ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 5. 056Ae065 http://dx. org/10. 20527/bpi. Analisis Pengaruh Bahan Campuran Terhadap Kekuatan Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS) Kelas A dengan Fly Ash (Abu Terban. Utami Sylvia Lestari 1 Fauzi Rahman1 Yasruddin1 Muhammad Aminullah2 1Dosen Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia 2Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia AAutami. lestari@ulm. Lapis Pondasi Agregat Semen Kelas A (LPASAA) adalah suatu campuran beton dengan nilai slump sama dengan nol atau dapat dikatakan sebagai beton semi Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh yang paling signifikan terhdap kuat tekan LPASAA. Dalam penelitian ini menggunakan metode Taguchi dengan menggunakan 4 faktor dan 3 level. Untuk faktor sendiri itu terdiri dari semen portland, fly ash, agregat halus serta air. Kombinasi level dari faktor yang menghasilkan nilai rataArata dan variansi kuat tekan silinder beton yang optimal adalah sama, yaitu diperoleh dari setting faktor semen pada level 3 sebesar 1,607 kg (A. , interaksi antara semen pada level 3 sebesar 1,607 kg dan air pada level 2 sebesar 1,243 lt (A3B. serta air pada level 2 sebesar 1,243 lt (B. dan berdasarkan identifikasi faktor maka faktorAfaktor yang berpengaruh terhadap kuat tekan campuran LPASAA adalah semen (A), interaksi antara semen dan air (AxB), serta air (B). Adapun persentase pengaruh berdasarkan rataArata kuat tekan eksperimen Taguchi adalah 46,017% . , 20,593% . nteraksi semen dan ai. , dan 5,904% . Sedangkan persentase pengaruh berdasarkan rasio S/N kuat tekan eksperimen Taguchi adalah 40,767% . , 23,648% . nteraksi semen dan ai. , dan 6,221% . Kata kunci: fly ash, lapis pondasi, agregat, semen, kelas A, metode Taguchi Diajukan: 15 Juli 2022 Direvisi: 3 September 2022 Diterima: 30 September 2022 Dipublikasikan online: 1 Oktober 2022 Pendahuluan Jalan adalah bagian dari perkerasan jalan yang dilengkapi dengan lapisan konstruksi tertentu dengan ketebalan, kekakuan, kekuatan dan stabilitas tertentu, sehingga beban lalu lintas yang melewatinya dapat dialihkan ke lapisan tanah dasar. Konstruksi perkerasan jalan yang paling umum digunakan adalah perkerasan lentur dan perkerasan kaku. Perkerasan lentur menggunakan aspal sebagai bahan utamanya, sedangkan perkerasan kaku menggunakan beton sebagai bahan utama yang digunakan. Perkerasan dapat dirancang dan dibangun dengan baik dengan beton sehingga memiliki umur konstruksi yang panjang dan biaya perawatan yang rendah. Dibandingkan dengan perkerasan lentur, perkerasan kaku memiliki kelebihan. Perkerasan lentur atau trotoar menggunakan metode Macadam merupakan teknik yang lebih murah dibandingkan dengan jalan beton, tetapi umur perkerasan jauh lebih pendek, kurang dari 10A20 tahun. Apalagi saat cuaca berubah begitu drastis, dari panas terik hingga hujan deras. Saat panas, aspal menjadi lembek sehingga saat dilalui kendaraan menjadi sangat elastis dan menghasilkan permukaan Sebaliknya pada saat hujan, aspal menjadi mengeras dan getas, ketika melewati kendaraan beton aspal retak, pecah, dan berlubang, yang dapat merusak struktur subbase atau base course. Lapis Pondasi Agregat Semen Kelas A atau yang biasa disebut LPASAA adalah suatu campuran beton dengan nilai slump sama dengan nol atau dapat dikatakan sebagai beton semi kering. Hanya saja LPASAA mempunyai kekuatan tekan . ompressive