Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 7 No. 3 Juli 2023 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 58258/jisip. 5324/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu Bella Triana Febrianti1. Dhanurseto Hadiprashada2. Yuliati3 Universitas Bengkulu Article Info Article history: Received : 06 Juny 2023 Publish : 06 July 2023 Keywords: Akurasi Pemberitaan Televisi Lokal Info Artikel Article history: Diterima : 06 Juni Publis : 06 Juli 2023 Abstract This research is motivated by the very rapid development of technology so that information about news is widely disseminated without regard to the accuracy of information from the news. It is on this basis that this research was conducted, to find out how accurate the news is on local television in Bengkulu Province, especially on a news broadcast on the RBTV Bengkulu News Program "Evening Report" and the BETV Bengkulu News "Kabar Metropolis". This study aims to find out how accurate the news is on Local Television Stations in Bengkulu Province. The method used in this study is qualitative by using the news accuracy category model adapted from the 2004 Press Council research results. The data collection techniques used were observation, interviews, and The results of this study indicate that the local television stations RBTV and BETV have implemented an element of accuracy in their reporting. This can be seen from the results of qualitative research based on the five categories of news accuracy studied: check and double-check, writing errors, relevant news sources, title accuracy with content, and image accuracy with the From the results, the overall news broadcast on the two programs is accurate, the majority of the news broadcast on RBTV Night Report and BETV Metropolis News have met the elements of news accuracy in their reporting, although there is some news that is still inaccurate because they do not meet the elements of news accuracy in their reporting. Hopefully, this research can contribute to the development of journalism, especially regarding the accuracy of reporting on local television stations. Keywords: Accuracy. Reporting. Local Television. Abstrak Penelitian ini di latar belakangi oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat, sehingga informasi mengenai suatu berita banyak disebar luaskan tanpa mementingkan keakurasian informasi dari sebuah berita tersebut. Atas dasar inilah penelitian ini dilakukan, agar mengetahui bagaimana keakurasian pemberitaan yang ada di televisi lokal Provinsi Bengkulu terutama pada berita yang ditayangkan di Program Berita AuLaporan MalamAy RBTV Bengkulu dan Program Berita AuKabar MetropolisAy BETV Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akurasi pemberitaan yang ada pada Stasiun Televisi Lokal di Provinsi Bengkulu. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan menggunakan model kategori akurasi berita yang di adaptasi dari hasil penelitian Dewan Pers 2004. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa stasiun televisi lokal RBTV dan BETV telah menerapkan unsur akurasi pada pemberitaanya. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian kualitatif berdasarkan lima kategori akurasi berita yang di kaji, yaitu cek dan ricek, kesalahan penulisan, sumber berita yang relevan, akurasi judul dengan isi, dan akurasi gambar dengan isi. Dari hasil keseluruhan berita yang ditayangkan pada kedua program tersebut sudah akurat, mayoritas berita yang tayang pada Laporan Malam RBTV dan Kabar Metropolis BETV telah memenuhi unsur akurasi berita pada pemberitaannya, meskipun ada beberapa berita yang masih belum akurat karena tidak memenuhi unsur akurasi berita pada pemberitaannya. Diharapkan dalam penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi perkembangan jurnalistik terutama mengenai akurasi pemberitaan yang ada pada stasiun televisi lokal. This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. Internasional Corresponding Author: Bella Triana Febrianti Universitas Bengkulu Email: belatriana23@gmail. PENDAHULUAN Di era digital saat ini, sangat mudah bagi masyarakat untuk menyebarkan atau menerima berita yang tidak akurat atau penipuan di media, sering ditemukan berita palsu yang beredar di masyarakat, disebarkan dengan sengaja oleh kepentingan yang tidak bertanggung jawab atau terselubung (Gollust et al. , 2. Penyebaran berita bohong atau tidak akurat cenderung membingungkan masyarakat dengan informasi yang menimbulkan ketidakpastian (Yanto & Indria, 2. (Bahri, 2. Terutama dalam situasi politik yang menjadi kacau, sehingga ada pihak yang akan memanfaatkan situasi selanjutnya (Firdaus, 2. 2289 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Informasi atau berita dapat dikatakan benar apabila informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta yang ada. Mendapatkan informasi yang akurat membutuhkan kejelasan sumber informasi, seperti angka . , media cetak, media elektronik, media sosial, surat kabar, artikel dan pengumuman instansi. Ketelitian sesuai dengan kata teliti, tepat, teliti dan Bebas kesalahan atau sedapat mungkin meminimalkan kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan (Pamungkas, 2. Televisi merupakan sebuah media elektronik yang dapat menyajikan berita-berita akurat dan dapat dipercaya kebenarannya (Amberg & Saunders, 2. (Jumper et al. , 2. Televisi dibagi menjadi dua jenis, yaitu televisi lokal dan televisi nasional (Pratama et al. , 2. Televisi lokal yang ada di provinsi Bengkulu adalah RBTV Bengkulu dan BETV Bengkulu. RBTV dan BETV merupakan media televisi lokal yang paling tinggi peminatnya di Provinsi Bengkulu (Dwiarsyah et al. , 2. Pada kedua media ini, terdapat dua program berita yang mengangkat tema pemberitaan yang sama, yaitu mengangkat berita yang menyangkut dengan dunia pemerintahan maupun politik yang ada di provinsi Bengkulu (Martha & Flowerina, 2. Program berita yang dimaksud adalah AuLaporan MalamAy di RBTV Bengkulu dan AuKabar MetropolisAy di BETV Bengkulu. Media televisi lokal RBTV dan BETV masih belum maksimal dalam menyajikan beritanya, karena RBTV hanya menayangkan berita-berita tentang perkembangan daerah, seperti pembangunan gedung, jalan raya. Stasiun televisi BETV menampilkan kendala infrastruktur sebagai informasi terpenting, dan siaran berita BETV memuat program Pemda Bengkulu. Jadi, dari segi jurnalistik, kedua media ini masih belum akurat dan berimbang, karena sebuah program berita tidak hanya harus menyampaikan berita baik dari segi pembangunan, tetapi juga kajian dan pengungkapan pembangunan yang kritis (Wibowo, 2. Berikut adalah contoh berita yang ditayangkan pada program Laporan Malam di RBTV dan program Kabar Metropolis di BETV : Gambar 1. Tampilan Program Laporan Malam RBTV Bengkulu (Sumber: Facebook RBTV Camkoha. Gambar di atas adalah siaran berita pada 11 Juli 2022 oleh program berita Nightly Report RBTV. Berita ini terkesan tidak akurat karena masih ada item yang tidak diikuti dalam lima unsur akurasi survei Dewan Pers . Salah satu contohnya adalah keakuratan gambar dengan isinya, gambar yang ditampilkan dalam berita selalu diulang-ulang sedemikian rupa sehingga tidak mendukung isi berita itu sendiri. Gambar program berita sangat mendukung isi berita, sehingga sangat membutuhkan banyak gambar yang berhubungan dengan isi berita, agar gambar yang ditampilkan dalam berita tidak mengulang gambar yang sama dan mendukung keakuratan berita. 