Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ANALISIS KADAR CYSTATIN C SEBAGAI PENANDA AWAL KERUSAKAN GINJAL PADA PASIEN PENYINTAS COVID-19 Amirah1 . Gilbreth Pamean,2 Arlitha Deka Yana3. Kasmuddin Darmo4. KaAoba Paharu5 . Titi Purnama6 1,2,3,4,5DIV Teknologi Laboratorium Medis . Fakultas Teknologi Kesehatan Universitas Megarezky. D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: amirah2asnawie087@gmail. com,gilberthp@gmail. Arlithadekayana30@gmail. com ,kasmuddindarmo@gmail. com,kaAobapaharu@gmail. titipurnam@gmail. ABSTRAK COVID-19(Corona Virus Disease-. sebabkan oleh SARS-COV2, pertama kali muncul di Wuhan. Cina pada Desember 2019 dan pada Maret 2020, dinyatakan sebagai pandemi, virus ini menyebabkan penyakit pernapasan ringan hingga sedang, selain saluran pernapasan virus COVID-19 juga menyerang berbagai organ tubuh seperti jantung, hati, dan ginjal. Hampir sepertiga pasien COVID-19 berkemungkinan untuk menderita Acute Kidney injury (AKI). Kelompok pasien yang telah melewati masa isolasi dan perawatan disebut sebagai penyintas COVID-19. Untuk mendeteksi apakah terjadi gangguan pada ginjal seseorang dapat dilakukan pemeriksaan fungsi ginjal. Biasanya kreatinin hanya dapat mendeteksi kerusakan ketika ginjal sudah mengalami kerusakan lebih dari 50%, oleh karena itu pada penelitian ini gunakan parameter baru yang lebih meyakinkan dari kreatinin yaitu Cystatin C. penelitian ini bertujuan mengetahui kadar Cystatin C pada pasien penyintas COVID19. Jenis penelitian observasi laboratorium dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 21 orang pasien penyintas COVID-19 yang diperiksa dengan menggunakan metode pemeriksaan ELISA. Hasil penelitian menunjukan dari 21 sampel, 17 di antaranya memiliki kadar Cystatin C yang normal sedangkan 4 lainnya mengalami peningkatan kadar Cystatin C. Kata Kunci : COVID-19. Penyintas COVID-19. Ginjal. Acute Kidney injury (AKI). Cystatin- C Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 PENDAHULUAN Severe Acute Respiratory SindromeAe CoronaVirus-2(SARS-CoV-. ,pathogen penggunaan agen pressor, dan penanda penyebab COVID-19(CoronaVirus Disease- . , pertama kali muncul di Wuhan. Cina pada lain,(Silver et al. , 2. Kematian akibat Desember AKI terkait COVID-19 mencapai 35-80%. Maret dinyatakan sebagai pandemi. Sejak awal April yang melibatkan multi-organ dan kematian 4. 444 pasien AKI. Indonesia telah melaporkan lebih dari 1,5 Enzim pengubah angiotensin 2 (ACE. juta kasus positif COVID-19 sejak awal Maret telah diidentifikasi sebagai reseptor untuk Penyakit Coronavirus (COVID-. adalah SARS-CoV. ,(Novianty, penyakit menular yang disebabkan oleh virus ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme . SARS-CoV-2. yang juga terdapat pada ginjal inilah yang terinfeksi virus mengalami penyakit pernapasan memungkinkan virus SARS-CoV-2 untuk ringan hingga sedang dan sembuh tanpa perlu menyerang atau merusak ginjal dalam tubuh perawatan khusus. Namun, beberapa orang penderita COVID-19. Virus ini menjadi sakitparah dan memerlukan perawatan. dapat berikatan dan masuk ke dalam sel Kelompok pasien yang telah melewati masa glomerulus, epitel tubulus, dan podosit isolasi dan perawatan ini disebut sebagai Kebanyakan penyintas COVID-19 Reseptor Selama infeksi COVID- 19, badai Selain saluran pernapasan, virus COVID-19 sitokin menyebabkan hipoperfusi parah dan juga menyerang berbagai organ tubuh seperti dapat menyebabkan AKI (Acute Kidney jantung, hati, dan ginjal. Ginjal merupakan organ Injur. yang erat kaitannya dengan perjalanan penyakit Untuk COVID-19, misalnya sebagai