strengt. yang terbatas yaitu berkisar 50A100 kg/cm2. Maka sehubungan dengan hal tersebut di atas akan dicoba suatu pengembangan LPASAA dengan bahan subtitusi semen dari limbah hasil pengolahan batubara . ly as. Tujuannya adalah untuk menaikkan kuat tekan . ompressive strengt. Kalimantan Selatan memiliki limbah batubara yang melimpah yang mana limbah fly ash batubara digunakan sebagai pengganti semen. Jumlah sampah yang besar ini mampu mengancam keseimbangan lingkungan sekitar, namun setelah diteliti lebih lanjut ternyata limbah ini memiliki sifat pozzolan yang mirip dengan semen, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti semen portland dalam pekerjaan perkerasan jalan (Lestari et al. , 2. Dalam hal ini fly ash masuk kedalam kategori limbah Non-B3 yang akan menjamin keamanan serta kemudahan dalama penanganan limbah fly ash khususnya untuk perkerasan jalan (Peraturan Pemerintah No. 22, 2. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Yasruddin et al. bertujuan untuk mengetahui karakteristik nilai masingAmasing kombinasi fly ash, bottom ash dan semen merupakan campuran lapisan Cara mensitasi artikel ini: Lestari U. Rahman. Yasruddin. Aminullah. Analisis Pengaruh Bahan Campuran Terhadap Kekuatan Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS) Kelas A dengan Fly Ash (Abu Terban. Buletin Profesi Insinyur 5. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license BPI, 2022 | 56 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 5. 056Ae065 http://dx. org/10. 20527/bpi. tanah dasar. Lima kombinasi fly ash, bottom ash, semen dan tanah digunakan sebagai campuran tanah dasar. Penelitian ini menggunakan lima jenis pengujian yaitu Atterberg limit, spesific gravity, analis saringan, kompaksi dan California bearing ratio (CBR). Selain itu juga menghasilkan kombinasi fly ash, bottom ash, semen dan lumpur yang dapat digunakan untuk tanggul normal dan selektif. Pencemaran dapat disebabkan oleh pembangunan jalan tol tanah lunak di selatan limbah batubara yang dihasilkan dengan metode pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Limbah batubara sedang dipelajari untuk digunakan sebagai campuran untuk menstabilkan dasar jalan pembangunan di daerah Kalimantan Selatan. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh bahan campuran terhadap kekuatan Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS) Kelas A Dengan fly ash . bu terban. dengan metode Taguchi. Metode Taguchi adalah ukuran peningkatan kualitas yang dikenal sebagai metode kontrol kualitas offline. Cara ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang lebih kuat . , seperti yang sering disebut sebagai metode desain yang kuat. Metode Taguchi bertujuan untuk mengoptimalkan desain produk dan proses sehingga kinerja akhir memenuhi target dan memiliki nilai variasi yang minimal. Ada dua tahapan utama dari metode Taguchi, yaitu metode desain parameter dan metode desain toleransi (Haumahu & Wuryandari, 2. Penelitian ini bertujuan menganalisis rancangan kombinasi yang optimal pada LPASAA serta mengidentifikasi faktor mana saja yang memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap kuat tekan LPAS-A. Metode Penelitian ini menggunakan metode Taguchi. Metode Taguchi merupakan metode perancangan yang berprinsip pada perbaikan mutu dengan memperkecil akibat dari variansi tanpa menghilangkan penyebabnya (Soejanto, 2. Hal ini dapat diperoleh