Jagad Pustaka: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 1 No. Januari 2024 pISSN: 3032-4947 | eISSN: 3032-4823 Ayah Asi: Literasi ASI untuk Ayah lewat Dunia Maya Fiqru Mafar. Widiyastuti. Khoirul Maslahah. Endah Susilowati. Umi AsAoAdah. Paiman6. Mecca Arfa. Ika Krismayani. 1UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Jember. Indonesia 2UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta. Indonesia 3UIN Raden Mas Said Surakarta. Surakarta. Indonesia 4Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kab. Trenggalek. Trenggalek. Indonesia 5Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Cengkareng. Indonesia 6Sekolah Sophos Indonesia Tangerang Selatan. Indonesia 7, 8Universitas Diponegoro. Semarang. Indonesia Penulis Korespondensi: fiqru@uinkhas. ARTIKEL INFO Dikirim: 30 Januari 2024 Diterima: 30 Januari 2024 Diterbitkan: 30 Januari 2024 ABSTRAK Pendahuluan. Stigma bahwa pemberian ASI sematamata hanyalah peran dari seorang ibu mulai banyak Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran bahwa tumbuh-kembang anak merupakan kewajiban berdua, ayah dan ibu. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap peran komunitas Ayas Asi dalam melakukan kegiatan dan meliterasikan masyarakat tentang peran ayah dalam pemberian ASI. Metode Pengumpulan Data. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji komunitas Ayas Asi. Pengamatan terhadap data kegiatan Ayah Asi melalui berbagai situs dilakukan utuk mengumpulkan data yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Analisis perubahan yang terdiri dari empat kriteria, yaitu produksi, pengetahuan, akses dan kontrol, dan peran di masyarakat digunakan untuk menganalisis berbagai kegiatan tersebut. Hasil dan Diskusi. Komunitas Ayah Asi telah melakukan produksi melalui berbagai bentuk, seperti buku, iklan layanan masyarakat, dan juga kelas literasi. Pengetahuan yang disebarkan oleh komunitas Ayah Asi adalah informasi seputar pemberian ASI. Akses dan control dapat dilakukan melalui Twitter. TikTok. Podcast, dan YouTube. Ayah Asi memiliki peran penting dalam mendorong ayah untuk lebih memberikan dukungan dalam proses pemberian ASI. Simpulan. Kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Ayah Asi merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat terhadap pemberian ASI. Meskipun diawali dengan dunia maya, kegiatan Ayah Asi kemudian Jagad Pustaka: https://journal. id/index. php/jp/ Kata kunci: Ayah Asi. Literasi. Komunitas Maya Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi meluas sehingga terbentuk kelas-kelas literasi ASI. Hal ini perlu terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak agar masyarakat semakin sadar akan peran ayah dalam pemberian ASI. Keywords: Ayah Asi. Literacy. Virtual Community ABSTRACT Introduction. The breastfeeding is exclusively the mother's responsibility is now under extensive scrutiny. This shift aligns with the growing recognition that both parents play crucial roles in the growth and development of children. This article aims to shed light on the Ayah Asi community's role in conducting initiatives and educating the public regarding the involvement of fathers in breastfeeding. Method of collecting data. To investigate the Ayah Asi community, qualitative methods were employed. Observations of Ayah Asi activities were conducted across various platforms to gather research data. The analysis utilized qualitative research, employing four criteria: production, knowledge, access and control, and societal roles to scrutinize these diverse activities. Results and Discussion. The Ayah Asi Community has engaged in diverse forms of production, including books, public service advertisements, and literacy The information disseminated by the Ayah Asi community primarily revolves around breastfeeding. Access and control are facilitated