28 Vol. No. 2, 2021, pp. ISSN 2721-1703 E-ISSN 2809-4727 Jurnal Cakrawala Bahari Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN KEGIATAN BONGKAR MUAT BATU BARA DI PT. LAMBANG JAYA BARITO Jose Beno Program Studi Transportasi Laut Article Info Article history: ABSTRACT . PT) Received Jun 12th, 2021 Revised Aug 20th, 2021 Accepted Aug 26th, 2021 Keyword: Bongkar Muat. Alat Berat. Batubara Salah satu kegiatan operasional Pelabuhan adalah kegiatan bongkar muat barang dimana itu juga merupakan salah satu faktor pendukung berkembangnya suatu daerah yang secara langsung juga akan berdampak kepada berkembangnya kegiatan perekonomian daerah/ wilayah setempat Usaha bongkar muat barang adalah kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang bongkar muat barang dari dan ke kapal di Pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal hal yang mempengaruhi dalam kegiatan bongkar muat batu bara yang dilaksanakan oleh PT lambing jaya Barito penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana hasil kesimpulannya Masalah sumber daya manusia dan masalah alat berat merupakan faktor yang mempengaruhi dalam kelancaran kegiatan bongkar muat batu bara Setiap perusahaan atau instansi tertentu pasti ingin karyawannya memiliki kemampuan dalam menghasilkan suatu kinerja yang baik dan Hal ini sangat sulit dicapai apabila karyawan yang bekerja di dalamnya merupakan orangAeorang yang tidak produktif. Baik perusahaan maupun instansi kadang kala tidak memiliki kemampuan untuk membedakan mana karyawan yang produktif atau mana karyawan yang tidak produktif A 2021 The Authors. Published by Politeknik Pelayaran Sumatera Barat. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Jose Beno. ST. SI. Politeknik Pelayaran Sumatera Barat Email. msiangkatan34@gmail. Pendahuluan PT. Arpeni Pratama Ocean Line (PT. APOL) cabang Banjarmasin didirikan pada tahun 1975. Dalam kegiatan sehari-hari PT. Arpeni Pratama Ocean Line cabang Banjarmasin bergerak dalam bidang bongkar muat batu bara dengan mengoperasikan tongkang dan kapal tunda. Dalam bidang bongkar muat batu bara. PT. Arpeni Pratama Ocean Line memiliki anak perusahaan yaitu PT. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Lambang Jaya Barito (LJB). Hal ini untuk dapat menunjang atau membantu aktifitas perusahaan PT. Arpeni Pratama Ocean Line yang telah mengadakan kerjasama dengan beberapa perusahaan besar yaitu: PT. Adaro Indonesia. KPC. MBP. Arutmin. PT. Jorong Baru Tama Greston. PT. Lambang Jaya Barito (LJB) Banjarmasin mempunyai sumber daya manusia yang profesional serta alat berat yang mendukung dalam kegiatan bongkar muat batu bara. Sumber daya manusia memegang peranan penting Masalah menjadi penghambat dalam pengoperasian bongkar muat tersebut antara lain cuaca yang tidak mendukung, atau dari sumber daya manusia itu sendiri. Untuk itu sumber daya manusia merupakan faktor penentu daripada mesin atau perangkat apapun. Suatu perusahaan tidak akan berkembang jika sumber daya yang ada di dalamnya kurang profesional Kajian Pustaka Bongkar Muat Jasa bongkar muat di pelabuhan dilaksanakan oleh perusahaan bongkar muat, seperti yang diuraikan oleh Suyono,R,P . bahwa : Yang dimaksud dengan perusahaan bongkar muat (PBM) barang adalah badan hukum Indonesia yang khusus didirikan untuk menyelenggarakan dan mengusahakan kegiatan bongkar muat barang dari dan ke kapal. Adapun tenaga kerja bongkar muat (TKBM) adalah semua tenaga kerja yang terdaftar pada pelabuhan setempat yang melakukan pekerjaan bongkar muat di pelabuhan. Penyedia jasa bongkar muat adalah perusahaan yang melakukan kegiatan bongkar muat (Stevedoring. Cargodoring dan Receiving/Deliver. dengan menggunakan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dan peralatan bongkar muat (Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 14 tahun 2. Pengertian bongkar muat sendiri telah dikemukakan oleh Herry Gianto dan Arso Martopo . Auusaha bongkar muat barang adalah kegiatan jasa yang bergerak dalam kegiatan bongkar muat barang dari dan ke kapal, yang terdiri dari kegiatan Stevedoring. Cargodoring, dan Receiving/DeliveryAy. Alat-alat yang dipergunakan dalam suatu pekerjaan pemuatan dan pembongkaran, yang kita namakan Cargo Handling Equipment, dibagi dalam dua bagian besar yaitu : Alat atau wadah, di mana muatan yang hendak dimuat atau dibongkar diletakkan atau di-handle sebelum diangkat ke/dari atas kapal. Alat atau pesawat harus mengangkat dipersiapkan tersebut. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Kegiatan bongkar/muat barang di kapal lazim disebut sebagai Stevedoring adalah jasa pelayanan membongkar dari/ke kapal, dermaga, tongkang, truk atau muat dari/ke dermaga, tongkang, truk ke/dalam palka dengan menggunakan derek kapal atau yang lain. Ay Hal ini dikemukakan Menurut Herry Gianto dan Arso Martopo . Dalam kegiatan bongkar muat perlu adanya ketentuan- ketentuan atau aturan yang sesuai dengan kegiatan pelaksanaan bongkar muat di pelabuhan antara lain sebagai berikut : Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 4 Tahun 1985 Tentang Kebijaksanaan Arus Barang Untuk Menunjang Kegiatan Ekonomi . Lampiran INPRES No. 4 / 1985 Untuk mengurangi biaya Bongkar Muat Barang yang meliputi Stevedoring. Cargodoring. Receiving dan Delivery . Pasca INPRES No. 4 / 1985 UU No. 21 / 1992 tentang Pelayaran . Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) . PBM Pasca INPRES No. 5 Tahun 2005 . Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2010 Pasal 80 Bulk Cargo Menurut Noch Idris Ronosentono . Auyang dimaksud Bulk Cargo adalah semua jenis barang yang secara fisik bentuknya tidak dapat atau tidak harus dikemas tersendiri dengan jenis kemasan apapun juga kecuali disesuaikan dengan unit alat angkutan itu sendiri. Ay Metodologi Metode penelitian adalah cara atau teknis yang dilakukan dalam penelitian. Dalam bagian ini dijelaskan tentang alasan pemilihan lokasi, data yang diperlukan, cara pengumpulan data dan teknik analisis data. Seluruh aspek dalam metode penelitian diterangkan secara ringkas. Penelitian langsung ke lokasi untuk mengamati kejadian sebenarnya di PT. Lambang Jaya Barito yang merupakan anak perusahaan PT. Arpeni Pratama Ocean Line cabang Banjarmasin yang beralamatkan di Jl. Kapten Pierre Tendean No. Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Penelitian dilaksanakan di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Metode Penelitian ini menggunakan metodologi Kualitatif Deskriptif. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Hasil Dan Pembahasan Kendala yang terjadi pada saat pembongkaran batu bara dan cara-cara mengatasinya Kendala merupakan salah satu hal yang tidak diinginkan oleh semua perusahaan bongkar Karena kendala tersebut dapat menyebabkan keterlambatan terhadap proses bongkar muat itu sendiri. Hal-hal yang merupakan kendala pada saat proses pembongkaran antara lain : Kendala cuaca atau For ce Majeure Dalam hal ini pengaruh iklim, angin, cuaca sangat berpengaruh dalam proses kegiatan bongkar muat batu bara. Dalam hal ini peran dari Badan Meteorologi. Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sangat mendukung untuk mengetahui apakah cuaca baik/buruk. Kerusakan Alat Bongkar Alat bongkar muat merupakan tonggak dari perusahaan bongkar muat. Tenaga Bongkar Muat Sumber Daya Manusia merupakan hal penting lainnya dalam proses bongkar muat batu bara. Menurunnya kinerja dari sumber daya manusia dapat memperlambat proses pembongkaran atau pemuatan. Meskipun alat bongkar muat, namun tenaga kerja sendirilah yang mengoperasikannya. Lambatnya Proses Penyandaran kapal Sebelum nahkoda akan memberitahukan kedatangan kapalnya melalui fax, telegraph, email kepada agen pelayaran yang ada di pelabuhan tersebut. Adapun instansi atau pihak yang terkait adalah : Otoritas Pelabuhan Setiap kapal yang akan masuk pelabuhan harus melakukan pemberitahuan Otoritas Pelabuhan PKKA (Pemberitahuan Keagenan Kapal Asin. untuk kapal berbendera asing dan PKK (Pemberitahuan Keagenan Kapa. untuk kapal berbendera Indonesia. Otoritas Pelabuhan terdiri dari tiga bidang yaitu bidang Lalu Lintas Laut, bidang Kesyahbandaran, bidang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai . PT. Pelabuhan Indonesia Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Setelah menerima permohonan pelayanan dari pihak agen kapal, maka Pelabuhan Indonesia nantinya akan mengeluarkan bahwa pihak PT. Pelindo telah mengijinkan bagi kapal untuk menggunakan dermaga dan bertambat disana. Untuk penentuan lokasi tambat dan waktu tambat pihak PT. Pelindo akan menyelenggarakan meeting harian yang harus dihadiri oleh pihak perusahaan pelayaran, perusahaan bingkar muat dan EMKL. Bea dan Cukai (Customs and Excis. Instansi ini sangat erat hubungannya dengan muatan yang berupa barang ekspor dan impor yang akan dibongkar maupun dimuat. Karena mereka yang berhak melakukan pemeriksaan terhadap semua barang yang ada di atas kapal termasuk muatan yang ada di kapal tersebut. Kantor Imigrasi Pihak imigrasi tidak berorientasi terhadap jalur pelayaran kapal tersebut, melainkan terhadap crew kapal, apakah terdapat crew asing dalam kapal . Kantor Kepanduan Staf operasional melakukan pemberitahuan kepada kantor kepanduan untuk melakukan permohonan pemanduan terhadap kapal yang mereka ageni. Kantor Kesehatan Pelabuhan Tugas karantina adalah melakukan pengecekan terhadap kesehatan kapal sebelum memasuki daerah dinas kesehatan Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama melakukan praktek darat, pemeriksaan terhadap setiap kapal yang sandar jarang dilaksanakan oleh instansi yang terkait. Pihak yang terkait tidak naik ke atas kapal untuk melaksanakan pemeriksaan langsung terhadap kapal. Mutu tenaga kerja sangat mendukung dalam peningkatan produktivitas, maka pihak PT. Lambang Jaya Barito di bawah naungan PT. Arpeni Pratama Ocean Line kompensansi kepada para pekerja untuk dapat meningkatkan produktivitasnya, dalam hal ini pemberian kompensasi untuk meningkatkan kesejahteraan bagi tenaga kerja ada beberapa cara: Pemberian tambahan gaji atau upah Pemberian tambahan gaji atau upah dapat diberikan kepada para pekerja apabila perusahaan memperoleh untung lebih, pemberian Tunjangan Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Hari Raya kepada para pekerja yang beragama Islam, memberikan Jamsostek secara cuma-cuma dari perusahaan tanpa memotong gaji, memberikan hadiah kepada tenaga kerja yang disiplin kerja ataupun para pekerja yang tidak pernah melakukan tindakan kesalahan yang mengakibatkan kerugian oleh Menonaktifkan tenaga kerja yang sudah lanjut usia Untuk meningkatkan produktivitasnya tenaga kerja bongkar muat salah satunya adalah menonaktifkan tenaga kerja yang sudah lanjut usia, dan mengganti tenaga kerja baru yang lebih professional. Sudah dilakukan pengamatan dan hasil tenaga kerja bongkar muat yang sudah lanjut usia kerjanya kurang optimal dalam penanganan muatan. Memperbaiki kondisi lingkungan kerja Kecelakaan kerja yang terjadi pada tenaga kerja bongkar muat merupakan resiko kerja yang memang akan dialami. Mengadakan pendidikan dan pelatihan Untuk peningkatan produktivitas tenaga kerja bongkar muat PT. Lambang Jaya Barito dalam kegiatan bongkar muat adalah peningkatan keterampilan dari para buruh, yang dilakukan dengan mengadakan pendidikan atau latihan. Meningkatkan kedisiplinan kerja Kelancaran produktivitas