melalui optimasi produk dan perancangan proses untuk membuat unjuk kerja kebal terhadap berbagai penyebab variasi suatu proses yang disebut perancangan parameter (Wahjudi et al. , 2. Rancangan dalam penenlitian ini menggunakan empat faktor dan tiga level, yang mana faktor tersebut ialah semen, air, agregat halus dan fly ash. Untuk bahan yang digunakan yaitu berupa semen type I merk Tiga Roda, agregat halus dari Palangkaraya Kalimantan Tengah, dan air berasal dari PDAM setempat sedangkan untuk fly ash . bu terban. dari PLTU AsamAasam. Kabupaten Tanah Laut. Kalimantan Selatan. Persiapan bahan Material yang digunakan untuk penelitian, yaitu Semen Portland Composite Cement (PCC), pasir, dan fly ash . bu terban. Pengujian bahan Sebelum melakukan pencampuran bahan, terlebih dahulu dilakukan pengujian terhadap material yang Pengujian tersebut meliputi pengujian karakteristik agregat halus dan pengujian karakteristik semen sebagai berikut: Pengujian kadar air . Pengujian kadar lumpur . Pengujian kadar organik . Pengujian analisa saringan . Pengujian berat volume . Pengujian berat jenis dan penyerapan agregat . Pengujian berat volume . Pengujian berat jenis . Pengujian konsistensi normal . Pengujian waktu pengikatan Perencanaan Campuran Perencanaan campuran Lapis Pondasi Agregat Semen (LPAS) kelas A dalam penelitian ini menggunakan metode penakaran bahan untuk faktor kontrol semen Portland Composite Cement (PCC), air, agregat halus . dan fly ash. Ketentuan Benda Uji Untuk benda uji sendiri memiliki bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm yang mana hasil pengecoran nantinya akan direndam selama 7 hari dan setelah itu akan dilakukan pengujian kuat tekan terhadap benda uji tersebut (Dirjen Bina Marga, 2. Pengumpulan dan Analisa Data . Uji normalitas . Uji homogenitas . Uji ANOVA . nalysis of varian. Uji F . Pooling Up faktor . Perhitungan rasio S/N dan efek tiap faktor . Eksperimen konfirmasi . Pembahasan dan kesimpulan Adapun metodologi penelitian secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 1. Hasil Kerja Pengujian Agregat Halus Agregat halus yang digunakan dalam penenlitian ini adalah agregat halus dari Palangkaraya. Sebelum agregat halus digunakan untuk campuran beton, material ini terlebih dahulu diuji antara lain: Pengujian kadar air Dari pengujian, didapatkan hasil pengujian kadar air sebesar 5 %. Pengujian kadar lumpur Dari pengujian, didapatkan hasil pengujian kadar lumpur sebesar 9,45 %. Pengujian kadar organik Dari pengujian kadar organik, didapatkan warna standar No. 2 yang berarti agregat halus tersebut berwarna seperti teh yang artinya cukup mengandung kadar organik sehingga dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan . Pengujian analisa saringan Pada pengujian analisa saringan terhadap agregat halus, didapatkan berat agregat halus sesuai nomor saringan yang disajikan pada Tabel 1. Hasilnya, kemudian, dicocokkan dengan Tabel 2 untuk menentukan zona gradasi agregat BPI, 2022 | 57 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 5. 056Ae065 http://dx. org/10. 