Jurnal ABDIMAS (Pengabdian kepada Masyaraka. UBJ e-ISSN: 2614-2201 Vol. 9 No. 1 (Januari 2. Halaman: 33 Ae 42 Terakreditasi Peringkat 5 (SINTA . sesuai SK RISTEKDIKTI Nomor. 105/E/KPT/2022 Penguatan Literasi Etika Dan Risiko Kecerdasan Artifisial Bagi Guru SMP Di Kabupaten Karawang Uus Rusmawan 1,*. Tri Nur Arifin 1. Henri Septanto 1 Fakultas Teknik dan Informatika. Universitas Dian Nusantara. e-mail: rusmawan@undira. id, tri. arifin@undira. id, henri. septanto@undira. * Korespondensi: e-mail: uus. rusmawan@undira. Submitted: 11/03/2026. Revised: 25/03/2026. Accepted: 02/04/2026. Published: 02/04/2026 Abstract The widespread use of Artificial Intelligence (AI) in education has brought significant changes and raised ethical challenges, such as data privacy risks, algorithmic bias, and potential breaches of academic integrity. This Community Service (PKM) activity aimed to strengthen the understanding of 30 junior high school teachers in Karawang Regency regarding the ethics and risks of using AI in learning. The implementation method applied a participatory action learning approach through three main stages: preparation, technical workshops . igital literacy, coding basics, and ethical AI), and post-training mentoring. The program evaluation results showed a measurable level of success. Teachers' cognitive understanding of the concepts and ethical implications of AI increased by 33,33%, as evidenced by an increase in the average pre-test score from 60 to 80 in the post-test. From a practical aspect, 100% . r 30 teacher. successfully developed outputs in the form of learning modules that integrate AI ethics into Informatics The final survey also showed that 95% of participants considered the program relevant and applicable, marked by the formation of a collaborative learning community among teachers. This program confirms that measurably strengthening AI ethics literacy for educators is crucial in preparing a responsible digital generation. Keywords: AI ethics. Artificial intelligence. Community service. Digital literacy. Teacher Abstrak Penggunaan Kecerdasan Artifisial (AI) yang masif dalam dunia pendidikan membawa perubahan signifikan sekaligus memunculkan tantangan etika, seperti risiko privasi data, bias algoritma, dan potensi pelanggaran integritas akademik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman 30 guru SMP di Kabupaten Karawang mengenai etika dan risiko penggunaan AI dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan participatory action learning melalui tiga tahapan utama: persiapan, workshop teknis . iterasi digital, dasar koding, dan AI eti. , serta pendampingan pascapelatihan. Hasil evaluasi program menunjukkan tingkat keberhasilan yang terukur. Pemahaman kognitif guru terkait konsep dan implikasi etis AI meningkat sebesar 33,33%, yang dibuktikan dari kenaikan nilai rata-rata pre-test sebesar 60 menjadi 80 pada post-test. Dari aspek praktikal, sebanyak 100% . tau 30 gur. berhasil menyusun luaran berupa modul pembelajaran yang mengintegrasikan etika AI ke dalam mata pelajaran Informatika. Survei akhir juga menunjukkan 95% peserta menilai program ini relevan dan aplikatif, ditandai dengan terbentuknya komunitas belajar kolaboratif antar guru. Program ini mengonfirmasi bahwa penguatan literasi etika AI secara terukur bagi pendidik sangat krusial dalam mempersiapkan generasi digital yang bertanggung jawab Kata kunci: Etika AI. Kecerdasan artifisial. Pengabdian masyarakat. Literasi digital. Guru Available Online at http://ejurnal. id/index. php/Jabdimas Uus Rusmawan. Tri Nur Arifin. Henri Septanto Pendahuluan Transformasi digital telah secara signifikan membentuk ulang praktik pendidikan dan pengembangan masyarakat di seluruh dunia. Dalam konteks Revolusi Industri Keempat dan Society 5. 0, literasi digital telah menjadi kompetensi esensial bagi guru, peserta didik, dan masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif, bertanggung jawab, dan kritis (Fatimah & Hidayati, 2. Literasi digital tidak hanya terbatas pada keterampilan teknis dasar, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, kesadaran etis, serta kemampuan mengevaluasi informasi digital dalam lingkungan pendidikan. Pesatnya perkembangan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) semakin memperkuat kebutuhan akan literasi digital yang komprehensif. Teknologi AI semakin terintegrasi dalam proses pembelajaran, pengajaran, dan administrasi pendidikan, serta menawarkan peluang untuk pembelajaran yang lebih personal, efisiensi instruksional, dan inovasi dalam pembuatan konten pembelajaran (Yunefri et al. , 2. , (Gandidi, 2. Namun demikian, penerapan AI dalam pendidikan juga menimbulkan berbagai tantangan etis, pedagogis, dan sosial, seperti perlindungan data pribadi, bias algoritma, integritas akademik, serta risiko ketergantungan berlebihan pada sistem otomatis (Patricia et al. , 2. (Syah et al. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Transformasi digital menuntut masyarakat untuk memiliki literasi digital yang memadai agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab (Vitalocca et al. , 2. (Septiandani et al. , 2. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup pemahaman etika, keamanan data, serta kemampuan berpikir kritis terhadap informasi digital (Harahap et al. , 2. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, berbagai program literasi digital telah dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, pelajar, dan pendidik. Program pelatihan literasi digital terbukti mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam penggunaan media digital, pembuatan konten, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan (Vitalocca et al. , 2. , (Hakim et al. , 2. Selain itu, penguatan literasi digital juga berperan penting dalam meminimalkan dampak negatif teknologi, seperti pelanggaran hukum, penyebaran hoaks, dan penyalahgunaan media sosial (Septiandani et al. , (Muhajir, 2. Seiring dengan perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), tantangan dan peluang baru turut muncul dalam dunia pendidikan dan masyarakat. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran, pengenalan budaya, pengembangan media ajar, serta pemasaran produk UMKM menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan efektivitas dan inovasi (Dadang Sudrajat et al. , 2. , (Purnomo & Nastiti, 2. Namun demikian, pemanfaatan AI juga memerlukan pemahaman etika dan literasi digital yang kuat agar penggunaannya tetap bertanggung jawab dan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat. Jurnal ABDIMAS 9 . : 33 - 42 (Januari 2. Penguatan Literasi Etika Dan Risiko KecerdasanA Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial menjadi sangat relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan para pendidik di era digital. Berbagai kajian menunjukkan bahwa program literasi digital yang terencana dan berkelanjutan dapat meningkatkan budaya literasi, kualitas pembelajaran, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi tantangan transformasi digital (Vitalocca et al. , 2. , (Fatimah & Hidayati, 2. Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah industri terbesar di Indonesia memiliki kebutuhan tinggi terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi digital. Guru-guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah ini memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi secara bijak. Penguatan literasi digital bagi guru menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa proses pendidikan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai etika. Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga melibatkan kemampuan berpikir kritis, memahami keamanan data, serta menerapkan etika dalam penggunaan teknologi digital. Program literasi digital yang terstruktur dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Seiring dengan meningkatnya penggunaan AI generatif di kalangan pelajar, para guru menghadapi tantangan baru dalam mengawasi dan membimbing siswa. Banyak siswa menggunakan teknologi AI untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah, namun tidak selalu memahami batasan etika dalam penggunaannya. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan kapasitas guru dalam memahami konsep AI serta risiko yang mungkin muncul. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru SMP di Kabupaten Karawang mengenai etika dan risiko kecerdasan artifisial. Program ini diharapkan dapat membantu guru dalam mengintegrasikan pemahaman AI ke dalam pembelajaran sekaligus menanamkan nilai-nilai etika digital kepada Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning, yaitu metode yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran. Metode ini dipilih karena mampu mendorong partisipasi aktif guru dalam memahami konsep teknologi sekaligus menerapkannya dalam praktik pembelajaran. Copyright A 2026 Jurnal ABDIMAS 9 . : 33 - 42 (Januari 2. Uus Rusmawan. Tri Nur Arifin. Henri Septanto Sumber: Hasil Pengolahan Data . Gambar 1. Alur pelaksanaan kegiatan PKM Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam beberapa tahapan utama sebagai berikut: Tahap Persiapan Tahap persiapan dilakukan melalui koordinasi antara tim pengabdian dengan mitra kegiatan yaitu komunitas guru SMP di Kabupaten Karawang. Pada tahap ini dilakukan identifikasi kebutuhan pelatihan, penyusunan materi pelatihan, serta pengembangan instrumen evaluasi berupa pre-test dan post-test. Selain itu, tim juga menyiapkan modul pelatihan yang berisi materi mengenai konsep dasar kecerdasan artifisial, prinsip etika AI, serta strategi penerapan AI dalam pembelajaran. Tahap Pelaksanaan Pelatihan Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk workshop yang diikuti oleh sekitar 30 guru SMP. Materi pelatihan dibagi menjadi dua bagian utama yaitu: Materi teknis : Peserta diperkenalkan pada konsep dasar AI, logika pemrograman sederhana, serta contoh penggunaan AI dalam pendidikan. Materi etika digital : Peserta mempelajari berbagai risiko penggunaan AI seperti bias algoritma, keamanan data pribadi, serta tantangan integritas akademik. Selama workshop, peserta juga diberikan tugas praktik untuk merancang skenario pembelajaran yang memanfaatkan teknologi AI secara etis. Tahap Pendampingan Setelah pelatihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses pendampingan. Pada tahap ini peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai implementasi materi