through platforms such as Twitter. TikTok. Podcasts, and YouTube. Ayah Asi play a pivotal role in encouraging paternal support during the breastfeeding process. Conclusion. The initiatives undertaken by the Ayah Asi community manifest a collective commitment to Commencing in the virtual realm. Ayah Asi's activities have subsequently expanded to include ASI literacy classes. Continuous support from various stakeholders is imperative to enhance public awareness regarding the significant role of fathers in breastfeeding. PENDAHULUAN Berkembangnya situs jejaring sosial telah membentuk fenomena baru. Fenomena yang dikenal dengan istilah komunitas maya. Istilah ini digunakan untuk mengacu kepada fenomena yang menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan terbentuknya komunitaskomunitas tertentu dalam dunia maya yang digunakan sebagai wahana bersosialisasi di antara anggotanya. Saat ini, berbagai komunitas telah menjamur mengikuti pertumbuhan masyarakat yang ikut bergabung dalam situs jejaring sosial. Diantara beberapa komunitas maya yang ada, terdapat komunitas yang konsisten terhadap kegiatan-kegiatan yang mereka Terdapat kontiunitas dilihat dari segi komunikasi yang mereka lakukan. Namun, banyak juga komunitas maya yang Aohidup segan mati pun tak mauAo. Komunitas ini hanya berdiri dan aktif beberapa saat saja, kemudian terhenti tanpa ada kelanjutan aktivitas oleh para anggotanya. Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi Sebagai bentuk usaha menjaga kebertahanan aktivitas komunitas maya, perlu adanya komitmen di antara pengelola. Komitmen tersebut berupa keinginan untuk terus memantau kegiatan dan aktivitas para anggotanya. Dengan adanya pemantauan tersebut, pengelola komunitas maya dapat mengetahui apakah komunikasi yang terjalin di antara para anggotanya terjadi secara aktif atau tidak. Melalui informasi ini, pengelola komunitas kemudian dapat menentukan, aktivitas apa yang dapat dilakukan untuk menjaga keaktifan komunikasi di antara para anggota. Menjamurnya komunitas maya yang ada, membuat kajian tentang hal ini menjadi Kajian yang ada terutama jika dikaitkan dengan budaya cyber yang terbentuk akibat dari penggunaan internet di dunia maya sebagai sarana bersosialisasi. Salah satu komunitas dalam dunia maya adalah Ayah Asi. Melalui tulisan ini, penulis ingin mengkaji Ayah Asi sebagai salah satu bentuk komunitas maya. Diharapkan, tulisan ini dapat memberikan informasi tentang apa itu Ayah Asi. Penulis juga berharap, tulisan ini akan menjadi salah satu bentuk kajian dunia maya yang dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi para peneliti lain. TINJAUAN PUSTAKA Gambar 1 Twitter @ID_AyahAsi. Sumber: https://twitter. com/ID_AyahASI Komunitas ini berawal dari kesadaran bahwa ASI merupakan kebutuhan utama bagi bayi. Dalam rangka mendukung program ASI, maka seorang ayah memiliki peran yang sangat penting. Mengapa demikian, karena salah satu faktor yang mempengaruhi Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi lancar tidaknya ASI adalah ayah . Inilah yang mendorong dibentuknya komunitas Ayah Asi di Twitter pada September 2011 dengan alamat @ID_AyahAsi. Komunitas ini dibentuk sebagai inisiasi dalam mendukung pemberian ASI ekslusif bagi bayi. Pemberian ASI tersebut tidak hanya menuntut peran ibu, selaku yang Tetapi juga perlu dukungan an keterlibatan penuh dari sang ayah. Agar dapat lebih diterima oleh masyarakat, maka informasi yang disampaikan menggunakan pendekatan teman sebaya (Ayah Asi: 2. Selain Twitter. Ayah Asi juga memiliki website resmi yang berisi informasiinformasi seputar pemberian ASI. Informasi tersebut dapat diakses melalui laman http://ayahasi. Tidak hanya itu, untuk lebih mempermudah penyebaran informasi tentang peran ayah dalam pemberian ASI. Ayah Asi juga memanfaatkan berbagai platform lain, seperti TikTok. Pordcast, dan juga Youtube. Gambar 2 Tampilan situ Ayah Asi Sumber: http://ayahasi. Gambar 3 Logo Ayas Asi Sumber: http://ayahasi. Komunitas yang diinisiasi oleh Ernest Prakasa. Sogi Indra Dhuaja. Rahmat Hidayat. Dipa Andika. Shafiq Pontoh. Pandu Gunawan. Syarief Hidayatullah dan Aditia Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi Sudarto ini telah diikuti oleh 400. 