Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10 No. 1 Tahun 2021 Evaluasi Granul Effervescent dari Berbagai Ekstrak Retty Handayani *1. Nazmi Syaqib 2. Aji Najihudin3 Program Studi S1 Farmasi FMIPA Universitas Garut e-mail: nazmisyaqib97@gmail. Article Info Abstrak Article history: Submission September 2020 Accepted Desember 2020 Publish Januari 2021 Granul effervescent merupakan suatu produk granul atau serbuk kasar yang didalamnya mengandung obat dalam campuran kering, ketika ditambahkan dengan air, akan bereaksi antara asam dan basa yang membebaskan karbondioksida dan menghasilkan buih sehingga akan memberikan efek yang Review artikel ini dibuat dengan tujuan untuk mereview atau merangkum dan memberikan informasi terkait formulasi dan evaluasi granul effervescent dari berbagai ektrak tumbuhan dengan variasi metode granulasi basah dan granulasi kering. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu melalui instrument pencarian online terbitan Nasional ataupun Internasional. Hasil dari review beberapa artikel ini diketahui perbedaan penggunaan metode menghasilkan evaluasi yang berbeda diantaranya waktu air, waktu larut, kadar air dan kandungan lembab. Kata kunciAi granul effervescent, metode granulasi basah dan metode granulasi kering ekstrak tumbuhan. Ucapan terima kasih: Abstract Effervescent granule is a granule or coarse powder product which contains the drug in a dry mixture, when added with water, it reacts between acid and base which liberates carbon dioxide and produces foam so that it will give a fresh This review article was created with the aim of reviewing or summarizing and providing information regarding the formulation and evaluation of effervescent granules from various plant extracts with a variety of wet granulation and dry granulation methods. The method used in data collection is through online search instruments published by National or International. The results of this review of several articles show that different methods use results in different evaluations including water time, solubility time, moisture content and moisture content. Keyword Ae effervescent granules, wet granulation methods and dry granulation methods, plant extract DOI 30591/pjif. v%vi%i. A2021Politeknik Harapan Bersama Tegal Alamat korespondensi: Prodi Di Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal Gedung A Lt. Kampus 1 Jl. Mataram No. 09 Kota Tegal. Kodepos 52122 Telp. E-mail: parapemikir_poltek@yahoo. Nazmi Syaqib. Retty Handayani . Aji Najihudin Vol 10 . 2021 pp 17-21 p-ISSN: 2089-5313 e-ISSN: 2549-5062 cairan penggranulasi pada campuran Pendahuluan seluruh ingridien dalam suatu formulasi. Saat ini telah banyak dipasarkan Granulasi kering dilakukan jika bahan tanaman obat yang digunakan sensitif terhadap pengobatan ataupun pencegahan suatu kelembaban dan sensitif terhadap suhu penyakit . Alternatif pengobatan dari selama pengeringan . pemanfaatan bahan belakangan sangat Review artikel ini dibuat dengan banyak digunakan, karena penggunaan tujuan memberikan informasi terkait obat dari bahan alam memiliki keuntungan formulasi dan evaluasi granul effervescent selain bersumber dari alam yaitu efek dari berbagai ektrak tumbuhan dengan samping yang ditimbulkan sangat kecil . variasi metode granulasi basah dan Formulasi dari bahan alam yang tepat granulasi kering. untuk menjadi suatu bentuk sediaan yang diharapkan dapat meningkatkan minat Metode Dalam artikel tinjauan ini penulis mengkonsumsi obat bahan alam . Oleh menggunakan data yang dikumpulkan karena itu untuk meningkatkan efisiensi melalui instrument pencarian online dan minat masyarakat tersebut maka terbitan Nasional ataupun Internasional. dibentuk sediaan dalam bentuk ekstrak Artikel didapat dari database elektronik dan selanjutnya diformulasikan dalam seperti Google Scholer. Garuda Jurnal, bentuk sediaan granul effervescent . Research Gate menggunakan kata kunci Granul effervesecent mempunyai warna, granul efferveacent, metode granulasi bau dan rasa yang menarik dan juga basah dan granulasi kering granul memiliki keunggulan untuk menghasilkan effervescent, ekstrak tumbuhan yang telah karbondioksida yang memberikan rasa dipublikasi 10 tahun terakhir . segar seperti pada air soda untuk menutupi rasa yang tidak diinginkan. Hasil dan Pembahasan Granul effervescent merupakan suatu Review jurnal ini membahas tentang produk granul atau serbuk kasar yang granul effervescent yang memanfaatkan didalamnya mengandung obat dalam ekstrak tumbuhan sebagai zat aktif. campuran kering . Campuran ini apabila Beberapa Ekstrak tumbuhan yang ditambahkan dengan air, akan bereaksi digunakan diantaranya Kopi Toraja. Teh antara asam dan basa yang