MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Pesan Moral Film Kinari Folklore Desa Tempur (Analisis Semiotika Roland Barthe. *Muhamad Anang Rivai1. Siti Asiyah2. Fajar Adhi Kurniawan3 Institut Pesantren MathaliAoul Falah Pati Email: anangalrivai@gmail. com1, sitiasiyah@ipmafa. fajaradhi@ipmafa. DOI: https://doi. org/10. 35878/muashir. Article Info Article history: Received : 30-04-2025 Revised : 30-05-2025 Accepted : 30-05-2025 ABSTRACT The film Kinari is a film produced by Ladamif Films from Jepara in 2023, raises a unique folklore that tells the story of the Tempur Village chronicle. The story of this village comes from the Tempuran River. The battle river is a meeting two currents used for bathing rituals or cleansing the soul of the body the ancestors. This tradition certainly contains a moral message that wants to conveyed to the community so that the objectives of this study are to provide education to maintain traditions and preserve nature in the surrounding environment. Through qualitative research using Roland Barthes' semiotic analysis, the results of this research can be seen from eating denotations, meanings, connotations and myths so that the moral message conveyed in the film Kinari is the moral message of man having a relationship with his god, the moral message of man having a relationship with himself and the moral message of human relations with others. Keywords: Semiotics. Moral Messages. Kinari Film . ABSTRAK Film Kinari merupakan film yang diproduksi oleh Ladamif Films asal Jepara tahun 2023, mengangkat cerita rakyat unik yang mengisahkan babad Desa Tempur. Kisah desa ini berasal dari Kali Tempuran. Kali MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam. P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. Copyright A2025 TheAuthor. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 tempuran merupakan pertemuan dua arus yang digunakan untuk ritual mandi ataupun pembersihan jiwa raga bagi para leluhur. Tradisi tersebut tentunya mengandung pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat sehingga tujuan didalam penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi agar menjaga tradisi dan menjaga kelestarian alam dilingkungan sekitar. Melalui penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes maka hasil penelitian ini adalah dapat diliaht dari akan denotasi, makna konotasi dan mitos sehingga pesan moral yang disampaikan dalam film Kinari adalah pesan moral manusia memiliki hubungan dengan tuhannya, pesan moral manusia memiliki hubungan dengan dirinya sendiri serta pesan moral hubungan manusia dengan yang Kata Kunci: Semiotika. Pesan Moral. Film Kinari. *Corresponding author : Institut Pesantren MathaliAoul Falah Pati Jalan Raya Pati-Tayu KM 20. Purworejo. Margoyoso. Pati. Jawa Tengah Email : anangalrivai@gmail. Pendahuluan Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, banyak daerah di Indonesia mengalami transformasi yang mengancam budaya tradisional serta memperburuk masalah sosial dan lingkungan. Budaya lokal sering kali tergerus oleh modernisasi yang mengubah nilai-nilai dan identitas Film menyajikan pandangan mendalam tentang efek modernisasi pada masyarakat melalui narasi visual yang kuat dan representasi autentik. Seiring dengan itu, para pembuat film atau sineas juga semakin berupaya memberikan tayangan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga edukatif melalui karya-karya film yang mereka (Rahmaniar, 2. Vol. 3 No. Mei 2025 Film sebagai salah satu media massa untuk menyampaikan pesan (MaAola & Asiyah, 2. Film adalah media massa yang mendapat banyak perhatian oleh khalayak umum sebagai bagian pengembangan dari industri kreatif Indonesia. (Asri, 2. Pasalnya, industri film merupakan salah satu sub sektor yang diminati mengingat besarnya potensi dan peluang bagi penonton Indonesia. Selain itu, industri film juga mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari meningkatnya produksi film dalam negeri dan tentunya kualitas film Indonesia sendiri. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020 film aksi menjadi yang paling banyak diputar di bioskop Indonesia. Presentasinya mencapai 21,83% dari total pemutaran film selama tahun tersebut, mengalami penurunan dari tahun 2019 yang mencapai 22,49%. Film drama menduduki posisi kedua dengan persentase pemutaran sebesar 19,76%, sementara film horor mencapai 17,26%. Pemutaran film komedi mencakup 11,01% dari total, sementara film fantasi dan thriller masingmasing menyumbang 8,18% dan 8,02%. Genre animasi mendapat persentase 7,68%, sedangkan film religi mencapai 4,24%. Genre lainnya, termasuk yang kurang umum, menyumbang 1,96% dari pemutaran film di bioskop Indonesia pada tahun 2020. (Alifianty, 2. Indonesia dikaruniai dengan kekayaan budaya yang sangat khas dan beragam tersebar mulai dari timur hingga barat. Kekayaan budaya lokal di negara ini dapat menjadi sumber inspirasi menarik serta bahan kreatif dalam pembuatan film. Ada banyak cerita rakyat, adat istiadat, tarian, musik dan sastra yang bersumber dari keberagaman budaya Nusantara, menawarkan berbagai ragam dan jenis untuk dijelajahi. Salah satu aspek yang menarik dari konsep yang telah diusung oleh Garin Nugroho melalui film Opera Jawa . dan Setan Jawa . Kedua karya film ini menghadirkan ulang ekspresi budaya lokal dalam konteks masyarakat Jawa yang menampilkan interpretasi yang sangat khas dan menarik, di mana aspek-aspek budaya lokal dijelaskan kembali melalui medium seni film, sehingga menghasilkan sebuah karya film yang memancarkan kekuatan khas Nusantara. (Suryanto. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Hal tersebut tentunya mempunyai sisi menarik untuk dibahas mengenai isu persoalan daerah yang diangkat ke dalam sebuah film salah satunya yakni film berjudul Kinari diproduksi oleh Ladamif films asal Jepara tahun 2023 yang disutradari oleh Mif Bahrudin Asshobirin atau lebih akrab dipanggil Adamifa Sobirin, mengangkat cerita rakyat yang unik mengisahkan babad Desa Tempur. kisah desa ini berasal dari kali Tempuran. Kali Tempuran merupakan tempat bertemunya dua aliran sungai dan digunakan untuk ritual mandi serta menyucikan jiwa dan raga para leluhur. Tradisi tersebut tentunya mengandung pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat sehingga tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi untuk menjaga tradisi dan kelestarian alam di lingkungan sekitar sesuai dengan isi dari film tersebut. (Asshobirin, 2. Pada data sebelumnya dapat dilihat bahwasanya film yang mengangkat isu persoalan daerah masih minim, sehingga dalam pemilihan penelitian ini menjadi hal yang menarik untuk dibahas apalagi film ini menyangkut persoalan daerah khususnya dari daerah Jepara dan sekitar Muria, budaya tutur atau folklore yang tergerus oleh modernisasi sehingga perlu menumbuhkan perfilman lokal, serta pesan tersirat yang disampaikan di dalam film tersebut di antaranya permasalahan sosial akibat pencemaran lingkungan yang ditunjukkan dengan kelangkaan air Dengan adanya penelitian ini juga sebagai bentuk apresiasi karya filmmaker lokal agar terus bersemangat dalam berkarya. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif yakni penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang dapat diamati. (Moleong, 2. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yakni menganalisis dan menggambarkan secara objektif dan akurat tentang kegiatan, peristiwa dan keadaan penelitian. Vol. 3 No. Mei 2025 Sumber dalam penelitian ini mempunyai dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. (Moleong, 2. Data primer . merupakan data yang berbeda dengan data sekunder. Data primer atau sumber pokok dalam penelitian ini berupa film Kinari yang didapatkan secara langsung dari sutradara film Kinari yang diproduksi oleh Ladamif films asal Jepara tahun 2023 serta melakukan pengamatan dalam bentuk audio dan visual dari adegan yang menjadi fokus penelitian. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau catatan sejarah . ata dokume. yang dikumpulkan dalam arsip publik dan tidak dipublikasikan. Data sekunder yang berasal dari sumber kedua sebagai data pendukung relevan yang dapat dijadikan acuan dalam penelitian ini. Data sekunder dapat berasal dari tulisan yang mendukung data primer di antaranya buku, majalah dan jurnal. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara semi terstruktur ini digunakan untuk mengumpulkan data seputar apa saja isi pesan moral yang terkandung dalam film Kinari folklore desa Tempur. Adapun Informan yang dipilih oleh peneliti ialah sutradara film Kinari, pihak Ladamif Films serta penonton film Kinari, dengan teknik Purposive sampling. Hasil dari analisis data ini menghasilkan kesimpulan yang valid dan subjektif dengan melalui proses triangulasi data sebagai berikut: Triangulasi sumber misalnya memverifikasi data yang diperoleh dari berbagai sumber melalui beberapa data seperti hasil wawancara terdahulu, dokumen proposal produksi, dokumen naskah script, dokumen biografi dari produksi film Kinari. Triangulasi teknik adalah metode untuk menguji kredibilitas data dengan memeriksa data dari sumber yang sama menggunakan berbagai teknik berbeda. (Creswell, 2. Seperti data yang diperoleh dari hasil observasi menonton dan mengamati film Kinari secara keseluruhan, kemudian dilakukan pengecekan data dengan wawancara kepada Triangulasi waktu adalah teknik untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengumpulkan data pada waktu yang berbeda. Seperti ketika melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dilakukan secara langsung pada waktu masa sekarang sehingga hasil dari analisis dapat up to date. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Hasil dan Pembahasan Analisis Semiotika Roland Barthes dalam film Kinari Folklore Desa Tempur. Film Kinari adalah film pendek yang diproduksi oleh Rumah produksi film dari kota Jepara. Jawa Tengah yang bernama Ladamif Production pada tahun 2022. Awal mula ide pembuatan film Kinari berasal dari keterlibatan dalam program perfilman di Bali dengan tema kelestarian Film ini menceritakan Monik yang tomboi diasingkan bapaknya di lereng Gunung Muria. Monik sebagai penyanyi yang terkena kasus karena usai mengkritisi tambak yang mencemari air di tempat tinggalnya. Petani kopi nyentrik yang menggemblengnya melihat kesamaan Monik dengan folklore di desa Tempur. (Asshobirin, 2. Bapaknya lalu menitipkan Monik ke desa di lereng Gunung Muria. Oleh kawan papanya yang seorang petani kopi nyentrik. Monik digembleng hidup sebagai orang pegunungan bertolak belakang dengan kebiasaannya yang urban. Setelah menganalisis menggunakan semiotika Roland Barthes dalam memaknai tanda untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terdapat dalam film Kinari Folklore desa Tempur secara menyeluruh bahwa terdapat sembilan belas analisis di setiap scene, dari analisis tersebut terdapat beberapa hal di antaranya. Makna Denotasi dalam film Kinari merupakan film mengenai perjuangan yang menggambarkan perjalanan menemukan jati diri dan bangkit dari kesulitan, berawal dari diasingkan oleh orang tuanya di lereng Gunung Muria karena mengkritisi tambak yang mencemari air di tempat tinggalnya lalu terdapat kesamaan dengan folklore di desa Tempur. Sedangkan makna Konotasi dalam film Kinari yaitu tentang seorang anak Vol. 3 No. Mei 2025 bernama Monik yang tomboi yang memiliki sifat keras kepala namun berkat digembleng pamannya Monik menjadi pribadi yang lebih baik. Monik dikonotasikan mempunyai kesamaan dengan Ki Sabruk tokoh zaman dulu di kisah folklore sekitar Muria. Adapun mitos dalam film ini adalah semangat mengkomunikasikan pesan tentang pentingnya kesadaran dan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian budaya maupun Pesan Moral dalam Hubungan Manusia dengan Tuhan Pesan moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan yang terdapat dalam Film Kinari dapat dilihat dengan Berdoa sesuai keyakinan masingmasing, kita belajar menghargai pandangan orang lain dan menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. (Acep et al. , 2. Hal ini juga menegaskan bahwa inti dari doa adalah niat yang tulus dan kebaikan. Pesan Moral dalam Hubungan Manusia dengan Diri Sendiri Kesabaran Hikmah yang dapat kita ambil dalam scene ini adalah perilaku pak Dadang dalam agama Islam memiliki manfaat yang besar dalam mendidik jiwa dan memperkuat kepribadian seorang muslim, sehingga menambah kekuatannya untuk menghadapi beban Sabar juga sangat berguna untuk memperbarui semangat dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup. Keprihatinan Pada adegan ketika Monik melihat atas sampah yang dibuang di kali tersebut tentunya