AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 2 Juli 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia DUA KAIDAH YANG MENGHIDUPKAN KEHIDUPAN BERAGAMA. AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR DAN AR-RAQAIQ (KELEMBUTAN HATI DAN PENYUCIAN JIWA) Nazarullah Mawardi Arsyad nmawardiar@gmail. ABSTRAK Tulisan ini membahas pentingnya dua prinsip, amar ma'ruf nahi munkar . emerintahkan kebaikan dan melarang kejahata. dan ar-Raqaiq . elembutan hati dan pemurnian jiw. , dalam menegakkan kehidupan beragama. Tugas amar ma'ruf nahi munkar ditekankan sebagai kewajiban di atas semua kewajiban lainnya, sedangkan ar-Raqaiq berfokus pada peristiwa yang melembutkan hati dan menggerakkan jiwa. Kedua prinsip tersebut sangat penting dalam mempertahankan kehidupan religius yang teguh. Makalah ini juga menyoroti kepekaan teladan tokoh-tokoh agama seperti Ustadz Badiuzzaman Said Nursi. Imam Abu Hasan al-Syadzili. Abdul Qodir Jailani, dan Hasan al-Basri terhadap isu-isu agama. Tokoh-tokoh ini terlibat dalam refleksi diri dan memperhatikan amar ma'ruf nahi munkar. Makalah ini menekankan pentingnya prinsip ini dalam kehidupan religius, menekankan perlunya individu untuk memperhatikan konsekuensi dari tindakan mereka dan memiliki hati yang teliti. amar ma'ruf nahi munkar maupun anjuran untuk menyampaikan AuraqaiqAy kedua hal ini ibarat pembuluh arteri dan vena yang ada dalam tubuh Sebagaimana kehidupan dalam tubuh yang bergantung pada kapiler-kapiler darah tersebut, demikian pula eksistensi kehidupan beragama yang bergantung pada terlaksananya dua kaidah ini. Hanya dengan melaksanakan dua kaidah tersebutlah manusia dapat senantiasa khawatir dengan balasan atas semua amal perbuatan dan memiliki hati yang penuh kesadaran sehingga setiap langkah yang dihentakkan akan dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan, serta menjalankan setiap detik umur kehidupannya dengan muhasabah. Kata kunci: Amar-maAoruf. Nahimungkar. Raqaiq ABSTRACT This paper discusses the significance of two principles, amar ma'ruf nahi munkar . njoining good and forbidding evi. and ar-Raqaiq . entleness of heart and purification of the sou. , in upholding religious life. The duty of amar ma'ruf nahi munkar is emphasized as being obligatory above all other obligations, while ar-Raqaiq focuses on events that soften the heart and move the Both principles are crucial in maintaining a steadfast religious life. The paper also highlights the exemplary sensitivity of religious figures such as Ustadz Badiuzzaman Said Nursi. Imam Abu Hasan al-Syadzili. Abdul Qodir Jailani, and Hasan al-Basri towards religious issues. These figures engaged in self-reflection and paid attention to amar ma'ruf nahi munkar. The paper emphasizes the importance of this principle in religious life, stressing the need for individuals to be mindful of the consequences of their actions and to possess a conscientious heart. Both Amar Ma'ruf Nahi Munkar and the recommendation to convey "Raqaiq" are like arteries and veins in the human body. Just as life in the body depends on the capillaries of the blood, so does the existence of religious life that depends on the implementation of these two rules. Only by implementing these two rules can humans always worry about the retribution for all deeds and have a heart full of awareness so that every step that is stomped on will be done with caution and vigilance, and carry out every second of their life with muhasabah. Keywords: Amar-maAoruf. Nahimungkar. Raqaiq Nazarullah Mawardi Arsyad memoar, dan doa-doa mereka untuk memahami PENDAHULUAN Dua prinsip amar ma'ruf nahi munkar dan ar- sensitivitas mereka terhadap isu-isu keagamaan dan Raqaiq memiliki peran penting dalam menjaga pentingnya amar maAoruf nahi munkar dan ar-Raqaiq kehidupan beragama yang teguh. 