faktor risiko pada gangguan pada ginjal seseorang, biasanya di pasien Penyakit Ginjal Kronik(PGK) dan lakukan pemeriksaan fungsi ginjal, biasanya sebagai komplikasi yang bermanifestasi sebagai dengan mengukur kadar kreatinin dari pasien gagal ginjal akut (AKI). yang kemudian biasanya di lanjutkan COVID-19 Hampir sepertiga LFG . aju Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. menderita AKI. Kasus AKI tercatat di ICU dan p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 glomerulu. namun karena kadar kreatinin di 46% dibandingkan dengan perawatan biasa pengaruhi oleh banyak faktor serta biasanya Hal ini karena AKI pada pasien sakit kritis kreatinin hanya dapat mendeteksi kerusakan mencerminkan beberapa kondisi seperti sepsis, ketika ginjal sudah mengalami kerusakan disfungsi kardiopulmoner, ventilasi mekanis, lebih dari 50 %, maka di gunakanlah parameter baru yang lebih meyakinkan dari Medis kreatinin yaitu Cystatin C. dapatkan hasil sebagai berikut : Cystatin C adalah protein dengan berat molekul rendah . yang disintesis oleh Reserch Center (HUM-RC) di Tabel . Kadar Penyintas covid-19 Cystatin-C semua sel berinti. Cystatin C adalah anggota yang bertindak inhibitor protease sistein. Cystatin C difiltrasi secara bebas oleh glomerulus dan tidak direabsorbsi dan dikeluarkan dari tubulus, tetapi hampir seluruhnya . %) dihancurkan oleh sel tubulus proksimal sehingga tidak ada yang Berdasarkan data tabel . 1 di atas dapat dikembalikan ke darah. Oleh karena itu, kadar dilihat bahwa dari 17 subjek penelitian . Cystatin C dalam darah mencerminkan laju %) berjenis kelamin perempuan, 13 subjek penelitian memiliki kadar Cystatin C yang (GFR) dan mendekati penanda ideal untuk GFR endogen normal sedangkan 4 subjek penelitian Kadar Cystatin C tidak dipengaruhi oleh mengalami peningkatan. Sedangkan dari 4 massa otot, sehingga CysC dapat digunakan subjek penelitian . %) berjenis kelamin untuk menilai fungsi ginjal. laki-laki, ke empat-empatnya memiliki METODE PENELITIAN kadarCystatin C yang normal. Penelitian Berdasarkan tabel diatas, nilai p-value Observasional Laboratory dengan pendekatan 398 pada nilai Exact Sig. Fisher Cross Sectional study Exact Test. Dimana jika nilai p-value HASIL (Exact. Sig. ) < 0. 05 maka di anggap ada Telah dilakukan penelitian dimulai dari tahapan pengambilan data rekam medis pasien yang pernah terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR. enyintas hubungan sedangan > 0. 05 maka di anggap tidak ada hubungan. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 covi. di Rumah Sakit Bhayangkara makassar, kemudian pengambilan sampel darah pasien dilakukan di rumah masing-masing Pemeriksaan Laboratorium Hasanuddin University Tabel . Kadar Cystatin-C pada Penyintas covid-19 berdasarkan gejala adalah 1,247 mg/dl dengan standar deviasi PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di bagian Rekam medis Rumah Sakit Bhayangkara kota Makassar , dan pemeriksaan sampel dilakukan di Hasanuddin University Medical and Research Center (HUM-RC) pada 21 subjek penelitian . Tahapan awal yang di lakukan yaitu Berdasarkan table. di atas, dari total 16 pengumpulan data rekam medis pasien subjek penelitian yang mengalami gejala ringan, identitas, diagnosis, dan nomor 14 memiliki kadar Cystatin C yang normal dan 2 kontak pasien selama kurang lebih 2 minggu, mengalami peningkatan. Sedangkan dari total 5 subjek penelitian yang mengalami gejala ringan penyintas covid 19 dengan metode door to 3 orang memiiki kadar Cystatin C yang normal door untuk memintai persetujuan dan di dan 2 mengalami