20527/bpi. Persen agregat halus yang lolos dan sesuai dengan spesifikasi yang ada dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 1 Diagram Alir Penelitian Tabel 1 Hasil Analisa Saringan untuk Agregat Halus Analisa Saringan Agregat Halus No. Saringan No. No. No. No. No. Pan Jumlah Berat Tertahan Gram MHB Berat Tertahan Kumulatif (%) 2,417 Berat Lolos 99,80 99,40 85,80 52,40 20,90 0,00 Tabel Batas Zona Gradasi Agregat Halus No. Ayakan No. No. No. No. No. Pan Zona 1 90A100 60A92 27A70 18A35 9A20 0A10 Persen Berat Butir Yang Lewat Ayakan Zona 2 Zona 3 Zona 4 100A90 100A90 100A75 85A100 92A100 55A90 72,99A100 90A100 35A60 59A79 79A100 10A30 13,84A40 13,84A50 0A10 0A10 0A15 Sumber : (Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya, 1. BPI, 2022 | 58 ISSN 2654-5926 Buletin Profesi Insinyur 5. 056Ae065 http://dx. org/10. 20527/bpi. Gambar 2 Grafik Gradasi Agregat Halus Hasil Analisa saringan agregat halus dan agregat ini dikategorikan dalam 4 zona yaitu: Zona I. Zona II. Zona i, dan Zona IV. Zona I adalah pasir kasar. Zona II adalah pasir agak kasar. Zona i adalah pasir agak halus dan Zona IV adalah pasir halus. Setelah dilakukan pengujian analisa saringan dapat disimpulkan melalui Gambar 2 bahwa sampel pasir yang diuji masuk ke dalam kategori Agregat Halus Zona II atau pasir bergradasi agak kasar. Dari percobaan dan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan nilai Modulus Halus Butir (MHB) pasir sebesar 2,417. Nilai tersebut telah memenuhi syarat Modulus Halus Butir (MHB) Pasir bagus yakni berada diantara 1,5 Ae 3,8 (SNI 03A1968, 1. Pengujian berat volume Adapun perbandingan hasil berat volume agregat halus yang diperlakukan dalam tiga kondisi . epas, goyangan, dan pada. adalah sebagai berikut: Kondisi Lepas = 1,53 gr/cm3 Kondisi Goyangan = 1,72 gr/cm3 Kondisi Pemadatan = 1,72 gr/cm3 Untuk pasir: Alepas ? 3456789:. <8 ? 3456789:. <8 => @@A. BCB Oe C. DEF ? 3456789:. <8 ? @@A. BCB C. DEF @AF, @@G ? 3456789:. <8 ? @@H. FDH Interval kepercayaan rasio S/N eksperimen konfirmasi Interval untuk kepercayaan rataArata adalah: / IJK LM Oe NO ? / IJK LM ? / IJK LM NO 40,739 Oe 1,088 ? / IJK LM ? 40,739 1,088 39,650 ? / IJK LM ? 41,827 Tabel 13. Interval Kepercayaan Respon . uat tekan benda uj. Prediksi Optimasi Eksperimen Taguchi RataArata (AA) Variabilitas (S/N) 103,798 40,301 103,798 40,301 A6,777 A0,860 Eksperimen Konfirmasi RataArata (AA) Variabilitas (S/N) 110,686 40,739 110,686 40,739 A8,572 A1,088 . Gambar 4. Perbandingan Selang Kepercayaan untuk Nilai . RataArata, dan . Rasio S/N Kesimpulan Dari hasil penelitian dapat disimpulkan antara lain: Kombinasi level dari faktor yang menghasilkan nilai rataArata dan variansi kuat tekan campuran LPASAA yang optimal adalah sama, yaitu diperoleh dari seting faktor semen pada level 3 sebesar 1,607 kg (A. , faktor interaksi antara semen pada level 3 sebesar 1,607 kg dan air pada level 2 sebesar 1,243 lt (A3B. serta faktor air pada level 2 sebesar 1,243 lt (B. Faktor yang berpengaruh terhadap kuat tekan campuran LPASAA adalah semen (A), interaksi antara semen dan air (AxB), serta air (B). Persentase pengaruh berdasarkan rataArata kuat tekan eksperimen Taguchi adalah 46,017% . , 20,593% . nteraksi semen dan ai. , dan 5,904% . Sedangkan persentase pengaruh berdasarkan rasio S/N kuat tekan eksperimen Taguchi adalah 40,767% . , 23,648% . nteraksi semen dan ai. , dan 6,221% . Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan dana penelitian dari Universitas Lambung Mangkurat berdasarkan Surat Penugasan Pelaksanaan Penelitian Program Dosen Wajib Meneliti dengan Skema Pembiayaan PNBP Universitas di Lingkungan Universitas Lambung Mangkurat Tahun Anggaran 2022 Nomor: 023. 102/UN8. 2/ PL /2022 Tanggal 1 April 2022. Referensi