Pengaruh Demonstrasi Penanganan Dini Kejang Demam Anak dengan Media Buklet terhadap Keterampilan Ibu: Quasi Experimental Design Eka Diana Permatasari1*. Arif Rakhman2. Khodijah3. Aulia Maulidah4 1,2,3,4 Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Bhamada Slawi. Tegal. Indonesia *Email penulis: ekadpermatasari@gmail. Abstract Fever is a common health issue among children, particularly those under the age of five. If not promptly managed, it may lead to febrile seizures. Since these seizures can occur at home, mothers must possess adequate knowledge and skills to handle them One effective method to improve maternal skills in managing febrile seizures is through educational demonstrations using booklet media. This study aims to identify the effect of demonstration-based education using booklets on mothersAo skills in the early management of febrile seizures at home. A quasi-experimental design with a one-group pre-test-post-test approach was used. The sample consisted of 50 mothers with children under five years old, selected using total sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon rank-sum test, resulting in a p-value of 0. 000 O 0. 05, indicating a significant effect of the demonstration using booklet media on mothersAo skills. The study concludes that mothersAo ability to perform early management of febrile seizures at home can be enhanced through demonstration-based education with booklet media. These findings may serve as a foundation for developing continuous health education programs on febrile seizure management. Keyword: Demonstration. Early Management. Febrile Seizures Abstrak Demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun. Jika tidak ditangani dengan cepat, demam dapat berkembang menjadi kejang demam. Kejang demam bisa terjadi saat anak berada di rumah, sehingga ibu perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menangani kondisi tersebut. Salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam menangani kejang demam adalah melalui edukasi dengan metode demonstrasi yang dilengkapi media buklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi menggunakan media buklet terhadap peningkatan keterampilan ibu dalam penanganan dini kejang demam pada anak di rumah. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test-post-test. Sampel terdiri dari 50 ibu yang memiliki anak balita, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon rank-sum test dan diperoleh nilai p sebesar 0,000 O 0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari metode demonstrasi dengan buklet terhadap peningkatan keterampilan Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keterampilan ibu dalam penanganan awal kejang demam di rumah dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi berbasis buklet. Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 33088/jkr. Available online: https://ojs. id/index. php/jkr 120 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 Temuan ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan program edukasi kesehatan yang berkelanjutan terkait penanganan kejang demam pada anak. Kata kunci: Demonstrasi. Kejang Demam Anak. Penanganan Dini PENDAHULUAN Kejang demam merupakan kondisi yang sering terjadi pada anak-anak yang mengalami demam tinggi. Menurut data dari World Health Organization (WHO) tahun 2021, memprediksi bahwa lebih dari 21,65 juta anak di dunia pernah mengalami kejang demam dan lebih dari 216 ribu anak meninggal dunia akibat kejang demam. Prevalensi tingkat kejadian kejang demam di bawah usia 4 tahun dalam rentan 3-4% dan di atas usia 4 tahun berkisar antara 615% (Widiyanto et al. , 2. Data angka kejadian kejang demam di Indonesia pada tahun 2019 tercatat 2-5% anak usia 6 bulan sampai usia 6 tahun mengalami kejang demam dan 30% anak tersebut mengalami kejang demam berkelanjutan (Wahyudi et , 2. Fenomena di Desa Mulyoharjo belum pernah mendapatkan edukasi mengenai penanganan dini kejang demam dengan tingginya angka kejadian kejang demam di Desa Mulyoharjo serta keterampilan ibu yang kurang akan meningkatkan risiko kematian. Dampak