352 pengikut. Mereka terdiri dari para anggota yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai program ASI di masyarakat. Fakta yang lebih mengejutkan, anggota dari Ayah Asi ini tidak melulu laki-laki. Terdapat beberapa anggota perempuan, yang bahkan mengaku masih belum menikah atau belum memiliki anak. Untuk lebih mengenalkan peran ayah dalam pemberian asi ini. Ayah Asi bekerjasama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) membuat sebuah iklan layanan masyarakat tentang pentingnya peran seorang ayah dalam pemberian ASI pada Iklan layanan masyarakat ini diperankan oleh Syarif Hidayatullah, yang merupakan salah satu admin Ayah ASI. Dalam iklan tersebut, terlihat jelas betapa seorang ayah juga wajib memberikan dukungan terhadap seorang ibu agar dapar memberikan ASI kepada sang bayi. Gambar 4 Salah Satu Adegan dalam Iklan Ayas Asi Sumber: (AIMI, 2. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati berbagai data yang diperoleh dari sumber kepustakaan berupa situs, media sosial, maupun video yang tampil secara publik pada situs YouTube. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan analisis perubahan yang terdiri dari empat kriteria, yaitu produksi, pengetahuan, akses dan kontrol, dan peran di masyarakat (Anderson, 1. Hasil Analisa kemudian dideskripsikan sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Produksi Kriteria produksi berkaitan dengan uang, modal, atau kredit yang digunakan untuk menghidupi suatu komunitas. Dalam Ayah Asi, modal diperoleh melalui kegiatamkegiatan seperti pembuatan iklan, penerbitan buku, dan kegiatan seminar atau sejenisnya. Sebagimana telah disebutkan di atas, bahwa Ayah Asi telah melakukan kerjasama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) untuk membuat sebuah iklan layanan Dari kegiatan ini. Ayah Asi kemudian mendapatkan masukan dana yang dapat digunakan untuk mengelola komunitas virtual tersebut. Selain itu, saat ini Ayah Asi Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi telah menerbitkan sebuah buku yang berjudul Catatan Ayah Asi yang ditambah-tambahin. Diharapkan, buku tersebut tidak hanya sebagai sarana penyebaran program Ayah Asi, tetapi juga dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pemasukan dana bagi komunitas Ayah Asi. Selain iklan dan penerbitan. Ayah Asi juga menyelenggarakan kelas literasi tentang ASI. Salah satu kelas literasi yang diselenggarakan adalah Literasi Menyusui untuk Ayah. Kelas yang dikhususkan untuk para ayah ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana mendukung program ASI. Meskipun kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juli 2023 ini dilaksanakan secara gratis, namun menjadi modal untuk menunjukkan eksistensi komunitas Ayah Asi di masyarakat. Pengetahuan Pengetahuan yang disebarkan oleh Ayah Asi adalah informasi seputar pemberian ASI. Dalam sebuah wawancara di Metro TV, dikemukakan bahwa tujuan utama dari Ayah Asi ini adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa 70-80% keberhasilan pemberian ASI bagi bayi dipengaruhi oleh peran sang ayah (Metro TV, 2. Hal ini dikarenakan salah satu faktor pendukung keberhasilan pemberian ASI adalah adanya dukungan sang ayah. Dukungan tidak hanya dalam bentuk kerjasama dalam mengurus bayi, tetapi juga kemauan ayah untuk ikut sebagai konsultan ASI bagi ibu. Gambar 5 Cuplikan wawancara Metro TV dengan Ayah Asi Sumber: https://metrotvn. ws/eN4XaQoN/ Melalui komunitas virtual ini, penggiat Ayah Asi ingin memberikan pemahaman