2290 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Gambar 2. Tampilan program Kabar Metropolis BETV Bengkulu (Sumber : Facebook BETV) Pada gambar di atas terlihat sebuah berita yang di tayangkan pada program berita Kabar Metropolis BETV Bengkulu edisi 24 September 2022. Dalam berita tersebut terlihat kurang akurat karena masih ada poin yang ada dalam lima unsur akurasi dari penelitian Dewan Pers 2004 yang belum terpenuhi, di antaranya adalah cek dan ricek, sumber berita yang relevan, dan akurasi judul dengan isi. Cek dan ricek berita di atas masih kurang karena berita tersebut hanya diperoleh dari hasil wawancara terhadap masyarakat dan tidak didukung dengan hasil wawancara terhadap pemerintah atau dinas terkait, sehingga verivikasi untuk fakta dari berita tersebut sangat minim. Unsur yang kedua yang masih belum terpenuhi adalah sumber berita yang relevan, dalam berita di atas narasumber yang di wawancarai masih kurang tepat. Narasumber pada berita tersebut adalah petugas pemadam kebakaran Kota Bengkulu, tentunya yang sebaiknya di jadikan narasumber adalah pihak terkait atau lembaga terkait yang ahli atau mengerti dalam bidangnya, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berwenang di lingkungan pada berita tersebut di ambil, agar data yang di dapat lebih relevan. Unsur yang ketiga adalah akurasi judul dengan isi, pada berita di atas judul yang ditayangkan adalah Bersama Tuntaskan Persoalan Sampah. Keakurasian sendiri harus memenuhi beberapa unsur seperti, informasi yang akurat, aktual, terpercaya, dan menghadirkan fakta yang sebenarnya. Tidak hanya itu, suatu video atau foto yang dimuat dalam sebuah berita juga sangat mendukung keakurasian berita Konten berita yang baik serta teknik pengambilan gambar maupun video yang sesuai juga menambahkkan nilai . alue adde. program berita tersebut dan tentunya menambah nilai keakurasian berita tersebut. Akurasi sebuah berita akan memerlukan verifikasi data dan informasi dari sebuah gambar atau video (Reich, 2. Masalah akurasi berita sangat penting untuk menentukan kredibilitas media di mata pemirsa (Reich, 2. Banyaknya berita tidak akurat yang muncul di media massa sekarang ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah minimnya cek dan ricek (Wulandari & Hakim, 2. Cek dan ricek sebuah berita sangat diperlukan untuk meminimalisir kesalahan sebelum berita ditayangkan (Efriyandi et al. , 2. Dengan melakukan cek dan ricek kembali terhadap berita yang akan ditayangkan akan menjadikan berita tersebut sebagai berita yang akurat, mengecek dan melakukan ricek kembali kepada sumber berita, kelalaian pencantuman sumber berita dapat membuat berita yang disajikan tidak dapat di verifiksi di lapangan (Ramadhan et al. , 2. (Felisia & Wijayani, 2. Tidak dipungkiri ada beberapa media massa yang menomor duakan keakurasian sebuah berita, hal ini dikarenakan oleh ingin menerbitkan berita lebih cepat dibandingkan harus mementingkan keakurasian sebuah berita (Susanti & Ratmita, 2. (Juditha, 2. Berita yang ditayangkan pada sebuah stasiun televisi harus akurat, karena jika stasiun televisi menayangkan berita yang tidak akurat maka akan menimbulkan ketidak nyamanan atau bahkan kemarahan oleh masyarakat karena berita yang ditayangkan tersebut tidak Untuk menghindari hal tersebut, maka setiap jurnalis harus meliput berita yang akurat dengan cara membuat berita harus menggunakan rumus Accuracy . Balance . Clarity . = Credible (Layak di percay. Selain itu, berita yang ditayangkan juga harus mengutamakan objektivitas dari setiap peristiwa yang diberitakan 2291 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Semua unsur tersebut harus terpenuhi dalam penayangan sebuah berita yang ada di televisi, karena hal tersebut merupakan hal yang wajib terpenuhi pada setiap berita yang akan tayang pada sebuah stasiun televisi (Sarifah & Kuswantoro, 2. Berdasarkan permasalahan di atas, penulis ingin melakukan penelitian tentang keakuratan berita TV lokal di provinsi Bengkulu. Media televisi yang dipilih dalam penelitian ini adalah RBTV Bengkulu dan BETV Bengkulu. Program berita yang diteliti adalah AuNightly ReportAy RBTV Bengkulu dan AuKabar MetropolisAy BETV Bengkulu. Berdasarkan survei yang dilakukan Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Provinsi Bengkulu pada Januari 2020 hingga Maret 2020, dengan total 277 siswa dari 9 sekolah di Kota Bengkulu. Hasil survei menunjukkan bahwa RBTV merupakan stasiun TV lokal yang paling diminati oleh generasi milenial di provinsi Bengkulu, sedangkan BETV merupakan stasiun TV lokal yang paling diminati ketiga di kalangan generasi milenial. Berdasarkan latar belakang diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi pemberitaan yang ada di televisi lokal Provinsi Bengkulu. METODE PENELITIAN Jenis atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini akan dilaksanakan di RBTV Bengkulu dan BETV Bengkulu selama satu bulan, yaitu pada bulan Februari 2023. Objek dari penelitian ini adalah stasiun televisi RBTV dan BETV. Sedangkan yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah berita pada program Laporan Malam di RBTV dan program Kabar Metropolis di BETV. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informan utama adalah Pimpinan Redaksi (Pimre. di RBTV Bengkulu dan BETV Bengkulu dan informan pendukung adalah praktisi atau pengamat media yang memahami secara mendalam perihal akurasi berita. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapat melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data sekunder melalui didapatkan dari penelitian terdahulu yang dapat di rujuk dari jurnal, artikel, maupun buku yang menjadi rujukan oleh peneliti. Teknik analisa data menggunakan analisis model Miles & Huberman . , yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Penarikan atau verifikasi Gambar 3. Model Analisis Data Interaktif Miles dan Huberman HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil Penelitian Pada Program Laporan Malam di RBTV Bengkulu Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di satasiun televisi RBTV Bengkulu, peneliti menemukan hasil bahwa ada 223 berita yang tayang pada program Laporan Malam di RBTV Bengkulu pada bulan Februari 2023. Peneliti melakukan analisis 2292 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 terhadap 223 berita yang tayang pada program Laporan Malam di RBTV Bengkulu periode Februari 2023, terdapat 21 berita mengangkat tema pemeritahan. Dari 21 berita tersebut, terdapat 10 berita yang sama dengan berita yang tayang pada program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu. Ketentuan yang berlaku pada stasiun RBTV Bengkulu berita yang ditayangkan pada program Laporan Malam di RBTV Bengkulu paling sedikit 13 hingga 15 berita di setiap harinya, dengan minimal durasi penayangan beritanya 3 menit dan maksimal 5 menit pada setiap beritanya. Jam tayang program Laporan Malam RBTV Bengkulu mulai dari pukul 19. 00 WIB hingga pukul 19. 30 WIB yang tayang setiap hari. Berikut adalah tabel 10 berita yang akan di analisis: Tabel 1. Berita yang Tayang di RBTV Bengkulu Judul Berita Seleksi Komisioner KPU Provinsi, 11 ASN di Pemda Ikut Daftar Seleksi Komioner KPU Provinsi Pemanfataan Mess Pemda. Aset Akan diserahkan ke Dinas Dikbud, dijadikan Resto Penataan Dapil DPRD Provinsi. Ketetapan KPU RI. Dapil DPRD Provinsi Sama Dengan Pemilu 2019 Penerapan MYPERTAMINA. Mulai Senin Pagi Beli BBM Subsidi Pakai Barcode MYPERTAMINA Waktu Tayang 28 Februari 2023 25 Februari 2023 11 Februari 2023 6 Februari 2023 (Sumber: Facebook RBTV Camkoha. Hasil Penelitian Pada Program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di satasiun televisi BETV Bengkulu, peneliti menemukan hasil ada 163 berita yang tayang pada periode Februari Peneliti akan melakukan analisis terhadap berita yang tayang pada program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu dan mendeskripsikan hasilnya berdasarkan poin-poin yang ada pada kategori akurasi berita dalam penelitian yang pernah dilakukan Dewan Pers terhadap 28 surat kabar di Jawa pada tahun 2004 yang dimuat dalam buku Krisyantono Adapun lima unsur kategori tersebut adalah cek dan ricek, kesalahan penulisan, sumber berita yang relevan, akurasi judul dengan isi, dan akurasi gambar dengan isi. Berita yang tayang pada program Kabar Metropolis minimal 5 berita di setiap harinya, dengan durasi penayangngan beritanya minimal 2 menit hingga maksimal 5 menit pada setiap beritanya. Jam tayang program Kabar Metropolis yang tayang setiap harinya mulai pukul 19. 30 WIB hingga 20. 