dari kejadian kejang demam pada anak apabila terlambat di tangani akan mengakibatkan beberapa dampak risiko seperti berkembang menjadi epilepsi yang muncul karena durasi kejang demam (Hasibuan & Dimyati, 2. Kejang mengakibatkan epilepsi yang melebihi waktu 15 menit sehingga dapat mengakibatkan kematian . ,64-0,74%). Hasil pengamatan Livingston menyebutkan bahwa di antara 201 anak yang mengalami kejang demam sederhana . %) mengalami epilepsi, sedangkan di antara 297 anak dengan epilepsi yang di provokasi oleh demam sebanyak . %) mengalami Hasil studi melaporkan bahwa kerusakan atau kelainan neurologis dapat terjadi yaitu karena gangguan recognition memory pada anak yang mengalami kejang demam dengan durasi yang lama (Ismael et , 2. Penanganan kejang demam di rumah sangat penting untuk diketahui oleh orang tua sebelum anak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih Penanganan awal yang tidak tepat di rumah justru dapat mengakibatkan perburukan kondisi anak. Kesalahpahaman orang tua tentang penanganan kejang demam berkontribusi terhadap menurunnya kualitas hidup keluarga atau anak yang mengalami kejang (Ekawaty et al. , 2. Beberapa kesalahan terkait penanganan kejang demam yang pengetahuan akan keterampilan tentang penanganan kejang demam. Kesalahan dalam penanganan kejang demam di antaranya tidak melepas pakaian anak, memasukkan sesuatu ke dalam mulut anak, kegagalan mengukur suhu tubuh anak, tidak mencatat durasi kejang dan tidak memberikan diazepam rektal (Resti et al. Eka Diana Permatasari dkk. Pengaruh Demonstrasi Penanganan Dini | 121 Penanganan awal kejang demam pada anak sangat berpengaruh pada peran orang tua, terutama ibu. Ibu yang paham mengenai penanganan kejang demam dan dapat memberikan perawatan yang baik dan dapat menentukan penanganan awal yang baik untuk kejang demam bagi anaknya (Erliawati et al. , 2. Sebagian besar ibu masih memiliki pengetahuan keterampilan dan perilaku yang belum tepat dalam penanganan kejang demam pada anak. Faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam penanganan kejang demam di antaranya pengetahuan, kemampuan ibu dalam penanganan kejang demam harus di dasari pengetahuan keterampilan yang tepat tentang kejang demam (Wiharjo, 2. Dampak dari perilaku ibu yang belum tepat membuat terlambatnya penanganan pada anak dan anak bisa saja mengalami hal yang lebih parah dari kejang demam (Suryagustina et al. , 2. Pengetahuan keterampilan tersebut pendidikan baik formal maupun nonformal, melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan anak yang kejang maupun pengalaman yang di dapat dari orang lain. Peningkatan pengetahuan tentang cara penanganan kejang demam pada anak dapat di lakukan melalui edukasi agar orang tua, terutama ibu dapat memahami cara penanganan kejang demam. Pemilihan Metode pembelajaran demonstrasi merupakan pembelajaran yang menerapkan adanya praktik atau memperagakan pembelajaran. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Indrayati & Haryanti, 2. setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan dan demonstrasi, 92% responden dapat mendeskripsikan dan mendemonstrasikan kembali tentang tepid sponge. Demonstrasi akan lebih efektif jika dilakukan menggunakan media seperti Penelitian yang dilakukan oleh (Murtiyarini et al. , 2. hasil analisis perbedaan efektivitas antara media buklet dan media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan diperoleh kesimpulan media saku/buklet dibandingkan media leaflet. Hal tersebut dikarenakan pada media buku saku pemaparan informasi lebih lengkap dan disertai dengan gambar. Penelitian yang dilakukan oleh (Hani et al. , 2. mengatakan bahwa adanya penggunaan media buklet dalam penelitian menunjukkan adanya efektivitas dari media buklet. Media buklet merupakan alat bantu pendidikan yang bertujuan untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan menstimulasi indra Media buklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan keterampilan dan kelebihan dari buklet adalah dapat disajikan lebih lengkap, dapat disimpan lama, mudah dibawa dan dapat memberikan isi