1 Amar ma'ruf nahi dalam kehidupan beragama. Selain itu, tulisan ini munkar, yang merupakan tugas wajib di atas segala tokoh-tokoh mendorong kebaikan dan melarang kejahatan, prinsip-prinsip ini untuk menyoroti signifikansinya sementara ar-Raqaiq membahas peristiwa yang dalam kehidupan beragama. Analisis kualitatif dapat melunakkan hati dan menggerakkan jiwa. Kedua prinsip ini sangat krusial dalam menjaga signifikansi prinsip-prinsip ini dan dampaknya kehidupan beragama yang penuh kesadaran. 2 Tokoh- tokoh agama seperti Ustadz Badiuzzaman Said Nursi. Imam Abu Hasan al-Syadzili. Abdul Qodir HASIL DAN PEMBAHASAN Jailani, dan Hasan al-Basri menunjukkan sensitivitas Sebuah Tugas Wajib di atas Segala Kewajiban yang tinggi terhadap isu-isu keagamaan dan ma'ruf nahi Demi dapat menjalankan tugas ini dalam bentuk yang tersistem dan bisa merangkul semua kehidupan beragama. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi signifikansi kedua prinsip ini dalam macam sarana sejak diutusnya Nabi Muhammad kehidupan beragama dan perlunya individu memiliki shallallahu Aoalaihi wa sallam: berbagai khotbah dan hati yang penuh kesadaran serta memperhatikan ceramah diberikan, halaqah-halaqah3 dan majelis konsekuensi dari tindakannya. ilmu dibentuk untuk menyelenggarakan berbagai METODE PENELITIAN Kegiatan-kegiatan ini terus berlanjut hingga Metode penelitian yang digunakan dalam saat ini dengan berbagai pola dan gaya tertentu yang tulisan ini adalah analisis kualitatif terhadap teks- sesuai dengan kultur dan tradisi setempat. Majelis teks keagamaan, termasuk karya-karya Ustadz zikir dan Badiuzzaman Said Nursi. Imam Abu Hasan al- menjalankan tugas ini. 4 Kedua hal ini telah berhasil Syadzili. Abdul Qodir Jailani, dan Hasan al-Basri. memberikan pengaruh paling besar, paling hidup. Analisis melibatkan pemeriksaan tulisan-tulisan. Rohman. Haris, and S. Supandi. AuROKAT BHELIONE: MEMAKNAI TRADISI LOCAL WISDOM MASYARAKAT PAMEKASAN SAAT ANGGOTA KELUARGA MENINGGAL DUNIAAy, alulum, vol. 3, pp. Jul. Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuPERBANDINGAN METODE PENGAJARAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Studi di Lembaga Pendidikan Internasional ABFA PamekasanAy, j. 3, no. 1, pp. 40Ae50. May 2024. sufi adalah bentuk terbaik Halaqah dalam terminologi Islam mengacu pada pertemuan-pertemuan keagamaan untuk mempelajari kajian Islam dan Al-QurAoan. Pada umumnya, ada satu atau lebih pembicaraan utama yang menyajikan topik halaqah yang ditentukan, sementara yang lain duduk melingkar di sekitar mereka untuk mendengarkan. Supandi. Supandi. Abdul Khobir, and Kurratul Aini. AuMEMBANGUN CITRA DAN REPUTASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI STRATEGI MARKETING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAMAy. AL-MAFAZI: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT 2 :24-36. https://ejournal. id/index. php/mpi/article/view/228. Nazarullah Mawardi Arsyad dan paling berkesan dalam masyarakat. Mayoritas mursyid yang menunaikan tugas ini menyampaikan Rasulullah dan Sahabat hidu. dan masa-masa awal pesan-pesannya kepada masyarakat melalui suara Kesultanan Utsmani. Ya, tugas ini banyak diabaikan Mereka ke-10. Badiuzzaman Mereka melaksanakan tugas ini sebagai Aufarz der farzAy atau menyampaikan kebenaran melalui lisan latifah kewajiban di atas kewajiban 5. Oleh karena itu, di rabbaniyah, sir, dan mungkin juga dengan tutur masa ini tugas amar ma'ruf nahi munkar berada di khafi dan akhfa. Mereka berhasil memasuki relung pundak kita semua dan harus ditunaikan. Dalam jiwa kawan bicaranya sembari mengisinya dengan usaha mengembalikan kebangkitan umat Islam, ia nilai-nilai kebaikan seperti asma Ilahi . ama-nama adalah kaidah yang tidak dapat digantikan dengan agun. dan sifat-sifat mulia yang dimiliki Allah subhanahu wa taAoala. Dengan demikian, mereka Raqaiq: Kelembutan Hati dan selalu Gemetar orang-orang sekelilingnya senantiasa hidup. Nursi meyakinkan kalbu setiap orang melalui sentuhan Said . eriode Raqaiq adalah suatu hal yang menjelaskan tentang peristiwa yang dapat melunakkan kalbu dan Amar ma'ruf nahi munkar merupakan sebuah pilar penting agar kehidupan agama tetap berdiri kehidupan beragama tanpa cela. Oleh karena itu, saat pilar ini diabaikan begitu pandangan manusia pada akhirat dan membagkitkan saja, maka kehidupan agama akan mulai meredup perhatiannya pada beratnya hisab dan mizan, serta dan masyarakat juga mulai mengasingkan diri dari memunculkan gelora rajaAo . pada diri nilai-nilai luhur. Di sebuah periode tertentu di masa Dari sisi ini, raqaiq merupakan sarana lalu, pintu-pintu masjid pernah terkunci dan dilarang khusus yang dimiliki orang-orang beriman dalam untuk dibuka. Sedangkan di periode lainnya, meski menjalankan tabligh dan irsyad. Yang termasuk tidak terkunci, tetap masjid-masjid telah kehilangan pembahasan tentang iman dan Islam, khususnya dicemari dengan berita-berita aktual yang tidak yang berkaitan dengan ganjaran baik dan buruk yang penting, mimbar-mimbar sudah tidak lagi memiliki diterima seorang hamba dari setiap amal yang reputasi dan pengaruh bagi masyarakat seolah-olah pilar penting ini dibungkus rapat dan diasingkan di pembahasan berkaitan kematian dengan datangnya Khotbah-khotbah Sebagai suatu tempat seraya dikatakan padanya Aukamu diam dulu di siniAy. Ya, dari sisi pengamalan amar ma'ruf nahi munkar, periode kita di hari ini berada dalam kondisi yang lebih baik dari pada periode-periode sebelumnya yang gersang akan kesadaran dan pemikiran beragama. Meski begitu, tak dapat dipungkiri bahwa apa yang telah dicapai di hari ini. Ustadz Badiuzzaman Said Nursi tidak menjelaskan hukum amar ma'ruf nahi munkar sebagai kewajiban di atas kewajiban secara tersurat dalam cahaya ke-10. Namun secara tersirat, beliau menyampaikannya melalui pengalaman beliau dan murid-muridnya dalam risalah Dalam risalah tersebut beliau menceritakan bahwa dirinya dan murid-muridnya segera mendapatkan Autamparan kasih sayangAy dari Allah subhanahu wa taAoala ketika sedikit saja lengah dalam tugas amar ma'ruf nahi praktiknya masih sangat jauh bila dibandingkan Nazarullah Mawardi Arsyad malaikat pencabut nyawa, pemakaman, azab kubur, mengakses