mempunyai makna pesan moral karena pada zaman sekarang orang mengabaikan sesuatu yang justru menimbulkan dampak yang besar, dari scene tersebut sifat prihatin Monik terhadap pencemaran lingkungan menjadi introspeksi bagi diri kita, bahwasanya diri kita seharusnya menjaga lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Bekerja Keras Pada adegan di scene film Kinari menunjukkan sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Monik yaitu bekerja keras, karena melihat dari adegan tersebut berawal dari Monik membawa sekarung rumput sendirian lalu berjalan menanjak menuju ke kandang terlihat ekspresi yang ikhlas tanpa mengeluh ini menunjukkan sikap kerja keras seseorang. Pantang Menyerah Pada adegan di scene film Kinari menunjukkan sikap pantang menyerah yang ditunjukkan Monik yaitu bekerja keras, karena melihat dari adegan tersebut berawal dari Monik membawa sekarung rumput sendirian lalu berjalan menanjak menuju ke kandang terlihat ekspresi yang ikhlas tanpa mengeluh ini menunjukkan sikap kerja keras Pesan Moral dalam Hubungan Manusia dengan Orang Lain Memuliakan Tamu Divisualkan dalam scene film Kinari, menunjukkan sikap yang menjadi salah satu indikator yaitu berupa dengan adegan dan dialog berupa bapaknya Monik meminta pak Dadang untuk mengobrol di rumah saja, lalu pak Dadang menjawab silakan saya bawakan kopinya dengan senang hati, sehingga manfaat yang dapat kita ambil dalam scene ini adalah pesan moral menghormati tamu yang merupakan suatu kewajiban dalam Islam. Menghormati tamu merupakan perilaku terpuji yang telah diajarkan sejak zaman nabi dan para sahabat. (AlAdawy, 2. Kepedulian Hikmah yang dapat kita ambil dalam scene ini adalah kita harus menerima sikap kepedulian seseorang karena memiliki manfaat timbal balik di mana orang saling membantu dan peduli satu sama lain dan berupaya menjaga perasaan orang lain. Vol. 3 No. Mei 2025 Tolong Menolong Sehingga manfaat yang dapat kita ambil dalam scene film Kinari adalah pada dasarnya prinsip tolong menolong yang kuat berakar pada keyakinan bahwa individu tidak akan berarti apa-apa tanpa hidup bersama orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan bantuan sesamanya untuk menghadapi permasalahan dan tantangan kehidupan, oleh karena itu kita harus tolong menolong. (Aman, 1. Saling Membantu Manfaat atau hikmah yang diperoleh pada scene ini adalah Memberikan bantuan kepada orang lain dapat memberikan rasa kepuasan dan kebahagiaan yang mendalam. Hal ini dapat meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama. Patuh atau Berbakti Dalam agama Islam, patuh atas perintah orang yang lebih tua merupakan sebuah bentuk penghormatan terhadap orang tua, hal ini dicontohkan dalam ayat Al- Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan pentingnya memuliakan orang tua. Toleransi Scene film Kinari tersebut mempunyai makna yang mendalam karena rumah ibadah yang berbeda saling berhadapan adalah contoh konkret dari bagaimana simbol-simbol fisik yang mencerminkan toleransi umat beragama. Bangunan keagamaan yang berdiri berdampingan menciptakan gambaran visual tentang toleransi dan saling menghormati di antara umat beragama. Dalam agama Islam, toleransi adalah sikap saling menghormati dan tolong menolong satu sama lain. (Rahayu, 2. Hal ini menunjukkan bahwa toleransi beragama tidak berarti mencampuradukkan ajaran atau praktik antara satu agama dengan agama lainnya. Kesimpulan Analisis semiotika dalam memaknai tanda yang ada dalam film MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Kinari Folklore desa Tempur pada bab sebelumnya, maka kesimpulan ini dibuat berdasarkan fokus pada rumusan masalah sebelumnya. sembilan belas analisis keseluruhan scene, dari analisis tersebut peneliti menyimpulkan sesuai dengan yang ditemukan dalam beberapa scene film Kinari dan telah dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang berfokus kepada makna denotasi, konotasi dan mitos. Hasil analisis pesan moral Film ini mengajarkan pesan berharga yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. seperti memuliakan tamu, kepedulian, tolong menolong, saling membantu sesama dan patuh atau berbakti, toleransi, kesabaran, keprihatinan, bekerja keras dan pantang Daftar Pustaka