informasi yang lebih detail yang mungkin belum didapatkan saat di sampaikan secara lisan. Berdasarkan fenomena kurangnya keterampilan ibu dalam penanganan dini kejang demam, maka penulis tertarik meneliti pengaruh pemberian edukasi dengan metode demonstrasi menggunakan buklet terhadap keterampilan ibu dalam penanganan dini kejang demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh media keterampilan ibu dalam penanganan dini kejang demam. METODE Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain 122 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 quasi eksperimen. Pendekatan dalam penelitian menggunakan one group pretest-post-test. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Instrumen penelitian dikembangkan oleh peneliti dari referensi Ismail tahun 2016. Lembar observasi berisi 10 item dengan jawaban AuyaAy dan AutidakAy. Hasil ukur pada lembar observasi dibagi menjadi tidak terampil . , keterampilan kurang . , keterampilan cukup . , keterampilan baik . , dan sangat terampil . Lembar observasi telah dilakukan uji validitas ke 30 responden dengan hasil r hitung > r tabel . sehingga semua item dinyatakan valid. Nilai reliabilitas lembar observasi adalah 0,825. Penelitian dilakukan pada ibu-ibu yang memiliki balita di Desa Mulyoharjo. Pemalang. Data responden didapatkan dari Posyandu Nusa Indah dan Posyandu Sejahtera di bawah wilayah Puskesmas Mulyoharjo. Pengambilan menggunakan teknik total sampling. Responden yang didapatkan berjumlah 50 Kriteria inklusi penelitian adalah ibu yang berada di RW 12 dan RW 13 dan memiliki anak usia di bawah 5 tahun, ibu yang aktif mengikuti Posyandu. Kriteria eksklusi dalam penelitian adalah Ibu yang menolak mengikuti penelitian dan/atau mengundurkan diri saat penelitian Penelitian dilakukan setelah mendapat izin penelitian. Peneliti dibantu Bidan Desa Mulyoharjo untuk menentukan responden dan waktu penelitian. Penelitian dilakukan sesuai jadwal Posyandu. Peneliti dibantu enumerator dan telah dilakukan penjelasan tentang tujuan, manfaat, dan langkahlangkah penanganan kejang demam sebelum dilakukan penelitian. Responden di Posyandu Nusa Indah berjumlah 30 responden dan di Posyandu Sejahtera berjumlah 20 responden. Responden dikumpulkan menjadi satu di Posyandu sesuai waktu yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan selama satu hari Sebelum penelitian, peneliti menjelaskan tujuan dan manfaat penelitian. Jika responden setuju, maka responden akan menandatangani lembar informed consent. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap yaitu pre-test selama 5 menit dengan responden mempraktikkan penanganan kejang demam sesuai pengetahuan demonstrasi penanganan dini kejang demam selama 20 menit, dan post-test selama 5 menit. Post-test dilakukan dengan meminta responden untuk mempraktikkan kembali tindakan penanganan kejang demam secara mandiri. Penilaian dilakukan menggunakan lembar observasi. Semua responden mengikuti semua tahap penelitian mulai dari awal hingga akhir. Selanjutnya menggunakan univariat dan bivariat. Analisis univariat menampilkan tabel distribusi frekuensi dan tendensi sentral dari hasil pre-test dan post-test. Sebelum dilakukan analisis bivariat, peneliti menggunakan Shapiro Wilk dengan hasil data tidak terdistribusi normal . ilai pretest 0. 002 < 0. 05 dan nilai post-test 0. Pada proses analisis data tidak terjadi missing data. Oleh karena itu, analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Sign Ranks Test. Penelitian telah disetujui oleh pihak Universitas Bhamada Slawi dengan nomor surat 471/ FIK UNIV. BMD/ HM/XII/2023. Responden informed consent sebagai bukti persetujuan mengikuti penelitian. Peneliti menerapkan prinsip etik respect for autonomy, privacy/dignity. Eka Diana Permatasari dkk. Pengaruh Demonstrasi Penanganan Dini | 123 sebanyak 33 responden . ,0%). HASIL Keterampilan Ibu Sebelum diberikan Intervensi Pengukuran keterampilan ibu sebelum dilakukan demonstrasi disajikan pada Tabel Keterampilan Ibu Setelah diberikan Intervensi Pengukuran keterampilan ibu sebelum dilakukan demonstrasi disajikan pada Tabel