Optimalisasi Peran Masjid dan Edukasi Bencana untuk Ketahanan Sosial Kelurahan Betungan Pri Yogha Yasa . ADehar Wandi . Febri Adiansyah . Dedy Juniansyah . Andi Hartono . Jhoanne Fredricka. Khairil. Leni Natalia Zulita. 1,2,3,4,5,7,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: priyoghayasa@gmail. 2 deharwandii@gmail. 3 Febrioaldiansyah02@gmail. 4 dedyjuniansyah6@gmail. 5 Andi. rafflesia47@gmail. 6 fredrickajhoanne @gmail. 7 Khairil@unived. id ,8 natalia. af25@unived. ARTICLE HISTORY Received . Juni 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Mitigasi Bencana. Revitalisasi Masjid. Edukasi Visual. Ketahanan Sosial. KKN This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Masjid Al-Anshar di RT 04/RW 01 Kelurahan Betungan tidak hanya menjadi tempat ibadah warga, tetapi juga titik singgah bagi musafir lintas kota, sehingga diperlukan peningkatan kenyamanan, kebersihan, dan ketertiban. Selain itu, meskipun warga telah memiliki kesadaran terhadap risiko gempa, masih dibutuhkan media visual edukatif untuk memperkuat Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi masjid sebagai ruang sosialedukatif serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi kerja bakti, pemasangan papan penunjuk, distribusi poster himbauan, dan edukasi mitigasi berbasis visual. Hasilnya menunjukkan peningkatan kepedulian warga terhadap lingkungan masjid dan kesiapsiagaan bencana, serta terbentuknya ruang edukatif yang juga bermanfaat bagi musafir. Program ini berkontribusi pada penguatan ketahanan sosial dan berpotensi direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya. ABSTRACT Al-Anshar Mosque in RT 04/RW 01 Betungan Sub-district functions not only as a place of worship for residents but also as a stopover for intercity travelers, prompting the need for improved comfort, cleanliness, and order. Although residents are aware of earthquake risks, accessible educational visual media is still needed to strengthen preparedness. This activity aimed to optimize the mosque's role as a socio-educational space and enhance disaster awareness through a participatory, community-based approach. The program included community clean-up, installation of facility signboards, distribution of hygiene posters, and visualbased earthquake education. The results indicated increased community awareness of environmental cleanliness and disaster preparedness, with the mosque also serving as an effective educational space for visitors. The initiative contributes to social resilience and is potentially replicable in other disaster-prone areas. PENDAHULUAN Masjid berperan sebagai pusat spiritual dan sosial dalam kehidupan masyarakat. Peran strategis masjid tidak hanya terbatas pada fungsi ibadah, tetapi juga mencakup pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai sosial. Di wilayah RT 04/RW 01 Kelurahan Betungan. Masjid Al-Anshar menjadi contoh konkret dari multifungsi tersebut. Selain melayani kebutuhan ibadah warga setempat, masjid ini juga berfungsi sebagai titik persinggahan bagi musafir karena lokasinya yang berada di jalur lintas antar Tingginya mobilitas pengunjung dari luar wilayah menuntut peningkatan kenyamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan masjid sebagai representasi dari citra masyarakat lokal. Kelurahan Betungan termasuk dalam wilayah rawan bencana, khususnya gempa bumi. Hasil wawancara dengan warga menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki kesadaran dasar mengenai potensi bencana tersebut. Namun demikian, masih terdapat keterbatasan dalam penyediaan media edukatif yang menarik, mudah diakses, dan relevan secara kontekstual untuk mendukung kesiapsiagaan. Informasi mitigasi berbasis visual, seperti poster, infografis, dan flyer yang ditempatkan di ruang publik strategis seperti masjid, berpotensi menjadi sarana edukatif yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan literasi kebencanaan. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: . mengoptimalkan fungsi Masjid Al-Anshar sebagai ruang sosial-edukatif yang bersih, nyaman, dan tertib. meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana gempa bumi melalui penyediaan media edukatif visual yang informatif dan kontekstual. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat, baik bagi warga lokal maupun pengunjung lintas wilayah. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 379 Ae 382 | 379 METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan riil masyarakat . ottom-u. Program dirancang melalui diskusi langsung bersama warga dan pengurus Masjid Al-Anshar untuk menggali persoalan aktual dan potensi solusi yang sesuai dengan kondisi lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kolaboratif, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam dua fokus utama, yaitu: Revitalisasi Masjid Al-Anshar sebagai ruang ibadah sekaligus ruang sosial-edukatif. Edukasi mitigasi bencana gempa bumi melalui penyebaran media visual di lokasi strategis. Gambar 1 Work Breakdown Structure (WBA) Revitalisasi Masjid Al-Anshar HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Unived Periode 3. Tahun 2025 Kelompok 28 di RT 04/RW 01 Kelurahan Betungan berhasil merealisasikan serangkaian aktivitas berbasis partisipasi warga. Fokus utama diarahkan pada dua aspek, yakni revitalisasi fungsi sosial-edukatif Masjid Al-Anshar serta penyebaran informasi mitigasi bencana berbasis media visual. Gambar 2 Kegiatan Pemasangan Plang Petunjuk Danhimbauan Di Masjid Al Anshar Bersama Warga 380 | Pri Yogha Yasa. Dehar Wandi. Febri Adiansyah. Dedy Juniansyah. Andi Hartono. Jhoanne Fredricka. Khairil. Leni Natalia Zulita. Optimalisasi Peran Masjid dan Edukasi Bencana. Gambar 3 Kegiatan kebersihan lingkungan Masjid Al Anshar Hasil nyata dari kegiatan meliputi: Peningkatan kenyamanan masjid melalui kerja bakti bersama warga, yang mencakup pembersihan area dalam dan luar masjid serta penataan lingkungan sekitarnya. Pemasangan papan penunjuk pada area strategis di lingkungan masjid, seperti area parkir, tempat wudhu, dan batas suci, guna menambah kejelasan arah bagi jamaah lokal maupun musafir. Distribusi dan pemasangan poster berisi himbauan kebersihan, ketertiban, serta etika penggunaan fasilitas masjid. Penyusunan dan penempatan media edukasi visual mitigasi bencana gempa bumi dalam bentuk poster infografis sederhana yang mudah dipahami. Media ini dipasang di papan informasi masjid dan beberapa titik yang sering dilalui warga. Seluruh aktivitas ini melibatkan partisipasi aktif warga dan pengurus masjid, serta berlangsung secara terbuka dengan pendekatan informal yang memungkinkan terjadinya diskusi dan edukasi langsung saat pelaksanaan. Penyelesaian Masalah Rangkaian aktivitas tersebut secara langsung menjawab dua persoalan utama yang diidentifikasi di awal, yakni kurang optimalnya fungsi sosial-edukatif masjid serta kurangnya media edukasi visual mengenai mitigasi bencana. Dampak terhadap ketertiban dan kenyamanan masjid. Dengan adanya papan petunjuk serta himbauan visual, masyarakat dan pengunjung mulai menunjukkan kepedulian lebih terhadap kebersihan dan ketertiban. Hal ini tampak dari meningkatnya partisipasi warga dalam menjaga fasilitas serta perilaku musafir yang lebih tertib. Masjid mulai berfungsi bukan hanya sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai representasi keramahan warga lokal. Peningkatan kewaspadaan terhadap bencana. Poster mitigasi yang dipasang di titik strategis terbukti menarik perhatian warga. Proses pemasangan yang disertai edukasi singkat memungkinkan terjadinya transfer informasi secara langsung. Warga mengungkapkan bahwa keberadaan media visual ini membantu mereka mengingat kembali langkah-langkah dasar dalam menghadapi bencana, terutama gempa bumi. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RT 04/RW 01 Kelurahan Betungan menunjukkan bahwa masjid dapat dioptimalkan tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial-edukatif yang berkontribusi terhadap ketahanan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal, berbagai aktivitas seperti kerja bakti, pemasangan papan petunjuk, serta penyebaran media visual edukatif telah berhasil meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan masjid sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana. Media edukatif berbasis visual, khususnya poster mitigasi bencana yang dipasang di titik strategis seperti masjid, terbukti efektif dalam menyampaikan pesan sederhana dan relevan. Penempatan media ini tidak hanya menyasar warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar wilayah, sehingga memberikan dampak edukatif yang lebih luas. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 379 Ae 382 | 381 Namun, kegiatan ini masih memiliki keterbatasan dari segi jangkauan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan oleh pihak-pihak terkait, seperti pemerintah kelurahan, lembaga dakwah, maupun komunitas pemuda masjid, dengan menambah variasi media edukasi dan memperluas jangkauan ke fasilitas publik lain yang berpotensi menjadi ruang edukatif UCAPAN TERIMA KASIH