00 WIB. Durasi penayangan program berita selama 30 menit dengan berita yang ditayangkan minimal 5 berita di setiap harinya tersebut tentu selama penayangan pada program tersebut lebih banyak jeda iklan dari pada penayangan beritanya sendiri. Hal ini disebabkan oleh berbagai alasan, seperti kurangnya wartawan yang mencari berita sehingga berita dalam satu hari tersebut menjadi sedikit. Kurangnya berita tersebut disebabkan oleh ada wartawan yang off day atau libur di hari itu. Selain itu penyebab kurangnya berita yang tayang pada hari itu juga karena ada kendala lain yang menyebabkan kurangnya berita, seperti berita yang di cari atau di tulis oleh wartawan pada hari itu masih kurang lengkap seperti data berita dan lainnya sehingga menyebabkan berita tersebut di tunda penayangannya. Hal ini menyebabkan team redaksi harus menayangkan lebih banyak iklan dibandingkan beritanya karena harus mencukupi durasi penayangan program berita tersebut selama 30 menit. Berdasarkan analisis terhadap 163 berita yang tayang pada program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu periode Februari 2023, terdapat 12 berita mengangkat tema Dari 12 berita tersebut, terdapat 10 berita yang sama dengan berita yang tayang pada program Laporan Malam di RBTV Bengkulu. Peneliti akan menganalisis 10 berita yang sama yang membahas perihal pemerintahan tersebut dan akan memuat hasilnya berdasarkan masing-masing kategori akurasi dan kemudian peneliti akan merangkum dan mendeskripsikan hasil dari analisis tersebut. Berdasarkan 10 berita yang sama dengan berita 2293 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 pada program Laporan Malam RBTV tersebut, terdapat 2 berita yang tidak akurat karena masih terdapat beberapa unsur akurasi berita yang belum terpenuhi. Unsur akurasi berita berdasarkan penelitian Dewan Pers 2004 yang masih belum terpenuhi tersebut meliputi kesalahan penulisan, sumber berita yang relevan, dan unsur akurasi kesesuaian antara judul dengan isi berita. Selain itu, 8 berita lainnya sudah akurat karena berita tersebut telah memenuhi semua unsur akurasi pemberitaan berdasarkan penelitian Dewan Pers 2004. Tabel 2. Berita yang Tayang di BETV Bengkulu Judul Berita Waktu Tayang Mess Pemda diusulkan Jadi Tempat Edukasi Hotel. Pemprov Bahas Rencana 23 Februari 2023 Pendidikan Vokasi di Bengkulu Cegah Inflasi. Pemprov Fokuskan Ketersediaan Pangan 21 Februari 2023 Hasil Coklit Sementara, 1. 014 Data Pemilih Dinyatakan TMS. Coklit Baru 42,49 21 Februari 2023 Persen, 2. 054 Pemilih Baru ditemukan QR Code Mypertamina Mulai diberlakukan di Bengkulu. Tanpa QR Code. Kuota Beli 6 Februari 2023 BBM Subsidi Hanya 20 Liter Per Hari (Sumber: Facebook BETV ) Pembahasan Dalam hasil penelitian ini, peneliti akan membahas mengenai pemberitaan yang tayang pada progran Laporan Malam di RBTV Bengkulu dan berita yang tayang di program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu. Pada hasil observasi terhadap berita tersebut, maka peneliti menemukan hasil bahwa pada dua media televisi lokal di provinsi Bengkulu ini masih kurang akurat dalam penyajian beritanya. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam keakurasian berita di dalam dua media televisi lokal ini, yaitu unsur akurasi kesalahan penulisan dan akurasi judul dengan isi berita. Peneliti menemukan yang faktor yang paling mendominan mengakibatkan berita yang ditayangnkan pada stasiun RBTV Bengkulu dan BETV Bengkulu ini menjadi tidak akurat adalah unsur akurasi kesalahan penulisan. Faktor kedua yang menjadi penghambat adalah kesesuaian antara judul dengan isi berita, dan faktor terakhir yang menjadi penghambat adalah akurasi sumber yang relevan. Selain itu, unsur aurasi cek dan ricek serta unsur asurasi kesesuaian antara gambar dengan isi sudah terpenuhi dengan baik. Akurasi Pemberitaan Pada Program Laporan Malam di RBTV Bengkulu Peneliti akan melakukan analisis terhadap 10 berita tersebut yang tayang pada program Laporan Malam di RBTV Bengkulu dan mendeskripsikan hasilnya berdasarkan poin-poin yang ada pada kategori akurasi berita dalam penelitian yang pernah dilakukan oleh Dewan Pers terhadap 28 surat kabar di Jawa pada tahun 2004 yang dimuat dalam buku Krisyantono tahun 2007. Adapun lima unsur kategori tersebut adalah cek dan ricek, kesalahan penulisan, sumber berita yang relevan, akurasi judul dengan isi, dan akurasi gambar dengan isi. Berdasarkan analisis terhadap 10 berita yang tayang pada program Laporan Malam di RBTV Bengkulu pada bulan Februari 2023, peneliti akan memuat hasilnya berdasarkan masing-masing kategori akurasi dan kemudian peneliti akan merangkum dan mendeskripsikan hasil dari analisis tersebut. Berikut hasil analisis terhadap berita yang tayang pada Program Laporan Malam di RBTV Bengkulu edisi Februari 2023: Seleksi Komisioner KPU Provinsi, 11 ASN di Pemda Ikut Daftar Seleksi Komioner KPU Provinsi (Edisi 28 Februari 2. Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan ricek Berita ini sudah akurat karena telah melakukan cek dan ricek pada pemberitaannya. Pada pemeberitaan ini wartawan telah melakukan cek dan ricek secara langsung terhadap kebenaran peristiwa yang terjadi di lapangan. Berdasarkan fakta, berita tersebut sudah 2294 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 memenuhi unsur akurasi berita cek dan ricek karena wartawan meliput berita terjun langsung ke lapangan dimana tempat kejadian peristiwa terjebut terjadi dan mewawancarai langsung pihak terkait yang berkompeten untuk menyampaikan informasi dalam pemberitaan ini. Dalam berita ini narasumber yang diwawancarai adalah Firnandes Maurisya selaku ketua timsel KPU Provinsi Bengkulu, sehingga verivikasi data dan informasi dalam berita ttersebut sudah benar dan sesuai dengan faktanya. Kesalahan Penulisan Berita yang ditayangkan dalam pemberitaan ini tidak akurat dalam segi unsur kesalahan penulisan. Hal ini karena masih terdapat kesalahan penulisan dalam pemberitaan ini, kesalahan tersebut terdapat pada kata AuKomionerAy yang seharusnya adalah AuKomisionerAy. Kesalahan tersebut membuat berita menjadi tidak akurat karena tidak memenuhi unsur akurasi kesalahan penulisan pada lima unsur akurasi penelitian Dewan Pers 2004 yang di muat dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun . Sumber Berita yang Relevan Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena berasal dari sumber yang relevan. Berdasarkan unsur akursi berita menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004 menyatakan bahwa berita yang akurat adalah berita yang berasal dari sumber yang Sumber yang relevan merupakan sumber yang dapat dipercayai kebenarannya. Sumber yang relevan juga bisa didapat dari narasumber yang berkompeten untuk menyampaikan informasi pada berita tersebut. Dalam pemberitaan ini sudah jelas narasumber yang memberi keterangan tentang peristiwa yang terjadi dapat dikatakan relevan dan kompeten. , karenainformasi yang diberitakan dalam pemberitaan ini bersumber dari pihak yang bersangkutan, yaitu pihak Tim Seleksi KPU Provinsi Bengkulu. Akurasi Judul dengan Isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena sudah sesuai antara judul dan isi beritanya. Berita dikatakan akurat apabila isi dari berita tersebut telah sesuai dengan judul berita. Berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 salah satu unsur akurasi berita adalah akurasi judul dengan isi berita. Akurasi judul dengan isi berita berarti bahwa judul berita harus menggambarkan isi berita dan sesuai dengan informasi yang diceritakan dalam berita tersebut. Judul dengan isi dalam pemberitaan ini sudah sangat sesuai, karena dalam pemberitaan ini mengangkat judul AuSeleksi Komisioner KPU Provinsi, 11 ASN di Pemda Ikut Daftar Seleksi Komioner KPU ProvinsiAy dan dalam berita ini memberitakan informasi mengenai proses seleksi komisioner KPU Provinsi Bengkulu yang juga di ikuti oleh ASN Pemda Bengkulu. Akurasi Gambar dengan Isi Berita yang ditayangkan pada pemberitaan ini sudah akurat karena dalam pemberitaan ini gambar yang ditayangkan sesuai dengan isi yang ada dalam pemberitaan ini. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004 salah satu unsur akurasi berita adalah kesesuaian antara gambar dengan isi berita. Dalam sebuah berita gambar yang ditayangkan harus sesuai denga isi berita. Gambar yang ditayangkan tersebut juga harus menggambarkan tentang peristiwa yang terjadi dalam pemberitaan tersebut. Pada pemberitaan ini akurasi antara gambar dengan isi sudah akurat dan sesuai dengan peristiwa yang di beritakan. Dalam pemberitaan ini ditayangkan gambar-gambar yang berhubungan dengan isi berita, diantaranya adalah gambar proses seleksi pendaftaran, gambar kantor KPU Provinsi Bengkulu, dan gambar hasil wawancara dengan pihak yang terkait, sehingga berita yang ditayangkan menjadi lebih meyakinkan untuk di percayai kebenarannya. Pemanfataan Mess Pemda. Aset Akan diserahkan ke Dinas Dikbud, dijadikan Resto (Edisi 25 Februari 2. 2295 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan ricek Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena telah melakukan cek dan ricek terhadap pemberitaan yang ditayangkannya. Cek dan ricek terhadap pemberitaan ini sudah dilakukan oleh wartawan yang mencari berita langsung ke lapangan tempat peristiwa terjadi. Selain itu, dalam berita ini juga sudah dilakukan pengecekan kembali kebenaran fakta dari informasi berita tersebut oleh redaktur yang melakukan penyuntingan dan pengecekan berita. Dalam berita ini juga disertakan hasil wawancara terhadap narasumber yang relevan untuk memberikan informasi terkait berita ini. Hamka Sabri selaku Sekretaris Provinsi Bengkulu yang diwawancarai langsung oleh wartawan Dengan demikian, berita ini dinyatakan akurat karena telah melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang ada pada beritanya. Kesalahan Penulisan Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena dalam pemberitaan ini tidak terdapat kesalahan dalam penulisan beritanya. Pada pemberitaan ini tidak terdapat kesalahan penulisan pada beritanya, baik itu dari penulisan data, judul berita, nama narasumber, tempat dan lain sebagainya. Berdasarkan unsur akurasi berita kesalahan penulisan menurut penelitian Dewan Pers 2004 adalah berita yang ditayangkan tersebut dapat dikatakan akurat apabila berita tersebut tidak terdapat kesalahan penulisan di dalam beritanya, kesalahan penulisan tersebut meliputi kesalahan penulisan nama narasumber, judul berita, tempat dan waktu kejadian berbita, dan masih banyak lagi lainnya. Jika dalam sebuah berita tidak terdapat kesalahan penulisan berbita, maka berita tersebut dapat dinyatakan berita yang akurat. Sumber Berita yang Relevan Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena berita tersebut berasal dari sumber yang relevan. Dalam berita ini informasi yang ditayang sudah berasal dari sumber yang relevan. Sumber yang relevan adalah informasi yang diperoleh dalam berita ini berasal dari sumber informasi yang dapat dipercayai kebenaran faktanya. Sumber yang relevan juga bisa berasal dari narasumber yang berkompeten untuk menyampaikan informasi sehingga informasi yang disampaikan dalam berita ini menjadi jelas dan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Sumber informasi dalam pemberitaan ini sudah relevan, karena informasi yang di dapat datang dari narasumber yang pas dan berkompeten untuk menyampaikan informasi yaitu Sekretaris Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, sehingga berita yang ditayangkan dapat dipercayai kebenarannya. Akurasi Judul dengan Isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena judul dengan isi berita sudah sesuai dan saling berhubungan. Akurasi judul dengan isi dalam pemberitaan harus sesuai dengan apa yang ada dalam isi berita tersebut. Dalam sebuah berita, judul berita harus berkaitan dan menggambarkan apa yang terjadi dalam berita tersebut sehingga masyarakat merasa berita yang di sampaikan tersebut benar dan sesuai dengan faktanya. Dalam pemberitaan ini, judul dengan isinya sudah sesuai. Hal ini karena dalam berita berisi tentang terbengkalainya mess pemda Bengkulu beberapa tahun belakangan. Dalam berita ini juga memberitakan perihal pemindahan aset ke Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu agar tidak terbengkalai lagi kedepannya. Rencana kedepannya mess Pemda ini akan dijadikan edukasi resto atau edukasi hotel bagi siswa SMKN 7 Kota Bengkulu yang fokus pada jurusan Perhotelan. Akurasi Gambar dengan isi Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat karena dalam berita tersebut gambar yang ditayangkan sesuai dengan isi informasi yang ada dalam pemberitaan Penayangan gambar pada sebuah pemberitaan sangatlah penting karena gambar 2296 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 yang ditayangkan menjadi salah satu faktor pendukung berita sehingga berita tersebut menjadi menarik untuk ditonton. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004 kesesuaian antara gambar dan isi berita merupakan salah satu unsur akurasi yang menjadi landasan untuk menilai keakurasian sebuah berita. Pada pemberitaan ini gambar dan isi dalam berita tersebut sudah akurat dan saling berhubungan, sehingga menguatkan pesan yang ada dalam berita tersebut. Pada berita ini menayangkan pula beberapa sudut mess pemda yang terbengkalai dan ada beberapa gambar pendukung lainnya sehingga gambar-gambar tersebut mendukung isi berita itu sendiri sehingga menarik untuk di tonton. Penataan Dapil DPRD Provinsi. Ketetapan KPU RI. Dapil DPRD Provinsi Sama Dengan Pemilu 2019 (Edisi 11 Februari 2. Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan Ricek Berita yang ditayangkan pada pemberitaan ini sudah akurat karena dalam berita ini telah dilakukan cek dan ricek terhadap kebenaran fakta yang ada pada pemberitaan ini. Berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 menerangkan bahwa salah satu unsur akurasi berita adalah cek dan ricek. Sebuah berita dapat dikatakan akurat apabila dalam berita tersebut telah melakukan cek dan ricek dalam pemberitaannya. Cek dan ricek terhadap pemberitaan ini sudah benar dan sesuai faktanya. Wartawan yang menulis berita ini mencari kebenaran informasi langsung di lapangan. Selain itu, dalam pemberitaan ini juga menyertakan hasil wawancara terhadap pihak yang terkait yaitu Irwan Saputra selaku Ketua KPU Provinsi Bengkulu. Kesalahan Penulisan Berita yang ditayangkan dalam pemberitaan ini sudah akurat karena tidak terdapat kesalahan penulisan dalam segi apapun pada pemberitaannya. Berdasarkan penelitian Dewan Pers 2004 berita yang dapat dikatakan akurat adalah berita yang tidak terdapat kesalahan penulisan dalam pemberitaannya. Kesalahan penulisan bisa saja terdapat pada kesalahan penulisan judul berita, nama narasumber, tempat dan waktu kejadian, data-data yang diperlukan dalam berita dan masih banyak lagi lainnya. Pada pemberitaan ini tidak terdapat kesalahan penulisan berita dari segi apapun, baik itu dari penulisan judul berita, nama narasumber, tempat kejadian, waktu kejadian dan lain sebagainya. Penulisan yang ada dalam pemberitaan ini tidak terdapat kesalahan penulisan dan sudah benar sehingga berita ini dapat dikatakan sebagai berita yang akurat. Sumber yang Relevan Pemberitaan yang ditayangkan pada berita ini sudah akurat karena dalam berita ini informasi yang diperoleh bersumber dari sumber yang relevan. Sumber berita dalam pemberitaan ini sudah relevan, karena informasi yang di peroleh dalam berita ini berasal dari narasumber yang berkompeten yaitu sehingga dapat dipercayai kebenarannya. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004 salah satu unsur akurasi berita adalah sumber yang relevan. Sumber yang relevan adalah sumber berita yang dapat di percayai kebenarannya seperti narasumber yang berkompeten untuk menyampaikan informasi yang valid dalam pemberitaan tersebut sehingga isi berita tersebut dapat di percayai kebenarannya. Sumber yang relevan dalam berita ini adalah Irwan Saputra selaku Ketua KPU Provinsi Bengkulu sehingga kebenaran data dan faktanya dapat dipercayai. Akurasi Judul dengan Isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena judul yang ada pada berita ini sesuai dengan isi dari pemberitaan ini. Akurasi antara judul dengan isi sangat penting dalam sebuah pemberitaan. Judul berita yang ditulis dalam sebuah pemberitaan harus sesuai dengan isi berita. Selain itu, dalam penulisan sebuah berita judul juga harus menggambarkan keseluruhan dari ini isi informasi yang disampaikan dalam berita tersebut. Judul dalam pemberitaan ini sudah benar dan sesuai menggambarkan isi dari pemberitaan 2297 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 ini, karena dalam berita ini menjelaskan tentang penetapan daerah pemilihan atau Dapil DPRD Provinsi Bengkulu untuk pemilihan 2024. Ada 3 usulan perubahan dapil, yaitu perubahan alokasi kursi, perubahan wilayah dapil dan usulan penataan dapil. Akurasi Gambar dengan Isi Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat. Hal ini karena dalam berita ini gambar yang ditayangkan merupakan gambar yang berhubungan dengan isi berita berdasarkan penelitian Dewan Pers 2004 ada beberapa unsur yang mengukur keakurasian sebuah berita, salah satunya adalah unsur akurasi gambar dengan isi. Akurasi gambar dengan isi adalah gambar yang ditayangkan dalam sebuah berita harus berkaitan dan berhubungan dengan isi berita sehingga informasi dan pesan yang ingin disampaikan pada pemberitaan tersebut sampai kepada pemirsa yang menonton beritanya. Gambar yang ada dalam pemberitaan ini sudah sesuai dan sangat berkaitan dengan isi berita tersebut. pemberitaan ini ditayangkan gambar kantor KPU Provinsi Bengkulu dan gambar pertemuan yang diselenggaran pada kegiatan tersebut. Penerapan MYPERTAMINA. Mulai Senin Pagi Beli BBM Subsidi Pakai Barcode MYPERTAMINA (Edisi 6 Februari 2. Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan Ricek Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat karena berita yang ditayangkan ini sudah melakukan cek dan ricek terhadap kebenaran informasi dari isi yang ada pada berita ini. Berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 cek dan ricek merupakan salah satu unsur akurasi yang menilai keakuratan sebuah berita. Pada pemberitaan ini telah melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang di peroeh dalam berita ini. Wartawan yang menulis berita telah melakukan cek dan ricek dengan cara mencari kebenaran fakta berita tersebut dengan terjun langsung ke lapangan. Pada berita ini juga menyertakan hasil wawancara terhadap pihak yang terkait yang berkompeten untuk memberikan informasi. Kesalahan Penulisan Berita yang ditayangkan dalam pemberitaan ini sudah akurat karena tidak terdapat kesalahan penulisan dalam pemberitaannya. Menurut penelitian Dewan Pers 2004, berita yang dikatakan akurat apabila berita tersebut telah memenuhi lima unsur akurasi berita. Salah satu unsur akurasi berita adalah kesalahan penulisan, kesalahan penulisan ini berarti berita yang ditayangkan tersebut tidak terdapat kesalahan penulisan dalam beritanya. Kesalahan penulisan ini bisa saja terdapat pada penulisan judul berita, nama narasumber, tempat kejadian, waktu kejadian, dan lain sebagainya. Dalam pemeberitaan ini tidak terdapat kesalahan dari segi apapun, baik itu dari penulisan judul berita, nama narasumber data-data yang diperlukan dalam berita, tempat kejadian, waktu kejadian, dan lain sebagainya. Oleh karena itu berita yang ditayangakan ini merupakan berita yang akurat karena tidak terdapat kesalah penulisan dalam pemberitaannya. Sumber yang Relevan Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat karena informasi yang ditayangkan pada berita ini telah bersumber dari sumber yang relevan. Dalam pemberitaan ini, sumber berita sudah sangat relevan karena narasumber dalam berita ini adalah Fachriza Razie selaku Asisten II Pemprov Bengkulu. Selain itu, dalam pemberitaan ini wartawan juga mewawancarai Aji Anom Purwasakti selaku EGM Pertamina Parta Niaga Regional Sumbagsel. Pada pemberitaan ini, juga menyertakan hasil wawancara langsung terhadap salah satu pembeli BBM bersubsidi yaitu Umar Ali. Narasumber dalam pemberitaan ini sangat pas dan tepat dengan peristiwa san informasi yang di muat dalam berita ini. Berita yang akurat merupakan berita yang berasal dari sumber yang relevan. Sumber yang relevan adalah berita tersebut berasal dari narasumber yang berkaitan atau berhubungan dengan 2298 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 berita tersebut. Akurasi Judul dengan Isi Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat. Hal ini karena dalam berita ini judul berita yang dibuat sangat sesuai dengan isi berita yang diberitakan. Judul dengan isi berita dapat dikatakan akurat apabila judul berita tersebut sesuai dengan isi dari informasi yang disampaikan dalam berita tersebut. Judul dari berita tersebut menggambarkan isi yang disampaikan dalam berita tersebut. Selain itu, judul berita juga merupakan rangkuman dari isi berita tersebut sehingga berita yang di sampaikan menjadi mudah untuk dipahami oleh pemirsa. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004 berita yang akurat adalah berita yang memenuhi lima unsur akurasi berita. Salah satu unsur akurasi berita tersebut adalah kesesuaian antara judul dengan isi berita. Akurasi antara judul dengan isi pada pemberitaan ini sudah benar dan tepat, karena dalam berita ini menjelaskan perihal diresmikannya penggunaan barcode mypertamina bagi pelanggan yang ingin membeli bahan bakar jenis solar dan pertalite. Bagi yang belum memiliki barcode QR, pembelian BBM bersubsidi hanya di batasi dua puluh liter dalam satu hari. Akurasi Gambar dengan Isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah sangat akurat. Hal ini karena dalam berita ini gambar yang ditayangkan sudah sesuai dan saling berkaitan dengan isi Berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 salah satu unsur akurasi berita adala akurasi gambar dengan isi berita. Gambar yang ditayangkan harus berhubungan dengan isi berita supaya berita yang ditayangkan tersebut menjadi jelas dan mudah dimengerti oleh pemirsa yang menontin beritanya. Gambar dan isi yang ada dalam pemberitaan ini saling berhubungan dan saling berkaitan, sehingga menguatkan isi dari berita itu sendiri. Dalam berita ini ditayangkan gambar proses penggunaan QR barcode yang ada di pertamina Provinsi Bengkulu. Berita yang tidak akurat yang tayang pada program Laporan Malam RBTV Bengkulu periode Februari 2023 adalah berita yang berjudul AuSeleksi Komisioner KPU Provinsi, 11 ASN di Pemda Ikut Daftar Seleksi Komioner KPU ProvinsiAy. Pada berita ini, berita yang ditayangkan menjadi tidak akurat karena masih terdapat kesalahan penulisan pada judul kesalahan tersebut terdapat pada kata AuKomionerAy yang ada pada judul beritanya. Berikut adalah gambar yang terdapat kesalahan penulisan pada judul beritanya: Gambar 4. Kesalahan Penulisan Berita 1 (Sumber: Facebook RBTV Camkohaa Edisi 28 Februari 2. Pada gambar di atas terdapat kesalahan penulisan pada judul beritanya. pada judul berita yang dituliskan Au11 ASN di Pemda Ikut Daftar Seleksi Komioner KPU ProvinsiAy tentu terdapat kesalahan dalam penulisannya. Kesalahan penulisan tersebut terdapat pada kata AuKomionerAy yang seharusnya adalah AuKomisionerAy. Hal ini tentunya membuat berita yang ditayangkan tidak akurat karena masih terdapat kesalahan dalam penulisan beritanya. Hasil keseluruhan dari penelitian pada program Laporan Malam di RBTV ini menunjukkan bahwa dari 10 berita yang ditayangkan pada program Laporan Malam RBTV periode Februari 2023 terdapat 9 berita yang akurat karena sudah sesuai dengan lima unsur akurasi berita dan ada 1 berita lainnya tidak akurat. Berdasarkan berita yang tidak akurat tersebut karena masih terdapat kesalahan dalam penulisannya. Akurasi Pemberitaan Pada Program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu 2299 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti di satasiun televisi BETV Bengkulu, peneliti menemukan hasil ada 163 berita yang tayang pada program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu periode Februari 2023. Dari 163 berita tersebut, terdapat 12 berita mengangkat tema pemerintahan. Dari 12 berita yang bertema pemerintahan tersebut, terdapat 10 berita yang menayangkan berita yang sama dengan berita di Laporan Malam RBTV Bengkulu. Peneliti akan melakukan analisis terhadap berita yang tayang pada program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu dan mendeskripsikan hasilnya berdasarkan poin-poin yang ada pada kategori akurasi berita dalam penelitian yang pernah dilakukan Dewan Pers terhadap 28 surat kabar di Jawa pada tahun 2004 yang dimuat dalam buku Krisyantono tahun 2007. Adapun lima unsur kategori tersebut adalah cek dan ricek, kesalahan penulisan, sumber berita yang relevan, akurasi judul dengan isi, dan akurasi gambar dengan isi. Berikut hasil analisis terhadap 10 berita yang tayang pada Program Kabar Metropolis BETV Bengkulu periode Februari 2023: Mess Pemda diusulkan Jadi Tempat Edukasi Hotel. Pemprov Bahas Rencana Pendidikan Vokasi di Bengkulu (Edisi 23 Februari 2. Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan Ricek Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat, hal ini karena dalam berita ini telah dilakukan cek dan ricek terhadap fakta yang ada di lapangan. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004 salah satu unsur akurasi berita adalah unsur cek dan ricek. Cek dan ricek terhadap suatu informasi pada sebuah pemberitaan sangat penting karena itu menjadi salah satu nilai kekuratan sebuah berita. Wartawan harus melakukan cek dan ricek kembali terhadap fakta dan data yang ada di lapangan agar berita yang ditayangkan menjadi berita yang akurat. Cek dan ricek dari berita tersebut sudah benar, karena sumber berita tersebut sudah di verifikasi sesuai fakta yang ada. Selain itu kebenaran berita tersebut juga telah di cek dan ricek kembali oleh wartawan yang terjun langsung ke lapangan untuk mencari kebenaran informasi yang ada pada berita tersebut. Kesalahan Penulisan Pada berita ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena tidak terdapat kesalahan dalam segu penulisan apapun dlam pemberitaannya. Berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 salah satu unsur aurasi dalam pemberitaan adalah unur kesalahan penulisan. Pada sebuah berita tak jarang ditemukan beberapa kesalahan dalam penulisannya. Kesalahan penulisan yang biasanya terdapat pada sebuah berita meliputi kesalahan penulisan nama, lokasi kejadian, waktu kejadian, dan lain sebagainya. Pada berita ini tidak terdapat kesalahan penullisan, baik itu dari judul berita, nama narasumber, tempat, dan lain Sumber yang Relevan Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena informasi yang ditayangkan dalam pemberitaan ini sudah bersumber dari sumber yang relevan. Pada hasil penelitian Dewan Pers 2004 terdapat salah satu unsur akurasi berita yaitu sumber yang Sumber yang relevan adalah berita tersebut berasal dari sumber yang berkompeten untuk menyampaikan informasi, selain itu berita tersebut juga bisa merupakan hasil wawancara terhadap narasumber yang berwenang untuk menyampaikan informasi sehingga informasi yang ditayangkan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya. Sumber informasi yang di dapat dalam pemberitaan ini sudah relevan, karena informasi yang ada dalam berita ini bersumber dari narasumber berkompeten memberikan informasi dalam berita ini, yaitu Hamka Sabri selaku Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Selain itu, dalam pemberitaan juga menyertakan hasil wawancara dengan tim ahli, yaitu Hermen Malik. Akurasi Judul dengan Isi Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat karena judul yang ada 2300 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 pada berita ini sesuai dengan isi yang ada dalam pemberitaan ini. Dilihat dari hasil penelitian Dewan Pers 2004 menyatakan bahwa berita yang akurat adalah berita yang memenuhi salah satu unsur akurasi berita yaitu kesesuaian antara judul dengan isi berita. Kesesuaian antara judul dengan isi berita adalah apabila judul berita tersebut menggambarkan dan merangkum semua inti dari informasi yang ada dalam berita tersebut. Judul dan isi berita dalam pemberitaan ini juga sudah sesuai. Karena dalam berita berisi tentang rapat pengusulan pengalihan status mess pemda menjadi tempat edukasi perhotelan bagi siswa yang ada di Provinsi Bengkulu. Akurasi Gambar dengan Isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena gambar yang ada pada pemberitaan ini sesuai dengan isi yang ada dalam berita ini. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004, berita yang akurat adalah berita yang memenuhi unsur akurasi gambar dengan isi. Gambar dan isi dalam sebuah berita harus berhubungan sehingga pesan dan informasi yang ingin disampaikan dalam berita tersebut dapat dipahami oleh pemirsa yang Gambar dan isi yang ada dalam berita tersebut sudah akurat dan saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, sehingga menguatkan pesan yang ada dalam berita tersebut. dalam pemberitaan ini ditayangkan gambar kondisi terbaru mess pemda dan juga terdapat gambar penayangan sedang dilakukannya rapat pengusulan penngalihan lahan Cegah Inflasi. Pemprov Fokuskan Ketersediaan Pangan (Edisi 21 Februari 2. Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan Ricek Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat karena telah melakukan cek dan ricek pada beritanya. menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004 salah satu syarat berita dapat dikatakan akurat apabila dalam berita tersebut telah memenuhi unsur akurasi cek dan ricek. Cek dan ricek pada berita ini sudah benar sesuai denganfakta yang ada di Hal ini karena wartawan yang meliput berita langsung turun ke lapangan untuk mencari kebenaran fakta dalam beritanya. Selain itu, dalam berita ini juga sudah dilakukan pengecekan kembali kebenaran fakta dari informasi berita tersebut oleh redaktur yang melakukan penyuntingan dan pengecekan berita. Dalam berita ini juga disertakan hasil wawancara terhadap narasumber yang relevan untuk memberikan informasi terkait berita ini. Dengan demikian, berita ini dinyatakan akurat karena telah melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang ada pada beritanya. Kesalahan Penulisan Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena dalam pemberitaan ini tidak terdapat kesalahan dalam penulisan pada beritanya. Berdasarkan unsur akurasi berita kesalahan penulisan menurut penelitian Dewan Pers 2004 adalah berita yang ditayangkan tersebut dapat dikatakan akurat apabila berita tersebut tidak terdapat kesalahan penulisan di dalam beritanya, kesalahan penulisan tersebut meliputi kesalahan penulisan nama narasumber, judul berita, tempat dan waktu kejadian berita, dan masih banyak lagi Sumber Berita yang Relevan Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena berita tersebut berasal dari sumber yang relevan. Dalam berita ini informasi yang ditayangkan sudah berasal dari sumber yang relevan. Sumber yang relevan adalah informasi yang diperoleh dalam berita ini berasal dari sumber informasi yang dapat dipercayai kebenaran faktanya. Sumber yang relevan juga bisa berasal dari narasumber yang berkompeten untuk menyampaikan informasi sehingga informasi yang disampaikan dalam berita ini menjadi jelas dan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Sumber informasi dalam pemberitaan ini sudah relevan, karena informasi yang di dapat datang dari narasumber yang pas dan 2301 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 berkompeten untuk menyampaikan informasi, sehingga berita yang ditayangkan dapat dipercayai kebenarannya. Narasumber yang memberikan informasi pada berita ini adalah Fachriza selaku Asisten II Sekda Provinsi. Akurasi Judul dengan Isi Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat karena judul berita sudah sesuai dengan isi dari berita tersebut. Pada pemberitaan ini sudah sesuai antara judul dengan isi berita, karena dalam hasil penelitian Dewan Pers 2004 berita yang sesuai antara judul dengan isi adalah berita yang saling berhubungan antara judul dengan isi berita. Judul berita harus menerangkan semua inti dari informasi yang ada dalam pemberitaan tersebut. Judul dengan isi dalam berita ini sudah akurat, karena dalam berita ini menjelaskan tentang rapat yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu yang membahas tentang antisipasi inflasi kenaikan bahan pangan jelang bulan ramadhan. Akurasi Gambar dengan Isi Berita yang ditayangkan pada pemberitaan ini sudah akurat karena gambar yang ditayanngkan sesuai dengan isi berita yang ditayangkan dalam pemberitaan ini. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004, berita yang akurat adalah berita yang memenuhi unsur akurasi gambar dengan isi. Gambar dan isi dalam sebuah berita harus berhubungan sehingga pesan dan informasi yang ingin disampaikan dalam berita tersebut dapat dipahami oleh pemirsa yang menontonnya. Pada berita ini ditayangkan gambar-gambar yang diambil dari lokasi tempat dilaksanakannya rapat yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu. Selain itu, dalam berita ini juga ditayangkan gambar beberapa bahan pangan yang ada pada pasar tradisional di Kota Bengkulu. Hasil Coklit Sementara, 1. 014 Data Pemilih Dinyatakan TMS. Coklit Baru 42,49 Persen , 054 Pemilih Baru ditemukan (Edisi 21 Februari 2. Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan Ricek Berita yang ditayangkan dalam pemberitaan ini sudah akurat karena dalam pemberitaan ini telah dilakukan cek dan ricek terhadap kebenaran faka informasi yang ada dalam berita. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004, salah satu unsur akurasi yang menilai keakurasian sebuah berita adalah unsur cek dan ricek pada berita. Pada pemberitaan ini telah dilakukan cek dan ricek di lapangan oleh wartawan yang menulis berita. Wartawan turun langsung ke lokasi untuk melakukan cek dan ricek kebenaran fakta yang ada pada berita tersebut. Selain itu, dalam mencari kebenaran terhadap informasi dalam berita ini wartawan juga melakukan wawancara langsung terhadap pihak terkait yang berwenang untuk menyampaikan informasi. Kesalahan Penulisan Pada berita ini, berita yang ditayanngkan sudah akurat karena tidak terdapat kesalahan apapun dalam penulisan beritanya. Berdasarkan unsur akurasi kesalahan penulisan dalam penelitian Dewan Pers 2004 menyatakan bahwa berita yang dapat dikatakan akurat apabila dalam berita tersebut tidak terdapat kesalahan penulisan dalam beritanya. Kesalahan penulisan berita tersebut bisa saja terdapat pada penulisan judul berita, nama narasumber, tempat dan waktu kejadian berita, serta kesalahan penulisan data-data yang diperlukan dalam berita tersebut. Dalam pemberitaan ini tidak terdapat kesalahan dalam penulisan beritanya, baik itu kesalahan penulisan judul berita, tempat dan waktu dalam berita, nama narasumber, dan data lain sebagainya sehingga berita yang ditayangkan ini dapat dikatan berita yang akurat karena tidak terdapat kesalahan penulisan dalam beritanya. Sumber yang Relevan Pada pemberitaan ini, berita yangn ditayangkan sudah akurat karena informasi yang ada pada berita ini sudah bersumber dari sumber yang relevan. Dalam pemberitaan ini sudah jelas dan relevan, karena narasumber yang di wawancarai langsung dalam berita ini adalah 2302 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Romi Sugara selaku Komisioner KPU Kota Bengkulu. Berdasarkan penelitian Dewan Pers 2004 berita dapat dikatakan akurat apabila sudah berasal dari sumber yang relevan. Sumber yang relevan bisa saja berasal dari narasumber yang di wawancarai yang mengetahui persis tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam pemberitaan tersebut. Selain itu, sumber yang relevan juga bisa didapat dari narasumber yang berwenang untuk menyampaikan informasi yang dapat di percayai kebenarannya. Akurasi Judul dengan Isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena judul yang ada pada berita ini sesuai dengan isi berita yang ditayangkan dalam pemberitaan ini. Dilihat dari hasil penelitian Dewan Pers 2004 menyatakan bahwa berita yang akurat adalah berita yang memenuhi salah satu unsur akurasi berita yaitu kesesuaian antara judul dengan isi berita. Kesesuaian antara judul dengan isi berita adalah apabila judul berita tersebut menggambarkan dan merangkum semua inti dari informasi yang ada dalam berita tersebut. Akurasi Gambar dengan isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena gambar yang ditayangkan pada berita sesuai dengan isi berita yang ada dalam pemberitaan ini. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004, salah satu unsur akurasi berita yang dapat menilali apakah berita yang ditayangkan tersebut akurat atau tidak adalah unsur akurasi gambar dengan isi. Gambar yang ditayangkan dalam sebuah pemberitaan harus sesuai dengan isi yang ada dalam berita agar pesan yang disampaikan dalam berita dapat diterima oleh pemirsa yang Gambar dan isi yang ada pada pemberitaan ini sangat sesuai, karena dalam berita ini ditayangkan gambar yang di ambil langsung oleh wartawan di lapangan. Selain itu dalam berita ini juga ditayangkan hasil wawancara terhadap narasumber yang berkompeten untuk menyampaikan informasi. QR Code Mypertamina Mulai diberlakukan di Bengkulu. Tanpa QR Code. Kuota Beli BBM Subsidi Hanya 20 Liter Per Hari (Edisi 6 Februari 2. Berikut adalah analisis berita dengan menggunakan lima unsur akurasi berita berdasarkan hasil penelitian Dewan Pers 2004 dalam buku Teknik Riset dan Komunikasi, karangan Krisyantono tahun 2007: Cek dan Ricek Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena telah dilakukan cek dan ricek terhadap kebenaran isi dari berita ini. Cek dan ricek terhadap kebenaran fakta dalam berita ini sudah sesuai dan sudah benar. Hal ini karena dalam melakukan pencarian berita ini wartawa terjun langsung ke lapangan untuk mencari informasi. Wartawan juga melakukan sidak langsung ke pasar terkait sehingga kebenaran informasi dari berita ini sudah benar dan sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Selain itu, dalam berita ini juga disertakan hasil wawancara terhadap pihak terkait yang berkompeten untuk menyampaikan informasi, sehingga berita ini sudah akurat karena telah melakukan cek dan ricek berita yang ditayangkan sesuai dengan fakta yang terjadi. Kesalahan Penulisan Berita yang ditayangkan pada pemberitaan ini sudah akurat karena tidak terdapat kesalahan dalam penulisan beritanya. Pada pemberitaan ini juga tidak terdapat adanya kesalahan penulisan dalam beritanya, baik itu dari segi penulisan judul berita, nama narasumber, tempat, tanggal, dan lain sebagainya. Berdasarkan penelitian Dewan Pers 2004 berita ini sudah dapat dikatakan berita yang akurat karena tidak terdapat kesalahan penulisan dalam pemberitaan yang ditayangkan tersebut. Kesalahan penulisan berita dapat terjadi pada penulisan judul berita, nama narasumeber, tempat dan waktu kejadian dalam berita, dan Semua penulisan yang ada pada pemberitaan ini sudah di tulis dengan benar dan Sumber yang Relevan Pada pemberitaan ini berita yang ditayangkan sudah akurat karena informasi yang disampaikan pada berita tersebut bersumber dari sumber yang relevan. Dalam penelitian 2303 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Dewan Pers 2004 menyatakan bahwa salah satu unsur akurasi berita adalah sumber yang Sumber yang relevan merupakan sumber dari informasi berita yang dapat di percayai kebenrannya. Sumber berita ini bisa berasal dari narasumber yang berkompeten untuk menyampaikan informasi dalam pemberitaan tersebut sehingga isi berianya dapat di percayai kebenarannya dan tidak mengandung unsur Hoax atau berita bohong. Pada pemberitaan ini sumber beritanya sangat relevan karena narasumber yang memberi pernyataan sangat pas dan tepat sesuai dengan isi beritanya. Narasumber yang diwawancarai dalam pemberitaan ini adalah Aji Anom Purwasakti selaku EGM Pertamina Patra Niaga Reg Sumsel dan Fachriza Razie selaku Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, sehingga data dan fakta yang ada pada pemberitaan ini dapat di percayai dan dapat dipertanggung jawabkan kebenaran informasinya. Akurasi Judul dengan Isi Berita yang ditayangkan pada pemberitaan ini sudah akurat karena judul yang ada pada berita ini sudah sesuai dengan isi yang ada dalam pemberitaan ini. Dalam pemberitaan dapat dikatakan akurat apabila memenuhi unsur kesesuaian antara judul dengan isi berita. Kesesuaian antara judul dengan isi berita adalah berita yang ditayangkan adalah berita yang sesuai