Tabel 3. Keterampilan ibu setelah dilakukan demonstrasi dengan media buklet penanganan dini kejang demam . Tabel 1. Keterampilan ibu sebelum dilakukan demonstrasi dengan media buklet penanganan dini kejang demam Pretest Mean 2,28 Median 2,50 Modus Min Max Posttest Pada tabel 1 dapat diketahui bahwa keterampilan ibu sebelum dilakukan metode demonstrasi berbasis buklet dalam edukasi penanganan kejang demam pada anak, diperoleh nilai modus yaitu 3 . entang skor 0-. yang diartikan sebagai kategori kurang, artinya mayoritas keterampilan ibu memiliki keterampilan Keterampilan ibu dengan media buklet penanganan dini kejang demam pada anak di rumah sebelum di lakukan demonstrasi pada hasil lembar observasi pre-test dengan distribusi frekuensi di sajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Distribusi frekuensi keterampilan ibu sebelum dilakukan demonstrasi dengan media buklet . Kategori Tidak terampil . Keterampilan kurang . Keterampilan cukup . Total Frekuensi Persentase Pada tabel 2, diketahui bahwa keterampilan sebelum dilakukan metode demonstrasi berbasis buklet dalam edukasi penanganan kejang demam pada anak, sebagian besar memiliki kategori keterampilan kurang Mean 7,38 Median 7,00 Modus 1,292 Min Max Pada tabel 3 dapat diketahui bahwa keterampilan ibu setelah dilakukan metode demonstrasi berbasis buklet dalam edukasi penanganan kejang demam pada anak, diperoleh nilai modus yaitu 7 . entang skor 5-. yang diartikan sebagai kategori baik, artinya mayoritas keterampilan ibu memiliki keterampilan baik. Keterampilan ibu dengan media buklet penanganan dini kejang demam pada anak di rumah setelah di lakukan demonstrasi pada hasil lembar observasi post-test dengan distribusi frekuensi di sajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Distribusi frekuensi keterampilan ibu setelah dilakukan demonstrasi dengan media buklet . Kategori Keterampilan cukup . Keterampilan baik . Sangat terampil . Total Frekuensi Persentase Pada tabel 4, diketahui bahwa keterampilan setelah dilakukan metode demonstrasi berbasis buklet dalam edukasi penanganan kejang demam pada anak, sebagian besar memiliki kategori keterampilan baik sebanyak 34 responden . ,0%). 124 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 Pengaruh Demonstrasi dengan Media Buklet terhadap Keterampilan Ibu dalam Penanganan Dini Kejang Demam Peneliti menggunakan non-parametic test dengan uji statistik Wilcoxon Rank-Sum Test untuk melakukan analisis bivariat. Hasil analisis dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Analisis bivariat uji wilcoxon rank sum-test . Keterampilan Ibu Pre-test Post-test Mean 2,28 7,38 -6,173 p value 0,000 Berdasarkan tabel 5 menunjukkan hasil analisa bivariat pengaruh demonstrasi penanganan dini kejang di rumah terhadap keterampilan ibu diperoleh uji wilcoxon rank-sum test diketahui p- value sebesar 0,000 O 0,05, maka Ho di tolak dan Ha diterima yang artinya ada pengaruh demonstrasi dengan penanganan dini kejang demam pada anak terhadap keterampilan ibu. PEMBAHASAN Keterampilan Ibu Sebelum diberikan Intervensi Menurut menunjukkan bahwa keterampilan ibu tentang penanganan dini kejang demam pada anak di rumah menggunakan media buklet sebelum di lakukan demonstrasi mayoritas ibu dalam kategori keterampilan kurang yaitu sebanyak 33 . %) ibu. Berdasarkan informasi yang diperoleh, bidan desa dan kader belum pernah mengenai penanganan dini kejang demam di rumah. Ibu belum pernah diberikan pengetahuan penanganan dini kejang demam yang tepat. Hal ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Fitriani & Kanita . dengan data yang di dapatkan rata-rata keterampilan responden dalam penelitian tersebut dengan kategori keterampilan kurang 40 responden . %). Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa peneliti juga berasumsi pemberian mempengaruhi tingkat pengetahuan dan keterampilan seseorang karena kurangnya informasi dan pengalaman terkait pananganan kejang demam pada anak, sehingga responden banyak yang belum mengetahui bagaimana cara penanganan kejang demam dan ketika dihadapkan pada situasi terjadi kejang demam pada anak orang tua belum memiliki keterampilan penanganan kejang demam (Fitriani & Kanita, 2. (Erliawati et al. , 2. juga mengungkapkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki pemahaman yang kurang baik mengenai kejang demam, yang pengambilan tindakan penatalaksanaan saat anak mengalami kondisi tersebut. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian oleh (Mulyana & Irmayani, 2. yang menyatakan bahwa seluruh responden menunjukkan tingkat keterampilan yang rendah sebelum diberikan intervensi berupa demonstrasi. Pada keterampilan ibu sebelum di lakukan demonstrasi penanganan dini kejang demam di rumah selain dengan nilai tertinggi mayoritas dengan kategori keterampilan kurang sebanyak 33 ibu . %) dengan rata-rata jawaban ibu hanya membersihkan lendir yang keluar dari mulut anak, mengukur suhu tubuh anak dan segera membawa anak ke rumah sakit, juga memiliki kategori tidak terampil dengan sebanyak 8 ibu . %) yang di mana ibu belum mengetahui cara penanganan dini kejang demam, dan kurang akan Eka Diana Permatasari dkk. Pengaruh Demonstrasi Penanganan Dini | 125 wawasannya yang dimana tidak ada item pada lembar observasi yang di isi atau responden tidak bisa menyebutkan langkah-langkah penanganan dini kejang demam di rumah. Ada juga ibu dengan kategori keterampilan cukup berjumlah 9 ibu . %) pada kategori tersebut sudah tahu penanganan dini kejang demam yang tepat meskipun hanya beberapa item. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku orang tua dalam menghadapi kejang demam, di antaranya pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam mengatasi kejang demam harus di dasari oleh pengetahuan yang cukup tentang (Wiharjo. Pengetahuan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, terrmasuk pengalaman, budaya, informasi, dan pencapaian Pengalaman dapat diperoleh melalui kejadian yang dialami secara langsung maupun melalui pembelajaran dari pengalaman orang lain, dimana pengalaman tersebut umumnya memiliki hubungan erat dengan faktor usia. Selain itu, tingkat pendidikan juga berperan dalam membentuk wawasan individu, seseorang dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman dan pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan individu yang (Hutagalung, 2. Keterampilan Ibu Setelah diberikan Intervensi Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi berupa demonstrasi menggunakan media buklet mengenai penanganan dini kejang demam keterampilan pada ibu dalam menangani kondisi tersebut. Rata-rata mayoritas ibu dalam kategori keterampilan baik yaitu sebanyak 34 . ,0%) ibu. Peningkatan keterampilan ibu disebabkan karena ibu telah mendapatkan informasi yang cukup mengenai penanganan dini kejang demam pada anak yang di lakukan dengan metode demonstrasi dengan media buklet sehingga ibu dapat lebih memahami informasi yang di berikan. Hal ini sejalan dengan Hasil penelitian dari (Rakhman et al. , 2. dengan hasil tingkat keterampilan ibu tentang penanganan demam sesudah diberikan pendidikan kesehatan . di Posyandu Desa Gumayun diperoleh data, kategori baik sebanyak 30 responden . %). Pemberian informasi melalui pendidikan kesehatan merupakan salah satu mengembangkan keterampilan, sehingga mereka mampu membuat keputusan yang tepat dalam penanganan demam pada anak. Kurangnya respon atau sikap tertutup seseorang terhadap suatu stimulus atau objek dapat menjadi penghambat dalam proses penerimaan informasi tersebut. Dalam kemampuan untuk mengamati dan memahami materi yang sedang di ajarkan. Tujuan penerapan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan secara langsung proses atau peristiwa yang berkaitan dengan materi yang disampaikan, pelaksanaannya secara praktis. Metode ini dirancang agar materi lebih mudah dipahami oleh para ibu, sehingga mereka dapat menguasai keterampilan yang diajarkan dengan lebih efektif (Erliawati et , 2. Keefektivitasan metode 126 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 demonstrasi terhadap keterampilan ibu yaitu dapat meningkatkan konsentrasi, minim kesalahan dibandingkan dengan metode ceramah atau membaca, dan