pelatihan di sekolah masing-masing. Pendampingan dilakukan secara daring maupun luring Jurnal ABDIMAS 9 . : 33 - 42 (Januari 2. Penguatan Literasi Etika Dan Risiko KecerdasanA untuk memastikan bahwa guru dapat menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam kegiatan Evaluasi Kegiatan Evaluasi kegiatan dilakukan melalui dua pendekatan yaitu evaluasi kuantitatif dan Evaluasi kuantitatif dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test Sementara itu, evaluasi kualitatif dilakukan melalui analisis hasil tugas dan refleksi peserta selama kegiatan berlangsung. Persentasi peningkatan absolut Tabel 1. Kuesioner Animasi Interaktif Nama Peserta Nilai Pre-test Nilai Post-test Peningkatan Status Modul Nilai Evaluasi (Poi. (Kualitati. Kepuasan (%) Guru 01 Selesai Guru 02 Selesai Guru 03 Selesai Guru 04 Selesai Guru 05 Selesai Guru 06 Selesai Guru 07 Selesai Guru 08 Selesai Guru 09 Selesai Guru 10 Selesai Guru 11 Selesai Guru 12 Selesai Guru 13 Selesai Guru 14 Selesai Guru 15 Selesai Guru 16 Selesai Guru 17 Selesai Guru 18 Selesai Guru 19 Selesai Guru 20 Selesai Guru 21 Selesai Guru 22 Selesai Guru 23 Selesai Copyright A 2026 Jurnal ABDIMAS 9 . : 33 - 42 (Januari 2. Uus Rusmawan. Tri Nur Arifin. Henri Septanto Guru 24 Selesai Guru 25 Selesai Guru 26 Selesai Guru 27 Selesai Guru 28 Selesai Guru 29 Selesai Guru 30 Selesai RATA-RATA Selesai Sumber: Hasil Penelitian (Tahu. Hasil dan Pembahasan Peningkatan Pemahaman Guru Terhadap AI Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman guru mengenai teknologi AI. Sebelum mengikuti pelatihan, sebagian besar peserta hanya memiliki pemahaman dasar mengenai penggunaan AI sebagai alat bantu pencarian informasi. Sumber: Hasil Pengolahan Data . Gambar 2. Pembukaan Kegiatan Setelah mengikuti pelatihan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai cara kerja AI, potensi manfaatnya dalam pembelajaran, serta risiko etika yang mungkin muncul. Pengembangan Modul Pembelajaran Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah tersusunnya beberapa modul pembelajaran yang mengintegrasikan konsep AI dalam mata pelajaran Informatika. Modul Jurnal ABDIMAS 9 . : 33 - 42 (Januari 2. Penguatan Literasi Etika Dan Risiko KecerdasanA tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami teknologi AI sekaligus menanamkan kesadaran mengenai penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Sumber: Hasil Pengolahan Data . Gambar 3. Pelaksanaan Kegiatan Penguatan Literasi Etika Digital Kegiatan ini juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran guru mengenai pentingnya etika digital. Guru tidak hanya memahami aspek teknis teknologi, tetapi juga mampu mengidentifikasi potensi risiko seperti penyalahgunaan data dan plagiarisme berbasis AI. Sumber: Hasil Pengolahan Data . Gambar 4. Pelaksanaan Kegiatan Copyright A 2026 Jurnal ABDIMAS 9 . : 33 - 42 (Januari 2. Uus Rusmawan. Tri Nur Arifin. Henri Septanto Pembentukan Komunitas Belajar Selain peningkatan kompetensi individu, kegiatan ini juga berhasil membentuk komunitas belajar antar guru. Komunitas ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan pembelajaran digital, serta mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi. Sumber: Hasil Pengolahan Data . Gambar 5. Presentasi salah seorang guru tentang cara analisis konten digital Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mengenai penguatan literasi etika dan risiko Kecerdasan Artifisial (AI) bagi 30 guru SMP di Kabupaten Karawang telah dilaksanakan dengan capaian keberhasilan yang terukur melalui evaluasi kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil evaluasi, dampak utama dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan signifikan pada pemahaman kognitif guru terkait konsep dan implikasi etis AI, yang dibuktikan dengan lonjakan rata-rata nilai evaluasi peserta dari 60 pada tahap pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, evaluasi kepuasan menunjukkan 95% peserta menilai program ini sangat relevan untuk diaplikasikan dalam menghadapi tantangan digital di sekolah. Terkait luaran . kegiatan, secara praktikal 100% peserta . ebanyak 30 gur. telah berhasil menyusun draf modul pembelajaran yang mengintegrasikan penggunaan teknologi AI secara etis dan bertanggung jawab ke dalam mata pelajaran Informatika. Sebagai output tambahan, kegiatan ini juga memfasilitasi terbentuknya komunitas belajar kolaboratif yang memungkinkan para pendidik terus berbagi inovasi pembelajaran digital secara berkelanjutan. Sebagai rekomendasi ke depan, program serupa perlu diperluas sasarannya tidak hanya bagi guru pengampu mata pelajaran Informatika, tetapi juga lintas disiplin ilmu lainnya. Selain itu, diperlukan pendampingan lanjutan dengan fokus pada praktik teknis spesifik . eperti prompt engineering untuk gur. agar ekosistem pendidikan digital yang beretika dan aman dapat terwujud secara lebih merata. Jurnal ABDIMAS 9 . : 33 - 42 (Januari 2. Penguatan Literasi Etika Dan Risiko KecerdasanA Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Dian Nusantara melalui Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh guru SMP di Kabupaten Karawang serta mitra kegiatan yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini. Daftar Pustaka