antara judul dengan isinya. Judul dalam sebuah berita haruslah menceritakan dan menggambarkan semua informasi yang ada dalam berita tersebut. Pada pemberitaan ini Judul dan isi sangat sesuai dengan isi yang ada dalam berita tersebut, karena dalam berita ini perihal diresmikannya penggunaan barcode mypertamina bagi pelanggan yang ingin membeli bahan bakar jenis solar dan pertalite. Bagi yang belum memiliki barcode QR, pembelian BBM bersubsidi hanya di batasi dua puluh liter dalam satu hari. Akurasi Gambar dengan Isi Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan sudah akurat karena gambar yang ditayangkan pada berita ini sesuai dengan isi yang ada pada pemberitaan ini. Menurut hasil penelitian Dewan Pers 2004, salah satu unsur akurasi berita guna untuk menilai keakurasian berita adalah akurasi gambar dengan isi berita. Gambar yang ditayangkan pada sebuah berita harus sesuai dengan isi berita agar pesan yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut dapat dipahami oleh khalayak ramai. Pada pemberitaan ini, gambar yang ditayangkan sudah sesuai dengan isi berita. Dalam berita ini ditayangkan pula gambar proses penggunaan QR Code yang ada di SPBU dalam Kota Bengkulu. Selain itu dalam pemberitaan ini juga gambar dan isi berita saling berhubungan sehingga pesan yang ada pada berita ini dapat mudah dipahami oleh pemirsa yang menonton beritanya. Wartawan yang meliput berita juga langsung terjun ke lapangan untuk meliput gambar yang akan ditayangkan pada berita Berita pertama yang tidak akurat yang tayang program Kabar Metropolis di BETV Bengkulu adalah berita yang judulnya hanya bertuliskan AuJudul. Sub JudulAy. Pada berita ini, berita yang ditayangkan menjadi tidak akurat karena masih terdapat kesalahan penulisan pada judul beritanya. Berikut adalah gambar yang terdapat kesalahan penulisan pada judul beritanya: Gambar 5. Kesalahan Penulisan Berita 2 (Sumber: Facebook BETV Edisi 17 Februari 2. Pada berita ini terdapat kesalahan pada judul beritanya yang hanya bertuliskan AuJudul. Sub JudulAy yang tentunya membuat berita tersebut tidak akurat. Dalam pemberitaan ini, berita 2304 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 yang ditayangkan tidak akurat karena masih terdapat kesalahan penulisan dalam Berdasarkan unsur akurasi berita kesalahan penulisan menurut penelitian Dewan Pers 2004, kesalahan penulisan bisa saja terdapat pada penulisan judul berita, nama narasumber, tempat kejadian, waktu kejadian maupun penulisan data-data yang ada dalam berita tersebut. Pada berita ini terdapat kesalahan dalam penulisan judul berita nya. Selain itu kesalahan penulisan juga terdapat pada nama narasumber dan jabatan narasumber yang di wawancarai. Gambar 6. Kesalahan Penulisan Berita 3 (Sumber: Facebook BETV Edisi 10 Februari 2. Pada pemberitaan ini, berita yang ditayangkan tidak akurat karena terdapat kesalahan dalam penulisan pada beritanya. Berdasarkan unsur akurasi berita kesalahan penulisan menurut penelitian Dewan Pers 2004 maka berita yang ditayangkan ini sudah akurat dan tidak terdapat kesalahan penulisan pada beritanya. Kesalahan penulisan bisa saja terdapat pada penulisan judul berita, nama narasumber, tempat kejadian, waktu kejadian maupun penulisan data-data yang ada dalam berita tersebut. Pada pemberitaan ini, terdapat kesalahan pada penulisan judul kesalahan terseut terdapat pada kata AuNgaduAy yang seharusnya AuMengaduAy karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tidak terdapat kata AuNgaduAy melainkan AuMengaduAy. Selain itu, menjadi tidak jelas sehingga berita ini juga tidak memenuhi unsur akurasi judul dengan isi berita. Dengan judul yang bertuliskan kata AuNgaduAy tentunya tidak menggambarkan isi berita karena bahasa AuNgaduAy tersebut bukan merupakan bahasa indonesia yang baku dan tidak terdapat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sehingga berita yang ditayangkan menjadi tidak jelas karena tidak sesuai antara judul dengan isi berita Gambar 6. Sumber Tidak Relevan (Sumber: Facebook BETV 17 Februari 2. Pada berita ini terdapat kesalahan pada penulisan beritanya yang hanya bertuliskan AuNarsum. Jabatan Ay yang tentunya membuat berita tersebut tidak akurat karena berita tersebut tidak menuliskan nama narasumber dan jabatan narasumber yang tidak di tulis dengan benar sehingga berita yang ditayangkan tersebut menjadi berita yang tidak akurat. Berita yang ditayangkan tidak akurat karena informasi yang ada pada berita ini tidak di peroleh dari sumber yang jelas sehingga berita yang ditayangkan tersebut masih ragu untuk dipercayai Salah satu unsur akurasi berita menurut hasil penelitian Dewan Per 2004 adalah sumber berita yang relevan. Sumber berita dapat dikatakan relevan apabila berita tersebut di peroleh dari narasumber yang berrkompeten untuk menyampaikan informasi sehingga datadata dan informasi yang ada pada berita tersebut sesuai dengan fakta yang ada di lapangan dan dapat di percayai kebenaran beritanya. Sumber informasi yang ada dalam berita ini tidak jelas 2305 | Akurasi Pemberitaan di Televisi Lokal Provinsi Bengkulu (Bella Triana Febriant. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 karena dalam berita ini tidak di tulis dengan lengkap nama narasumber yang di wawancarai dan jabatan apa narasumber yang di wawancarai tersebut. Keseluruhan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 163 berita yang ditayangkan pada program Kabar Metropolis BETV periode Februari 2023 terdapat 10 berita menayangkan berita yang sama dengan berita yang ditayangkan pada program Laporan Malam di RBTV Bengkulu. Dari 10 berita tersebut menunjukkan bahwa ada 2 berita yang tidak akurat. Berita yang tidak akurat tersebut meliputi unsur akurasi kesalahan penulisan, sumber yang relevan, dan akurasi judul dengan isi berita. Sedangkan 8 berita lainnya sudah akurat sesuai dengan lima unsur akurasi berita yang ada. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitin dan hasil analisis berita terhadap penerapan unsur akurasi dalam berita yang tayang pada program Laporan Malam di RBTV dan program Kabar Metropolis di BETV edisi Februari 2023 dapat disimpulkan bahwa stasiun televisi RBTV dan BETV telah menerapkan unsur akurasi pada pemberitaanya. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian kualitatif berdasarkan lima kategori akurasi berita yang di kaji, yaitu cek dan ricek, kesalahan penulisan, sumber berita yang relevan, akurasi judul dengan isi, dan akurasi gambar dengan isi. Dari hasil keseluruhan berita yang ditayangkan pada kedua program tersebut sudah akurat, mayoritas berita yang tayang pada Laporan Malam RBTV dan Kabar Metropolis BETV telah memenuhi unsur akurasi berita pada pemberitaannya, meskipun ada beberapa berita yang masih belum memenuhi unsur akurasi berita pada pemberitaannya. stasiun televisi RBTV dan BETV sangat memegang teguh tingkat akurasi dalam pemberitaannya, terutama pada program Laporan Malam RBTV dan program Kabar Metropolis BETV walaupun masih terdapat beberapa berita yang kurang akurat dalam penayangannya. Hasil ini juga sekaligus memberikan rekomendasi kepada media televisi RBTV dan BETV agar tetap konsisten menjaga akurasi pada setiap penulisan beritanya. Selain itu, stasiun RBTV dan BETV lebih meminimalisir lagi kesalahan penulisan dalam beritanya sehingga dapat menjaga tingkat keakurasian dalam penullisan beritanya. Media televisi RBTV dan BETV menjadi contoh bagi media televisi lokal lainnya untuk mengedepankan akurasi berita meskipun harus memenuhi tuntutan kecepatan dalam menayangkan beritanya. Peneliti berharap media televisi RBTV dan BETV lebih memperhatikan lagi kesalahan penulisan yang ada pada pemberitaanya, agar berita yang ditayangkan menjadi lebih akurat lagi dan media televisi RBTV dan BETV mengurangi penggunaan gambar yang berulang-uang dalam satu pemberitaannya dann lebih banyak lagi mengambil gambar foto atau video sehingga menjadi referensi untuk memenuhi gambar yang tayang sehingga pemberitannya lebih menarik lagi dan pemirsa yang menontonnya tidak merasa bosan dengan gambar yang diulang tersebut. DAFTAR PUSTAKA