peningkatan. ambil darahnya yang kemudian di bawa ke Berdasarkan tabel di atas , hasil uji Fisher dilakukan kunjungan pada pasien HUM-RC Exact Test di dapatkan hasil dari p-value (Exact serum darah, kemudian Sig. ) adalah 0. aliquot serum ke dalam cup sampel dan di simpan di dalam freezer dengan suhu -80o C. Tabel . Nilai Minimum. Maximum dan Rerata Pada Hasil Pemeriksaan Kadar Cystatin C Pasien Penyintas COVID-19 Setelah semua sampel yang diperlukan terkumpul, dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar Cystatin C dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assa. menggunakan alat ELISA Reader. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 hasil yang di dapatkan Adapun Berdasarkan data tabel 3 di atas, dapat dilihat berdasarkan analisis data secara deskriptif, bahwa nilai minimum dari hasil pemeriksaan karakteristik subjek penelitian kadar Cystatin C adalah 0,636 mg/dl, sedangkan menjadi 4 jenis yakni berdasarkan usia subjek penelitian , jenis kelamin, gejala yang Cystatin C ini adalah 5,312 mg/dl, dan untuk alami saat menderita COVID-19 dan waktu nilai rata-rata hasil pemeriksaan Cytatin C di bagi terhadap penyakit ini. Rentang usia penyintas covid pada penelitian ini mulai dari usia 20-25 tahun . Berdasarkan hasil uji mengenai analisis hubungan kadar Cystatin C dengan jenis kelamin subjek penelitian , terdapat 17 subjek penelitian . %) berjenis kelamin perempuan, 13 subjek penelitian memiliki kadar Cystatin C yang normal sedangkan 4 subjek penelitian mengalami peningkatan. Sedangkan dari 4 subjek penelitian . %) berjenis kelamin laki-laki, ke empat-empatnya memiliki kadar Cystatin C yang normal. Dimana nilai pvalue(Exact. Sig. ) pada Fisher Exact Test adalah 0,398. Dimana jika nilai p-value (Asymp. Sig. atau (Exact. Sig. ) < 05 maka di anggap ada hubungan sedangan > 05 maka di anggap tidak ada hubungan, maka dapat di artikan bahwa tidak ada hubungan yang berarti antarajenis kelamin dan kadar Cystatin C. Berdasarkan gejala saat menderita COVID- 19 terbagi menjadi 2 yaitu gejala ringan dan gejala sedang. Dimana 16 orang . ,2 %) mengalami gejala ringan dan 5 orang . ,8 %) mengalami gejala sedang, dimana diketahui bahwa gejala utama yang paling sering dialami adalah batuk kering, dan demam, beberapa gejala lain seperti flu, meriang, sesak napas, lesu, batuk berdahak dan mual muntah namun kehadirannya cenderung lebih rendah dibandingkan dengan tiga gejala tersebut. Pada penelitian yang telah gejala yang di alami saat menderita dengan hasil kadar Cystatin C, dari total 16 subjek penelitian yang mengalami gejala ringan. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. Pada perempuan lebih terproteksi dari COVID-19 p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 14 memiliki kadar Cystatin C yang normal dan 2 mengalami peningkatan. Sedangkan laki-laki kromosom x dan hormon seks seperti progesteron dari total 5 subjek penelitian yang memainkan peranan penting dalam munitas mengalami gejala ringan 3 orang memiiki bawaan dan adaptif. Dan juga laki-laki biasanya kadar Cystatin C yang normal dan 2 karena tuntutan pekerjaan lebih sering keluar mengalami peningkatan. rumah dibandingkan perempuan sehingga rentan Berdasarkan hasil uji Fisher Exact Test di dapatkan nilai p-value 0. 228, sehingga dapat di artikan bahwa tidak ada hubungan yang berarti antara gejala yang di alami saat menderita Alberici. Delbarba. Manenti. Management of Patients on Dialysis With Kidney Transplantation During the SARS- dengan kadar Cystatin C. Karakteristik responden berdasarkan tahun DAFTAR PUSTAKA