karya-karya ulama besar dari berbagai kehidupan di alam barzakh, padang mahsyar, hisab, mizan, juga jembatan sirat. Hingga saat ini, banyak sekali alim-ulama Kitab AuTanbih al-GhafilinAy karya seorang yang membahas topik tentang raqaiq. Dalam karya- ahli fikih mazhab Hanafi terkemuka. Imam Abu Laits al-Samarqandi, merupakan sebuah karya permasalahan-permasalahan yang mampu menopang penting yang fokus pada pembahasan raqaiq. Imam kehidupan beragama ini. Akan tetapi, agar dua hal Abu Laits dalam karyanya tersebut membahas topik- tersebut dapat masuk ke dalam ruang kalbu dan topik penting seperti ikhlas, surga, neraka, dan berpengaruh pada relung jiwa, pertama-tama para Di bagian akhir kitabnya, beliau menjelaskan kawan bicara . endengar atau pembac. perlu Rasulullah memiliki iman yang kuat. Karena seberapa kuat shallallahu Aoalaihi wa sallam. Bisa jadi beliau tidak keimanan yang dimiliki dan seberapa progresif sesensitif Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam tingkatan keyakinan seseorang, maka sebesar itu menggunakan kriteria evaluasi sanad saat membahas pula ia akan menerima apa yang disampaikan dan tentang topik ini. Kondisi yang sama juga berlaku ditulis, begitu pula dengan besarnya pengaruh yang pada kitab AuIhyaAou AoUlumi al-dinAy karya Imam akan ia rasakan sehingga dapat menghindarkan diri Ghazali. Hal ini terjadi karena mereka tidak dari setiap keburukan, senantiasa berada dalam rasa memandang aksi mengutip riwayat dhaif dalam cinta dan semangat dalam ibadah dan ketaatan. rangka memberikan targhib . dan tarhib Tentunya orang yang memiliki kepekaan pada . sebagai sebuah masalah. permasalahan agama dalam level ini akan tercermin Dalam topik ini. Imam Qurtubi lebih sensitif, dalam perilakunya yang sangat berbeda sebagai hati-hati, dan penuh perhatian saat menuliskan dampak dari muayyidat-muayyidat tersebut. Jika Selain itu. Imam Qurtubi juga merupakan tidak, maka ucapan yang disampaikan tidak akan ulama fikih mazhab Maliki yang kemahirannya diterima dan tidak akan berpengaruh sedikit pun diterima banyak orang di bidang tafsir. Yang pada orang lain. membuat banyak tokoh kagum kepadanya adalah Mukmin Sejati yang Khawatir pada Balasan atas Amal Ibadahnya Sebagai contoh. Sayyidina Abu Bakar walaupun tinggal di Andalusia (Bara. , tetapi beliau menguasai semua karya besar dari Timur dengan sangat baik. Hal yang sama juga terjadi pada sosok Abu Hayyan al-Tauhidi yang juga berasal dari Andalusia. Meskipun mereka berasal dari Dunia Islam di wilayah Barat, tetapi mereka mampu Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuPERBANDINGAN METODE PENGAJARAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Studi di Lembaga Pendidikan Internasional ABFA PamekasanAy, j. 3, no. 1, pp. 40Ae50. May 2024. radhiyallahu Aoanhu senantiasa mengkhawatirkan balasan dari setiap amal perbuatannya. Mereka yang tidak khawatir dengan konsekuensi yang akan Dengan Sayyidina Umar radhiyallahu Aoanhu pun selalu gelisah dengan konsekuensi dari amal ibadahnya. Tidak terkecuali dengan Imam Aswad bin Yazid bin Qais al-NakhaAoi, salah satu imam besar Madrasah Nazarullah Mawardi Arsyad NakhaAoi yang berada di kota Kufah, yang memiliki AuKematian datang secara tiba-tiba. Alam kubur adalah kotak amal kitaAy. Dengan demikian, apa yang seseorang perbuat kekhawatiran yang sama. Beliau merasa takut momen-momen Hal itu terlihat dari raut wajahnya yang berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain, dari satu warna ke warna yang lain. AuAlqamah bin Qais yang mendampinginya saat itu, yang masih memiliki ikatan keluarga, bertanya padanya. AuAda apa denganmu, apakah kamu takut akan dosa?Ay Beliau pun tersenyum pahit dan berkata. AuDosa yang mana? Aku takut jika mati sebagai seorang kafirAy. 