AKH ASA ARB ARD MFK MFR Jumlah Nilai Nilai Rata-Rata Nilai Pretest Nilai Postest 64,28 79,52 Berdasarkan tabel di atas bahwa hasil pretest ada 9 siswa yang mendapatkan nilai tinggi dan ada 11 siswa yang mendapatkan nilai rendah dengan jumlah nilai keseluruhan dari pretest sebanyak 1350 dan nilai rata-rata sebanyak . Sedangkan dari hasil posttest rata-rata mendapatkan nilai yang tinggi yaitu dengan jumlah nilai keseluruhan dari posttest sebanyak 1670 dan nilai rata-rata sebanyak . Uji yang dilakukan terlebih dahulu sebelum uji analisis data adalah uji prasyarat analisis berupa uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai sigifikan dari hasil pretest dan posttest pada satu Perhitungan normalitas yang dihasilkan lebih besar dari nilai signifikan 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data pretest dan posttest pada satu kelas berdistribusi normal. Dan dapat diketahui statistik adalah kolom statistik. DF . egree of freedo. adalah derajat Sig adalah nilai signifikansi. http://journal. org/index. php/jekas Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai signifikan dari data hasil prettest dan Perhitungan homogenitas yang dihasilkan lebih besar dari nilai signifikan 0,05. Sehingga dapat disimpulan bahwa data prettest dan posttest pada satu kelas mempunyai variasi yang homogen. Dan dapat diketahui levene statistik adalah kolom statistik. Df1 . egree of freedo. adalah derajat kebebasan. Df2 . egree of freedo. adalah derajat kebebasan dan Sig adalah nilai Tabel 3. Hasil Uji t Berdasarkan uji T dapat disimpulkan bahwa pada perhitungan uji t menggunakan rumus one sampel T-test hasil diketahui nilai signifikasi 0,000<0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Rata-rata hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan metode pembelajaran resitasi dengan menggunakan media benda nyata lebih besar dari rata-rata hasil belajar dengan menggunakan metode yang sederhana. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode pembelajaran resitasi dengan menggunakan media benda nyata terhadap hasil belajar matematika siswa. Dapat diketahui keterangan masing-masing pada tabel uji t. T adalah nilai tabel. Df (Degree Of Freedo. adalah derajat kebebasan. Sig. adalah posisi penolakan berada pada kedua sisi. Mean Differrence adalah perbedaan rata-rata. Confidence Interval of the Difference adalah interval kepercayaan. Lower adalah lebih rendah. Upper adalah lebih atas. Pembahasan Berdasarkan hasil tes yang didapatkan pada saat pretest nilai skor maksimal 80 skor minimum 50 sedangkan pada saat posttest nilai skor maksimal 90 skor minimum 65. Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan hasil sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan pada pembelajaran matematika. Nilai rata-rata pretest yaitu 64. 28 dan nilai rata-rata posttest Sehingga dapat dikatakan bahwa Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 2. Nomor 1. Januari 2025 . mengunakan media benda nyata pada materi meningkatkan hasil belajar siswa kelas II. Dari hasil rata-rata pretest dan hasil rata-rata nilai posttes terdapat peningkatan. Sehingga dari data akhir menunjukan nilai signifikansi 0,000<0,005 maka signifikan dan hipotesis yang diajukan oleh penulis dapat diterima. Ini berarti nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika dengan metode pembelajaran resitasi menggunakan media benda nyata tidak sama dengan hasil belajar dengan menggunakan modeto pembelajaran Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh nilai signifikansi dari data hasil pretest dan posttest pada satu kelas. Perhitungan uji normalitas yang dihasilkan lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 yaitu signifikansi pretest 0,014 dan signifikansi posttest 0,025 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest dan posttest pada satu kelas eksperimen berdistribusi Hasil uji homogenitas diperoleh nilai signifikansi dari data hasil pretest dan posttest pada satu kelas. Perhitungan uji homogenitas yang dihasilkan lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 yaitu signifikansi 0,314 sehingga dapat disimpulkan bahwa data hasil pretest dan posttest pada satu kelas homogen. Perhitungan uji-t dengan menggunakan rumus one sampel test hasil diketahui nilai signifikasi 0,000<0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Rata-rata hasil belajar siswa pada Matematika menggunakan metode pembelajaran resitasi dengan menggunakan media benda nyata lebih besar dari rata-rata hasil belajar dengan motode pembelajaran konveksional. Pembelajaran dengan metode Resitasi, mendorong peserta didik untuk berani belajar secara mandiri. Kelebihan model ini adalah memudahkan siswa dalam memahami materi menyenangkan karena ada unsur bermainnya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran Resitasi dengan menggunakan media benda nyata pada pembelajaran matematika siswa kelas II di SDN 30 Dompu dapat diambil kesimpulan yaitu hasil belajar Matematika siswa kelas II di SDN 30 Dompu yang diberi perlakuan metode pembelajaran Resitasi menggunakan media benda nyata dengan jumlah 21 siswa memperoleh nilai rata-rata pretest 64,28 dan nilai rata-rata posttest 79,52. Dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas II di SDN 30 Dompu. Berdasarkan hasil uji-t dengan menggunakan http://journal. org/index. php/jekas rumus one sampel test hasil diketahui nilai 0,000<0,005 disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode pembelajaran Resitasi dengan menggunakan media Benda nyata ledih besar dari rata-rata hasil belajar dengan model pembelajaran Saran