dapat mengasah keterampilan atau psikomotor untuk meningkatkan pengetahuan, karena dengan metode ini audiens akan lebih mudah untuk mengingat (Ratnaningsih & Galaupa, 2. Buklet merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang dikembangkan sebagai alternatif untuk meningkatkan minat dan pemahaman pembaca terhadap suatu materi. Secara struktur, buklet memiliki komponen yang menyerupai buku pada umumnya, yaitu terdiri atas bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Namun, penyajian materinya disusun secara lebih ringkas dan padat dibandingkan dengan buku teks. Di dalam buklet, materi disajikan dalam beberapa bagian yang terstruktur untuk memudahkan pemahaman Bagian awal isi buklet berisi kata pengantar dan daftar isi. Setelah itu memuat isi informasi inti yang disampaikan disertai dengan gambar ilustrasi serta penjelasannya (Rizqiea & Istiningtyas, 2. Media buklet memiliki sejumlah manfaat, di antaranya membantu penerima edukasi untuk memperoleh pengetahuan secara lebih cepat dan efektif. Selain itu, buklet membangkitkan rasa ingin tahu, sehingga mendorong pembaca untuk menyampaikan kembali informasi yang diterima kepada orang lain. Buklet juga memudahkan pembaca dalam menemukan informasi yang dibutuhkan, sekaligus merangsang keinginan untuk memahami materi secara lebih mendalam, yang pada akhirnya menyeluruh (Ratnaningsih & Galaupa. Pada keterampilan ibu setelah di lakukan demonstrasi penanganan dini kejang demam di rumah selain dengan nilai tertinggi mayoritas dengan kategori baik sebanyak 34 ibu . %) yang dimana sebagian ibu masih mengingat langkahlangkah penanganan dini kejang demam yang telah peneliti berikan. Ada juga yang memiliki kategori keterampilan cukup dengan banyak 12 ibu . %) di mana ibu belum bisa melakukan penanganan dini kejang demam pada anak dengan benar sesuai dengan SOP, banyak ibu yang lupa akan langkah-langkah penanganan dini kejang demam seperti ibu tidak memiringkan anaknya kesalah satu sisi, ibu tidak mencatat lamanya kejang, ibu tidak mengompres pada 5 titik dan ibu tidak mencatat lamanya kejang pada anak. Ada juga ibu dengan kategori sangat terampil yang berjumlah 4 ibu . %) yang di mana kategori tersebut merupakan kategori yang paling tinggi tetapi paling sedikit dengan jumlah ibu yang dapat melakukan tindakan penanganan dengan tepat, yang di mana beberapa ibu dapat menyebutkan secara benar pada item lembar observasi penanganan dini kejang demam anak di Berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, terdapat 34 responden yang mengalami peningkatan keterampilan yang di mana pada hasil pernyataan observasi dengan nilai di bawah 3 poin dalam kategori keterampilan cukup menjadi memiliki kategori keterampilan baik dengan nilai di atas 7 poin setelah diberikan demonstrasi dengan media buklet. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu sudah mengetahui langkah-langkah penanganan kejang demam. Pengaruh Demonstrasi dengan Media Buklet terhadap Keterampilan Ibu Eka Diana Permatasari dkk. Pengaruh Demonstrasi Penanganan Dini | 127 dalam Penanganan Kejang Demam Anak Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian demonstrasi menggunakan media buklet terhadap peningkatan keterampilan ibu dalam penanganan dini kejang demam pada anak di rumah. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon rank-sum test menunjukkan nilai Asymp. Sig pada saat pre-test sebesar 0,00 O 0,05 dan pada post-test juga sebesar 0,00 O 0,05. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H. diterima, yang berarti demonstrasi dengan media buklet berpengaruh terhadap Peningkatan keterampilan ini terjadi karena ibu memperoleh informasi dan wawasan yang memadai, serta mampu memahami materi yang disampaikan oleh peneliti, sehingga kemampuan mereka dalam menangani kejang demam anak di rumah. Temuan ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rakhman et al. , 2. yang menunjukkan hasil uji Wilcoxon dengan nilai Asymp. Sig. 000 yang menandakan adanya pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap keterampilan ibu dalam penanganan demam pada anak di Posyandu