bahwa seorang ayah juga memiliki peran yang penting dalam memberikan informasi yang benar dalam pemberian ASI. Pengetahuan ini dapat diperoleh melalui penelusuran informasi di internet. Nantinya, diharapkan Sang Ayah dapat menjadi katalisator terhadap mitos-mitos pemberian ASI yang berkembang di masyarakat. Pengetahuan tersebut disebarkan oleh komunitas Ayah Asi melalui Twitter, website, buku, modul, iklan layanan masyarakat, serta berbagai platform media sosial. Bahkan, modul yang dihasilkan oleh komunitas ini merupakan hasil kerjasama Ayah Asi dengan Unicef Indonesia. Dengan demikian, informasi yang disebarkan merupakan hasil kolaborasi dengan lembaga internasional yang terverifikasi. Diharapkan, melalui Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi penyebaran informasi dengan berbagai platform, pengetahuan tentang ASI akan dapat diketahui oleh masyarakat luas, terutama oleh para ayah. Gambar 6 Informasi Seputar ASI di Twitter Sumber: https://twitter. com/ID_AyahASI/ Akses dan Kontrol Semua orang dapat mengakses komunitas Ayah Asi, baik yang berada di Twitter maupun di situs resminya. Untuk dapat mengakses informasi yang berada di Twitter, maka perlu terlebih dahulu menjadi pengikut @ID_AyahAsi. Dengan demikian, informasi seputar peran ayah dalam pemberian ASI dapat diakses. Sebagai mediator. Ayah Asi memiliki beberapa orang yang berfungsi sebagai Mereka adalah Ernest Prakasa. Sogi Indra Dhuaja. Rahmat Hidayat. Dipa Andika. Shafiq Pontoh. Pandu Gunawan. Syarief Hidayatullah dan Aditia Sudarto. Mereka inilah yang berfungsi sebagai pengontrol komunitas virtual Ayah ASI. Namun, sayangnya tidak terdapat kejelasan mengenai tugas dan fungsi para admin tersebut. Informasi yang disebarkan oleh Ayah Asi tidak hanya disebarkan melalui Twitter dan situs resminya saja. Berdasarkan tautan yang tencantum dalam https://linktr. ee/ayahasi/ masyarakat juga dapat mengakses informasi melalui berbagai sosial media Ayas Asi, seperti TikTok. Podcast, dan juga YouTube. Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi Gambar 7 Linktree Ayah Asi Sumber: http://ayahasi. Peran di Masyarakat Komunitas Ayah Asi telah berperan penting bagi masyarakat dalam mendorong ayah agar lebih mendukung pemberian ASI. Peran tersebut semakin dirasakan oleh para anggota Ayah Asi. Melalui informasi yang mereka sampaikan. Ayah Asi telah menjadi komunitas pendukung program pemerintah dalam pemberian ASI bagi bayi di Indonesia. Peran Ayah Asi di masyarakatsalah satunya dapat dilihat dari pertumbuhan pengikut media sosial Ayah Asi. Jumlah pengikut di Twitter Ayah Asi selalu mengalami pertumbuhan yang pesat. Sejak dibentuk pada tahun 2011, sampai saat ini telah memiliki pengikut yang mencapai ratusan ribu. Selain melalui jumlah pengikut, peran Ayah Asi juga dapat dilihat dari berapa banyak jumlah suka pada postingan yang ada. Pada salah satu akun media sosial Ayah Asi, salah satu postingan bahkan mencapai lebih dari empat ribu suka dari pengikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebermanfaatan Ayah Asi bagi masyarakat melalui informasi yang mereka sebarkan cukup diakui. Fiqru Mafar. Dkk. Ayah Asi SIMPULAN Analisa sederhana di atas menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Ayah Asi merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut pulalah Ayah Asi mendapatkan dana yang digunakan untuk mengelola Informasi yang disampaikan melalui komunitas ini adalah informasi seputar peran ayah dalam pemberian ASI. Informasi tersebut disampaikan ke masyarakat luas melalui Twitter, situs resmi, iklan, modul, buku, serta berbagai platform media sosial. Mengenai akses. Ayah Asi mempersilahkan semua orang untuk dapat mengakses informasi yang dihasilkan oleh komunitas ini. Melalui komunitas ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya pemberian ASI bagi Sang Bayi. DAFTAR PUSTAKA