7 Inilah sosok mukmin sejati yang selalu hingga saat itu ialah bekal yang akan dibawa ke alam akhirat sana. Pemikiran seperti ini sangatlah penting bagi seorang manusia dalam rangka mempersiapkan alam akhirat kelak. Apabila seorang manusia selalu merasa aman-aman saja tanpa ada kekhawatiran pada akhirat seakan-akan terjamin selama hidup di dunia, maka di akhirat kelak dia akan jauh dari keselamatan sehingga di akhirat nanti dia terpaksa melewati perjalanan yang sangat Dari membantu manusia untuk memiliki ikatan erat Kematian yang Memutus Kenikmatan Rabithatul maut . engingat kematia. juga dengan kematian di setiap saat. Ia merupakan pembahasan penting yang perlu dilakukan setiap adalah topik yang perlu dibahas berkaitan dengan manusia agar selalu memikirkan kehidupan alam Rabithatul kubur dan perkara-perkara lain setelahnya. Jika kita perhatikan memoar-memoar yang setelahnya: mengingat kesunyian dan kesendirian di diungkapkan Ustadz Badiuzzaman Said Nursi dalam alam kubur, memikirkan bahaya yang menunggu catatn ke-12 sebelum memulai pembahasan dalam manusia di persinggahan akhirat, serta hidup dengan kitab Risalah Nur, maka akan kita lihat betapa tinggi pertimbangan bahwa kematian bisa saja datang di sensitivitas beliau terhadap permasalahan ini. Tak setiap saat. Dengan ungkapan lain. Rabithatul maut ada kritikan yang belum beliau sampaikan kepada berarti memandang kematian selayaknya tamu yang dirinya sendiri. 10 Demikian juga ketika kita melihat perkara-perkara waktu datangnya tidak menentu sehingga dengan mengabaikan pikiran-pikiran seperti AuBagaimana pun saya masih muda. Umurku baru 20 tahun. Kedepannya saya mungkin masih punya 60 tahun Karena ada orang yang hidup hingga 80 Dalam Arab AEIO OO OEC AIOC EIEA Abu NuAoaim. Hilyah al-AuliyaAo, 2/103-104. al-Dzahabi. Siyar AAolami al-NubalaAo, 4/52. Ibnu Hajar, al-Munabbihat, hal, 4. Khadavi. Syahri. Nuryami, and S. Supandi. AuREVITALISASI NILAI RELIGIUSITAS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGOAy, alulum, vol. 11, no. 2, pp. May 2024. Dalam pendahuluannya. Ustadz Badiuzzaman Said Nursi menyampaikan bahwa beberapa persoalan tauhid telah ditulis 12 tahun sebelum penulisan buku al-LamaAoat. Dalam memoar pertama Cahaya ke-17 kitab al-LamaAoat, beliau menulis: AuKetahuilah wahai Said yang lalai, kalbumu tidak pantas untuk diikat dan dikaitkan dengan sesuatu yang takkan menyertaimu setelah dunia ini Ia berpisah denganmu sejalan dengan musnahnya duniay Dalam paragraf berikutnya, beliau menulis: AuJika engkau cerdas dan berakal, engkau tidak akan bersedih dan kecewa. Tinggalkanlah segala sesuatu Nazarullah Mawardi Arsyad munajat dan doa yang dituliskan Imam Abu Hasan al-Syadzili. Abdul Qodir Jailani, dan Hasan al-Basri, kewaspadaan, serta menjalankan setiap detik umur maka akan tampak jelas bahwa mereka juga kehidupannya dengan muhasabah. melakukan muhasabah yang serupa. DAFTAR PUSTAKA