Desa Gumayun. Pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai kejang demam sangat penting untuk mencegah terjadinya kejang demam pada anak (Wahyudi et al. , 2. Pengetahuan penanganan awal serangan kejang demam sebelum anak di bawa ke rumah sakit, persiapan dan kompetensi karena informasi harus di sampaikan untuk meningkatkan pemahaman (Ekawaty et al. , 2. Salah satu bentuk pendidikan yang diberikan penyuluhan dan demonstrasi, tujuan dari meningkatkan kesadaran akan nilai kesehatan dan memungkinkan perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat dapat dicapai melalui motivasi individu secara sadar (Ekawaty et al. , 2. Efektivitas metode demonstrasi terhadap keterampilan ibu yaitu dapat kesalahan dibandingkan dengan metode ceramah atau membaca, dan dapat mengasah keterampilan atau psikomotor untuk meningkatkan pengetahuan, karena dengan metode ini audiens akan lebih mudah untuk mengingat (Ratnaningsih & Galaupa, 2. Buklet memiliki berbagai keunggulan, antara lain desainnya yang menarik dan unik, serta memuat ringkasan materi yang relevan berdasarkan hasil penelitian maupun sumber terpercaya Media ini mengedepankan unsur visual melalui penggunaan gambar untuk memperkuat pemahaman pembaca. Selain itu, buklet dapat diproduksi secara sederhana dengan biaya yang relatif Materi didalamnya disusun secara spesifik, mudah dipahami, serta memungkinkan untuk dipelajari secara Kepraktisannya juga menjadi nilai tambah, karena buklet mudah diperbanyak dan dapat dibaca kapan saja dan dimana saja oleh masyarakat (Ratnaningsih & Galaupa, 2. Metode demonstrasi menggunakan media buklet dapat di katakan efektif dalam meningkatkan keterampilan ibu dari kategori keterampilan kurang menjadi meningkat ke kategori keterampilan baik. Hal ini dikarenakan pendemonstrasian ini dilakukan secara langsung di depan para ibu di tambah dengan media buklet yang telah di bagikan kepada para ibu. Saat peneliti 128 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 7 Nomor 2. Nov 2025 melakukan demonstrasi penanganan dini memperhatikan secara langsung dan mengamati peneliti dalam melakukan cara penanganan dini kejang demam yang tepat. Hal serupa juga disampaikan dalam penelitian sebelumnya oleh (Ratnaningsih & Galaupa, 2. yang menyatakan bahwa menggunakan metode demonstrasi dan media buklet terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik. Keberhasilan tersebut didukung oleh keunggulan media buklet, yang dirancang secara menarik dan mudah dipahami, serta menyajikan informasi secara jelas, tegas, dan dilengkapi dengan tulisan serta gambar yang memperkuat pesan edukatif. Selain itu, metode demonstrasi juga dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa, khususnya apabila didukung oleh alat Penggunaan alat bantu visual ini bertujuan untuk mengaktifkan sebanyak mungkin indera penerima informasi, sehingga proses pemahaman terhadap materi menjadi lebih optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan dini kejang demam dari nilai pre-test 3 sedangkan nilai postest 7. Hal ini dikarenakan media buklet memiliki desain yang menarik, serta memiliki visual yang dominan dengan gambar sehingga mudah dipelajari dan materi yang disampaikan Tetapi dilihat juga dari hasil penelitian yang telah dilakukan masih terdapat ibu dengan keterampilan cukup sebanyak 12 ibu . %) setelah demonstrasi dengan media buklet. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemberian demonstrasi dengan media buklet dapat keterampilan ibu dalam penanganan dini kejang demam KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan mengenai pengaruh demonstrasi dengan media buklet terhadap keterampilan ibu dalam penanganan dini kejang demam pada anak, dapat menunjukkan tingkat keterampilan yang rendah sebelum intervensi, dan mengalami peningkatan menjadi kategori keterampilan baik setelah intervensi diberikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi melalui metode demonstrasi yang didukung oleh media buklet memberikan pengaruh yang keterampilan ibu dalam melakukan penanganan awal kejang demam di lingkungan rumah. DAFTAR PUSTAKA