membebaskan Hijau. Daun Pepaya Gantung. Daun karbon dioksida dan menghasilkan buih Binahong. Daun Nangka dan Kulit Putih sehingga akan memberikan efek yang Semangka. Larutan berkarbonat untuk menutupi rasa yang tidak diinginkan, cocok pada produk yang mempunyai rasa pahit dan asin . Granul effervescent dapat diolah dengan metode granulasi basah dan granulasi kering. Metode granulasi basah digunakan ketika zat aktif digunakan dalam formulasi bersifat tahan panas dan lembap, serta memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang relatif buruk . Granulasi basah adalah teknik granulasi dengan proses menambahkan cairan pada suatu serbuk atau pada campuran serbuk pada suatu wadah dan dilengkapi dengan pengadukan untuk menghasilkan granul atau aglomerasi . Granulasi kering adalah metode untuk memperoleh granul yang dapat mengalir bebas. Granulasi kering dilakukan tanpa menggunakan Nazmi Syaqib. Retty Handayani . Aji Najihudin Vol 10 . 2021 pp 17-21 No Tabel 1: Formulasi granul effervescent dari berbagai ekstrak tumbuhan Ekstrak Granulasi Kering Granulasi Basah Daun Fungsi Daun Kulit Putih Kopi Teh Hijau Pepaya Daun Binahong Semangka Toraja . Gantung Nangka . Sumber Sumber Basa Pengikat Pengisi Pemanis Zat Asam sitrat, asam Natrium Gula Pasir Asam tartat Natrium PVP Sukrosa Aspartam Asam sitrat, asam Natrium PVP Dekstrin Stevia Asam sitrat, asam Natrium CMC Aspartam Essense Asam sitrat, asam Natrium PVP Laktosa Asam sitrat, asam Natrium PVP Manitol Aspartam Perasa Tabel 2: Evaluasi granul effervescent dari berbagai ekstrak tumbuhan Ekstrak Granulasi Kering Granulasi Basah Evaluasi Daun Kopi Teh Daun Daun Kulit Putih Pepaya Toraja Hijau Binahong Nangka Semangka Gantung Organoleptik Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Waktu alir Memenuhi syarat <10 73,72 Waktu larut 99,16 Kadar air Kandungan Volume tuang Memenuhi 73,50 detik 0,17 % detik/10gr Tidak 213 detik 5,1 detik 7,6 detik 4 menit 23 detik 77 detik 2 menit 19,5 detik 2,92% 2,8 % 5,8-6,1 6,6% 5,29 6,29% Volume guncang Sudut diam mL/50gr 12,7% Kompresibilitas 19,8o 9,5 % 13,45o Berdasarkan didapatkan hasil evaluasi yang berbeda dari tiap pembuatan granul effervescent dari berbagai ekstrak menggunakan berbagai metode baik metode granulasi basah dan metode granulasi kering. Pengujian organoleptik tiap ekstrak tumbuhan menghasilkan bau, rasa dan warna yang sesuai dengan ekstrak tumbuhan yang digunakan. Pada pengujian waktu alir didapat hasil yang berbeda pada masingAemasing metode pembuatan. Pada metode granulasi basah menghasilkan waktu alir Nazmi Syaqib. Retty Handayani . Aji Najihudin Vol 10 . 2021 pp 17-21 yang lebih rendah. Granul effervescent yang menggunakan metode granulasi basah memiliki kandungan lembab yang lebih besar. Kemudian gaya gesek antar partikel akan meningkat seiring besarnya kandungan lembab . Metode granulasi basah menghasilkan dibandingkan granul effervescent pada metode granulasi kering. Waktu larut suatu granul berkaitan dengan nilai porositas, dimana semakin besar porositas maka semakin cepat waktu pelepasan karbon dioksida. Semakin tinggi nilai porositas berarti rongga antar partikel semakin besar yang akan membantu proses disintegrasi . Kadar air merupakan pengujian yang bertujuan untuk menentukan kadar air yang terkandung dalam suatu granul. Granul yang memiliki kadar air yang rendah baik untuk penyimpanan sediaan dalam jangka waktu yang lebih lama, sedangkan kadar air yang tinggi tidak baik karena dapat tumbuh mikroorganisme seperti jamur . Suhu dan kelembaban meningkatkan kadar air suatu granul . Kandungan lembab sangat penting dalam granul effervescent karena untuk menghindari terjadinya reaksi kimia dini dari effervescent . Penggunaan metode pembuatan dapat juga berpengaruh pada kandungan lembab suatau granul yang Metode granulasi basah menghasilkan kandungan lembab granul yang lebih tinggi dibandingkan granul yang dihasilkan dengan metode granulasi kering . Penggunaan metode granulasi dapat berpengaruh terhadap sifat fisik atau evaluasi dari granul effervescent. Faktor lain yang dapat mempengruhi terhadap sifat fisik dari granul effervescent yaitu bahan atau eksipien yang digunakan dalam formula. memiliki rasa yang menarik. Granul effervescent dapat diolah dengan metode granulasi basah dan kering. Perbedaan dari metode tersebut adalah penggunaan cairan penggranulasi, yang mana pada menggunakan cairan penggranulasi. Penggunaan berpengaruh terhadap sifat fisik dari granul effervescent diantaranya waktu alir pada metode granulasi basah lebih rendah. Kemudian waktu larut pada metode granulasi basah lebih tinggi. Kadar air dan kelembaban yang dihasilkan pada metode granulasi basah umumnya lebih tinggi. Pustaka