TKBM di dermaga sering mengalami masalah yang tidak terlepas dari TKBM itu sendiri yaitu kurangnya kedisiplinan dalam penggunaan waktu kerjanya. Mengganti alat-alat bongkar muat yang sudah tidak layak pakai dan menambah dengan alat bongkar muat yang baru Berikut adalah pengaruh dari penambahan alat berat dalam pemuatan batu bara dari stok file di Sungai Puting Banjarmasin sampai ke atas . Peralatan yang diperlukan dalam pemuatan Peralatan yang dimiliki PT. Lambang Jaya Barito Banjarmasin berjumlah 12 unit yang terbagi atas 6 unit Dozer dan 6 unit Loader sehingga dalam realisasi pelaksanaan sering terhambat. semakin banyak. Pada tabel 4. 1 dapat dilihat jumlah alat berat yang ada pada PT. Lambang Jaya Barito. Tabel 1 Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Data Alat Berat di PT. Lambang Jaya Barito Banjarmasin NAMA ALAT BERAT NO. JUMLAH DOZER D5G A03 DOZER D5G A04 DOZER D5G A05 DOZER D5G A08 LOADER WA 180 A03 LOADER WA 180 A08 Total Alat Berat JUMLAH 2 UNIT 2 UNIT 2 UNIT 3 UNIT 3 UNIT 12 UNIT 2 UNIT 2 UNIT 2 UNIT 2 UNIT 3 UNIT 5 UNIT 16 UNIT 1 RUSAK 1 BARU KETERANGAN LAYAK PAKAI LAYAK PAKAI 2 BARU LAYAK PAKAI 2 BARU Sumber data primer yang diolah dari PT. Lambang Jaya Barito . Fungsi Loader dan Dozer Dozer untuk mendorong muatan agar dapat dijangkau oleh crane kapal dan untuk mengumpulkan batu bara supaya muatan berbentuk gunung, sedangkan alat yang digunakan untuk meratakan muatan yang masih tinggal sedikit adalah Loader. Faktor yang menentukan pemuatan Kapasitas dan kecepatan peralatan yang tersedia yaitu, alat- alat berat . ozer, loade. dan kapasitas masing-masing palka. Untuk Mother Vessel, cukup atau tidaknya tenaga dalam kegiatan transshipment seperti Port Captain, mooring gang, operator alat berat, tali-tali, fender dan lain sebagainya. Dari data pembongkaran dan pemuatan batu bara dari stokfile sampai diatas tongkang dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penambahan terhadap kegiatan bongkar muat. Keadaan ini dapat dilihat dari data contoh kronologis diatas yang menyatakan bahwa dengan adanya penambahan satu alat berat dapat mempercepat jalannya kegiatan bongkar batu bara di stok file. Sebelum pembongkaran batu bara adalah 40 menit dan setelah adanya penambahan alat berat menjadi 20 menit, jadi dapat disimpulkan adanya penambahan alat berat dapat mempercepat waktu 20 menit. Pada tahun 2011 PT. Lambang Jaya Barito menambahkan alat berat sejumlah 4 alat berat. Dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat maka perusahaan yang dulunya menggunakan 2 dozer dan 2 loader maka pada tahun 2010 PT. Arpeni Pratama Ocean Line mengambil langkah untuk menambahkan 4 alat berat yaitu 2 dozer dan 2 loader sehingga dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat pada tahun 2011 menggunakan 8 alat berat yaitu 4 dozer dan 4 loader. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Simpulan Kesimpulan Berdasarkan lapangan serta dari uraian pembahasan mengenai ketersediaan alat berat guna mengoptimalkan kegiatan bongkar muat batu bara di PT. Lambang Jaya Barito Banjarmasin, maka dapat diambil kesimpulan. Kendala dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat pada PT. Lambang Jaya Barito Banjarmasin sangat dipengaruhi oleh kendala cuaca yang buruk, peralatan bongkar muat yang tidak layak pakai, kurangnya peralatan bongkar muat yang ada, tenaga kerja bongkar muat yang kurang memadai, serta lambatnya proses penyandaran kapal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala yang ada adalah pemberian tambahan gaji atau upah, menonaktifkan tenaga kerja yang sudah tidak usia produktif, memperbaiki kondisi lingkungan kerja, mengadakan pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kedisiplinan kerja. Mengganti alat berat dengan yang baru. References